DI BALIK AWAN YANG CERAH
Sinar matahari mulai memaksa masuk ke dalam kamar ditemani dengan kicauan burung-burung yang mengusik alam bawah sadarku. Aku mengalami mimpi yang tidak begitu menyenangkan dan mereka menjadi penyelamat. Berada dalam peristiwa tidak menyenangkan adalah hal buruk yang selalu kuhindari, terkadang aku ingin sekali punya mesin waktu hanya untuk melanjutkan hari buruk itu ke hari selanjutnya. Meskipun mungkin hari selanjutnya adalah hari buruk juga, namun mungkin aku lebih siap menghadapi hari buruk esok hari.
Berpikir untuk menghindari hari buruk bukanlah hal yang benar. Hari buruk akan datang tanpa peringatan, dan aku tak bisa menghindar terus menerus, seberat- beratnya hari buruk harus tetap dilewati. Aku hanya perlu tersenyum dan meyakinkan diriku untuk bertahan karena hari akan berganti.
Pohon tinggi dengan daun hijau melambai di depan kamarku tampak senang. Ia baru saja melewati hari buruknya. Kemarin adalah hari yang panjang tanpa sinar matahari. Pasti sangat berat jika harus fotosintesis tanpa cahaya matahari. Dan kini ia bisa melanjutkan fotosintesis dengan dibantu cahaya matahari.
Hai, untuk kalian yang sedang menjadi awan putih, tetaplah menjadi awan putih di siang hari, hingga manusia-manusia di bumi merasa lega karena tidak perlu berlari-lari nanti di bawah rintikkan hujan. Tetaplah menjadi kuat seperti batu besar.