• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Komunikasi: gole

N/A
N/A
Gung Bima

Academic year: 2023

Membagikan "Definisi Komunikasi: gole"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Definisi Komunikasi: gole 1. Menurut Raymond Ross

Komunikasi adalah proses pemilahan, memilih, dan simbol pengiriman sedemikian rupa yang membantu penerima menghasilkan respon pesan atau makna penalaran yang sama dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

2. Menurut Gerald R. Miller

Komunikasi terjadi ketika sumber pesan kepada penerima dengan maksud sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.

3. Menurut Carl I. Hovland

Komunikasi merupakan kejadian proses yang memungkinkan seseorang untuk memberikan stimulasi (biasanya dengan menggunakan lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.

4. Menurut New Comb

Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber ke penerima.

5. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang individu atau lebih agar pesan yang diberitakan tersebut bisa dipahami oleh lawan bicara.

Simpulan dari beberapa definisi komunikasi oleh berbagai ahli adalah bahwa komunikasi adalah proses yang melibatkan pemilihan, pengiriman, dan penerimaan pesan atau informasi dengan tujuan mempengaruhi perilaku atau menghasilkan respon yang diinginkan dari penerima. Ini melibatkan penggunaan simbol-simbol verbal atau nonverbal untuk mentransmisikan pesan dari sumber kepada penerima.

Dalam intinya, komunikasi adalah upaya untuk menyampaikan pesan agar bisa

dipahami oleh pihak lain.

(2)

Definisi organisasi: gole

1. Menurut Victor A. Thompson, Organisasi merupakan suatu integrasi dari sejumlah orang yang ahli yang bekerja sama dengan sangat rasional &

impersonal untuk mencapai tujuan – tujuan yang spesifik &telah disepakati sebelumnya

2. Menurut Stoner, Organisasi ialah suatu pola hubungan melalui orang atau sekelompok orang di bawah pengarahan manajer untuk mengejar tujuan bersama

3. Menurut Schein, Organisasi ialah suatu bentuk koordinasi segala aktivitas yang rasional oleh sejumlah orang untuk mencapai tujuan melalui pembagian dalam pekerjaan & fungsi hirarki otoritas serta tanggungjawab masing-masing anggota

4. Menurut Pfiffner dan Sherwood, Organisasi adalah sebagai pola dari cara- cara dalam mana sejumlah orang yang saling berinteraksi, bertatap muka, secara intim dan terikat dalam suatu tugas yang bersifat rumit, berinteraksi satu sama yang lainnya secara sengaja, memutuskan untuk mencapai tujuan yang telah diputuskan semula secara teratur

5. Menurut Bakke, Organisasi adalah suatu sistem yang berkelanjutan dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang diberi tanggung jawab dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan masalah

Simpulan dari beberapa definisi organisasi oleh berbagai ahli adalah bahwa

organisasi adalah suatu entitas yang terdiri dari sejumlah individu yang

bekerja bersama secara rasional, terkoordinasi, dan terstruktur untuk

mencapai tujuan yang telah disepakati sebelumnya. Organisasi melibatkan

pola hubungan, koordinasi aktivitas, dan pembagian tanggung jawab di

antara anggotanya, yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

(3)

Organisasi juga bisa dianggap sebagai sistem yang terus-menerus

menggunakan dan menggerakkan sumber daya manusia, material, modal,

gagasan, dan sumber daya alam untuk memecahkan masalah dan mencapai

tujuan.

(4)

Peran Komunikasi dalam Organisasi: budi

Komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam suatu organisasi.

Peran komunikasi dalam organisasi mencakup berbagai aspek yang membantu dalam mencapai tujuan organisasi dan menjaga kelancaran operasi sehari-hari. Berikut adalah beberapa peran utama komunikasi dalam organisasi:

1. Penyampaian Informasi

Komunikasi memungkinkan organisasi untuk menyampaikan informasi yang penting kepada anggota tim, departemen, atau tingkat manajemen yang berbeda. Informasi ini bisa berupa kebijakan, perubahan dalam proses, tugas, atau tujuan organisasi.

2. Koordinasi

Komunikasi membantu dalam mengkoordinasikan berbagai aktivitas dan fungsi di dalam organisasi. Ini memastikan bahwa berbagai bagian organisasi bekerja bersama secara efisien dan menghindari tumpang tindih atau konflik.

3. Pengambilan Keputusan

Komunikasi menyediakan informasi yang diperlukan bagi manajemen untuk mengambil keputusan yang baik. Ini mencakup pertukaran data, analisis, dan diskusi yang dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan.

4. Motivasi Karyawan

Komunikasi yang baik dari manajemen kepada karyawan dapat memotivasi mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Pemberian umpan balik positif, pengakuan, dan penghargaan dapat meningkatkan motivasi.

5. Penyelesaian Konflik

Komunikasi efektif dapat membantu dalam mengidentifikasi dan

menyelesaikan konflik di dalam organisasi. Membuka saluran

(5)

komunikasi yang baik untuk mendengarkan keluhan dan masalah karyawan dapat mencegah konflik yang lebih besar.

6. Pembangunan Budaya Organisasi

Komunikasi juga membentuk budaya organisasi. Nilai-nilai, norma, dan etika organisasi disampaikan melalui komunikasi internal. Ini memengaruhi bagaimana anggota organisasi berperilaku dan berinteraksi.

7. Pengembangan Hubungan Eksternal

Organisasi juga perlu berkomunikasi dengan pihak eksternal seperti pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis. Komunikasi ini membantu dalam membangun dan menjaga hubungan yang baik dengan pihak-pihak ini.

8. Inovasi dan Pembelajaran

Komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dapat mendorong inovasi dalam organisasi. Ide-ide baru dan gagasan dapat berkembang melalui komunikasi yang efektif.

9. Manajemen Krisis

Komunikasi yang efektif sangat penting dalam mengatasi situasi krisis atau darurat. Ini termasuk memberikan informasi kepada karyawan, pelanggan, dan pihak terkait lainnya dalam situasi yang sulit.

10.Evaluasi Kinerja

Komunikasi membantu dalam melacak dan mengevaluasi kinerja organisasi. Dengan mengkomunikasikan hasil dan pencapaian, organisasi dapat membuat perubahan yang diperlukan.

Ketika komunikasi di dalam organisasi berjalan dengan baik, hal ini dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kepuasan karyawan, serta membantu organisasi mencapai tujuan-tujuannya dengan lebih baik.

Sebaliknya, komunikasi yang buruk dapat menyebabkan kebingungan,

konflik, dan masalah yang dapat menghambat kemajuan organisasi. Oleh

(6)

karena itu, penting untuk memahami dan mengelola komunikasi dengan

baik dalam setiap organisasi.

(7)

Fungsi Komunikasi dalam Organisasi: bima

 Menyalurkan Informasi

Fungsi komunikasi dalam organisasi yang mencakup "menyalurkan informasi" berarti bahwa salah satu peran utama komunikasi dalam konteks organisasi adalah menyampaikan pesan atau informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya. Ini berarti mengirimkan data, fakta, kebijakan, instruksi, atau pesan lainnya dari sumber (misalnya, manajemen, atasan, departemen) kepada penerima (karyawan, tim, anggota organisasi).

Maksudnya adalah bahwa komunikasi dalam organisasi memungkinkan aliran informasi yang diperlukan agar semua anggota organisasi memiliki pemahaman yang sama tentang apa yang terjadi, apa yang diharapkan dari mereka, dan bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam mencapai tujuan organisasi. Ini sangat penting untuk menghindari kebingungan, kesalahpahaman, dan masalah lain yang dapat muncul jika informasi tidak disampaikan dengan baik.

Dengan kata lain, fungsi "menyalurkan informasi" dalam komunikasi organisasi adalah bagian penting dari proses komunikasi yang memastikan bahwa informasi yang relevan dan penting disampaikan kepada mereka yang membutuhkannya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka di dalam organisasi.

 Pengendalian organsisasi

Fungsi komunikasi dalam organisasi yang mencakup "pengendalian organisasi"

merujuk pada peran komunikasi dalam membantu manajemen atau pemimpin organisasi untuk memonitor dan mengendalikan kinerja serta aktivitas dalam organisasi. Maksudnya adalah bahwa melalui komunikasi yang efektif, manajemen dapat menjalankan kontrol terhadap berbagai aspek organisasi.

Dengan menggunakan komunikasi sebagai alat pengendalian, manajemen dapat menjaga organisasi agar tetap berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan-tujuannya.

Komunikasi yang baik juga membantu manajemen dalam mengambil tindakan yang diperlukan jika ada perubahan yang diperlukan atau jika ada masalah yang perlu diatasi. Dengan demikian, komunikasi memiliki peran penting dalam pengendalian

(8)

organisasi untuk mencapai efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan dalam operasi organisasi.

 Sebagai persuasive

Fungsi komunikasi dalam organisasi yang mencakup "sebagai persuasif" merujuk pada peran komunikasi dalam meyakinkan, mempengaruhi, atau memotivasi orang lain untuk mengadopsi pandangan, gagasan, atau tindakan tertentu sesuai dengan tujuan atau agenda organisasi. Maksudnya adalah bahwa komunikasi dalam konteks ini digunakan untuk:

1.Mempengaruhi Keputusan

Komunikasi persuasif digunakan untuk mempengaruhi keputusan dan tindakan orang lain dalam organisasi. Ini bisa mencakup mempengaruhi tim, rekan kerja, atau anggota tim untuk mendukung rencana atau inisiatif tertentu.

2. Membangun Dukungan

Komunikasi persuasif digunakan untuk membangun dukungan dan kepercayaan terhadap ide, proyek, atau program yang diusulkan oleh manajemen atau pemimpin organisasi.

3. Mengatasi Ketidaksetujuan

Ketika ada perbedaan pendapat atau ketidaksetujuan dalam organisasi, komunikasi persuasif digunakan untuk mencoba memenangkan pihak-pihak yang mungkin tidak sependapat dengan argumen atau pandangan tertentu.

4. Mendorong Perubahan

Ketika perubahan organisasi diperlukan, komunikasi persuasif dapat digunakan untuk membantu anggota organisasi menerima dan mendukung perubahan tersebut.

5. Pemasaran dan Promosi

Dalam konteks pemasaran dan promosi, komunikasi persuasif digunakan untuk meyakinkan pelanggan, mitra bisnis, atau pemangku kepentingan lainnya untuk membeli produk, layanan, atau ide yang ditawarkan oleh organisasi.

(9)

6. Negosiasi

Dalam situasi negosiasi, komunikasi persuasif digunakan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan organisasi dengan cara meyakinkan pihak lain untuk mengambil tindakan tertentu atau memberikan kontribusi.

7. Motivasi

Komunikasi persuasif dapat digunakan untuk memotivasi karyawan atau anggota tim untuk mencapai tujuan organisasi dengan memberikan alasan yang meyakinkan dan insentif yang sesuai.

Dalam fungsi persuasif, penting untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik, seperti kemampuan berbicara dengan persuasif, menggunakan argumen yang kuat, dan memahami audiens yang akan dipengaruhi. Komunikasi persuasif dapat digunakan dalam berbagai situasi organisasi untuk mencapai berbagai tujuan, mulai dari memenangkan dukungan untuk rencana strategis hingga memotivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitas.

 Integratif

Fungsi komunikasi dalam organisasi yang mencakup "integratif" mengacu pada peran komunikasi dalam menggabungkan atau menyatukan berbagai unsur, individu, departemen, atau bagian dalam organisasi agar bekerja bersama sebagai satu kesatuan yang terkoordinasi.

Maksudnya, komunikasi integratif berfokus pada menghubungkan, menyatukan, dan mendukung kolaborasi antara berbagai elemen dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama dan menjaga kesatuan serta koherensi dalam operasi organisasi. Ini adalah aspek penting dalam memastikan bahwa organisasi berfungsi secara efisien dan efektif serta mampu menghadapi tantangan dan perubahan.

(10)

Saluran Komunikasi: vija

 Komunikasi formal

Komunikasi formal dalam konteks organisasi mengacu pada aliran komunikasi resmi yang terstruktur dan terorganisir sesuai dengan hierarki, peran, dan prosedur yang telah ditetapkan. Ini adalah bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi resmi, kebijakan, tugas, dan instruksi dalam suatu organisasi. Berikut adalah beberapa karakteristik dan contoh komunikasi formal dalam organisasi:

Karakteristik Komunikasi Formal:

1. Terstruktur: Komunikasi formal memiliki struktur yang jelas dan terorganisir.

Pesan bergerak sesuai dengan jalur hierarki dan prosedur yang telah ditetapkan.

2. Resmi: Ini adalah jenis komunikasi resmi yang diakui dan diotorisasi oleh manajemen atau otoritas yang relevan dalam organisasi.

3. Tujuan yang Jelas: Komunikasi formal biasanya memiliki tujuan yang jelas, seperti menyampaikan informasi, memberikan instruksi, mengumumkan kebijakan, atau meminta laporan.

4. Dokumentasi: Pesan dalam komunikasi formal seringkali didokumentasikan dalam bentuk tertulis, seperti surat, email resmi, memo, atau laporan.

5. Jalur Komunikasi Tetap: Komunikasi formal biasanya mengikuti jalur komunikasi yang tetap, yang bisa berupa hierarki organisasi atau prosedur yang telah ditetapkan.

Contoh Komunikasi Formal dalam Organisasi:

1. Surat Pemberitahuan Pemutusan Hubungan Kerja

Manajemen menggunakan surat resmi untuk memberi tahu karyawan tentang pemutusan hubungan kerja.

2. Memo Kebijakan Organisasi

Manajemen mengeluarkan memo untuk mengumumkan perubahan kebijakan organisasi kepada seluruh anggota.

(11)

3. Instruksi Kerja

Manajer memberikan instruksi kerja tertulis kepada karyawan tentang bagaimana melakukan tugas tertentu.

4. Rapat Resmi

Rapat-rapat resmi diorganisasi dihadiri oleh anggota tim yang diundang dengan agenda dan prosedur yang telah ditentukan.

6. Laporan Tahunan

Laporan tahunan yang disusun oleh manajemen dan dipresentasikan kepada pemegang saham adalah contoh komunikasi formal untuk menyampaikan hasil kinerja dan rencana ke depan.

7. Email Resmi

Email yang dikirim oleh manajer atau departemen untuk mengumumkan pengumuman resmi atau mengkoordinasikan proyek-proyek tertentu.

Komunikasi formal penting dalam organisasi karena memastikan informasi yang tepat dan penting disampaikan dengan jelas dan efisien. Ini juga membantu menjaga kerangka kerja organisasi dan keteraturan dalam operasional sehari-hari. Namun, komunikasi formal juga dapat memiliki beberapa keterbatasan, seperti menghambat aliran informasi yang cepat dan interaksi antaranggota yang lebih terbuka. Oleh karena itu, organisasi seringkali menggabungkan komunikasi formal dengan komunikasi informal untuk mencapai keseimbangan yang baik.

 Dalam konteks komunikasi formal di dalam organisasi, terdapat tiga pola komunikasi utama yang sering digunakan, yaitu komunikasi vertikal, horizontal, dan diagonal.

Setiap pola ini memiliki ciri khasnya sendiri dan digunakan untuk berbagai tujuan komunikasi di dalam organisasi. Berikut penjelasan singkat tentang ketiganya:

1. Komunikasi Vertikal:

Definisi: Komunikasi vertikal terjadi antara anggota organisasi yang berbeda tingkat hierarki atau tingkat kekuasaan dalam struktur organisasi.

(12)

Tujuan: Biasanya digunakan untuk menyampaikan perintah, instruksi, informasi, umpan balik, atau laporan dari atasan kepada bawahan atau sebaliknya.

Contoh: Seorang manajer memberikan instruksi kepada seorang karyawan, seorang karyawan memberikan laporan kepada atasan langsungnya, atau seorang atasan memberikan umpan balik kepada bawahan.

2. Komunikasi Horizontal:

Definisi: Komunikasi horizontal terjadi antara individu atau departemen yang memiliki tingkat hierarki atau kekuasaan yang sama atau setara dalam struktur organisasi.

Tujuan: Digunakan untuk berkolaborasi, berkoordinasi, berbagi informasi, atau membahas isu-isu yang relevan antara rekan kerja atau departemen yang setara.

Contoh: Karyawan dari departemen pemasaran berkomunikasi dengan karyawan dari departemen penjualan untuk merencanakan kampanye bersama, tim produk berbicara dengan tim pengembangan untuk berkoordinasi dalam pengembangan produk, atau rekan kerja di tingkat yang sama berdiskusi tentang proyek bersama.

3. Komunikasi Diagonal:

Definisi: Komunikasi diagonal terjadi antara individu atau departemen yang berada pada tingkat hierarki atau kekuasaan yang berbeda atau tidak sejajar dalam struktur organisasi.

Tujuan: Digunakan untuk menyampaikan informasi, pemecahan masalah, atau kolaborasi antara anggota organisasi yang berbeda divisi atau departemen.

Contoh: Seorang manajer dari departemen produksi berkomunikasi dengan manajer dari departemen pemasaran untuk merencanakan produksi berdasarkan permintaan pasar, seorang karyawan dari departemen keuangan berbicara dengan karyawan dari departemen teknologi informasi untuk membahas anggaran TI, atau seorang atasan dari departemen penjualan berkomunikasi dengan bawahan dari departemen pengiriman untuk memastikan pesanan pelanggan terpenuhi.

Ketiga jenis komunikasi ini bekerja sama untuk memastikan aliran informasi yang efisien dan efektif dalam organisasi. Komunikasi vertikal membantu dalam pengambilan keputusan dan perencanaan strategis, komunikasi horizontal memungkinkan kolaborasi antar rekan kerja sebaya, dan komunikasi diagonal

(13)

memfasilitasi kerja sama antar departemen atau unit yang berbeda dalam mencapai tujuan bersama. Organisasi yang sukses mengelola ketiga pola komunikasi ini dengan baik.

 Komunikasi informal:

Komunikasi informal dalam konteks organisasi adalah aliran informasi yang terjadi di luar saluran resmi atau struktur hierarki. Ini adalah bentuk komunikasi yang tidak diatur atau direncanakan secara formal oleh manajemen atau organisasi, tetapi terjadi secara alami antara individu atau kelompok dalam organisasi. Berikut beberapa karakteristik dan contoh komunikasi informal dalam organisasi:

Karakteristik Komunikasi Informal:

1. Tidak Resmi: Komunikasi informal adalah bentuk komunikasi yang tidak memiliki struktur atau prosedur resmi. Ini terjadi tanpa otorisasi atau persetujuan yang khusus.

2. Tidak Terdokumentasi: Biasanya, komunikasi informal tidak didokumentasikan secara resmi seperti surat atau memo. Ini sering berupa percakapan lisan atau pesan teks tanpa catatan tertulis.

3. Terjadi Secara Alami: Komunikasi informal terjadi dengan sendirinya sebagai hasil interaksi sosial di antara anggota organisasi. Ini dapat terjadi di koridor, ruang kantor, pertemuan santai, atau bahkan di luar jam kerja.

4. Lebih Fleksibel: Komunikasi informal cenderung lebih fleksibel dan tidak terikat oleh prosedur atau protokol tertentu. Ini memungkinkan orang untuk berbicara dengan lebih bebas.

5. Pengaruh Kuat: Meskipun tidak resmi, komunikasi informal dapat memiliki pengaruh yang signifikan dalam organisasi. Ini dapat memengaruhi persepsi, budaya organisasi, dan pengambilan keputusan.

(14)

Contoh Komunikasi Informal dalam Organisasi:

1. Percakapan di Koridor: Karyawan bisa berbicara secara informal di koridor atau di sekitar area kerja tentang proyek, masalah, atau berita terbaru.

2. Obrolan di Kantin: Banyak interaksi informal terjadi di kantin saat istirahat atau makan siang, di mana karyawan bisa berbicara tentang berbagai topik termasuk pekerjaan.

