• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Skripsi Pendidikan Agama Islam di IAIN Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Contoh Skripsi Pendidikan Agama Islam di IAIN Jember"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Terbentuknya suatu permasalahan dalam penelitian kualitatif disebut dengan fokus penelitian, dimana permasalahan yang ingin dijawab dicari melalui proses penelitian yang disusun secara singkat, padat, konkrit, yang dituangkan dalam kalimat tanya. Bagian ini merupakan pengembangan dari gambaran latar belakang permasalahan yang akan diteliti dan yang belum terjawab.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berarti bagi semua pihak, khususnya pihak-pihak yang berkompeten terhadap permasalahan yang diangkat, serta dapat memperkaya ilmu pengetahuan dan keilmuan khususnya yang berkaitan dengan latar belakang pendidikan masyarakat dan keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan. Sebagai ilmu yang jelas dapat digunakan sebagai tolok ukur bagaimana ilmu pengetahuan dan pengetahuan dikaitkan dengan apa yang terjadi di masyarakat dan sebagai informasi dan pelatihan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan juga sebagai tugas akhir yang setara dengan 1 (S1). Sebagai karya ilmiah yang dapat memberikan sumbangan pemahaman dan pengetahuan tentang latar belakang masyarakat serta keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan.

Definisi Istilah

Sebagai karya ilmiah yang dapat memberikan sumbangan pemahaman dan pengetahuan tentang latar belakang masyarakat serta keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan. 13 Artinya keterlibatan atau implikasi komunitas pendidikan dalam kegiatan keagamaan. Keterlibatan beragama berarti kegiatan terencana seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup akan agama, dalam hal ini ibadah. Jadi, maksud dari penelitian yang bertajuk “Latar belakang pendidikan masyarakat dan keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan di Banjar Sengon Patrang Jember” ini adalah untuk mengetahui pendidikan atau jenjang pendidikan formal terakhir masyarakat Banjar Sengon Patrang Jember dan keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan. kegiatan keagamaan yang meliputi salat berjamaah, istighostah, tahlilan dan perayaan Tahun Baru Islam.

Sistematika Pembahasan

Sedangkan alasan peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field study) adalah karena penelitian ini akan mengkaji latar belakang pendidikan masyarakat dan keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan di Banjar Sengon Patrang Jember. Pendidikan masyarakat Banjar Sengon masih tergolong rendah, karena lebih banyak penduduk yang berpendidikan rendah dibandingkan dengan penduduk yang berpendidikan tinggi. Sehingga tingkat pendidikan masyarakat di Banjar Sengon masih tergolong rendah karena lebih banyak masyarakat yang berpendidikan rendah dibandingkan dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan doa keagamaan di Banjar Sengon Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan Dzikir Berjemaah (istighotsah) reguler di Banjar Sengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teoritik

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bertakwalah kepada-Nya; dan kamu sekali-kali tidak akan mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." Orang mukmin ialah orang yang beriman dan beriman dengan sepenuh hati sehingga nyata dari tingkah lakunya. Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu supaya kamu dapat menjadi orang yang soleh.”

Dari ayat tersebut, manusia diperintahkan untuk beribadah atau beribadah kepada Allah SWT yang menciptakannya, agar manusia termasuk orang-orang yang bertakwa. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa shalat berjamaah yang dimaksud adalah shalat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan dan dilakukan bersama-sama, yang mengikutinya disebut imam, sedangkan yang mengikutinya disebut imam. , disebut makmum. Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa kita diperintahkan untuk ruku’ bersama dengan orang yang ruku’. Artinya salatnya hendaknya dilakukan secara berjamaah, kemudian hal ini lebih ditegaskan dengan pernyataan hadis yang mengatakan bahwa salat berjamaah lebih utama dari pada salat sendirian.

Berdasarkan keterangan di atas terlihat bahwa umat Islam sepakat bahwa shalat berjamaah merupakan salah satu syiar agama Islam. Menurut para ahli nahwu, istighostah adalah “أ ةذش نم صلخي ءاذن ةيلب عفد ىلع نيعي و”, yaitu: menyeru kepada orang yang dapat menghilangkan kesulitan dan membantu orang menghilangkan bahaya. Katakanlah: “Katakanlah kepadaku apakah azab Allah akan datang kepadamu, apakah hari kiamat akan datang kepadamu, apakah kamu menyeru kepada tuhan-tuhan selain Allah; apakah kamu orang-orang yang jujur!

