• Tidak ada hasil yang ditemukan

Download (32kB)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Download (32kB)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

A. Latar Belakang Masalah

Perusahaan yang mengkhususkan diri dalam mengambil alih risiko atas fisik barang jaminan atau agunan adalah perusahaan asuransi. Usaha perasuransian adalah lembaga keuangan bukan bank yang telah makin berkembang seiring dengan adanya kesadaran dari masyarakat, terutama masyarakat di perkotaan akan pentingnya hakikat dari asuransi tersebut dalam mengantisipasi timbulnya kerugian, kerusakan barang yang dimiliknya, atau kehilangan keuntungan dari suatu kegiatan usaha yang dijalankannya.1

Menurut ketentuan Pasal 246 KUHD, yang dimaksud dengan asuransi adalah suatu perjanjian dengan mana seseorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima uang premi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.2

Sedangkan Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan saling menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Tabarru’

1 Hermansyah, 2012, Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, hal 9

2 Ibid, hal 10

1

(2)

adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebaikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial.3

Produk asuransi syariah telah diperkenalkan pada tahun 1994, perusahaan pelopor asuransi berbasis syariah itu sendiri adalah Asuransi Takaful.

Asuransi Takaful merupakan lembaga keuangan syariah non bank. Asuransi Takaful juga memiliki kesamaan fungsi dengan lembaga keuangan syariah non bank lainnya, yakni untuk memperoleh keuntungan dari hasil investasi dana yang dikumpulkan dari peserta asuransi. Cara pembagian keuntungan pengelolaan dana peserta asuransi dilakukan dengan prinsip bagi hasil (mudharabah).

Asuransi Syariah menggunakan prinsip Takaful (tolong-menolong) yang diimplementasikan dengan cara saling menanggung. Apabila terjadi musibah, maka semua peserta asuransi syariah saling menanggung. Demikian juga premi yang terkumpul dari peserta langsung dipisahkan kedalam dua rekening, yaitu rekening tabarru’ untuk dana nasabah yang terkumpul yang diniatkan untuk menolong sesama dan rekening peserta untuk dana peserta yang terkumpul yang ditujukan untuk investasi. Seluruh dana premi peserta takaful tersebut disatukan dan dikembangkan lagi melalui investasi proyek yang dibenarkan oleh Islam yang dijalankan oleh perusahaan asuransi dengan menggunakan prinsip mudharabah.4

3 Muhammad Syakir Sula, 2004, Konsep dan Sistem Operasional Asuransi Syariah, Jakarta:

Gema Insani, hal 42

4 Andi Sriwahyuni, 2014, Evaluasi Mekanisme Pengelolaan Dana Dengan Sistem Mudharabah Pada Asuransi Syariah (Studi Kasus Pada PT. Asuransi Takaful Keluarga Cab.

Makassar), Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Akuntansi pada Universitas Hasanuddin Makassar: Laporan tidak diterbitkan, hal 3

(3)

Implementasi akad takafuli dan tabarru’ dalam sistem asuransi syariah direalisasikan dalam bentuk pembagian setoran premi menjadi dua. Untuk tabungan yang mengandung unsur tabungan (saving), maka premi yang dibayarkan akan dibagi kedalam rekening dana peserta dan satunya lagi rekening tabarru’. Sedangkan produk yang tidak mengandung unsur tabungan (non-saving), setiap premi yang dibayar akan dimasukkan kedalam rekening tabarru’.5 Dengan didasarkannya kontrak asuransi syariah (kerugian) atas akad tabarru’ perusahaan tidak diharuskan memberikan sesuatu kepada peserta.6

Ketentuan mudharabah ditentukan sesuai kesepakatan misalnya 70%

bagian untuk peserta dan 30% bagian untuk perusahaan Asuransi Takaful.

Realisasi pembayaran rekening dilakukan apabila masa pertanggungan berakhir, peserta mengundurkan diri dalam masa pertanggungan dan atau peserta meninggal dunia selama masa pertanggungan belum berakhir.

Sesungguhnya dapat diketahui keuntungan menginvestasikan dana di asuransi takaful jelas memberikan keuntungan tersendiri. Keuntungan yang diperoleh bukan saja bersifat materil, tetapi juga kepuasan batin berupa melakukan praktik ekonomi berdasarkan syariah. Selain itu, berarti masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung telah ikut berperan aktif dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

Salah satu contoh penerapan manfaat yang telah dilakukan oleh Asuransi Takaful Keluarga adalah pada produk Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi),

5 Kuat Ismanto, 2009, Asuransi Syariah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, hal 69

6 Abdullah Amrin, 2006, Asuransi Syariah, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, hal 2

(4)

yang merupakan produk bagi perorangan yang menginginkan untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi putra-putrinya. Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi) merupakan suatu bentuk perlindungan untuk perorangan yang menginginkan dan merencanakan pengumpulan dana dalam memenuhi pendidikan putra-putrinya sampai ke Perguruan Tinggi.

Takaful dana pendidikan (fulnadi) juga merupakan salah satu jenis asuransi dimana di dalam polis asuransi disamping pihak penanggung dan tertanggung yang tercantum disitu, tetapi juga pihak mengambil manfaat yaitu anak yang akan diberikan beasiswa dengan manfaat asuransi.

Seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari, asuransi konvensional maupun asuransi syariah juga mengenal istilah ‘ilustrasi’ yaitu penjelasan mengenai bagaimana program asuransi akan berjalan. Dalam ilustrasi dijelaskan proyeksi polis dari tahun ke tahun dengan rincian berapa premi pada masing-masing tahun, manfaat asuransi yang diterima, suku bunga yang dijamin, dan keterangan komponen tambahan lainnya.

Setiap ilustrasi pada produk asuransi takaful memiliki komponen yang berbeda-beda, dan juga setiap polis antar peserta berbeda-beda pula. Adapun yang mempengaruhi perbedaan polis antar peserta yaitu usia, jenis kelamin, dan aspek medis. Dalam Asuransi Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi), komponen-komponen yang ada dalam ilustrasi tersebut yaitu: tahun (masa perjanjian), jumlah premi, jumlah tabarru’, jumlah tabungan, jumlah bagi hasil, nilai tunai, dana tahapan dan total dana tahapan selama masa perjanjian.

(5)

Ilustrasi Asuransi Syariah cukup detil dan transparan, sehingga memberikan keyakinan dan informasi yang jelas kepada calon nasabah bagaimana dana tersebut dikelola, termasuk semua biaya-biaya dan manfaat- manfaat yang akan diterimanya. Dana premi dikelola dengan transparan serta menjauhi hal-hal ketidakjelasan. Jika peserta ditakdirkan meninggal dunia, maka ahli waris (istri/suami dan anak) tidak hanya mendapat uang pertanggungan, melainkan juga dana tahapan masuk sekolah dan beasiswa setiap tahun sejak TK hingga Perguruan Tinggi. Ada masa bebas premi, yaitu peserta tidak perlu melanjutkan pembayaran premi, namun anak akan tetap menerima beasiswa selama di Perguruan Tinggi, serta adanya bagi hasil (mudharabah) bila tidak terjadi klaim.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian di Asuransi Takaful Keluarga Cabang Palembang mengenai perhitungan ilustrasi yang didapatkan oleh setiap peserta disetiap tahapan masuk sekolah (TK, SD, SMP, SMA dan PT) masa pertanggungan berakhir, peserta mengundurkan diri dalam masa pertanggungan dan atau peserta meninggal dunia selama masa pertanggungan belum berakhir, yang berjudul:

Analisis Ilustrasi Produk Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi) Pada PT.

Asuransi Takaful Keluarga Cabang Palembang.

(6)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka ada beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini. Permasalahannya dirumuskan sebagai berikut:

1. Manfaat apa saja yang ada dalam Produk Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi) ?

2. Apa yang mempengaruhi besarnya resiko (dana tabarru’) dalam ilustrasi Produk Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi) ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui manfaat dalam produk Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi) pada PT. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Palembang

2. Untuk mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhi besarnya resiko (dana tabarru’) dalam ilustrasi produk Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi)

D. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari penelitian ini, yaitu : 1. Kegunaan Secara Teoritis

(7)

Secara teoritis penelitian ini dapat memperluas cakrawala ilmu pengetahuan dalam lapangan dunia perasuransian syariah khususnya Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi) yang dikaitkan dengan hukum waris Islam.

2. Kegunaan Secara Praktis

a. Bagi Asuransi Takaful Keluarga

Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong semakin berkembangnya asuransi syariah di perusahaan, terutama terkait dengan ilustrasi peserta.

b. Bagi Institusi

Penelitian dapat memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan khususnya di bidang lembaga syariah dan sebagai perbandingan untuk penelitian sejenis selanjutnya.

c. Bagi Masyarakat

Hasil penelitian diharapkan dapat berguna bagi masyarakat untuk menambah wawasan mengenai kinerja asuransi syariah.

d. Bagi Peneliti

Dengan melakukan penelitian ini, penulis memperoleh pengalaman dan khasanah ilmu baru mengenai ilustrasi peserta.

(8)

E. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Penelitian

Jenis data yang digunakan adalah data deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka-angka atau data kualitatif yang di angkakan.7 Dalam hal ini data kuantitatif berupa angka-angka dalam ilustrasi produk Takaful Dana Pendidikan (Fulnadi). Kemudian ditambah data deskriptif, yaitu data yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.8

Berdasarkan teori tersebut diatas, data deskriptif kuantitatif yaitu data yang bertugas mengorganisasi dan menganalisa data angka, dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu.9

2. Sumber Data

Sumber data yang dimaksud sumber data penelitian yaitu subyek darimana data yang diperoleh. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu :

a. Data primer

7 Sugiyono, 2006, Metodelogi Penelitian, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, hal 15 8 Ibid, hal 20

9 Ibid

(9)

Data yang diperoleh langsung dari sumber data pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian.10 Data primer dalam penelitian ini adalah berupa wawancara langsung di PT. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Palembang.

b. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dan data yang kita butuhkan.11 Dalam hal ini yang menjadi sumbernya berasal dari laporan dan buku-buku.

F. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan data penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Wawancara (interview)

Upaya memperoleh informasi atau data yang dipergunakan dengan bertanya langsung kepada responden. Dalam penelitian ini dilakukan wawancara bebas, terpimpin, yakni wawancara yang dilakukan secara bebas, dalam arti responden diberi kebebasan menjawab. Akan tetapi

10 Burhan Bungin, 2006, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Cet. Ke-2 Jakarta : Kencana Putra Grafika, hal 122

11 Ibid

(10)

dalam batas-batas tertentu agar tidak menyimpang dari panduan wawancara yang telah disusun.12

2. Dokumentasi

Yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya.13 Data-data yang akan dijadikan sebagai referensi yaitu diantara lain peneliti peroleh dari pihak PT. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Palembang.

G. Teknik Analisa Data

Dalam menganalisa data peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu data yang bertugas mengorganisasi dan menganalisa data angka, dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu.14

12 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, hal 201

13 Ibid, hal 206 14 Sugiyono, Op.Cit

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif. Statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan dan menggambarkan

Metode deskriptif merupakan suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu penelitian namun tidak digunakan untuk menarik kesimpulan yang lebih luas

Sebagai upaya menganalisis data yang telah dikumpulkan digunakan metode deskriptif analitik dengan menggambarkan teori maqāshid al-sharī’ah yang kemudian digunakan untuk

Metode Deskriptif Menurut Sugiyono, 2011 Metode deskriptif adalah: “Metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk

Menurut Sugiyono (2005) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan

 Statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsi atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa maksud membuat kesimpulan

Sugiono (2005) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis hasil penelitian tetapi tidak digunakan

Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah