1. MANTERA
1) Assalamualaikum putri satulung bersar Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu 2) Bismillahirrohmanirrohim
Hai besi bangunlah kau si rajabesi Yang bernama si ganda bisa Engkau duduk di kepala jantungku Bersandar di tiang arasy
Kuminta tinggalkan insanku Kuminta rendah insan sekalian
Berkat aku memakai wujud kodrat Sayyidina Ali Bujur lalu melintang patah
Lalu juga kehendak Allah Berkat Lailahaillallah Muhammadurrosulullah 3) Sihir lontar pinang lontar
terletak di ujung bumi Setan buta jembalang buta akan sapa tak berbunyi 4) Jampi Dukun Betawi*
Suara adzan dibisikkan ke telinga si bayi Bismillah…
Mate jangan seliat-liatnye
Kuping jangan sedenger-dengernye Lidah jangan sengomo-ngomongnye.
Mulut jangan semakan-makannye.
Muke jangan semerengut-merengutnya.
Bibir jangan sedower-dowernye.
Purut jangan sebuncit-buncitnye.
Jidat jangan selicin-licinnye.
Pale jangan sebotak botaknye.
Tangan jangan sepegang-pegangnye.
Kaki jangan sejalan-jalannye.
Kulit jangan sebuduk-buduknye.
InsyaAllah… Wabarakallah…
Nangis jangan sejadi-jadinye
Marah jangan sengamuk-ngamuknye Otak jangan selupe-lupenye.
Hati jangan sekosong-kosongnye.
Darah jangan sekotor-kotornye.
Puah! Alhamdulillah
5) Bismillahirrahmanirrohim Poli terpoli
Besi meluka Besi menangkal Coba besi merusakkan
Engkau durhaka kepada Allah Coba engkau binasakan daging Engkau durhaka kepada Allah Tertutup terkunci
Tertanggal terpakai
Berkat doa “la haula walaa quwwata Illa billahil ‘aliyyil azhiim
6) Bismillahirrahmaanirrahiim Jong sengkang kemudi sengkang Tarik layar kembang sena
Urat yang kendur sudah kutegang Urat yang putus sudah kusambung Teguh Allah, tegang Muhammad Sendi anggota baginda Ali Tulang gajah, tulang mina Ketiga dengan tulang angsa Patah tulang berganti sendi Badan jangan rusak binasa Berkat sidi kepada guru Sidi menjadi kepada aku
Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah 7) Assalamualaikum putri satulung besar
Yang beralun bersilir semayang Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu 8) Kepada rimba sekampung
Pulanglah engkau kepada rimba yang besar Pulanglah engkau kepada gunung guntung
Pulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu Pulanglah engkau kepada kolam yang tiada berorang Pulanglah engkau kepada mata air yang tidak kering Jikalau kau tiada mau kembali, matilah engkau
2. SYAIR Syair Agama
1) Jauhi semua perbuatan jahat Jauhi pula perbuatan maksiat Mari kita segera bertobat
Supaya kita selamat dunia akhirat 2) Jangan risau dengan cobaan
Jangan bersedih karena kesulitan Berdoa saja pada Tuhan
Insyaallah Dia kan kabulkan 3) Ingatlah pada dosamu
Ingatlah akan kelalaianmu Perbaiki hati dan dirimu
Tuhan pasti kan menyayangimu
Syair Cinta
1) Dia telah menanam cinta Serta rasa dalam hati dan jiwa
Membuat gundah yang mengalaminya Gelisah yang akhirnya dirasa
2) Dia juga telah mengukir nama Terlukis hebat di dalam jiwa Rindu jadi selalu membara Hati terbakar gegara asmara 3) Rasa cinta membakar jiwa
Membuat dua insan jadi terlena Ingatlah selalu pada yang Kuasa Supaya hati tak inginkan dosa Syair Pendidikan
1) Dengarlah para anak muda Rajinlah belajar sepanjang masa Ilmu itu tak akan habis dieja Untuk bekal sepanjang usia 2) Ayo ke sekolah tak perlu malas
Belajar yang rajin di masing-masing kelas Jaga sikap jangan jadi orang culas
Jangan biarkan hati berubah keras 3) Ke sekolah luruskan niatmu
Tekadkan hati mencari ilmu Tak ada rugi belajar tiap waktu
Supaya baik masa depanmu Syair Nasihat
1) Orang kaya jangan suka menghina Karena kaya miskin sama saja Tiada manusia yang hina Karena hidup itu layaknya roda 2) Jika berteman jangan bergaduh
Tak ada gunanya bila bermusuh Jangan pula bersikap angkuh
Karena tersisih membuat hidup keruh 3) Jika diri terus ikuti syahwat
Hidup bisa jadi lebih berat Jiwa bisa jadi tak terawat Hati juga bisa rusak berkarat Syair Romantis
1) Namamu kian terdengar mesra Rindu tambah menggebu di jiwa Tertuang dalam bait cinta
Yang ku tulis hanya untukmu saja 2) Mungkin begini harusnya cinta
Jalan berliku berdamping cerita Pastilah terkenang sepanjang masa Mungkin kan abadi selamanya 3) Wajahmu selalu tersketsa
Dalam khayal menenangkan jiwa Memilikimu membuatku bahagia Semoga kita direstui oleh-Nya Syair Guru
1) Wahai guru beribu terima kasih Ajarkan ilmu di atas kertas putih Buat hati jadi semakin bersih Hilanglah segenap rasa sedih 2) Wahai guru terima kasih lagi
Ajari kami bagaimana hidup nanti Doakan kesuksesan tiap langkah kami Dengan keikhlasan menyelimuti hati 3) Kau mengajarku dengan sabar
Mengubah kami jadi pintar Bunga ilmu jadi makin mekar Namun tetap ingat akan akar
Pantun Nasihat
1) Nemu gelang di pekarangan, Tapi gelang sudah karatan.
