PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Hygiene Factor dan Motivation Factor
- Analisis Faktor Konfirmatori Dua Tahap
- Tahapan Permodelan Analisis Faktor Konfirmatori Dua Tahap . 11
- Menciptakan Diagram Jalur
- Konversi Diagram Jalur ke dalam Persamaan
- Menentukan Matriks Input dan Estimasi Model
- Penilaian Identifikasi Model
- Evaluasi Kesesuaian Model
- Interpretasi dan Modifikasi Model
- Teknik Pengambilan Sampel dan Ukuran Sampel
- Uji Validitas dan Reliabilitas Pilot Survei
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
Pada tahap ini, kita berhasil menentukan model yang menunjukkan hubungan antar variabel yang akan dianalisis. Setelah membangun model berbasis teori, langkah selanjutnya adalah membuat diagram jalur berdasarkan model yang telah ditentukan. Setelah model ditentukan secara lengkap, langkah selanjutnya adalah menentukan matriks masukan dan mengestimasi model yang akan digunakan.
Pada tahap identifikasi model akan diperoleh apakah model yang diusulkan menghasilkan estimasi yang unik atau tidak. 2 merupakan alat uji kecocokan model fundamental untuk mengukur kecocokan keseluruhan, yaitu model keseluruhan yang terdiri dari model struktural dan model pengukuran secara terintegrasi. Indeks ini mencerminkan keseluruhan tingkat kecocokan model yang dihitung dari model kuadrat sisa yang diprediksi dibandingkan dengan data aktual.
Nilai GFI mendekati 1 berarti model yang diuji cocok (Hair., Anderson, Tatham & Black, 1998). AGFI merupakan pengembangan dari GFI yang disesuaikan dengan perbandingan antara degree of freedom model yang diajukan dengan degree of freedom model awal (null model). Setelah dilakukan evaluasi kesesuaian model, apabila model yang diperoleh cukup baik (model fit), dapat dilakukan interpretasi, namun apabila model yang diperoleh kurang baik maka dapat dilakukan perubahan model.
Modifikasi model bertujuan untuk menemukan model yang sesederhana mungkin atau untuk mendapatkan model yang benar-benar sesuai dengan data (MacCallum dalam Bachrudin, 2008).
METODOLOGI PENELITIAN
- Objek Penelitian
- Teknik Sampling dan Ukuran Sampel Penelitian
- Pilot Survei
- Teknik Pengumpulan Data
- Operasionalisasi Variabel
- Pemodelan Confirmatory Factor Analysis (CFA)
- Membangun Model Berbasis Teori
- Menciptakan Diagram Jalur
- Konversi Diagram Jalur ke dalam Persamaan
- Evaluasi Kesesuaian Model Pengukuran
- Evaluasi Kesesuaian Model Struktural
- Sistematika Pemecahan Masalah
Responden yang menjawab 'tidak setuju', seramai 12 orang responden dan yang menjawab 'sangat setuju', seramai 11 orang atau 5.5%. Responden yang menjawab 'tidak setuju', seramai 13 orang responden dan yang menjawab 'sangat setuju', seramai 12 orang atau 6%. Responden yang sangat tidak setuju menjawab seramai 21 orang responden dan yang menjawab setuju seramai 11 orang atau 5.5%.
Responden yang menjawab sangat setuju seramai 35 orang responden dan yang menjawab tidak setuju seramai 3 orang atau 1.5%. Responden yang menjawab sangat setuju, seramai 38 orang responden, dan yang menjawab tidak setuju seramai 1 orang atau 0.5%. Responden yang menjawab sangat tidak setuju, seramai 15 orang responden, dan yang menjawab setuju, seramai 12 orang atau 6%.
Sebanyak 22 orang responden yang menjawab sangat setuju, manakala seramai 11 orang atau 5.5% daripada mereka yang menjawab tidak setuju. Sebanyak 10 orang responden bersetuju dengan jawapan tersebut, manakala 9 atau 4.5% sangat tidak setuju. Sebanyak 16 orang responden yang menjawab sangat setuju, dan sebanyak 16 atau 8% daripada mereka yang menjawab tidak setuju.
Responden yang menjawab setuju sebanyak 14 responden dan yang menjawab tidak setuju sebanyak 7 orang atau 3,5%. Responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 18 responden dan yang menjawab tidak setuju sebanyak 10 orang atau 5%. Indikator HF6 (arahan dan bimbingan dari atasan kepada bawahan) memberikan kontribusi terhadap pengukuran dimensi 1 (Hygiene factor) sebesar 0,773.
Indikator MF2 (Recognition and Evaluation of Leaders for Work) memberikan kontribusi terhadap pengukuran dimensi 2 (Motivation Factor) sebesar 0,881. Indikator MF3 (Opportunity to learn new skill/skills) memberikan kontribusi pengukuran dimensi 2 (Motivation Factor) sebesar 0,747. Berdasarkan tabel 4.25 terlihat bahwa dimensi Hygiene Factor memberikan kontribusi terhadap pengukuran variabel laten Satisfaction sebesar 0,864.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pendahuluan
Bab ini akan menjelaskan hasil analisis data dan pembahasannya sesuai dengan prosedur pemodelan analisis faktor konfirmatori dua tahap yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Sebelum dilakukan analisis data pada penelitian utama terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap indikator-indikator pada variabel-variabel yang digunakan pada penelitian pendahuluan (pilot survey).
Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Pilot Survei
Berdasarkan tabel di atas, hasil uji validitas dengan menggunakan koefisien korelasi corrected item-total menunjukkan bahwa untuk variabel Hygiene factor dari 13 item pertanyaan terdapat 1 item (HF10) dengan nilai rhitung kurang dari 0,3 sehingga item HF10 tidak valid dan tidak akan diikutsertakan dalam proses pendataan. Sedangkan untuk variabel Faktor Motivasi keenam item pertanyaan memiliki nilai rhitung lebih besar dari 0,3, sehingga semua item pada variabel Faktor Motivasi valid dan masuk dalam proses pengumpulan data. Untuk pengujian reliabilitas, konstruk Hygiene Factor dan konstruk Motivation Factor memiliki nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari 0,7 sehingga kedua konstruk tersebut dapat diandalkan dan layak digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Distribusi Frekuensi Variabel Penelitian
- Distribusi Frekuensi Variabel Hygiene Factor
- Distribusi Frekuensi Variabel Motivation Factor
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 47,5% dari seluruh responden atau sebanyak 95 responden setuju bahwa kebijakan universitas dapat mewakili keinginan dan memuaskan karyawan. Tabel di atas menunjukkan bahwa 45,5% dari seluruh responden atau sebanyak 91 responden setuju bahwa universitas selalu melibatkan karyawan dalam pengambilan kebijakan. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 47,5% dari seluruh responden atau sebanyak 95 responden menjawab saya tidak setuju bahwa pengendalian yang dilakukan oleh manajemen memberatkan dan tidak konsisten.
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 59% dari seluruh responden atau tidak kurang dari 118 responden setuju bahwa kualitas kerjasama dengan rekan kerja terjalin dengan baik. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 52% dari seluruh responden atau sebanyak 104 responden setuju bahwa atasan memberikan arahan dan bimbingan yang baik kepada bawahan. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 50% dari seluruh responden atau bahkan 100 responden menjawab cukup setuju bahwa tunjangan/.
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 49,5% dari seluruh responden atau sebanyak 99 responden menjawab sangat setuju manajemen kurang memperhatikan status karyawan yang masih rendah. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 45% dari seluruh responden atau sebanyak 90 responden setuju bahwa keberhasilan kerja yang dicapai sesuai dengan harapan. Responden yang menjawab sangat setuju ada 22 orang, yang menjawab tidak setuju sebanyak 21 orang atau 10,5%, dan yang menjawab tidak setuju sama sekali 2 orang atau 1%.
Responden yang menjawab 'sangat setuju' sebanyak 43 orang dan yang menjawab 'tidak setuju' sebanyak 23 orang atau 11,5% dan yang menjawab 'sangat tidak setuju' sebanyak 1 orang atau 0,5%. 26 responden yang menjawab 'sangat setuju', 21 orang atau 11% 'tidak setuju' dan 1 orang atau 0,5% yang menjawab 'sangat tidak setuju'. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 45% dari seluruh responden atau sebanyak 90 responden menjawab setuju bahwa pekerjaan yang diberikan sesuai dengan bidang dan kemampuan pegawai.
Responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 37 responden dan yang tidak menjawab sebanyak 20 orang atau 10%. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa 47% dari seluruh responden atau sekitar 94 responden setuju bahwa saya dapat menggunakan keahlian/kemampuan saya dalam bekerja. Responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 46 responden dan yang tidak menjawab sebanyak 8 orang atau 4% dan yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2 orang atau 1%.
Hasil Permodelan Analisis Faktor Konfirmatori Dua Tahap
- Hasil Identifikasi Model
- Hasil Estimasi Parameter dan Path Diagram
- Evaluasi Model Pengukuran
- Evaluasi Model Keseluruhan atau Struktural
- Analisis Model Pengukuran Hygiene Factor
- Analisis Model Pengukuran Motivation Factor
- Analisis Model Pengukuran Satisfaction
Dari Tabel 4.21 di atas diketahui bahwa variabel laten Hygiene factor memiliki nilai Construct Reliability sebesar 0,9436 dan nilai Variance Extracted sebesar 0,5825. Sedangkan variabel laten Motivation Factor memiliki nilai Construct Reliability sebesar 0,9299 dan nilai Variance Extraction sebesar 0,6887. Sedangkan variabel laten Satisfaction memiliki nilai Construct Reliability sebesar 0,9299 dan nilai Variance Extracted sebesar 0,6887.
Hal ini ditunjukkan dengan nilai indeks fit model yaitu GFI sebesar 0,990 dan PGFI sebesar 0,988 yang memenuhi kriteria good fit yang mensyaratkan nilai indeks fit sebesar 0,90. 50 dan RMR sebesar 0,0311, menurut Brown dan Cudeck dalam Wijanto (2008) jika nilai RMSEA < 0,08 hal ini menunjukkan bahwa model sudah sesuai. Indikator HF1 (Kebijakan dapat menginspirasi dan memuaskan karyawan) memberikan kontribusi pengukuran dimensi 1 (Hygiene Factor) sebesar 0,769.
Untuk dimensi faktor Hygiene terlihat bahwa indikator yang memberikan kontribusi terbesar adalah indikator HF5 (Kualitas kerjasama dengan rekan kerja) yaitu sebesar 0,806, penyumbang terbesar kedua adalah indikator HF4 (Kualitas hubungan karyawan dengan atasan). ) sebesar 0,796 dan terbesar ketiga diberikan oleh indikator HF6 (Petunjuk dan bimbingan dari atasan kepada bawahan) yaitu sebesar 0,773. Sedangkan kontribusi terkecil pertama diberikan oleh indikator HF12 (Procedures for Promotion) sebesar 0,730, sedangkan kontribusi terkecil kedua diberikan oleh. 52 indikator HF8 (manfaat yang diterima) sebesar 0,734 dan untuk kontribusi terkecil ketiga yaitu oleh indikator HF2 (Keterlibatan pegawai dalam pengambilan kebijakan) dengan nilai kontribusi sebesar 0,738.
Jika diakumulasikan, total kontribusi yang diberikan oleh 12 indikator dalam pengukuran dimensi faktor higiene adalah sama dengan nilai Variance Extracted. Untuk dimensi Faktor Motivasi terlihat bahwa indikator yang memberikan kontribusi paling besar adalah indikator MF2 (Pengakuan dan penghargaan kepemimpinan terhadap pekerjaan) yaitu sebesar 0,881 dan kontribusi terbesar kedua adalah indikator MF5 (Pengembangan kepemimpinan kepada pegawai) yang disampaikan. . sebesar 0,854. Sedangkan kontribusi terkecil pertama diberikan oleh indikator MF3 (Kesempatan untuk mempelajari keterampilan/kemampuan baru) sebesar 0,747 dan untuk kontribusi terkecil kedua yaitu oleh indikator MF6 (Kesempatan untuk menggunakan keterampilan/kemampuan) dengan nilai kontribusi sebesar 0,786.
Jika diakumulasikan, maka total kontribusi yang diberikan oleh 6 indikator terhadap pengukuran dimensi Faktor Motivasi adalah sama dengan nilai Variance Extracted. Jika diakumulasikan, maka total kontribusi yang diberikan oleh dua dimensi Hygiene Factor dan Motivation Factor terhadap pengukuran variabel laten Satisfaction adalah sebesar nilai Variance Extracted. Pada model level kedua dimensi Faktor Kebersihan dan Faktor Motivasi mampu mengukur variabel laten Kepuasan sebesar 63,10%.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Semua indikator pada model lini pertama untuk dimensi Hygiene factor memberikan kontribusi yang baik dan valid. Semua indikator pada model lini pertama untuk dimensi Faktor Motivasi memberikan kontribusi yang baik dan valid.
Saran
Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis faktor konfirmatori dua tahap, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut. Sehingga kesimpulan yang didapatkan nantinya akan lebih kompleks dan mewakili kepuasan pegawai UIN Syarif Hidayatullah secara umum. Berilah tanda silang (X) atau (√) pada jawaban yang menurut Anda paling mewakili diri Anda pada kolom yang tersedia.
Tidak ada PERNYATAAN (Faktor Motivasi) STS TS CS S SS 13 Prestasi kerja saya sesuai dengan. Penggunaan program ini tunduk pada ketentuan yang ditentukan dalam Konvensi Hak Cipta Universal. Data mentah dari file 'D:\RISET\LEMLIT\Penelitian 2014\Data Processing\DATA.psf' Variabel laten Hygiene Motivasi Satisfaction.
Goodness of Fit Index (GFI) = 0.990 Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) = 0.988 Parsimony Goodness of Fit Index (PGFI) = 0.770 The modification indices suggest adding an error covariance.