• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Pada Toko Buku Rohani Sola Gratia P.Bulan Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Pada Toko Buku Rohani Sola Gratia P.Bulan Medan)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pemasaran

2.1.1 Definisi Pemasaran

Ada berbagai definisi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pemasaran. Pada

tahun 1960, American Marketing Asosiation (Ari, Jusuf & Efendi, 2015: 6) telah

menyatakan defenisi pemasaran sebagai berikut: “Pemasaran adalah kinerja dari kegiatan

bisnis yang mengarahkan arus barang dan jasa kepada para pelanggan pemakai”.

Dalam perkembangannya, pengertian pemasaran bukan saja merupakan masalah

penyaluran barang dan jasa kepada pembeli atau konsumen dalam sebuah bisnis, melainkan

juga menyangkut berbagai kegiatan yang tidak saja dilakukan oleh sebuah bisnis, tetapi oleh

organisasi- organisasi nirlaba, seperti Greja, Universitas, atau kegiatan pendidikan lainnya,

dan organisasi sosial. Disamping itu, kegiatan pemasaran juga dilaksanakan sebelum produk

atau jasa mengalir dari perusahaan menuju konsumen, misalnya saat barang atau jasa

dikonsepkan, diteliti, dan dicoba, jadi jauh sebelum diproduksi, apalagi dijual.

Definisi yang menyebut bahwa pemasaran menyangkut penyaluran produk dan jasa

dari produsen ke konsumen, kemudian berkembang menjadi sebuah pemahaman bahwa

pemasaran tidak hanya memperhatikan produk yang dibuat dan disalurkan kepada konsumen,

tetapi pemasaran harus mengetahui terlebih dahulu apa yang sebetulnya dibutuhkan dan

diinginkan oleh konsumen atau pengguna akhir. Konsumen diartikan bukan saja berbentuk

manusia, melainkan dapat juga berbentuk yayasan sosial, misalnya yayasan penawaran

pekerjaan.

Berdasarkan pemikiran yang baru ini, AMA (Ari, Jusuf & Efendi, 2015: 7) mengubah

(2)

merencanakan dan melakukan konsepsi, menentukan harga (pricing), promosi, dan distribusi

dari gagasan (ideals), barang, serta jasa untuk menciptakan pertukaran yang akan memuaskan

sasaran dari para individu dan organisasi”. Selain AMA, Philip Kotler (Ari, Jusuf & Efendi,

2015: 7) mendefinisikan pemasaran sebagai berikut: “Pemasaran adalah kegiatan

menganalisis, mengorganisasi, merencakan, dan mengawasi sumber daya, kebijaksanaan,

serta kegiatan yang menimpa pera pelanggan perusahaan dengan maksud memuaskan

kebutuhan dan keinginan para kelompok pelangggan yang terpilih untuk memperoleh laba”.

Perkembangan mengenai arti pemasaran berikutnya mengarah pada pencarian cara

untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan para pelanggan dengan melakukan penelitian

dan analisis kebutuhan serta keinginan calon pelanggan, bukan hanya cara menjual barang.

Dengan demikian, fokus kegiatan pemasaran adalah menemukan cara-cara bagaimana

seorang pemasar (marketer) mengatur usaha pemasarannya supaya mampu memenuhi

kebutuhan dan keinginan manusia umumnya, khususnya kebutuhan dan keinginan kelompok

masyarakat dengan ciri-ciri tertentu yang dilihat dari faktor pekerjaan, penghasilan dan gaya

hidupnya atau dengan kata lain, dari segmen masyarakat tertentu.

Pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan. Dalam dunia persaingan yang

semakin ketat, perusahaan dituntut agar tetap bertahan hidup dan berkembang, oleh karena

itu, seorang pemasar dituntut untuk memahami permasalahan pokok dibidangnya dan

menyususn strategi agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Selain defenisi dari para ahli

diatas, berikut adalah defenisi mengenai pemasaran:

William dalam (Danang Sunyoto, 2014:191 ): “Pemasaran adalah proses sosial dan

manajerial dimana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan

inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai”. Dari pengertian diatas dapat

(3)

dan keinginan konsumen yang harus dipuaskan oleh kegiatan manusia lain, yang

menghasilkan alat pemuas kebutuhan, yang berupa barang maupun jasa.

Defenisis pemasaran yang dikemukakan Kotler (Danang Sunyoto, 2014:191)

bertumpu pada suatu konsep inti pemasaran sebagai berikut:

1. Kebutuhan

Kebutuhan manusia adalah suatu keadaan perasaan kekurangan akan kepuasan dasar

tertentu. Manusia membutuhkan makanan, udara, air, pakaian, perlindungan,

keamanan, hak milik, harga diri, dan beberapa hal lain untuk tetap hidup.

2. Keinginan

Keingina adalah dorongan- dorongan akan pemuas tertentu dan kebutuhan yang lebih

dalam. Keinginan manusia secara terus menerus dibantu dan dibentuk oleh kekuatan-

kekuatan sosial dan kelembagaan, seperti masjid, sekolah, keluarga, dan perusahaan.

3. Permintaan

Permintaan adalah keinginan akan produk- produk tertentu yang didukung oleh suatu

kemampuan dan keinginan untuk membelinya.

4. Produk

Produk adalah sebagai suatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan

keinginan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepemilikannya, tetapi

pada jasa yang dapat diberikannya.

5. Nilai, Biaya, dan Kepuasan

Nilai adalah perkiraan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi

kebutuhannya. Nilai dapat dilihat terutama sebagai kombinasi mutu, jasa, dan harga.

(4)

Pertukaran merupakan salah satu dari empat cara orang mendapatkan produk yang

mereka inginkan yaitu: Menghasilkan sendiri, Memaksa, Meminta- minta, dan

Pertukaran.

7. Pasar

Konsep pertukaran menimbulkan konsep pasar. Pasar terdiri dari semua pelanggan

potensial yang sama-sama mempunyai kebutuhan atau keinginan yang mungkin ingin

dan mampu terlibat dalam pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan.

2.2 Bauran Pemasaran

Kotler dalam (Ratih Hurriyati, 2005: 47) mengemukakan defenisi bauran pemasaran

(marketing mix) sebagai berikut: “ marketing mix is the set of marketing tools that the firms

uses to pursue its marketing objective in the target market”. Bauran pemasaran adalah

sekumpulan alat pemasaran (marketing mix) yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk

mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran.

Zeithaml and bitner (Ratih Hurriyati, 2005: 48) mengemukakan defenisi bauran

pemasaran sebagai berikut: “ Marketing mixdefined as the elements an organizations controls

that can be used to satisfy or comunicate with customer. These elements appear as core decisions variabels in any marketing text or marketing plan. Didalam hal ini berarti bauran

pemasaran adalah elemen-elemen organisasi perusahaan yang dapat di kontrol oleh

perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan konsumen dan akan dipakai untuk

memuaskan konsumen.

Adapun tujun dari bauran pemasaran bagi perusahan atau suatu bisnis antara lain:

1. Mengenal dan memahami konsumen sedemikin rupa sehingga produk yang

(5)

2. Memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang dituju.

3. Memberikan kepuasan kepaada para konsumen.

4. Mempertahnkan kualitas dari konsumen.

5. Mengembangkan keunggulan bersaing bagi perushan.

Selain tujun yang didapat dari penetapan bauran pemasran ini, perushaan juga

mendapatkan manfat lain dari penetapan Buran pemasaran ini yaitu:

1) Mampu memberikan produk yang berkualitas dan memiliki variasi yang menarik bagi

para pelanggan

2) Mampu menentuknh lokasi yang strategis mulai dari pemilihan lokasi yang nyaman

dan aman bagi pelanggan serta dekat dengan fasilitas umum.

3) Mampu memberikn harga yang lebih murah serta sesui dengan kualitas produk yang

ditwarkan serta mmpu untuk menyesuikan harga produk yang dijual dengan produk

yang da di pasaran.

4) Mampu melakukan promosi yang menarik bagi pelanggan serta sesuai dengan produk

yang dijual sehingga konsumen tidak merasa dibohongi.

Selanjutnya Zeithamll dan Bitner ( Ratih Hurriyati, 2005: 48) mengemukakan konsep

bauran pemasaran tradisional (traditional marketing mix) terdiri dari 4P, yaitu place (tempat),

price (harga), product(produk), dan promotion (promosi). 2.2.1 Place (Tempat)

Untuk produk indutri manufaktur place diartikan sebagai saluran distribusi (zero

channel, twolevel channels, dan multilevel channels), sedangkan untuk produk industri jasa, place diartikan sebagi tempat pelayanan jasa. Lokasi pelayanan jasa yang digunakan dalam

(6)

mengenai lokasi pelayanan yang akan digunakan melibatkan pertimbangan bagaimana

penyerahan jasa kepada pelanggan dan dimana itu akan berlangsung, tempat juga penting

sebagai lingkungan dimana dan bagaimana barang atau jasa akan diserahkan, sebagai bagian

dari nilai dan manfaat barang dan jasa.