3. Pesan Teks atau Obrolan Online: Karyawan bisa menggunakan pesan teks atau obrolan online untuk berkomunikasi secara informal dengan rekan kerja mereka tentang tugas atau proyek tertentu.

4. Gosip: Informasi atau kabar burung bisa menyebar secara informal melalui percakapan antar-karyawan, yang dikenal sebagai gosip.

5. Media Sosial: Komunikasi informal juga dapat terjadi melalui platform media sosial yang digunakan oleh anggota organisasi untuk berinteraksi di luar lingkungan kerja langsung.

6. Kumpul Bersama: Pertemuan sosial atau kumpul bersama di luar jam kerja sering menjadi tempat untuk berkomunikasi secara informal tentang berbagai topik.

Komunikasi informal dapat berperan sebagai saluran penting untuk pertukaran informasi, pemecahan masalah, berbagi pengalaman, dan memperkuat ikatan sosial antaranggota organisasi. Namun, perlu diingat bahwa komunikasi informal juga dapat memiliki potensi risiko jika digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau merugikan. Oleh karena itu, organisasi harus memastikan keseimbangan yang baik antara komunikasi formal dan informal serta mempromosikan komunikasi yang sehat dan bermanfaat dalam semua bentuknya.

(15)

 Media Saluran Komunikasi wahdipa

Lisan, tulisan, dan elektronik adalah tiga bentuk utama dari media atau saluran komunikasi yang digunakan untuk mentransmisikan pesan dan informasi dalam berbagai konteks. Setiap jenis saluran ini memiliki karakteristik dan kelebihan yang berbeda. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing jenis saluran komunikasi:

1. Komunikasi Lisan:

Definisi: Komunikasi lisan adalah bentuk komunikasi yang terjadi secara verbal melalui ucapan, pidato, percakapan, atau pertemuan langsung antara orang-orang.

Karakteristik:

1. Bersifat lisan dan tidak tertulis.

2. Lebih interaktif karena memungkinkan untuk tanya jawab dan diskusi.

3. Lebih cepat dalam penyampaian informasi.

4. Terkadang memiliki sifat non-verbal seperti ekspresi wajah dan bahasa tubuh.

Contoh: Pembicaraan tatap muka, rapat, panggilan telepon, wawancara, presentasi lisan.

2. Komunikasi Tulisan:

Definisi: Komunikasi tulisan adalah bentuk komunikasi yang menggunakan teks tertulis atau dokumen untuk menyampaikan pesan. Ini mencakup surat, memo, laporan, email, artikel, dan lain sebagainya.

Karakteristik:

1. Tertulis dan dapat direkam secara permanen.

2. Lebih formal dan terstruktur.

3. Memungkinkan klarifikasi dan referensi ulang pesan.

4. Memerlukan lebih banyak waktu dalam penyusunan dan pembacaan.

Contoh: Surat resmi, email bisnis, laporan penelitian, pesan teks, artikel, buku.

3. Komunikasi Elektronik:

Definisi: Komunikasi elektronik adalah bentuk komunikasi yang memanfaatkan teknologi elektronik untuk mentransmisikan pesan. Ini mencakup penggunaan komputer, internet, media sosial, dan berbagai aplikasi komunikasi online.

(16)

Karakteristik:

1. Bergantung pada perangkat elektronik dan jaringan komputer.

2. Memungkinkan komunikasi dalam waktu nyata atau asinkron (tidak real-time).

3. Dapat mencakup berbagai media seperti teks, gambar, suara, dan video.

4. Memungkinkan komunikasi dalam skala besar dan mencapai audiens yang luas.

Contoh: Email, obrolan online, media sosial (seperti Facebook, Twitter), panggilan video, pesan instan, webinar.

Keputusan untuk menggunakan saluran komunikasi tertentu tergantung pada konteks, tujuan komunikasi, audiens yang dituju, dan preferensi individu atau organisasi.

