TUGAS PAPER MATA KULIAH SOSIOLOGI PERTANIAN DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DI KALANGAN
PETANI KECIL
Dosen pengampu:
Dr. Ir. ENY LESTARI M.Si.
Disusun oleh:
Gabriella Vannesha Ucha Jr (H0423043)
PROGAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2025
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
Sebagai negara dengan basis agraris, Indonesia menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama, didukung oleh mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani dan tinggal di wilayah pedesaan. Pertanian sebagai sektor utama yang menyediakan bahan pangan bagi masyarakat. Pertanian tidak hanya menjamin ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan dan lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk, terutama di daerah pedesaan. Selain itu, sektor pertanian berkontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa negara melalui ekspor hasil pertanian dan menyediakan bahan baku penting bagi berbagai industri, seperti
agroindustri dan pengolahan makanan
Menurut Hasibuan (2023) pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian global yang memainkan peran vital dalam pemenuhan kebutuhan pangan dunia. Menurut Sayifullah dan Emmalian (2018), menunjukkan bahwa sektor pertanian penting dalam proses pembangunan karena menghasilkan produk yang diperlukan sebagai input tekstil, industri makanan dan industri minuman.
Pada awalnya, praktik pertanian di Indonesia masih bersifat tradisional dan sederhana, petani belum mengenal teknologi pertanian zaman sekarang yang dianggap dapat mengefektifkan hasil pertanian.
Akibatnya, banyak upaya pertanian yang tidak berhasil. Oleh karena itu,
perlu ada terobosan baru, yaitu teknologi pertanian modern. Teknologi pertanian modern memegang peranan penting dalam mentransformasi sektor pertanian menjadi lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT) dan analisis data memungkinkan pengelolaan pertanian yang lebih presisi dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Hal ini sangat penting untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah pertumbuhan populasi dan perubahan iklim global. Dengan dukungan teknologi modern, sektor pertanian dapat berkembang menjadi lebih inovatif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya generasi milenial yang semakin melek teknologi. Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi pertanian modern ini dinilai kurang efektif dan efisien.
Menurut hasil penelitian Mendrofa et al., (2024), menunjukkan bahwa teknologi seperti sistem irigasi berbasis IoT, drone, dan pertanian presisi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap efisiensi dan hasil produksi. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses, kurangnya pengetahuan, dan dukungan pelatihan harus diatasi untuk memaksimalkan manfaat teknologi.
Salah satu tantangan utama adalah ketimpangan akses teknologi yang menyebabkan kesenjangan sosial-ekonomi di antara petani, khususnya petani kecil, mereka yang kurang mampu mengadopsi teknologi canggih.
Tantangan teknologi pertanian modern tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan budaya yang memerlukan perhatian
serius agar transformasi pertanian dapat berjalan inklusif dan berkelanjutan tanpa mengorbankan nilai-nilai sosial masyarakat petani. Oleh karena itu, paper ini akan menjabarkan lebih lanjut mengenai dampak perubahan sosial dari teknologi pertanian modern di kalangan petani kecil.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana peran teknologi pertanian modern di kalangan petani?
2. Bagaimana kehidupan sosial petani kecil di Indonesia?
3. Bagaimana dampak teknologi pertanian modern terhadap perubahan sosial di kalangan petani kecil?
C. Tujuan
1. Mengtahui peran teknologi pertanian modern di kalangan petani Indonesia.
2. Mengtahui kehidupan sosial petani kecil di Indonesia
3. Mengetahui dampak teknologi pertanian modern terhadap perubahan sosial di kalangan petani kecil.
BAB II ISI A. Peran Teknologi Pertanian Modern
Kehidupan manusia lekat dengan teknologi. Tidak dipungkiri di era sekarang hampir seluruh yang kita gunakkan berbasis teknologi. Begitu juga pada sektor pertanian. Teknologi berperan penting dalam kemajuan dan perkembangan sektor pertanian.
Pertanian Modern
Teknologi berdampak pada konsep pertanian yang jauh lebih modern.
Menurut Rosalina (2022), pembangunan pertanian modern dapat didefinisikan sebagai upaya menggerakkan seluruh komponen pembangunan dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat yang memungkinkan petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, mampu melaksanakan kegiatan usaha pertaniannya berbasis bisnis yang mampu menangkap peluang usaha dalam menghasilkan komoditi yang dibutuhkan oleh pasar. Ciri pertanian modern adalah pertanian berbasis inovasi yang bersifat dinamis sesuai dengan tantangan yang dihadapi.
