• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Laporan Praktik Kerja Industri TKR

N/A
N/A
Tyas Heni8

Academic year: 2024

Membagikan " Contoh Laporan Praktik Kerja Industri TKR"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini di nyatakan di setujui untuk memenuhi salah satu syarat agar bisa mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK). Ujian Sekolah (US). dan Ujian Akhir Nasional (UAN).

Yang tertera namanya di bawah ini :

Nama :

Kelas : XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN (TKR) Tempat Xxxxxxx xxxxxxx xxxxxxx

Bersedia untuk mempertanggung jawabkan Laporan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini.

……….,8 april 2018

Menyetujui

Pembimbing Prakerin Pimpinan Perusahaan

xxxxxxxxxxxxxxx. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.

NIP.xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Mengetahui

Kepala sekolah Ketua Jurusan

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx NIP. 1xxxxxxxxxxxxxxxxxxx NIP.1xxxxxxxxxxxxxxx

(2)

MOTTO

"Belajar dari kemarin, hidup untuk hari ini, berharap untuk hari esok, dan yang terpenting adalah jangan sampai

berhenti bertanya."

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha ESA. atas segalah limpahan rahmat dan Hidahyanya sehingga penulis dapat menyelesaikan praktik kerja industri (Prakerin) di XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX selama 3 (tiga) bulan, dan menyusun laporan ini dalam bentuk yang sederhana.

Laporan ini disusun berdasarkan pengalaman dan ilmu yang penulis peroleh selama melaksanakan Prakerin, juga dibuat untuk memenuhi tugas sekolah sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Kompotensi Keahlian, Ujian Sekolah, Ujian Akhir Nasional dan sebagai pertanggungjawaban atas kegiatan praktik kerja industri yang telah penulis lakukan selama 3 (tiga) bulan.

Pada kesempatan ini penulis tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak-pihak yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan prakerin ini, antara lain :

1. Bapak Drs. H. Abdul Muis, M. Pd Selaku Kepala XXXX X XXXXXXX.

2. Bapak xxxxxxxxx,S.Pd Selaku Ketua Jurusan Teknik Kendaraan Ringan.

3. Bapak Drs xxxxxxxxxxxxx selaku Pembimbing Selama Kegiatan Prakerin.

4. Bapak Bengnga Selaku Kepala Xxxxxxx xxxxxxx xxxxxxx.

5. Seluru guru-guru dan Staf XXXX X XXXXXXX yang telah turut memberikan bimbingan dan bekal ilmu pengetahuan

6. Juga orang tua kami yang tak mengenal lelah membimbing kami menjadi manusia yang berdaya guna.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan, Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca untuk kesempurnaan laporan ini, penulis juga mohon maaf jika selama melaksankan praktik kerja industri, melakukan kesalahan dalam ucapan maupun perbuatan, penulis berharap semoga laporan ini bermamfaat dan berguna bagi pembaca, serta penulis sampaikan terimah kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan praktik kerja industri, dan pembuatan laporan prakerin ini.

penulis

(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN i

MOTTO ii

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI iv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Maksud dan Tujuan 1

C. Ruang Lingkup 2

D. Dasar – Dasar Pelaksanaan Praktek Kerja Industri 2 E. Waktu dan tempat Praktik Kerja Industri 3 BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan 4

B. Visi dan Misi 4

C. Peraturan dan Tata Tertib 5

BAB III PERSIAPAN KERJA

A. Alat dan Bahan 8

B. Pengumpulan data 23

BAB IV URAIAN KHUSUS

A. Kendala 29

B. Inovasi dan Improvisasi 29

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan 31

B. Saran 32

DAFTAR PUSTAKA 33

LAMPIRAN 34

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang pelaksanaan praktik kerjaindustri (PRAKERIN)

Pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) adalah sebuah pelatihan dan pembelajaran yang dilaksanakan di Dunia Usaha atau Dunia Industri yang relevan dengan kompetensi keahlian yang dimilikinya masing masing, dalam upaya meningkatkan mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan juga menambah bekal untuk masa masa mendatang guna memasuki dunia kerja yang semakin banyak serta ketat dalam persaingannya seperti saat ini, selain itu dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak peralatan baru yang diciptakan guna menunjang banyaknya permintaan produksi barang atau jasa yang menimbulkan perubahan mendasar untuk mendapat pekerjaan, sehingga tenaga kerja dituntut bukan hanya memiliki kemampuan teknis belaka, tetapi juga harus lebih fleksibel dan berwawasan lebih luas, inovatif serta didukung dengan keterampilan yang kompeten, maka dengan adanya kegiatan prakerin siswa dan siswi dapat mengasah dan juga megimplementasikan materi yang didapatkannya di sekolah langsung ke dunia usaha atau dunia industri yang relevan dengan kemampuannya masing masing.

Pada dasarnya praktik kerja industri (PRAKERIN) merupakan penyelenggaraan yang mengintegrasikan secara tersistem pendidikan dunia usaha dan industri. Pengintegrasian kegiatan pendidikan ini akan menghilangkan perbedaan standar nilai sekolah dan dunia kerja serta mendekatkan supply dan demand ketenaga kerjaan.

B. Maksud dan Tujuan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)

Manfaat pelaksanaan kegiatan praktek kerja industry (PRAKERIN) adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan memperluas, dan menetapkan keterampilan yang membentuk kemampuan dan mempersiapkan siswa-siswi untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan jurusan yang di pilih.

2. Meningkatkan pengenalan siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial dalam lapangan kerja antara lain struktur organisasi usaha,asosiasi usaha, jenjang kerja, dan menajemen usaha yang baru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermutu.

3. Menumbuhkembangkan dan menetapkan sikap potensial profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bakat dan minat khususnya Jurusan TEKNIK KENDARAAN RINGAN sehingga dapat membekali siswa-siswi sebagai agen perubahan di masa yang akan datang

Tujuan pelaksanaan kegiatan praktik kerja industri (PRAKERIN) adalah

(6)

sebagai berikut:

1. Mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan.

2. Mempelajari mekanisme dan membantu kelancaran tugas oprasional pada instansi atau perusahaan dimana peneliti ditempatkan.

3. Memperluas pandangan untuk berpikir dalam sebuah organisasi, khususnya dalam mengidentifikasi masalah yang dihadapi secara nyata.

4. Melatih peneliti untuk menganalisis dan menyesuaikan teori dan keadaan yang sebenarnya dilakukan dilapangan atau dikantor, sehingga mendapat pengalaman dan pengetahuan yangdapat menujang teori-teori yang diperoleh dengan baik.

5. Siswa dapat membandingkan konsep dan metode kerja akuntan pemerintah secara nyata

6. Memperoleh gambaran sistem kerja yang baik sehingga dapat dipergunakan untuk :

a. Mendekatkan siswa-siswi dengan implementasi administrasi publik di dalam organisasi khususnya organisasi publik secara nyata.

b. Menginfestasi berbagai permasalahan administrasi publik dilokasi (PRAKERIN)

C. Ruang lingkup

Adapun ruang lingkup yang didapat penulis selama PRAKERIN yaitu:

mengganti kampas rem belakang, cek busi, ganti oli transmisi, menganti oli mesin, mengganti oli diffrential.

D. Dasar-Dasar Pelaksanaan Praktik Kerja Industri

Adapun dasar-dasar pelaksanaan praktik kerja industri adalah sebagai berikut:

1. Kebijakan Pemerintah yang terdapat dalam GBHN tahun 1998 menetapkan bahwa tujuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) untuk menghasilkan tenanga terampil tingkat menengah yang layak Kerja Usaha di berbagai sektor pembangunan dan meningkatkan mutu yang relevan di Dunia Usaha Pendidikan sehingga terdapat kesinambungan.

2. Undang-undang (UU) No. 2 Tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional.

3. PP No. 39 Tahun 1992 tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional.

4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0490/U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruan.

5. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 080/U/1993 tentang kurikulum SMK sebagai berikut, penyelenggara Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

(7)

6. Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No.080/U/1993 tentang Program Pendidikan dan Lapangan Kerja.

7. Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No.323/U/1997 tentang penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda.

8. Undang-undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

9. Permendiknas No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Naasional Pendidikan.

10. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar isi.

11. Permendiknas No.23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

12. Permendiknas No.20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan E. Waktu dan tempat praktik kerja industri(PRAKERIN)

Waktu pelaksanaan praktik kerja industri (PRAKERIN) dilaksanakan selama 3 bulan yang dimulai pada tanggal 8 januari 2018 sampai dengan 8 april 2018. Tempat yang dipilih untuk melaksanakan praktek kerja industri (PRAKERIN) yaitu XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX cabang XXXXXXX yang beralamat di Jl. XXX XXXXXXX No. 166 XXXXXXX Sulawesi Selatan.

BAB II

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

(8)

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Bengkel Harapan di dirikan sekitar tahun 2004.Bengkel Harapan pertama kali di dirikan di kota XXXXXXX,hingga sampai sekarang bengkel harapan masih berjalan dengan baik.Bengkel ini beralamatkan di jalan pattimura.

B. Visi dan Misi Visi

Untuk menjadi bengkel mobil terbaik di XXXXXXX yang mengutamakan pada kepuasan pelanggan didukung dengan peralatan lengkap dan tenaga ahli berkompeten dalam memberikan pelayanan jasa bengkel kepada pelanggan,mitra usaha,pegawai saham dan masyarakat.

Misi

1. Memberikan jasa bengkel yang unggul berdasarkan nili-nilai kejuruan,keadilan dan kehati-hatian.

2. Memberikan layanan mobil sehat yang cepat dan berkualitas.

3. Memberikan solusi tepat dan cepat mulai dari saat pelanggan ingin memperbaiki mobil,proses menunggu s/d mobil selesai diperbaiki.

C. PERATURAN DAN TATA TERTIB 1. TATA TERTIB REGISTRASI.

Pegawai wajib memberitahukan kepada departemen SDM apabilah ada perubahan data pribadi/keluarganya atau data yang dianggap perlu untuk diketahui oleh departemen SDM dengan melampirkan foto copy bukti-bukti perubahan tersebut. Untuk menunjang hal tersebut maka departemen SDM akan mengirimkan form perubahan data pegaawai.

2. TATA TERTIB TANDA PENGENAL.

Pegawai wajib menggunakan tanda pengenal selama berada dalam lingkungan perusaaan atau lokasi tempat kerjanya.

3. TATA TERTIB KESELAMATAN KERJA.

a) Pegawai wajib mentaati peraturan keselamatan di dalam perusahaan.

b) Pada waktu mulai, selama dan sesuda melakukan pekerjaan setiap pegawai wajib mentaati produser dan langkah-langkah keselamatan kerja yang telah ada dan ditentukan bagi pekerjaannya masing-masing, termasuk dalam menggunakan alat-alat pelindung keselamatan kerja.

c) Demi terciptanya kesalamatan kerja, maka pegawai dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut;

(9)

1) Menempatkan barang atau alat secara serampangan sehingga membahayakan keselamatan dirinya atau orang lain.

2) Menghidupkan/menjalankan/menggerakkan mesin-mesin, alat-alat pengangkat atau kendaraan yang bukan menjadi tugasnya.

d) Pegawai yang mengetahui pegawai lain mendapat kecelakaan, wajib memberi pertolongan secepat mungkin dalam batas kemampuan yang ada padanya.

4. TATA TERTIB KESEHATAN DAN KEBERSIHAN.

a) Pegawai wajib mentaati peraturan kesehatan dan kebersihan dalam perusahaan

b) Demi terciptanya kesehatan dan kebersihan, pegawai dilarang;

1) Membuang sampah (termasuk abu dan puntung rokok) ditempat yang bukan semestinya.

2) Membawa masuk kedalam lingkungan perusahaan barang-barang yang tergolong obat bius, narkotik dan barang lain yang dilarang pemerinta.

3) Membawa masuk kedalam lingkungan perusahaan minuman keras.

4) Merokok ditempat yang dilarang

5. TATA TERTIB KEAMANAN.

a) Pegawai wajib mentaati peraturan keamanan didalam perusahaan.

b) Pegawai yang mengetahui adanya keadaan/kejadian atau benda yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran, pencurian, gangguan terhadap keselamatan dan ketentraman di lingkungan perusahaan wajib segera memberitahukan satuan pengamanan atau atasannya langsung/pejabat perusahaan atau siapa saja yang dapat di hubungi secara cepat.

c) Pegawai wajib menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya:

1) Kebakaran atu ledakan.

2) Pencurian, kehilangan, dan pengerusakan.

3) Perkelahian.

d) Pegawai yang mengetahui adanya kebakaran wajib memadamkan api dengan cara apapun.

e) Untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan maka pegawai dilarang;

1) Menyalakan atau merokok ditempat dimana terdapat bensin/solar/gas, panel listrik, dan barang lainnya yang mudah terbakar.

2) Mendekatkan bensin/solar dan barang lainnya yang mudah terbakar pada sumber api.

(10)

3) Merokok ditempat yang dilarang.

4) Membuang puntung rokok disembarang tempat.

5) Merusak/merubah atau menghilangkan alat pengaman.

6) Membawa masuk kedalam lingkungan perusahaan, bahan bakar, bahan peledak, senjata api/tajam yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pegawai.

7) Mempermainkan alat pemadam api, memindahkan tempatnya atau memperlakukannya secara ceroboh sehingga menimbulkan kerusakan.

8) Melaksanakan pekerjaan pengelasan bukan ditempat khusus tanpa sebelumnya mendapat izin atasan yang berwenang serta mempersiapkan alat-alat pemadam api didekat lokasi pengelasan.

f) Untuk menceg terjadinya pencurian dan pengrusakan maka pegawai harus:

1) Wajib menjaga dan memelihara barang yang dipertanggung jawabkan kepadanya.

2) Dilarang masuk tempat-tempat yang bukan untuknya tanpa izin.

3) Dilarang keluar masuk lingkungan perusahaan selain melalui pintu yang disediakan dan dengan cara yang telah ditentukan.

4) Dilarang meletakkan benda berharga ditempat yang tidak terkunci.

g) Untuk mencega terjadinya perkelahian atau hal-hal lainnya pegawai dilarang:

1) Melakukan hasutan atau fitnah terhadap sesama pegawai.

2) Menyebarkan desas-desus atau kabar bohong dalam bentuk dan cara apa pun yang mengelisakan sesama pegawai.

3) Mengancam pegawai lain atau memaksanya untuk mengikuti sika dan tindakannya

4) Membawa senjata tajam kedalam lingkungan perusahaan.

6. TATA TERTIB ATASAN KEPADA BAWAHAN.

a) Atasan wajib memperlakukan bawahannya dengan sopan jujur, dan wajar sesuai dengan tugas yang telah ditentukan oleh peruahaan.

b) Atasan wajib memberikan petunjuk kepada bawahannya tentang pekerjaan yang harus dilakukan termasuk juga peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.

c) Atasan wajib memberikan bimbingan kepada bawahannyauntuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan disiplin kerja.

d) Atasan wajib menegur bawahannya yang melanggar peraturan yang telah ditentukan.

e) Atasan wajib melakukan penilaian terhadap bawahannya secara jujur dan obyektif.

(11)

f) Atasan wajib menjawab setiap pertanyaan bawahannya sesuai dengan batas kewenangan yang dimilikinya.

7. TATA TERTIB SIKAP BAWAHAN TERHADAP ATASAN.

a) Bawahan wajib melakukan perintah dan petunjuk atasannya dengan sebaik-baiknya selama tidak bertentangan dengan ketentuan dalam peraturan perusahaan ini.

b) Bawahan wajib bersikap sopan, jujur, dan wajar terhadap atasannya.

c) Bawahan wajib menanyakan kepada atasannya hal-hal yang belum atau kurang jelas baginya.

d) Bawahan wajib mengajukan usul atau saran kepada atasannya demi kelancaran pekerjaan.

BAB III

PERSIAPAN KERJA

(12)

A. ALAT DAN BAHAN (fungsi)

Persiapan Kerja berisi uraian materi mengenai teori produktif yang masuk dalam ruang lingkup kegiatan yaitu:

1. Perlengkapan peralatan di tempat kerja

Dalam bengkel Otomotif atau bengkel dikenal ada 2 jenis alat bantu kerja yaitu alat tangan dan alat mesin/alat tenaga (Hand Tools and Machine Tools or Power Tools) dan peralatan yang akan dibahas disini adalah alat-alat tangan (Hand Tools).

Gambar 2.1 Peralatan bengkel

Kunci yang umum digunakan untuk perbaikan kendaraan di XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX diantaranya:

a. Kunci Pas (Open end wrench)

Kunci pas terbuat dari logam paduan Chrome Vanadium, dengan tangkai (shank) membentuk sudut 15 derajat pada kedua ujung-ujungnya dan 90 derajat yang terdapat pada kunci pas khusus. Kunci pas umumnya dibuat menjadi dua kunci yang ukuran masing-masing berbeda.

Misalnya; ukuran 8 mm dan 9 mm, dan seterusnya. Ukuran kunci menunjukkan lebar dari mulut kunci yang yang berati juga menunjukkan lebar kepala baut atau mur.

Satuan ukuran kunci pas terdiri dari ukuran metrik (mm) dan imperial (inch).

Ukuran satuan metrik tersedia ukuran dari 4 mm sampai dengan ukuran 80 mm. Dan yang umum digunkan di bengkel otomotif adalah ukuran 6 mm dengan kenaikan setiap 1 mm hingga ukuran kunci 36 mm, kecuali ukuran 31 mm, 33 mm, 34 mm, dan 35 mm tidak disediakan.

(13)

b. Kunci Ring (Box wrench)

Kunci ring juga terbuat dari logam paduan Chrome Vanadium. Kunci ring berfungsi untuk memasang atau melepaskan kepala baut atau mur yang mempunyai momen pengencangan yang cukup besar dan memungkinkan dapat bekerja pada ruang yang terbatas.

Pada ujung-ujung kepala kunci ini, terdapat cincin yang berdimensi

heksagonal atau lebih pada lubang diameter di dalamnya. Kunci ini lebih kuat dan ringan dari kunci pas dan memberikan cengkraman pada seluruh kepala baut atau mur.

Kunci ring mempunyai tangkai lebih panjang dibandingkan dengan kunci pas, gaya tuasnya lebih besar bila dibandingkan dengan gaya tuas kunci pas.

c. Kunci Kombinasi (Combination wrench)

Kegunaan kunci kombinasi merupakan gabungan dari kunci pas dan kunci ring pada masing-masing ujung dalam ukuran yang sama dan merupakan kunci yang saling mengisi kekurangan yang ada pada kunci pas dan kunci ring, dan lebih simpel. Kunci ini sangat berguna saat menyetel pengikat (fastener) denganukuranyang sama pada posisi yang berbeda.

Kunci ini dengan jenis kepala bersegi 6 yang sama dan ukurannya berkisar antara 6 mm sampai dengan 32 mm.

d. Kunci Socket (Socket wrench)

Kunci Soket adalah kunci yang berbentuk silinder dan terbuat dari logam paduanChrome Vanadiumdan dilapisi dengan nikel. Satu ujung mempunyai dudukan berbentuk segi 4, dan ujung lainnya berdimensi hexagonal yang digunakan untuk melepas atau memasang kepala baut atau mur dengan momen kekencangan tertentu.

Kunci soket dapat menjangkau kepala baut atau mur yang terletak sangat sulit dan tersembunyi, misalnya baut pengikat intake dan exhaust manifold.

Hal ini bisa dilakukan, karena kunci soket dilengkapi dengan batang Penyambung.

e. Kunci L (Allen wrench)

Kunci L digunakan untuk membuka/ mengencangkan baut yang kepala bautnya menjorok kedalam. Ukuran kunci L antara 2 mm – 22 mm dan penampangnya berbentuk segi 6 (hexagonal) dan berbentuk bintan (L bintang).

f. Kunci Inggris (Adjustable wrench)

Kunci inggris digunakan untuk membuka/ mengencangkan kepala baut/ mur yang ukurannya dapat diubah sesuai dengan limit maksimumnya.

Kunci Inggris mempunyai sudut 15 derajat terhadap pegangannya

(14)

dengan ukuran lebar mulut antara 13 mm – 35 mm. Ada juga yang bersudut 45 derajat terhadap pegangannya dengan ukuran lebar mulut antara 26 mm – 83 mm

g. Kunci Roda (Wheel nuts and bolts wrench)

Kunci roda digunakan untuk melepas dan mengganti mur roda pada kendaraan bermotor. Kunci roda terbuat dari baja dimana ujung- ujungnya mempunyai kepala soket segi 6. jenis kunci roda sebagian besar mempunyai 4 jari-jari kemudian disatukan membentuk palang/silang pada ujung luar masing-masing batang terdapat soket yang berbeda ukurannya. Ukuran kunci roda pada umumnya 19 mm dan 21 mm atau 3/ 4 inch dan 13/ 16 inch.

h. Kunci Busi (Spark plug wrench)

Kunci busi digunakan untuk melepas dan memasang busi yang biasanya busi dipasang pada posisi sulit dijangkau oleh kunci pas atau kunci ring.

Kunci busi dirancang untuk mendapatkan perlakuan momen pengencangannya tidak terlalu kuat, maka kunci busi didesain dengan tangkai yang pendek. Kunci busi dibuat dengan ukuran standar mengikuti ukuran busi yang ada. Ukuran standar tersebut, yaitu 10 mm, 14 mm, dan 18 mm.

i. Obeng (Screw driver)

Obeng dalam satuan set dalam ukuran dan bentuk penggerak yang berbeda, panjag, pendek, sangat pendek (buntung). Obeng terdiri dari batang yang terbuat dari baja keras berkualitas tinggi dengan satu mata pada satu ujungnya dan gagang terbuat dari plastik/ kayu yang dicetak pada batangnya. Obeng digunakan untuk melepas/ memasang sekrup dari komponen- komponen kendaraan bermotor seperti pada; lampu kepala, pelindung radiator, dan untuk melepas pengikat seperti sekrup- sekrup kotak yang mempunyai momen pengencangan relatif rendah.

Obeng juga dapat digunakan untuk mencungkil cetakan dan menekan/

mendorong seperti pada pemasangan penghapus kaca.

j. Dongkrak (Jack Stand)

Dongkrak adalah alat yang dioperasikan secara hidrolik yang dapat mengangkat barang yang berat, misalnya mengangkat bagian mobil untuk mengganti bannya. Masing-masing jenis dongkrak mempunyai spesifikasi, misalnya beban maksimum yang diijinkan untuk mengangkat kendaraan.

k. Palu (Hammer)

Palu merupakan alat yang dipakai sebagai pemukul untuk memasang dan melepaskan komponen-komponen mesin seperti pada pemasangan bearing, melepas sambungan pada propeller shaft dan sebagainya. Di

(15)

bengkel otomotif, palu dikategorikan menjadi 2 yaitu: palu keras dan palu lunak

l. Tang (Pliers)

Tang digunakan untuk memotong, membengkokkan, memegang dan sebagainya. Macam-macam tang:

a) End cutting plier.

b) Flat nose plier.

c) Long nose plier d) Round nose plier.

e) Combination plier.

f) Polygrip plier.

m. Gergaji (Hacksaws)

Gergaji digunakan untuk memotong memotong benda kerja.

n. Gerinda (Grinder)

Gerinda adalah suatu alat yang digunakan untuk menghaluskan benda kerja atau untuk penajaman alat-alat perkakas, misalnya; mata bor, pahat, penggores, jangka tusuk, dan sebagainya. Gerinda dibedakan menjadi 2 yaitu; gerinda tangan dan gerinda mesin.

o. Ragum (Bench vise)

Ragum digunakan untuk menjepit benda kerja, seperti mengikir, memahat, memotong dan sebagainya. Ragum umumnya terbuat dari besi tuang atau tempa yang dipasang pada bangku kerja yang kuat p. Kikir (Files)

Kikir terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa dan disesuaikan dengan ukuran panjang, bentuk, jenis, dan gigi pemotongnya.

q. Bor (Drills)

Bor atau mata bor digunakan untuk membuat lubang yang rapi dan presisi pada benda kerja, misalnya pada kayu, plastik maupun pada besi dan plat. Banyak jenis dan ukuran lubang yang bisa dibuat dengan bor, tetapi harus mempertimbangkan ukuran lubang dan jenis bahan benda kerja yang akan dikerjakan. Diameter ukuran mata bor biasanya berkisar antara 4 mm – 12 mm.

r. Sney dan tap (Dies and Taps)

Sney (pengulir luar) adalah untuk memutar pada bagian luar atau batang baut dengan tangan. Dan alat bantu untuk memutarkan senei atau tangkai senei. Sedangkan yang dimaksud dengan Tap adalah alat untuk membuat ulir dalam dengan tangan.

s. Pahat (Chisels)

Pahat (Chisel) digunakan untuk memotong, mebuat alur, meratakan bidang, dan membentuk sudut pada benda kerja. Macam-macm pahat:

(16)

a) Pahat pelat, untuk meratakan bidang dan memotong pelat logam.

b) Pahat alur, untuk alur dan sponeng.

c) Pahat setengah bulat, untuk membuat alur setengah bulat.

