• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftar Undangan Rapat Konservasi

N/A
N/A
Agung Nugroho

Academic year: 2025

Membagikan "Daftar Undangan Rapat Konservasi"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Kamis, 23 Januari 2025

(2)

Lampiran 1. Surat Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

Nomor : S.29/KSDAE/KKHSG/KSA.2/1/2025 /M/KKHSG/PSG2/KSA2.1/B/9/2024 Tanggal : 17 Januari 2025

DAFTAR UNDANGAN

a) Kementerian Kehutanan

1.

Sekretaris Diroktorat Jenderal KSDAE

2.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari

3.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Ditjen KSDAE

4.

Direktur Pengelolaan Kawasan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE

5.

Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE

6.

Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem, Ditjen KSDAE

7.

Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE

8.

Direktur Pengendalian Usaha Pemanfaatan Hutan, Ditjen PHL

9.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan LHK, Ditjen Gakkum

10.

Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Ditjen Perhutanan Sosial

11.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri

12.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera

13.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser

14.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat

15.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara

16.

Kepala Balai Besar KSDA Riau

17.

Kepala Balai KSDA Aceh

18.

Kepala Balai KSDA Sumatera Barat

19.

Kepala Balai Taman Nasional Siberut

20.

Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis

21.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo

22.

Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh

23.

Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah I Aceh

24.

Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah II Medan

25.

Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah III Pekanbaru

26.

Kepala Balai Pelatihan LHK Pematang Siantar

27.

Kepala Balai Pelatihan LHK Pekanbaru

28.

Kepala Sub Direktorat Pengawetan Spesies dan Genetik, Dit KKHSG

29.

Kepala Sub Direktorat Pemanfaatan Spesies dan Genetik, Dit KKHSG

30.

Kepala Sub Direktorat Rencana Kerja Usaha, Dit PUPH

31.

Kepala Sub Direktorat Evaluasi Kinerja Usaha, Dit PUPH

32.

Ir. Samidi, MSc (Asesor Utama Kemenhut)

33.

Drs. Maman Kusnandar, MM (Arsiparis Utama Kemenhut)

34.

National Project Manager CONSERVE

35.

GIZ Clarity

36.

Tim Penyusun Panduan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati

37.

Staf Direktorat KKHSG

b) Kementerian/Lembaga

38.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian

39.

Staf Ahli Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH

40.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH
(3)

41.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian

42.

Direktur Perencanaan Tata Ruang Nasional, Ditjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN c) Pemerintah Daerah

43.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Aceh

44.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah

(BAPPELITBANGDA) Provinsi Sumatera Utara

45.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sumatera Barat

46.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Riau

47.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Aceh

48.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh

49.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara

50.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara

51.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat

52.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Barat

53.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau

54.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau

55.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Aceh

56.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Sumatera Utara

57.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Sumatera Barat

58.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Riau

d) Pemegang PBPH di Provinsi Aceh

59.

PT Aceh Nusa Indrapuri

60.

PT Rencong Pulp & Paper Industry

61.

PT Rimba Timur Sentosa

62.

PT Rimba Wawasan Permai

63.

PT Tusam Hutani Lestari

e) Pemegang PBPH di Provinsi Sumatera Utara

64.

PT Anugerah Rimba Makmur

65.

PT Barumun Raya Padang Langkat

66.

PT Gunung Raya Timber Utama

67.

PT Hutan Barumun Perkasa

68.

PT Multi Sibolga Timber

69.

PT Panei Lika Sejahtera

70.

PT Putra Lika Perkasa

71.

PT Sinar Belantara Indah

72.

PT Sumatera Riang Lestari

73.

PT Sumatera Sylva Lestari

74.

PT Tanaman Industri Lestari Simalungun

75.

PT Teluk Nauli

76.

PT Toba Pulp Lestari Tbk

77.

PT Ultra Sumatera Dairi Farm

f) Pemegang PBPH di Provinsi Sumatera Barat

78.

PT Biomass Andalan Energi

79.

PT Bukit Raya Mudisa

80.

PT Dhara Silva Lestari

81.

PT Minas Pagai Lumber

82.

PT Multikarya Lisun Prima

83.

PT Salaki Summa Sejahtera

84.

PT Sukses Jaya Wood
(4)

g) Pemegang PBPH di Provinsi Riau

85.

CV Alam Lesatari

86.