Pertanian modern diartikan sebagai menguasai pertumbuhan tanaman dan aktif mencari metode-metode baru serta dapat menerima pembaruan atau inovasi dalam bidang pertanian. Jadi, pertanian modern merupakan hal penting kita menyikapi segala hal yang berkaitan dengan pertanian dan di sertakan dengan inovasi yang berkembang. Menurut Mahanani (2020), saat ini perkembangan konsep pertanian modern yang digunakan adalah
menggabungkan dua konsep awal yaitu pengoptimalan produksi pertanian melalui peningkatan teknologi dan peningkatan mutu hasil panen menggunakan teknologi terbaru yang mencerminkan sisi modernitas di dunia pertanian. Tujuan ini dapat membawa sistem pertanian modern ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Hal tersebut diperkuat dengan mulai berkembangnya sistem terpadu sebagai salah satu bentuk pertanian modern di Indonesia.
Teknologi Pertanian Modern
Teknologi pertanian modern merupakan inovasi penting yang mengubah cara tradisional dalam bercocok tanam menjadi lebih efisien dan produktif. Dengan memanfaatkan alat-alat canggih dan metode ilmiah, teknologi ini membantu meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Perkembangan teknologi pertanian modern tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan lahan.
Menurut Maulida (2023), Teknologi telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan manusia, khususnya melalui inovasi teknologi pertanian yang membantu mengurangi beban kerja petani. Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran akan keberlanjutan dalam pertanian dan kesejahteraan petani telah meningkat. Upaya aktif dilakukan untuk memperbaiki kondisi dan kesejahteraan petani, salah satunya melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Menurut Zakaria (2015), Penggunaan teknologi pertanian memberikan
dampak positif terhadap peningkatan hasil produksi dan pendapatan para petani. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja dan lahan, serta mengurangi biaya produksi.
Contoh teknologi tersebut meliputi penerapan metode petani.
Peran Teknologi Pertanian Modern
Teknologi pertanian modern memainkan peran penting dalam transformasi pertanian tradisional menuju sistem yang lebih presisi dan berkelanjutan. Melalui penggunaan alat dan metode terbaru, teknologi ini membantu mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan kualitas produk pertanian. Peran teknologi dalam pertanian tidak hanya terbatas pada peningkatan hasil produksi dan kualiltas panen, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya alam yang lebih efisien. Dengan demikian, teknologi pertanian modern menjadi faktor kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan global. Menurut Efendi & Sagita (2022), Peranan teknologi pertanian di masa mendatang akan semakin dibutuhkan mengingat saat ini jumlah para petani semakin berkurang akibat penuaan, kurang diminatinya pekerjaan di bidang pertanian, peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan pangan, sementara lahan pertanian semakin berkurang. Berbagai teknologi pertanian baik itu berupa alat, mesin, metode dan sistem terus dikembangkan oleh para peneliti di seluruh dunia dengan fitur yang semakin canggih untuk menunjang pertanian masa depan mulai dari berbasis sistem otomasi dan Artificial Intelligence, pemanfaatan IoT, pertanian presisi, pertanian sistem verticulture hingga plant factory
yang harapannya dapat menunjang kebutuhan pekerjaan-pekerjaan di bidang pertanian yang semakin kompleks dengan memanfaatkan sumberdaya se-efisien mungkin dan hasil produksi yang maksimal.
Menurut Qadarin & Atoullah (2024), Adapun fungsi adanya alat teknologi pertanian modern terhadapat para petaniantara lain:
a) Dalam bidang pertanian mampu menyediakan tenaga untuk daerah kekurangan tenaga kerja.
b) Salah satu langkah mengatisipasi minat kerja di sektor pertanian yang terus menurun.
c) Meningkatkan kapasitas kerja sehingga intensitas tanam dan luas tanam meningkat.
d) Meningkatkan kualitas pertanian, sehingga terjaminnya ketepatan, proses, hasil dan mutu produk pertanian.
e) Meningkatkan keamanan dan kenyamanan untuk meningkatkan produktivitas dalam bidang pertanian.
f) Sebagai pengganti manusia untuk mengerjakan kegiatan bertani yang sulit.
g) Berperan dalam pertumbuhan sektor pertanian seperti industri dan teknologi.
