• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinamika Masyarakat dan Perubahan Sosial

N/A
N/A
brianaa margaret

Academic year: 2025

Membagikan "Dinamika Masyarakat dan Perubahan Sosial"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

Muhammad Fauzan

DINAMIKA

MASYARAKAT

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Program Studi Agribisnis

(2)
(3)

2

DAFTAR ISI

1 PENDAHULUAN ... 4

2 STRUKTUR SOSIAL ... 5

KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT... 5

STRATIFIKASI SOSIAL (LAPISAN SOSIAL) ... 6

LEMBAGA SOSIAL (SOCIAL INSTITUTION) ... 7

NORMA-NORMA MASYARAKAT ... 8

KEBUDAYAAN ... 9

KEKUASAAN ... 9

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) ... 10

3 PROSES SOSIAL ... 12

INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI FAKTOR UTAMA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL ... 12

SYARAT-SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL ... 13

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL... 13

4 PERUBAHAN SOSIAL ... 16

BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL ... 16

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN SOSIAL ... 18

MODERNISASI ... 18

GLOBALISASI ... 20

MASALAH SOSIAL ... 21

5. BENCANA ALAM DAN PERUBAHAN SOSIAL ... 23

6. STUDI KASUS 1 : DINAMIKA MASYARAKAT MERAPI ... 27

KELOMPOK SOSIAL ... 27

PRANATA SOSIAL ... 30

STRATIFIKASI SOSIAL ... 35

PERUBAHAN KEBUDAYAAN ... 38

MODAL SOSIAL ... 41

PERUBAHAN SOSIAL... 45

MODERNISASI ... 49

(4)

3

MASALAH SOSIAL ... 54

7. STUDI KASUS 2 : MITIGASI BENCANA MASYARAKAT MERAPI ... 60

PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP RISIKO BENCANA ... 60

LANGKAH PENGURANGAN RISIKO BENCANA ... 63

LOCAL WISDOM ... 66

(5)

4

DINAMIKA MASYARAKAT

Muhammad Fauzan, S.P., M.Sc.

1 PENDAHULUAN

Kita sebagai makhluk sosial harus mengenal lebih dalam mengenai dinamika masyarakat. Bila dilihat dari sisi sosiologi, dinamika masyarakat merupakan bagian dari keseluruhan terjadinya perubahan di dalam masyarakat seiring dengan perkembangan zaman dari waktu ke waktu.

Pengertian Dinamika Masyarakat

✓ Dinamika berarti tingkah laku individu yang satu secara langsung mempengaruhi individu yang lain secara timbal balik. Dinamika menunjukkan adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok yang satu dengan anggota kelompok yang lain secara timbal balik dan antara anggota dengan kelompok secara keseluruhan.

✓ Kelompok merupakan suatu unit yang terdapat lebih dari satu individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat untuk kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi (H. Smith).

✓ Masyarakat adalah kelompok atau komunitas yang interdependen atau individu-individu yang saling bergantung antara yang satu dengan lainnya. Sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu pada sekelompok individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

✓ Sekelompok manusia bisa disebut sebagai suatu masyarakat apabila mempunyai pemikiran, perasaan, serta sistem atau aturan yang sama. Dengan kesamaan itu, manusia lalu berhubungan saling berinteraksi antara sesama mereka berdasarkan kepentingan bersama.

Pentingnya Mempelajari Dinamika Masyarakat

✓ Individu tidak mungkin hidup sendiri di masyarakat.

✓ Individu tidak dapat pula bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupannya.

✓ Dalam masyarakat yang besar, perlu adanya pembagian kerja agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik. Hal itu bisa terjadi apabila dikerjakan dalam kelompok kecil.

✓ Masyarakat yang demokratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja dengan efektif.

(6)

5

2 STRUKTUR SOSIAL

Kata “struktur” berasal dari bahasa latin “structum” yang berarti menyusun, membangun sebuah gedung atau secara umum dapat dimaknai sebagai kerangka. Definisi struktur sosial adalah susunan individu atau kelompok dalam masyarakat.

✓ Ciri-ciri struktur sosial antara lain : a. Bersifat abstrak,

b. Dinamis,

c. Didapati dimensi vertikal dan horizontal

✓ Struktur sosial memiliki fungsi antara lain :

a. Sebagai landasan untuk menanamkan nilai kedisiplinan dalam interaksi sosial, b. Memberikan karakter yang khas di masing-masing masyarakat,

c. Sebagai pengawas sosial.

