• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR TINDAKAN KEDOKTERAN YANG PERLU INFORMED CONSENT

N/A
N/A
khairullah husein

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR TINDAKAN KEDOKTERAN YANG PERLU INFORMED CONSENT"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR TINDAKAN KEDOKTERAN YANG PERLU INFORMED CONSENT

SesuaiUndang – Undang no 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, terdapat beberapa tindakan kedokteran dan kedokteran gigi yang wajib diberikan informed consent.

Tindakan tersebut yaitu :

1. Tindakan Pembedahan /Tindakan Invasive & Beresiko Tinggi

1. KSM Mata

1) Katarak Ektraksi

2) Bedah Filtrasi (Glukoma) 3) Eviserasi

4) Insisi hordeolum/kalazion 5) Eksisi granuloma

6) Ekstirpasi karpus alienum

7) Eksisipterygium (CLG atau Bare Sklera) 8) Eksisi Tumor Palpetra

9) Rekonstruksi Palpetra

10) Hechting Konjungtiva, Kornea,Sclera

2. KSM Bedah Umum 1) Tiroidectomi

2) Apendiktomi terbuka

3) Herniotomi (inguinal, femoralis, umbidikal) 4) Explorasi

5) Debridement & Jahit Luka 6) Open Biopsi

7) Vesikolitotomi 8) Sirkumsisi

(2)

9) Eksisi soft Tisuetumor

10) Thorako laparotomy (darurat) 11) Hemoroidektomi

12) Plate & wire Frakturtulangwajah 13) Batubuli- buli

14) Laparatomi explorasi 15) Tumor abdomen

16) Batu empedu / cholelithiasis

17) Penutupan perforasi usus kecil dan besar 18) Penutupan perforasi gaster

19) Splenektomi (total danparsial) 20) Pankreatektomi (parsial dan darurat) 21) Eksteriorisasi usus kecil dan besar 22) Colosistektomi terbuka

23) Gastrektomi parsial

24) Fistilektomi, fistulotomi (fisuraani) 25) Operasi miles

26) Operasi Hartman

27) Reseksi anterior sikmoid

28) Pasang “T” tube saluran empedu 29) Rouxen Y anastomosis ususkecil 30) Bypass enterotomi usus kecil dan besar

31) Pembuatan stoma ( gastrostomi, ileostomi, sikmoidostomi, jejunostomi) 32) Rektoskopi /anuskopi

3. KSM Obgyn

1. Tindakan /operasi pervagina 1) Insisi abses

2) Biopsy 3) Ekstirpasi

(3)

4) Marsupialisasi 5) Dilatasi & kuretase

6) KB IUD (pasang dan lepas) 7) Hecting/repair perineum grade IV 8) Pasang laminaria

9) Persalinan Abnormal ( Letaksungsang, Vacumekstraksi, gemeli, distosiabahu)

10) Kauterisasi

11) Tindakan Circlage 12) Kuretase

2. Tindakan / operasi perabdominal 1) SC

2) Histerectomi 3) Kistektomi 4) Miomektomi 5) Salpingektomi 6) Laparatomiekplorasi 7) MOW

8) Operasi Kista Bartholine 9) Sirklase/ serviks Inkompetent 10) Tindakan drip Oksitosin 11) Operasi KET

3. Tindakan kedokteran

1) Induksi atau stimulasi persalinan

4. KSM Penyakit Dalam

1) Periardiosentesis (Pungsi Perikard)

2) Manajemen Perioperatif Pada Operasi Nonkardiak 3) Test Treadmill

4) Pungsi Cairan Pleura

(4)

5) Biopsi Aspirasi Jarum Halus 6) Pleurodesis

7) Biopsi Pleura

8) Penyuntikan Intra-Artikular

9) Aspirasi Cairan Sendi / Artrosentesis 10) Biopsi Ginjal

11) Peritoneal DialisisAkut

12) Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan 13) Tes Tempel (Patch Test)

14) Kolonoskopi

15) Pemasangan Selang Nasogastrik 16) Esofago-Gastro-Duodenoskopi 17) Parasentesis Abdomen

5. KSM Gigi &Mulut

1) Drainase abses dan / incisiabses 2) Odontektomi/odontotomi 3) Alveolektomi

4) Gingivektomi 5) Operkulektomi 6) Kuretase Gingiva 7) Replantasi Gigi

8) Tindakan Prostodonsi ( Valplast, Gigi Tiruan Lengkap, Mahkota Porselain) 9) Pencabutan Gigi dengan Komplikasi