Keaneka ragaman barang atau jasa membuat penyeragaman strategi tempat menjadi

sulit. Masalah ini melibatkan pertimbangan bagaimana interaksi antara organisasi penyedia

jasa dan pelanggan serta keputusan tentang apakah organisasi tersebut memerlukan satu

lokasi atau beberapa lokasi. Seseorang pemasar produk jasa seharusnya mencari cara untuk

membangun pendekatan penyerahan jasa yang tepat serta menghasilkan keuntungan untuk

perusahannya. Lokasi berhubungan dengan keputusan yang dibuat oleh perusahaan mengenai

dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan, yang paling penting dari lokasi adalah tipe dan

tingkat interaksi yang terlibat.

2.2.2 Price (Harga)

Penentuan harga merupakan titik kritis dalam bauran pemasaran jasa karena harga

menetukan pendapatan dari suatu usaha/bisnis. Keputusan penentuan harga juga sangat

signifikan didalam penentuan nilai/manfaat yang dapat diberikan kepada pelanggan dan

memainkan peranan penting dalam gambaran kualiitas barang. Strategi penentuan tarif dalam

perusahaan barang atau jasa dapat menggunakan penentuan tarif premium pada saat

permintaan tinggi dan tarif diskon pada saat permintaan menurun.

Secara singkat, prinsip-prinsip penetapan harga, seperti yang diusulkan oleh kotler

dalam (Ratih Hurriyati, 2005: 51) adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harga,

mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan

biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing,

(7)

2. Perusahaan tidak harus selalu berupaya mencari profit maksimum melalui penetapan

harga maksimum, tetapi dapat pula dicapai dengan cara memaksimumkan penerimaan

sekarang, memaksimumkan penguasaan pasar atau kemungkinan lainnya.

3. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan

harga.

4. Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk

didalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel,

serta biaya-biaya lainnya.

5. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan jasa yang ditawarkan

sehingga harga pesaing harus turut dipertimbangkan dalam proses penetapan harga.

6. Berbagai cara atau variasi penetapan harga yang ada mencakup markup, sasaran

perolehan, nilai yang dapat diterima, faktor psikologis dan harga lainnya.

7. setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuaikan harganya dengan

menggunakan harga psikologis, diskon harga, harga promosi, serta harga bauran produk.

2.2.3 Product (Produk)

Produk menurut Kotler (Ratih Hurriyati, 2005: 50) merupakan “segala sesuatu yang

dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau

dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan”.

Produk yang ditawarkan meliputi barang fisik, jasa, orang atau pribadi, tempat, organisasi

dan ide. Jadi produk dapat berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat

memuaskan pelanggan.

Produk merupakan suatu kinerja penampilan, tidak berwujud, dan cepat hilang, lebih

dapat dirasakan daripada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam

proses mengkonsumsi jasa tersebut. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau

(8)

menunjukkan sejumlah manfaat yang dapat pelanggan dapatkan dari pembelian suatu barang

atau jasa, sedangkan sesuatu yang ditawarkan itu sendiri dapat dibagi menjadi empat

kategori, yaitu:

1. Barang nyata

2. Barang nyata yang disertai dengan jasa

3. Jasa utama yang disertai dengan barang dan jasa tambahan

4. Murni jasa

Untuk merencanakan penawaran atau produk, pemasar perlu memahami tingkatan produk

yaitu sebagai berikut:

1) Produk utama/ inti (core benefit) yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan

dikonsumsi oleh pelangggan dari setiap produk.

2) Produk generik (generic product) yaitu produk dasar yang mamppu memenuhi fungsi

produk yang paling dasar (rancangan produk minimal agar dapat berfungsi).

3) Produk harapan (expected product) yaitu produk formal yang ditawarkan dengan

berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk

dibeli.

4) Produk pelengkap (augmented product) yaitu berbagai atribut produk yang dilengkapi

atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan

kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk pesaing.