CV Bhakti Praja Mulia

87.

CV Mutiara Lestari

88.

CV Putri Lindung Bulan

89.

KUD Bina Jaya Langgam

90.

PT Arara Abadi

91.

PT Artelindo Wiratama

92.

PT Balai Kayang Mandiri

93.

PT Bina Daya Bentala

94.

PT Bina Daya Bintara

95.

PT Bina Duta Laksana

96.

PT Bukit Batu Huyani Alam

97.

PT Bukit Batubuh Sei Indah

98.

PT Cahaya Permata Indragiri

99.

PT Citra Sumber Sejahtera

100.

PT Diamond Raya Timber

101.

PT Ekawana Lestari Darma

102.

PT Essa Indah Timber/ Triomas FDI

103.

PT Gemilang Cipta Nusantara Unit Meranti

104.

PT Gemilang Cipta Nusantara Unit Pelalawan

105.

PT Global Alam Nusantara

106.

PT Harapan Jaya Makmur Lestari

107.

PT Madukoro Lestari

108.

PT Mitra Hutani Jaya

109.

PT Mitra Kembang Selaras

110.

PT Mitra Tani Nusa Sejati

111.

PT Mustika Anugrah Sukses

112.

PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa

113.

PT Nusa Prima Manunggal

114.

PT Nusa Wana Raya

115.

PT Nusantara Sentosa Raya (d.h. Siak Ry Tbr)

116.

PT Peranap Timber (d.h. PT Uni Seraya)

117.

PT Perawang Sukses Perkasa

118.

PT Putra Riau Perkasa

119.

PT Riau Abadi Lestari

120.

PT Riau Andalan Pulp & Paper

121.

PT Riau Indo Agropalma

122.

PT Rimba Lazuardi

123.

PT Rimba Mandau Lestari

124.

PT Rimba Mutiara Permai

125.

PT Rimba Peranap Indah

126.

PT Ruas Utama Jaya

127.

PT Sari Hijau Mutiara

128.

PT Satria Perkasa Agung Serapung

129.

PT Satria Perkasa Agung Merawang

130.

PT Satria Perkasa Agung

131.

PT Sekato Pratama Makmur

132.

PT Selaras Abadi Utama

133.

PT Seraya Sumber Lestari

134.

PT Sinar Mutiara Nusantara
(5)

135.

PT Suntara Gajapati

136.

PT The Best One Unitimber

137.

PT Tuah Negeri

138.

PT Wananugraha Binalestari h) Kepulauan Riau

139.

PT Barelang Elektrindo Eracemerlang

140.

PT Batama Budidaya Indonesia

141.

PT Global Multindo Sejati

142.

PT Megah Puri Lestari

143.

PT Mustika Combol Indah

144.

PT Pantai Indah Abadi

145.

PT Riau Ekowisata Funtasy

146.

PT Viovio Sebiru Awani i) Sektor Swasta

147.

Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Aceh

148.

Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Sumatera Utara

149.

Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Sumatera Barat

150.

Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Riau

151.

Ketua Komisariat Daerah APHI (Asosisasi Pengusaha Hutan Indonesia) Aceh dan Sumatera Utara

152.

Ketua Komisariat Daerah APHI (Asosisasi Pengusaha Hutan Indonesia) Sumatera Barat

153.

Ketua Komisariat Daerah APHI (Asosisasi Pengusaha Hutan Indonesia) Riau

154.

Ir. John Kennedy, MM (AGP) j) Perguruan Tinggi/Mitra

155.

Universitas Syiah Kuala, Aceh

156.

Universitas Andalas, Sumatera Barat

157.

Universitas Sumatera Utara

158.

Universitas Riau

159.

Iwan Kurniawan, PM NCE UNDP

160.

