• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar-Dasar Historis Pendidikan Di Indonesia

N/A
N/A
Denis Putra Pratama

Academic year: 2025

Membagikan "Dasar-Dasar Historis Pendidikan Di Indonesia"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

DASAR-DASAR HISTORIS PENDIDIKAN DI INDONESIA

( DASAR-DASAR PENDIDIKAN )

Disusun oleh :

Putri khaerunisa 1862450061 Rohadaatul Aisy 1862470022 Winda Ayu Lestari 1862450024

Dosen Pengampu : Arie Widiyastuti, M.Pd

PENDIDIKAN GURU ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCA SAKTI ( BEKASI )

TAHUN 2024/2025

(2)

DAFTAR ISI

HALAMA COVER... iii

KATA PENGANTAR...iii

DAFTAR ISI... iv

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN…... 1

... 1 A. Latar Belakang ... ... ... ... 1 ... B. Rumusan Masalah Rumusan Masalah ... ... ... ... 2 ... 2 C. Tujuan Penulisan Tujuan Penulisan ... ... ... ... 2 ... 2 BAB II PEMBAHASAN ... ... ... ... 3 A. Landasan A. Landasan Historis Pendidikan Di Historis Pendidikan Di Indonesia Indonesia ... ... ... 3 B. Sejarah Pendidikan di Sejarah Pendidikan di Indonesia Sebelum Kemerdekaan Indonesia Sebelum Kemerdekaan ... ... 4 ... 4 1. Pendidikan Zaman Pendidikan Zaman Kolonial Portugis Kolonial Portugis ... ... ... ... 4 2. Zaman Kolonial B Zaman Kolonial Belanda ... ... ... 4

3. Zaman Kolonial J Zaman Kolonial Jepang ... ... 8 ... 8 C. Sejarah Pendidikan di Indonesia Setelah Kemerdek Sejarah Pendidikan di Indonesia Setelah Kemerdekaan... ... 9 1. Zaman Orde Zaman Orde Lama ... ... 12

... 12 2. Zaman 2. Zaman Orde Baru ... Orde Baru ... ... ... . 12 ... 12 3. Zaman 3. Zaman Reformasi ... Reformasi ... ... ... ... 13 ... 13 D. Keterlibatan Tokoh D. Keterlibatan Tokoh Pendidikan Monumental ... Pendidikan Monumental ... ... ... 14 BAB III PENUTUP ... ... ... 16 .... 16 A. Kesimpulan ... 16 DAFTAR PUSTAKA ... ... ... ... 17

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Historis yang berasal dari kata history dalam bahasa Inggris yang memiliki arti sejarah, namun sebenarnya kata history itu sendiri asal  itu sendiri asal mulanya merupakan mulanya merupakan  bahasa Yunani  bahasa Yunani yaitu dari yaitu dari kata istoria yang artinya orang yang pandai sejarah. Perlunya mempelajari sejarah karena melalui sejarah kita dapat memperoleh informasi dan manfaat dari sejarah tersebut. Informasi-informasi tersebut mengandung kejadian, model, konsep, moral, teori, praktik, cita-cita, bentuk dan sebagainya Sedangkan pendidikan, secara umum merupakan pengalaman  belajar yang  belajar yang berlangsung berlangsung dalam ling dalam lingkungan sepanjang hidup sepanjang hidup, dan secara khusus secara khusus pendidikan adalah  pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan yang dilakukan oleh keluarga, mas keluarga, masyarakat yarakat dan  pemerintah  pemerintah melalui melalui kegiatan kegiatan bimbingan, bimbingan, pengajaran pengajaran dan/atau dan/atau latihan latihan yang  berlangsung di  berlangsung di dalam dan dalam dan luar sekolah luar sekolah sepanjang ha sepanjang hayat guna mempersiapkan mempersiapkan individu agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa secara tepat di masa yang akan datang.

Indonesia sendiri telah mengalami berbagai perubahan dan salah satun n dan salah satunya di  bidang  bidang pendidikan. pendidikan. Perubahan Perubahan tersebut dipeng tersebut dipengaruhi o aruhi oleh berbagai macam berbagai macam faktor salah satunya karena tuntutan zaman. Setelah kemerdekaan dan menerapkan sistem pendidikan kontinental karena pada saat itu kita masih menjalin kontak dengan negara- negara Eropa seperti Belanda, namun seiring berjalan waktu semakin disadari bahwa sist semakin disadari bahwa sistem pendidikan tersebut t em pendidikan tersebut tidaklah cocok lagi dengan idaklah cocok lagi dengan  perkembangan z  perkembangan zaman, sehingga akhirnya sehingga akhirnya mendorong bangsa mendorong bangsa Indonesia Indonesia untuk melakukan-melakukan berbagai penyesuaian.

B. Rumusan Masalah

(4)

1. Bagaimana sejarah Bagaimana sejarah pendidikan pendidikan sebelum sebelum kemerdekaan? kemerdekaan?

2. Bagaimana sejarah pendidikan sesudah kemerdekaan?

3. Siapa saja tokoh yang terlibat dalam seja Siapa saja tokoh yang terlibat dalam sejarah pendid rah pendidikan?

(5)

BAB II PEMBAHASAN A. Dasar-Dasar Historis Pendidikan di Indonesia

Landasan historis pendidikan Nasional Indonesia tidak terlepas dari sejarah bangsa indonesia itu sendiri. Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu  proses  proses sejarah sejarah yang cukup panjang panjang sejak zaman kerajaan kerajaan Kutai, Sriwijaya, Sriwijaya, Majapahit sampai datangnya bangsa lain yang menjajah serta menguasai bangsa Indonesia. Beratus-ratus tahun bangsa Indonesia dalam sebuah perjalanan hidupnya berjuang untuk bisa menemukan jati dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka, mand yang merdeka, mandiri serta memiliki suatu iri serta memiliki suatu prinsip yang tersimpul prinsip yang tersimpul dalam suatu dalam suatu pandangan  pandangan hidup serta sebuah serta sebuah filsafat hidup filsafat hidup bangsa. bangsa. Yang pada akh pada akhirnya bangsa Indonesia bisa menemukan jati dirinya, yang di dalamnya tersimpul sebuah ciri khas, sifat dan karakter bangsa yang sangat berbeda dengan bangsa yang lain. Para pendiri negara kita kemudian merumuskan negara kita di dalam suatu rumusan yang lebih sederhana namun mendalam, yang berupa 5 prinsip yaitu lima sila yang kemudian diberi sebuah nama Pancasila.

Pancasila memiliki kedudukan sebagai sebuah dasar filsafat negara dan ideologi bangsa, dan tinjauan landasan sejarah atau historis dari Pendidikan  Nasional  Nasional Indonesia Indonesia merupakan merupakan pandangan pandangan ke masa lampau atau pandangan pandangan yang retrospektif. Pandangan ini juga melahirkan studi- studi historis tentang sebuah proses perjalanan dari pendidikan nasional Indonesia yang terjadi pada  periode tertentu  periode tertentu di masa yang lampau. yang lampau.

Setiap bidang Setiap bidang dari kegiatan kegiatan yang ingin yang ingin dicapai, pada umumnya selalu dikaitkan dengan bagaimana dari keadaan bidang dari keadaan bidang tersebut pada masa yang lalu.   Sejarah pendidikan adalah suatu bahan  pembanding pembanding untuk bisa memajukan memajukan pendidikan pendidikan suatu bangsa.

bangsa. Sejarah Sejarah telah 3 memberi penerangan, contoh, serta teladan bagi manusia yang diharapkan akan yang diharapkan akan  bisa meningkatkan  bisa meningkatkan peradaban manusia di peradaban manusia di masa sekarang dan masa sekarang dan juga di masa y juga di masa yang akan datang.

B. Sejarah Pendidikan di Indonesia Sebelum Kemerdekaan

(6)

Perjalanan sejarah pendidikan yang terjadi di Indonesia sangatlah  panjang bahkan  panjang bahkan semenjak sebelum Indonesia merdeka semenjak sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945 pada tahun 1945 sampai akhirnya sekarang setelah Indonesia merdeka yang telah mewujudkan pola Pendidikan Nasional seperti yang sekarang. Dengan demikian di setiap bidang kegiatan yang ingin dicapai manusia untuk maju, pada umumnya dikaitkan dengan bagaimana keadaan bidang tersebut pada masa lampau. Berikut ini merupakan uraian dan rincian perjalanan sejarah pendidikan Indonesia:

1. Pendidikan pada Masa Portugis

Pada permulaan abad ke-16 bangsa Portugis adalah bangsa Eropa  pertama dating ke Indonesia. Namun tidak begitu lama disusul oleh bangsa spanyol. Tujuan utama mendatangi Indones adalah mencari (berdagang) rempah-rempah yang banyak dihasilkan di Maluku. Perdagangan mereka makin maju dan makin banyak bangsa Portugis dan makin maju dan makin banyak bangsa Portugis dan Spanyol yang datangke nyol yang datangke Maluku. Di samping berdagang, mereka bertujuan menyebarkan agama Katolik. Untuk tugas-tugas ini didatangkan para misionaris. Fransiskus Xaverius, setelah menyelesaikan studinya di Sarekat Yesus, diberi tugas ke daerah-daerah timur Asia. Maka, itu juga tujuan beliau dating ke Maluku. Beliaulah yang dianggap sebagai peletak daar agama Katolik di Katolik di Indonesia. Indonesia.

Untuk menyebarkan agama Katolik itu, para misionaris mendirikan sekolah.

Pada 1536, di Ternate didirikan sekolah yang mendidik calon-calon misionaris/pekerja agama. Sekolah seminari ini juga didirikan di Pulau Solor.

Banyak anak-anak Indonesia yang masuk sekolah ini. Dengan adanya ni. Dengan adanya 4 yyggyusaha-usaha social ini, kehidupan orang-orang Maluku makin menjadi maju.

Pada 1536, penguasa Portugis di Maluku bernama Pada 1536, penguasa Portugis di Maluku bernama Antonio Galvano nio Galvano mendirikan sebuah sekolah seminari untuk anak-anak pemuka-pemuka  pribumi.  pribumi. Selain pelajaran pelajaran agama, diajarkan diajarkan juga membaca, membaca, menulis menulis dan  berhitung.  berhitung. Sekolah Sekolah serupa didirikan didirikan di pulau Solor, yang muridnya muridnya mencapai 50 orang. Sekolah ini memakai bahasa latin. Murid-murid  bumipura  bumipura yang ternyata ternyata dapat mengikuti mengikuti dan ingin melanjutkan melanjutkan, dapat melanjutkan

(7)

studinya di Goa melanjutkan studinya di Goa, pusat kekuatan Goa, pusat kekuatan Portugis di Asia. Portugis di Asia. Sedangkan Franciscus Xaverius pada 1547 pergi ke Goa dari Ternate dengan membawa  pemuda-pemuda Maluku untuk melanjutk pemuda-pemuda Maluku untuk melanjutkan pendidikan an pendidikan di Goa.

Peneyebaran agama katolik di Maluku, demikian pula  penyelenggaraan penyelenggaraan pendidikan, pendidikan, tidak banyak mengalami mengalami kemajuan kemajuan yang  berarti.  berarti. Hal tersebut tersebut terjadi terjadi karena selain hubungan hubungan orang-orang orang-orang Portugis Portugis dengan Sultan Ternate kurang baik, mereka juga harus bersaing dan  berperang berperang melawan melawan orang-orang orang-orang Spanyol Spanyol dan kemudian kemudian dengan orang – orang Inggris. Akhirnya, kedatangan Belanda dengan agama Kristen yang dibawanya mengambil alih segala harta benda, termasuk gereja Katolik  beserta lembaga  beserta lembaga pendidikannya pendidikannya walaupun sebagian penduduk walaupun sebagian penduduk masih juga masih juga ada yang setia kepada agama Katolik hingga sekarang

2. Zaman Kolonial Belanda

Tujuan bangsa Belanda ke Indonesia juga sama dengan bangsa Spanyol dan Portugis. Belanda mendirikan sekolah - sekolah yang tidak hanya mengajarkan agama saja, tetapi juga mengajarkan pengetahuan umum. Sekolah-sekolah banyak didirikan di Pulau Ambon, Ternate, dan Bacan (Maluku).

a. Pendidikan dasar meliputi jenis sekolah dengan pengantar bahasa Belanda untuk anak Belanda , Indonesia dan Cina. Sekolah dengan bhdhdklhlih 5  pengantar bahasa daerah, dan sekolah peralihan.

b. Pendidikan lanjutan yang meliputi pendidikan umum dan pendidikan kejuruan.

Ada enam prinsip politik pendidikan kolonial Belanda di Indonesia, yaitu:

1. Dualisme dalam pendidikan dengan adanya sekolah anak belanda dan untuk anak pribumi, untuk anak yang berada dan anak yang tidak  berada.

2. Gradualisme yang ekstrim dengan mengusahakan pendidikan rendah yang sederhana mungkin bagi anak Indonesia.

3. Prinsip konkordansi yang memaksa semua sekolah berorientasi barat mengikuti model sekolah di Netherland dan menghalangi penyesuaian dengan keadaan di Indonesia.

4. Kontrol sentral yang ketat.

5. Tidak adanya perencanaan pendidikan sistematis.

(8)

6. Pendidikan pegawai sebagai tujuan utama sekolah.

Meskipun sekolah-sekolah telah banyak berdiri, tetapi secara formal, sekolah-sekolah itu tidak didirikan atas nama VOC, tetapi didirikan oleh orang-orang dari kalangan agama, yaitu agama Kristen Protestan. Keuntungan besar dari sekolah ini adalah setelah kita mencapai kemerdekaan dimana kebutuhan akan pendidikan sangat diperlukan.

Sebagian besar penduduk di Indonesia bagian timur sudah tidak mengalami tuna aksara. Ini karena telah lama penduduk Indonesia bagian timur telah mengenal pendidikan/sekolah.

Sejak dijalankannya Politik Etis ini tampak kemajuan yang lebih  pesat dalam bidang pendidikan selama pendidikan selama beberapa dekad.

Pendidikan yang 6  berorientasi Barat ini meskipun masih bersifat terbatas untuk beberapa golongan saja, antara lain anak-anak Indonesia yang orang tuanya adalah  pegawai pemerintah Belanda, telah menimbulkan elite intelektual baru. Golongan baru inilah yang kemudian berjuang merintis kemerdekaan melalui pendidikan. Perjuangan yang masih bersifat kedaerahan berubah menjadi perjuangan bangsa sejak berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 dan semakin meningkat dengan lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928.

Di zaman pemerintahan Hindia-Belanda, terdapat tiga jenis tingkatan pendidikan, yaitu pendidikan rendah, pendididkan menengah dan  pendidikan pendidikan tinggi. tinggi. Penggambaran Penggambaran masing-masing tingkatan dan jenis pendidikan itu adalah sebagai berikut :

a. Pendidikan Rendah ( Lagere Oderwijs)

1. Sekolah kelas satu ( De scholeh Der Erste Klasse) Sekolah ini diperuntukan bagi anak-anak pemuka atau tokoh masyarakat, pegawai pemerintah, atau orang-orang bumi putera terhormat lainnya. Sekolah ini hanya ada di kota keresidenan, kecamatan atau tempat-tempat pusat perdagangan perusahaan .

2. Sekolah kelas dua ( De Scholen Der Tweede Klasse)

Sekolah bagi anak-anak bumiputera pada umummya. Berbeda dengan sekolah kelas satu tadi, sekolah ini didirikan di daerah kota kecamatan atau di daerah desa kecamatan atau di daerah desa yang maju. Lama

(9)

belajarnya 5 tahun. Tujuanya tidak jelas Bahasa pengantarnya bahasa daerah atau  bahasa melayu.

b. Pendidikan Menengah ( Middelbaar Onderwijs) Sekolah ini merupakan kelanjutan dari sekolah dasar (rendah) yang  berbahasa pengantar bahasa belanda. belanda. Lama sekolah 3 dan 4 tahun. Didirikan pertama kali tahun 1914 dan diperuntukan bagi golongan  bumiputera dan timur asing.

Selain itu, terdapat pula sekolah menengah bagi warga negara Eropa,  bangsawan dan bumiputera, atau tokoh-tokoh terkemuka. tokoh-tokoh terkemuka. Sekolah ini Sekolah ini disebut Hoogere  Hoogere Burger School (HBS). Bahasa pengantarnya adalah bahasa Belanda. Bahan ajar yang diberikan berorientasi ke iberikan berorientasi ke Eropa Barat (Khususnya Belanda). Lama sekolah 3 tahun.

c. Pendidikan Tinggi

1. Sekolah Tinggi kedokteran (GHS=Geneskundige Hoge School) 2. Sekolah Tinggi Hukum (RHS=Rechts Hoge School)

3. Sekolah Tinggi Teknik (THS= Technische Hoge School).

d. Sekolah -sekolah kejuruan

1. Sekolah Pertukangan (Ambachts Leergang) 2. Sekolah Teknik (Technisch Onderwijs) 3. Sekolah Dagang (Handels Onderwijs) 4. Sekolah Pertanian (Landbouw Onderwijs) 5. Sekolah Kewanitaan (Maisjes Vakonderwijs) c. Sekolah Guru

Sekolah guru ini ditujukan bagi murid yang akan menjadi guru sekolah rendah, maka, dengan didirikannya sekolah rendah, semakin banyak diperlukan guru. Alasan guru.

didirikannya sekolah sekolah guru inijuga karena pemerintah Belanda merasa keberatan jika harus menggaji guru-guru Belanda.

3. Zaman Kolonial Jepang

Bangsa jepang muncul sebagai Negara terkuat di Asia. Ketika kondisi dunia saat terjadi perang, jepang tak tinggal diam dan menampilkan diri ikut dalam peperangan tersebut. Jepang mendapatkan prestasinya ketika menghadapi Russia.

Jepang bercita-cita besar, yaitu menjadi pemimpin AsiaTimur Raya dan berhasil menaklukan Belanda yang telah lama menjajah Indonesia. Sekolah-sekolah yang ada di Zaman Belanda diganti dengan sistem Jepang. Selama Jepang menjajajh Indonesia, hampir sepanjang hari hanya diisi dengan kegiatan latihan perang atau

(10)

bekerja. Jika ada kegiatan sekolah hal tersebut tidak jauh dengan konteks Jepang sedang  berperang.Kegiatan yang dikatakan berhubungan berhubungan dengan sekolah, hal tersebut antara lain:

1. Mengumpulkan batu dan pasir untuk kepentingan perang.

2. Membersihkan bengkel-bengkel dan asrama-asrama militer.

3. Menanam ubi-ubian dan sayur-sayuran di pekarangan sekolah untuk  persediaan bahan makanan.

4. Menanam pohon jarak untuk bahan pelumas.

Adapun murid setiap pagi wajib mengucapkan sumpah setia kepada Kaisar Jepang , lalu dilatih kemiliteran.

Ada tiga macam sekolah guru di zaman Jepang, yaitu :

a. Pendidikan/ Sekolah Rakyat, lama studi 6 tahun termasuk SR adalah Sekolah Pertama yang merupakan konversi dari Sekolah Dasar 3 atau 5 tahun bagi pribumi pada masa Belanda.

b. Pendidikan Lanjutan, terdiri dari Shoto Chu Gakko (Sekolah Menengah Pertama) dengan lama studi 3 tahun dan  Koto Chu Gakko  (Sekolah Menengah Tinggi) juga dengan lama studi 3 tahun.

c. Sekolah guru, ada tiga macam sekolah guru : 1. Sekolah guru 2 tahun = Sjootoo Sihan Gakoo

2. Sekolah Guru Menengah 4 tahun = Guutoo Sihan Gakko 3. Sekolah Guru Tinggi 6 tahun = Kooto Sihan Gakko

Pelajaran-pelajaran yang diberikan meliputi Sejarah Ilmu Bumi, Bahasa Indonesia (Melayu), Adat Istiadat, Bahasa Jepang, Ideologi Jepang dan Kebudayaan Jepang.

Untuk menyebarluaskan ideology dan semangat Jepang para guru ditatar secara khusus oleh pemimpin-pemimpin Jepang selama tiga bulan di Jakarta.

Mereka diharuskan dan diwajibkan meneruskan materi yang telah diterima kepada teman-temannya. Untuk menannam semangat Jepang itu kepada murid-murid, diajarkan bahasa Jepang, atau nyanyian-nyanyian semangat semangat kemiliteran kepada murid.Memang kehadiran jepang di Indonesia menanamkan jiwa “berani”  pada bangsa Indonesia. Akan tetapi, semua itu demi kepen semua itu demi kepentingan Jepang di  bidang social dan politik, Jepang jelas merupakan penjajah yang menindas   bangsa Indonesia Indonesia

(11)

dengan kejam. Jepang menguras banyak kekayaan kita.  Namun, Negara kita dapat menyadari menyadari hal itu sebagai sebagai hal yang membahayakan.

Maka, jepangpun menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Akan tetapi, janji jepang belum terlaksana karena jepang harus sudah meninggalkan bumi Indonesia sejak 17 Agustus 1945.Sebenarnya, tujuan dari pendidikan zaman Jepang tidaklah banyak dapat diuraikan sebab murid disibukan dengan peperangan sehingga   perhatian terhadap pendidikan sangat sedikit. Rayuan jepang terhadap Indonesia mengatakan bahwa Jepang adalah “saudara tua”

yang datang ke Indonesia untuk mencapai kemakmuran bersama di Asia Timur Raya atau terkenal dengan hakko ichiu sebagai landasan utama pendidikan di zaman  pendudukan Jepang. Dari sudut lain, dapat kita lihat bahwa secara konkret tujuan pendidikan Jepang di Indonesia adalah menyediakan tenaga kerja Cuma-Cuma yang disebut “romusha” dan prajurit- prajurit untuk membantu peperangan demi kepentingan Jepang. Pengaruhnya adalah pelajar diharuskan mengikuti latihan fisik, latihan kemiliteran, dan indoktrinisasi ketat.

Pada akhir zaman pendudukan jepang terdapat tanda-tanda upaya dominasi jepang terhadap pendidikan Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari hal berikut :

a. Guru

Beberapa guru diwajibkan untuk mengikuti induktrinasi khusus di Jakarta.

Bahan-bahan pkok yang mereka terima antara lain:

1. Indoktrinisasi mental dan ideology mengenai Hakko Ichiu dalam rangka mencapai kemakmuranbersama Asia Raya.

2. Latihan kemiliteran dan semangat Jepang ( Nippon Seisyin) 3. Bahasa dan sejarah Jepang dan adat istiadatnya adatnya 4. Ilmu bumi ditinjau dari segi politisnya

5. Olahraga, lagu-lagu, dan nyanyian Jepang b. Murid

Mereka antara lain dibebankan kewajiban dan keharusan sebagai berikut : 1. Setiap pagi harus menyanyikan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo 2. Setiap pagi harus mengibarkan bendera Jepang Hino Maru.

(12)

3. Setiap pagi harus menghadap kea rah Negara Jepang sambil menghormat dengan membungkukan badan 90 derajat yang disebut Saikeirei kepada kaisar Jepang Tenno Heika.

4. Setiap pagi harus mengucapkan sumpah setia kepada cita-cita Indonesia dalam rangka Asia Raya , yaitu Dai Toa.

5. Setiap pagi harus melakukan senam arus melakukan senam pagi (Taiso) untuk memelihara semangat Jepang.

6. Melakukan latiha-latihan fisik dan kemiliteran ( Kyoren) 7. Melakukan kerja bakti ( Kinrohosyi)

Di zaman pendudukan jepang terjadi perubahan yang signifikan dalam sistem persekolahan karena penghapusan sistem penggolongan, baik menurut golongan bangsa maupun menurut status sosial. Dengan demikian, terjadi integrasi terhadap macam-macam sekolah sejenis. Jenjang-jenjang sekolah juga berubah dalam penggunaan istilah dan nama yaitu:

a. Jenjang sekolah dasar menggunakan istilah “sekolah rakyat” atau  Kokumin Gakko b. Jenjang sekolah di atasnya yaitu sekolah lanjutan pertama (umum) atau SMP

(Sekolah Menengah Pertama) disebut Choto Chu Gakko

c. Jenjang sekolah di atasnya bagi kelanjutan sekolah menengah tingkat pertama yakni :

1. Sekolah Tinggi Kedo ggi Kedokteran (Ikka Dai Gakko) 2. Sekolah Teknik Menengah (  Kagyo Semmon Gakko) 3. Sekolah Pelayaran Tinggi

d. Sekolah Tinggi Hampir semua perguruan Tinggi ditutup yang masih ada ialah:

1. Sekolah Tingg Kedokteran (Ikka Dai Gakko) 2. Sekolah Teknik Tinggi (Kagyo Dai Gakko)

C. Sejarah Pendidikan di Indonesia Setelah Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti sampai di sini karena gangguan-gangguan dari para penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia datang silih berganti sehingga bidang pendidikan  pada saat  pada saat itu bukanlah prioritas utama.Hal tersebut tersebut terjadi karena konsentrasi bangsa Indonesia adalah bagaimana bagaimana mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih dengan perjuangan yang amat berat.

(13)

Tujuan pendidikan belum dirumuskan dalam suatu undang-undang yang mengatur pendidikan. Sistem persekolahan di Indonesia yang telah dipersatukan oleh penjajah Jepang terus disempurnakan. Namun dalam  pelaksanaannya belum tercapai sesuai dengan yang diharapkan bahkan banyak pendidikan di daerah-daerah tidak dapat dilaksanak karena faktor keamanan  para pelajarnya. pelajarnya. Di samping samping itu, banyak pelajar yang ikut serta berjuang mempertahankan kemerdekaan sehingga tidak dapat bersekolah.

1. Zaman Orde Lama

Pendidikan Nasional zaman Orde Lama adalah pendidikan yang diharapkan dapat membangun bangsa agar mandiri sehingga dapat menyelesaikan revolusinya baik di dalam maupun di luar; pendidikan yang secara spiritual membina bangsa yang ber- Pancasila dan melaksanakan UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Kepribadian Indonesia, dan merealisasikan ketiga kerangka tujuan Revolusi Indonesia sesuai dengan Manipol yaitu :

a. Membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia berwilayah dari Sabang sampai Merauke.

b. Menyelenggarakan masyarakat Sosialis Indonesia yang adil dan makmur lahir- batin, melenyapkan kolonialisme.

c. Mengusahakan dunia baru, tanpa penjajahan, penindasan dan  penghisapan ke arah perdamaian, persahabatan nasional yang sejati dan abadi.

2. Zaman Oder Baru

Orde Baru dimulai setelah penumpasan G-30S pada tahun 1965 dan ditandai oleh upaya melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.Haluan penyelenggaraan pendidikan dikoreksi dari penyimpanganpenyimpangan yang penyimpangan yang dilakukan Orde Lama yaitu dengan menetapkan  pendidikan agama menjadi mata pelajaran dari sekolah sekolah dasar sampai dengan  perguruan tinggi.Di samping itu, dikembangkan kebijakan link and match di bidang pendidikan. Konsep keterkaitan dan kepadanan ini dijadikan strategi operasional dalam meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar. Inovasi-inovasi pendidikan juga dilakukan untuk mencapai sasaran pendidikan yang Sistem pendidikannya adalah sentralisasi dengan berpusat pada pemerintah pusat.Namun demikian, demikian, dalam dunia pendidikan pendidikan pada masa ini masih

(14)

memiliki beberapa kesenjangan. Beberapa kesenjangan, yaitu (1) kesenjangan okupasional (antara pendidikan dan dunia kerja), (2) kesenjangan akademik (pengetahuan yang diperoleh di sekolah kurang   bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari (3 kesenjangan kultural (pendidikan masih banyak menekankan pada pengetahuan klasik dan humaniora yang tidak bersumber dari kemajuan ilmu dan teknologi), dan (4) kesenjangan temporal (kesenjangan antara wawasan yang dimiliki dengan wawasan dunia terkini).  Namun demikian keberhasilan pembangunan yang menonjol pada zaman ini adalah (1) kesadaran beragama dan kebangsaan meningkat dengan pesat, (2) persatuan dan kesatuan bangsa tetap terkendali,  pertumbuhan ekonomi Indonesia juga meningkat.

3. Zaman Reformasi

Selama Orde Baru berlangsung, rezim yang berkuasa sangat leluasa angat leluasa melakukan hal-hal yang mereka inginkan tanpa ada yang berani melakukan pertentangan dan perlawanan, rezim ini juga memiliki motor politik yang sangat kuat yaitu partai Golkar yang merupakan partai terbesar saat itu. Hampir tidak ada kebebasan bagi masyarakat untuk melakukan sesuatu, termasuk kebebasan untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya. Begitu Orde Baru jatuh pada tahun 1998 masyarakat merasa bebas. Reformasi ini pada awalnya lebih banyak bersifat mengejar kebebasan tanpa  program yang jelas.

Korupsi semakin hebat dan semakin sulit diberantas. Namun demikian, dalam bidang pendidikan ada perubahan-perubahan dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan yang baru dan mengubah sistem  pendidikan menjadi desentralisasi, di samping itu kesejahteraan tenaga kependidikan perlahan-lahan meningkat. Hal ini memicu  peningkatan kualitas profesional mereka. Instrumen-instrumen untuk mewujudkan desentralisasi pendidikan juga diupayakan, misalnya KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), Life Skills (Lima Ketrampilan Hidup), TQM (Total Quality Management), KTSP (Kurikulum Satuan Pendidikan). Sekarang sudah ada Undang-undang yang mengatur tentang sistem  pendidikan di Indonesia yaitu UU RI No.  pendidikan di Indonesia yaitu UU RI No.20 Th.2003, Bab VI Setiap tahun dan ada pergantian pimpinan selalu berupaya untuk menyempurnakan kurikulum, pola dan strategi pembelajaran penyempurnaan terarah pada terarah pada pembinaan pola dan strategi pembelajaran dan  peningkatan mutu pendidikan.

(15)

D. Keterlibatan Tokoh Pendidikan Monumental

Tokoh yang berjuang di bidang pendidikan adalah sebagai berikut:

1. Ki Hajar Dewantara

Nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat merupakan seorang pendiri sebuah Taman Siswa seorang pendiri pada tanggal 3 Juli 1922. Semboyan Ki Hajar Dewantara yang sangat terkenal adalah Ing Ngarsa Sun rsa Sung Tuladha, Tuladha Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani yang artinya kurang lebih adalah yang di depan memberi contoh, yang ditengah membangun keinginan dan bekerja sama dan yang dibelakang memberikan daya semangat dan dorongan.

Konsep pendidikan yang digagas Soewardi Soerjaningrat mengakui hak si anak atas kemerdekaannya untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan bakat serta pembawaannya.Ki Hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pertama RI, serta mendapat bintang Maha Putera atas jasa-jasanya dalam bidang kebudayaan dan pendidikan. Tahun 1946, Ki Hajar Dewantara menjadi ketua Panitia Penyelidik Pengajaran yang dibentuk Pemerintah untuk menentukan garis baru dalam  bidang pendidikan dan pengajaran yang sesuai denga pengajaran yang sesuai dengan cita-cita bangsa.

2. Kyai Haji Ahmad Dahlan

yaitu seorang pendiri sebuah organisasi Islam bernama Muhammadiyah yang berdiri pada tahun 1912. Pendidikan Muhammadiyah oleh KHA Dahlan mempunyai tujuan yaitu lahirnya seorang manusia-manusia yang  baru dan mampu tampil sebagai “ulama-ulama intelek” yaitu seorang muslim yang mempunyai keteguhan iman serta ilmu yang sangat luas dan sehat jasmani maupun rohani.

BAB III PENUTUP

(16)

A.Kesimpulan

Pada masa lampau yang memperjelas pemahaman kita tentang masa kini. Sistem pendidikan yang kita miliki sekarang merupakan hasil dari   perkembangan pendidikan yang telah tumbuh di dalam sejarah sebuah   pengalaman dari bangsa kita pada saat masa lampau. Pembahasan yang mengenai tentang suatu landasan dari sejarah pendidikan di atas telah memberi implikasi dan konsep-konsep pendidikan, yaitu sebagai berikut:

1. Tujuan Pendidikan : Pendidikan ini bertujuan untuk mengembangkan  potensi  potensi peserta didik serta mengembangkan mengembangkan kepribadian mereka secara lebih harmonis. Tujuan dari pendidikan diarahkan untuk dapat mengembangkan aspek keagamaan, kemanusiaan, kemanusiaan, serta kemandirian dari peserta didik.

2. Proses Pendidikan : Proses pendidikan yang terutama adalah proses belajar- belajar dan sebuah materi pelajaran yang harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan seorang peserta didik, mengembangkan kemandirian serta kerjasama dari seorang siswa dalam pembelajaran lalu.

Referensi

Dokumen terkait

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENULIS BERBASIS PENGALAMAN HISTORIS SISWA MELALUI METODE INVESTIGASI KELOMPOK. Universitas Pendidikan Indonesia | \.upi.edu perpustakaan.upi.edu

Judul : Pendidikan Pondok Pesantren Ta’mirul Islam (Tinjauan Historis dan Filosofis Pendidikan Yang Diterapkan).. Maka selaku pembimbing I dan II, kami berpendapat bahwa

Adapun temuan yang didapatkan dari penelitian ini diantanya: Dalam kurikulum pendidikan dasar di Negara Indonesia, pada dasarnya sudah siap dengan diberlakukannya

Masalah dasar di atas akan dapat diselesaikan dengan menempatkan Pancasila secara historis sebagai kristalisasi dari perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam memerdekakan diri

Finalisasi Pancasila dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 didasarkan pada pengalaman historis ideologis bangsa Indonesia untuk menjaga integrasi

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inovasi pengembangan materi dan model pendidikan multikultur dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.

Sesuai dengan tema workshop maka pembicaraan pokok dalam acara tersebut tentang usaha peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia; dimulai dengan mengidentifikasi

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul: ”Liberalisme Islam di Indonesia, Suatu Tinjauan Historis Tahun 1970-2005” adalah benar-benar hasil