Novita Dwi Indriyani
KATA KATA
Elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan
merupakan realisasi kesatuan
perasaan dan pikiran yang dapat
digunakan dalam berbahasa.
BENTUK KATA
KATA DASAR
KATA TURUNAN
KATA ULANG
KATA MAJEMUK
KATA DASAR
Kata dasar adalah kata yang merupakan dasar pembentukan kata turunan atau kata berimbuhan.
Contoh: lari, pergi, duduk, kerja
dan lain sebagainya.
KATA TURUNAN
Kata turunan adalah kata dasar yang mengalami perubahan karena adanya afiks, prefiks, infiks dan sufiks.
Contoh: berlari, mainan, jemari,
kedudukan, dan lain sebagainya.
KATA ULANG
Kata ulang adalah kata dasar atau bentuk dasar yang mengalami perulangan baik seluruh maupun sebagian.
Contoh: mata-mata, jari-jari, macam-macam, dan lain
sebagainya.
KATA MAJEMUK
Kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk suatu arti baru.
Contoh: cuci muka, tanggung
jawab, pagi buta, dan lain
sebagainya.
KELAS KATA
1. Nomina (kata benda) 2. Verba (kata kerja)
3. Adjektiva (kata sifat)
4. Adverbia (kata keterangan) 5. Pronomina (kata ganti)
6. Numeralia (kata bilangan)
7. Kata tugas
NOMINA (KATA BENDA)
Nomina (kata benda); biasanya nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Contoh: Budi, Ina, meja, kursi,
trotoar, jembatan, dan lain
sebagainya.
VERBA (KATA KERJA)
Verba (kata kerja) adalah kata Verba (kata kerja) adalah kata
yang menyatakan suatu yang menyatakan suatu tindakan atau pengertian tindakan atau pengertian
dinamis.
dinamis.
Contoh: pergi, berlari, Contoh: pergi, berlari,
mencuci, dan lain sebagainya.
mencuci, dan lain sebagainya.
ADJEKTIVA (KATA SIFAT)
Adjektiva (kata sifat) adalah kata yang menjelaskan kata benda.
Contoh: keras, cepat
ADVERBIA (KATA KETERANGAN)
Adverbia (kata keterangan) Adverbia (kata keterangan) adalah kata yang memberikan adalah kata yang memberikan keterangan pada kata yang keterangan pada kata yang
bukan kata benda.
bukan kata benda.
contoh: sekarang, nanti
contoh: sekarang, nanti
PRONOMINA (KATA GANTI)
Pronomina (kata ganti) adalah kata pengganti kata benda.
contoh: ia, itu
MACAM PRONOMINA (KATA GANTI)
Orang pertama (kami)
Orang kedua (engkau)
Orang ketiga (mereka)
Kata ganti kepunyaan (-nya)
Kata ganti petunjuk (ini, itu)
NUMERALIA (KATA BILANGAN)
Numeralia (kata bilangan) adalah kata yang menyatakan jumlah benda atau hal atau menunjukkan urutannya dalam suatu deretan.
contoh: kesatu, kedua
MACAM NUMERALIA (KATA BILANGAN)
• Angka Kardinal (duabelas)
• Angka Ordinal (keduabelas)
KATA TUGAS
Kata tugas adalah kata yang hanya Kata tugas adalah kata yang hanya
memiliki makna gramatikal.
memiliki makna gramatikal.
MACAM KATA TUGAS
Preposisi (kata depan) contoh: di, ke, dari
Konjungsi (kata sambung) contoh: dan, karena
Artikula (kata sandang) contoh: sang, si
Interjeksi (kata seru) contoh: wow, wah
Partikel contoh: -lah, -kah, -tah
KALIMAT KALIMAT
Satuan bahasa berupa kata/rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan
menyatakan makna yang lengkap.
JENIS
KALIMAT
Jumlah klausa
tunggal
majemuk setara
bertingkat
Kelengkapan unsur
isi
Susunan S + P Ada /
tidak objek
Berita / deklaratif Tanya / interogatif
Perintah / imperatif Seru / eksklamatif
mayor
minor transitif
taktransitif versi
inversi
JUMLAH KLAUSA
1. Kalimat Tunggal
Kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat Contoh
Dia seorang dokter. (kalimat nomina) Dia sangat cantik. (kalimat adjektiva) Dia tidur. (kalimat verba)
Rumahnya delapan buah. (kalimat numeral) 2. Kalimat Majemuk
Kalimat yang memiliki pola lebih dari satu.
JUMLAH KLAUSA
a. Kalimat majemuk setara ciri-ciri
- dibentuk dari dua atau lebih klausa.
- kedudukan setiap klausa sederajat Contoh:
Mahasiswanya kaya, tetapi ia sendiri miskin.
S P konj S P Pola: S – P – Konj – S – P
Engkau tinggal di sini, atau ikut saya.
S P K konj P Pel Pola: S – P – K – Konj – P – Pel
JUMLAH KLAUSA
b. Kalimat Majemuk Bertingkat ciri-ciri
- dibentuk dari dua atau lebih klausa.
- kedudukan setiap klausa tidak sederajat, terdapat klausa inti dan klausa bawahan.
Contoh.
Ketika dia datang, kami pergi ke rumah nenek.
K waktu S P K tempat S P
Pola: K – S – P – K Klausa inti S – P Klausa bawahan
ISI
A. Kalimat Berita (deklaratif)
Isinya sebuah pemberitaan, dan diakhiri dengan tanda baca titik.
contoh: Perayaan HUT RI ke-65 berlangsung meriah.
B. Kalimat Tanya (interogatif)
Dapat menggunakan kata tanya, Isinya sebuah pertanyaan, dan diakhiri dengan tanda baca tanya.
contoh: Apakah perayaan HUT RI ke-65 berlangsung meriah?