Project Management Unit (PMU) RIMBA
(6)

Lampiran 2. Surat Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

Nomor : S.29/KSDAE/KKHSG/KSA.2/1/2025 M/KKHSG/PSG2/KSA2.1/B/9/2024 Tanggal : 17 Januari 2025

Terms of Reference (ToR)

Sosialisasi Panduan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati Lingkup Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau

A. Latar Belakang

Saat ini dunia sedang menghadapi ancaman utama yang disebut dengan triple planetary crisis yang mencakup perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati, dimana ketiganya saling berkaitan erat dan berdampak besar pada keberlanjutan kehidupan bumi, yang tidak hanya mengancam ekosistem tetapi juga kesejahteraan manusia dan stabilitas ekonomi (UNEP and ISC, 2024). Posisi geografis Indonesia yang terbentang di antara dua zona biografis utama yaitu zona Asia (Barat) dan zona Australia (Timur) dengan garis Wallacea sebagai pemisahnya menjadikannya sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia dengan tingkat endemisitas yang sangat tinggi. Upaya melestarikan keanekaragaman hayati tidak hanya penting untuk menjaga keseimbangan ekologi, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia (Persoon & van Weerd, 2006). Untuk mencegah bencana kepunahan, khususnya dalam skala besar, diperlukan pendekatan konservasi keanekaragaman hayati yang menyeluruh serta praktik pengelolaan yang berkelanjutan (Setiawan, 2022).

Menanggapi krisis keanekaragaman hayati yang semakin mendesak, Konferensi Para Pihak pada Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP-CBD) ke-15 di Montreal, Kanada, sepakat untuk mengadopsi Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KM GBF) dengan tujuan memastikan bahwa pada tahun 2050 dunia dapat hidup selaras dengan alam sesuai dengan visi living in harmony with nature. Salah satu tujuan utama KMGBF adalah melindungi keanekaragaman hayati baik ekosistem, spesies dan genetik dan memberi akses yang tepat untuk pemanfaatan berkelanjutan.

Sebagai salah satu pihak (parties) dalam CBD, Indonesia telah melakukan pemutakhiran dokumen Indonesian Biodiversity Strategic Action Plan (IBSAP) periode 2025-2045.

Dokumen ini merupakan salah satu langkah nyata memberikan panduan bagi para pemangku kepentingan secara nasional dalam upaya bersama mencapai tujuan konservasi dan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. IBSAP 2025-2045 memiliki 4 tujuan dan 20 target nasional yang dirancang untuk menjawab tantangan kehilangan keanekaragaman hayati yang merupakan aset penting dalam berkehidupan dan melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Rencana ini mencakup berbagai aspek, seperti perlindungan ekosistem kritis, pengelolaan spesies, peningkatan kapasitas, pemanfaatan sumberdaya genetik yang berkelanjutan dan pengarusutamaan keanekaragaman hayati ke dalam kebijakan sektor pembangunan, termasuk pertanian, kehutanan, dan pariwisata.

Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2023, yang menjadi tonggak

penting dalam mengintegrasikan pelestarian keanekaragaman hayati ke dalam agenda

pembangunan berkelanjutan. Instruksi ini dirancang untuk memastikan keseimbangan

antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan perlindungan keanekaragaman hayati,

khususnya dalam penggunaan ruang yang semakin terbatas. Selain itu, kebijakan ini

menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dan integrasi lintas sektor untuk

(7)

memaksimalkan manfaat keanekaragaman hayati dalam mendukung pembangunan. Lebih lanjut, Instruksi Presiden ini memberikan arahan strategis bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kebijakan, pengelolaan, dan perlindungan keanekaragaman hayati sebagai aset penting yang menunjang keberlanjutan ekonomi, ekologi, dan sosial bangsa.

Sebelumnya pada Tahun 2022, Menteri LHK telah menerbitkan Instruksi Menteri LHK Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perlindungan Satwa Liar atas Ancaman Penjeratan dan Perburuan Liar di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan. Instruksi ini menekankan pada upaya perlindungan terhadap satwa liar dengan cara integrasi program dan kegiatan lingkup Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan serta dengan Pemerintah Daerah.

Salah satu implementasi tehadap instruksi menteri tersebut, Direktorat Jenderal KSDAE telah menyusun panduan inventarisasi tumbuhan dan satwa pada Tahun 2024.

Pengungkapan data dan informasi tumbuhan dan satwa liar menjadi bagian penting dalam mengup date status keanekaragaman hayati terkini, yang sangat penting dalam penyusunan strategi pengelolaan keanekaragaman hayati.