✓ Unsur-unsur sosial dalam struktur masyarakat terdiri dari : a. Kelompok Sosial

b. Stratifikasi Sosial c. Lembaga Sosial d. Kebudayaan

e. Kekuasaan dan Kepemimpinan

KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT

✓ Sejak dilahirkan, manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu : a. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya (yaitu masyarakat);

b. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

✓ Untuk dapat menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut, manusia menggunakan pikiran, perasaan, dan kehendaknya. Dan semuanya itu menimbulkan kelompok-kelompok sosial atau social group di dalam kehidupan manusia ini.

✓ Kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama.

Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong.

✓ Setiap himpunan manusia dapat dinamakan kelompok sosial apabila memenuhi persyaratan tertentu, antara lain :

a. Adanya kesadaran pada setiap anggota kelompok bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan,

(7)

6

b. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya, c. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antar-mereka bertambah

erat,

d. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku, e. Bersistem dan berproses.

✓ Menurut Soerjono Soekanto, suatu kelompok sosial cenderung untuk tidak menjadi kelompok yang statis, tetapi selalu berkembang serta mengalami perubahan-perubahan, baik dalam aktivitas maupun bentuknya.

Dalam masyarakat yang modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dengan masyarakat perkotaan (urban community), sebagai berikut :

MASYARAKAT PEDESAAN MASYARAKAT PERKOTAAN

Waga memiliki hubungan yang lebih erat Jumlah penduduknya tidak tentu Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas

dasar kekeluargaan Bersifat individualis

Umumnya hidup dari pertanian Pekerjaan lebih bervariasi, lebh tegas batasannya dan lebih sulit mencari pekerjaan Golongan orang tua memegang peranan

penting

Perubahan sosial terjadi secara cepat, menimbulkan konflik antara golongan muda dengan golongan tua

Dari sudut pemerintah, hubungan antara penguasa dan rakyat bersifat informal

Interaksi lebih disebabkan faktor kepentingan daripada faktor pribadi

Perhatian masyarakat lebih pada keperluan utama kehidupan

Perhatian lebih pada pemenuhan kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan masalah prestise Kehidupan keagamaan lebih kental Kehidupan keagamaan lebih longgar

Banyak ber-urbanisasi ke kota karena ada faktor yang menarik dari kota

Banyak migran yang berasala dari daerah dan berakibat negatif di kota, yaitu pengangguran, kriminalitas, persoalan rumah, dan lain-lain Kelompok sosial bukan merupakan kelompok statis. Setiap kelompok sosial pasti mengalami perkembangan dan perubahan. Ada yang mengalami perubahan secara lambat, namun ada pula yang mengalami perubahan secara cepat.

STRATIFIKASI SOSIAL (LAPISAN SOSIAL)

Stratifikasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hierarkis). Proses terbentuknya stratifikasi sosial :

a. Terjadi dengan sendirinya.

Faktor kepandaian, tingkat umur, sifat keaslian anggota masyarakat, harta, dan sebagainya.

b. Sengaja dibentuk untuk mengejar suatu tujuan bersama.

(8)

7

Hal ini biasanya berkaitan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi-organisasi formal seperti pemerintahan, perusahaan, partai politik, dan sebagainya.

Sifat stratifikasi sosial : a. Tertutup.

Sistem ini membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain.

b. Terbuka.

Setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan. Sistem ini memberi perangsang yang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan lendasan pembangunan masyarakat.

Ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan antara lain :

a. Ukuran kekayaan b. Ukuran kekuasaan c. Ukuran kehormatan d. Ukuran ilmu pengetahuan

Mobilitas Sosial / Gerak Sosial (Social Mobility)

Gerak sosial adalah gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

Tipe gerak sosial yang paling prinsipil ada dua macam, yaitu sebagai berikut : a. Horizontal,

Yaitu bila individu atau obyek sosial lainnya berpindah dari satu kelompok sosial yang satu ke kelompok sosial lain yang sederajat.

b. Vertikal,

Yaitu bila individu atau obyek sosial lainnya berpindah dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat, bisa gerak naik (social climbing) atau turun (social sinking).

Perlunya Sistem Lapisan Sosial dalam Masyarakat

Mau tidak mau terdapat sistem lapisan sosial di dalam masyarakat. Hal tersebut sesungguhnya justru dapat memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat, yaitu penempatan individu dalam tempat-tempat yang tersedia dalam struktur sosial dan mendorongnya agar melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kedudukan serta peranannya.

LEMBAGA SOSIAL (SOCIAL INSTITUTION)

Belum ada kesepakatan mengenai istilah Indonesia yang tepat untuk social institutions. Beberapa istilah yang biasa digunakan antara lain pranata sosial, bangunan sosial, atau lembaga

(9)

8

kemasyarakatan. Menurut Koentjaraningrat, lembaga sosial atau pranata sosial adalah sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas ntuk memenuhi kompleks- kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi lembaga sosial :

a. Pedoman dalam bertingkah laku dalam menghadapi masalah dalam masyarakat, b. Menjaga keutuhan masyarakat,

c. Merupakan pedoman sistem pengendalian sosial di masyarakat.

NORMA-NORMA MASYARAKAT

Supaya hubungan antar manusia di dalam masyarakat terlaksana sebagaimana diharapkan maka dirumuskanlah norma-norma masyarakat.

Untuk dapat membedakan kekuatan mengikat norma-norma tersebut, secara sosiologis dikenal adanya empat pengertian, yaitu :

a. Cara (Usage)

Cara lebih menonjol di dalam hubungan antar individu dalam masyarakat. Suatu penyimpangan terhadapnya tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat, akan tetapi hanya sekedar celaan dari individu lain. Misalnya, orang mempunyai cara masing-masing untuk minum pada waktu bertamu.

b. Kebiasaan (Folkways)

Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar daripada cara. Kebiasaan yang diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama merupakan bukti bahwa orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Misalnya, kebiasaan memberi hormat kepada orang lain yang lebih tua.

c. Tata Kelakuan (Mores)

Tata kelakukan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas, secara sadar maupun tidak sadar, oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya.

d. Adat Istiadat (Custom)

Tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat dapat meningkat kekuatan mengikatnya menjadi adat istiadat.

Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga, apabila norma tersebut : a. Diketahui

b. Dipahami atau dimengerti c. Ditaati

d. Dihargai

Agar anggota masyarakat taat pada norma yang berlaku, diciptakan sistem pengendalian sosial, yang bersifat :

a. Preventif/positif b. Represif/negatif

(10)

9 KEBUDAYAAN

Menurut E.B. Tylor, kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Visualisasi secara skematis :

Terdapat tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu : a. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia,

b. Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi, c. Sistem kemasyarakatan,

d. Bahasa, e. Kesenian,

f. Sistem Pengetahuan,

g. Religi (Sistem Kepercayaan)

Tidak ada kebudayaan yang statis. Semua kebudayaan mempunyai dinamika atau gerak.

✓ Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup di dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi karena dia mengadakan hubungan- hubungan dengan manusia lainnya.

✓ Akulturasi budaya terjadi bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan yang tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

KEKUASAAN

Ilmu Sosiologi tidak memandang kekuasaan sebagai suatu yang baik atau buruk, namun sosiologi mengakui bahwa kekuasaan sebagai unsur yang pentung dalam kehidupan suatu masyarakat.

Perbedaan kekuasaan dengan wewenang ialah bahwa setiap kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain dapat dinamakan kekuasaan. Sementara itu, wewenang adalah kekuasaan yang ada

Culture(S) Super Culture

Counter Culture Sub-

Culture

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan sosial ke arah kemajuan merupakan perubahan yang diinginkan oleh setiap masyarakat. Kadang-kadang perubahan sosial tidak diinginkan oleh kelompok masyarakat tertentu karena

Perubahan sosial yang oleh Soemardjan dan Davis lebih menekankan pada perubahan struktur kelembagaan dalam masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul “ Perubahan Sosial dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat Transmigran (Studi Kasus Masyarakat

Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan di dalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih

PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL • Perubahan sosial diartikan sebagai perubahan lembaga- lembaga institutions masyarakat, yaitu perubahan yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk

Dokumen tersebut membahas topik perubahan sosial dan

Teks tersebut membahas dampak perubahan sosial seperti kesenjangan budaya, ketimpangan sosial, integrasi dan disintegrasi sosial, serta konflik

Dokumen ini membahas dinamika iklim, pemanasan global, dan dampak perubahan iklim terkini di