Kata Hubung
Konjungsi
Definisi
• Kata penghubung atau konjungsi adalah suatu kata atau beberapa kata yang bertugas untuk menghubungkan ide atau pikiran baik dituangkan dalam bentuk kata, klausa, kalimat, maupun paragraf agar menjadi suatu kesatuan ide atau pikiran yang utuh.
• Raja sakit, permaisuri meninggal.
• Adanya konjungsi akan menghindari ambiguitas sebuah kalimat.
Konjungsi
Jenis
• K koordinatif
• K Subordinatif
• K Korelatif
Fungsi Konjungsi
• Intra kalimat
• Antar kalimat
• Antar paragraf
Jenis konjungsi
• Konjungsi koordinatif
• konjungsi yang
menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya
sederajat.
• Konjungsi ini umunya digunakan dalam
kalimat.
• Kalimat yang berkonjugsi
koordinatif pasti
berkonstruksi induk dan induk kalimat (sederajat)
Pencurinya bukan saya melainkan dia.
induk kalimat Induk K
Konjungsi Koordinatif
• Penjumlahan, yaitu dan, dengan, dan serta.
• Pemilihan, yaitu atau.
• Pertentangan, yaitu tetapi, namun, sedangkan, dan sebaliknya.
• Pembetulan, yaitu melainkan, dan hanya.
• Penegasan, yaitu bahkan, malah (malahan), lagipula, apalagi, dan jangankan.
• Pembatasan, yaitu kecuali, dan hanya.
• Pengurutan, yaitu lalu, kemudian, dan selanjutnya.
• Penyamaan, yaitu yaitu, yakni, bahwa, adalah, dan ialah.
• Penyimpulan, yaitu jadi, karena itu, oleh sebab itu, maka, maka itu, dengan demikian, dan dengan begitu.
Penerapan konjungsi koordinatif
• Budi suka bakso. Budi suka sate. >> Budi suka bakso dan sate.
induk kalimat Induk kalimat Konjungsi dan menyatakan hubungan penjumlahan
• Ana suka bakso tetapi tidak suka sate. >> Ana suka bakso. Ana tidak suka sate. (Hub. Pertentangan)
Kata hubung dan, dan tetapi digunakan untuk menghubungkan dua gagasan atau dua konstituen yang sederajat. Dikatakan
sederajat karena bila dipisah dapat membentuk dua kalimat yang sederajat (kedudukannya sama). Konjungsi tersebut dinamakan konjungsi koordinatif.
Jenis konjungsi
• Konjungsi subordinatif
• Konjungsi yang
menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukannya tidak sederajat.
• Jenis konjungsi ini
digunakan dalam sebuah kalimat.
• Penggunaan konjungsi ini membuat konstruksi
kalimat memiliki induk
dan anak kalimat.
Konjungsi subordinatif
• Penyebaban, yaitu sebab, karena, oleh karena. dan akibat.
• Persyaratan, yaitu kalau, jika, jikalau, bila, apabila, bilamana, dan asal.
• Tujuan, yaitu agar, biar dan supaya.
• Penyungguhan (perlawanan), yaitu meskipun, biarpun, walaupun, sungguhpun, dan sekalipun.
• Kesewaktuan, yaitu sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai.
• Pengakibatan, yaitu sampai, hingga, dan sehingga.
• Perbandingan, yaitu seperti, sebagai, dan laksana.
• Pengandaian, yaitu andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya.
• Pemiripan yaitu seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana.
• Menyatakan sebab yaitu sebab, karena, dan oleh karena.
• Menyatakan Penjelasan, yaitu bahwa.
Jenis Konjungsi Korelatif
• Kata penghubung korelatif adalah kata penghubung yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa, dan hubungan kedua
unsur itu memiliki derajat yang sama.
• Tidak hanya.... tetapi juga...
• Tidak hanya... melainkan...
• Jangankan ... pun...
• Baik.... maupun....
Konjungsi Antarkalimat
• Konjungsi yang menghubungkan antara kalimat satu dengan kalimat lain.
• K. Pertentangan, biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian, walaupun demikian, dan meskipun demikian.
• K Lanjutan, sesudah itu, setelah itu, dan selanjutnya.
• K. Kebalikan, sebaliknya
• K. Tambahan, tambahan pula, lagi pula, dan selain itu.
• K. Keadaan sebenarnya, sesungguhnya, bahwasanya.
• K. Menguatkan, malahan
• K. Pertentangan, namun, akan tetapi.
• K. Konsekuensi, dengan demikian
• K, akibat, oleh karena itu, oleh sebab itu
• K. Kejadian sebelumnya, sebelum itu
Konjungsi Antarparagraf
• Konjungsi antarparagraf adalah konjungsi yang digunakan untuk
menghubungan paragraf.
Konjungsi antar paragraf pada umumnya terletak pada awal paragraf.
– Adapun.
– Akan hal.
– Mengenal.
– Dalam pada itu.
– alkisah – arkian
– sebermula
– syahdan
Penerapan konjungsi subordinatif
• Adi sakit perut akibat sering makan makanan pedas.
Induk kalimat anak kalimat
• Jika dipisah
– Adi sakit perut. Sering makan makanan pedas. (kalimat 1 masih bisa diterima, namun kalimat 2 tidak)
– Kata akibat merupakan satu contoh kata konjungsi subordinatif yang digunakan untuk menghubungkan dua ide atau dua
konstituen yang tidak sederat. Oleh karena itu kalimatnya memiliki induk dan anak kalimat.
Contoh Konjungsi Antar konstituen di dalam sebuah kalimat.
• Budi suka bakso. Budi suka sate. >> Budi suka bakso dan sate.
induk kalimat Induk kalimat
• Ani dan Ana memasak di dapur. >> Ani memasak di dapur. Ana memasak di dapur. (Hub. penjumlahan )
• Siswa yang nakal tadi bisa saja dikeluarkan dari sekolah atau
dilaporkan ke polisi. >> Siswa yang nakal tadi bisa saja dikeluarkan dari sekolah. Siswa yang nakal tadi bisa saja dilaporkan ke polisi.
(Hub. pemilihan)
• Ana suka bakso tetapi tidak suka sate. >> Ana suka bakso. Ana tidak suka sate. (Hub. Pertentangan)
• Kata hubung dan, atau dan tetapi digunakan untuk
menghubungkan dua gagasan atau dua konstituen yang sederajat.
Dikatakan sederajat karena bila dipisah dapat membentuk dua
kalimat yang sederajat (kedudukannya sama). Konjungsi tersebut
dinamakan konjungsi koordinatif.
Contoh Konjungsi Antar konstituen di dalam sebuah kalimat.
• Adi sakit perut akibat sering makan makanan pedas. >>
kata akibat menyebabkan kalimat tersebut tidak dapat dipisah karena mengakibatkan kedudukannya tidak
sederat. Namun, bisa dibalik.
Akibat sering makan makanan pedas, Adi sakit perut.
• Adi sakit perut akibat sering makan makanan pedas.
Induk kalimat anak kalimat
• Kata akibat merupakan satu contoh kata konjungsi
subordinatif yang digunakan untuk menghubungkan dua
ide atau dua konstituen yang tidak sederat. Oleh karena
itu kalimatnya memiliki induk dan anak kalimat.
Contoh konjungsi antar dua kata, frasa atau klausa dalam sebuah kalimat. (K.
Korelatif)
• Tidak hanya Ana tetapi juga Ani keduanya pandai memasak.
• Baik Ana maupun Ani selalu bangun tidur kesiangan.
• Jangankan mandi, makan pagi pun sering Ana lupakan.
• Konjungsi korelatif menghubungkan dua ide yang sederajat. Konjungsi ini selalu digunakan
berpasangan.
Contoh konjungsi antarkalimat
• Ana susah sekali bangun pagi. Meskipun
demikian, dia selalu masuk kelas paling awal dibandingkan temannya yang lain.
• Pencuri semalam tertangkap di rumah Ani.
Setelah itu, polisi membawanya ke kantor polisi.
• Ana merupakan bunga desa di desanya. Selain itu, dia juga siswa terpandai dikelasnya.
• Konjungsi antarkalimat menghubungkan antara
kalimat satu dengan kalimat lain. Oleh karena itu ,
konjungsi ini selalu memulai kalimat baru.
Konjungsi Antarparagraf
Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk.
Akan hal
objek wisata ini pihak pemda Bantul sudah mengelolanya dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak.Konjungsi antarparagraf
• Penambahan: begitu pula, demikian juga, tambahan lagi, di samping itu, kedua, dan akhirnya.
• Pertentangan: bagaimanapun juga, sebaliknya, dan namun.
• Perbandingan: sebagaimana dan sama halnya.
• Akibat: karena itu, jadi dan akibatnya.
• Intensifikasi: ringkasnya, secara singkat, dan pada intinya.
• Waktu: sementara tu, dan kemudian.
Ibu memiliki berbagai macam tanaman buah.
Macam-macam tanaman buah tersebut seperti apel, jeruk, dan mangga. Tanaman tersebut
ditanam ibu di halaman rumah.
Sebaliknya, ayah bekerja sebagai penjual buah dan sayuran. Ayah sudah lama bekerja sebagai penjual. Barang dagangan ayah pun beraneka ragam. ....
, Ibu menanam sayuran. Beberapa sayuran yang
ditanam ibu adalah kubis, sawi, dan wortel.