ISI
C. Kalimat Perintah (Imperatif)
Isinya menyuruh atau melaranng seseorang melakukan sesuatu, diakhiri dengan tanda baca seru.
Contoh: Pergilah kamu sekarang!
Ayo, cari buku itu sampai ketemu!
Jangan merokok!
D. Kalimat Seru (Ekslamatif)
Isinya ungkapan perasaan emosi yang kuat dan diakhiri dengan tanda baca seru.
Contoh: Aduh, saya terpeleset!
Hai, ini dia buku yang kita cari!
KELENGKAPAN UNSUR
1. Kalimat tak lengkap (Kalimat Minor)
Konteks wacana pembicaraan sudah diketahui antara pelaku komunikasi.
Contoh
Pembeli : Minta satu kilo Bu.
Penjual : 35.000 (sambil menyerahkan barang)
35.000 merupakan bagian dari bentuk lenkap Anda harus membayar Rp35.000,00.
2. Kalimat Lengkap (Kalimat Mayor)
Kalimat yang lengkap unsur-unsur pembentuknya.
Contoh: Ayah membaca koran.
SUSUNAN SUBJEK DAN PREDIKAT
1. Kalimat inversi
Kalimat inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek.
Kalimat ini dipakai untuk penekanan atau penegasan makna.
Contoh
Matikan televisi itu!
P S
Sepakat kami untuk belajar bersama P S
Ambilkan buku diatas meja itu !
P S
SUSUNAN SUBJEK DAN PREDIKAT
2. Kalimat versi adalah kalimat yang susunannya sesuai dengan tata
bahasa indonesia (S-P-O-K)
Contoh :
– Ia bekerja di Jakarta
– Ia membelikan paman sebungkus rokok
– Televisi itu dimatikan
STRUKTUR KALIMAT
Subjek
Predikat
Objek
Pelengkap
Keterangan
STRUKTUR KALIMAT
1. SUBJEK
– Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku/masalah.
– Menjawab pertanyaan: siapa, apa.
– Biasanya berupa kata benda/frasa
(kongkret/abstrak) merujuk kepada benda.
Contoh:
Reni belajar
Perusahaan itu maju pesat
Di dalam koper ada lima kilogram ganja
STRUKTUR KALIMAT
2. PREDIKAT
– Bagian yang memberitahu tindakan/keadaan subjek.
– Biasanya kata/frasa verba atau adjektiva – Menjawab: mengapa, bagaimana
• Contoh
Vina baik-baik saja.
Sulistiawati sedang menyusun skripsi.
Gedung baru itu telah dipugar.
Dia malas.
STRUKTUR KALIMAT
3. OBJEK
• Bagian kalimat yang melengkapi predikat.
• Biasanya mengikuti jenis nomina, frasa nominal, klausa.
• Terletak dibelakang predikat (transitif)
Kakek sedang menimang cucu.
Marlina menulis surat
• Dapat diubah menjadi subjek bila dipasifkan.
Contoh:
Cucu ditimang (oleh) kakek.
Surat ditulis (oleh) Marlina.
STRUKTUR KALIMAT
4. PELENGKAP
• Bagian kalimat yang melengkapi predikat.
• Biasanya berjenis kata/frasa nomina, frasa adjektival dan frasa preposisional.
• Tidak bisa menjadi subjek bila dipasifkan.
Contoh:
Mega bermain piano
Anak-anak itu berlatih tae kwon do.
Ira membelikan adiknya sebuah boneka.
Rony membelikan paman sebungkus rokok.
STRUKTUR KALIMAT
5. KETERANGAN
• Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lain (S,P,O,Pel).
• Letaknya bebas (depan, tengah, belakang)
• Didahului kata tugas sebagai berikut :
Ket. Tempat : di, ke, dari
Ket. Waktu : ketika, sebelum, pada, selama, dsb.
Ket. Alat : dengan (gunting mobil, dsb).
Ket. Tujuan : supaya, untuk, bagi, demi.
Ket. Cara : secara, dengan (hati-hati, gigih, dsb).
Ket. Penyerta : dengan (adiknya, dsb), bersama
Ket. Similatif : seperti, bagaikan, laksana
Keterangan penyebaban : karena, sebab,
Ket. Kesalingan : satu sama lain, dsb.
POLA DASAR KALIMAT
1. S-P
Ayahku pedagang.
Dia sedang belajar.
2. S-P-O
Korban banjir menerima bantuan.
Ibu menasihati adik.
3. S-P-Pel
Ratna bermain piano
Kakiku tertusuk duri.
4. S-P-Ket
Kami tinggal di Lampung.
Saya kuliah di Polekpel Surabaya.
POLA DASAR KALIMAT
5.
S-P-O-Pel Ibu mendendangkan adik sebuah lagu baru.
Rina membelikan kakek sepasang sepatu baru.
6. S-P-O-K
Dia mempelajari bahasa Cina selama dua tahun.
Ayah melukis pemandangan di atas kanvas.
7. S-P-O-Pel-K
Dewi mengirimi adiknya uang setiap bulan .
Saya memberi Andre sebuah buku tadi sore.
TUGAS
Tentukan pola kalimat berikut.
1.Buku itu terletak di meja kemarin.
2.Ayah membelikan saya baju tadi siang 3.Mereka sedang mengerjakan UTS
bahasa Indomesia sekarang.
4.Di dalam rumah itu telah ditemukan bom yang siap meledak.
5.Ijazah Saudara harus dilegalisasi dulu
oleh direktur.
“Ada kejahatan yang lebih kejam daripada membakar buku.
Salah satunya adalah tidak membacanya.”
Joseph Brodsky