2. Menerapkan prosedur keselamatan kerja

Kecelakaan kerja mungkin saja bisa terjadi walaupun kita sudah bekerja dengan hati-hati. Namun jika semua aspek K3 tidak terpenuhi bisa saja terjadi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja/K3 adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan suatu usaha untuk mencegah setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan.

Dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel otomotif, ada beberapa hal yang menjadi perhatian, yaitu:

a. Kondisi lingkungan bengkel otomotif (tempat kerja)

Dalam penerapan konsep keselamatan kerja, satu hal yang harus kita perhatikan adalah bagaimana lingkungan kerjanya. Kita harus memahami lingkungan kerja kita sebelum kita menerapkan keselamatan kerja, bengkel otomotif merupakan lingkungan kerja dengan spesifikasi kondisi yang khusus. Di bengkel otomotif ini, kita mendapati banyak kondisi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Setiap kondisi dan alat serta bahan yang kita pergunakan pada saat bekerja harus kita sesuaikan dengan kebutuhannya, misalnya bahan yang mudah terbakar, bahan yang licin, tajam, dan sebagainya. Hal ini harus kita perhitungkan sebagai aspek keselamatan kerja yang akan kita terapkan. Jika kita mampu menganalisa kondisi lingkungan kerja, maka kita dapat memberikan antisipasi penanganan yang tepat. Antisipasi penanganan yang tepat ini dimaksudkan untuk menyediakan sarana keselamatan kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini hanya dapat kita lakukan jika kita benar-benar mengenali segala aspek yang ada di lingkungan kerja. Setiap aspek yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja harus kita sediakan sarana keselamatan yang tepat.

Kondisi fisik dari lingkungan kerja perlu diperhatikan, sebab hal tersebut merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menjamin agar tenaga kerja dapat melaksanakan tugas tanpa mengalami gangguan.

Kondisi fisik dari lingkungan kerja misalnya temperatur, kelembapan udara, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, yang berpengaruh terhadap hasil kerja.

(17)

b. Beberapa Alat Keselamatan Kerja di XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX:

1) Tabung Pemadam Kebakaran

Beberapa bahan d bengkel otomotif merupakan bahan yang mudah terbakar maka kita memerlukan alat ini untuk memadamkan kebakaran yang mungkin terjadi.

2) Pasir

Pasir ini kita gunakan sebagai penutup lantai yang tergenang air atu minyak pelumas yang tumpah. Dengan serbuk ini, maka tumpahan minyak kita tutupi sehingga tidak menyebabkan kecelakaan saat ada orang yang menginjaknya.

3) Kain Majun

Kain ini kita gunakan untuk mengelap kotoran yang ada di tangan atau alat-alat kerja kita. Dengan kain majun ini, maka kebersihan alat dapat kita pertahankan

c. Pakaian kerja (Wearpack)

1) Penggunaan pakaian yang benar-benar cocok sehingga tidak mengganggu pekerjaan.

2) Menjaga kebersihan pakaian waktu bekerja sebab oli atau kotoran pada pakaian akan mengotori kendaraan.

3) Saat mengangkat benda-benda berat atau mempunyai 4)Tidak menggunakan sarung tangan saat mengebor.

d. Bekerja dengan Aman dan Rapi

Bekerja dengan aman danrapi antara lain dengan menjaga agar tempat kerja selalu bersih, dan saat pekerjaan selesai kembalikan segala sesuatu dengan teratur, suku cadang bekas harus dikumpulkan dalam kantong plastik untuk selanjutnya dibuang atau dikembalikan ke pelanggan (customer), memarkir kendaraan yang akan diperbaiki di dalam garis stall, jangan sampai keluar karena akan mengganggu kendaraan lain, tidak menempatkan sesuatu di tengah jalan atau pintu masuk walaupun untuk sementara, karena akan mengganggu mobil keluar atau masuk, tidak meninggalkan kunci atau suku cadang di lantai, dimana dapat menyebabkan anda atau orang lain tersandung atau terpeleset, biasakan menempatkan mereka pada cady atau meja kerja, membersihkan dengan segera setiap bahan bakar, oli atau gemuk yang tertumpah, membersihkan alat-alat yang telah dipakai.

e. Cara penanganan Kendaraan pelanggan

1) Selama bekerja, pakailah selalu fender cover, seat cover, dan floor cover agar tidak merusak atau mengotori kendaraan.

2) Jagalah selalu kebersihan fender cover dan seat cover.

(18)

3) Oli atau gemuk yang ada pada tangan atau alat-alat anda dapat mengotori kendaraan. Karena itu tangan dan alat-alat harus dijaga agar tetap bersih.

4) Jangan sekali-kali memasukkan benda yang tajam seperti obeng ke dalam kantong baju karena dapat merusak kendaraan dan melukai anda sendiri misalnya anda terjatuh.

5) Bersihkan selalu minyak dan oli yang tertumpah sehingga kendaraan tidak dalam keadaan kotor. Jika oli yang tertumpah dibiarkan begitu saja, pelanggan akan mengira terdapat kebocoran pada kendaraannya, lalu membawanya kembali ke bengkel.

6) Apabila kendaraan tertumpah minyak rem, jangan mengelap tumpahan karena dapat merusak cat. Cara menanganinya adalah dengan memberi air pada tempat yang tertumpah minyak rem.

3. Komponen-komponen mesin

Mobil merupakan sebuah kendaraan yang terdiri dari berbagai macam bagian. Masing-masing bagian tersebut

mempunyai fungsi yang berbeda:

a. Sekring berfungsi untuk mencegah terjadinya konsleting.

b. Amperemeterberfungsi untuk mengontrol arus listrik.

c. Kunci Kontakberfungsi untuk menghubungkan & memutuskan arus listrik.

d. Karburatorberfungsi untuk mencampur bahan bakar & udara menjadi kabut/gas.

e. Regulatorberfungsi untuk merubah arus AC menjadi DC.

f. In House Manifolberfungsi untuk Saluran bahan bakar gas baru.

g. Eks Houseberfungsi untuk Saluran buang gas sisa pembakaran.

h. Radiatorberfungsi untuk menampung air sekaligus mendinginkannya.

i. Tutup Radiatorberfungsi untuk menahan tekanan air.

1) Radiator Bagian Atasberfungsi untuk tempat air panas.

2) Inti Radiatorberfungsi untuk Mendinginkan Air.

3) radiator Bagian Bawah berfungsi untuk tempat air dingin.

4) Selang Atas Radiator berfungsi untuk tempat aliran air panas Selang Bawah berfungsi untuk tempat aliran air dingin menuju ke mesin.

j. Alternatorberfungsi sebagai generator listrik sekaligus mensuplai baterai.

k. Motor Starterberfungsi untuk penggerak awal suatu engine.

l. Termostatberfungsi untuk mengoptimalkan kerja mesin, sehingga mencapai suhu temperature kerja 80-90’C.

(19)

m. Kipasberfungsi untuk mendinginkan antara radiator dengan mesin bagian luar.

n. Pompa Airberfungsi untuk mensirkulasi air pendingin dalam mesin menuju radiator.

o. Tutup Oliberfungsi untuk menahan tekanan oli agar tidak keluar.

p. Tutup Kepala Silinderberfungsi untuk melindungi mekanisme katup.

q. Kepala Silinderberfungsi sebagai dudukan busi, dan sebagai ruang bakar.

r. Blok Mesinberfungsi sebagai tempat dudukan komponen-komponen busi, poros pengkol, dll.

s. Karter / Bak Oliberfungsi untuk menampung oli.

t. Switch Temperatur berfungsi untuk mengontrol suhu waktu kerja.

u. Busiberfungsi untuk memercikan bunga api.

v. Pompa Bensinberfungsi untuk memompa bensin dari tangki mesin menuju ke karbulator.

w. Stik Oliberfungsi untuk mengukur keadaan oli dan volume jenis oli.

x. Distributorberfungsi untuk membagikan arus tegangan listrik menuju kemasing-masing busi.

y. Saringan Oliberfungsi untuk menyaring oli sebelum menuju kepemakaian.

z. Switch Oliberfungsi untuk mengontrol tekanan oli.

4. Kopling

Kopling merupakan bagian yang harus ada di Mobil. Kopling dipasang diantara mesin dan transmisi yang dapat menghubungkan dan membebaskan putaran mesin. Penggeraknya diperoleh dari hasil pembakaran pada silinder mesin . ketika mesin dihidupkan tanpa digunakan tenaganya maka mesin harus dapat berputar terlebih dahulu dan kemudian dipindahkan tenaganya secara perlahan pada roda belakang sehingga kendaraan akan bergerak perlahan-lahan putaran mesin harus bebas atau tidak berhubungan bila akan mengganti gigi transmisi. Agar mesin tetap hidup ketika mesin sudah bertenaga besar maka diperlukan kopling yang mampu memindahkan tanpa tenaga perlahan-lahan tanpa terjadinya slip.

Pada roda penerus dipasang tutup kopling yang akan berputar bersama-sama. Di antara roda penerus dan plat kopling yang terpasang pada alur-alur poros input transmisi menjadikan poros dan plat kopling dapat berputar bersama-sama. Pada penutup kopling dipasang plat penekan diberi pegas-pegas sehingga dapat tertekan secara konstan, dan plat kopling akan kuat terhadap tekanan-tekanan pegas. Oleh karena itu tenaga

(20)

mesin yang dipindahkan ke poros input transmisi dengan gaya gesek antara roda penerus, plat penekan, dan plat kopling.

Gesekan yang bekerja diantara plat kopling dan plat penekan akan hilang jika terjadi penekanan pedal kopling yang mendesak bantalan pembebas melalui tuas-tuas penekan. Hal itu menyebabkan tekanan udara pada tuas-tuas penekan akan lebih besar daripada tekanan kepada pegas- pegas kopling. Dengan begitu dapat menarik plat penekan ke belakang dan tenaga mesin berpindah ke plat penekan sehingga terjadi poros input transmisi berhenti berputar.

Gambar 2.2 Komponen Kopling

Penggerak kopling terdiri dari:

1) Pedal

2) Kabel penghubung 3) Bantalan

Bagian-bagian yang berhubungan langsung dengan kopling, diantaranya sebagai berikut:

a. Master kopling

Master kopling memiliki peran yang sangat penting karena bagian yang berhubungan langsung dengan pedal kopling dan kaki pengendara kendaraan. Dengan mekanisme kerja ketika pedal diinjak maka cairan minyak rem yang terdapat pada master kopling berpindah ke releasi kopling yang letaknya terdapat diantara mesin dan transmisi.

b. Releasi kopling

Releasi kopling terletak di dekat transmisi c. Plat kopling

Plat kopling atau yang sering kita kenal dengan istilah disc d. Clutch cover

Clutch cover memiliki tugas untuk menekan plat kopling pada roda gila dan untuk meneruskan putarana tersebut ke roda.

(21)

5. Transmisi

Sistem transmisi adalah sistem yang penghantar energi dari mesin menuju diferensial dan as, dengan memutar as roda dapat berputar dan menggerakkan Motor.

Transmisi terbagi tiga yaitu:

a. Transmisi manual

Transmisi manual adalah sistem transmisi yang memerlukan pengemudi sendiri untuk menekan/menarik seperti pada motor atau menginjak kopling pada Mobil dan menukar gigi percepatan secara manual.

Komponen-komponen sistem Transmisi manual 1) Poros input transmisi.

2) Gigi transmisi.

3) Gigi penyesuai.

4) Garpu pemindah.

5) Tuas penghubung.

6) Tuas pemindah persenelling.

7) Bak transmisi.

8) Poros output.

9) Bearing.

10) Pemanjang bak.

b. Transmisi otomatis

Transmisi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis.

c. Transmisi semi otomatis

Transmisi semi otomatis merupakan transmisi yang perpindahan gigipercepatannya tanpa menginjak/menekan kopling, sistem ini menggunakan sensor elektronik, prosesor dan aktuator untuk memindahkan gigi percepatan atas perintah pengemudi.

6. Sistem rem

Untuk mengendalikan laju kendaraan diperlukan sistem rem. Selain itu, rem merupakan faktor keselamatan dan keamanan yang utama bagai pengendaranya.

(22)

Gambar 2.3 Sistem Rem

Bagian-bagian rem terdiri dari:

a. Plat rem

Bagian ini terbuat dari plat baja yang dipres, plat rem belakang diikat dengan baut pada rumah poros belakang, sedangkan plat rem bagian depan diikat dengan baut pada lengan kemudi. Pada plat rem dipasang sepatu rem.

b. Sepatu rem

Bagian ini menyerupai bentuk busur yang disesuaikan dengan lingkaran tromolo, pada permukaan dalam sepatu rem, kanvas atau bahan gesekan untuk kelengkapan pada sepatu rem.

c. Pegas pembalik

Apabila pedal rem dilepaskan maka pegas pembalik akan menarik kembali sepatu rem.

d. Kanvas rem

Berfungsi untuk memperlambat putaran disc brake dan memperlambat putaran roda saat pengereman.

e. Silinde roda

Silinder roda ini adalah untuk mendorong sepatu rem ke tromol.

f. Tromol rem

tromol rem dibuat dari besi tuang yang dipasang dan diberi sedikit renggang dengan sepatu rem dan tromol berputar bersama roda.

g. Minyak rem

Minyak rem harus memiliki kualitas yang bagus.

7. Sistem kemudi

Kemudi merupakan bagian yang sangat penting dalam kendaraan bukan hanya di mobil, pada sepeda motor kemudi juga sangat penting untuk mengarahkan kendaraan ke arah yang kita mau. Bayangkan kendaraan anda tidak

(23)

memiliki kemudi ? pastinya anda akan kerepotan karena anda tidak dapat mengarahkan kendaraan anda. Jenis sistem kemudi tiap kendaraan dapat berbeda karena faktor lain seperti jenis suspensi, berat kendaraan, model kendaraan dan lain sebagainya.

a. Pada dasarnya sistem kemudi dibedakan menjadi dua yaitu : 1) Sistem kemudi secara manual

Sistem kemudi manual untuk membelokkan roda-rodadepan dengan meneruskan gerakan roda kemudi ke roda-roda depan dengan cara hubungan (linkage) beberapa komponen dan dibutuhkan tenaga yang besar untuk menggerakkan roda kemudi dengan demikian pengemudi membawa kendaraan akan terasa lebih cepat lelah.

