Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang. Judul : Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang.
Rumusan Masalah
Sedangkan dari segi loyalitas pegawai terutama antara bawahan dengan atasan dan sebaliknya terdapat gejala disharmoni antara atasan dan bawahan, terkadang atasan bertindak sendiri tanpa melibatkan bawahan dan terkadang bawahan tidak berkoordinasi dengan atasan, tidak sinkronnya kebijakan antara atasan dan atasan. bawahan dalam satu unit kerja dan permasalahan lainnya.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Pengertian Manajemen Sumber Daya Manasuia (MSDM)
- Fungsi – Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
- Komponen Sumber Daya Manusia
- Pengertian Kinerja
- Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai
Sedangkan pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Hasibuan (2014) manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengelola hubungan dan peran tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam membantu perusahaan, karyawan, dan masyarakat untuk mencapai tujuan. . Berdasarkan pengertian diatas jelas bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia erat kaitannya dengan pengelolaan individu-individu yang terlibat dalam organisasi, sehingga setiap individu mempunyai peranan dalam mencapai tujuan organisasi. Tujuan utama Sumber Daya Manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi sumber daya manusia. sumber daya manusia (Karyawan) pada organisasi.
Disiplin Kerja
Keadilan yang dijadikan landasan kebijaksanaan dalam memberikan reward (pengakuan) maupun hukuman akan merangsang terciptanya disiplin pegawai yang baik. Jadi, keadilan harus diterapkan dengan baik pada setiap perusahaan agar kedisiplinan karyawan perusahaan juga baik.
Kompetensi Kerja
Pernyataan di atas mengandung makna bahwa kompetensi merupakan suatu atribut seseorang yang berkaitan dengan kinerja yang efektif dan atau unggul dalam situasi kerja tertentu. 23 Tahun 2004, tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjelaskan sertifikasi kompetensi kerja sebagai suatu proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja Indonesia dan/atau internasional. Menurut Keputusan Kepala Badan Layanan Umum Nomor: 46A Tahun 2003, yang dimaksud dengan kompetensi adalah: kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam kinerjanya. tugasnya, sehingga Pegawai Negeri Sipil dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efisien dan efektif.
Dari uraian pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa kompetensi merupakan suatu ciri dasar yang dimiliki atau bagian dari kepribadian yang mendalam dan mendalam. Kompetensi pengetahuan dan keterampilan lebih terlihat dan relatif berbeda di permukaan sebagai karakteristik manusia. Berdasarkan uraian jenis-jenis kompetensi di atas, maka kompetensi dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yang pertama adalah kompetensi profesional, yaitu kompetensi yang berkaitan dengan peran yang kita pilih.
Model kompetensi yang akurat akan dapat menunjukkan dengan tepat pengetahuan dan keterampilan apa yang dibutuhkan untuk sukses di tempat kerja. Apabila yang menduduki jabatan tersebut mampu mempunyai kompetensi yang dibutuhkan untuk jabatannya, maka diharapkan ia berhasil. Hal ini sesuai dengan pendapat Palan (2010) yang menonjolkan dua unsur kompetensi, yaitu pengetahuan dan keahlian atau keterampilan.
Budaya Kerja
Jenis – Jenis Pegawai
Pegawai Tetap Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor 31/PJ/2009, pengertian pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan tertentu secara tetap, termasuk anggota dewan pengawas dan anggota dewan pengawas yang secara tetap tetap. mengarahkan kegiatan usaha secara langsung, serta pegawai yang bekerja berdasarkan kontrak jangka waktu tertentu sepanjang pegawai yang bersangkutan bekerja penuh waktu. Pekerja tidak tetap adalah pekerja yang menerima penghasilan hanya pada saat pekerja yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari kerja, jumlah satuan kerja yang dihasilkan, atau selesainya suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.
Kerangka Pikir
Hipotesis
Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh dan memperoleh beberapa informasi dan data yang relevan dan akurat, diperlukan data primer melalui penelitian langsung di lapangan dengan mengamankan lokasi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang yang berlokasi di Jl. Pancaitana Bungawalie. TIDAK. Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti guna memperoleh gambaran yang jelas mengenai permasalahan. Kuesioner merupakan pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden untuk dijadikan sampel penelitian.
Studi literatur digunakan untuk mengumpulkan data sekunder dari perusahaan, landasan teori dan informasi terkait penelitian ini melalui dokumentasi. Penelitian dilakukan antara lain dengan mengumpulkan data dari literatur, bahan perkuliahan dan hasil penelitian lain yang ada kaitannya dengan objek penelitian.
Jenis dan Sumber Data .1 Jenis Data
- Sumber Data
Yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka yang dapat dihitung, yang diperoleh dari kuisioner yang disebar dan berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh penulis melalui observasi atau observasi langsung terhadap perusahaan, baik melalui observasi, angket maupun wawancara langsung kepada pimpinan dan karyawan perusahaan, tergantung kebutuhan penelitian ini.
Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung yaitu data yang penulis peroleh dari dokumen perusahaan dan buku literatur yang memberikan informasi mengenai kompetensi dan kinerja pegawai.
Populasi dan Sampel
Agar penelitian ini dapat memberikan generalisasi dengan margin of error yang sangat kecil, dan mengingat jumlah populasinya hanya 38 orang, maka penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh (enrollment), yaitu seluruh anggota populasi.
Pengukuran Instrumen Penelitian
- Uji Validitas
Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas kuesioner, maka kuesioner tersebut harus diuji dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Validitas dan reliabilitas ini bertujuan untuk menguji apakah kuesioner yang disebarkan untuk memperoleh data penelitian valid dan reliabel, oleh karena itu penulis akan melakukan kedua pengujian tersebut terhadap instrumen penelitian (kuesioner). Uji validitas dilakukan dengan melakukan korelasi bivariat antara skor masing-masing indikator dengan total skor variabel.
Metode Analisis
- Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linier berganda merupakan teknik untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kinerja pegawai dengan menggunakan rumus yang dikutip dari buku karya Ridwan dan Akdom (2013), yaitu: b0 = Nilai sel konstan/resiprokal X1 = Disiplin kerja. Model regresi diatas digunakan untuk menguji hubungan antar variabel X1. Disiplin Kerja), X2 (Kompetensi Kerja), X3 (Budaya Kerja) pada variabel Y (Kinerja Pegawai). Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase variasi variabel terikat dalam model dapat dijelaskan oleh variabel bebas.
Oleh karena itu, banyak peneliti merekomendasikan penggunaan nilai adjusted R2 saat mengevaluasi model regresi terbaik (Imam Ghozali, 2006).
Pengujian Hipotesis .1 Uji Simultan (Uji f) .1 Uji Simultan (Uji f)
- Uji Parsial (Uji t)
Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima, artinya masing-masing variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara individual dapat menjelaskan variasi variabel dependen.
Defenisi Operasional
- Sejarah Singkat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang
- Visi dan Misi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang Dalam peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2011 tentang tahapan, tata
- Program dan Kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang
- Struktur Organisasi
Proses pembangunan di Kabupaten Enrekang dilakukan di semua bidang salah satunya bidang pendidikan yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang yang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. melalui Sekretaris Daerah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas pokok menangani urusan pemerintahan daerah menurut asas otonomi daerah dan bantuan di bidang pendidikan (Perda No. 26 Tahun 2008). Perkembangan struktur organisasi dan tata kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang mengalami perubahan yang cukup dinamis dalam tiga belas tahun terakhir.
Perubahan ini merupakan pengaturan strategis dalam rangka mengikuti/menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat di bidang pendidikan dan kebudayaan. Visi dan misi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang dirumuskan dari Visi dan Misi Bupati terpilih periode 2013-2018 hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung, yang juga merupakan visi misi pemerintah Kabupaten Enrekang yaitu. Terwujudnya Kabupaten Enrekang Maju Aman Sejahtera (EMAS) yang bermoral menuju Kawasan Agropolitan Berwawasan Lingkungan.
Mengacu pada visi tersebut dan dengan mempertimbangkan hasil analisis terhadap situasi dan kondisi internal dan eksternal, termasuk budaya dan nilai-nilai yang ada di masyarakat, maka dirumuskan visi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang sebagai “Terwujudnya pendidikan pembangunan yang berkarakter, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya kreatif, untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dalam kehidupan Agropolis.” Visi tersebut berarti bahwa dalam lima tahun ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki lima ciri yaitu Karakter, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Budaya Kreatif, Kesejahteraan dan Agropolis Rumusan program dan kegiatan dalam rencana strategis (renstra) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2011.
Karakteristik Responden .1 Gambaran Umum Responden .1 Gambaran Umum Responden
Identifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil penelitian terhadap pegawai yang bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang, responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden perempuan.
Identifikasi Responden Berdasarkan Status Kepegawaian
Identifikasi Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Identifikasi Responden Berdasarkan Usia
Berdasarkan tabel diatas terlihat mayoritas responden yang berumur dibawah 30 tahun berjumlah 6 orang atau sebesar 16%.
Identifikasi Responden Berdasarkan Masa Jabatan
- Penentuan Range
- Deskriptif Data
- Analisis Deskriptif, Disiplin Kerja, Kompetensi Kerja, dan Budaya Kerjaper Variabel Kerjaper Variabel
Berdasarkan tabel 4.5 halaman sebelumnya terlihat mayoritas berdasarkan kontrak kerja 1-5 tahun sebanyak 12 orang atau 32%.
Analisis Deskriptif Disiplin Kerja
Analisis Deskriptif Kompetensi Kerja TABEL 4.7
Analisis Deskriptif Budaya Kerja
Analisis Deskriptif Kinerja Pegawai TABEL 9
- Uji Instrumen Penelitian .1 Uji Validitas .1 Uji Validitas
- Uji Realibilitas
- Analisis Data
- Analisis Regresi Linear Berganda
- Koefisien Determinasi
- Uji Hipotesis
- Uji Simultan (Uji f)
- Uji Parsial (Uji T)
- Pembahasan
- Saran
Pengujian pada hakekatnya menunjukkan apakah seluruh variabel disiplin kerja, kompetensi kerja dan budaya kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai. 1,690 dan nilai signifikansinya sebesar 0,988 lebih besar dari nilai 0,05 maka variabel budaya kerja tidak berpengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai. Hipotesis pertama menyatakan: “Diduga disiplin kerja, kompetensi kerja dan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang”.
Hasil pengujian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa semakin meningkat variabel disiplin kerja maka kinerja pegawai pun meningkat. Selain itu berdasarkan uji t (uji parsial) variabel disiplin kerja diketahui mempunyai thitung > thitung yang menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil pengujian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa semakin meningkat variabel kompetensi kerja maka kinerja pegawai pun meningkat.
Selain itu berdasarkan uji T (uji sebagian) diketahui bahwa variabel kompetensi kerja mempunyai thitung > ttabel yang menunjukkan bahwa kompetensi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Teori Robert D. Hasil pengujian Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa jika variabel budaya kerja meningkat maka kinerja karyawan pun meningkat. Berdasarkan hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa masing-masing variabel disiplin kerja dan kompetensi kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan yang paling besar terhadap kinerja pegawai.
IDENTITAS RESPONDEN
Saya mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bososwa Makassar, saat ini saya sedang menyusun skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ekonomi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang”, sehingga pernyataan dari responden diperlukan untuk menyelesaikan penelitian ini. Saya menghargai bantuan Anda dan bersenang-senang mengisi kuesioner ini.
DAFTAR PERTANYAAN
KUESIONER TENTANG DISIPLIN KERJA (X 1 )
KUESIONER TENTANG BUDAYA KERJA(X 3 )