• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelajari tentang Kata Hubung

N/A
N/A
Agus Milu Susetyo

Academic year: 2024

Membagikan "Pelajari tentang Kata Hubung"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Kata Hubung

Konjungsi

(2)

Definisi

• Kata penghubung atau konjungsi adalah suatu kata atau beberapa kata yang bertugas untuk menghubungkan ide atau pikiran baik dituangkan dalam bentuk kata, klausa, kalimat, maupun paragraf agar menjadi suatu kesatuan ide atau pikiran yang utuh.

Raja sakit, permaisuri meninggal.

Adanya konjungsi akan menghindari ambiguitas sebuah kalimat.

(3)

Konjungsi

Jenis

• K koordinatif

• K Subordinatif

• K Korelatif

Fungsi Konjungsi

• Intra kalimat

• Antar kalimat

• Antar paragraf

(4)

Jenis konjungsi

• Konjungsi koordinatif

• konjungsi yang

menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya

sederajat.

• Konjungsi ini umunya digunakan dalam

kalimat.

• Kalimat yang berkonjugsi

koordinatif pasti

berkonstruksi induk dan induk kalimat (sederajat)

Pencurinya bukan saya melainkan dia.

induk kalimat Induk K

(5)

Konjungsi Koordinatif

• Penjumlahan, yaitu dan, dengan, dan serta.

• Pemilihan, yaitu atau.

• Pertentangan, yaitu tetapi, namun, sedangkan, dan sebaliknya.

• Pembetulan, yaitu melainkan, dan hanya.

• Penegasan, yaitu bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, dan jangankan.

• Pembatasan, yaitu kecuali, dan hanya.

• Pengurutan, yaitu lalu, kemudian, dan selanjutnya.

• Penyamaan, yaitu yaitu, yakni, bahwa, adalah, dan ialah.

• Penyimpulan, yaitu jadi, karena itu, oleh sebab itu, maka, maka itu, dengan demikian, dan dengan begitu.

(6)

Penerapan konjungsi koordinatif

• Budi suka bakso. Budi suka sate. >> Budi suka bakso dan sate.

induk kalimat Induk kalimat Konjungsi dan menyatakan hubungan penjumlahan

• Ana suka bakso tetapi tidak suka sate. >> Ana suka bakso. Ana tidak suka sate. (Hub. Pertentangan)

Kata hubung dan, dan tetapi digunakan untuk menghubungkan dua gagasan atau dua konstituen yang sederajat. Dikatakan

sederajat karena bila dipisah dapat membentuk dua kalimat yang sederajat (kedudukannya sama). Konjungsi tersebut dinamakan konjungsi koordinatif.

(7)

Jenis konjungsi

• Konjungsi subordinatif

• Konjungsi yang

menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya tidak sederajat.

• Jenis konjungsi ini

digunakan dalam sebuah kalimat.

• Penggunaan konjungsi ini membuat konstruksi

kalimat memiliki induk

dan anak kalimat.

(8)

Konjungsi subordinatif

Penyebaban, yaitu sebab, karena, oleh karena. dan akibat.

Persyaratan, yaitu kalau, jika, jikalau, bila, apabila, bilamana, dan asal.

Tujuan, yaitu agar, biar dan supaya.

Penyungguhan (perlawanan), yaitu meskipun, biarpun, walaupun, sungguhpun, dan sekalipun.

Kesewaktuan, yaitu sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai.

Pengakibatan, yaitu sampai, hingga, dan sehingga.

Perbandingan, yaitu seperti, sebagai, dan laksana.

Pengandaian, yaitu andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya.

Pemiripan yaitu seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana.

Menyatakan sebab yaitu sebab, karena, dan oleh karena.

Menyatakan Penjelasan, yaitu bahwa.

(9)

Jenis Konjungsi Korelatif

• Kata penghubung korelatif adalah kata penghubung yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa, dan hubungan kedua

unsur itu memiliki derajat yang sama.

• Tidak hanya.... tetapi juga...

• Tidak hanya... melainkan...

• Jangankan ... pun...

• Baik.... maupun....

(10)

Konjungsi Antarkalimat

• Konjungsi yang menghubungkan antara kalimat satu dengan kalimat lain.

K. Pertentangan, biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian, walaupun demikian, dan meskipun demikian.

K Lanjutan, sesudah itu, setelah itu, dan selanjutnya.

K. Kebalikan, sebaliknya

K. Tambahan, tambahan pula, lagi pula, dan selain itu.

K. Keadaan sebenarnya, sesungguhnya, bahwasanya.

K. Menguatkan, malahan

K. Pertentangan, namun, akan tetapi.

K. Konsekuensi, dengan demikian

K, akibat, oleh karena itu, oleh sebab itu

K. Kejadian sebelumnya, sebelum itu

(11)

Konjungsi Antarparagraf

• Konjungsi antarparagraf adalah konjungsi yang digunakan untuk

menghubungan paragraf.

Konjungsi antar paragraf pada umumnya terletak pada awal paragraf.

– Adapun.

– Akan hal.

– Mengenal.

– Dalam pada itu.

– alkisah – arkian

– sebermula

– syahdan

(12)

Penerapan konjungsi subordinatif

• Adi sakit perut akibat sering makan makanan pedas.

Induk kalimat anak kalimat

• Jika dipisah

– Adi sakit perut. Sering makan makanan pedas. (kalimat 1 masih bisa diterima, namun kalimat 2 tidak)

– Kata akibat merupakan satu contoh kata konjungsi subordinatif yang digunakan untuk menghubungkan dua ide atau dua

konstituen yang tidak sederat. Oleh karena itu kalimatnya memiliki induk dan anak kalimat.

(13)

Contoh Konjungsi Antar konstituen di dalam sebuah kalimat.

• Budi suka bakso. Budi suka sate. >> Budi suka bakso dan sate.

induk kalimat Induk kalimat

• Ani dan Ana memasak di dapur. >> Ani memasak di dapur. Ana memasak di dapur. (Hub. penjumlahan )

• Siswa yang nakal tadi bisa saja dikeluarkan dari sekolah atau

dilaporkan ke polisi. >> Siswa yang nakal tadi bisa saja dikeluarkan dari sekolah. Siswa yang nakal tadi bisa saja dilaporkan ke polisi.

(Hub. pemilihan)

• Ana suka bakso tetapi tidak suka sate. >> Ana suka bakso. Ana tidak suka sate. (Hub. Pertentangan)

• Kata hubung dan, atau dan tetapi digunakan untuk

menghubungkan dua gagasan atau dua konstituen yang sederajat.

Dikatakan sederajat karena bila dipisah dapat membentuk dua

kalimat yang sederajat (kedudukannya sama). Konjungsi tersebut

dinamakan konjungsi koordinatif.

(14)

Contoh Konjungsi Antar konstituen di dalam sebuah kalimat.

• Adi sakit perut akibat sering makan makanan pedas. >>

kata akibat menyebabkan kalimat tersebut tidak dapat dipisah karena mengakibatkan kedudukannya tidak

sederat. Namun, bisa dibalik.

Akibat sering makan makanan pedas, Adi sakit perut.

• Adi sakit perut akibat sering makan makanan pedas.

Induk kalimat anak kalimat

• Kata akibat merupakan satu contoh kata konjungsi

subordinatif yang digunakan untuk menghubungkan dua

ide atau dua konstituen yang tidak sederat. Oleh karena

itu kalimatnya memiliki induk dan anak kalimat.

(15)

Contoh konjungsi antar dua kata, frasa atau klausa dalam sebuah kalimat. (K.

Korelatif)

• Tidak hanya Ana tetapi juga Ani keduanya pandai memasak.

• Baik Ana maupun Ani selalu bangun tidur kesiangan.

• Jangankan mandi, makan pagi pun sering Ana lupakan.

• Konjungsi korelatif menghubungkan dua ide yang sederajat. Konjungsi ini selalu digunakan

berpasangan.

(16)

Contoh konjungsi antarkalimat

• Ana susah sekali bangun pagi. Meskipun

demikian, dia selalu masuk kelas paling awal dibandingkan temannya yang lain.

• Pencuri semalam tertangkap di rumah Ani.

Setelah itu, polisi membawanya ke kantor polisi.

• Ana merupakan bunga desa di desanya. Selain itu, dia juga siswa terpandai dikelasnya.

• Konjungsi antarkalimat menghubungkan antara

kalimat satu dengan kalimat lain. Oleh karena itu ,

konjungsi ini selalu memulai kalimat baru.

(17)

Konjungsi Antarparagraf

Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk.

Akan hal

objek wisata ini pihak pemda Bantul sudah mengelolanya dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak.
(18)

Konjungsi antarparagraf

• Penambahan: begitu pula, demikian juga, tambahan lagi, di samping itu, kedua, dan akhirnya.

• Pertentangan: bagaimanapun juga, sebaliknya, dan namun.

• Perbandingan: sebagaimana dan sama halnya.

• Akibat: karena itu, jadi dan akibatnya.

• Intensifikasi: ringkasnya, secara singkat, dan pada intinya.

• Waktu: sementara tu, dan kemudian.

(19)

Ibu memiliki berbagai macam tanaman buah.

Macam-macam tanaman buah tersebut seperti apel, jeruk, dan mangga. Tanaman tersebut

ditanam ibu di halaman rumah.

Sebaliknya, ayah bekerja sebagai penjual buah dan sayuran. Ayah sudah lama bekerja sebagai penjual. Barang dagangan ayah pun beraneka ragam. ....

, Ibu menanam sayuran. Beberapa sayuran yang

ditanam ibu adalah kubis, sawi, dan wortel.

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dan klausa itu tidak memiliki kedudukan yang sama atau konjungsi yang menghubungkan

Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama.. (konjungsi

Konjungsi subordinatif terdapat pada kata dengan karena menghubungkan dua frasa atau lebih yang memiliki kedudukan tidak setara.. 5 Konjungsi Antarkalimat Kini, bahkan,

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa, atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaktis yang sama. Salah satu dari klausa itu merupakan

satu dari dua hal atau lebih. Kata-kata konjungsi itu ada yang menghubungkan hal-hal yang setara .Contoh.. kata: apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika,

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa, atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaktis yang sama. Salah satu dari klausa itu merupakan

Penggunaan konjungsi subordinatif karena pada data (3) merupakan konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan klausa-klausa dalam kalimat majemuk bertingkat yang menyatakan

koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya sederajat atau setara, yakni klausa inti dengan klausa inti atau klausa bawahan dengan klausa