• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN KESTABILAN SISTEM

N/A
N/A
Meliana Pasaribu

Academic year: 2023

Membagikan "DOKUMEN KESTABILAN SISTEM"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

KESTABILAN SISTEM

Gusmi Kholijah, S.Si., M.Si.

Meliana Pasaribu, M.Sc

(2)

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan definisi kestabilan

2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan serta menerapkan teorema kestabilan.

(3)

Teorema (Hartman and Groban) Jika ҧ𝑥 adalah titik kesetimbangan maka terdapat

persekitaran ҧ𝑥 dimana medan vector ሶ𝑥 = 𝐽𝑓( ҧ𝑥)(𝑥 − ҧ𝑥) mempunyai struktur kualitatif

yang sama dengan ሶ𝑥 = 𝑓(𝑥).

(4)

Definisi 4. Diberikan persamaan diferensial ሶ𝑥 = 𝑓 𝑥 yang memiliki solusi 𝑥(𝑡, 𝑥0) dengan solusi awal 𝑥 𝑡0 = 𝑥0.

(i) Titik ekuilibrium 𝑥 dikatakan stabil jika untuk setiap 𝜀 > 0 terdapat 𝛿 > 0 sedemikian sehingga untuk 𝑥0 − 𝑥 < 𝛿, maka berlaku 𝑥(𝑡, 𝑥0) − 𝑥 < 𝜀 untuk setiap 𝑡 ≥ 𝑡0.

(ii) Titik ekuilibrium 𝑥 dikatakan stabil asimtotik jika 𝑥 stabil dan terdapat 𝛿1 > 0 sedemikian sehingga lim

𝑡→∞ 𝑥(𝑡, 𝑥0) − 𝑥 = 0 asalkan 𝑥0 − 𝑥 < 𝛿1

(iii) Titik ekuilibrium 𝑥 dikatakan tidak stabil jika tidak memenuhi (i).

(5)

Definisi 5 Titik ekuilibrium 𝑥 ∈ ℝ disebut titik ekuilibrium hiperbolik dari Sistem (2) jika semua bagian real dari matriks 𝐽 𝑓 𝑥 ≠ 0. Jika bagian real dari nilai eigen 𝐽 𝑓 𝑥 bernilai nol, maka titik ekuilibrium 𝒙 disebut nonhiperbolik.

Definisi 6. Misalkan 𝐴 adalah matriks berukuran 𝑛 × 𝑛. Nilai eigen dari matriks A adalah akar-akar karakteristik dari polynomial det 𝐴 − 𝜆𝐼 = 0 atau ditulis dalam bentuk

𝛼𝑛𝜆𝑛 + 𝛼𝑛−1𝜆𝑛−1 + ⋯ + 𝛼1𝜆 + 𝛼0 = 0 Dengan 𝛼𝑛 = 1

Teorema 1 Diberikan sistem persamaan diferensial linear ሶ𝑥 = 𝐴𝑥, dengan 𝐴 adalah matriks berukuran 𝑛 × 𝑛, mempunyai 𝑘 nilai eigen yang berbeda 𝜆1, 𝜆2, … , 𝜆𝑘 dan 𝑘 ≤ 𝑛.

(i) Titik ekuilibrium 𝑥 = 0 stabil asimtotik jika dan hanya jika ℜ𝑒 𝜆𝑖 < 0, ∀𝑖 = 1,2,3, … , 𝑘.

(ii) Titik ekuilibrium 𝑥 = 0 stabil jika dan hanya jika ℜ𝑒 𝜆𝑖 ≤ 0, ∀𝑖 = 1,2,3, … , 𝑘 dan jika setiap nilai eigen 𝜆𝑖 imajiner dengan ℜ𝑒𝜆𝑖 = 0, maka multiplisitas aljabar dan geometri untuk nilai eigen harus sama.

(iii) Titik ekuilibrium 𝑥 = 0 tidak stabil jika dan hanya jika ℜ𝑒 𝜆𝑖 ≥ 0, ∀𝑖 = 1,2,3, … , 𝑘 atau jika ada 𝜆𝑖 imajiner dengan ℜ𝑒𝜆𝑖 = 0, maka multiplisitas aljabar lebih dan multiplisitas geometri untuk nilai eigen tidak sama.

(6)

Nilai Eigen Jenis Titik Kritis/Ekuilibrium Sifat Kestabilan

𝜆1 > 𝜆2 > 0 Simpul Tidak Stabil

𝜆1 < 𝜆2 < 0 Simpul Stabil Asimtotik

𝜆1 < 0 < 𝜆2 Titik Saddle/Pelana Tidak Stabil

𝜆1 = 𝜆2 > 0 Simpul Sejati/Tidak Sejati Tidak Stabil

𝜆1 = 𝜆2 < 0 Simpul Sejati/Tidak Sejati Stabil Asimtotik

𝜆1, 𝜆2 = 𝑎 ± 𝑏𝑖 Titik Spiral

𝑏 > 0 Tidak Stabil

𝑏 < 0 Stabil Asimtotik

𝜆1 = 𝑖𝑏, 𝜆2 = −𝑖𝑏 Pusat Stabil

(7)

Contoh: Diberikan system persamaan diferensial

ሶ𝑥1 = 𝑥1𝑥2 + 𝑥1 ሶ𝑥2 = 𝑥12 + 𝑥2

(8)

Contoh: Diberikan system persamaan diferensial ሶ𝑥

1

= 𝑥

1

(3 − 𝑥

1

− 2𝑥

2

)

ሶ𝑥

2

= 𝑥

2

(2 − 𝑥

1

− 𝑥

2

)

(9)
(10)

KRITERIA ROUTH HURWITZ

GUSMANELY.Z, S.Pd., M.Si.

Meliana Pasaribu, M.Sc

(11)

Konstruksi Model ሶ𝑥 = 𝑓(𝑥)

Titik ekuilibrium 𝑓 𝑥 = 0

Linearisasi system PD ሶ𝑥 = 𝐽 𝑓 𝑥 𝑥

Polinom Karakteristik

Akar Karakteristik dari Persamaan

Karakteristik

(12)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Mahasiswa mampu mengetahui kestabilan sistem dengan menggunakan kriteria Routh

Hurwitz

(13)

Diberikan polinom karakteristik nilai eigen dari matriks 𝐴

𝑛×𝑛

sebagai berikut.

𝑃(𝜆) = 𝑎

𝑜

𝜆

𝑛

+ 𝑎

1

𝜆

𝑛−1

+ 𝑎

2

𝜆

𝑛−2

+ ⋯ + 𝑎

𝑛−1

𝜆 + 𝑎

𝑛

dengan 𝑎

𝑖

; 𝑖 = 1,2, … , 𝑛 dan 𝑎

𝑜

≠ 0 merupakan koefisien dari persamaan karakteristik matriks A.

Tabel Routh-Hurwitz merupakan table yang disusun berdasarkan pengurutan koefisien-koefisien dari matriks A. Berikut diberikan table Routh-Hurwitz

𝜆

𝑛

𝑎

𝑜

𝑎

2

𝑎

4

𝜆

𝑛−1

𝑎

1

𝑎

3

𝑎

5

𝜆

𝑛−2

𝑏

1

𝑏

2

𝑏

3

𝜆

𝑛−3

𝑐

1

𝑐

2

𝑐

3

𝜆

0

1

(14)

Dengan 𝑏

𝑖

, 𝑐

𝑖

, 𝑖 = 1,2, … . , 𝑛 didefinisikan sebagai berikut 𝑏

1

= −1

𝑎

1

𝑎

0

𝑎

2

𝑎

1

𝑎

3

; 𝑏

2

= −1 𝑎

1

𝑎

0

𝑎

4

𝑎

1

𝑎

5

; … ; 𝑏

𝑛

= −1 𝑎

1

𝑎

0

𝑎

2𝑛

𝑎

1

𝑎

2𝑛+1

𝑐

1

= −1

𝑏

1

𝑎

1

𝑎

3

𝑏

1

𝑏

2

; 𝑐

2

= −1 𝑏

1

𝑎

1

𝑎

5

𝑏

1

𝑏

3

; … ; 𝑐

𝑛

= −1 𝑏

1

𝑎

1

𝑎

2𝑛+1

𝑏

1

𝑏

𝑛+1

Definisi 7. Diberikan polynomial

𝑃 𝜆 = 𝑎

𝑜

𝜆

𝑛

+ 𝑎

1

𝜆

𝑛−1

+ 𝑎

2

𝜆

𝑛−2

+ ⋯ + 𝑎

𝑛−1

𝜆 + 𝑎

𝑛

… (6)

Dengan 𝑎

0

≠ 0, akar akar polynomial (6) memiliki bagian real negative jika dan hanya jika Tabel Routh-Huwitz terdiri dari n+1 baris dan setiap elemen di kolom pertama pada table tidak mengalami perubahan tanda, setiap elemen pada kolom pertama dapat bertanda positif atau negative.

Suatu sistem dikatakan stabil menurut Teorema 1 apabila mempunyai nilai eigen

dengan bagian real negative yang ditunjukkan dengan tidak adanya perubahan pada

setiap elemen di kolom pertama table Routh – Hurwitz.

(15)

Contoh: Berikan analasis kestabilan pada sistem dengan polinom karakteristik orde 4 a. 𝜆

4

+ 8𝜆

3

+ 18𝜆

2

+ 16𝜆 + 5

b. 3𝜆

4

+ 10𝜆

3

+ 5𝜆

2

+ 5𝜆 + 2

𝜆

(16)
(17)

Contoh: Identifikasi kriteria yang harus dipenuhi agar sistem berikut stabil P 𝜆 = 𝜆

4

+ 3𝜆

3

+ 3𝜆

2

+ 2𝜆 + 𝐾

𝜆

(18)
(19)

1. Berikan analasis kestabilan pada sistem dengan persamaan karakteristik a. P 𝜆 = 𝜆

4

+ 2𝜆

3

+ 3𝜆

2

+ 4𝜆 + 5

𝑏. P 𝜆 = 𝜆

5

+ 2𝜆

4

+ 24𝜆

3

+ 48𝜆

2

− 25𝜆 − 50

𝑐. P 𝜆 = 𝜆

6

+ 2𝜆

5

+ 8𝜆

4

+ 12𝜆

3

+ 20𝜆

2

+ 16𝜆 + 16

2. Identifikasi kriteria yang harus dipenuhi agar sistem berikut stabil

P 𝜆 = 𝑎

𝑜

𝜆

3

+ 𝑎

1

𝜆

2

+ 𝑎

2

𝜆 + 𝑎

𝑛

(20)
(21)

POTRET FASE

GUSMANELY.Z, S.Pd., M.Si.

Meliana Pasaribu, M.Sc

(22)

Diberikan sistem autonomous Linear

ሶ𝑥 = 𝐴𝑥 … (6.1)

Misalkan det 𝐴 ≠ 0, maka 𝜆 adalah nilai eigen dari matriks 𝐴, yaitu 𝜆 merupakan akar persamaan karakteristik dari

𝐴 − 𝜆𝐼 = 0 … (6.2)

Potret fase (Phase Potrait) merupakan gambar semua trajektori dari sistem (6.1) yang

bergantung pada nilai nilai eigennya.

(23)

Nilai Eigen Jenis Titik Kritis/Ekuilibrium Sifat Kestabilan

𝜆1 > 𝜆2 > 0 Simpul Tidak Stabil

𝜆1 < 𝜆2 < 0 Simpul Stabil Asimtotik

𝜆1 < 0 < 𝜆2 Titik Saddle/Pelana Tidak Stabil

𝜆1 = 𝜆2 > 0 Simpul Sejati/Tidak Sejati Tidak Stabil

𝜆1 = 𝜆2 < 0 Simpul Sejati/Tidak Sejati Stabil Asimtotik

𝜆1, 𝜆2 = 𝑎 ± 𝑏𝑖 Titik Spiral

𝑎 > 0 Tidak Stabil

𝑎 < 0 Stabil Asimtotik

𝜆1 = 𝑖𝑏, 𝜆2 = −𝑖𝑏 Pusat Stabil

(24)

Kasus 1. Jika nilai eigennya riil tak sama dan bertanda sama (𝜆

1

> 𝜆

2

> 0 atau 𝜆

1

< 𝜆

2

< 0) Dalam kasus ini solusi dapat dinyatakan sebagai

𝑥 = 𝑐

1

𝑣

(1)

𝑒

𝜆1𝑡

+ 𝑐

2

𝑣

(2)

𝑒

𝜆2𝑡

Dimana diasumsikan bahwa 𝜆

1

dan 𝜆

2

berbeda dan riil.

Gambar 1 Gambar 2

Perilaku solusi dari kasus ini dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2

(25)

Dalam Gambar 2, diasumsikan bahwa 𝜆

1

> 𝜆

2

> 0 , sehingga sehingga semua trayektori

bergerak menjauhi titik ekulibrium. Titik ekuilibrium pada kasus ini disebut titik simpul tidak

stabil (unstable node point).

(26)

Kasus Kedua Jika nilai-nilai eigennya real dan berbeda tanda 𝜆2 < 0 < 𝜆1 atau 𝜆1 < 0 < 𝜆2.

Gambar 3

Titik ekuilibrium pada kasus ini disebut titik pelana tidak stabil (unstable saddle point) Dalam kasus solusi dapat dinyatakan sebagai

𝑥 = 𝑐1𝑣(1)𝑒𝜆1𝑡 + 𝑐2𝑣(2)𝑒𝜆2𝑡 Dimana diasumsikan bahwa 𝜆1 dan 𝜆2 berbeda dan riil.

Perilaku solusi dari kasus ini dapat dilihat pada Gambar 3

(27)

Kasus Ketiga Jika nilai-nilai eigennya real dan sama 𝜆

2

= 𝜆

1

.

Gambar 4 (a)

Dalam kasus akar kembar, kemungkinan pertama apabila dapat ditemukan dua vector yang saling bebas linear, solusinya akan berbentuk

𝑥 = 𝑒

𝜆𝑡

𝑐

1

𝑣

(1)

+ 𝑐

2

𝑣

(2)

𝑡 Perilaku solusi dari kasus ini dapat dilihat pada Gambar 4

Gambar 4 (b)

(28)

Kemungkinan kedua apabila hanya menemukan satu vector solusi, solusinya akan berbentuk 𝑥 = 𝑐

1

𝑣

(1)

𝑒

𝜆1𝑡

+ 𝑐

2

(𝑣

1

𝑡𝑒

𝜆1𝑡

+ 𝜂𝑒

𝜆1𝑡

)

Gambar 5a

Perilaku solusi dari kasus ini dapat dilihat pada Gambar 5

Gambar 5b

(29)

Kasus Keempat Jika nilai nilai eigennya kompleks 𝜆

1,2

= 𝛼 ± 𝑖𝛽 Pada kasus ini, nilai eigennya kompleks dengan 𝛼 ≠ 0 dan 𝛽 ≠ 0 Diperoleh vector eigen dalam bentuk

𝑣

1,2

= 𝑢 + 𝑖𝑤 Solusi dapat dinyatakan oleh

𝑥

𝑦 = 𝑒

𝛼𝑡

𝐶

1

𝐴

1

𝐵

1

cos 𝛽𝑡 − 𝐴

2

𝐵

2

sin 𝛽𝑡 + 𝐶

2

𝐴

1

𝐵

1

sin 𝛽𝑡 − 𝐴

2

𝐵

2

cos 𝛽𝑡 Dimana 𝐶

1

, 𝐶

2

konstanta sebarang dan 𝐴

1

, 𝐴

2

, 𝐵

1

, 𝐵

2

konstanta tertentu dengan 𝐴

1

𝐵

1

= 𝑢 dan 𝐴

2

𝐵

2

= 𝑤

(30)

Kasus Kelima Jika nilai nilai eigennya merupakan nilai ima𝑔𝑖𝑛𝑒𝑟 murni Pada kasus ini, nilai eigennya dinyatakan sebagai

𝜆

1,2

= ±𝑖𝛽

Dalam kasus ini semua trayektori akan mengelilingi dan menutupi titik ekulibrium. Titik

ekuilibrium pada kasus ini disebut center point.

Gambar

Tabel  Routh-Hurwitz  merupakan  table  yang  disusun  berdasarkan  pengurutan  koefisien-koefisien dari matriks A
Gambar 1 Gambar 2

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 4.9 merupakan kondisi stabil dan tidak stabil kecepatan sudut (  ) dalam satuan rad/s, sudut rotor (  ), terhadap waktu (t), pada gangguan di titik “B” menggunakan

5) Jika nilai-nilai eigennya sama dengan satu vektor eigen, maka akan diperoleh apa yang dinamakan improper node : bila &lt; 0 maka titik kritiknya akan stabil dan

Analisis kestabilan dari model diperoleh bahwa titik kesetimbangan bebas pengguna narkoba stabil pada kondisi

[3] mengembangkan model tipe II untuk menentukan titik-titik keseimbangan (s, i, p) dengan nilai s, i, p &gt; 0 pada model Kolmogorov, selanjutnya akan dianalisa pada bidang (α,

[3] mengembangkan model tipe II untuk menentukan titik-titik keseimbangan (s, i, p) dengan nilai s, i, p &gt; 0 pada model Kolmogorov, selanjutnya akan dianalisa pada bidang (α,

Dari nilai eigen yang diperoleh dapat dianalisis bahwa pada kondisi parameter ini maka akan diperoleh orbit disekitar titik kritis yang bersifat simpul tak stabil seperti terlihat

menyatakan batas kemampuan beban pada keadaan mantap untuk stabilitas tegangan jaringan, sedangkan bagian atas dari titik kritis menyatakan kondisi operasi stabil

4) Keseitmbangan sistem merupakan tipe tidak stabil (semua trayektori menjauhi titik kesetimbangannya), jika nilai eigen dari matriks Jacobi adalah 0 dan keduanya positif. 5)