• Tidak ada hasil yang ditemukan

(2)[Date] 2 Banyak sekali penyebab hilangnya rasa percaya diri pada anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(2)[Date] 2 Banyak sekali penyebab hilangnya rasa percaya diri pada anak"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

Para guru di YPAC mengajarkan anak-anak bahwa rasa percaya diri itu penting melalui komunikasi. Bagaimana model komunikasi anak penyandang disabilitas dalam membangun rasa percaya diri pada landasan perkembangan anak penyandang disabilitas Surabaya. Untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi anak penyandang disabilitas dalam membangun rasa percaya diri pada Yayasan Pembinaan Anak Disabilitas Surabaya.

Metode penelitian

  • Subjek penelitian
  • Fokus penelitian
  • Sumber penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Teknik Analis Data
  • Langkah-langkah penelitian

Sumber data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah satu orang atau lebih yang dipilih sebagai sumber atau responden. Dokumentasi merupakan suatu metode yang dilakukan peneliti dengan cara meneliti benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dan lain-lain. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu peran komunikasi keluarga dalam membangun rasa percaya diri pada anak berketerbatasan fisik.

Penelitian Terdahulu

Kerangka Konseptual

Model komunikasi

Karena berkaitan dengan apa yang sedang dipelajari kali ini, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.Menurut Harold Laswell, komunikasi merupakan salah satu arah yang berguna untuk menjawab pertanyaan siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dengan pengaruh apa (siapa mengatakan apa, melalui apa saluran, kepada siapa dan dengan pengaruh apa). Dengan pengertian tersebut dapat direduksi menjadi lima unsur komunikasi yang saling bergantung satu sama lain, yaitu sumber (communicator), pesan (message), saluran (medium), penerima (communicant), dan akibat (effect) (Mulyana.

Bentuk Komunikasi

Bentuk Komunikasi Harold Laswell

Pentingnya komunikasi

Individu yang mengetahui cara berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dan lingkungan yang ditemuinya akan membawanya pada pertumbuhan pribadi yang lebih maju. Sebaliknya, individu yang tidak dapat berkomunikasi secara efektif atau mengalami banyak kegagalan dalam berkomunikasi dengan orang lain akan mempunyai banyak hambatan dalam pertumbuhan pribadinya. Lebih lanjut menurut Johnson (1981), ia menjelaskan bahwa ada beberapa peran komunikasi antar individu yang berkontribusi dalam menciptakan kebahagiaan dalam kehidupan seseorang.

Untuk memahami realitas di sekitar kita dan menguji kebenaran kesan dan pemahaman kita, diperlukan perbandingan sosial, hal ini dapat dilakukan dengan berkomunikasi dengan orang lain untuk membandingkan pemahaman terhadap realitas yang sama. Hubungan kita dengan orang lain atau kualitas komunikasi dapat ditentukan oleh kesehatan mental sebagian dari kita. Jika hubungan kita dengan orang lain dipenuhi dengan berbagai masalah, maka kita pasti akan menderita, merasa sedih, cemas, dan frustasi.

Namun jika kita menarik diri dari orang lain, kita akan merasa terisolasi dan sendirian dan hal ini dapat menimbulkan penderitaan, tidak hanya penderitaan emosional tetapi juga penderitaan fisik. Oleh karena itu, untuk bisa merasa bahagia, kita memerlukan pengakuan dari orang lain, berupa reaksi yang menunjukkan bahwa kita normal, sehat, dan berharga. Lawan dari komunikasi adalah diskonfirmasi, yaitu penolakan terhadap orang lain berupa reaksi yang menunjukkan diri kita tidak normal, tidak sehat, dan tidak berharga.

Semua itu bisa kita peroleh dari diri kita sendiri melalui komunikasi interpersonal dan komunikasi dengan orang lain.

Komunikasi dalam pebelajaran

Pesan-pesan yang berupa muatan pembelajaran dan pendidikan dalam kurikulum diungkapkan oleh guru atau sumber lain dalam simbol-simbol komunikasi, baik simbol verbal (ucapan atau tulisan) maupun simbol nonverbal atau visual. Kemudian penerima pesan (bisa siswa, peserta pelatihan atau guru dan mereka sendiri yang dilatih) menafsirkan simbol-simbol komunikasi tersebut untuk memperoleh pesan tersebut.

Difabel

  • Daya Tarik Fisik Mempengaruhi Atraksi Interpersonal
  • Gangguan Komunikasi Anak Difabel
  • Katagori anak difabel
  • Klasifikasi anak difabel

Jika seseorang yang baik dan bersih menanyakan sesuatu kepada suatu kelompok, mereka akan merespons dengan sangat baik. Namun, ada seseorang yang secara fisik jelek dan berbeda dari mereka, mereka akan bereaksi dan menghakimi dan mereka membencinya. Banyak anak penyandang disabilitas yang kesulitan dalam menjalin pertemanan karena kondisi fisiknya yang berbeda dengan anak lainnya sehingga membuat anak penyandang disabilitas tersebut merasa terpinggirkan dan menganggapnya sebagai suatu masalah yang pada akhirnya berujung pada perundungan.

Reaksi orang sekitar ketika melihat anak berketerbatasan pasti akan merasa kasihan, namun bukan itu tujuannya. Penyandang keterbatasan fisik tidak ingin orang lain memandangnya dengan kasihan, cukup dengan merangkul dan memberikan dukungan, sehingga penyandang disabilitas juga layak bersosialisasi seperti orang normal lainnya yang memiliki kemampuan fisik penuh. Gangguan komunikasi merupakan gangguan yang penting karena kemampuan berkomunikasi memungkinkan seseorang berinteraksi dengan orang lain.

Gangguan bicara, gangguan bicara atau biasa disebut tuli, bisa disebabkan oleh gangguan pendengaran sejak lahir atau bahkan karena adanya masalah atau kerusakan pada organ tubuh seperti lidah. Gangguan pendengaran yang terjadi sejak lahir cenderung mengarah pada gangguan bicara karena tidak pernah mendengar suara sehingga tidak mengenali suara. Gangguan berbahasa ditandai dengan munculnya kesulitan anak dalam memahami dan menggunakan bahasa, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Sebagaimana diketahui, untuk memahami dan menggunakan bahasa, baik tertulis maupun lisan, seseorang harus menguasai sistem bunyi bahasa, susunan kata, struktur kalimat, dan penggunaan bahasa dalam konteks.

Tabel 2.3  : macam macam difabel.
Tabel 2.3 : macam macam difabel.

Kepercayaan diri

  • Dukungan percaya diri
  • Ciri-Ciri Kepercayaan Diri
  • Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Diri

Rasa percaya diri merupakan sikap positif setiap individu dengan keyakinan bahwa setiap individu dapat menjalani kehidupan dengan baik. Setiap individu diciptakan dengan kepribadian yang berbeda-beda, ada yang tidak percaya diri, ada juga yang terlalu percaya diri. Rasa percaya diri merupakan sifat positif yang dimiliki seorang individu yang mampu memampukan dirinya dan lingkungannya dalam menyikapi situasi yang dihadapi.

Individu yang kurang percaya diri akan memiliki keyakinan negatif terhadap kekurangan dirinya sehingga merasa tidak mampu mencapai tujuan hidup yang diinginkan. Berdasarkan ciri-ciri individu yang kurang percaya diri yang diungkapkan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri individu yang kurang percaya diri antara lain sebagai berikut. Dalam suatu kelompok, ia tidak mempunyai keyakinan terhadap hasil, takut tidak dapat memenuhi keinginan kelompoknya.

Individu yang kurang percaya diri memiliki impian yang tinggi namun tidak dapat mencapainya. Tanggal] 46 . mereka cenderung memiliki citra diri yang negatif, sedangkan orang yang memiliki rasa percaya diri akan memiliki citra diri yang positif. Lebih lanjut dikatakan bahwa rasa percaya diri bisa didapat dari melakukan pekerjaan, selain dari materi yang didapat.

Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi rasa percaya diri seseorang ada dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Deskripsi lokasi penelitian

  • Sejarah Berdirinya YPAC Surabaya
  • Pelayanan Rehabilitasi YPAC Surabaya Medic
  • Fasilitas YPAC Surabaya

Pada tahun 1978, ia menerima tanah seluas 5.000 m2 dari Walikota Madyah Surabaya, setelah itu ia menandatangani perjanjian dengan PT pada tanggal 15 September 1979. Pada tanggal 14 November 1994, beliau pindah dan menempati gedung baru di Jalan Semolowaru Utara V/2A Surabaya hasil tukar tambah konstruksi dengan PT Mahkota Berlian Cemerlang dengan luas kavling HGB ± 7.035 m² dan bangunan seluas . Sesuai dengan perubahan situasi dan keadaan pemerintahan di Indonesia, sesuai dengan hasil Perjanjian Musyawarah Nasional Luar Biasa YPAC di Bali pada tanggal 28-29 Juni 2002 dan keputusan rapat yang tertuang dalam Akta Nomor 16 Agustus 2002 8 yang sebelumnya dibuat Notaris Milly Karmila Sareal SH di Jakarta mengoreksi otonomi YPAC di daerah.

Soetomo Surabaya dan Dokter Universitas Airlangga dengan spesialisasi bidang ortopedi, neurologi, kedokteran rehabilitasi, bedah anak dan gigi. Di YPAC Surabaya terdapat kelas vokasi dimana anak-anak yang setelah tamat SMA dapat melanjutkan ke kelas vokasi. YPAC juga menyediakan fasilitas untuk anak-anak di sekolah, antara lain beberapa kursi roda dan kursi berdiri untuk anak-anak penyandang disabilitas lainnya.

Gambar 3.3  Ruang hidroterapi
Gambar 3.3 Ruang hidroterapi

Komunikasi anak difabel di YPAC Surabaya

Ketika kita berkomunikasi dengan mereka, dengan memukul meja sebagai tanda mereka bahagia disana, kita bisa merebut hati anak-anak.

Model komunikasi di YPAC Surabaya

  • Source (sumber)
  • Message (pesan)
  • Channel (saluran)
  • Audience (penerima)
  • Effect (dampak)

Dengan komunikasi, guru-guru di YPAC dapat menyampaikan suatu pesan kepada anak-anak di kelas. Para guru di YPAC selalu memupuk rasa percaya diri anak-anak dengan mengajarkan kemandirian. Saluran atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada anak agar selalu aman.

Untuk selalu percaya diri, kami juga mengadakan berbagai acara dan anak-anak berkontribusi di dalamnya. Sehingga yang peneliti sebut sebagai penonton atau penerimanya adalah anak-anak difabel YPAC Surabaya. Anak berketerbatasan fisik berbeda dengan anak normal yang mempunyai keterbatasan fisik.

Oleh karena itu, peneliti YPAC Surabaya melihat tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi pada anak-anak disabilitas di YPAC Surabaya. Seperti halnya anak-anak yang lahir pada umumnya, mereka terkadang kurang percaya diri dan kurang berkomunikasi di depan umum, terutama anak-anak penyandang disabilitas. Bagi anak-anak yang masih remaja seperti siswa SMA YPAC Surabaya masih bisa berkomunikasi dengan lancar.

Pesan yang disampaikan oleh para guru YPAC Surabaya kepada siswanya adalah untuk selalu percaya diri dalam bertindak dan pada akhirnya anak-anak mulai tumbuh percaya diri yang terlihat dari jawaban-jawaban yang mereka berikan.

Meningkatnya rasa percaya diri pada anak difabel di YPAC Surabaya Terlahir memiliki keterbatasan fisik memang bukanlah permintaan. Namun

Selain itu, para pelajar dan tamu dari luar negeri juga sering datang ke YPAC Surabaya, dimana para guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memberikan penampilan kecil-kecilan seperti menyanyi dan menari oleh anak-anak YPAC. Hal ini dapat memberikan rasa keberanian pada anak untuk menunjukkan diri dan menampilkan dirinya di depan umum. Inilah kegiatan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anak tanpa harus melihat kondisi fisiknya.

Dengan menunjukkan kemampuan anak untuk berani tampil dan menampilkan dirinya di depan umum, maka hal tersebut dianggap sebagai rasa percaya diri. Terbukti, anak-anak lulusan YPAC Surabaya bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hal ini dapat membuktikan bahwa anak berkebutuhan khusus pun dapat berbuat seperti anak normal lainnya.

Demikian pula, anak-anak di YPAC tidak ingin orang-orang menghakimi mereka dan membenci mereka hanya karena mereka berbeda secara fisik. Bukan hal yang aneh jika guru mengajak anak belajar di luar kelas dengan tujuan agar anak mengenal dunia luar agar anak dapat berkomunikasi dengan orang lain, sehingga anak dapat merasa berani dan lebih percaya diri. Bermula dari seorang anak yang tidak bisa mengenakan pakaian yang tepat, kini ia bisa melakukannya sendiri.

Karena anak diajarkan kemandirian, mereka bisa melakukan hal terkecil sekalipun tanpa bergantung pada orang lain.

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel 2.1  penelitian terdahulu
Tabel 2.3  : macam macam difabel.
Tabel 2.4.: katagori anak difabel.
Gambar 3.3  Ruang hidroterapi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Anak mampu melakukan tugas yang diperintahkan dengan bantuan verbal dan non verbal dari guru atau orang lain Anak mampu menyisir rambut ke belakang Anak mampu meletakkan kembali