Siapa nyampah sembarangan, Pasti pacarnya orang utan.
2) Pak Tegus pergi ke Bali, Melihat bule sedang menari.
Aduh pantas kau bau sekali, Kau belum mandi enam hari.
3) Minum kopi di saat hujan, Memang nikmat sekali rasanya.
Anak baik anak teladan, Jadi kebanggaan keluarga.
4) Sofa empuk berwarna jingga, Beli ayam dengan lalapan.
Masa muda harus bekerja, Agar bahagia dan berkecukupan.
5) Membuat manisan dari buah salak, Dijual dengan macam-macam harga.
Jadi anak berbaktilah pada ibu bapak, Agar kelak bisa masuk surga.
Advertisement
TALIBUN
Contoh Talibun 6 Baris Berlayar menuju pulau di sana Menerjang ombak di bulan purnama Bersama nahkoda melempar jala Agar memiliki gelar sarjana
Belajarlah dengan giat dan seksama Jangan lupa selalu berdoa
Tak bisa berjalan karena lumpuh Berjalan lambat karena dibantu alat Ditunggu pun tak kunjung tiba Saat melarat selalu bersimpuh Ketika senang tak pernah shalat Pastilah tuhan tak akan iba Contoh Talibun 10 Baris
Hujan di bulan selalu bergelimang Jatuh ke bumi menciptakan genangan Genangan di jalan sungguh membuat kelam Jalanan kelam tak bersiring
Tak bersiring menciptakan kehancuran Melihat kebahagian nampak hilang Yang tinggal kini hanyalah kenangan Janganlah kau menangis sehari semalam Janganlah kau bersedih hingga mata kering Karena ada aku yang memberikan kebahagiaan
Contoh Talibun 12 Baris Bangun tidur langsung lari pagi Lari pagi di jalanan desa yang sepi Dekat sawah yang banyak petani Udaranya segar hawanya asri Suara burung berkicau dan berseri Suasananya masih nyaman sekali Ketika semua temanmu sudah pergi Dan tak ada yang mau kembali Janganlah kau muram bersedih Ingatlah jika kau tidak sendiri
Ada keluarga di rumah yang menanti Yang akan selalu ada sampai nanti
GURINDAM
1. Manusia hidup di dunia,
Harus berpegang kepada agama.
2. Barang siapa tidak takut Tuhan, Hidupnya tidak akan bertahan.
3. Jika tidak mendirikan salat, Maka Allah akan melaknat.
4. Percuma hidup punya harta, Kalau tidak pernah ibadah.
5. Jadi insan usia muda,
Harus hormat pada orang tua.
6. Percuma jadi orang punya harta, Kalau tidak beramal pada sesama.
7. Berbuat baik jangan malas, Ada waktunya akan dibalas.
8. Jika engkau ingin dipercaya orang, Sikap jujur haruslah dipegang.
9. Jika ingin sukses di dunia, Maka ilmu haruslah dipunya.
10. Jikalau baik perbuatan, Maka dibalas kebaikan.
PANTUN
Contoh Pantun Nasihat
Ke pasar cermai membeli kacang polong, Jatuh di jalan diinjak petani.
Jika tidak ingin menjadi ompong, Janganlah malas menyikat gigi.
Pergi ke sawah ada ularnya, Main di kali banyak ikannya.
Kalau bermain jangalah lupa, Salat mengaji tetap dijaga.
Kera bemain lempar gelas, Kancil membuat tali anyaman.
Ayolah teman bersihkan kelas, Supaya rapi dan juga nyaman.
Ke Medan untuk beli ulos,
Membeli ulos yang penuh gambar.
Rajinlah sekolah jangan bolos, Agar kelak jadi anak pintar.
Pagi hari memakan laksa, Lauknya dari pepes belida.
Jadi anak jangan durhaka, Supaya hidup selalu bahagia.
Contoh Pantun Nasihat Dua tiga kelereng diadu, Mainnya di rumah si Rida.
Jika diejek usahlah mengadu, Biarkan hati berlapang dada.
Anak kucing turun sepuluh, Mati satu tinggal sembilan.
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh, Agar tercapai semua keinginan.
Pergi ke pasar membeli jambu, Jalannya jauh berputar-putar.
Kalau rajin membaca buku, Pasti jadi anak yang pintar.
Pagi-pagi sarapan ayam betutu, Tidak lupa dicampur kuah bumbu.
Belajar itu tidak harus menunggu, Asalkan belajar hal-hal bermutu.
Seekor monyet sedang termangu, Pisangnya hilang diambil pemburu.
Patuhilah nasihat gurumu, Beliau juga adalah orang tuamu.