Analisa Scene
a. Apa PREMIS & ESENSI scene ini?
Scene ini tentang protagonis mencoba berdamai dan memaafkan masa lalunya yang buruk.
b. Siapa PENGENDALI ADEGAN ini?
Pengendali adegan ini adalah protagonis (Penunggu). Adegan ini dilihat dari kacamata Penunggu dan penonton mengikuti perjalanan Penunggu sepanjang adegan ini.
c. Bagaimana CIRCUMTANCES ini?
Sebelum adegan ini dimulai, Penunggu sudah memutuskan untuk pergi ke suatu tempat baru demi memulai hidup barunya. Penunggu adalah anak perempuan yang mengalami fenomena
‘FATHERLESS’ sejak ia masih kecil dan rasa sakit itu terus menghantuinya hingga dewasa.
d. Apa
WANT dari KARAKTER di adegan
ini?Want Penunggu adalah bertemu dengan ayahnya untuk terakhir kali sebelum pergi agar bisa berdamai dengan masa lalunya yang buruk.
Want Pengantar Pesan adalah untuk memberikan kotak berisi foto-foto kenangan dan surat yang disampaikan ayah kepada Penunggu.
e. Bagaimana EKSPEKTASI setiap karakter di adegan ini?
Penunggu berekspektasi untuk bertemu dengan ayahnya secara langsung, namun yang datang malah Pengantar Pesan karena kondisi ayahnya yang tidak memungkinkan untuk datang.
f. Bagaimana DYNAMIC RELATIONSHIP-nya untuk adegan ini?
Penunggu memandang Dia (ayah) sebagai luka di masa lalunya. Pengantar Pesan memandang Penunggu sebagai penerima pesan untuk menyelesikan pekerjaannya. Ayah memandang Penunggu sebagai anak yang sudah ia kecewakan dan penyesalan terbesar dalam hidupnya.
g. Uraikan DRAMATIC BEATS-nya!
I. STASIUN KERETA - SIANG
PENUNGGU (P/33) melihat jam di tangannya dengan resah. Pandangannya menyapu sekitar. Telepon BERDERING.
PENUNGGU Oke. Saya ke situ sekarang.
Penunggu mengemasi kopernya lalu bergegas pergi. Pandangan Penunggu tertuju pada PENGANTAR PESAN (L/30) yang dari kejauhan berjalan ke arahnya dengan membawa sebuah kotak. Pengantar pesan tersenyum, Penunggu tampak kecewa. Ketika berpapasan, Penunggu acuh tak acuh lalu terus berlalu.
PENGANTAR PESAN masih aja pura-pura cuek...
Penunggu berhenti.
PENUNGGU Kenapa dia nggak datang sendiri?
PENGANTAR PESAN Bukannya kamu yang dulu minta supaya nggak ada ketemu ketemu lagi?
Penunggu terdiam lalu berlalu.
PENGANTAR PESAN (CONT’D) Lagi pula kondisinya tidak
memungkinkan dia untuk datang Penunggu berhenti.
PENUNGGU Kambuh lagi?
PENGANTAR PESAN ...dengan komplikasi di sana sini.
Raut muka Penunggu berubah.
PENGANTAR PESAN (CONT’D) Mungkin ini karma atas apa yang dia lakukan ke kamu selama ini.
PENUNGGU
Kalau begitu harusnya juga ada karma baik buat dia.
Pengantar Pesan tersenyum.
PENGANTAR PESAN
Dia bilang dia nggak bisa pergi dengan tenang kalau urusan kalian belum tuntas. Kamu juga kan?
2.
Sok tau.
PENUNGGU
PENGANTAR PESAN
Aku masih harus mengantar pesan ke tempat lain.
(menyerahkan kotak)
Tolong bantu aku menuntaskan tugasku ini supaya aku juga bisa pergi dengan tenang.
Telepon Penunggu kembali BERDERING. Dengan ragu, Penunggu menerima kotak dari Pengantar Pesan. Telepon berhenti BERDERING. Penunggu perlahan-lahan membuka kotak itu. Senyum tiba-tiba tersungging di bibirnya.
PENUNGGU Kamu bilang sama dia...
Penunggu terkejut Pengantar Pesan sudah tidak ada dihadapannya. Senyum Penunggu semakin lebar. Dia pergi dengan membawa koper dan kotak berisi foto dan surat dari ayahnya dengan senyum yang lebih lebar.
TAMAT