B. Kehidupan Sosial Petani Kecil di Indonesia Pengertian Petani Kecil
Secara umum, petani kecil merujuk pada petani yang memiliki luas lahan terbatas, seringkali kurang dari satu hektar, dan mengandalkan usaha
pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Namun, pengertian petani kecil tidak hanya dilihat dari ukuran lahan yang mereka kelola, tetapi juga dari aspek sosial ekonomi, seperti ketergantungan pada tenaga kerja keluarga dan keterbatasan modal. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang petani kecil sangat penting untuk merancang kebijakan pertanian yang tepat sasaran. Syahyuti (2013), mencatat bahwa secara historis petani kecil memiliki daya lentur yang tinggi, penguasaan lahan sempit, berusaha tani secara terbalas namun intensif dan umumnya mengandalkan tenaga kerja dalam keluarga. Sistem usaha tani yang diterapkan menggunakan teknologi sederhana dan ramah lingkungan sehingga dinilal lebih berperan mendukung sistem usaha tani berkelanjutan. Menurut Tarigan et al., (2017), karakteristik blofisik petani kecil dicirikan oleh (a) keterbatasan penguasaan dan pemilikan lahan dan (b) Infrastruktur rendah hingga sedang. Karakteristik ekonomi dicirikan oleh (a) orientasi berusaha tani untuk kebutuhan sendiri, (b) prioritas penggunaan tenaga kerja dalam keluarga dalam rangka menekan pengeluaran uang tunai, (c) akses permodalan yang rendah, (d) ketergantungan biaya produksi pada pihak lain terutama pedagang, (e) adopsi teknologi yang relatif sudah baik sebagai dampak Program Peningkatan Produksi Pangan Pokok atau Upsus, (f) keterlibatan kelembagaan yang rendah, dan (g) kemampuan membangun jejaring yang rendah. Menurut Tarigan et al., (2017), Karakteristik petani kecil khas dan relatif beragam. Keterbatasan dalam lahan, modal, teknologi, maupun
keterlibatan dalam kelembagaan menuntut penanganan yang serlus dan spesifik, tidak sama dengan petani lain pada umumnya. Heterogenitas tidak memadai jika diintervensi dengan kebijakan pembangunan yang homogen.
Karakteristik petani kecil kontinum antara petani kecil dengan sifat usaha tani subsisten hingga bersifat komersial. Petani kecil memiliki tingkat komersialisasi yang beragam sehingga kebijakan yang mengasumsikan petani kecil homogen kurang berhasil memperbaiki sistem usaha tani maupun meningkatkan kesejahteraan petani kecil.
Kehidupan Sosial Petani Kecil
Kehidupan sosial petani kecil sangat dipengaruhi oleh struktur sosial desa dan hubungan kekerabatan yang kuat. Petani kecil umumnya merupakan kelompok masyarakat yang mengelola lahan pertanian dengan skala terbatas (biasanya kurang dari 1 hektar) dan mengandalkan tenaga kerja keluarga dalam proses produksi. Mereka hidup dalam komunitas yang erat dengan norma sosial, tradisi, dan sistem gotong royong yang menjadi modal sosial utama dalam bertahan hidup dan mengelola usaha tani.
Hubungan sosial ini membentuk jaringan solidaritas yang membantu petani kecil dalam menghadapi risiko ekonomi dan sosial, seperti kegagalan panen, keterbatasan modal, dan akses pasar yang terbatas. Modal sosial berupa hubungan kekerabatan, tetangga, dan patron-klien menjadi sumber dukungan penting yang memungkinkan petani kecil untuk saling membantu, berbagi informasi, dan mengorganisasi usaha bersama, misalnya melalui kelompok tani meskipun partisipasi aktif masih bervariasi
antar daerah. Selain itu, kehidupan sosial petani kecil juga mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan akses teknologi yang terus berkembang.
Dengan demikian, kehidupan sosial merupakan aspek yang penting bagi petani kecil. Ketergantungan dan keeratan hubungan dengan sesama masih menjadi hal yang melekat pada kehidupan sosial mereka.
C. Dampak Teknologi Pertanian Modern Terhadap Perubahan Sosial di Kalangan Petani Kecil
Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan sosial merupakan fenomena yang tidak terelakkan dalam kehidupan masyarakat. Setiap masyarakat mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti inovasi dan konflik, maupun faktor eksternal seperti globalisasi dan perkembangan teknologi. Secara sederhana, perubahan sosial mengacu pada transformasi yang terjadi dalam sistem sosial dan interaksi antarindividu atau kelompok dalam masyarakat.
Perubahan ini bisa bersifat lambat maupun cepat, serta membawa dampak positif maupun negatif bagi kehidupan sosial. Menurut Astuti et al., (2023), Perubahan sosial adalah perubahan dalam hubungan interaksi antar individu, organisasi atau komunitas yang bertalian dengan struktur sosial atau pola nilai dan norma. Dengan demikian perubahan yang dimaksud adalah perubahan "sosial-budaya", karena memang manusia adalah makhluk sosial yang tidak terlepas dari kebudayaan. Menurut Perubahan sosial dapat digambarkan sebagai perubahan dari gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat individu menjadi gejala yang lebih kompleks. Perubahan
sosial dapat bergerak menuju kemajuan, dalam hal ini masyarakat berkembang. Di sisi lain, perubahan sosial juga dapat menimbulkan kemunduran dalam kehidupan masyarakat. Menurut Jurdi (2012), Perubahan sosial merupakan fenomena kehidupan sosial yang tak bisa dihindari oleh setiap individu maupun kelompok masyarakat. Terjadinya perubahan sosial merupakan gejala wajar yang muricul sebagai akibat dari proses interaksi manusia di dalam dan dari masyarakat. Perubahan sosial sebagai suatu proses perubahan bentuk yang mencakup keseluruhan aspek kehidupan masyarakat. Proses tersebut berlangsung sepanjang sejarah hidup manusia, baik itu dalam lingkup lokal maupun global. Perubahan sosial tersebut dapat terjadi karena pada dasarnya masyarakat itu tidak bersifat statis melainkan dinamis dan heterogeny.
Dampak Teknologi Pertanian Modern Terhadap Perubahan Sosial Petani
Penerapan teknologi pertanian modern telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sosial petani kecil. Dengan kemudahan akses terhadap alat dan teknik baru, pola kerja, interaksi sosial, serta struktur ekonomi di kalangan petani kecil mulai mengalami transformasi yang memengaruhi kesejahteraan dan dinamika komunitas mereka. Teknologi pertanian modern tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memicu perubahan sosial di kalangan petani kecil. Perubahan ini terlihat dari pergeseran pola kerja, peningkatan keterampilan, serta perubahan hubungan sosial dan peran dalam komunitas desa. Perubahan sosial yang
terjadi akibat teknologi pertanian modern di kalangan petani kecil mencerminkan dinamika adaptasi masyarakat terhadap inovasi. Namun, apakah teknologi pertanian modern dapat berdampak baik saja? Apakah ada dampak lain yang dapat ditimbulkan? Berikut penjelasan dampak- dampak tersebut.
Dampak Positif:
a. Meningkatkan kemampuan petani untuk membiayai sekolah anak- anaknya. Rifani et al., (2019), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa Pengaruh dari teknologi peranian ini adalah dengan penggunaan teknologi pertanian bagi petani, maka dan Segi kemampuan petani untuk mengelolah sawahnya menjadi lebih luas dan keadaan sebelumya yang mempengaruhi hasil panen yang dimiliki. Dengan perkembangan teknologi pertanian yaitu diciptakanya alat-alat dan mesin-mesin pengolah dan pemanenan petanian yang sudah semakin modern seperti traktor, dan mobil pemotong padi dan berbagai macam pupuk dan obat-obatan, maka hal ini mampu mendukung petani sawah dalam meningkatkan kemampuan untuk menambah area sawah yang mereka olah.
Dengan demikian dengan bertambahnya luas area garapan sawah petani, penghasilan meningkat dan kemampuan petani untuk menyekolahkan anaknya lebih baik.
b. Peningkatan produktivitas hasil pertanian, Teknologi pertanian modern mampu membawa dampak pada peningkatan produktivitas
hasil pertanian, sehingga petani dapat merasakan hasil pertanian yang melimpah, karena dengan adanya hasil riset, pengembangan metode, penggunaan pupuk serta adanya bantuan mesin membuat berbagai kemudahan untuk dapat meningkatkan hasil panen (Redaksi, 2022).
c. Kemudahan akses informasi dan pemasaran, Dengan teknologi komunikasi seperti handphone dan internet, petani kini dapat memperoleh informasi pasar secara cepat dan akurat, termasuk harga komoditas, tren permintaan, serta teknik budidaya terbaru.
Informasi ini memungkinkan petani membuat keputusan yang lebih tepat terkait waktu panen, jenis tanaman yang ditanam, dan strategi pemasaran hasil panen mereka. Selain itu, teknologi digital membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani kecil. Melalui platform digital dan media sosial, petani dapat langsung berhubungan dengan pembeli atau pengepul tanpa harus bergantung pada tengkulak tradisional. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani dengan memperbaiki harga jual, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada perantara yang sering merugikan petani.
Dampak Negatif:
a. Pengurangan lapangan kerja bagi buruh tani, semakin banyaknya teknologi modern yang digunakan maka semakin banyak berkurang pendapatan ekonomi bagi masyarakat yang berprofesi sebagai
buruh tanı, hal ini disebabkan karena biasanya proses pertanian mulai dari pengolahan lahan hungga panen dilakukan oleh tenaga manusia dengan dibantu teknologi atau alat tradisional harus digantı oleh mesin dengan berbagai kecanggihannya, sehingga menjadikan masyarakat buruh tanı tıdak bisa bekerja di sektor pertanian.
b. Mengurangi kebersamaan, sebelum kehadiran teknologi pertanian yang serba modern sistem atau budaya seperti di atas sudah menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan oleh petanı, karena jika tidak dengan cara tersebut maka dia akan terkena sanksi sosial dari masyarakat lain, karena budaya seperti itu sudah berjalan sangat lama sehingga menjadi sistem kebersamaan dalam menjaga kerukunan antar masyarakat dan antar warga. Permasalahan sosial yang demikian, dapat merusak hubungan serta tatanan sistem sosial yang sudah lama terbangun oleh masyarakat setempat, karena yang biasanya proses pertanian dilakukan dengan melibatkan orang banyak setelah adanya teknologi modern tidak perlu keterlibatan banyak orang lagı, hanya cukup membutuhkan satu atau dua orang orang mengoperasikan teknologi tersebut.
c. Rendahnya hubungan sosial antar warga petani, jarangnya petani pergi ke ladang juga menjadikan hubungan sosial antar petani ini terputus, sedangkan sebagai masyarakat yang notabene mayoritas petani struktur sosial jelas terbangun darı bidang pertanian. Jika sistem sosial masyarakat petani ini berubah maka nilai serta budaya
sosial yang ada di masyarakat juga akan berbeda. Dengan hadimya teknologi pertanian modern menjadikan masyarakat sangat jarang pergi ke ladang, terjadinya masyarakat jarang ke ladang karena segala proses pertanian dilakukan dengan menggunakan mesin, sehingga pemilik lahan merasa tidak perlu lagi berangkat ke lahan seperti biasanya, cukup duduk di rumah menunggu lahannya siap ditanami. Dengan seperti itulah pada akhirnya para petani jarang ketemu, tukar pengalaman dan bercengkerama (jagongan) secara langsung di ladang.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Teknologi pertanian modern memegang peranan penting dalam mentransformasi sektor pertanian menjadi lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
a. Kehidupan manusia lekat dengan teknologi. Tidak dipungkiri di era sekarang hampir seluruh yang kita gunakkan berbasis teknologi. Begitu juga pada sektor pertanian. Teknologi berperan penting dalam kemajuan dan perkembangan sektor pertanian.
b. Kehidupan sosial petani kecil sangat dipengaruhi oleh struktur sosial desa dan hubungan kekerabatan yang kuat. Petani kecil umumnya merupakan kelompok masyarakat yang mengelola lahan pertanian dengan skala terbatas (biasanya kurang dari 1 hektar) dan mengandalkan tenaga kerja keluarga dalam proses produksi
c. Penerapan teknologi pertanian modern telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sosial petani kecil. Dengan kemudahan akses terhadap alat dan teknik baru, pola kerja, interaksi sosial, serta struktur ekonomi di kalangan petani kecil mulai mengalami transformasi yang memengaruhi kesejahteraan dan dinamika komunitas mereka.
Dampak teknologi pertanian modern bisa berupa sesuatu yang negatif dan juga positif.
B. Saran
Untuk memaksimalkan manfaat teknologi pertanian modern dalam meningkatkan kesejahteraan petani kecil sekaligus mengurangi dampak sosial negatifnya, disarankan agar para petani lebih aktif mengadopsi praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practice) dengan dukungan pelatihan dan penyuluhan yang intensif. Pemerintah dan lembaga terkait hendaknya memperkuat peran penyuluh pertanian dalam membina petani, serta menyediakan akses yang lebih mudah terhadap teknologi dan sarana produksi modern dengan harga terjangkau. Selain itu, perlu adanya program pemberdayaan yang menekankan pada penguatan modal sosial dan jaringan komunitas petani agar perubahan sosial yang terjadi dapat berjalan harmonis tanpa mengikis nilai-nilai gotong royong dan solidaritas. Dengan demikian, praktik pertanian dalam berjalan dengan berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, R. S., Al-Jannah, S., Amin, A., & Mukhlisuddin, M. (2023). Hakekat Perubahan Sosial. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(2), 1481- 1489.
Efendi, R., & Sagita, D. (2022). Teknologi pertanian masa depan dan peranannya dalam menunjang ketahanan pangan. Sultra Journal of Mechanical Engineering, 1(1), 1-12.
Faqih, F., Qadarin, M., & Atoullah, A. (2024). Analisis Pengaruh Pertanian Modern Terhadap Kesejahteraan Ekonomi. IQTISODINA, 7(2), 01-22.
Goa, L. (2017). Perubahan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. SAPA: Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 2(2), 53-67.
Hasibuan, M. R. R. (2023). Inovasi Teknologi Irigasi Dalam Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Air Dalam Pertanian.
Jurdi,Syarifudin. (2012). Awal Mula Sosiologi Modern: Kerangka Epistemologi ,Metodologi, dan Perubahan Sosial Perspektif Ibn Khaldun.
Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Mahanani, A. P., Verawati, L. Q. A., & Wiendi, N. M. A. (2020). Optimalisasi Pengembangan Pertanian Modern melalui Program “Ngariung Tani” (Studi Kasus: Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur). Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(3), 348-352.
Maulida, P., Muryani, M., & Faristiana, A. R. (2023). Dampak Perkembangan Teknologi PertanianTerhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Kabupaten Madiun. Student Scientific Creativity Journal, 1(4), 349–365.
Mendrofa, J. S., Zendrato, M. W., Halawa, N., Zalukhu, E. E., & Lase, N. K.
(2024). Peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi pertanian. Tumbuhan:
Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu Kehutanan, 1(3), 01-12.
Redaksi. (2022, February 19). 10 Pengaruh Positif dan Negatif IPTEK di Bidang Pertanian.
Rifani, M. N., Kasim, S. S., & Tanzil, T. (2019). Dampak Penggunaan Teknologi Pertanian Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Dalam Kehidupan Masyarakat Petani Sawah. Jurnal Neo Societal, 4(3).
Sayifullah, S., & Emmalian, E. (2018). Pengaruh tenaga kerja sektor pertanian dan pengeluaran pemerintah sektor pertanian terhadap produk domestik bruto sektor pertanian di Indonesia. Jurnal ekonomi-qu, 8(1).
Syahyuti. (2013). Pemahaman Terhadap Petani Kecil Sebagai Landasan Kebijakan Pertanian. Forum Penel Agro Ekon. 31(1).
Tarigan H, Suhaeti RN, Sunarja RR, Darwis V, Hastuti S. (2017). Analisis tipologi dan penguatan kelembagaan petani kecil dalam rangka transformasi menuju petani komersial. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Sekretariat Jenderal. Kementerian Pertanian.
Tarigan, H., & Suhaeti, R. N. (2019). Karakteristik Komersial dan Perubahan Sosial Petani Kecil. Forum penelitian Agro Ekonomi, 36 (2), 129.
Zakaria, A. K. (2015). Penerapan Teknologi Usaha Tani Palawija pada Agroekosistem LahanKering. Neliti.Com.