10) Tindakan Estetika Gigi (Whitening, Veenering, Pearching) 11) Frenektomi

6. KSM Anak

1) Intubasi ( Pasang ET ) 2) Kanulasi Vena Perifer

(5)

3) Vena Sectie

4) Pemasangan CPAP

5) Pemasangan Kateter Urine 6) Pemasangan Kateter Rectal 7) Pemasangan orogastrik tube 8) Pungsi Lumbal

9) Pungsi Pleura

10) Pengambilan darah intravena dan intra arteri 11) Fototerapi

12) Vaksinasi 13) Injeksi obat

14) Pemeriksaan penunjang 15) Nebulizer

7. KSM Jantung

1) Diagnostik Kateterisasi Jantung 2) PTMC

3) PTCA/Stenting

4) Pacemaker Temporer&Permanen 5) IABP

6) Perikardiosintesis

7) Pemasangan Swan Ganz Kateter 8) Pemasangan Amplatzer/ADO/Coilling 9) CVC

8. KSM Rehabilitasi Medik dan fisioterapi

1) Elektromiografi dan Kecepatan Hantar Saraf 2) Dry needing

3) Injeksi botulinum toxin/penol (khusus untuk kondidi spastisitas) 4) Injeksi intra artikular

(6)

5) Injeksi MTPS ( ijeksi trigger point) 6) Injeksi sensitivity spinal segmental

9. Ksm kulit dan kelamin

1) Dermatologi Kosmetik Medik

2) Bedah Kulit (Skalpel, Kimiawi Cryo, Listrik, Laser) 3) Pemeriksaan/ Tes Alergi Kulit

4) Dermatoonkologi

11. THT 12. UROLOGI 13. NEUROLOGI 14. ORTHOPAEDI

10. Tindakan Anestesi & Sedasi ( Sedasi Sedang dan Sedasi Dalam ) 1) Anestesi Umum

2) Anestesi regional dengan spinal blok 3) Anestesi regional dengan epidural

4) Anastesi dengan Duragesik (pemakain obat Duragesik) 5) Anestesi local dengan blokperifer

6) Pemasangan infuse vena dalam 7) Pemasangan vena sentral

8) Pemasangan alat bantu nafas dengan endotracheal tube 9) Pemasangan alat bantu nafas dengan ventilator

10) Analgesia epidural untuk persalinan

11) Analgesia epidural untuk pain management 12) Sedasi ringan

13) Sedasi sedang

14) Caudal block untuk pain management 15) Intra techal labour analgesic

(7)

16) Untuk persalinan singgle shot normal

15. Tindakan Pemberian Produk Darah & Komponen Darah 1. Plasma sel

2. PRC

3. Whole Blood Cell 4. Trombosite 5. Albumin 6. lain – lain

16. Tindakan lain-lain 1. Pasang NGT 2. Pasang Kateter

Ditetapkan di Bondowoso Pada Tanggal 01 Februari 2022

DIREKTUR RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA BONDOWOSO

dr.MUNIF AMAR, M.Kes NIK.005.01.2011

Referensi

Dokumen terkait

Distribusi pengetahuan mahasiswa kepaniteraan klinik Bedah Mulut tentang waktu yang sesuai untuk melakukan informed consent pada pasien yang akan dilakukan anestesi lokal

 Definisi : Anestesi regional dgn tindakan penyuntikan obat anestetik ke dalam ruang subaraknoid.  Juga disebut blok spinal intradural atau blok

Meskipun persetujuan tindakan kedokteran sudah diberikan oleh pasien atau keluarga pasien dengan cara menandatanganinya, tetap saja pesetujuan tersebut tidak

Variabel dalam penelitian ini antara lain Tindakan yang dilakukan oleh dokter terhadap pasien, Kelengkapan Informed Consent di rumah sakit, Kebijakan tentang

Inferior alveolar nerve block (IANB) atau juga dikenali sebagai blok mandibula metode Fischer merupakan teknik anestesi lokal yang sering digunakan dan juga merupakan teknik

7 Berdasar atas penelitian lainnya diketahui penggunaan anestesi spinal untuk tindakan seksio sesarea menyebabkan hipotensi pada ibu sedangkan penggunaan anestesi umum

Pihak rumah sakit juga tidak dapat dipersalahkan jika tindakan invasif atau tindakan yang mengandung risiko yang tinggi yang seharusnya memerlukan persetujuan tertulis

Pedoman ini juga tidak ditujukan untuk pasien yang menjalani anestesi umum / anestesi induksi (misalnya blok spinal /epidural / kaudal) di mana harus diawasi dan dilakukan oleh