Nama Kelompok 5 :
1. Ummi Yatun Hasana (2100029083) 2. Dina Putri Solikhah (2100029084) 3. Salsabillah A Labino (2100029085) 4. Putri Aprilia Damayanti (2100029086) 5. Firly Wahyuningsih (2100029087)
RESUME MATERI KANKER PAYUDARA
A. Definisi, Etiologi, dan Epidemiologi
1) Definisi : kanker payudara adalah penyakit dimana sel-sel di jaringan payudara berubah dan membelah secara tidak terkendali.
Hal ini biasanya mengakibatkan benjolan atau massa. Sel-sel ini dapat membentuk tumor yang dapat teraba pada pemeriksaan fisik atau terdeteksi melalui pemeriksaan mamografi (pemeriksaan radiologi untuk melihat ada tidaknya kelainan yang mengarah pada payudara), pemeriksaan ini disarankan untuk orang yang berusia 35 tahun keatas karena menggunakan Sinar X-ray. Kanker payudara biasanya tidak menunjukkan gejala ketika tumornya kecil dan mudah diobati. Dengan demikian, skrining penting dilakukan untuk deteksi dini. Gejala fisik yang paling umum terjadi adalah munculnya benjolan yang tidak nyeri.
2) Etiologi: Penyakit kanker payudara tidak diketahui secara pasti penyebabnya, tetapi ada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kanker payudara seperti genetik, hormonal, lingkungan (pola hidup, perilaku), faktor sosio biologis dan fisiologis, serta terpaparnya senyawa kimia yang bersifat karsinogenik (cth: makanan yang gosong). Selain itu juga faktor merokok, diet tidak sehat, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan dan stres.
3) Epidemiologi: kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat baik di Indonesia maupun di negara lain karena masih menyebabkan tingginya angka kematian.
Menurut data WHO, pada tahun 2018 total penderita kanker payudara dibanding kanker lainnya di Asia sebanyak 270.401 kasus atau sebesar 13,5% kasus. Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus atau sebesar 16,6% dari total 396.914 kasus baru kanker payudara di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22.000 kasus.
B. Riwayat Alamiah Penyakit (RAP)
Riwayat alamiah penyakit adalah gambaran tentang perjalan waktu dan perkembangan penyakit pada individu, dimulai sejak terjadinya paparan dengan agen kausal hingga terjadinya penyakit beberapa tahap diantaranya:
1. Tahap prepatogenesis
Tahap prepatogenesis kanker payudara mencakup faktor- faktor yang terjadi sebelum munculnya sel kanker. Jenis kelamin perempuan merupakan faktor risiko kanker payudara terkuat.
Faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko kanker payudaratermasuk bertambahnya usia, obesitas, penggunaan alkohol yang berbahaya, riwayat kanker payudara dalam keluarga, riwayat paparan radiasi, riwayatreproduksi. Sekitarsete ngah dari kanker payudara terjadipada wanita yang tidak memiliki fakt orrisiko kanker payudara yang dapatdiidentifikasi selain jenis kelamin (wanita) dan usia (di atas 40 tahun).
2. Tahap Inkubasi
Proses pertumbuhan kankerpayudara ini berlangsung sekitar 3 tahun, dengan urutan dari stadium awal hingga akhir atau bergantung pada beberapa kondisi seperti jenis kanker yang dialami serta stadium dan kondisi pasien saat ini.
3. Tahap Penyakit Dini
Munculnya gejala-gejala klinis kanker payudara. Terkadang meskipun wanita di tubuhnya telah tumbuh kanker dia tidak merasakan gejala apapun. Beberapa gejala kanker payudara, diantaranya yaitu:
a) Terasa benjolan di payudara dan sering kali tidak berasa nyeri
b) Terdapat perubahan tekstur kulitpayudara, kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk
c) Terdapat luka pada bagian payudara yang tidak sembuh d) Keluar cairan dari putting
e) Terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara 4. Tahap Penyakit Lanjut
Kanker payudara yang diklasifikasikan kedalam berbagai tahap atau Stadium. Sistem paling umum yang digunakanuntuk menggambarkan stadium ka nkerpayudara adalah sistem TNM, yang mempertimbangkan ukuran tumor (T), penyebaran ke kelenjar getah bening (N), dan penyebaran ke organ- organ jauh(M). Berikut adalah penjelasan singkat mengenai stadium kanker payudara:
1) Stadium 0 : Kanker payudara belum menyebar keluar lokasi asalnya (biasanya saluran susu), sel-sel kanker hanya terbatas pada lokasi asalnya.
2) Stadium 1 : Tumor berukuran kecil(biasanya kurang dari 2 sentimet er) dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.
3) Stadium 2 : Tumor bisa lebih besar (2 hingga 5 sentimeter) dan/atau bisamemiliki penyebaran kecil ke kelenjar getah bening di dekatnya.
4) Stadium 3 : stadium 3 dibagi menjadi stadium 3A 3B, dan 3C.
5) Stadim 4 : kanker menyebar organ-organ jauh dar oayudara, seperti tulang, hati, paru-paru, atau otak. Dan merupakan stadium lanjutan atau metastasis.
5. Tahap Akhir Penyakit
Pengobatan kanker payudara bergantung pada subtype kanker dan seberapa luas penyebarannya keluar payudara.
Pengobatan yang dapat dilakuan yaitu : 1) Operasi pengangkatan tumor payudara
2) Terapi radiasi untuk mengurangi risiko kekambuhan pada payudara dan sekitarnya
3) Obat-obatan untuk membunuh sel kanker
4) Radioterapi. Pada tajap awal radiasi dapat mencegah seorang Wanita menjalanu mastektomi. Pada tahap stadium lajut, radioterapi dapat mengurangi risiko kambuhnya kanker bahkan Ketika mastektomi dilakukan.
C. Patofisiologi
Berdasarkan Kemenkes RI 2013, kanker disebabkan oleh senyawa karsinogenik. Karsinogenik sangat reaktif terhadap kelompok nukleofilip dalam DNA, RNA, dan protein yang menyebabkan mutasi. Kerusakan RNA dan genetic yang bermutasilah yang dapat menyebabkan kanker payudara. Pada beberapa individu terkadang mewarisi cacat pada DNA dan gen seperti BRCA1, BRCA2, dan P53.
Pada kanker payudara primer ditandai dengan jaringan vibrosis stoma dan epitel payudara yang seiring pertumbuhan kanker payudara dan invasi ke jaringan sekitar, akan terjadi respon demoplastik untuk pemendekan ligamentu, suspensorium coper, sehingga terjadi gambaran retraksi pada kulit payudara. Kanker payudara juga menyebar ke kelenjar getah bening aksila saat sel kanker menyusup ke sela-sela sel dan pindah ke sistem limpatik kemudian ke kelenjar getah bening. Sel kanker mampu tumbuh hingga ke kapsul kelenjar getah bening dan mengviksasi.
D. Faktor Risiko
Ada 5 faktor resiko yang dapat menyebabkan kanker payudara 1. Bertambahnya usia
Resiko kanker payudara sebagian besar didiagnosa pada wanita setelah menopause yaitu pada usia 40-50 tahun
2. Genetik dan riwayat keluarga
Wanita yang Memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara beresiko 2-3 kali lebih besar.
3. Riwayat reproduksi dan hormonal
Wanita yang lebih beresiko pada usia menarce (haid pertama) dibawah usia 12 tahun, usia menopause diatas 55 tahun, wanita yang kehamilan pertamanya pada usia diatas 35 tahun, wanita yang tidak menyusui, serta penggunaan kontrasepsi hormonal lebih dari 5 tahun.
4. Gaya hidup
Mengkonsumsi alkohol dapat mengganggu metabolisme estrogen dihati dan asap rokok yang memiliki kandungan karsinogenik yang berujung pada peningkatan proliferasi sel payudara. Proliferasi adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh pembelahan sel yang aktif.
5. Obesitas
Wanita yang mengalami obesitas setelah menopause akan beresiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena kanker payudara.
E. Pencegahan dan Pengendalian 1. Pencegahan
Menurut Kemenkes, pencegahan ada 2 yaitu pencegahan primer dan sekunder,
a) Pencegahan primer, yaitu usaha agar tidak terkena kanker payudara yaitu dengan SADARI (periksa payudara sendiri), b) Pencegahan payudara sekunder, untuk menemukan abnormalitas (ketidaknormalan) yang mengarah ke kanker payudara. Dapat dilakuakan dengan :
1) Mamografi screening (Ronsen Payudara). Mamografi merupakan cara terbaik dan paling mudah mendeteksi kanker payudara pada tahap awal.
2) Pencegahan dengan MRI payudara, yaitu prosedur skrining dini yang aman dilakukan karena alatnya menggunakan magnet dan gelombang radio untuk unttuk mengambil gambar kanker payudara.
Digunakan bersamaan dengan mamograf untuk mengelompokan Wanita yang berisiko. Tidak digunakan pada Wanita dengan risiko rata-rata karena
kemungkinan akan memberikan hasil yang tidak normal meskipun tidak kanker.
3) Pemeriksaan payudara klinis (SADANIS), yaitu pemeriksaan dilakukan oleh dokter/perawat menggunakan tangan untuk mencari adanya benjolan atau perubahan pada payudara
2. Pengendalian
Menurut Kemenkes, 2017, dilakukakan program pengendalian kanker meliputi Upaya promotive dan preventif dengan meningkatkan pengetahuan Masyarakat akan kanker payudara adalah periksa payudara sendiri (SADARI) dan periksa payudara klinis (SADANIS). Pengendalian dan penanganan dapat dilakukan dengan :
a) Operasi (bedah) dengan meotong sel kanker
b) Kemoterapi, menggunakan obat khusus untuk membunuh sel kanker. Contohnya dengan mengkonsumsi pil, suntikan, ataupun keduanya.
c) Terapi hormon, yaitu mencegah adanya sel kanker atau menghambat perkembangan sel kanker
d) Terapi biologis, menggunakan system kekebalan tubuh untuk mengatasi efek samping karena pengobatan lainnya dan membantu melawan sel kanker
e) Terapi radiasi, dengan menggunakan sinar bersinergi tinggi (mirip dengan sinar UV X) untuk membunuh sel kanker