2) Sistem kemudi yang memakai power steering

Sistem kemudi ini prinsip kerjanya dengan adanya dorongan minyak yang dipompa oleh van pump yang digerakkan oleh mesin melalui belt atau motor listrik untuk jenis EPS (electronic power steering).

b. Fungsi Sistem Kemudi

Sistem kemudi berfungsi untuk mengatur arah kendaraan atau berfungsi untuk membelokan roda. Jika pengendara membelokan Steering wheel (lihat gambar) maka steering coulumn akan meneruskan puntiran ke steering gear. Kemudian steering gear akan memperbesar tenaga puntiran hingga menghasilkan momen puntir yang lebih besar yang akan diteruskan ke steeringlingake, kemudian steering linkage akan meneruskan puntiran dari steering gear ke roda kendaraan.

c. Bagian-bagian sistem kemudi 1) Steering Wheel (Roda Kemudi)

Ketika pengemudi ingin mengarahkan kendaraan, roda kemudi akan disalurkan ke roda kemudi, roda kemudi harus dalam jangkauan dan dapat dipegang dengan mudah oleh pengemudi. Semakin besar roda kemudi maka momennya akan semakin besar dan tenaga yang dikeluarkan pengemudi semakin kecil (ringan) dan jika roda kemudi kecil maka momennya semakin kecil dan tenaga yang dikeluarkan pengemudi semakin besar (berat.

2) Steering Column

Steering column yang terdiri dari main shaft berfungsi untuk meneruskan putaran dari rodak kemudi ke steering gear dan column tube mengikat main shaft ke bodi. Pada bagian bawah main shaft dihubungkan kepada steering gear melalui flexibel joint atau universal joint yang berfungsi untuk memperkecil guncangan yang

(24)

diakibatkan jalan yang buruk atau tidak rata dari steering gear ke roda kemudi.

3) SteeringGear

Steering gear berfungsi untuk mengarahkan roda, selain untuk mengarahkan roda steering gear juga berfungsi untuk meningkatkan momen agar tenaga yang dikeluarkan pengemudi semakin kecil (ringan). Steering gear memiliki perbandingan yaitu biasanya 18 sampai dengan 20. Semakin besar perbandinganya akan menyebabkan kemudi menjadi semakin ringan, tapi jumlah putaran yang dilakukan pengemudi terhadap roda kemudi semakin banyak untuk sudut belok yang sama dan sebaliknya.

4) Steering Linkage

Fungsi steering linkage adalah meneruskan tenaga dari steering gear keroda dengan tepat dan akurat. Steering linkage dilengkapi ball joint (ball joint berfungsi sebagai poros roda), jadi bila ada banyak gerakan dari kendaraan, pemindahan tenaga akan tetap akurat.

8. Sistem suspensi

Sistem suspensi terletak diantara bodi kendaraan dan roda-roda, dan dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga menambah kenyamanan.

Komponen-komponen sistem suspensi:

a. Pegas

Terbuat dari baja dan berfungsi untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan dan getaran roda-roda agar tidak ke bodi. egas terbagi beberapa tipe yaitu:

1.Pegas Coil 2.Pegas Daun

3.Pegas Batang Torsi b. Shock absorber

Shock absorber berfungsi untuk meredam oskilasi (gerakan naik-turun) pegas saat menerima kejutan dari permukaan jalan. Shock absorber ada dua macam:

1.Shock absorber kerja tunggal 2.Shock absorber kerja ganda

c. Bal joint

Ball joint berfungsi untuk menerima beban vertikal dan lateral, juga sebagai sumbu putaran roda saat kendaraan membelok.

d. Stabilizer bar

(25)

Stabilizer bar berfungsi untuk mengurangi kemiringan kenda- raan akibat gaya sentrifugal saat kendaraan membelok. Untuk suspensi depan, stabilizer bar biasanya dipasang pada ke dua lower arm melalui bantalan karet dan linkage. Pada bagian tengah ke frame pada dua tem- pat melalui bushing.

e. Strut bar

trut bar berfungsi untuk mena- han lower arm agar tidak berge- rak maju- mundur, saat menerima kejutan dari jalan atau dorongan akibat terjadinya pengereman.

f. Bumper

Bumper berfungsi sebagai pelin- dung komponen-komponen sus- pensi saat pegas mengkerut atau mengembang di luar batas maksimum.

9. Baterai.

Di dalam baterai mobil terdapat elektrolit asam sulfat, elektroda positif dan negatif dalam bentuk plat. Plat-plat dibuat dari timah. Karena itu baterai tipe ini sering disebut baterai timah. Ruangan dalamnya dibagi menjadi beberapa sel (biasanya 6 sel, untuk baterai mobil) dan di dalam masing-masing sel terdapat beberapa elemen yang terendam dalam elektrolit.

Gambar 2.4 Baterai

Komponen-komponen baterai:

a. Elemen Baterai

Antara plat-plat positif dan plat-plat negatif masing-masing dihubungkan oleh plate strap (pengikat plat) terpisah.

b. Elektrolit

(26)

Elektrolit baterai ialah larutan asam sulfat dengan air sulingan. Berat jenis elektrolit pada baterai saat ini dalam keadaan penuh ialah 1,260 atau 1,280 (pada temperatur 20° C).

c. Kotak Baterai

Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai disebut kotak baterai.

Ruangan dalamnya dibagi menjadi 6 ruangan atau sel.

d. Sumbat Ventilasi

aSumbat ventilasi adalah tutup untuk lubang pengisian elektrolit.

10.Sistem starter dan pengisian a. Sistem starter

Dinamo starter merupakan komponen pada mobil yang merubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanik ( tenaga gerak). Faktor – faktor yang merubah energy listrik menjadi energy mekanik: " Magnet + Penghantar + Listrik = Gerakan ".

Gambar 2.5 Dinamo Starter

komponen-komponen sistem starter:

5) Magnetic Switch

6) Fiel Coil (kumparan magnet) 7) Brush (sikat kawat)

8) Brush Spring(Pegas Sikat) 9) Yoke (Rumah Starter) 10) Almature

11) Starter Clutch 12) Pinion Gear 13) Drive Housing 14) Driver lever

(27)

b. Sistem pengisian

Alternator berfungsi untuk mengubah energi mekanis yang didapatkan dari mesin tenaga listrik, menghasilkan arus bolak-

balik, alternator memsuplai kebutuhan listrik pada mobil sewaktu mesin hidup.

Komponen-komponen alternator:

1). Pully 2). Fan

3). Spicer (Busing)

4). Housing (Depan & Belakang ) 5). Rotor

6). Stator 7). Rectifier 8).Rumah Sikat

B. PENGUMPULAN DATA 1. LANGKAH-LANGKAH

a. Perawatan dan perbaikan rem cakram pada mobil.

1. Memasang fender cover pada bagian samping depan body mobil.

2. Melepas roda mobil.

a) Menempatkan kendaraan ditempat yang rata/lantai.

b) Menaikkan mobil menggunakan lift atau dongkrak.

c) Melepaskan semua mur roda menggunakan impact dan sok 21 atau menggunakan kunci roda manual, kemudian lepaskan roda dengan cara angkat dan tarik keluar.

3. Melepas kampas rem.

a) Melepas baut caliper menggunakan kunci ring14, kemudian buka caliver dengan cara menaikkan caliver ke atas.

b) Lepaskan masing-masing kampas menggunakan tangan atau alat bantu lainnya.

c) Membersikan setiap komponen rem menggunakan amples, brake cleaner dan semprot dengan Air gun.

4. Mengecek dan mengukur ketebalan kampas rem.

Dalam pengecekan dan pengukuran kampas rem bisa dilakukan secara manual dengan cara meliat ketebalannya saja ataupun bisa menggunakan jangka sorong.

5. Memasang kampas rem.

a) Meratakan kampas menggunakan amples, kemudian oleskan sedikit pelumas pada bagian kampas rem dan baut caliver.

(28)

b) Memasang kampas sesuai posisi dan jangan sampai terbalik.

Kemudian tutup kembali kampas rem dengan caliver rem secara perlahan dan bautnya.

c) Terakhir pemasangan roda beserta murnya dan turunkan mobil dari lift dan kencangakan mur roda secara silang agar mendapatkan kerapatan yang rata pada roda. Kemudian gunakan kunci moment untuk mengencangkan rodanya sesuai dengan momen puntirnya.

b. Memelihara dan memperbaiki poros penggerak roda.

1. Memeriksa bantalan dilakukan dengan langkah sebagai berikut;

a) Melepas caliver dan piringan rem.

b) Periksa kebebasan bantalan dalam arah axial dengan dial indikator kebebasan minimum 0,05mm.

c) Setelah dipastikan bantalan masih baik, pasang kembali caliver dan piringan rem.

2. Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dengan yang baik, dengan melakukan pembongkaran. Pembongkaran dan pemeriksaan- pemeriksaan lainnya sebagai berikut;

a) Lepaskan cotter pin, penutup pengunci mur dan mur bantalan.

b) Mengeluarkan minyak pelumas roda gigi diferensial.

c) Melepas hubungan tie rod dan dengan steering knuckle, dengan menggunakan tracker ball joint.

d) Melepas steering knuckle dari lower arm, dengan melepas baut pemegangnya.

e) Melepas poros penggerak depan, dengan memukulnya menggunakan palu plastik dan memeganya dengan tangan.

3. Setelah unit poros penggerak terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut;

a) Perhatikan dan periksa bahwa harus tidak ada kebebasan dalam autboard joint.

b) Perhatikan dan periksa bahwa harus tidak ada kebebasan dalam autboard joint meluncur dengan lembut dalam arah axial.

c) Periksa dan perhatikan bahwa kebebasan arah radial dari inboard joint tidak terlalu besar.

1) Periksa kerusakan boot.

2) Pemeriksaan panjang standar (spec. lihat manual book).

4. Untuk penggantian bantalan dapat di lakukan dengan melepas dan membongkar axel hub dengan langkah-langkah sebagai berikut;

a) Melepas caliver dan melepas piringan rem.

b) Melepas mur/baut, pengikat steering knuckle ke shock absorber.

(29)

c) Melepas unit axel hub.

d) Mengganti bantalan.

e) Merakit unit axel hub.

f) Memasang axel hub depan.

c. Memelihara dan service engine.

1. Memelihara mesin dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut;

a) Ganti oli berkalah.

Untuk menjaga kondisi mesin kendaraan agar selalu prima oli kendaraan selayaknya harus diganti secara berkala dan tepat waktu sesuai dengan aturan standar masing-masing type mobil, pada umumnya penggantian oli setelah kendaraan menempuh jarak 3000 km hingga 5000 km.

b) Cek cairan radiator.

Jika air radiator kosong bukan hanya menimbulkan kerusakan pada mesin, namun juga dapat membahayakan pengemudi kendaraan diakibatkan panas yang disebut overhead pada mesin.

c) Bersikan filter karburasi.

Salahsatu faktor penyebab mesin mobil terkadang susah dihidupkan antara lain adalah saringan karburasi yang kotor.

d) Pacu kendaraan.

Mesin mobil yang dipakai dalam jangkau sangat lama tentu akan menghasilkan kerak pada bagian mesin. Maka dari itu pacu kendaraan anda agar kerak yang ada pada mesin keluar melalui knalpot.

e) pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin masih dingin.

1) Pemeriksaan minyak pelumas mesin 2) Pemeriksaan sistem pendimgin mesin 3) Pemeriksaan tali kipas

4) Pemeriksaan saringan bensin 5) Pemeriksaan saringan udarah 6) Pemeriksaan baterai

7) Sistem pengapian

f) pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin hidup.

1) Pemeriksaan dwell angel

2) Pemeriksaan/penyetelan putaran idle 3) Pemeriksaan pengapian

g) Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin telah panas (temperatur kerja)

1) Pemeriksaan celah katub 2) Pemeriksaan kerja karbulator

(30)

3) Pemeriksaan/penyetelan idle 4) Pemeriksaan kompresi 5) Tes jalan

h) Pemeriksaan baterai (ACCU) 1) Memeriksa tegangan

2) Memeriksa jumlah elektrolit 3) Memeriksa kondisi teminal 4) Memeriksa berat jenis elektrolit 5) Memeriksa kondisi kotak baterai i) Pemeriksaan system pelumas

Pemeriksaan volume/jumlah minyak pelumas dan pemeriksaan kualitas minyak pelumas.

1) Mengganti oli mesin a) Mengeluarkan oli mesim

membuka baut saluran oli menggunakan kunci ring 14 b) Mengeluarkan oli mesin

c) Menutup/mengencangkan baut saluran oli menggunakan kunci ring 14

d) Megisi oli mesin a) Membuka tutup oli b) Memasukkan oli baru

c) Memasang tutup oli dan mengencangkannya menggunakan tang putih.

2) Cara membuka ban dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a) Posisikan mobil dalam lift car, kemudian angkat sampai ban mobil tidak lagi menyentuh lantai.

b) Kemudian buka baut roda dengan menggunakan impact.

c) Setelah baut roda terbuka, lepas ban dengan menggunakan kedua tangan.

3) Mengganti kampas rem depan

Siapkan kampas rem baru dan alat yang akan digunakan.kemudian naikkan left dan buka 4 buah baut roda ,buka baut yang menggunakan kunci ring 14 dan lepaskan semua kampasnya dan pakai caliper untuk menekan bagian atas kampas setelah itu pasang kembali kampas rem baru dan kencangkan bautnya ,pasang kembali roda beserta baut rodanya dan turunkan car left.

4) Mengganti busi

Caranya adalah sebagai berikut:

(31)

a) Pertama buka pengait saringan udara.

b) Angkat penutup saringan udara dan letakkan pada tempat yang aman .

c) Buka baut yang mengikat selang saringan udara kemudian buka secara perlahan.

d) Buka 4 biji baut yang memegang penutup busi.

e) Setelah itu buka keempat buah busi dengan cara memutar kunci busi ke arah kiri atau sebaliknya arah putaran jarum jam.

f) Pasang busi baru yang sudah disiapkan ,kemudian melakukan langkah-langkah diatas dari langkah terakhir ke langkah pertama dan selesai.

5) Mengganti minyak Rem

Pertama buka cap depan kendaraan dan buka penutup setelah itu kuras minyak rem yang lama lalu ganti degan yang baru. Lalu buka ban yang lama dan kuras semua minyak rem yang ada di selang degan melalui bag rem, kemudian masukkan minyak rem ke dalam recervoir sampai penuh lalu bleading rem untuk menghilankan udara yang ada di dalam selang rem lalu pasang kembali ban kendaraan.

6) Mengganti Oli Gardan dan Transmisi a) Buka baut pengisian oli.

b) Buka baut pembuangan oli dan siapkan penampung oli di bawahnya.

c) Tunggu sampai oli yang keluar habis, lalu pasang kembali baut pembuangan.

d) Setelah itu isi pompa oli dengan oli yang baru.

(Sesuaikan jenis oli dengan pompa oli, misalkan oli gardan dimasukkan ke pompa oli khusus oli gardan, begitupun sebaliknya oli transmisi dimasukkan ke dalam pompa oli khusus oli transmisi).

e) Lalu isi gardan dan transmisi dengan oli yang baru, dengan menggunakan pompa oli.

Setelah diisi penuh, pasang kembali baut pengisian oli.

7) Memgganti Kampas Kopling

Pertama naikan mobil menggunakan car lift, kemudian buka baut propeller lalu turunkan, setelah itu buka baut yang berhubungan dengan transmisi ke mesin, jika bautnya suda di lepas turunkan transmisi secara perlahan menggunakan

(32)

dongrat transmisi, setelah itu buka baut kopling lalu keluarkan, kemudian pasang kopling yang baru dan masukkan bautnya lalu kencangkan, setelah itu naikkan transmisi secara perlahan menggunakan dongrat transmisi, lalu satukan transimi dengan mesin dan pasangkan bautnya lalu kencangkan, kemudian pasang kembali poros plopellernya, dan turunkan car lift-nya

BAB IV

URAIAN KHUSUS

A. KENDALA 1. MASALAH.

(33)

a) Baut sumbat oli yang dol

Pada saat membuka baut sumbat oli yang dol/aus diakibatkan oleh lubang baut slek atau aus diakibatkan seringnya dibongkar-pasang.

Seperti baut lubang pembuangan oli. Diantara baut yang ada di mobil,

baut oli sepertinya paling sering dibuka.

Apalagi oli bekas banyak mengandung kotoran yang bisa tergerus di ulir lubang baut. Akibatnya ulir juga jadi aus dan slek. Paling parah, kalau pasang baut oli yang miring. Dipastikan ulir lubang baut yang terbuat dari aluminium yang kalah.

b) Peralatan yang masih kurang.

Peralatan yang ada di industri XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX masih ada yang kurang seperti :alat pembuka ban dan masih ada yang lain, yang seharusnya ada di XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX,yang biasanya di gunakan dalam perbengkelan.

c) Customer yang terburu-buru

Adanya customer yang ingin cepat mengambil kendaraannya pada saat melakukan service berkala.Sehingga kami terburu-buru melakukan service pada kendaraannya sehingga dalam jangka waktu yang pendek customer kembali lagi membawa mobilnya dengan adanya kerusakan pada alat-alat mobil.

d) Baut tidak bisa dibuka.

Penyebabnya karatan yang menempel pada baut sehingga baut tidak berfungsi (AUS/DOL).Dan baut tersebut tidak bisa dibuka.

B. INOVASI DAN IMPROVISASI 1. SOLUSI YANG DIGUNAKAN.

a) Baut sumbat oli yang dol.

Jika baut sumbat oli DOL/AUS anda bisa menggunakan isolasi atau solatif yang biasa dipakai untuk paralon. Dililitkan ke badan baut secukupnya kemudian baut oli dipasang.

b) Peralatan yang masih kurang

Jika peralatan yang ada di XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX masih kurang, usahakan agar semua peralatan yang seharusnya digunakan dalam suatu perusahaan ada, agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat teratasi dengan cepat dan mudah.

c) Customer yang terburu-buru

Jadi kita sebagai teknisi/mekanik memberikan pengertian kepada customer, sehingga customer itu mengetahui berapa lama kendaraannya

(34)

di sevice dan agar kita bisa meneliti dengan baik pada saat melakukan service.

d) Baut tidak bisa dibuka.

Masalah ini biasa kita dapatkan pada saat membuka baut dan solusi agar baut dapat dibuka yaitu dengan memberikan sedikit minyak atau oli baru agar karatan yang melengket lepas dari baut, dan kita muda melepas baut tersebut.

BAB V PENUTUP

Dari pengalaman penulis selama prakerin. Dengan selesainya penulis

(35)

melaksanakan Prakerin pada kantor XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX cabang XXXXXXX, terhitung mulai tanggal 8 Januari s.d 8 April 2018 penulis mengucapkan Terima kasih kepada Bapak/Ibu guru dan Pembimbing Kantor serta Kepala XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX, walaupun penulis Laporan ini belum begitu sempurna sebagaimana yang telah di harapkan oleh pembaca. Dan dalam kesempatan ini pula akan memberikan kritik dan saran serta kesimpulan yang sangat sederhana dalam usaha untuk mengurangi dan mengatasi hambatan atau masalah yang di harapkan oleh penulis selama melaksanakan Prakerin.

A. KESIMPULAN

Setelah penulis selesai melaksanakan kegiatan Prakerin pada Kantor XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX di bagian Perbengkelan, maka penulis dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut :

a) Pengalaman Prakerin memberikan suatu kegiatan positif dalam memberikan kesempatan bagi para siswa-siswi untuk menambah pengetahuan dan pengalaman usaha agar dapat mengarah generasi mudah dan dapat berperan serta membangun menuju masyarakat adil dan makmur.

b) Teknisi XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX benar-benar telah membina dan membimbing penulis khususnya siswa-siswi yang mengadakan praktik kerja industri (PRAKERIN), yaitu di sponsori oleh Sekolah maupun jabatan dari Pemerintah Kabupaten XXXXXXX.

c) Praktek Kerja Industri ini, sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman para siswa, serta menambah ilmu yang tidak di dapatkan di sekolah.

d) Dengan adanya Prakerin ini penulis memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran yang sangat bermanfaat bagi penulis, olehnya itu penulis sangat senang dengan adanya Prakerin ini.

e) Tujuan melaksanakan prakerin ini adalah untuk memenuhi program pendidikan yang telah di rencanakan,agar siswa mempunyai satu wawasan dan pandangan serta gambaran unutuk mempersiapkan diri lebih lanjut.

B. SARAN-SARAN

Pada akhir dari bagian karya tulis ini, saya akan menyampaikan saran-saran, baik untuk pihak sekolah maupun bagi pihak industri tentang pelaksanaan Praktik

(36)

Kerja Industri (PRAKERIN).

1. Untuk Perusahaan

Diharapkan agar kerjasama antara sekolah dengan perusahaan lebih ditingkatkan dengan banyak memberi peluang kepada siswa-siswi SMK untuk Praktik Kerja Industri (PRAKERIN).

a. Untuk para karyawan lebih ditingkatkan lagi motivasi dan kedisiplinannya dalam bekerja.

b. Hubungan karyawan dengan siswa-siswi Prakerin diharapkan selalu terjaga keharmonisannya agar dapat tercipta suasana kerjasama yang baik.

2. Untuk Sekolah .

a. Pemantauan terhadap siswa-siswa yang sedang Prakerin maupun yang baru akan melaksanakan Prakerin agar lebih ditingkatkan lagi untuk menyakinkan pihak perusahaan terhadap program PRAKERIN ini.

b. Dalam pembekalan materi fisik maupun mental agar lebih ditingkatkan terutama untuk pembinaan mental siswa-siswi.

c. Dan juga guru-guru selalu memberikan motivasi, bimbingan dan keringanan pada siswa-siswi yang sedang PRAKERIN.

Demikian yang bisa penulis sampaikan yang merupakan saran-saran yang terlahir Semoga dapat bermanfaat, dan apabila ada kesalahan dalam penulisan, penulis mohon maaf sebesar-besarnya

DAFTAR PUSTAKA

(37)

https://qtussama.wordpress.com/materi-ajar-x-tkr/perlengkapan-peralatan-di- tempat-kerja/ Diposting pada tanggal 2 Januari 2013 oleh Rohidin

http://tkrwonoasri.blogspot.co.id/2013 /12/sistem-suspensi.html

/

Diposting padaMinggu, 15 Desember 2013 olehYan Aliyudi

http://www.viarohidinthea.com/2014/09/sistem-kemudi-mobil.html Diposting pada Kamis, 11 Maret 2011 oleh Rohidin Thea

http://mprabowo19.blogspot.co.id/2013/06/komponen-komponen-mesin-dan- fungsinya.htmlDiposting pada 20 November 2013 20.57 olehMuhamad Prabowo

IDENTITAS SISWA

LAMPIR AN

(38)

NAMA :

NOMOR INDUK SISWA :

ALAMAT :

TEMPAT/TANGAL LAHIR :

JENIS KELAMIN :

GOLONGAN DARAH : -

SEKOLAH :

ALAMAT SEKOLAH :

NOMOR TELEPON :

CATATAN KeSEHATAN : -

NAMA ORANG TUA/WALI :

ALAMAT ORANG TUA/WALI :

NOMOR TLP. ORANG TUA/WALI :

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah memperbaiki lingkungan kerja Pabrik Keripik Kreasi Lutvi sehingga menciptakan lingkungan kerja nyaman, aman, rapi, bersih,

Tempat penyimpanan produksi yang sudah siap atau jadi F.. te!se5ut di5angun pu!a dan di5e!i nama Besuih atau Besuian yang a!tinya

Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah memperbaiki lingkungan kerja Pabrik Keripik Kreasi Lutvi sehingga menciptakan lingkungan kerja nyaman, aman, rapi, bersih,

Setelah praktikan menyelesaikan tugas pengecekan terhadap transaksi pelaksanaan pelayanan dari BBIA, praktikan kembali memeriksa tanggal pencatatan pekerjaan yang

Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah memperbaiki lingkungan kerja Pabrik Keripik Kreasi Lutvi sehingga menciptakan lingkungan kerja nyaman, aman, rapi, bersih,

Pembelajran di dunia kerja adalah suatu yang memberi peluang peserta mengalami proses pembelajaran melalui bekerja langsung pada pekerjaan dengan adanya prakerin penulis

Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan prosedur tertentu, bagi siswa yang bertujuan untuk magang disuatu tempat kerja, baik dunia usaha maupun di dunia industri

Pelaksanaan kegiatan membahas tentang arsitektur teknologi informasi yang diterapkan dan digunakan di perusahaan tempat praktik kerja industri tersebut (contoh, membahas