• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB III.docx"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

SETTING WILAYAH PENELITIAN

A. Sejarah Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah

Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah terletak di daerah Suak Bujang Rt 03 Rw 01 Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang. Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah adalah sekolah alternatif yang menjadi kebanggaan masyarakat desa Suak Bujang.

Menurut bapak Mahisin Latif yang merupakan salah satu pendidri madrasah ini, juga mantan Kepala Madrasah dan juga pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Madrash Nurul Hidayah. Cikal bakal berdirinya madrasah ini pada tahun 1956. dimana Suak Bujang waktu itu memang sudah ada kegiatan belajar-mengajar, namun belum berbentuk sekolah, masih berbentuk pengajaran dari rumah ke rumah, yang diadakan seminggu sekali, pada pagi hari dilaksanakan oleh anak-anak dan pada sore harinya oleh orang tua, tenaga pengajarnya adalah Bapak Mahisin Latif Sendiri.1

Pada tahun 1960 atas dasar gagasan bapak Mahisin Latif dan disetujui oleh para pemuka masyarakat diadakan musyarah untuk membangun tempat belajar, akhirnya dibangunlah gubuk yang beratap daun dan berdinding bambu yang berdiri dua lokal untuk tempat belajar, maka belajar menjadi tiga kali seminggu tanpa dipungut

1 Hasil wawancara dengan Ristandi,S.Ag.( Ketua Yayasan MI Nurul Hidayah).Tgl 30 Mei 2014

(2)

bayaran, kegiatan belajar-mengajar ini dinamakan Darma Bakti, pada saat itu bapak Mahisin Latif dibantu oleh bapak Moh Nawawi, bapak Rasyidin, bapak Hakim sebagai pengajarnya. Pada tahun 1961 untuk meningkatkan cara belajar mengajar maka Darma Bakti diganti dengan nama (SDI) Sekolah Dasar Islam yang dikepalai oleh Bapak Moh Nawawi, dan tenaga pengajarnya tetap seperti yang telah disebutkan diatas, kegiatan belajar mengajar.2

Pada tahun 1965 atas ide dari bapak Moh Nawawi diadakanlah musyawarah dengan masyarakat untuk mendidrikan gedung belajar, ternyata ditanggapi oleh masyarakat kemudian dibangulah gedung secara gotong royong dan dananya dari masyarakat, kemudian dibangunlah gedung swadana masyarakat setelah itu kegiatan belajar mengajar berubah nama menjadi Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah.

Pada tahun 1966 bapak Moh Nawawi meminta guru PNS ke Kanwil Depag, nmaun tidak terpenuhi, akhir tahun 1966 pak Mahisin mengikuti tes UGA (Ujian Guru Agama) ternyata lulus dan ditempatkan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah tersebut. Pada tahun 1976 guru PNS bertambah lagi dua orang yakni pak Rustam Edy dan ibu Sena yang berasal dari desa Suak Bujang sendiri. Pada tahun 1970 bapak Moh Nawawi pension, kemudian kepala sekolah dijabat oleh pak Mahisin Latif.3 Pada tahun 1975 Madrasah Ibtidaiayah ingin di

(3)

negerikan oleh pemerintah, namun masyarakat menolak dengan alasan kalau madrasah sudah negri gurunya akan didominasi oleh PNS dan guru honor akan tersingkirkan sedang guru honor sudah banyak jasanya pada madraah ini, akhirnya madrasah dijadikan filal MIN 2 Pakjo (cabang dari sekolah MIN 2).

Pada tahun 1996 diadakan akreditasi sekolah, akhirnya status madrasah kembali ke swasta murni, dengan status diakui dan berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Hidayah sampai sekarang. Tepat pada bulan 2003 bapak Mahisin Latif Pensiun sebagai kepala madrasah dan ketua yayasan. Kemudian yayasan diketuai oleh bapak Drs. Darmawi Hasibuan dan pada saat itulah diadakan musyawarah yang terdiri dari yayasan dan para guru untuk memilih kepala madrasah. Akhinya dengan cara dipilih secara langsung maka terpilih ibu Herniarlaili, S.Pd.I sebagai kepala madrasah, tepatnya pada bulan Juli tahun 2004. tidak berapa lama kemudian bapak Drs.

Darmawi Hasibuan mengundurkan diri sebagai ketua yayasan, sehingga ketua yayasan kembali dipegang oleh bapak Mahisin Latif, pada tahun 2008 bapak Mahisin Latif meninggal maka ketua Yayasan di pimpin oleh oleh Bapak Rustam Eddy, kemudian pada tahun 2010 bapak Rustam Eddy meninggal maka ketua Yayasan diganti oleh bapak Ristandi, S.Ag, hingga sekarang. Sedangkan kepala madrasah

(4)

tetap dipegang oleh ibu Herniarlaili, S.Pd.I sampai saat ini.4 Madrasah Nurul Hidayah mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut :

Adapun visi sekolah di MI Nurul Hidayah Palembang adalah “ terwujudnya peserta didik, cerdas terampil berprestasi bidang ilmu dan agama serta berakhlak islami.” Adapun yang termasuk dalam Indikator pencapaian misi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memperoleh nilai Ujian Sekolah/Nasional Tengah 6.0 2. Diterima di SMP Negeri dan MTs 75 %

3. Lancar membaca Al-qur’an dan ayat-ayat pendek 30 % 4. Memiliki keterampilan dalam bidang kepramukaan 5. Memilili keterampilan dalam bidang kesenian

6. Terampil melaksanakan kegiatan keagamaan sehari-hari di masyarakat

7. Kwalitas akhlak islami meningkat

8. unggul dalam kegiatan-kegiatan belajar-mengajar

Adapun yang menjadi misi sekolah MI Nurul Hidayah Palembang adalah sebagai berikut :

1. Upaya mengembangkan potensi SDM Guru, diadakan pelatihan, MGMP dan penataran bidang agama dan umum 2. Mengembangkan ,mendorong, membantu untuk menggali

(5)

3. Menumbuhkan kembangkan dan pengahayatan tenatang islami yang nampak dalam kehidupan sehari-hari

4. Mengoptimalkan pelaksanaan PBM secara objektif dan menyenangkan

5. Mengoptimalkan hasil belajar dengan menambahkan jam belajar dan tri out

6. Menciptakan suasana islami di lingkungan Madrasah

7. Mendorong guru, siswa disiplin dengan hati yang ikhlas boleh menjalankan tugas di MI Nurul Hidayah

8. Memberi bekal kemampuan dasar yang di perlukan bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

B. Keadaaan Guru dan Tenaga Administrasi

Pada umumnya guru di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah sudah mencukupi, baik dari segi jumlah maupun kualitas gurunya, karena basis pendidikannya sudah memadai yaitu pendidikan keguruan. Adapaun jumlah guru Madrasah Ibtidaiayah Nurul Hidayah dari kelas I-VI terdiri atas 16 orang, dengan jumlah kelas ada 7 sebab kelas I tahun ini ada 2 kelas yaitu kelas Ia dan Ib. Setiap kelas dipegang oleh 2 orang guru kelas.

(6)

Tabel.1

Kedaaan Guru MI Nurul Hidayah 2013-2014 N

O

Nama NIP Jabatan Ijazah

Terakhir

1 Herniarlaili, S.Pd.I 196910111994032002 Kepsek S1 PAI 2 Kusniarti, S.Pd.I 197006031994032001 W.K S1 PAI 3 Rusnani, S.Pd 197812092005012004 Bendahara S1 MTK

4 Sumiati, S.Pd 197107072005012004 Guru S1 B.Ind

5 Sahlan Jamidin - W.Siswa PGAN

6 Utsman, S.Ag - Guru S1 PAI

7 Hj.Rini Marwiyah, S.Pd.I - Guru S1 PAI

8 Kartini, S.Pd.I - Guru S1 PAI

9 Savitri, S.Pd - Guru S1 B.Ing

10 Murni Hidayati, S.Pd.I - Guru S1 PAI

11 Rohatik S.Pd.I - Guru SI PAI

12 Uci Herawati S.Pd - TU S1 B.I

13 Rizki Amalia S.Pd - Guru B.Ind

Sumber : Dokumentasi MI Nurul Hidayah Kecamatan Gandus Palembang.

1 Juni 2014.

C. Keadaan Sarana dan Prasarana yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Palembang

a. Sarana Fisik

Yang dimaksud dengan sarana fisik disini adalah gedung sekolah tempat para siswa belajar. Maka di Madrasah Ibtidaiyah

(7)

Selain itu juga madrasah ini memiliki kantor sebagai tempat pusat administrasi, tempat istirahat para guru dan sekaligus tempaat piket guru, kantor ini letaknya terpisah dari gedung lokal belajar.

Tabel.2 Keadaan Fisik

No Uraian Jumlah Ket

1 2 3 4 5 6 7 8

Gedung Ruang Belajar

Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru

Ruang Perpustakaan Wc Siswa

Wc Guru

Lapangan upacara

3 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 unit 4 unit 1 unit 1 unit

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Sumber : Dokumentasi MI Nurul Hidayah. Kecamatn Gandus.

Palembang. 1 Juni 2014

b. Prasarana

Prasarana yang dimaksud adalah fasilitas belajar yang dapat di pindah-pindahkan dengan mudah,serta dapat menunjang kelancaran proses belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiayah Nurul Hidayah Palembang. Untuk lebih jelas perhatikan tabel berikut.

Tabel.3

Keadaan Sarana Prasarana

(8)

No Uraian Jumlah Ket 1

2 3 4 5 6 7 8 9

10 11 12 13 14 15 16 17

Lemari

Alat Pratekum Komputer Laptop

Meja dan kursi Guru Kursi

Meja Dispenser Kompor Gas

Lapangan Olahraga Meja Tennis

Bola volley Bola Kaki Matras Raket

Lemari koperasi Lemari kantor

8 unit 2 unit 2 unit 1 unit 8 unit 220 unit 110 unit 1 buah

1 unit 1 unit 1 unit 2 buah 1 buah 2 buah 4 buah 1 unit 4 unit

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Sumber : Dokumentasi MI Nurul Hidayah. Kecamatan Gandus.

Palembang. 1 Juni 2014

D. Keadaan Siswa

(9)

masyarakat Suak Bujang itu sendiri maupun daerah-daerah lainnya untuk menyekolahkan anak mereka di madrasah ini. Padahal madrasah ini berdampingan dengan Sekolah Dasar negeri, tetapi masyarakat lebih memilih madrasah ini karena madrasah ini menyajikan materi agamanya lebih banyak dari materi di sekolah dasar. Hal lain yang menunjang adalah tempat yang strategis mudah dijangkau, sehingga dari tahun ketahun jumlahnya selalu meningkat.

Tabel.4

Nama siswa kelas V MI Nurul Hidayah Palembang

No. Nama Jenis

Kelamin

1. Anita P

2. Siti Anisa P

3. Abib Wahidin L

4. Atika Rahmah P

5. Dino Prasetia L

6. Intan Amelia P

7. Intan Berliana P

8. Junita Dwi Pebrianti P

9. M. Fajar Armando L

10. Merlin Aprilia P

11. Nur Ajizah P

12. Nita Natalia P

13. Rama Pratama L

(10)

14. M. Rafi Ananda L

15. Rivan Deska L

16. Sheren Ananda P

17. Sultan Santana L

17. Sofwatillah Khoiri L

19. Tuti Rukmana P

20. Vergiawan L

21. Widya Lestari P

22. Yasirul Huda L

23. Darma Saputra L

24. Madason L

25. Ferdiansyah L

26. Adi Fahrudin L

27. Akbar Wijaya L

28. Aayatullah Omar L

c. Indikator Keberhasilan

Indicator keberhasilan tindakan ditetapkan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM). Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) mata pelajaran IPS kelas V MI Nurul Hidayah Palembang adalah 70.

Indikator keberhasilan ditunjukkan apabila hasil belajar siswa meningkat setiap siklusnya dan mencapai 90% dari Kriteria Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) > 70.

Referensi

Dokumen terkait

Iman anak yang belum kokoh dan mereka sedang mencari indentitas diri mereka maka perlu diadakan kegiatan yang ‘menjawab’ persoalan diatas agar mereka dapat menjadi

Perhitungan terhadap jumlah batang dilakukan setiap seminggu sekali yang dilakukan pada umur 7 hari setelah tanam, kemudian dilanjutkan pada 14 HST, 21 HST, dan 28 HST dengan

dipindahtugaskan ke Langsa, sehingga mereka menjalani commuter marriage. Biasanya suami respoden pulang sekali seminggu selama dua sampai tiga hari. Selama ditinggal suaminya

banyak tenaga kesehatan maupun pelayanan kesehatan (termasuk Rumah banyak tenaga kesehatan maupun pelayanan kesehatan (termasuk Rumah Sakit) yang belum mendukung

Kata humas adalah merupakan singkatan dari Hubungan Masyarakat, belum ada ilmuan yang dapat menafsirkan arti kata humas dengan memuaskan karena memang banyak

Bangunan rumah dinas tipe A dan B; atau rumah dinas C, D, dan E yang bertingkat lebih dari 2 lantai, rumah negara yang berbentuk rumah susun;.. TIPE C RUMAH NEGARA PAGAR TIPE A GEDUNG

Jadi beberapa strategi harus diambil seperti organisasi ruang mengajar, pengurusan masa, teknik yang diguna pakai supaya kaedah pengajaran dan pembelajaran di rumah dapat dijalankan

3.2 Kerangka Operasional Gambar 3.1 Kerangka Operasional Penelitian Studi Eksploratif Karakteristik Kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen Kabupaten Malang