• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dhuha Safria 200611017 SKRIPSI - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Dhuha Safria 200611017 SKRIPSI - IBS Repository"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Perumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh store atmosfer terhadap perilaku pembelian konsumen pada J.CO cabang Senayan City. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh store atmosfer terhadap perilaku pembelian melalui sentimen konsumen pada J.CO cabang Senayan City.

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan Skripsi

Bab ini memaparkan metode penelitian yang akan digunakan yaitu alat analisis, periode pengumpulan data untuk menentukan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik pengolahan data yang akan diterapkan dalam penelitian ini. Deskripsi ringkasan hasil analisis dan evaluasi data, yang akan menjelaskan kesimpulan dan usulan yang akan disampaikan kepada perusahaan sehubungan dengan permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini.

LANDASAN TEORITIS

Retail

Dalam bukunya 'Consumer Behavior', Olson menggambarkan citra toko sebagai apa yang konsumen pikirkan tentang sebuah toko. Namun, citra toko perlu diubah untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku belanja konsumen dan untuk menghadapi persaingan.

Experiential Marketing

Indra manusia dapat digunakan dalam tahap pengalaman (pra pembelian, pembelian, dan pasca pembelian) untuk mengonsumsi suatu produk atau jasa. Dan jenis respon yang terakhir, evaluasi terhadap suatu produk atau konsep lain (misalnya suka) seringkali merupakan respon afektif yang lemah, disertai dengan tingkat pergerakan yang rendah (kadang tidak terasa sama sekali).

Gambar 2.1 Sixteen Types of Consumption Emotions
Gambar 2.1 Sixteen Types of Consumption Emotions

Perilaku Konsumen

Dapat dijelaskan bahwa perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan aktivitas fisik individu, yang kesemuanya terlibat dalam penilaian, perolehan, penggunaan atau penolakan suatu barang dan jasa. Dalam memperlakukan pengambilan keputusan konsumen sebagai pemecahan masalah, kita berasumsi bahwa konsumen mempunyai tujuan (konsekuensi yang diinginkan) yang ingin mereka capai atau puaskan. Dalam bukunya “Consumer Behavior”, J. Paul Peter dan Jerry C. Olson menguraikan model pemecahan masalah umum yang menjelaskan lima tahapan atau proses dasar sebagai berikut.

Pengambilan Keputusan Ekstensif biasanya melibatkan sejumlah besar perilaku pencarian yang diperlukan untuk mengidentifikasi pilihan alternatif dan mencari kriteria pilihan yang akan digunakan untuk mengevaluasi. Pengambilan keputusan yang komprehensif juga melibatkan keputusan pilihan ganda dan upaya kognitif dan perilaku yang signifikan. Jumlah upaya pemecahan masalah yang diperlukan dalam pengambilan keputusan terbatas berkisar dari rendah hingga sedang.

Pilihan yang melibatkan pengambilan keputusan terbatas biasanya dibuat cukup cepat, dengan tingkat upaya kognitif dan perilaku yang moderat.

Gambar 2.4 Model Pemecahan Masalah Generik yang Menjelaskan Lima Tahapan
Gambar 2.4 Model Pemecahan Masalah Generik yang Menjelaskan Lima Tahapan

Motif Berbelanja

Konsumen dapat berkomunikasi dengan perusahaan dan konsumen lainnya mengenai produk, merek atau toko kapan saja, tidak hanya pada akhir fase pembelian. Namun biasanya konsumen yang pernah membeli dan menggunakan produk tersebut cenderung lebih berpengetahuan dan berpengaruh ketika menceritakannya kepada konsumen lain. Dalam hal ini perjalanan belanja tidak dilatarbelakangi oleh kebutuhan konsumsi yang diharapkan, melainkan oleh kebutuhan proses pembelian itu sendiri.

Produk berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari seseorang dan sering kali berfungsi sebagai simbol yang mencerminkan sikap dan gaya hidup. Individu belajar tentang tren, pergerakan dan simbol yang mendukung mereka ketika mereka mengunjungi toko. Toko yang menawarkan barang atau jasa yang berhubungan dengan hobi seperti mengoleksi prangko memberikan kesempatan untuk berbicara dengan orang lain.

Hubungan Store atmosphere, Feel, dan Purchasing Behavior 41

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penilaian pengunjung terhadap unsur suasana berbelanja Kampung Daun, mengetahui mood pengunjung berdasarkan penilaian terhadap unsur suasana berbelanja Kampung Daun, mengetahui perilaku pengunjung setelah menilai suasana berbelanja dan mood Kampung Daun. Daun, mengetahui hubungan setiap elemen suasana berbelanja dengan mood pengunjung Kampung Daun. Kedua, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara suasana toko dengan mood state yaitu suasana toko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterpretasikan data tentang suasana berbelanja di factory outlet China Emporium.

Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui penerapan store atmosfer, mempelajari bagaimana respon konsumen terhadap store atmosfer di factory outlet China Emporium, dan menganalisis seberapa besar pengaruh store atmosfer terhadap keputusan pembelian konsumen di factory outlet China Emporium. Hasil dari penelitian ini adalah suasana berbelanja yang menyenangkan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik pada toko J.CO terhadap keadaan emosi konsumen, dan untuk mengetahui pengaruh keadaan emosi konsumen terhadap niat berperilaku konsumen.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang mempengaruhi sikap konsumen dan atribut experiential marketing apa yang mempengaruhi sikap konsumen.

Gambar 2.6 Model Dampak Suasana Toko
Gambar 2.6 Model Dampak Suasana Toko

Rerangka Pemikiran

Hipotesis

Ho3 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap perilaku pembelian melalui sentimen konsumen di J.CO cabang Senayan City. Ha3 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap perilaku pembelian melalui sentimen konsumen pada J.CO cabang Senayan City.

METODOLOGI PENELITIAN

Metode Pengumpulan Data

Sedangkan menurut Malhotra, pengertian pengambilan sampel dengan sumber yang sama adalah, “subkelompok unsur populasi yang dipilih untuk ikut serta dalam penelitian”. Untuk ukuran sampel, dengan besar populasi yang belum diketahui secara pasti, jumlah konsumen J.CO cabang Senayan City. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling, yaitu teknik non-probability sampling yang berupaya memperoleh sampel karena berada pada waktu dan tempat yang tepat (Malhotra, 2004), karena responden dalam penelitian ini berada di tempat cuci J.CO. . Cabang Senayan Kota.

Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner, yaitu pendistribusian sekumpulan pertanyaan yang disiapkan penulis secara langsung kepada responden untuk benar-benar dilengkapi, dan tinjauan literatur, yaitu kumpulan teori-teori pendukung yang berkaitan dengan penelitian ini. suatu masalah penelitian, dari buku – buku, jurnal penelitian dan sumber perpustakaan lainnya.

Metode Analisis Data

  • Uji Instrumen Pengumpulan Data
  • Uji Asumsi Klasik

Ho1 : Tidak terdapat pengaruh signifikan store atmosfer terhadap perasaan konsumen pada J.CO cabang Senayan City. Ha1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap perasaan konsumen pada J.CO cabang Senayan City. Ho2 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan store atmosfer terhadap perilaku pembelian konsumen di J.CO cabang Senayan City.

Ha2: Suasana toko mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku belanja konsumen di J.CO cabang Senayan City. Artinya suasana toko sangat mempengaruhi perasaan konsumen J.CO cabang Senayan City. Artinya store atmosfer mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku belanja konsumen J.CO cabang Senayan city.

Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap perilaku pembelian melalui sentimen konsumen pada J.CO cabang Senayan City.

Gambar 3.1 Model Penelitian
Gambar 3.1 Model Penelitian

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Sejarah J.CO

Johnny Andrean awalnya ingin membeli franchise donat asal Amerika, namun ia menemukan beberapa kelemahan produk yaitu bahan dasar dan proses produksi yang kurang memiliki kendali mutu sehingga ia mengurungkan niatnya tersebut. Ia memilih untuk menghasilkan donat dengan bentuk dan rasa yang sempurna, dengan fokus khusus pada kualitas bahan dasar dan proses produksi. Sekembalinya ke Indonesia, ia kemudian mengembangkan toko donat dengan konsep, bentuk, dan rasa yang mirip dengan toko donat di Amerika Serikat.

Johnny melihat selama ini belum ada toko donat di Indonesia yang berkonsep open kitchen, maka ia memulainya di J.CO. Nah, selain memiliki rasa yang berbeda-beda, konsep toko juga dibuat dengan konsep open kitchen sehingga konsumen bisa melihat berbagai pemandangan pembuatan donat, mulai dari pencampuran bahan hingga donat siap dijual.

Visi – Misi J.CO

Pada penelitian yang dilakukan kali ini, peneliti ingin mengetahui pengaruh store atmosfer terhadap perasaan dan perilaku pembelian konsumen J.CO cabang Senayan City. Saya ingin kembali ke J.CO cabang Senayan City. Sumber valid: data primer yang diolah. Hal ini menunjukkan masih kurangnya penilaian konsumen J.CO cabang Senayan City terhadap sembilan indikator tersebut.

Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap sentimen konsumen J.CO cabang Senayan City. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap perilaku pembelian konsumen pada J.CO cabang Senayan City. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara store atmosfer terhadap perilaku pembelian melalui perasaan konsumen pada J.CO cabang Senayan City.

Tabel 4.1   Gerai J.CO
Tabel 4.1 Gerai J.CO

Filosofi J.CO

Awards

CO Donuts & Coffee dianugerahi "The Integrated Marketing Strategy Champion" oleh majalah bisnis SWA dan MarkPlus & Co. CO Donuts & Coffee telah menjadi fenomena publik dan mendapat banyak perhatian media di Indonesia. CO Donuts & Coffee menerima penghargaan panel terakhir AWARD 2008 atas kampanye terobosan dalam kategori Makanan dan Minuman.

Produk

Gerai

The New Spirit of J.CO

Sumber: http://mayasafiera.wordpress.com brand-positioning-j-co-donuts-coffee/. Terdapat dekorasi seperti kancing jeans di pilar-pilar booth, dan di dinding terdapat lampu-lampu yang terbuat dari cangkir berpenutup yang mengingatkan pada gambaran kopi yang siap diseruput. Hal ini semata-mata untuk membuat pelanggan betah berlama-lama di cabang ini, sekadar untuk ngopi atau ngobrol bersama teman atau keluarga. http://www.hanjalani.com/_food/resto/article.php?article_id=7806).

Hasil Penelitian

  • Karakterisitik Responden
  • Analisis Data Pretest
  • Analisis Data Penelitian
  • Uji Normalitas
  • Uji Multikolinearitas
  • Uji Heteroskedastisitas
  • Uji Autokorelasi
  • Koefisien Determinasi (R²)
  • Uji F
  • Uji t
  • Perhitungan Pengaruh
  • Model Persamaan Analisis jalur
  • Analisis Korelasi

Implikasi Manajerial

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

  • Bagi para akademisi
  • Bagi Manajemen J.CO

Hasil perhitungan nilai rata-rata terhadap implikasi pengelolaan, dua indikator yang paling rendah merupakan indikator elemen tata letak toko J.CO: keseimbangan tata ruang (jarak meja dengan luas ruangan) dan arus lalu lintas konsumen. Untuk ruangan yang tidak terlalu luas seperti di J.CO cabang Senayan City, perabot yang berukuran besar atau jumlah kursi dan meja yang terlalu banyak akan mengganggu arus lalu lintas konsumen sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat berbelanja. Oleh karena itu, manajemen J.CO harus membatasi jumlah kursi dan meja yang tersedia serta menatanya sedemikian rupa sehingga kenyamanan konsumen adalah yang utama.

Nama saya Dhuha Safria dan saat ini saya adalah mahasiswa tingkat akhir di Indonesia Banking School yang sedang melakukan penelitian untuk tesis saya yang berjudul Pengaruh Store Atmosfir Terhadap Perasaan dan Perilaku Pembelian Konsumen J.CO Cabang Senayan City. 21 Saya merasa puas dengan eksterior J.CO secara keseluruhan 22 Saya merasa puas dengan interior J.CO secara keseluruhan 23 Saya merasa puas dengan tata letak toko J.CO secara keseluruhan. 25 Saya menikmati berbelanja di J.CO cabang Senayan City 26 Saya menghabiskan banyak waktu di J.CO cabang Senayan City.

Gambar

Tabel 4.22  Avarage Value Store Atmosphere……………………………  100
Gambar 2.1 Sixteen Types of Consumption Emotions
Gambar 2.2 Perceptual Map of Consumption Emotions
Gambar 2.3 Jenis Tanggapan Afektif
+7

Referensi

Dokumen terkait

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi.. kebutuhan dan keinginan

Produk adalah benda, fisik, jasa ataupun manfaat yang ditawarkan dan didesain untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen untuk mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian,

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan makan di sebuah cafe adalah rasa makanan, ragam menu makanan, dekorasi cafe, keramahan karyawan, harga makanan, lokasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen datang dan makan di sebuah cafe adalah rasa makanan, ragam menu makanan, dekorasi cafe, keramahan karyawan, harga makanan, lokasi

ditawarkan cocok dengan keinginn konsumennya.. Memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang dituju. Memberikan kepuasan kepaada para konsumen. Mempertahnkan kualitas dari

Harga yang ditawarkan oleh Kedai Mamah Eha tidak sesuai dengan menu yang ditawarkan, kurangnya penyajian makanan terhadap penyampaian pada konsumen yang membuat

Karyawan toko yang menawarkan produk sesuai kebu- tuhan dan keinginan konsumen, membantu konsumen memilih produk yang sesuai keinginan dan kebutuhan pelanggan,

ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN LOYALITAS MEREK STUDI KASUS ABUBA STEAK CIPETE Oleh Hastiyalianto Putra Pratama 200511032