Maka orang dari kumpulannya itu meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang musuhnya, maka Musa menumbuknya, dan musuh itu mati. Maka beristighostah kepada orang yang mati, yang ghaib (jin dan lain-lain atau manusia tidak sebelum mereka) atau orang yang tidak berkemampuan, seperti menurunkan hujan dan lain-lain. Ibnu Qayyim berkata bahawa di antara jenis syirik ialah mengadukan hajat kepada orang yang telah meninggal dunia, meminta pertolongan dan membidik kepada mereka, inilah asal usul syirik di dunia kerana orang yang telah mati itu terputus amalannya, dan bukan lagi faedah dan kemudaratannya sendiri.

Mengenai perkara ini, Al-Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad Al-Syaukani berkata: "Kebiasaan di beberapa negara mengenai perhimpunan di masjid, rumah atau kubur untuk membaca al-Quran yang pahalanya diberikan kepada si mati, tidak diragukan lagi. hukumnya dibolehkan ( jaiz) jika tidak ada kemaksiatan dan kejahatan di dalamnya, walaupun tidak ada penjelasan (ternyata) dari syariat.Dan tidak keberatan memberikan pahala membaca al-Quran atau selainnya kepada seorang orang yang sudah mati.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penentuan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan yaitu pada saat peneliti melakukan kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, istighotsah, tahlilan dan peringatan tahun baru islam di lokasi tersebut bersama masyarakat, peneliti menemukan lebih banyak masyarakat yang berlatar belakang pendidikan rendah. dibandingkan orang yang berlatar belakang pendidikan tinggi. .

Subyek Penelitian

Masyarakat Desa Banjar Sengon hanya menganut dua keyakinan agama, yaitu ada yang mayoritas beragama Islam dan ada pula yang beragama Kristen sebagai minoritas. Data mengenai keberadaan warga yang menganut agama atau kepercayaan di Desa Banjar Sengon dan jumlah tempat ibadah : 70. Setelah peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada pihak-pihak yang berkepentingan yaitu Kepala Desa Banjar Sengon .

Dalam diskusi ini akan disajikan dan dianalisis data penelitian mengenai latar belakang pendidikan masyarakat dan keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan di Banjar Sengon Patrang, Jember. Berdasarkan hasil observasi untuk mengetahui latar belakang pendidikan masyarakat dan keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan di Banjar Sengon, Patrang, Jember, peneliti melihat bahwa latar belakang pendidikan masyarakat di Banjar Sengon jauh lebih tinggi. Dan keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan di Banjar Sengon belum maksimal, dalam artian masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah, istighotsah, tahlilan dan perayaan tahun baru Islam, karena pendidikan masyarakat. latar belakang masih rendah.

Di Desa Banjar Sengon pendidikan masyarakatnya bervariasi, mulai dari yang sudah tamat kuliah (S1/S2), SMA/MA/SMK, SMP/MT, SD/MI, TK/RA bahkan masih banyak masyarakat yang belum pernah mempunyai pengalaman. dengan sekolah. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat di Desa Banjar Sengon tergolong rendah, begitu pula dengan masyarakat di Banjar Sengon, lingkungan Kebon Lor, RT/RW 02/07, menurut Bapak. Suliman seperti yang diceritakan oleh RT 02. Banyak faktor yang menyebabkan pendidikan masyarakat di Desa Banjar Sengon tergolong rendah, namun masih perlu adanya tindakan dari seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan pendidikan masyarakat di Desa Banjar Sengon.

Saya tinggal di desa Banjar Sengon karena kiyai saya langsung meminta saya untuk mengabdi, saya sudah tinggal disini selama 3 tahun. Abdillah selaku ustadz Banjar Sengon sedikit menjelaskan lingkungan gendir tentang peringatan atau perayaan Tahun Baru Islam khususnya di Desa Banjar Sengon. Dalam diskusi kali ini kami akan menyajikan dan menganalisis data penelitian mengenai latar belakang pendidikan masyarakat dan keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan di Banjar Sengon Patrang, Jember.

Berdasarkan data yang ada diketahui jumlah penduduk (total) di Desa Banjar Sengon Patrang Jember sebanyak 3581 jiwa. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan Mendoakan orang meninggal (tahlilan) di Banjar Sengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Tehnik Pengumpulan Data

Analisis Data

Desa Banjar Sengon termasuk dalam wilayah Kabupaten Jember dan bagian utara Kecamatan Patrang, Batas-batas Desa Banjar Sengon adalah sebagai berikut. Besar harapan dari seluruh lapisan masyarakat agar pendidikan masyarakat di Desa Banjar Sengon semakin meningkat sehingga setidaknya masyarakat di Desa Banjar Sengon lebih banyak yang berpendidikan tinggi dibandingkan dengan masyarakat yang berpendidikan rendah atau tidak berpendidikan. Memang benar kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan harus ditingkatkan agar latar belakang pendidikan masyarakat di Banjar Sengon menjadi lebih baik, dan ada jawaban tentang latar belakang pendidikan masyarakat di desa Banjar Sengon oleh Eka Faiqotur. Rohmah, salah satu masyarakat Desa Banjar Sengon yang berlatar belakang atau lulusan S1 mengatakan hal tersebut.

Ada lagi pernyataan yang serupa mengenai pendidikan masyarakat di Desa Bnjar Sengon yang disampaikan oleh Muhammad Ali Hisbullah yang juga merupakan salah satu masyarakat di Desa Banjar Sengon yang pendidikannya relatif rendah. Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (Madrasah Aliyah) namun putus sekolah pada kelas 11 di MA Al-Hakam Banjar Sengon, Patrang, Jember. Salah satu santri yang kini mengabdi pada salah satu kiyai di desa Banjar Sengon dan juga merupakan siswi SMA/S2, bernama Edy Maulana. Istighotsah ini sudah tidak asing lagi di desa Banjar Sengon dan agar masyarakat tetap bisa melakukan istighotsah, salah satu caranya dilakukan seperti membentuk jamaah untuk arisan seperti yang disampaikan oleh Romo Sairi selaku imam masjid di Kawasan Kebon Kidul.

Hari raya Islam sering dirayakan oleh masyarakat muslim, contohnya masyarakat Banjar Sengon, di Desa Banjar Sengon sering dirayakan hari raya Islam salah satunya adalah Tahun Baru Islam. Masyarakat Banjar Sengon menjadikan istighotsah sebagai acara rutin, ada yang mengadakannya seminggu sekali, dua minggu sekali, dan sebulan sekali. Tahun Baru Islam di Banjar Sengon sebenarnya selalu dirayakan dalam bentuk Selamatetan atau Tasyakkuran dengan diiringi hidangan jenang putih.

Latar belakang pendidikan masyarakat dan keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan di Banjar Sengon, Patrang, Jember masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan data kependudukan masyarakat di Desa Banjar Sengon. Latar belakang pendidikan masyarakat atau jenjang pendidikan tertinggi masyarakat sebanyak 3581 jiwa adalah tidak berpendidikan 59,3%, dan berpendidikan 40,7%, yaitu 34,4% yang hanya menyelesaikan jenjang pendidikan PAUD-SMP/MTs saja, yakni hanya 6,3% tamat pada jenjang SMA/MA/SMK-Perguruan Tinggi. .

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Saya menjalankan ibadah jika diingatkan oleh orang tua saya Saya masih terus berusaha memahami agama yg saya anut Saya membaca buku keagamaan untuk membuat saya yakin dengan

1) Pendidikan agama lebih banyak terkonsentrasi pada persoalan teoritis keagamaan yang bersifat kognitif semata-mata serta amalan-amalan ibadah praktis, 2)

Pendidikan Agama Islam merupakan kebutuhan esensial bagi manusia. Bahkan karena pentingnya, maka Allah SWT menempatkan perintah membaca sebagai instruksi pertama

Pada akhirnya dapat mendorong lahirnya sikap menghormati pemeluk agama dan ajaran agama lain untuk hidup saling berdampingan dalam pluralisme.10 Zakiyuddin Baidowi mengatakan bahwa

Dari berbagai pengertian tentang definisi istilah di atas, maka yang dimaksud dengan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam pementasan seni ludruk di Paguyuban Seni Ludruk Setia Kawan

Maksud program pelatihan baca Al-Qur’an dalam penelitian ini adalah suatu pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an yang diterapkan bagi lanjut usia yang berkeinginan untuk belajar baca

Dari hasil wawancara dengan Bapak Baisuni Selaku Kepala madrasah MA Mambaul Ulum Wonojati Jenggawah, adalah sebagai berikut: Rekrutmen dan seleksi dilakukan sesuai dengan yang

Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan