MINGGU KE-2-3 DASAR-DASAR MEH
Dosen :
Mustafa, ST., MT Prodi S1 Teknik Mesin Universitas Tadulako-Palu 2023
Metode eleMen hingga
F07202085
TUJUAN INSTRUKSIONAL
UMUM (TIU) :
Mahasiswa dapat memahami konsep Dasar MEH
TUJUAN INSTRUKSIONAL
KHUSUS (TIK) :
Pengertian MEH
MEH
suatu bentuk metode yang digunakan sebagai salah satu solusi pendekatan untuk memecahkan berbagai permasalahan fisik, berupa analisa numerik teknik.
Perkembangan dunia komputer telah begitu cepatnya mempengaruhi bidang-bidang penelitian dan industri, sehingga impian para ahli dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan industri telah menjadi kenyataan
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Pengertian MEH
MEH banyak memberikan andil dalam melahirkan penemuan-penemuan bidang riset dan industri. Penyebabnya karena MEH dapat berperan sebagai research tool pada eksperimen numerik.
Aplikasinya : pada rekayasa struktur, heat
transfer, fluid flow, electrical potential
problem, dan aplikasi pada bidang medical
Matriks Kekakuan Lokal Elemen Sederhana
Perhatikan sebuah pegas linier yang dapat menerima gaya dan mengalami perpindahan dalam satu arah (yaitu arah sumbu pegas) pada kedua ujungnya (titik nodal).
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Tahapan dalam menentukan hubungan antara perpindahan (u) dan gaya (F) pada kedua ujung pegas.
1. Menganggap u2= 0 (titik 2 dijepit/ditahan).
Pegas berdefleksi u1akibat F1a. dimana : F = k.u
2. Menganggap u1= 0 (titik 1 dijepit/ditahan).
Pegas berdefleksi u2akibat F2b. dimana : F2b= k.u2
Keseimbangan gaya horizontal : F1b+ F2b= 0 F1b= -F2b
F1b= -F2b= -k.u2
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
3. Superposisikan kedua tahap di atas.
Gaya total pada titik nodal 1 dan 2 adalah :
F1= F1a+ F1b= k.u1- k.u2
F2= F2a+ F2b= -k.u1+ k.u2
Jika ditulis dalam bentuk matriks :
Vektor
gaya Vektor
perpindahan Matriks kekakuan
Matriks kekakuan dari satu elemen dinamakan matriks kekakuan lokal (local stiffness matrix), dimana :
Matriks kekakuan lokal adalah simetrik
Besar matriks kekakuan lokal adalah jumlah titik nodal elemen dikalikan dengan derajat kebebasan (degree of freedom), dalam hal ini dua titik nodal, masing-masing dengan satu derajat kebebasan, sehingga 2 x 1 = 2, dan besar matriks adalah 2 x 2
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Matriks Kekakuan Global Elemen Sederhana
Perhatikan sistem dua elemen pegas berikut :
Tahapan dalam menentukan hub. antara perpindahan (u) & gaya (F) pada ujung pegas.
1. Menganggap u2 = u3 = 0 (titik 2 & 3 dijepit/ditahan).
Pegas 1 berdefleksi u1akibat F1a.
dimana : F1a= k1.u1
Keseimbangan gaya horizontal : F1a+ F2a= 0 F2a= -F1a= - k1.u1
Pada pegas 2 tidak ada gaya karena u2=u3=0, shg : F3a= 0
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
2. Menganggap u1 = u3 = 0 (titik 1 & 3 dijepit/ditahan).
Gaya F2b mendefleksi pegas 1 dan pegas 2.
F2b= F2b(1) + F2b(2) F2b= k1.u2+ k2.u2 F2b= (k1+ k2)u2
Keseimbangan gaya horizontal pada pegas 1 : F1b+ F2b(1) = 0
F1b= - F2b(1) = - k1.u2
Keseimbangan gaya horizontal pada pegas 2 :
F3b+ F2b(2) = 0
F3b= - F2b(2) = - k2.u2
3. Menganggap u1 = u2 = 0 (titik 1 & 2 dijepit/ditahan).
Pada pegas 1, tidak ada gaya karena u1= u2= 0 F1c= 0
Pegas 2 berdefleksi u3akibat F3c.
dimana : F3c= k2.u3
Keseimbangan gaya horizontal pada pegas 2 : F2c+ F3c= 0
F2c= - F3c= - k2.u3
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
4. Superposisikan ketiga tahap di atas.
Gaya total pada titik nodal 1, 2 dan 3 adalah :
F1= F1a+ F1b+ F1c= k1.u1- k1.u2+ 0
F2= F2a+ F2b+ F2c= - k1.u1+ (k1+ k2)u2 - k2.u3
F3= F3a+ F3b+ F3c= 0 – k2.u2 + k2.u3
Jika ditulis dalam bentuk matriks :
Jadi matriks kekakuan [k] :
Matriks kekakuan global, yaitu matriks kekakuan untuk seluruh sistem pegas, dalam hal ini terdiri dari pegas 1 dan pegas 2.
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Hal-hal yang berkaitan dengan matriks kekakuan global (global stiffness matrix), dimana :
Matriks kekakuan global adalah simetrik
Besar matriks kekakuan global adalah jumlah titik nodal elemen dikalikan dengan derajat kebebasan (degree of freedom), dalam hal ini tiga titik nodal, masing-masing dengan satu derajat kebebasan, sehingga 3 x 1 = 3, dan besar matriks adalah 3 x 3
Matriks kekakuan global adalah superposisi dari matriks kekakuan lokal
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Hubungan [k]{u}={F} Sbg Sistem Pers.Linier dan Syarat Batas (Boundary Condition)
Hub. [k]{u}={F} untuk sistem 2 pegas
dianggap sebagai tiga pers. Linier
dengan tiga variabel yang belum
diketahui, yaitu u
1, u
2, u
3dan F
1, F
2, dan F
3 Tetapi matriks K adalah singular, yaitu determinannya = 0, atau inversnya tidak ada, sehingga pers. tersebut tidak bisa diselesaikan.
Untuk menyelesaikannya, maka perlu ditentukan syarat batas (boundary condition), misalnya, u
1, = 0
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Pemecahan Sistem Pers. Linier dengan Metode Eliminasi Gauss
Eliminasi Gauss merupakan cara untuk memecahkan sistem pers. linier dengan proses eliminasi bersistem.
Metode ini pada dasarnya adalah mereduksi menjadi “bentuk segitiga”, kemudian menyelesaikannya dengan “subsitusi langkah mundur”
Contoh Soal
Tentukan nilai x
1, x
2, x
3, x
4, dari persamaan berikut:
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Penyelesaian
Tentukan koefisien persamaan.
-1 -1 4 -2 -24
4 1 -6 4 59
1 7 1 2 8
1 -2 -19 2 57
Eliminasi x2dari baris ketiga
Eliminasi x3dari baris keempat
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Persamaan terakhir dibentuk menjadi persamaan matriks sbb :
Menentukan x4, x3, x2, x1 secara berturut-turut dari persamaan (4).
Menghitung Gaya dan Tegangan Elemen (Pemecahan Global ke Lokal)
Misalkan tinjau elemen (pegas) 1 tersendiri, maka besaran-besaran lokal yang muncul.
Dengan mengetahui gaya-gaya yang bekerja pada elemen 1, maka dapat dihitung tegangan-tegangan yang terjadi.
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Langkah-Langkah
Penyelesaian Soal Sistem Pegas
Bentuk matriks kekakuan setiap elemen atau matriks kekakuan lokal.
Bentuk matriks kekakuan global.
Masukkan syarat batas.
Pecahkan persamaan untuk memperoleh nilai
Contoh Soal
Selesaikan sistem tiga pegas yang menerima gaya F
2= 10 kN dan F
3= 20 kN, sedangkan syarat batasnya adalah u
1= u
4= 0
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Penyelesaian
Matriks kekakuan lokal
Elemen 1
Elemen 2
Elemen 3
Matriks kekakuan global
Sistem persamaan
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Syarat Batas : u1= u4= 0
Dimana : F2= 10 kN dan F3= 20 kN.
Global ke lokal :
Elemen 1
Elemen 2
Elemen 3
Dasar-Dasar MEH Mustafa, ST., MT
Tugas Latihan 1
Selesaikan sistem tiga pegas yang
menerima gaya F
2= 15 kN dan F
3= 25
kN, sedangkan syarat batasnya adalah
u
1= u
4= 0
TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA