See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/371947983
Dinamika Kebijakan Pengelolaan Perbatasan Laut di Indonesia
Book · June 2023
CITATIONS
0
READS
44
8 authors, including:
Eki Darmawan
Universitas Maritim Raja Ali Haji 22PUBLICATIONS 15CITATIONS
SEE PROFILE
Oksep Adhayanto
Universitas Maritim Raja Ali Haji 242PUBLICATIONS 101CITATIONS
SEE PROFILE
Canthika Putri
Universitas Maritim Raja Ali Haji 2PUBLICATIONS 0CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by Canthika Putri on 29 June 2023.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
Nama : Canthika Putri Wulandari NIM : 2105040135
Prodi : Ilmu Hukum Mata Kuliah : Hukum Perbatasan
Dosen Pengampu : Dr. Oksep Adhayanto, S.H, M.H
REVIEW
Judul Buku : Dinamika Kebijakan Pengelolaan Perbatasan Laut di Indonesia Pengarang : Eki Darmawan, Mahadiansar, Oksep Adhayanto
ISBN : 978-623-97812-2-4 Ukuran : 155 x 230 mm.
Halaman : xvi + 82 halaman Tahun Terbit : 2021
Hukum Perbatasan merupakan salah satu cabang dari Hukum Internasional yang membahas tentang perbatasan dari segi wilayah maupun ekonomi antar negara. Hukum Perbatasan ini sangat penting kita pelajari karena Indonesia sebagai wilayah yang dikelilingi oleh lautan maka kebijakan yang diatur harus jelas agar tidak terjadi kesalahan yang dapat menyebabkan peperangan antar negara. dalam buku Dinamika Kebijakan Pengelolaan Perbatasan Laut di Indonesia, Salah satu bukunya karya Eki Darmawan, Mahadiansar, dan Oksep Adhayanto.
Buku setebal 100 tidak hanya mengulas pengelolaan perbatasan laut. tetapi juga memberikan kita pemahaman mulai dari gambaran umum tentang pengelolaan laut di Indonesia sampai masa depan pembangunan perbatasan laut.
Kompleksitas Isu Perbatasan Laut
Seperti yang telah dibahas secara singkat bahwa wilayah perbatasan laut sangat sensitif terutama dalam hal stabilitas dan ketahanan wilayah. Dalam kompleksitas isu perbatasan laut, terdapat tiga isu utama dalam pengelolaan kawasan perbatasan Indonesia, yakni masalah yang berkenaan dengan penetapan garis batas (alokasi, delimitasi (laut), dan demarkasi (darat), dan masalah pengembangan kawasan perbatasan (administration).
Adapun pemerintah mengatasi masalah dalam pengembangan wilayah kawasan perbatasan dengan melibatkan kepentingan yang mempunyai hak kewenangan sebanyak 26 kementrian dengan 72 program dalam satuan kerja. namun, Lembaga/ otoritas yang memiliki kewenangan dalam hal ini masih tumpang tindih yang menyebabkan kurangnya efektivitas dalam pengembangan wilayah Kawasan perbatasan.
Di bab II ini nantinya kita akan mempelajari beberapa hal, mulai dari mempelajari isu yang terjadi, permasalahan yang berkaitan dengan kedaulatan bangsa dan negara, serta manajemen pengelolaan kawasan perbatasan.
Sumber Daya dan Infrastruktur Daerah
SDM yang berkualitas saja tidak akan dapat mencapai potensi maksimal jika tidak ada infrastruktur yang memadai. Sebaliknya, infrastruktur yang baik juga akan sulit beroperasi secara efektif tanpa adanya SDM yang kompeten. Jadi, dalam bab II kedua menjelaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur adalah dua aspek yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan wilayah perbatasan.
Setidaknya di bab ini kita akan diajak mempelajari bahwa SDM perbatasan yang merupakan bagian dari unsur militer dan pentingnya infrastruktur guna meningkatkan pengembangan di Kawasan perbatasan baik darat, laut, dan udara. Meskipun ilmu ini sering kali orang hanya mempelajari batasan wilayah, kita sebagai mahasiswa tetap dituntut untuk mempelajari landasan serta faktor apa saja yang dapat mengembangkan Kawasan perbatasan. Tujuannya agar mahasiswa dapat menganalisa serta turut serta dalam mengembangkan Kawasan perbatasan yang telah dijelaskan.
Problematika Perbatasan Laut Negara Tetangga
Menyambung dari penjelasan tentang isu perbatasan laut bab II bagian ketiga membahas lebih lanjut beberapa masalah yang dihadapi Indonesia dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, Papua Nugini, Thailand, India, Timor Leste, Republik Palau.
Permasalahan yang dijelaskan mulai dari sektor ekonomi, sosial budaya, kepentingan politik, lingkungan, serta pertahanan keamanan. Setiap permasalahan disajikan dengan contoh permasalahan yang terjadi di kedua negara.
Karena buki ini adalah buku ajar, maka setiap akhir pembahasan setiap sub babnya, akan lebih bagus jika ada tes seperti soal tentang argumentasi pembaca untuk mengukur seberapa tingkat pemahaman kita setelah membaca.
Kelebihan buku ini, telah diterbitkan secara cetak untuk yang hobi mengoleksi buku serta online untuk memudahkan kita membaca dimanapun tanpa harus repot membawa buku, setiap penjelasan terutama di bab II menyajikan penjelasan yang straight to the point serta mengambil contoh kasus yang terjadi di Kepulauan Riau sebagai penekanan bahwa kita merupakan wilayah perbatasan, dan terdapat glosarium yang memudahkan kita untuk mencari kata yang asing setelah kita membaca.
View publication stats