Pengantar dan Peraturan
Pengatalogan serta Deskripsi Bibliografi
Nurlistiani, S.Sos., M.A.
09/03/2022
▪Pengantar Pengatalogan
▪Peraturan Pengatalogan
▪Deskripsi Bibliografi
Pengantar Pengatalogan
❑Mengenal bagian-bagian buku - Kulit buku (cover)
- Punggung buku - Halaman kosong
- Halaman judul singkat (half title) - Judul seri
- Halaman judul
- Halaman balik halaman judul (verso-recto) - Halaman persembahan (dedication)
- Kata pengantar - Daftar isi
- Pendahuluan
- Naskah (teks) - Indeks
- Bibliografi - Glossary - Kolofon
- Nomor pagina
▪Pengatalogan adalah proses pembuatan sarana temu
kembali informasi yang merupakan kegiatan merekan data bibliografi (pengarang, judul, tempat terbit, nama penerbit, jumlah halaman, dan lain sebagainya), serta penentuan
tajuk entri sebagai titik akses untuk pendekatan bahan
perpustakaan yang terdiri atas nama pengarang dan subjek serta titik pendekatan lainnya yang memungkinkan.
Peraturan Pengatalogan
▪AACR2 (Anglo American Cataloguing Rules Edisi 2)
digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan katalog dan bisa digunakan untuk semua jenis bahan
perpustakaan.
▪AACR2 merupakan perangkat peraturan yang fleksibel karena dalam AACR2 tersedia aturan yang bersifat
alternatif dan pilihan.
▪ Tahapan pengatalogan:
- Tahap pertama: mencatat terlebih dahulu data bibliografi bahan perpustakaan.
- Tahap kedua: menentukan titik askes yang meliputi penentuan tajuk entri utama, tajuk entri tambahan, dan bentuk tajuknya.
▪ Struktur peraturan dalam AACR2:
- Bagian pertama (part I): peraturan untuk membuat deskripsi bibliografi (description)
- Bagian kedua (part II): peraturan untuk menentukan titik askes (heading, uniform titles, and reference)
▪ Ketentuan umum dalam AACR2, yaitu peraturan untuk:
- Sumber informasi - Tanda baca
- Bahasa deskripsi
- Tingkatan deskripsi - Pola deskripsi
- Singkatan - Huruf besar
- Ketidakakuratan kata-kata
Deskripsi Bibliografi
▪ Daerah dan Unsur-Unsur Deskripsi
▪ Standar Format Data Bibliografi
Daerah dan Unsur-Unsur Deskripsi
▪ Daerah judul dan keterangan penanggung jawab
▪ Daerah edisi
▪ Daerah data khusus
▪ Daerah penerbitan
▪ Daerah deskripfi fisik
▪ Daerah seri
▪ Daerah catatan
▪ Daerah nomor standar (ISBN)
Dalam menentukan setiap daerah terdapat beberapa ketentuan yang harus diperhatikan di antaranya adalah dalam penulisan serta unsur-unsur yang harus
dicantumkan. Unsur-unsur untuk setiap daerah meliputi:
▪ Daerah judul dan pernyataan tanggung jawab: terdiri atas unsur-unsur judul sebenarnya, judul lain (termasuk judul paralel, anak judul), dan pernyataan tanggung
jawab.
▪ Daerah edisi: terdiri atas unsur-unsur edisi dan
pernyataan pengarang yang khusus terkait pada edisi tersebut.
▪ Daerah data khusus: daerah ini tidak digunakan untuk monograf/buku tercetak, tetapi digunakan untuk
penomoran dalam terbitan berseri dan bahan nonbuku lainnya.
▪ Daerah penerbitan: terdiri atas unsur-unsur tempat terbit, nama penerbit, dan tahun terbit.
▪ Daerah deskripsi fisik: terdiri atas unsur-unsur jumlah satuan fisik, pernyataan ilustrasi, ukuran, dan
pernyataan bahan tambahan.
▪ Daerah seri: terdiri atas unsur-unsur judul seri, keterangan seri lainnya, ISSN (International Standard Serial Number), nomor seri. Setiap seri disalin dalam tanda kurung biasa.
▪ Daerah catatan: meliputi hal-hal penting, tetapi tidak dapat dinyatakan dalam daerah deskripsi sebelumnya.
Pencatatannya dimulai pada paragraf baru dalam deskripsi bibliografi. Pengatalog bebas dalam
menentukan mengenai apa yang dimasukkan dalam daerah catatan.
▪ Nomor standar dan keterangan pengadaan: terdiri dari nomor ISBN (International Standard Book Number) dan harga buku tersebut.
Standar Format Data Bibliografi
▪
MARC (Machine Readable Cataloging)
▪
Dublin Core
MARC (Machine Readable Cataloging)
▪MARC adalah suatu format cara menuliskan data
bibliografi pada sistem komputer yang diperkenalkan Library of Congress pada tahun 1968.
▪MARC menggunakan ISO 2907 sebagai standar pertukaran data elektronik.
▪Tujuan dibuatnya MARC untuk mengatur standar format database agar memudahkan sistem pertukaran data
elektronik terutama untuk buku.
▪MACR versi Indonesia dikenal dengan nama INDOMARC.
Dublin Core
▪Dublin core adalah standar format penulisan metadata atau database untuk sharing bahan pustaka digital.
▪Format ini banyak digunakan dalam membangun metadata bahan pustaka digital pada sistem
perpustakaan digital untuk tujuan sharing bahan pustaka digital melalui internet.
▪Dublin core dikembangkan sejak tahun 1995 di Dublin OHIO Amerika Serikat.
▪Dublin core lebih sederhana dibandingkan dengan MARC.