• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESA MARBUN TORUAN

N/A
N/A
PUPR Humbang Hasundutan

Academic year: 2024

Membagikan " DESA MARBUN TORUAN"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Analisis ini disusun sebagai bentuk rekomendasi pengembangan dan pengembangan potensi desa di Desa Marbun Toruan. Berdasarkan grafik 1, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan di Desa Marbun Toruan. Berdasarkan grafik 2, jumlah penduduk belum menikah lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk menikah di desa Marbun Toruan.

Berdasarkan grafik 9, sebagian besar penduduk Desa Marbun Toruan mempunyai mata pencaharian bertani dan memiliki lahan kurang dari 0,5 ha. Berdasarkan Gambar 11, sebagian besar penduduk Desa Marbun Toruan yang berpendidikan SLTA/sederajat memiliki usaha pengangkutan/pengangkutan.

Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Potensi Peternakan

Berdasarkan grafik 20, Desa Marbun Toruan mempunyai produksi ternak terbesar yaitu 1.907 kg daging per tahun. Potensi daging yang melimpah ini dapat dimanfaatkan untuk pangan atau dijual ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pangan. Ternak harus dirawat dengan baik agar daging yang dihasilkan dari hewan ternak tersebut memiliki kualitas terbaik dan dapat dijual dengan harga yang tinggi.

Berdasarkan grafik 21, Desa Marbun Toruan memiliki tiga jenis ternak terbanyak yaitu itik, ayam kampung, dan babi. Oleh karena itu, pola peternakan harus diperhatikan agar ternak di desa Marbun Toruan dapat diternakkan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal bagi perekonomian lokal di desa tersebut. Proses pembibitan ternak hendaknya dilakukan mulai dari pembibitan, pemberian pakan dan pengaturan kondisi kandang92.

Potensi Perkebunan

Oleh karena itu, menawarkan dan melatih produk-produk unggulan Desa Marbun Toruan menjadi penting agar masyarakat tidak terjebak dalam penjualan langsung potensi perkebunan unggulan, namun dapat diolah sehingga dapat memasuki industri yang lebih luas dengan beragam Produk yang berbeda. . . Berdasarkan grafik 23, Desa Marbun Toruan mempunyai potensi buah yaitu alpukat 3.350 kg, kopi 1.185 kg, dan mangga 1.510 kg per tahun95. Produk olahan yang bisa dibuat dari buah alpukat, kopi, dan mangga banyak sekali jenisnya, yaitu rujak, es krim buah, minuman segar, keripik, selai dan lain sebagainya96.

Berdasarkan grafik 24, Desa Marbun Toruan mempunyai potensi pangan berupa cabai sebesar 607 kg, disusul padi sawah sebesar 89 kg, dan bawang merah sebesar 36 kg setiap tahunnya. Desa Marbun Toruan dapat menyiapkan berbagai macam jajanan sambal, seperti sosis sambal, manisan sambal, sirup sambal, manisan sambal pedas, puding sambal, dll. Beras dataran rendah dan bawang merah juga dapat diolah menjadi ketan, bawang goreng dan berbagai macam olahan pangan lainnya.

Melanjutkan berbagai peluang yang ada di Desa Marbun Toruan, pelatihan pengolahan pangan, pengemasan dan promosi penjualan merupakan program kegiatan penting yang dapat dikembangkan di Desa Marbun Toruan agar penjualan potensi perikanan, peternakan, perkebunan dan hasil pertanian tidak hanya terhenti. dalam bahan baku, namun masyarakat juga dapat memberikan nilai tambah pada produk yang dijual.

Pengembangan Pariwisata Desa Marbun Toruan

Mengingat prioritas dana desa yang ditetapkan kementerian untuk desa PDTT adalah untuk meningkatkan investasi ekonomi, mendukung peningkatan perekonomian dari BUMDes, meningkatkan ketahanan pangan, bantuan hukum kepada masyarakat desa, meningkatkan kesehatan masyarakat, kegiatan pengelolaan hutan/pantai/desa dan edukasi pelestarian lingkungan hidup, sehingga Desa Marbun Toruan dapat memanfaatkan sumber daya desa tidak hanya untuk sektor pertanian, namun juga untuk sektor strategis seperti pariwisata. Letak geografis Desa Marbun Toruan yang strategis, keindahan alam, potensi wisata baik Air Terjun Janji di Desa Marbun Toruan maupun Istana Kerajaan Sisingamangaraja di Desa Sinambela hendaknya dijadikan peluang yang baik untuk mengembangkan potensi wisata melalui BUMDes guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan. warga Desa Marbun Toruan.

Penutup

ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN

  • GAMBARAN KONDISI PASAR/KEBUTUHAN PASAR
  • PRODUK/JASA YANG DIHASILKAN
    • KEUNGGULAN YANG DIMILIKI
    • TARGET PASAR
  • TARGET PENJUALAN .1. STRATEGI PEMASARAN
    • ESTIMASI PENCAPAIAN

Oleh karena itu kami memutuskan untuk membuat keripik dari buah alpukat dan menjadikannya salah satu oleh-oleh khas kampung Marbun Toruan yang bisa dipasarkan di beberapa kota besar di Indonesia. Selain khasiat rasanya yang unik, keripik alpukat ini juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Beberapa manfaat bahan yang terdapat pada buah alpukat adalah: Berdasarkan data yang diperoleh, produk keripik alpukat merupakan keripik dengan rasa yang unik dan keripik dengan berbagai manfaat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Keunggulan Keripik Alpukat adalah Orisinalitasnya, produk ini belum banyak beredar dipasaran, belum ada produsen besar yang membuat keripik dengan bahan dasar alpukat.

Biaya produksi keripik alpukat ini sangat murah karena diproduksi dalam skala kecil dan masih menggunakan alat sederhana dalam proses produksinya dengan mengandalkan kompetensi masyarakat desa Marbun Toruan. Produk ini juga mampu bersaing dengan produk serupa yang sudah ada di pasaran saat ini, Keripik alpukat ini mengikuti perkembangan zaman dengan mengembangkan makanan dalam bentuk yang lebih praktis dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, masyarakat desa akan dilatih memanfaatkan internet dan media sosial serta membuat akun Instagram, Twitter, dan Facebook untuk mengelola dan memasarkan produk keripik alpukat.

Salah satu caranya adalah dengan mengikuti kegiatan belanja atau acara lainnya. Mengikuti kegiatan belanja, pameran, pasar malam dan merayakan momen-momen tertentu akan memastikan produk keripik alpukat kami selalu memiliki pasar yang lebih luas. Untuk memperkenalkan produk keripik alpukat ini, kelompok dapat bergabung dengan komunitas yang masih penting bagi bisnis kami. Dalam menghitung biaya yang akan dikeluarkan kami menggunakan komposisi biaya bahan baku (Rp. biaya lain-lain (Rp. 20.000)) untuk menghasilkan total biaya.

Produk yang mempunyai segmen yang sama dengan produk kami adalah keripik nangka yang merupakan oleh-oleh khas sumatera.

RENCANA PENGEMBANGAN USAHA STRATEGI PRODUKSI

Jangan heran jika kas/modal perusahaan berkurang atau bahkan habis karena digunakan untuk keperluan pribadi.

ANALISIS DAMPAK DAN RESIKO USAHA

  • DAMPAK TERHADAP MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN SEKITAR Kelompok kami telah menganalisa baik buruknya produk yang akan kami buat
  • ANALISIS RESIKO USAHA

Saat ini di Indonesia kopi merupakan salah satu produk yang banyak dikembangkan di masyarakat, contohnya saat ini banyak kedai kopi yang buka dan dikunjungi banyak orang, kopi sendiri mempunyai banyak manfaat bagi tubuh misalnya membuat seseorang menjadi rileks, menambah stamina dan menghilangkan stress. . bahwa bahkan orang yang tidak menyukai kopi pun bisa menikmati aromanya. Gelang merupakan salah satu barang yang dijadikan aksesoris oleh para remaja, gelang juga menjadi salah satu barang yang sering dijadikan merchandise oleh banyak influencer saat ini. Parfum merupakan salah satu barang yang sangat banyak digunakan oleh para pria maupun wanita, hal ini terjadi karena terkadang masyarakat menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya jika tidak memakai parfum.

Sesuai dengan keadaan pasar, kami terinspirasi untuk membuat gelang beraroma kopi, karena menurut kami tidak ada gelang yang mempunyai wangi seperti parfum, gelang tersebut juga akan laris manis di pasaran, karena konsumen gelang tersebut tidak. terbatas. berdasarkan usia dan. Produk ini berbentuk parfum yang akan dikemas dalam bentuk gelang, dimana nantinya produk tersebut akan dijual dengan merek “Maco Perfume” yang merupakan kepanjangan dari Marbun Coffee Perfume. Alasan kami menggunakan merek ini adalah selain untuk mendeskripsikan parfum dan produk kopi, kami juga ingin mempromosikan nama desa tempat kopi tersebut diproduksi yaitu Morbun Toruan, sehingga ketika produk ini sampai ke kota lain atau masyarakat luas, masyarakat akan mengetahui produknya, yang berarti mereka juga akan mengetahui nama desanya.

Produk ini merupakan inovasi baru yaitu produk penghubung antara gelang dengan parfum dan kopi, serta dilengkapi dengan berbagai desain gelang yang unik dan wanginya tahan seharian. Kemasan dan desain produk akan dibuat seunik mungkin dan terus dikembangkan, artinya kami akan terus menciptakan desain gelang terbaru sesuai dengan tren dan keinginan pasar. Kualitas produk juga dibuat dengan baik, dibekali dengan tenaga kerja yang cukup dan biji kopi yang berkualitas, gelang parfum ini akan kami jadikan produk dengan nilai jual yang tinggi namun dengan harga yang terjangkau.

Sementara untuk pendistribusiannya, kami juga akan bekerjasama dengan beberapa toko souvenir, sehingga produk ini dapat didistribusikan dengan mudah.

Originalitas (belum pernah dibuat orang lain)

Relevansi (sesuai dengan kebutuhan masyarakat)

Marketable (dapat dikembangkan secara komersil)

User Friendly (praktis dan mudah digunakan)

Efisien (biaya produksi rendah)

  • ANTISIPASI RESIKO USAHA

Wilayah pemasaran yang akan direncanakan adalah selain mendistribusikan produk ke tempat-tempat wisata di desa Marbun, produk ini juga akan didistribusikan ke tempat-tempat wisata di wilayah Sumatera dengan sasaran yang dituju adalah wisatawan bahkan wisatawan mancanegara yang mengunjungi tempat wisata tersebut. Promosi yang akan kami lakukan adalah dengan menggunakan berbagai media, yang pertama adalah penggunaan media cetak seperti poster dan spanduk di berbagai titik di wilayah sumatera agar masyarakat mengetahui bahwa di desa ini terdapat toko yang menarik untuk dikunjungi, dengan menggunakan media sosial yang kedua seperti facebook dan instagram, di instagram kita akan memasang iklan di instagram story dan postingan instagram. Selain itu untuk kegiatan promosi awal kami juga akan mengajak kerjasama dari berbagai selebritis atau public figure untuk bekerjasama dalam mempromosikan Marbun Coffee Perfume. Strategi pertama yang akan kita gunakan adalah strategi Penetration Pricing yaitu untuk produk baru akan ditentukan harga awal yang rendah atau murah dengan tujuan untuk memperluas pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari konsumen.

Strategi kedua yang akan kami terapkan adalah odds pricing yang dapat mempengaruhi psikologi konsumen dengan memberikan harga ganjil atau sedikit dibawah harga yang telah ditentukan sehingga pembeli akan menganggap produk yang dibelinya lebih murah. Strategi ketiga yang akan kami berikan adalah potongan harga dengan menerapkan diskon volume yang hanya diperuntukkan bagi konsumen yang membeli dalam jumlah banyak. Kualitas yang akan kami tawarkan juga dapat diandalkan, kualitas akan kami jaga dengan mengolah biji kopi sebaik mungkin menggunakan bahan-bahan alami, setiap produk juga dibuat oleh tenaga kerja terlatih.

Selanjutnya kita juga perlu memperkirakan anggaran pengeluaran yang akan dikeluarkan agar tidak terjadi pemborosan keuangan perusahaan dan kegiatan operasional perusahaan tidak terhambat. Melakukan penelitian dan observasi apa saja kendala yang akan dihadapi pada saat usaha ini dimulai dan berkembang. Selain itu juga perlu memperhatikan izin AMDAL, apa akibat yang akan terjadi ketika perusahaan ini beroperasi dan berproduksi, sehingga dengan mengetahui hal tersebut anda dapat lebih memahami produksinya dan lebih berhati-hati.

Harapan kami, prediksi yang dibuat dapat mengurangi dan mencegah risiko yang akan dihadapi oleh parfum Kopi Marbun.

Referensi

Dokumen terkait

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Desa Kembang, Kabupaten Pacitan yang memiliki potensi besar pada hasil perkebunan, perikanan dan juga pariwisata.. Pelatihan-pelatihan

Sejalan dengan hal tersebut maka dipandang penting untuk dilakukannya pelatihan pembuatan peta administrasi desa secara digital dalam lingkup wilayah desa sebagai

Mengaplikasikan hasil riset unggulan perguruan tinggi sesuai dengan urgensi masyarakat desa; Memberikan penguatan potensi masyarakat.. desa melalui aplikasi hasil riset

Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada kajian tentang potensi, tantangan dan pengembangan produk unggulan desa karena dengan adanya program pengembangan produk

• Diperlukan upaya refocusing pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung produktivitas Desa, melalui: Pengembangan Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan

Pelatihan dan pendampingan penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Potensi Desa diharapkan dapat membantu masyarakat desa untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi

Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan program unggulan desa bagi aparatur pemerintah desa dengan materi yang mencakup aspek-aspek konseptual dan teknis

Potensi Paludikultur yang dapat dikembangkan Karena Sebagian lahan gambut di desa ini telah dimanfaatkan untuk perkebunan seperti sawit, dan lainnya, sehingga untuk potensi tanaman