PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Hal ini tidak lepas dari peran Pemerintah Desa Sintung yang mampu mengelola Desa dengan berbagai program Desa yang sebelumnya merupakan visi dan misi yang dijanjikan. Namun seiring dengan perubahan Pemerintahan Desa, keharmonisan dalam masyarakat Desa Sintung mulai hilang. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, masyarakat Desa Sintung sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap Pemerintah Desa.
Berdasarkan hal tersebut, terjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Hal ini disebabkan beberapa hal, termasuk proses pemilihan kepala desa Sintung yang berlangsung beberapa bulan lalu.
Rumusan Masalah
Bentuk penguatan identitas keagamaan pemerintah desa Sintung dalam meraih kepercayaan masyarakat. Terdapat 39 TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) yang berlokasi di Desa Sintung. Pemerintah Desa Sintung saat ini banyak menyelenggarakan kegiatan keagamaan tidak hanya melalui kegiatan keagamaan saja seperti zikiran, hiziban, kelompok selakaran dan pembuatan doa dan lain-lain.
Suatu bentuk penguatan identitas keagamaan pemerintah desa Sintung untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Memfasilitasi dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti zikiran, hiziban, serakalan dan berzanji dan TPQ.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Umat beragama adalah orang yang memimpin sekelompok umat beragama dalam melaksanakan kegiatan peribadatan atau kegiatan keagamaan lainnya. Tokoh masyarakat adalah orang-orang yang mempunyai pengaruh dan dihormati masyarakat karena kemampuan dan keberhasilannya. Pemimpin pemuda adalah orang-orang yang mempunyai pengaruh dan terlibat dengan kaum muda karena keterampilan dan kinerja mereka.
Ini adalah sekelompok orang yang hidup dan bekerja bersama dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga mereka dapat mengorganisasikan diri mereka sendiri dan menganggap diri mereka sebagai sebuah unit sosial dengan batas-batas yang jelas, orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan, atau sebuah unit manusia yang muncul dari sifat yang sama. sama.
Telaah Pustaka
Sedangkan penelitian yang akan dikaji oleh peneliti adalah tentang penguatan identitas keagamaan desa Sintung untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui kegiatan keagamaan yang sudah ada sejak lama seperti hiziban, zikiran, doa yang menjadi kearifan lokal di Lombok. Basuki Rahmat, mahasiswa Jurusan Studi Filsafat Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya dengan judul “Identitas Keagamaan Dalam Pemilihan Kepala Desa Wonosari Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun 2013”.7 M. 7M.Basuki Rahmat, “Identitas Keagamaan pada Pemilihan Kepala Desa Wonosari Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun 2013”, (Surabaya, Fakultas Ušuludin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2017), Hal. 72.
Sedangkan penelitian yang akan dikaji oleh peneliti adalah tentang Penguatan Identitas Keagamaan Pemerintah Desa Sintung untuk meraih kepercayaan masyarakat melalui kegiatan keagamaan yang sudah berlangsung sejak lama seperti hiziban, dzikir, memanjatkan doa yang sudah menjadi kearifan lokal. di Lombok.
Kerangka Teori
- Teori Ashabiyah
- Identitas Keagamaan
- Penguatan Identitas Keagamaan
- Kegiatan-Kegiatan Keagamaan
- Hubungan Pemerintah Desa Dengan Kegiatan-Kegiatan
- Meraih Kepercayaan Masyarakat
Namun pada penelitian sebelumnya, penelitian mengenai identitas keagamaan sebagai penggunaan identitas disebabkan oleh pemilihan kepala desa dari dua calon kepala desa yang berasal dari dua agama. Identitas keagamaan diperoleh seseorang karena seseorang mewakili dirinya dengan melakukan upacara atau ritual keagamaan.15 Identitas keagamaan ditandai dengan ritual yang dilakukan oleh penganut agama tersebut. Identitas keagamaan memerlukan komitmen, artinya label agama yang melekat pada diri seseorang menuntut ia untuk berkomitmen dan konsisten dalam menjaganya agar identitas tersebut tetap melekat pada dirinya.
15 Bintang Rabbani Aji''Identitas Keagamaan Anggota Komunitas Islam Kewajen Kali Tanjung di Desa Tambaknegara'' (Semarang, disertasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, 2017), hal.17.
Metode Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Sumber dan Jenis Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Keabsahan Data
Hubungan kekerabatan dalam masyarakat membentuk suatu mata rantai hubungan sosial yang pada prinsipnya bertumpu pada prinsip-prinsip umum sebagai media dalam menyelenggarakan hubungan saling percaya.29 Termasuk hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan seminggu sekali bagi masyarakat desa akan memperoleh dorongan spiritual dan mempererat hubungan antar masyarakat, selain itu pemerintah desa akan dengan mudah mengkoordinasikan dan memajukan kegiatan keagamaan. Dengan kata lain penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat sesuatu, mengungkapkan peristiwa atau fakta, fenomena, variabel dan keadaan yang sedang berlangsung pada saat penelitian dilakukan.
Sumber data adalah tempat diambilnya data, sebagaimana dikemukakan oleh Suharsimi bahwa: “Sumber data adalah obyek penelitian yang dilampirkan data itu berupa benda, gerak, orang, tempat dan sebagainya.” Kualitatif adalah kata-kata atau tindakan, selebihnya merupakan data tambahan seperti Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari pihak-pihak terkait melalui observasi langsung dan wawancara. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari buku, jurnal, dokumentasi kegiatan ritual yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat, serta dokumen laporan lain yang diperlukan terkait dengan permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini.35.
Metode pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan dalam upaya memperoleh dan mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dokumentasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mencari data mengenai variabel penelitian berupa catatan atau dokumen, transkrip, buku, dan lain-lain.
Menurut Bogdan dan Biklen, analisis data adalah suatu upaya yang dilakukan dengan cara memilah-milahnya menjadi satuan-satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting. Memperbaiki kembali data yang diperoleh dan menambah kekurangannya dengan melakukan observasi pengumpulan data secara berulang-ulang dalam upaya memenuhi kriteria keandalan data dengan cara membandingkan dengan data yang ada guna menyempurnakan data yang belum lengkap.
Sistematika Pembahasan
- Rencana Penelitian
Membandingkan data hasil wawancara antara informan satu dengan informan lainnya dan dokumentasi dengan reliabilitas yang terdapat di lapangan (tepatnya triangulasi data).40.
PAPARAN DAN TEMUAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Desa Sintung didirikan pada tahun 1812 oleh Raden Taham yang berasal dari Desa Rembitan pada masa Kerajaan Bali dipimpin oleh Raja Anak Agung Ngurah. Desa Sintung mempunyai luas 481.166 Ha yang terdiri dari lahan pertanian 31,66 Ha, lahan perkebunan 89,32 Ha, kuburan 0,83 Ha, dan sisanya lahan pemukiman dan pekarangan.43. Keagamaan masyarakat di desa Sintung merupakan desa yang penuh dengan adat istiadat yang sangat jelas terlihat dari aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan fakta yang ada, masyarakat Desa Sintung merupakan masyarakat yang mayoritas beragama Islam, sehingga nuansa keislaman terlihat jelas dalam setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan masyarakatnya. Berdasarkan fakta geografis, Desa Sintung merupakan desa agraris yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan buruh tani. Lahan pertanian di Desa Sintung merupakan hak milik sendiri dan dikelola sendiri dengan menggunakan jasa buruh tani lainnya dengan sistem pembayaran yang disesuaikan dengan tingkat pekerjaan.
Dari tabel diatas Desa Sintung juga mempunyai kesenian walaupun tidak banyak namun adat istiadat masyarakat disana masih ada dan dilestarikan. Penduduk Desa Sintung sebagian besar terdiri dari suku Sasak, namun terdapat beberapa suku lain seperti suku Jawa, Samawa dan Ambojo. Desa Sintung menganut sistem kelembagaan pemerintahan desa demokratis yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kerja nyata mewujudkan masyarakat desa yang aman, tenteram dan sejahtera di Sintung berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.” Salah satu program pemerintah desa Sintung adalah Posyandu yang terus dilaksanakan setiap satu bulan sekali. dilaksanakan di setiap dusun di Desa Sintung.
Bentuk Penguatan Identitas Keagamaan Pemerintah Desa
Kelompok peringatan yang diadakan pada Rabu malam ini kini beranggotakan 45 orang dan biasanya berjumlah 38 orang atau bahkan lebih. Sedangkan kelompok memorial yang acaranya dijadwalkan pada Kamis malam berjumlah 50 orang dan terkadang hadir 40 orang, terkadang lebih atau kurang. Kepala dusun mengatakan kelompok peringatan yang direncanakan pada Jumat malam itu beranggotakan 82 orang dan dapat dihadiri sebanyak 60 orang atau lebih.
Sedangkan kelompok peringatan Rabu malam beranggotakan 47 orang dan biasanya hadir 30 anggota atau lebih. Kelompok peringatan Jumat malam memiliki 43 anggota dan biasanya dihadiri sekitar 40 orang atau lebih. Jumlah anggota rombongan memorial di Dusun Sintung Timur Mekar yang dijadwalkan Senin malam ini berjumlah 40 orang, dan yang ikut boleh lebih dari jumlah anggotanya atau tidak.
Kelompok peringatan Minggu malam sekarang memiliki 53 anggota dan mungkin lebih sedikit orang yang hadir. Nuzul memiliki grup yang rakus dan jumlah anggotanya 80 orang dan hadir sekitar 60 orang atau lebih dan jadwalnya berlangsung pada Senin malam. Baharudin mengatakan, kelompok rakus yang digelar pada Minggu malam ini beranggotakan lebih dari 100 orang dan dihadiri lebih dari 90 orang.
Ahmad Madani mengatakan, jadwal kelompok rakus yang digelar Senin malam ini beranggotakan 90 orang dan jumlah pesertanya bisa lebih dari 70 orang atau kurang. Dusun Kebun Nyiur Pak Sailah mengatakan, kegiatan yang dilakukan pada Jumat malam ini anggotanya berjumlah 90 orang dan yang hadir biasanya 76 orang, kadang kurang.
Pola Penguatan Identitas Keagamaan Pemerintah Desa
PEMBAHASAN
Bentuk Penguatan Identitas Keagamaan Pemerintah Desa
Subjek penelitian ini adalah kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, masyarakat, serta kegiatan keagamaan di wilayah Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kajian sosiologi sosial yang menghubungkan penguatan identitas keagamaan dengan perolehan kepercayaan masih jarang dilakukan. Sedangkan penelitian sebelumnya telah membahas tentang identitas keagamaan masyarakat Islam Jawa, suatu tradisi masyarakat Jawa yang diturunkan dari nenek moyang sejak zaman dahulu.
Dalam konteks Desa Sintung, zikiran merupakan kegiatan rutin masyarakat Desa Sintung dan mempunyai kelompok dan yang ikut biasanya adalah laki-laki segala usia yang mengikuti acara tersebut. Dalam konteks Desa Sintung, hiziban merupakan rutinitas yang ada di Desa Sintung ketika ada acara khitanan, pernikahan, kelahiran dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Terdapat pada BAB I pendahuluan dimana peneliti mengungkapkan konteks atau latar belakang permasalahan, dalam hal ini peneliti menguraikan permasalahan bagaimana “memperkuat jati diri keagamaan Pemerintah Desa Sintung untuk memperoleh kepercayaan masyarakat” dan memuat fokus kajian, tujuan dan keuntungan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran-saran
Kegiatannya dilakukan di masjid dan rumah warga Desa Sintung yang mengadakan acara tersebut. Berdasarkan wawancara dengan tokoh pemuda Wahyu (23)84, beliau mengatakan bahwa “dengan menggalakkan dan mendukung penuh kegiatan keagamaan di Desa Sintung, pemerintah akan terlihat baik dan dipercaya oleh masyarakat. Peneliti memfokuskan penelitiannya di Desa Sintung, masih banyak masyarakat yang kurang percaya terhadap pemerintah desa yang hanya menjabat sebagai kepala desa.
Dengan menggunakan sistem kepemimpinan demokratis, pemerintahan Desa Sintung tidak lepas dari penyelenggaraan musyawarah yang melibatkan peran masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Dari bentuk kegiatan keagamaan tersebut, masyarakat dan Pemerintah Desa dapat saling berinteraksi dan menyampaikan pendapat mengenai permasalahan yang ada di Desa Sintung serta mencari solusi untuk Desa Sintung yang lebih maju. Semua ini merupakan program yang dirancang oleh Pemerintah Desa dan RPJMD Desa Sintung saat ini.
Berdasarkan konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan dan manfaat penelitian serta analisis, maka dapat disimpulkan bahwa: Bentuk penguatan identitas keagamaan pemerintah desa Sintung untuk mencapai kepercayaan masyarakat. Pemerintah desa Sintung hendaknya memanfaatkan kedudukannya sebagai pemimpin dengan baik, sedangkan perangkat desa hendaknya membantu kepala desa dalam mencapai tujuan pemerintahan desa. Masyarakat desa Sintung hendaknya ikut serta menyelesaikan program-program yang dirancang oleh pemerintah desa dengan harapan pemerintah dapat bergerak ke arah yang lebih progresif.