Masing-masing jenis saluran ini memiliki keunggulan dan keterbatasan masing- masing, dan seringkali kombinasi dari ketiganya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan komunikasi. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis, email bisa digunakan untuk komunikasi tulisan yang formal, sementara pertemuan tatap muka dapat digunakan untuk berkomunikasi secara lisan, dan media sosial dapat digunakan untuk komunikasi elektronik dalam waktu nyata dengan pelanggan atau pemangku kepentingan.

(17)

 Etika Komunikasi wahdipa

Etika komunikasi adalah gagasan moral yang berdampak cara komunikasi. Etika sendiri adalah prinsip yang mengatur tingkah laku manusia. Sedangkan komunikasi yaitu hubungan interaksi antara penerimaan pesan dan pengiriman pesan. Jadi dapat diartikan, etika komunikasi merupakan prinsip yang mengatur tentang hubungan interaksi antar manusia satu dengan yang lain. Secara umum, etika komunikasi berkaitan dengan moral good present dalam segala bentuk komunikasi manusia. Hal Ini termasuk komunikasi antar orang, komunikasi di media massa, dan komunikasi digital. Etika komunikasi mencakup kejujuran dalam komunikasi, menjaga kerahasiaan informasi, dan tidak membahas hal yang bersifat pribadi ataupun urusan orang lain di depan umum atau di depan pihak ketiga.

Etika atau persepsi akan benar atau salah tergantung pada suatu tindakan atau perilaku. Etika adalah suatu tipe pembuatan keputusan yang bersifat moral dan menentukan apa yang benar atau salah yang dipengaruhi oleh peraturan dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Etika mencakup hal-hal yang berkaitan dengan hakikat moral, prinsip-prinsip untuk membimbing masyarakat dalam berperilaku.

Etika komuniikasi membahas tentang nilai dan norma yang menjadi acuan masyarakat dalam berkomunikasi. Sederhananya, etika komunikasi mengacu pada komunikasi dengan cara yang jelas, singkat, jujur,serta bertanggung jawab.

Etika komunikasi dalam komunikasi organisasi adalah seperangkat norma dan prinsip yang mengatur perilaku komunikasi anggota organisasi dalam interaksi mereka dengan rekan kerja, atasan, bawahan, pelanggan, dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Etika komunikasi sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan profesional. Berikut adalah beberapa prinsip etika komunikasi dalam konteks organisasi:

1. Kehormatan dan Kejujuran: Kehormatan dan kejujuran adalah prinsip utama dalam etika komunikasi. Anggota organisasi harus berbicara dengan jujur dan tidak menipu atau mengelabui orang lain. Informasi yang salah atau menyesatkan dapat merusak reputasi individu dan organisasi.

(18)

2. Pentingnya Rahasia: Melindungi informasi rahasia dan data sensitif adalah bagian penting dari etika komunikasi. Anggota organisasi harus menghormati privasi dan kerahasiaan informasi yang mereka tangani.

3. Penghargaan terhadap Diversitas: Dalam lingkungan kerja yang semakin beragam, etika komunikasi mencakup penghargaan terhadap perbedaan budaya, agama, gender, dan latar belakang lainnya. Hindari komentar atau tindakan yang diskriminatif atau merendahkan.

4. Penghormatan Terhadap Waktu Orang Lain: Menghargai waktu orang lain adalah prinsip etika yang penting dalam komunikasi. Tiba tepat waktu untuk rapat atau janji adalah cara untuk menunjukkan penghargaan terhadap waktu orang lain.

5. Pengelolaan Konflik dengan Sopan: Konflik adalah bagian alami dari interaksi manusia. Namun, etika komunikasi mengharuskan penanganan konflik dengan sopan dan konstruktif. Hindari penghinaan, serangan pribadi, atau komunikasi yang merugikan dalam konflik.

6. Keteladanan oleh Pemimpin: Pemimpin organisasi harus menjadi contoh dalam menerapkan etika komunikasi. Mereka harus berkomunikasi secara terbuka, jujur, dan mematuhi standar yang sama yang mereka tetapkan untuk karyawan lain.

7. Ketepatan Pesan: Pesan harus dikeluarkan dengan tepat dan tidak menyesatkan.

Hindari penafsiran ganda atau ambigu yang dapat memicu kesalahpahaman.

8. Penggunaan Sumber Daya Organisasi yang Bertanggung Jawab: Etika komunikasi juga melibatkan penggunaan sumber daya organisasi dengan bijaksana. Jangan menyalahgunakan sumber daya seperti email, peralatan, atau fasilitas untuk kepentingan pribadi.

9. Kepedulian Terhadap Kesejahteraan Orang Lain: Etika komunikasi mengharuskan kita untuk peduli terhadap kesejahteraan dan perasaan orang lain. Hindari komentar yang merendahkan atau menyinggung.

(19)

10. Respek Terhadap Perbedaan Pendapat: Dalam lingkungan kerja yang memungkinkan beragam pandangan, etika komunikasi mencakup respek terhadap perbedaan pendapat. Diskusi yang sehat dan menghormati pendapat orang lain adalah nilai penting.

Mematuhi prinsip-prinsip etika komunikasi ini membantu membangun hubungan yang baik antaranggota organisasi, menciptakan atmosfer kerja yang positif, dan memelihara integritas organisasi. Etika komunikasi juga membantu menghindari konflik yang tidak perlu dan memastikan bahwa pesan disampaikan dengan cara yang efektif dan profesional.

(20)

Komunikasi integratif membantu menciptakan kolaborasi dan kesatuan di antara berbagai departemen atau unit dalam organisasi dengan beberapa cara:

1. Menciptakan Pemahaman Bersama: Komunikasi integratif memungkinkan berbagai departemen atau unit untuk berbagi informasi, gagasan, dan visi organisasi secara terbuka. Ini membantu menciptakan pemahaman bersama tentang tujuan, nilai-nilai, dan arah organisasi. Ketika semua anggota organisasi memiliki pemahaman yang serupa, mereka lebih cenderung bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.

Contoh Penerapan:

Misalnya, dalam sebuah perusahaan manufaktur, departemen produksi, departemen pemasaran, dan departemen logistik perlu bekerja sama untuk memastikan produksi yang efisien dan pengiriman produk yang tepat waktu. Komunikasi integratif di antara ketiga departemen ini memungkinkan mereka untuk:

- Membagikan perencanaan produksi dan jadwal pengiriman.

- Berkoordinasi dalam mengatasi perubahan permintaan pasar.

- Mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya logistik.

- Mengatasi masalah produksi yang mempengaruhi pengiriman.

Dengan komunikasi integratif, departemen-departemen ini dapat bekerja bersama- sama untuk mencapai tujuan perusahaan secara efisien dan memastikan kepuasan pelanggan.

Dengan demikian, komunikasi integratif memainkan peran penting dalam memfasilitasi kolaborasi, koordinasi, dan pemahaman bersama di antara berbagai elemen organisasi, yang pada gilirannya mendukung pencapaian tujuan bersama dan menjaga kesatuan dalam operasi organisasi.

Referensi

Dokumen terkait

Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya

Dalam komunikasi organisasi arah aliran informasi yang bersangkutan penting untuk diteliti karena untuk mengetahui bagaimana komunikasi yang mengalir dalam

Supaya dari aliran komunikasi organisasi tersebut dapat melihat model komunikasi organisasi yang mereka gunakan, dan dari model komunikasi organisasi tersebut

Untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai aliran komunikasi yang terjadi pada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Bisnis meliputi komunikasi Anda (ke atas dan

Kolega adalah teman atau rekan kerja. Jadi komunikasi dapat dilakukan secara horizontal, meliputi pola aliran dalam organisasi yang terjadi antara anggota-anggota kelompok kerja

PENUTUP Simpulan Arah aliran informasi layanan akademik terjadi secara formal melalui komunikasi vertikal arah aliran informasi secara berlangsung secara diadik mengalir dari kepala

komunikasi organisasi merupakan sebuah proses yang terjadi dalam suatu organisasi berupa penyampaian, penerimaan serta pertukaran informasi dan pesan yang dilakukan untuk mencapai

Komunikasi Internal adalah proses penyampaian pesan antara anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi... NOUVA DAHLIA Robbins 2007:325 menyatakan, ada 8 elemen