• Tidak ada hasil yang ditemukan

Download (36kB)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Download (36kB)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

GAMBARAN UMUM DESA DAMARPURA

A. Sejarah Singkat dan Letak Geografis Desa Damarpura

Desa Damarpura merupakan lokasi penelitian penulis, dimana wilayah tersebut termasuk dalam Kecamatan Buana Pemaca Kabupaten OKU Selatan.

Sebelum terbentuknya Kecamatan Buana Pemaca desa Damarpura termasuk kedalam kecamatan Simpang Martapura. Sejak tahun 2007 setelah pemekaran wilayah, lahirlah sebuah Kecamatan baru yaitu Kecamatan Buana Pemaca yang didalam cakupannya termasuk desa Damarpura.

Menurut bapak Ismail Markum (Wawancara pada tanggal 07 November 2011) selaku sekretaris desa menuturkan bahwa Desa Damarpura ini mulai lahir atau terbentuk sekitar tahun 1960 an, dulunya wilayah ini merupakan perkebunana penduduk yang ditanami dengan pohon Damar. Damar adalah pohon besar yang memiliki manfaat sebagai alat dasar pembuat kaca. Namun semakin lama penduduk yang tadinya memanfaatkan wilayah ini sebagai perkebunan sedikit-demi sedikit mulai mendirikan bangunan sebagai tempat tinggal dan merubah wilayah yang tadinya hutan menjadi sebuah perkampungan kecil yang dihuni sekitar 15 kepala keluarga, dari proses inilah lahir sebuah desa yang bernama Desa Damarpura.

(2)

Desa Damarpura ini sendiri memiliki luas tanah ± 85.07 ha, yang dikelilingi oleh daerah perbukitan dan persawahan serta terletak di pinggiran sungai Komering.

Sedangkan jarak desa Damarpura ke pusat pemerintahan Kabupaten OKU Selatan yang terletak di Kota Muaradua berjarak 10 km. adapun batas-batas wilayah Desa Damarpura adalah sebagai berikut:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Lubar

2. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tanjung Beringin 3. Sebelah Timur berbatasan dengan Bukit Selanglang

4. Sebalah Selatan berbatasan dengan Desa Bandar dan Jagaraga.

Sumber: Dokumentasi Profil Desa Damarpura

B. Keadaan Penduduk Damarpura

Berdasarkan profil desa tahun 2011 penduduk Desa Damarpura berjumlah 1841 jiwa yang terdiri 808 jiwa laki-laki dan 1033 jiwa perempuan. Dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 663 (KK) untuk lebih jelasnya akan terlihat pada tabel berikut:

(3)

Tabel 1

Keadaan Penduduk Desa Damarpura Menurut Umur dan Jenis Kelamin

No Kelompok Umur Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

0-6 Tahun 7-11 Tahun 12-16 Tahun 17-21 Tahun 22-30 Tahun 31-38 Tahun 39-45 Tahun 46-51 Tahun 52-55 Tahun 56-60 Tahun 60-65 Tahun 66 Tahun keatas

88 80 47 76 120

89 84 78 59 31 38 18

92 109 124 127 136 94 91 81 62 40 42 35

180 189 171 203 256 183 175 159 121 71 80 53

Jumlah 808 1033 1841

Sumber : Dokumentasi Profil Desa Damarpura

Dari tabel di atas, tampak bahwa penduduk Desa Damarpura sebagian besar adalah anak-anak dan remaja yaitu 743 orang yang terdiri 291 laki-laki dan 452 perempuan. Oleh sebab itu selaku orang tua harus memiliki rasa tanggung jawab penuh terhadap perkembangan mereka. Pemberian pengetahuan dan contoh atau suri tauladan yang baik senantiasa harus kita tamankan dalam diri pribadi para remaja.

(4)

C. Mata Pencaharian Penduduk

Tabel 2

Pencaharian Masyarakat Desa Damarpura

Sumber : Dokumentasi Profil Desa Damarpura

Dari data di atas diketahui bahwa sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani, baik itu petani karet maupun perkebunan dan persawahan. Meskipun di desa ini dijumpai penduduk Desa yang bekerja di luar sektor pertanian seperti pegawai sipil, pedagang, tukang ojek dan lain sebagainya, namun umumnya mereka memiliki perkebunan.

(5)

Kenyataan ini memberikn pemahamman kepada kita bahwa sebagian sebagian besar penduduk Desa Damarpura mempergunakan waktunya untuk bekerja mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan keluarga. Sehingga kesempatan untuk memberikan pembinaan terhadap ibadah shalat Juma’at remaja sangatlah kecil, bahkan tidak sama sekali.

D. Bahasa Komunikasi Penduduk Desa Damarpura

Dalam kehidupan sehari-hari sarana komunikasi yang paling penting adalah bahasa. Melalui bahasa inilah masyarakat dapat bergaul dan berhubungan antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lainnya. “Bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa Damarpura adalah bahasa Komering dan Ogan”.1

E. Pendidikan dan Kehidupan Agama Masyarakat 1. Pendidikan

Untuk menunjang kebutuhan di bidang pendidikan desa Damarpura memiliki satu unit sekolah PAUD untuk anak-anak usia dini, selain itu juga untuk menambah pengetahuan formal pemerintah juga menyediakan satu unit sekolah dasar dan MI serta SMP. Memperhatikan sarana pendidikan yang ada di Desa Damarpura ini tampaknya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhana pendidikan dasar anak, namun bagi mereka yang ingin melanjut kejenjang lebih tinggi, mereka harus ke Kecamatan ataupun Kabupaten. Untuk lebih jelasnya melihat keadaan penduduk Desa Damarpura berdasarkan pendidikan dapat kita lihat melalui tabel berikut:

(6)

Tabel 3

Keadaan Penduduk Desa Damarpura Menurut Tingkat Pendidikan

NO Tingkat Pendidikan Laki-laki Perempuan

1 2 3 4

Tamat SD/Sederajat Tamat SMP/ Sederajat Tamat SMA/ Sederajat

Perguruan Tinggi

223 Orang 62 Orang 35 Orang 11 Orang

247 Orang 77 Orang 21 Orang 19 Orang

Jumlah 331 364

Sumber : Dokumentasi Profil Desa Damarpura

Dari data diatas diketahui bahwa 695 orang telah pernah mengecam pendidikan walaupun mereka hanya tamat SD dan SMP/Sederajat. Sedangkan penduduk yang lainnya mereka sempat sekolah tatapi tidak tamat ataupun mereka tidak pernah mengecam pendidikan dikarenakan kurangnya biaya ataupun malas untuk sekolah.

2. Kehidupan Keagamaan Masyarakat

Selanjutaya ditinjau dari kemasyarakatan, penduduk Desa Damarpura tidak ditemukan perbedaan dari segi keagamaan. Untuk memenuhi kebutuhan dalam bidang agama di Desa Damarpura sudah cukup memadai dengan tersedianya masjid dan mushola yang setiap harinya dijadikan tempat anak-anak, remaja dan masyarakat mengaji dan shalat lima waktu serta perayaan hari-hari besar umat islam.

Dari hasil wawancara dan observasi penulis ada dua kegiatan keagamaan yang dilaksanakan warga Desa Damarpura.

(7)

a. Kegiatan pengajian ibu-ibu dari rumah ke rumah, yang dilaksanakan setiap bulan sekali setelah shalat maghrib. Kegiatan ini diadakan untuk menambah wawasan dalam membaca al-qur’an, selain itu juaga kegiatan ini bertujuan untuk saling mengingatkan satu sama laindalam menjalankan kehidupan beragama yang baik serta untuk mendapatkan nasehat dan ceramah yang disampaikan oleh para tokoh Agama yang secara bergilir. Dengan demikian hati masyarakat akan merasakan kesejukan dan ketentraman. Kegiatan ini diketuai oleh bapak Arbi A latif dan bapak H.Hasanuji selaku P3N di desa Damarpura.

b. Didirikannya TK/TPA yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, terutama pada anak-anak. Kegiatan ini diketuai oleh Imam masjid yaitu bapak Ibrahim dan didukung oleh para tokoh masyarakat yang lain.

Kegiatan belajar di TPA diadakan setiap hari senin sampai hari Jum’at sore.2

F. Sarana Prasarana

Terdapat beberapa sarana dan prasarana yang tersedia di Desa Damarpura, seperti sarana keamanan, sarana peribadatan dan sarana olah raga. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4

(8)

Sarana dan Prasarana Desa Damarpura N

O

Sarana Jumlah Kondisi

1 Sarana Pemerintahan - Kantor Kepala Desa - Balai Desa

1 1

Baik Baik 2 Sarana Peribadatan

- Masjid - Langgar

1 1

Baik Baik 3 Sarana Keamanan

- Pos Kamling 2 Baik

4 Saran Olah Raga - Lapangan Volly - Lapangan Sepak Bola

2 1

Baik Baik 5 Sarana Ekonomi

- Toko - Kalangan

12 1

Baik Baik 6 Sarana Pendidikan

- Gedung PAUD - Gedung SD/MI - Gedung SMP

1 2 1

Baik Baik Baik

7 Sarana Kesehatan 1 Baik

Sumber : Dokumentasi Profil Desa Damarpura

(9)

G. Struktur Organisasi Desa Damarpura

Kepemimpinan Desa Damarpura dikepalai oleh kepala Desa, yang saat ini dijabat oleh Hendra Wijaya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan struktur organisasi kepemimpinan Desa Damarpura sebagai berikut:

Kepala Desa BPD

(10)

Sumber : Dokumentasi Profil Desa Damarpura Sekretaris

Ismail Markum

Kaur Pembangunan Deka Herlianto

Ketua PKK Suraida

Bendahara Desa Beti Fitriana

Kaur Kesra Latif Umar

P3N H. Hasanuji

Kadus I Candra Depisa

Kadus II Amin Rais

Kadus III Putu Wijaya

Referensi

Dokumen terkait

Mata pencaharian masyarakat Minangkabau sebagian besar sebagai petani. Bagi yang tinggal di pinggir laut mata pencaharian utamanya menangkap ikan. Seiring dengan perkembangan

dilakukan dalam rangka memajukan desa, mata pencaharian sebagian besar masyarakat Banjarasri relatif sama, yakni petani sawah dan ladang, menjadikan dalam

Profil desa juga menggambarkan urutan kategori mata pencaharian penduduk yaitu 75% dikategorikan bekerja pada subsektor pertanian/perikanan, 10% bekerja pada

administratif, jumlah penduduk, mata pencaharian dan pendidikan Sumber sumber skunder,penga matan dan wawancara Datab ase kantor desa Keberadaan lembaga keuangan.

Kekayaan sumber daya alam berimplikasi terhadap mata pencaharian penduduk. Oleh sebab itu, perlu digali mata pencaharian penduduk yang terkait dengan potensi sumber day

Data untuk variabel sosial budaya masyarakat (SB) mencakup spesifikasi mata pencaharian penduduk di bidang perikanan (SB1), kualitas sumber daya manusia di desa (SB2), kualitas

Mata pencaharian masyarakat Negeri Kanikeh dan Roho sebagian besar sebagai petani, sumber pendapatan mereka berasal dari hasil perkebunan yaitu kakao dan kelapa

PENDAHULUAN Sebagian besar penduduk Desa Pakenjeng bermata pencaharian berdagang dan menjadi buruh di kota besar seperti Bandung dan Jakarta, Kondisi alam Desa Pakenjeng tidak terlalu