TAAT
• Taat menurut bahasa artinya tunduk, patuh, dan setia.
• Sedangkan menurut istilah, taat bisa diartikan tunduk dan patuh terhadap segala perintah dan aturan yang berlaku.
TAAT
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَنَت ْن ِاَف ۚ ْمُكْنِم ِرْم َ ْلا ىِلو ُا َو َل ْوُسّررلا اوُعرْي ِط َا َو َ ااا اوُعرْيِطَا ا ْۤوُنَماا َنْيِذّلا اَهّيَار ۤاي ا ْلا ِم ْورَيْل ا َو ِ اال اِب َن ْوُنِم ْؤُت ْمُترْنُك ْنِا ِل ْوُسّرل ا َو ِ ااا ىَلِا ُه ْوّدُرَف ٍءْيَش ْيِف ْمُتْعَز
للْيِوْأَت ُنَسْحَا ّو ٌرْيَخ َكِل اذ ۗ ِرِخ
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan
taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang
kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu
berbeda pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul
(Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan
lebih baik akibatnya.“ (QS. An-Nisa' 4: Ayat 59)
Baik aturan itu berhubungan dengan ibadah kepadanya maupun aturan yang berhubungan dengan berinteraksi dengan sesama manusia dan makhluk yang lainnya.
Kita harus taat kepada : 1.Kepada Allah SWT
2.Kepada rasul-Nya, Muhammad SAW
3.Kepada ulil amri /
pemerintahan
Taat Kepada Allah SWT
Sebagai seorang muslim, taat kepada Allah adalah yang paling pertama dan utama.
Perintah untuk taat yang pertama adalah kepada Allah SWT.
Ketaatan pada Allah ini sifatnya mutlak,
tanpa ada keraguan, dan tidak ada tawar-
menawar dalam segala aspek kehidupan.
Orang yang taat kepada Allah akan merasakan dampak positifnya, antara lain :
Memperoleh kepuasan batin karena telah mampu melaksanakan salah satu kewajibannya kepada Allah dan Rasul-nya,
Memperoleh ridha Allah karena telah mampu mentaati perintah-Nya, dan
Memperoleh kemenangan
(keuntungan) yang besar.
Taat Kepada Rasul-Nya / Muhammad SAW
Ketaatan yang kedua adalah ketaatan kepada Nabi Muhammad SAW. Ketaatan ini pun mutlak, sebagaimana ketaatan kepada Allah SWT. Ini berarti, taat kepada Rasul berarti taat kepada Allah.
Demikian juga sebaliknya, tidak taat kepada
Rasul, berarti tidak taat kepada Allah.
Rasulullah Telah Bersabda
ُهّللا ىّلَص ِهّللا ِلوُسَر ْنَع َةَرْيَرُه يِب َأ ْنَع
َعاَطَأ ْدَقَف يِنَعاَطَأ ْنَم َلاَق ُهّنَأ َمّلَسَو ِهْيَلَع هللا ىَصَع ْدَقَف يِناَصَع ْنَمَو هللا
“Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:
“Barangsiapa mentaatiku sungguh dia telah
mentaati Allah, barangsiapa bermaksiat
kepadaku maka dia telah bermaksiat kepada
Allah". (HR. Muslim)
ُهّللا ىّل َصص ِصهّللا َلو ُصسَر صّن َأ َصةَرْيَرُه يصِبَأ ْصنَع ّلِإ َةّنَجْلا َصنصوُلُخْدَي يصِتّمُأ صّلُك َصلاَق َمّلَصسَو ِصهْيَلَع
َلاَق ىصَبْأَي ْصنَمَو ِصهللا َلوُصسَر اصَي اوُلاَق يبَأ ْصنَم
ْدَقَف ِناَصَع ْصنَمَو َصةّنَجْلا َصلَخَد يصِنَعاَط َأ ْصنَم . ىَبَأ
“Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, “Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?” Nabi menjawab: “Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan.”
(HR. Bukhari)
Ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya harus dibiasakan dalam perilaku hidup sehari-hari sehingga menjadi watak seorang muslim. Cara membiasakan diri untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya antara lain :
A. Segera mempersiapkan diri untuk salat apabila sudah tiba waktunya,
B. Melati diri untuk disiplin dalam berbagai hal, termasuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah,
C. Selalu disiplin dalam mengikuti tata tertib sekolah, baik dilihat guru maupun tidak,
D. Senantiasa menjaga diri agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama walaupun sedang sendirian, tidak ada orang lain yang melihat,
E. Melaksanakan ibadah dengan ikhlas, F. Shalat lima waktu sehari semalam, G. Mengerjakan puasa Ramadhan,
H. Menunaikan Haji apabila mampu, I. Menjauhi segala larangan-Nya
Taat Kepada Pemerintah / Ulil Amri
Ketaatan yang ketiga adalah perintah taat kepada pemimpin. Hanya saja ketaatan kepada pemimpin ini tidaklah mutlak, tetapi mempunyai syarat yaitu selama pemimpin tersebut berpegang kepada kitab Allah dan rasul-Nya.
Menurut Prof. Dr. Quraisy Syihab, pada kata, “Ulil Amri”
tidak didahului kata “taatilah”. Ini menunjukkan bahwa
ketaatan kepada Ulil Amri tidak berdiri sendiri, tetapi
berkaitan atau bersyarat dengan ketaatan pada Allah dan
Rasul-Nya. Oleh karena itu, apabila perintah Ulil Amri itu
bertentangan dengan perintah Allah dan rasul-Nya, maka
kita tidak dibenarkan untuk mentaatinya .
Ulil Amri adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengurus kepentingan-kepentingan umat. Ketaatan kepada Ulil Amri (Pemimpin) merupakan suatu kewajiban umat, selama tidak bertentangan dengan nash yang zahir.
Adapun masalah ibadah, maka semua persoalan haruslah didasarkan kepada ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya.
Ketaatan kepada Ulil Amri atau Pemimpin sifatnya kondisional (tidak mutlak), karena betapa pun hebatnya Ulil Amri itu maka ia tetap manusia yang memiliki kekurangan dan tidak dapat dikultuskan. Jika produk dari Ulil Amri tersebut sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya maka wajib diikuti, sedangkan jika produk Ulil Amri itu bertentangan dengan kehendak Tuhan maka tidak wajib ditaati.
Dengan demikian, model ketaatan kepada Ulil Amri itu
terlaksana, jika ia menjalankan perintah Allah dan Rasul-
Nya. Sebaliknya jika tidak, maka ketaatan itu dengan serta
merta tidak mesti adanya.
Bentuk-Bentuk Ketaatan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Bapak Suharta pemilik sebuah usaha CV. Roti Nikmat yang mewajibkan seluruh karyawan perempuan memakai hijab dan shalat berjamaah setiap waktu salat, yang bertujuan untuk semakin rajin menjalankan ajaran Islam.
Pada suatu Madrasah melatih siswanya untuk secara rutin membaca do'a Asma'ul Husna dan membaca Al Qur'an sebelum memulai pelajaran, salat jamaah, zikir dan salat duha untuk supaya mendapatkan ketenangan hati, pikiran dalam menuntut ilmu, sehingga ilmunya berkah dan manfaat.
Nurhasanah dilamar oleh seorang pemuda tampan, kaya lagi terhormat, tetapi non muslim. Sebenarnya hati Nurhasanah juga mencintainya. Karena Islam melarang muslimah menikah dengan lelaki non Muslim, Nurhasanah pun menolak lamaran tersebut dengan sopan.
Sekian terima
kasih