Sosialisasi ini sangat relevan dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 32/2024 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang mengamanatkan konservasi tidak hanya dilaksanakan di Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam; Kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil; namun konservasi juga harus dilaksanakan di Areal Preservasi. Areal Preservasi dimaksud dapat berupa: a. daerah penyangga Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil; b. koridor ekologis atau ekosistem penghubung; c. areal dengan nilai konservasi tinggi; d. areal konservasi kelola masyarakat; dan/atau e. daerah perlindungan kearifan lokal. Areal Preservasi itu sendiri dapat berasal dari kawasan hutan lindung, kawasan hutan produksi, dan areal penggunaan lain

Panduan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati ini disusun sebagai rujukan bagi para pihak dalam melaksanakan kegiatan pengumpulan dan analisis data TSL pada masing-masing wilayah kerjanya. Buku pedoman ini tidak hanya menjadi acuan kegiatan lapangan bagi para petugas unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal KSDAE. Namun, dapat pula dimengerti dan digunakan oleh para mitra termasuk pelaku usaha yang memiliki areal keanekaragaman hayati tinggi atau areal lindung yang merupakan habitat penting Tumbuhan dan Satwa Liar di areal perizinan atau areal kelolanya.

Sejalan dengan upaya pengarusutamaan pelestarian keanekaragaman hayati dalam pembangunan berkelanjutan, perlu dibangun kesepahaman dan kesamaan pandangan terhadap urgensi perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Hal-hal tersebut menjadi landasan berfikir pentingnya forum komunikasi untuk menjadi wadah bagi perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

B. Tujuan

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1.

Membangun pemahaman dan kesamaan pandangan dalam upaya perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

2.

Mensosialisasikan panduan inventarisasi tumbuhan dan satwa kepada para pihak baik di dalam maupun di luar kawasan hutan dalam rangka investasi dan update status keanekaragaman hayati terkini.

3.

Terbangunnya forum komunikasi lintas sektor dalam upaya perlindungan dan

pelestarian keanekaragaman hayati.

(8)

C. Waktu dan Lokasi Kegiatan

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 1 (satu) pada hari Kamis, tanggal 23 Januari 2025 di Aryaduta Hotel – Pekanbaru, Provinsi Riau.

D. Peserta

a) Kementerian Kehutanan

1.

Sekretaris Diroktorat Jenderal KSDAE

2.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari

3.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Ditjen KSDAE

4.

Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE

5.

Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE

6.

Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem, Ditjen KSDAE

7.

Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE

8.

Direktur Pengendalian Usaha Pemanfaatan Hutan, Ditjen PHL

9.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan LHK, Ditjen Gakkum

10.

Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Ditjen Perhutanan Sosial

11.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri

12.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera

13.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser

14.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat

15.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara

16.

Kepala Balai Besar KSDA Riau

17.

Kepala Balai KSDA Aceh

18.

Kepala Balai KSDA Sumatera Barat

19.

Kepala Balai Taman Nasional Siberut

20.

Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis

21.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo

22.

Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh

23.

Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah I Aceh

24.

Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah II Medan

25.

Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah III Pekanbaru

26.

Kepala Balai Pelatihan LHK Pematang Siantar

27.

Kepala Balai Pelatihan LHK Pekanbaru

28.

Kepala Sub Direktorat Pengawetan Spesies dan Genetik, Dit KKHSG

29.

Kepala Sub Direktorat Pemanfaatan Spesies dan Genetik, Dit KKHSG

30.

Kepala Sub Direktorat Rencana Kerja Usaha, Dit PUPH

31.

Kepala Sub Direktorat Evaluasi Kinerja Usaha, Dit PUPH

32.

Ir. Samidi, MSc (Asesor Utama Kemenhut)

33.

Drs. Maman Kusnandar, MM (Arsiparis Utama Kemenhut)

34.

National Project Manager CONSERVE

35.

GIZ Clarity

36.

Tim Penyusun Panduan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati

37.

Staf Direktorat KKHSG

b) Kementerian/Lembaga

38.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian

39.

Staf Ahli Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH

40.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH

41.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjen Perkebunan, Kementerian

Pertanian

(9)

42.

Direktur Perencanaan Tata Ruang Nasional, Ditjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN

c) Pemerintah Daerah

43.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Aceh

44.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah

(BAPPELITBANGDA) Provinsi Sumatera Utara

45.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sumatera Barat

46.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Riau

47.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Aceh

48.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh

49.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara

50.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara

51.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat

52.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Barat

53.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau

54.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau

55.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Aceh

56.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Sumatera Utara

57.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Sumatera Barat

58.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lingkup Provinsi Riau

d) Pemegang PBPH di Provinsi Aceh

59.

PT Aceh Nusa Indrapuri

60.

PT Rencong Pulp & Paper Industry

61.

PT Rimba Timur Sentosa

62.

PT Rimba Wawasan Permai

63.

PT Tusam Hutani Lestari

e) Pemegang PBPH di Provinsi Sumatera Utara

64.

PT Anugerah Rimba Makmur

65.

PT Barumun Raya Padang Langkat

66.

PT Gunung Raya Timber Utama

67.

PT Hutan Barumun Perkasa

68.

PT Multi Sibolga Timber

69.

PT Panei Lika Sejahtera

70.

PT Putra Lika Perkasa

71.

PT Sinar Belantara Indah

72.

PT Sumatera Riang Lestari

73.

PT Sumatera Sylva Lestari

74.

PT Tanaman Industri Lestari Simalungun

75.

PT Teluk Nauli

76.

PT Toba Pulp Lestari Tbk

77.

PT Ultra Sumatera Dairi Farm

f) Pemegang PBPH di Provinsi Sumatera Barat

78.

PT Biomass Andalan Energi

79.

PT Bukit Raya Mudisa

80.

PT Dhara Silva Lestari

81.

PT Minas Pagai Lumber

82.

PT Multikarya Lisun Prima

83.

PT Salaki Summa Sejahtera

84.

PT Sukses Jaya Wood
(10)

g) Pemegang PBPH di Provinsi Riau

85.

CV Alam Lesatari

86.

CV Bhakti Praja Mulia

87.

CV Mutiara Lestari

88.

CV Putri Lindung Bulan

89.

KUD Bina Jaya Langgam

90.

PT Arara Abadi

91.

PT Artelindo Wiratama

92.

PT Balai Kayang Mandiri

93.

PT Bina Daya Bentala

94.

PT Bina Daya Bintara

95.

PT Bina Duta Laksana

96.

PT Bukit Batu Huyani Alam

97.

PT Bukit Batubuh Sei Indah

98.

PT Cahaya Permata Indragiri

99.

PT Citra Sumber Sejahtera

100.

PT Diamond Raya Timber

101.

PT Ekawana Lestari Darma

102.

PT Essa Indah Timber/ Triomas FDI

103.

PT Gemilang Cipta Nusantara Unit Meranti

104.

PT Gemilang Cipta Nusantara Unit Pelalawan

105.

PT Global Alam Nusantara

106.

PT Harapan Jaya Makmur Lestari

107.

PT Madukoro Lestari

108.

PT Mitra Hutani Jaya

109.

PT Mitra Kembang Selaras

110.

PT Mitra Tani Nusa Sejati

111.

PT Mustika Anugrah Sukses

112.

PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa

113.

PT Nusa Prima Manunggal

114.

PT Nusa Wana Raya

115.

PT Nusantara Sentosa Raya (d.h. Siak Ry Tbr)

116.

PT Peranap Timber (d.h. PT Uni Seraya)

117.

PT Perawang Sukses Perkasa

118.

PT Putra Riau Perkasa

119.

PT Riau Abadi Lestari

120.

PT Riau Andalan Pulp & Paper

121.

PT Riau Indo Agropalma

122.

PT Rimba Lazuardi

123.

PT Rimba Mandau Lestari

124.

PT Rimba Mutiara Permai

125.

PT Rimba Peranap Indah

126.

PT Ruas Utama Jaya

127.

PT Sari Hijau Mutiara

128.

PT Satria Perkasa Agung Serapung

129.

PT Satria Perkasa Agung Merawang

130.

PT Satria Perkasa Agung

131.

PT Sekato Pratama Makmur

132.

PT Selaras Abadi Utama

133.

PT Seraya Sumber Lestari

134.

PT Sinar Mutiara Nusantara
(11)

135.

PT Suntara Gajapati

136.

PT The Best One Unitimber

137.

PT Tuah Negeri

138.

PT Wananugraha Binalestari h) Kepulauan Riau

139.

PT Barelang Elektrindo Eracemerlang

140.

PT Batama Budidaya Indonesia

141.

PT Global Multindo Sejati

142.

PT Megah Puri Lestari

143.

PT Mustika Combol Indah

144.

PT Pantai Indah Abadi

145.

PT Riau Ekowisata Funtasy

146.

PT Viovio Sebiru Awani i) Sektor Swasta

147.

Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Aceh

148.

Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Sumatera Utara

149.

Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Sumatera Barat

150.

Ketua GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Riau

151.

Ketua Komisariat Daerah APHI (Asosisasi Pengusaha Hutan Indonesia) Aceh dan Sumut

152.

Ketua Komisariat Daerah APHI (Asosisasi Pengusaha Hutan Indonesia) Sumatera Barat

153.

Ketua Komisariat Daerah APHI (Asosisasi Pengusaha Hutan Indonesia) Riau

154.

Ir. John Kennedy, MM (AGP)

j) Perguruan Tinggi/Mitra

155.

Universitas Syiah Kuala, Aceh

156.

Universitas Andalas, Sumatera Barat

157.

Universitas Sumatera Utara

158.

Universitas Riau

159.

Iwan Kurniawan, PM NCE UNDP

160.

Project Management Unit (PMU) RIMBA E. Susunan Acara

Waktu Acara Keterangan

Kamis, 23 Januari 2025

08.00 - 09.00 Registrasi peserta Panitia

09.00 - 09.05 Pembukaan oleh MC MC

09.05 - 09.15 Menyanyikan lagu Indonesia Raya Dirigen

09.15 - 09.30 Pemutaran Video Panitia

09.30 - 10.00 Keynote Speech:

Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Topik: Kebijakan Perlindungan dan Pelestarian Tumbuhan dan Satwa di Indonesia

MC

10.00 -10.15 Sambutan dan Paparan:

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Kementerian kehutanan

Topik: Kebijakan Perlindungan dan Pelestarian Tumbuhan dan Satwa di Areal PBPH

MC

(12)

Waktu Acara Keterangan 10.15 - 10.35 Sambutan dan Paparan:

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Topik: Kebijakan Perlindungan dan Pelestarian Tumbuhan dan Satwa di Areal Izin Usaha Perkebunan (IUP)

MC

10.35 – 10.50 Sambutan dan Paparan:

Direktur Perencanaan dan Tata Ruang Nasional, Ditjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN

Topik: Kebijakan Pelestarian Tumbuhan dan Satwa dalam Tata Ruang

MC

10.50 - 12.20 Panel Diskusi:

1. APRIL Group

Materi: Pendataan dan kebijakan pelestarian kehati pada areal konsesi APRIL Group

2. Sinarmas Group

Materi: Pendataan dan kebijakan pelestarian kehati pada areal konsesi Sinarmas Group

3. GAPKI Riau

Materi: Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di Areal Perkebunan: Strategi, Tantangan, dan Kontribusi untuk Keberlanjutan

4. APHI Riau

Materi: Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di

Kawasan Hutan: Pilar Penting Pengelolaan Hutan Lestari 5. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Ditjen KSDAE

Materi: Pengelolaan kantong habitat satwa liar di Provinsi Riau

6. Kepala Balai KSDA Aceh, Ditjen KSDAE

Materi: Inventarisasi kehati sebagai bagian mitigasi konflik satwa

Masing-masing narasumber menyampaikan 15 menit materi dilanjutkan diskusi

Fasilitator:

Badi’ah, S.Si, M.Si (Kasubdit

Pengawetan Spesies dan Genetik)

12.20 - 13.20 Sosialisasi Pedoman Inventarisasi Tim Penyusun 13.20 - 13.30 Pembacaan Rumusan dan Penutupan Direktur KKHSG

13.30 - selesai Makan siang dan ramah tamah MC

F. Pembiayaan Kegiatan

Pelaksanan kegiatan sosialisasi bersumber dari anggaran DIPA Kantor Pusat Ditjen KSDAE Tahun 2025.

G. Penutup

Demikian Terms of Reference (ToR) sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan. Atas

perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih.

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai unit pelaksana teknis konservasi sumber daya alam, tugas pokok Balai Konservasi Sumber Daya Alam adalah penyelenggaran konservasi sumber daya alam hayati dan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Sumber Daya Alam yang dimaksud dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup

Buku 100 Spesies Pohon Nusantara Target Konservasi Ex Situ Taman Keanekaragaman Hayati diterbitkan untuk mendukung kinerja Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya

7) penyiapan pelaksanaan pelayanan dan promosi bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Bidang Teknis Konservasi Sumber Daya Alam terdiri dari : 1)

PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM JAWA TENGAH.

V V V V V Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap; Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Badan Riset dan Sumber

https://doi.org/10.1016/j.earscirev.2006.07.004 Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, 2016, Buku

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 17 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan