• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN Kata dan Kalimat

N/A
N/A
AFUD RIZAL WIJAYA PUTRA

Academic year: 2024

Membagikan "DOKUMEN Kata dan Kalimat"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Novita Dwi Indriyani

(2)

KATA KATA

Elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan

merupakan realisasi kesatuan

perasaan dan pikiran yang dapat

digunakan dalam berbahasa.

(3)

BENTUK KATA

 KATA DASAR

 KATA TURUNAN

 KATA ULANG

 KATA MAJEMUK

(4)

KATA DASAR

Kata dasar adalah kata yang merupakan dasar pembentukan kata turunan atau kata berimbuhan.

Contoh: lari, pergi, duduk, kerja

dan lain sebagainya.

(5)

KATA TURUNAN

Kata turunan adalah kata dasar yang mengalami perubahan karena adanya afiks, prefiks, infiks dan sufiks.

Contoh: berlari, mainan, jemari,

kedudukan, dan lain sebagainya.

(6)

KATA ULANG

Kata ulang adalah kata dasar atau bentuk dasar yang mengalami perulangan baik seluruh maupun sebagian.

Contoh: mata-mata, jari-jari, macam-macam, dan lain

sebagainya.

(7)

KATA MAJEMUK

Kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk suatu arti baru.

Contoh: cuci muka, tanggung

jawab, pagi buta, dan lain

sebagainya.

(8)

KELAS KATA

1. Nomina (kata benda) 2. Verba (kata kerja)

3. Adjektiva (kata sifat)

4. Adverbia (kata keterangan) 5. Pronomina (kata ganti)

6. Numeralia (kata bilangan)

7. Kata tugas

(9)

NOMINA (KATA BENDA)

Nomina (kata benda); biasanya nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Contoh: Budi, Ina, meja, kursi,

trotoar, jembatan, dan lain

sebagainya.

(10)

VERBA (KATA KERJA)

Verba (kata kerja) adalah kata Verba (kata kerja) adalah kata

yang menyatakan suatu yang menyatakan suatu tindakan atau pengertian tindakan atau pengertian

dinamis.

dinamis.

Contoh: pergi, berlari, Contoh: pergi, berlari,

mencuci, dan lain sebagainya.

mencuci, dan lain sebagainya.

(11)

ADJEKTIVA (KATA SIFAT)

Adjektiva (kata sifat) adalah kata yang menjelaskan kata benda.

Contoh: keras, cepat

(12)

ADVERBIA (KATA KETERANGAN)

Adverbia (kata keterangan) Adverbia (kata keterangan) adalah kata yang memberikan adalah kata yang memberikan keterangan pada kata yang keterangan pada kata yang

bukan kata benda.

bukan kata benda.

contoh: sekarang, nanti

contoh: sekarang, nanti

(13)

PRONOMINA (KATA GANTI)

Pronomina (kata ganti) adalah kata pengganti kata benda.

contoh: ia, itu

(14)

MACAM PRONOMINA (KATA GANTI)

 Orang pertama (kami)

 Orang kedua (engkau)

 Orang ketiga (mereka)

 Kata ganti kepunyaan (-nya)

 Kata ganti petunjuk (ini, itu)

(15)

NUMERALIA (KATA BILANGAN)

Numeralia (kata bilangan) adalah kata yang menyatakan jumlah benda atau hal atau menunjukkan urutannya dalam suatu deretan.

contoh: kesatu, kedua

(16)

MACAM NUMERALIA (KATA BILANGAN)

• Angka Kardinal (duabelas)

• Angka Ordinal (keduabelas)

(17)

KATA TUGAS

Kata tugas adalah kata yang hanya Kata tugas adalah kata yang hanya

memiliki makna gramatikal.

memiliki makna gramatikal.

(18)

MACAM KATA TUGAS

 Preposisi (kata depan) contoh: di, ke, dari

 Konjungsi (kata sambung) contoh: dan, karena

 Artikula (kata sandang) contoh: sang, si

 Interjeksi (kata seru) contoh: wow, wah

 Partikel contoh: -lah, -kah, -tah

(19)

KALIMAT KALIMAT

Satuan bahasa berupa kata/rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan

menyatakan makna yang lengkap.

(20)

JENIS

KALIMAT

Jumlah klausa

tunggal

majemuk setara

bertingkat

Kelengkapan unsur

isi

Susunan S + P Ada /

tidak objek

Berita / deklaratif Tanya / interogatif

Perintah / imperatif Seru / eksklamatif

mayor

minor transitif

taktransitif versi

inversi

(21)

JUMLAH KLAUSA

1. Kalimat Tunggal

Kalimat yang hanya memiliki satu pola kalimat Contoh

Dia seorang dokter. (kalimat nomina) Dia sangat cantik. (kalimat adjektiva) Dia tidur. (kalimat verba)

Rumahnya delapan buah. (kalimat numeral) 2. Kalimat Majemuk

Kalimat yang memiliki pola lebih dari satu.

(22)

JUMLAH KLAUSA

a. Kalimat majemuk setara ciri-ciri

- dibentuk dari dua atau lebih klausa.

- kedudukan setiap klausa sederajat Contoh:

Mahasiswanya kaya, tetapi ia sendiri miskin.

S P konj S P Pola: S – P – Konj – S – P

Engkau tinggal di sini, atau ikut saya.

S P K konj P Pel Pola: S – P – K – Konj – P – Pel

(23)

JUMLAH KLAUSA

b. Kalimat Majemuk Bertingkat ciri-ciri

- dibentuk dari dua atau lebih klausa.

- kedudukan setiap klausa tidak sederajat, terdapat klausa inti dan klausa bawahan.

Contoh.

Ketika dia datang, kami pergi ke rumah nenek.

K waktu S P K tempat S P

Pola: K – S – P – K Klausa inti S – P Klausa bawahan

(24)

ISI

A. Kalimat Berita (deklaratif)

Isinya sebuah pemberitaan, dan diakhiri dengan tanda baca titik.

contoh: Perayaan HUT RI ke-65 berlangsung meriah.

B. Kalimat Tanya (interogatif)

Dapat menggunakan kata tanya, Isinya sebuah pertanyaan, dan diakhiri dengan tanda baca tanya.

contoh: Apakah perayaan HUT RI ke-65 berlangsung meriah?

(25)

ISI

C. Kalimat Perintah (Imperatif)

Isinya menyuruh atau melaranng seseorang melakukan sesuatu, diakhiri dengan tanda baca seru.

Contoh: Pergilah kamu sekarang!

Ayo, cari buku itu sampai ketemu!

Jangan merokok!

D. Kalimat Seru (Ekslamatif)

Isinya ungkapan perasaan emosi yang kuat dan diakhiri dengan tanda baca seru.

Contoh: Aduh, saya terpeleset!

Hai, ini dia buku yang kita cari!

(26)

KELENGKAPAN UNSUR

1. Kalimat tak lengkap (Kalimat Minor)

Konteks wacana pembicaraan sudah diketahui antara pelaku komunikasi.

Contoh

Pembeli : Minta satu kilo Bu.

Penjual : 35.000 (sambil menyerahkan barang)

35.000 merupakan bagian dari bentuk lenkap Anda harus membayar Rp35.000,00.

2. Kalimat Lengkap (Kalimat Mayor)

Kalimat yang lengkap unsur-unsur pembentuknya.

Contoh: Ayah membaca koran.

(27)

SUSUNAN SUBJEK DAN PREDIKAT

1. Kalimat inversi

Kalimat inversi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjek.

Kalimat ini dipakai untuk penekanan atau penegasan makna.

Contoh

Matikan televisi itu!

P S

Sepakat kami untuk belajar bersama P S

Ambilkan buku diatas meja itu !

P S

(28)

SUSUNAN SUBJEK DAN PREDIKAT

2. Kalimat versi adalah kalimat yang susunannya sesuai dengan tata

bahasa indonesia (S-P-O-K)

Contoh :

– Ia bekerja di Jakarta

– Ia membelikan paman sebungkus rokok

– Televisi itu dimatikan

(29)

STRUKTUR KALIMAT

 Subjek

 Predikat

 Objek

 Pelengkap

 Keterangan

(30)

STRUKTUR KALIMAT

1. SUBJEK

Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku/masalah.

Menjawab pertanyaan: siapa, apa.

Biasanya berupa kata benda/frasa

(kongkret/abstrak) merujuk kepada benda.

Contoh:

Reni belajar

Perusahaan itu maju pesat

Di dalam koper ada lima kilogram ganja

(31)

STRUKTUR KALIMAT

2. PREDIKAT

Bagian yang memberitahu tindakan/keadaan subjek.

Biasanya kata/frasa verba atau adjektiva Menjawab: mengapa, bagaimana

• Contoh

Vina baik-baik saja.

Sulistiawati sedang menyusun skripsi.

Gedung baru itu telah dipugar.

Dia malas.

(32)

STRUKTUR KALIMAT

3. OBJEK

Bagian kalimat yang melengkapi predikat.

Biasanya mengikuti jenis nomina, frasa nominal, klausa.

Terletak dibelakang predikat (transitif)

Kakek sedang menimang cucu.

Marlina menulis surat

Dapat diubah menjadi subjek bila dipasifkan.

Contoh:

Cucu ditimang (oleh) kakek.

Surat ditulis (oleh) Marlina.

(33)

STRUKTUR KALIMAT

4. PELENGKAP

Bagian kalimat yang melengkapi predikat.

Biasanya berjenis kata/frasa nomina, frasa adjektival dan frasa preposisional.

Tidak bisa menjadi subjek bila dipasifkan.

Contoh:

Mega bermain piano

Anak-anak itu berlatih tae kwon do.

Ira membelikan adiknya sebuah boneka.

Rony membelikan paman sebungkus rokok.

(34)

STRUKTUR KALIMAT

5. KETERANGAN

Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lain (S,P,O,Pel).

Letaknya bebas (depan, tengah, belakang)

Didahului kata tugas sebagai berikut :

Ket. Tempat : di, ke, dari

Ket. Waktu : ketika, sebelum, pada, selama, dsb.

Ket. Alat : dengan (gunting mobil, dsb).

Ket. Tujuan : supaya, untuk, bagi, demi.

Ket. Cara : secara, dengan (hati-hati, gigih, dsb).

Ket. Penyerta : dengan (adiknya, dsb), bersama

Ket. Similatif : seperti, bagaikan, laksana

Keterangan penyebaban : karena, sebab,

Ket. Kesalingan : satu sama lain, dsb.

(35)

POLA DASAR KALIMAT

1. S-P

Ayahku pedagang.

Dia sedang belajar.

2. S-P-O

Korban banjir menerima bantuan.

Ibu menasihati adik.

3. S-P-Pel

Ratna bermain piano

Kakiku tertusuk duri.

4. S-P-Ket

Kami tinggal di Lampung.

Saya kuliah di Polekpel Surabaya.

(36)

POLA DASAR KALIMAT

5.

S-P-O-Pel

 Ibu mendendangkan adik sebuah lagu baru.

 Rina membelikan kakek sepasang sepatu baru.

6. S-P-O-K

 Dia mempelajari bahasa Cina selama dua tahun.

 Ayah melukis pemandangan di atas kanvas.

7. S-P-O-Pel-K

 Dewi mengirimi adiknya uang setiap bulan .

 Saya memberi Andre sebuah buku tadi sore.

(37)

TUGAS

(38)

Tentukan pola kalimat berikut.

1.Buku itu terletak di meja kemarin.

2.Ayah membelikan saya baju tadi siang 3.Mereka sedang mengerjakan UTS

bahasa Indomesia sekarang.

4.Di dalam rumah itu telah ditemukan bom yang siap meledak.

5.Ijazah Saudara harus dilegalisasi dulu

oleh direktur.

(39)

“Ada kejahatan yang lebih kejam daripada membakar buku.

Salah satunya adalah tidak membacanya.”

Joseph Brodsky

Referensi

Dokumen terkait

Supratman 2 Medan dalam Menggunakan Kata Sambung 只要…就… Zhiyao…Jiu… dan 只有…才… Zhiyou…Cai… Berdasarkan Kondisi pada Klausa Pertama. Dalam menganalisis kesalahan

Konjungsi merupakan salah satu kata yang menghubungkan 2 item (kata, kalimat, frasa, atau klausa) secara bersama-sama. Kata tugas yang berfungsi menghubungkan

Para pembelajar bahasa Prancis kadang menemui kesulitan dalam menentukan kategori suatu kata, misalnya kata si yang mempunyai dua kategori, yakni konjungsi dan

Sedangkan menurut Kunjana Rahardi konjungsi subordinatif adalah konjungsi atau kata penghubung yang bertugas menghubungkan dua buah klausa atau lebih. Klausa- klausa

Dari contoh kalimat di atas, dapat diketahui bahwa salah satu perbedaan yang terdapat dalam penggunaan kata sambung menyatakan persyaratan 只要… 就… Zhiyao…Jiu… dan

Dinamakan juga kata sambung, adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat : kata dengan kata, prase dengan prase, atau klausa dengan klausac.

satu dari dua hal atau lebih. Kata-kata konjungsi itu ada yang menghubungkan hal-hal yang setara .Contoh.. kata: apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika,

Induk kalimat anak kalimat • Kata akibat merupakan satu contoh kata konjungsi subordinatif yang digunakan untuk menghubungkan dua ide atau dua konstituen yang tidak sederat.. Oleh