5) Produk Potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin

dikembangkan untuk suatu produk dimas amendatang.

Jadi pada dasarnya produk adalah sekumpulan nilai kepuasan yang kompleks. Nilai sebuah

produk ditetapkan oleh pembeli berdasarkan manfaat yang akan mereka terima dari produk

(9)

Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran.

Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan

tidak yakin bahwa produk tersebut akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan

pernah membelinya. Pada hakikatnya menurut Buchari Alma (Ratih Hurriyati,2005: 57)

promosi adalah suatu bentuk kounikasi pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang

berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar

sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada

produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Tujuan utama dari promosi adalah

menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta mengingatkan pelanggan sasaran

tentang perusahaan dan bauran pemasarannya.

Meskipun secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang sama, tetapi

bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas khususnya. Beberapa tugas

khusus itu bauran promosi (promotion mix), yaitu mencakup:

1. Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon

pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk

pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan

membelinya.

2. Mass selling merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk

menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Ada dua bentuk

utama mass selling, yaitu periklanandan publitas.Periklanan merupakan salah satu bentuk

promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya.

Publitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non

personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu.

3. Promosi penjualan (sales promotion) adalah bentuk persuasi langsung melalui

(10)

dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Tujuan dari

promosi penjualan sangat beraneka ragam. Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat

menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk pesaing,

mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing,

meningkatkan impulse buying (pembelian tanpa rencana sebelumnya), atau

mengupayakan kerjasama yang lebih erat dengan pengecer.

4. Hubungan masyarakat (public relations) merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai

kelompok terhadap perusahaan tersebut. Dalam hal ini yang dimaksud dengan

kelompok-kelompok itu adalah mereka yang terlibat, mempunyai kepentingan, dan dapat

mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya.

5. Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan

satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau

transaksi disembarang lokasi. Dalam direct marketing, komunikasi promosi ditujukan

langsung kepada konsumen individual, dan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi

konsumen yang bersangkutan, baik melalui telepon, pos atau dengan datang langsung

ketempat pemasar.

6. Word of mouth pentingnya penyerahan (greater importance of referral) dan komunikasi

dari mulut ke mulut (word of mouth) merupakan salah satu ciri khusus dari promosi

dalam bisnis jasa. Pelanggan seringkali memperhatikan dengan teliti penyerahan jasa dan

kemudian menceritakan pengalamannya pada pelanggan potensial lainnya.

2.3 Kepuasan Pelanggan

Saat ini banyak sekali publikasi dan diskusi mengenai manajemen mutu terpadu,

peningkatan mutu berkelanjutan, pelayana pelanggan, dan kepuasan pelanggan. Sayangnya,

(11)

proses tetap terkendali, pemenuhan persyaratan, memberi sesuai keinginan pelanggan, dan

menangani keluhan secara efektif. Faktor terpenting yang harus diperhatikan saat ini adalah

Kepuasan Pelanggan. Jika pelanggan tidak puas, dia kan menghentikan bisnisnya dengan

perusahaan. Semua upaya yang dilakukan untuk mencapai mutu dan memberikan pelayanan

yang unggul tidak ada artinya sama sekali jika tidak berusaha memuaskan pelanggan.

Saat ini, kita harus menyadari bahwa semua aspek antara mutu, pelayanan, kepuasan

dan ikatan itu penting, masing-masing dengan caranya sendiri. Mutu dan Pelayanan adalah

sarana untuk mencapai kepuasan dan ikatan. Tujuan keseluruhan bisnis bukanlah untuk

menghasilkan produk atau jasa yang bermutu, atau memberikan pelayaan yang prima. Tujuan

utama adalah menghasilkan pelanggan yang puas dan setia yang akan terus menjalin bisnis

dengan perusahaan. Oleh karena itu, memberikan mutu yang tinggi dan pelayana yang prima

adalah suatu keharusan apabila ingin mencapai tujuan utama yaitu pelanggan yang puas dan

setia.

Terdapat beberapa defenisi mengenai kepuasan pelanggan yang dikemukakan oleh

para ahli. Namun, defenisi yang banyak diacu adalah dari Oliver dalam ( Husein, 2003: 14)

yang menyatakan bahwa kepuasan pelanggan didefenisikan sebagai evaluasi pembeli, dimana

persepsi terhadap kinerja alternatif produk/jasa yang dipilih memenuhi atau melebihi harapan

dari pembeli. Apabila persepsi terhadap kinerja tidak dapat memenuhi harapan, maka yang

terjadi adalah ketidakpuasan. Selain itu, menurut ( Richard F. Gerson, 2002: 3) kepuasan

pelanggan sangatlah sederhana. Seorang pelanggan merasa puas jika kebutuhannya, secara

nyata atau hanya anggapan, terpenuhi atau melebihi harapannya. Kepuasan pelanggan yaitu

bila sebuah produk atau jasa memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, biasanya

pelanggan merasa puas. Oliver dalam jurnal (Ginanda Paramita, 2013: 5) mendefenisikan

kepuasan konsumen sebagai evaluasi purnabeli, dimana persepsi terhadap kinerja alternatif

(12)

Pengukuran mengenai ketidak puasan lebih dominan dibandingkan dengan kepuasan

pelanggan. Dalam hal ketidakpuasan, riset banyak diarahkan pada aspek disonansi dan

perilaku komplain. Disonansi berkaitan dengan keragu- raguan atas piliahan dan keputusan

pembelian yang telah dilakukan. Dalam situasi ini konsumen bimbang apakah ia telah

memilih produk yang tepat atau tidak. Misalnya, konsumen bimbang apakah mau memilih

telkomsel atau satelindo untuk ponsel mereka. Situasi sulit yang demikian dipengaruhi juga

oleh tingkat kecemasan seseorang. Makin besar tingkat kecemasan, maka akan semakin besar

juga tingkat disonansinya.sementara itu, perilaku komplain akibat ketidakpuasan tentu terjadi

setelah konsumen mangalami jasa. Bentuknya bermacam- macam, seperti berkurangnya

pembelian ulang, peralihan merk, word of mouth yang negatif, dan sebagainya.

2.3.1 Mengukur Kepuasan Pelanggan

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengukur kepuasan pelanggan adalah,

saat pelanggan menilai kepuasan mereka berdasarkan unsur kinerja perusahaan misalnya,

penyerahan barang perusahaan perlu menyadari bahwa pelanggan beragam dalam cara

mereka mendefenisikan penyerahan barang yang baik.hal itu dapatberarti penyerahan yang

lebih awal, tepat waktu danlengkap.

Ada empat metode yang banyak digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan

menurut Kotler & Keller dalam (Fandy Tjiptono, 2015: 169) yaitu:

1. Sistem keluhan dan saran

Setiap organisasi jasa yang berorientasi pada pelanggan wajib memberikan kesempatan

seluas- luasnya bagi para pelanggan untuk menyampaikan saran, kritik, pendapat dan

keluhan mereka.

(13)

Salah satu metode untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan pelanggan adalah

dengan mempekerjakan beberapa orang ghost soppers untuk berperan sebagai pelanggan

potensial jasa perusahaan dan pesaing.

3. Lost Consumer Analysis

Pihak perusahaan berusaha menghubungi para pelanggannya yang sudah berhenti

menjadi pelanggan atau beralih ke perusahaan lain. Yang di harapkan adalah

memperoleh informasi bagi perusahaan untuk mengambil kebijakan selanjutnya dalam

rangka meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

4. Survei Kepuasan Pelanggan

Umumnya sebagian besar penelitian mengenal kepuasan pelanggan menggunakan

metode survei, baik via pos, telepon, e-mail, maupun wawancara langsung.

Pengukuran kepuasan pelanggan dilakukan dengan berbagai macam tujuan,

diantaranya:

1) Mengidentifikasi keperluan (requrement) pelanggan (importance ratings), yakni aspek-

aspek yang dinilai penting oleh pelanggan dan mempengruhi apakah dia puas atau tidak.

2) Menentukan tingkat kepuasan pelanggan terhadap kinerja organisasi pada aspek- aspek

penting.

3) Membandingkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap perusahaan dengan tingkat

kepuasan pelanggan terhadap organisasi lain, baik pesaing langsung maupun pesaing

tidak langsung.

4) Mengidentifikasi PFI (Priorities For Improvement) melalui analisis gap antara skor tingkat

kepentingan (importance) dan kepuasan.

5) Mengukur indeks kepuasan pelanggan yang bisa menjadi indikator andal dalam memantau

kemajuan perkembangan dari waktu ke waktu.

(14)

Dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen, terdapat lima faktor utama yang

harus diperhatikan oleh perusahaan yaitu :

1. Kualitas produk

Konsumen akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk

yang mereka gunakan berkualitas.

2. Kualitas pelayanan

Terutama untuk industri jasa. Konsumen akan merasa puas bila mereka mendapatkan

pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang diharapkan.

3. Emosional

Konsumen akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan bahwa orang lain akan

kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan merek tertentu yang cenderung

mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Kepuasan yang diperoleh bukan karena

kualitas dari produk tetapi nilai sosial yang membuat konsumen menjadi puas terhadap

merek tertentu.

4. Harga

Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang yang relatif

murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi kepada konsumennya.

5. Biaya

Konsumen yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang

waktu untuk mendapatkan suatu produk atau jasa cenderung puas terhadap produk atau

jasa itu.

(15)

Adapun beberapa penelitian yang relevan dengan penelitiian sekarang antara lain dapat

dilihat pada tabel 2.1 berikut:

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Nama Tahun Judul Hasil

1 Yenny

Oktina

Sihombing,

SE

(FE USU)

2013 Pengaruh Bauran Pemasaran

terhadap Keputusan

Pembelian Pada Toko Buku

Gramedia Santika Dyandra

Harga(X2), variabel

promosi(X3),danvaria

2010 Pengaruh Bauran Pemasaran

Ritel Terhadap Keputusan

Variabel bauran

(16)

SE

(FEB USU)

Pembelian Ulang

Mahasiswa Politeknik

Negeri Medan Pada Toko

Buku Gramedia Gajah

Negeri Medan. Hal ini

dapat dilihat dari hasil

Fhitung(35.329)

>Ftabel (1.967)

dengan tingkat

signifikansi 0,000

(17)

3 Tuti

Awaliyah (

ADAB UN.

SUNAN

KALIJAGA)

2008 Pengaruh Desain Sampul

terhadap Keputusan

Pembelian Buku Di Toko

Buku Gramedia

keofisien korelasi (R)

sebesar = 0.548.

2013 Kualitas Layanan terhadap

(18)

Lembuswana di

Samarinda.nilai R

square menunjukkan

hasil sebesar 0,432

atau 43,20 %.

2.5 Kerangka Konseptual

Kerangka Konseptual merupakan penjelasan ilmiah mengenai preposisi antar konsep/

antar konstrak atau pertautan / hubungan antar variabel penelitian (Juliandi dan Irfan, 3013:

114). Dengan demikian, dalam kerangka penelitan ini dikemukakan variabel yang akan

diteliti yaitu Bauran Pemasaran sebagai variabel bebas dan Kepuasan Konsumen sebagai

variabel terikat.

Berdasarkan teori yang telah dikemukakan diatas, maka kerangka konseptual dalam

(19)

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Sumber : Diolah oleh penulis (2016)

BAURAN

PEMASARAN

Place (X1)

Price(X2)

Product(X3)

Promotion(X4)

VARIABEL TERIKAT (Y)

Gambar

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Referensi

Dokumen terkait

Pada pertanyaan butir 6 (harga yang ditawarkan Gardenia Cafe Medan sesuai dengan kualitas produk yang diberikan) 2% konsumen menjawab sangat tidak setuju, 15% konsumen

Skripsi yang berjudul ”Persepsi Bauran Pemasaran Retail Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Pada Konsumen Persada Swalayan di Kota Malang)” disusun untuk memenuhi

Kualitas pelayanan adalah suatu upaya yang dilakukan perusahaan dalam. melayani memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen

Untuk mengetahui pengaruh Bauran pemasaran (Produk, Harga, Lokasi) dan Kualitas Pelayanan terhadap kepuasan konsumen membeli rumah di Perumahan Puri Zahara 2.. Manfaat

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Strategi Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen pada perumahan Stella.. Residence Setia Budi

itu konsumen memilih bubur gabe karena tertarik dengan kualitas rasa buburnya, dan Memilih bubur gabe karena menu bubur yang ditawarkan bervariasi dan harga

Pengaruh Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen Pada Online store Guzzle Kualitas produk merupakan segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang ditawarkan perusahaan untuk

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh signifikan tempat, promosi, harga, dan kualitas produk baik secara parsial dan simultan terhadap kepuasan konsumen perumahan