• Tidak ada hasil yang ditemukan

CRITICAL JOURNAL REVIEW “ Analisa Lendutan Balok Beton Bertulang dengan Variasi Diameter Tulangan Berbeda dan Letak Tulangan Berbeda Namun Luas Penampang Tetep Sama dengan Cara Teoritis dan Simulasi Program FEA “

N/A
N/A
Ibnu Fauzan

Academic year: 2023

Membagikan "CRITICAL JOURNAL REVIEW “ Analisa Lendutan Balok Beton Bertulang dengan Variasi Diameter Tulangan Berbeda dan Letak Tulangan Berbeda Namun Luas Penampang Tetep Sama dengan Cara Teoritis dan Simulasi Program FEA “"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

CRITICAL JOURNAL REVIEW

“ Analisa Lendutan Balok Beton Bertulang dengan Variasi Diameter Tulangan Berbeda dan Letak Tulangan

Berbeda Namun Luas Penampang Tetep Sama dengan Cara Teoritis dan Simulasi Program FEA “

Di Susun Oleh :

Muhammad Ibnu Fauzan (5221250010)

Dosen Pengampu Matakuliah : Dr. Sarwa, M.T

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN PRODI S-1 TEKNIK SIPIL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

T.A. 2023

(2)

BAB 1 PEMBAHASAN

A. Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Menganalisa perilaku lendutan balok beton bertulang dengan teori yang ada, dalam hal ini menggunakan rumus-rumus sesuai SNI-03-2847-2002

2. Menganalisa simulasi perilaku lendutam balok beton bertulang pada program FEA (Finite Element Analysisi)

3. Pengaruh lendutan beton bertulang yang berbeda ukuran diameter dan letak besi tulangan tetapi luas penampang tulangan tetap sama

B. Teori Utama

Adapula teori yang disampaikan pada jurnal tersebut yaitu, analisis lendutan pada balok beton bertulang dengan variasi diameter dan letak tulangan. Teori – teori yang digunakan dalam analisis ini meliputi teori elastisitas, teori lentur-balok, dan metode elemen hingga (FEA).

Teori elastisitas digunakan untuk menghitung gaya dan tegangan pada balok beton bertulang, sedangkan teori lentur-balok digunakan untuk menghitung lendutan balok akibat beban yang diterima. Metode elemen hingga (FEA) digunakan untuk melakukan simulasi komputer pada balok dengan variasi diamter dan letak tulangan yang berbeda.

Selain itu, teori-teori lain yang terkait dengan konstruksi bangunan, seperti beton bertulang dan tulangan juga digunakan untuk menganalisis hasil dari simulasi program FEA.

Dari hasil analisis ini, diharapkan dapat ditemukan diameter dan letak tulangan yang optimal untuk mendapatkan performa terbaik pada balok beton bertulang.

C. Hasil dan Pembahasan

Analisa dan perhitungan terhadap kebutuhan jumlah tulangan, berdasarkan acuan SNI 03-2847-2002. Hasil perencanaan dan perhitungan yang diperoleh nantinya yaitu luas besi tulangan yang dibutuhkan, akan digunakan untuk menentukan beberapa variasi diameter besi tulangan dan jumlah besi tulangan yang akan digunakan. Dan juga pula melakukan analisa lendutan dari balok beton bertulang yang memiliki variasi diamter berbeda tersebut. Simulasi program FEA dilakukan sebagai perbandingan dari hasil perhitungan dan dituangkan dalam grafik. Secara garis besar, tahapan metodologi ini dapat digambarkan sebagai berikut :

(3)

C.1 Tahapan Analisa

C.1.1 Analisa Penampang Pada Taraf Praretak

• Menentukan titik berat penampang pada tahap pra-retak

• Menentukan inersia penampang transformasi

• Menentukan momen retak

C.1.2 Analisa Penampang Pada Taraf pascaretak

• Menentukan letak garis netral penampang

• Menentukan momen inersia penampang retak

• Diperoleh momen inersia efektif C.1.3 Analisa Abaqus / CAE

a) Modul Geometri (Part)

Menggambar geometri, dilakukan pada modul ini. Terdapat lima part yang perlu digambar untuk menyelesaikan permasalahan ini, yaitu :

Nama Part Type

Balok Solid Ekstrusion Pembebanan Solid Ekstrusion Support Solid Ekstrusion Tulangan Pokok Wire planar

Sengkang Wire planar

b) Modul Property

Mendefenisi kan manterial, mendefenisi kan section dan mengaplikasikannya ke dalam part yang telah dibuat yang terdapat pada modul ini. Terdapat tiga material dan lima section yang perlu didefinisikan.

Nama Part Material Section

Balok Beton Solid Homogen

Pembebanan Baja Solid Solid Homogen

Suppport Baja Solid Solid Homogen

Tulangan Pokok Baja Tulangan Truss

Sengkang Baja Tulangan Truss

c) Modul Assembly

Pada tahap ini, setiap part yang sudah terdefenisikan akan dirakit satu persatu.

(4)

d) Modul Step

Pada modul ini analsiys step diciptakan dan kemudian dikonfigurasikan.

Selain itu output request juga dapat dikonfigurasikan disini sesuai dengan kebutuhan.

e) Modul Interaction

Pada modul ini interaksi mekanik dan termal antara daerah – daerah dari model atau antar daerah model dan lingukangannya didefinisikan.

Nama Instance I Nama Instance II Constraint

Balok pembeban Tie

Balok Tulangan Embedded Region

Support Balok Tie

Point Load Pembeban Coupling

f) Modul Load

Pemberian beban diberikan pada modul ini, yaitu beban terpusat kearah sumbu 2 atau melawan gravitasi.

g) Modul Mesh

Pada modul ini tersedia tools yang bertujuan menciptakan mesh elemen hingga pada assembly yang telah dibuat. Besarnya mesh diambil 0.1 h) Modul Job

Pada modul ini analisis model dilakukan dan dimonitor i) Modul Visualization

Berisikan informasi yang dikeluarkan sesuai dengan informasi output yang diminta yaitu output request pada modul step

C.2 Prosedur Perencanaan

Secara garis besar, prosedur perencanaan dalam menganalisa sambungan dapat dilihat pada bagan di bawah ini :

(5)

D. Kesimpulan

Dari hasil analisis, penambahan diamter tulangan dan letak tulagan yang lebih dekat ke permukaan atas balok dapat meningkatkan ketahanan dan kekuatan balok, serta mengurangi lendutan balok. Hasil simulasi program FEA menunjukkan bahwa variasi diameter tulangan berpengaruh terhadap lendutan balok, sedangkan variasi letak tulangan kurang berpengaruh terhadap lendutan balok.

MULAI

Pengumpulan Data (Study Literatur)

Pemilihan Kriteria Design

Analisa dan Perhitungan Balok Struktur Beton

Analisa Perhitungan Lendutan Beberapa Balok Beton Bertulang yang Berdiameter Tulangan

Berbeda Tetapi Luas Penampang Sama

Teoritis Simulasi Program

1. Momen Inersia Efektif 2. Beban - Lendutan

Penarikan Kesimpulan dan Saran

Selesai

Referensi

Dokumen terkait

Balok tipe satu yaitu balok beton normal yang menggunakan tulangan baja normal, balok tipe dua yaitu balok beton normal yang menggunakan tulangan baja dengan sudut pembengkokan

4.2 Hasil Pengujian Kuat Tarik Belah Beton 74 4.3 Data Hasil Pengujian Lendutan Balok Beton Bertulang Homogen 76 4.4 Data Hasil Pengujian Lendutan Balok Beton

Tujuan penelitian Tugas Akhir adalah mempelajari perilaku keruntuhan elemen struktur balok beton bertulang tulangan ganda, diagram momen-kurvatur, dan diagram

-­‐ Mengetahui perbandingan berat volume balok persegi beton bertulang dengan lubang hollow core pada tengah penampang balok terhadap balok normal.. -­‐ Mengetahui

Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui respon siklik sambungan balok-kolom beton bertulang bambu dengan dan tanpa kait klem selang karena variasi tulangan dan

Bagaimana Tegangan tarik terjadi antara perhitungan teoritis dibandingkan dengan lendutan balok beton bertulang normal, dengan perkuatan balok beton bertulang yang ditambahkan

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada balok beton bertulang HVFA- SCC memiliki lendutan yang lebih besar dari pada balok beton bertulang normal akan tetapi balok beton bertulang

ANALISIS KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN VARIASI PANJANG RONGGA PADA PENAMPANG TARIK Syahrul Sariman1, Herman Parung2, Rudy Djamaluddin3 dan Rita Irmawaty4