Keamanan merupakan hal yang harus ada ketika ingin melakukan pembiayaan dengan Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi agunan pembiayaan mikro pada PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton. Sumber data dalam penelitian ini adalah manajer dan pegawai bagian keuangan mikro PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton.
Pelaksanaan Penilaian Agunan untuk Pembiayaan Mikro di PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton sesuai dengan Pasal 43 PBI No. Warung mikro merupakan salah satu divisi yang menawarkan produk pembiayaan mikro di PT Bank Syariah. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “IMPLEMENTASI PENILAIAN AGUNAN DALAM KEUANGAN MIKRO PADA PT BANK SYARIAH MANDIRI KCP KEDATON”.
Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka pertanyaan penelitian adalah Bagaimana Pelaksanaan Penilaian Agunan untuk Pembiayaan Mikro di PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton. Namun penelitian yang peneliti lakukan memiliki aspek kajian yang lain, karena disini peneliti mengkaji bagaimana penerapan penilaian agunan untuk pembiayaan mikro di PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton. Sifat penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran berupa pernyataan tentang Penerapan Prinsip Penjaminan pada Keuangan Mikro di PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton.
Dalam hal ini sumber data primer diperoleh langsung dari pengelola bank mikro dan analis mikro PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton. Salah satu fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton adalah Warung Mikro. Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton dalam pelaksanaan pembiayaan mikro menggunakan dua akad yaitu akad murabahah dan akad ijarah.
73 Brosur Keuangan Mikro PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton.. analisis pembiayaan. Berikut mekanisme pembiayaan yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton 74 . satu. Jaminan yang diterima oleh Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton berupa jaminan perorangan dan jaminan substansial. Berikut kriteria yang diberikan oleh Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton untuk keamanan.
Bank Mandiri Syariah KCP Kedaton sebagai salah satu lembaga keuangan syariah wajib menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan. Warung Mikro merupakan salah satu unit departemen yang dimiliki oleh Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton. Dalam penilaian kriteria tersebut, langkah-langkah yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton adalah sebagai berikut: 91.
Bentuk jaminan yang diterima oleh PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton termasuk dalam kategori jaminan benda bergerak dan tidak bergerak.
PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah menyebutkan bahwa agunan adalah agunan tambahan, baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, yang diserahkan oleh pemilik agunan kepada Bank Syariah dan/atau UUS untuk menjamin pembayaran kewajiban nasabah. penerimaan fasilitas. Dalam pengertian yang lebih sempit, pembiayaan digunakan untuk mendefinisikan penyediaan sejumlah dana oleh bank syariah kepada nasabah yang dapat digunakan untuk kebutuhan produksi dan konsumsi. Kasmir mendefinisikan pembiayaan sebagai kegiatan bank syariah dalam menyalurkan dana kepada masyarakat berdasarkan prinsip syariah.
Kartini Kartono menyampaikan bahwa field research pada hakekatnya adalah suatu metode untuk mengetahui secara spesifik dan realistis apa yang terjadi di masyarakat pada suatu waktu.1 Penelitian ini dilakukan di PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton Lampung. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan informasi dengan mewawancarai Sdr. Thawap Nasution sebagai pengelola microbank dan Mr. Nisbah Permana sebagai Analis Mikro Penerapan Prinsip Penjaminan dalam Keuangan Mikro di Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton. Dalam metode ini penulis menggunakan sumber data berupa profil bank, struktur organisasi, brosur dan data lain yang dapat mendukung penelitian ini serta data lain yang berkaitan dengan Penerapan Prinsip Penjaminan di PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton.
Berdasarkan informasi di atas, dalam menganalisis data, penulis menggunakan data yang diperoleh berupa uraian, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan cara berpikir induktif yang dimulai dari informasi tentang masalah penerapan prinsip penjaminan dalam keuangan mikro pada PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton. Untuk lebih jelasnya berikut adalah gambaran struktur organisasi di Kantor Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri Kedaton:3. Jaminan kebendaan yang diterima oleh Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton berupa Sertifikat Hak Milik dan Sertifikat Hak Pakai Bangunan sebagai bukti kepemilikan tanah dan bangunan, serta BPKB sepeda motor atau mobil.78 2.
Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton menggunakan prinsip 5C yaitu character, capacity, capital, state of economy dan collateral dalam melakukan analisa pembiayaan. Dasar penilaian agunan adalah Peraturan Bank Indonesia dan Standard Operating Procedure (SOP) Bank Syariah Mandiri.81. Dalam mengevaluasi pembiayaan, evaluasi agunan merupakan evaluasi yang disebut dengan proses kedua.83 Dalam mengevaluasi pembiayaan, Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton menggunakan prinsip 5C. Berikut adalah contoh kasus penilaian pendanaan. A.
21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah menyebutkan bahwa agunan adalah agunan tambahan, baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, yang diserahkan oleh pemilik agunan kepada Bank Syariah dan/atau UUS untuk menjamin pembayaran kewajiban nasabah penerima kepada menjamin fasilitas Jaminan kebendaan yang diterima dari Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton berupa BPKB sepeda motor dan mobil, sertifikat hak milik dan sertifikat hak guna bangunan. PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton selama ini telah melakukan prosedur penilaian agunan dengan baik, namun rekomendasi penilaian agunan yang baik membutuhkan orang-orang yang handal untuk membuat penilaian yang tepat dan akurat.
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dijelaskan tentang Pelaksanaan Asesmen Agunan pada Keuangan Mikro di PT Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton, dapat disimpulkan bahwa Bank Syariah Mandiri KCP Kedaton telah melakukan asesmen penjaminan berdasarkan prosedur.
LANDASAN TEORI
Pengertian Jaminan
Landasan Hukum jaminan
Kriteria Jaminan
Manfaat Jaminan
Macam-Macam Jaminan
Peilaian Jaminan
Prosedur Penilaian dan Pengikatan jaminan
Penentuan Nilai Jaminan
Pembiayaan Mikro Syariah
- Pengertian Pembiayaan Mikro
- Akad dalam Pembiayaan Mikro
- Prosedur Pemberian Pembiayaan Mikro
METODE PENELITIAN
Sumber Data
Sumber data primer atau data tangan pertama adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat ukur atau alat untuk mencari data secara langsung tentang subjek sebagai sumber informasi.5 Dari sini dapat disimpulkan bahwa sumber data primer adalah data yang diperoleh dari orang atau organisasi yang memiliki informasi di bidang yang mereka teliti. Sumber data sekunder atau secondhand data adalah data yang diperoleh dari pihak lain yang peneliti tidak dapatkan langsung dari subjek penelitiannya. Data sekunder biasanya berupa data dokumenter atau data laporan yang sudah tersedia.6 Sumber data sekunder mendukung atau memperkuat data untuk data primer.
Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku khususnya yang berkaitan dengan penjaminan dan pembiayaan atau perbankan syariah pada umumnya.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka dengan responden, namun dapat juga diperoleh daftar pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu pada kesempatan lain. Menjawab pertanyaan pewawancara. Wawancara bebas terbimbing merupakan gabungan dari wawancara terarah dan wawancara terbimbing.9 Wawancara ini mengalir secara alami, namun dipandu oleh pertanyaan pokok yang telah disiapkan. Sebagian besar data yang tersedia berupa surat, buku harian, memorabilia, laporan artefak, dan foto.
Teknik Analisis Data
Tim Pengembangan Perbankan Syariah berpendapat bahwa pengesahan undang-undang tersebut merupakan momentum yang tepat untuk mengubah PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Terdapat dua jenis pembiayaan mikro yaitu Pembiayaan Usaha Mikro (PUM) dan Pembiayaan Serbaguna Mikro (PSM). Untuk pembiayaan dengan Sertifikat Hak Milik atas nama sendiri, maksimal pembiayaan yang dapat diberikan adalah 70%.
Hal yang sama berlaku untuk alasan sertifikat hak pengguna yang bukan atas nama Anda sendiri, harus disertai dengan surat kuasa. Jaminan yang diterima berupa Sertifikat Hak Milik, Sertifikat Hak Pakai dan BPKB untuk sepeda motor dan mobil.