• Tidak ada hasil yang ditemukan

ebook PERENCANAANPENDIDIKAN

N/A
N/A
nazira arni07

Academic year: 2025

Membagikan "ebook PERENCANAANPENDIDIKAN"

Copied!
213
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN PENDIDIKAN

Chapter · December 2022

CITATIONS

2

READS

19,386

17 authors, including:

Nanny Mayasari

36PUBLICATIONS   125CITATIONS    SEE PROFILE

Nurul Hikmah

Politeknik Kesehatan Makassar 47PUBLICATIONS   83CITATIONS   

SEE PROFILE

Syamsu Rijal

State University of Makassar 82PUBLICATIONS   540CITATIONS   

SEE PROFILE

Dumiyati Dumiyati

Universitas PGRI Ronggolawe Tuban 25PUBLICATIONS   111CITATIONS   

SEE PROFILE

(2)
(3)
(4)

PERENCANAAN PENDIDIKAN

Nanny Mayasari Moh. Miftahul Arifin

D Purnomo Dumiyati Margiyono Suyitno

Nurul Hikmah Arjuna

Mega Zulfy Lestari Reza Saeful Rachman

Nur Haris Ependi Siti Hajar Loilatu

Dwi Maryani Rispatiningsih Syamsu Rijal

Lulu Ulfa Sholihannisa

Firda Sari

(5)

PERENCANAAN PENDIDIKAN

Penulis:

Nanny Mayasari Moh. Miftahul Arifin

D Purnomo Dumiyati Margiyono Suyitno

Nurul Hikmah Arjuna Mega Zulfy Lestari Reza Saeful Rachman

Nur Haris Ependi Siti Hajar Loilatu Dwi Maryani Rispatiningsih

Syamsu Rijal Lulu Ulfa Sholihannisa

Firda Sari

Editor : Ahmad Choirul Ma’arif, S.Pd.

Tata Letak : Asep Nugraha, S.Hum

Desain Cover : Septimike Yourintan Mutiara, S.Gz.

Ukuran : UNESCO 15,5 x 23 cm Halaman : ix, 199

ISBN : 978-623-09-1149-1 Terbit Pada : Desember 2022

Hak Cipta 2022 @ Sada Kurnia Pustaka dan Penulis

Hak cipta dilindungi undang-undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit dan penulis.

PENERBIT PT SADA KURNIA PUSTAKA

Jl. Warung Selikur Km.6 Sukajaya – Carenang, Kab. Serang Banten Email : [email protected]

Website : sadapenerbit.com Telpon/WA : +62 838 1281 8431

(6)

iii

KATA PENGANTAR

Segala puji dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga buku referensi yang berjudul

“Perencanaan Pendidikan” dapat di publikasikan. Buku Perencanaan Pendidikan ini di rancang untuk membantu mahasiswa/guru/dosen/praktisi pendidikan agar dapat belajar bagaimana perencanaan pendidikan yang baik. Oleh karena itu, mempelajari perencanaan pendidikan dengan sebaik mungkin akan memberikan bekal dan fondasi yang kuat bagi peminat perencanaan pendidikan untuk terus tumbuh dan berkembang dalam bidang ilmu ini.

Buku ini disusun oleh sejumlah akademisi dan praktisi sesuai dengan kepakaran masing-masing. Buku ini terdiri dari 15 bab mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan praktis berdasarkan kajian perkuliahan yang dilaksanakan bertahun-tahun. Buku ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif dalam pengembangan khasanah keilmuan baik secara teoritis maupun praktik, khususnya terkait dengan bidang kajian perencanaan pendidikan. Buku ini berbeda dengan berbagai buku yang lebih banyak mengulas perencanaan pendidikan dari sisi formulasi dan implementasi semata, buku ini menawarkan sudut pandang lain.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah banyak memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini, semoga Allah SWT membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu, secara khusus kepada penerbit Sada Kurnia Pustaka yang telah memberikan dukungan dan masukan sehingga buku ini dapat segera diterbitkan. Tentu buku ini tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Penulis berharap masukan dan kritikan dari pembaca untuk perbaikan kajian-kajian kami ke depan.

November 2022 Penulis

(7)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

BAB 1 KONSEP DASAR PERENCANAAN PENDIDIKAN ... 1

Pendahuluan ... 1

Pengertian Perencanaan ... 1

Pengertian Pendidikan ... 3

Tujuan dan Manfaat Perencanaan Pendidikan ... 7

Peran, Karakteristik, dan Prinsip Perencanaan Pendidikan ... 9

Prosedur Perencanaan Pendidikan ... 11

Implementasi Perencanaan dalam Lembaga Pendidikan ... 12

Daftar Pustaka ... 13

Profil Penulis ... 15

BAB 2 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PERENCANAAN PENDIDIKAN ... 16

Pengertian ... 16

Perencanaan dari Dimensi Waktu ... 18

Perencanaan dari Dimensi Spasial ... 19

Perencanaan dari Tingkatannya ... 20

Perencanaan Menurut Teknisnya ... 25

Daftar Pustaka ... 26

Profil Penulis ... 28

BAB 3 URGENSI PERENCANAAN PENDIDIKAN ... 29

Definisi Urgensi... 29

Definisi Perencanaan ... 29

Perencanaan Pendidikan... 30

(8)

v

Tujuan Perencanaan Pendidikan ... 31

Rancangan Dan Perencanaan Pendidikan ... 32

Masalah Masalah Dalam Perencanaan Pendidikan ... 33

Urgensi Perencanaan Pendidikan ... 34

Daftar Pustaka ... 35

Profil Penulis ... 36

BAB 4 LANDASAN DAN PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN PENDIDIKAN ... 37

Pendahuluan ... 37

Pengertian Perencanaan Pendidikan ... 38

Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan ... 39

Landasan Perencanaan Pendidikan ... 42

Prinsip-Prinsip Perencanaan Pendidikan ... 43

Penutup ... 46

Daftar Pustaka ... 46

Profil Penulis ... 49

BAB 5 PROSES PERENCANAAN PENDIDIKAN ... 50

Pendahuluan ... 50

Proses Perencanaan Pendidikan Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel ... 51

Proses Perencanaan Pendidikan Menurut Banghart dan Trull 52 Proses Perencanaan Pendidikan Menurut International City Management ... 54

Proses Perencanaan Pendidikan Menurut Johnson ... 56

Proses Perencanaan Pendidikan Menurut Depdikbud ... 58

Proses perencanaan Pendidikan menurut Chesswas ... 59

Proses Perencanaan Pendidikan Menurut Matin ... 59

Kesimpulan ... 60

(9)

Daftar Pustaka ... 61

Profil Penulis ... 63

BAB 6 MODEL DAN METODE PERENCANAAN PENDIDIKAN ... 64

Pendahuluan ... 64

Pengertian dan Jenis Model Perencanaan Pendidikan ... 66

Metode Perencanaan Pendidikan ... 67

Daftar Pustaka ... 69

Profil Penulis ... 71

BAB 7 PERUMUSAN VISI, MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN... 72

Pendahuluan ... 72

Manajemen Strategik ... 74

Perumusan Visi Lembaga Pendidikan ... 77

Cara Perumusan Visi Lembaga Pendidikan ... 80

Analisis SWOT ... 80

Perumusan Misi Lembaga Pendidikan ... 82

Perumusan Tujuan Lembaga Pendidikan ... 84

Strategi ... 88

Rencana Tindakan ... 89

Penutup ... 90

Daftar Pustaka ... 90

Profil Penulis ... 92

BAB 8 PERENCANAAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ... 93

Pendahuluan ... 93

Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan ... 95

Manajemen Perencanaan ... 98

Perencanaan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan ... 99

(10)

vii

Training Need Analysis... 101

Manajemen Perencanaan Training Need Analysis Pendidik dan Tenaga Kependidikan ... 105

Simpulan ... 106

Daftar Pustaka ... 106

Profil Penulis ... 108

BAB 9 PERENCANAAN INTERAKSI EDUKATIF ... 109

Definisi Perencanaan Interaksi Edukatif ... 109

Ciri-ciri Interaksi Edukatif ... 110

Komponen-Komponen Interaksi Edukatif... 112

Peranan Guru dalam Interaksi Edukatif ... 114

Tahapan dalam Proses Interaksi Edukatif ... 115

Daftar Pustaka ... 119

Profil Penulis ... 121

BAB 10 PERENCANAAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ... 122

Pendahuluan ... 122

Pengertian Perencanaan Dan Lingkungan Pendidikan ... 123

Lingkungan Pendidikan ... 124

Daftar Pustaka ... 134

Profil Penulis ... 136

BAB 11 PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA PENDIDIKAN ... 137

Pendahuluan ... 137

Konsep Dasar Perencanaan Anggaran Biaya Pendidikan ... 138

Esensi Perencanaan Pembiayaan ... 141

Tujuan Perencanaan Pembiayaan ... 142

Langkah Perencanaan Keuangan ... 142

Sistem, Pendekatan, Syarat Dan Proses Biaya Pendidikan ... 146

(11)

Rencana Anggaran dan Belanja Satuan Pendidikan... 147

Bentuk-bentuk desain Anggaran ... 147

Penyusunan Anggaran Keuangan Sekolah ... 148

Daftar Pustaka ... 149

Profil Penulis ... 151

BAB 12 KONSEP PENILAIAN PENDIDIKAN ... 152

Pengertian Penilaian ... 153

Fungsi Penilaian ... 153

Penilaian Guru ... 155

Penilaian Proses ... 157

Daftar Pustaka ... 162

Profil Penulis ... 163

BAB 13 HUBUNGAN PERENCANAAN PENDIDIKAN DENGAN ASPEK DEMOGRAFI DAN SOSIAL EKONOMI ... 164

Latar Belakang ... 164

Konsep Daerah Pembelajaran (Learning Region) ... 165

Menghubungkan Pengajaran, Penelitian dan Inovasi Sosial .. 167

Kedaerahan, Identitas dan Pendidikan ... 168

Pendidikan Inklusi dan Komunitas Pendidikan ... 170

Kesimpulan ... 173

Daftar Pustaka ... 173

Profil Penulis ... 175

BAB 14 HUBUNGAN PERENCANAAN PENDIDIKAN DENGAN ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA ... 176

Pendahuluan ... 176

Perencanaan Pendidikan... 177

Sumber Daya Manusia ... 182

(12)

ix

Hubungan Perencanaan Pendidikan dengan Sumber Daya

Manusia ... 184

Daftar Pustaka ... 186

Profil Penulis ... 188

BAB 15 SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL DI INDONESIA ... 189

Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional ... 189

Problematika dan Tantangan Perencanaan Pembangunan Pendidikan di Indonesia ... 191

Merancang Sistem Pendidikan Bermutu di Indonesia... 195

Daftar Pustaka ... 197

Profil Penulis ... 199

(13)
(14)

1

Nanny Mayasari

BAB 1 KONSEP DASAR

PERENCANAAN PENDIDIKAN

Nanny Mayasari, S.Pd., M.Pd., CQMS Universitas Nusa Cendana

Pendahuluan

Pada Bab ini dibahas tentang konsep dasar perencanaan pendidikan.

setelah mempelajari bahasan ini diharapkan Anda memiliki kemampuan untuk: 1) mendeskripsikan pengertian perencanaan pendidikan; 2) menjelaskan pentingnya perencanaan pendidikan; 3) menjelaskan tujuan dan manfaat perencanaan pendidikan; 4) mendeskripsikan peran, karakteristik, dan prinsip perencanaan pendidikan; 5) menjelaskan prosedur perencanaan pendidikan di sebuah lembaga atau sekolah dan implementasi perencanaan pendidikan.

Apakah yang dimaksud dengan perencanaan pendidikan? Jika kita cermati dari terminologinya, perencanaan pendidikan terdiri atas dua kata, di antaranya kata perencanaan dan kata pendidikan. Untuk memahami konsep dasar dari sebuah perencanaan pendidikan, marilah kita fokus dalam dua hal di atas.

Pengertian Perencanaan

Perencanaan mempunyai peranan penting dalam lingkup pendidikan, karena menentukan dan juga mengarahkan tujuan yang ingin dicapai.

Diyakini, perencanaan yang baik berpengaruh signifikan terhadap pencapaian tujuan, perencanaan menjadi faktor kunci dalam setiap kegiatan. Selanjutnya, makna esensial dari sebuah perencanaan yang di definisikan oleh para ahli, di antaranya:

(15)

1. Sarbini (2011) mendefinisikan perencanaan merupakan upaya dan tanggung jawab terhadap semua kegiatan dalam rangka untuk capaian tujuan yang sudah di tetapkan.

2. Permana Johar (2019) menekankan secara konseptual di definisikan sebagai sebuah rencana tindakan untuk capaian strategis yang hendak diraih, tidak berlebihan jika perencanaan di jadikan sebagai acuan atau pedoman.

3. Athoillah Anton (2017) perencanaan (planning) merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan usaha untuk membuat suatu program yang meliputi segala sesuatu yang akan dilaksanakan, menetapkan tujuan, kebijakan, pedoman pimpinan, prosedur dan metode untuk mencapai tujuan.

4. Mayasari Nanny (2022) bahwa perencanaan merupakan langkah awal dalam menentukan tujuan yang akan di capai sesuai dengan isi kurikulum

5. Ismaya Bambang (2019) mendefinisikan bahwa perencanaan adalah suatu aktivitas dalam rangka menentukan tujuan yang hendak di raih dan tahapan dalam mencapai tujuan yang sudah di tetapkan dari awal.

6. Perencanaan adalah tindakan awal yang menurut Maqfirah, Poetri.

(2022) lebih menekankan pada prinsip efisiensi dan efektivitas keberlangsungan sebuah organisasi.

7. Sastraatmadja, MHA. (2022)bahwa perencanaan sebagai kunci dalam menetapkan standardisasi kualitas.

8. Wibowo. (2019) bahwa perencanaan lebih mengarah ke manajemen yang menekankan capaian strategis untuk mencapai tujuan organisasi.

9. Harjanto (2010) definisi perencanaan sebagai penentu awal dari kegiatan yang akan dilakukan.

Berdasarkan hal di atas, penulis mencoba memberikan pandangan bahwa perencanaan dalam sebuah organisasi menjadi prasyarat mutlak terutama keterkaitannya dengan kegiatan di bidang administrasi. Di mana, administrasi merupakan proses tata kelola dalam memfungsikan seluruh sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan. Sejalan dengan pendapat Nurdin Diding (2018) yang

(16)

Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan

3

Nanny Mayasari menekankan pentingnya peran administrasi dalam mengelola pendidikan, di mulai dari perencanaan, kegiatan pengorganisasian, pengawasan dan evaluasi. Di yakini dengan administrasi yang baik, pendidikan dapat di kelola secara efektif dan efisien.

Pengertian Pendidikan

Pendidikan menjadi bagian yang integral terutama dalam mendukung pembangunan nasional. Di mana pembangunan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dalam berbagai sektor kehidupan. Bahkan Suryadi Ace (2014) Di dalam bagian ini, Anda akan dibantu untuk memahami pengertian pendidikan yang di definisikan oleh para ahli, di antaranya:

1. Menurut Suwarno Wiji (2019) bahwa Pendidikan merupakan hasil peradaban suatu bangsa yang dikembangkan atas dasar konsep kehidupan bangsa yang merupakan falsafah pendidikannya.

2. John Dewey (1950) dalam Suwarno Wiji (2019) bahwa pendidikan sebagai merekonstruksi atau dengan kata lain menata kembali semua pengalaman, diharapkan pengalaman tersebut dapat mengarahkan untuk pengalaman selanjutnya.

3. Berbeda dengan John S Brubacher (1987) dalam Suwarno Wiji yang lebih menekankan bahwa pendidikan sebagai bagian dari proses mengeksplorasi potensi, kompetensi dan beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan yang baik dan diharapkan melalui pendidikan menjadi bekal dalam rangka mencapai tujuan yang sudah di tetapkan.

4. Sejalan dengan pendapat Carter V Good (1945) dalam Suwarno Wiji yang mendefinisikan pendidikan menjadi dua, yakni:

1)pendidikan merupakan proses pengembangan diri dari mulai sikap yang baik dan beserta lingkungannya; 2)pendidikan adalah bagian dari suatu proses kegiatan sosial yang melibatkan lingkungan (baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan di luar sekolah). Diharapkan dengan kondisi ini, pendidikan dapat berkontribusi dalam perkembangan kompetensi manusia secara individu maupun sosial.

5. Begitu juga dengan pendapat Hamalik Oemar (2020) yang masih menyatakan bahwa pendidikan adalah suatu proses yang

(17)

bertujuan untuk memengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya dan dengan demikian diharapkan dapat membawa perubahan pada dirinya secara memadai dalam lingkungan masyarakat.

6. Suryadi Ace (2014) yang menyatakan bahwa pendidikan merupakan perwujudan peradaban suatu bangsa.

7. Pendidikan di definisikan oleh Ki Hajar Dewantara (1977) dalam Suwarno Wiji (2019) yang lebih menekankan pendidikan merupakan syarat tumbuh kembang anak.

8. Untuk lebih jelasnya termaksud dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, yang lebih merinci pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya, untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian yang baik, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan dirinya sendiri, masyarakat dan negara (suwarno Wiji, 2019).

9. Hasbullah (2015) mendefinisikan pendidikan mampu mengintegrasikan kepribadian manusia Indonesia seutuhnya dan diharapkan melalui pendidikan dapat mengembangkan potensi diri dalam menghadapi kompleksitas permasalahan di masyarakat.

Beberapa definisi di atas, ditarik kesimpulan bahwa pendidikan bermakna membina kepribadian seutuhnya, dan menggali serta mengembangkan potensi diri. Diyakini pendidikan sebagai katalisator pembangunan nasional di berbagai sektor dan sebagai paspor untuk masa depan.

Terkait dengan upaya dalam pemahaman tentang perencanaan pendidikan secara luas yang didefinisikan oleh para ahli, di antaranya:

1. Permana Johar (2019) menyatakan bahwa perencanaan pendidikan sebagai upaya pemerintah sesuai amanat konstitusi dan peraturan perundangan. Selain itu, perencanaan pendidikan adalah upaya pemerintah dalam rangka menyelaraskan pembangunan pendidikan dengan sektor lain. Atau dengan kata lain merupakan langkah awal dalam proses manajemen

(18)

Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan

5

Nanny Mayasari pendidikan untuk menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak di raih di berbagai sektor, antara lain: ekonomi, sosial, budaya, dan politik.

2. Meminjam pendapat Somantri (2004) dalam Permana Johar (2019) menyatakan bahwa perencanaan pendidikan merupakan tahap pertama dari sebuah proses manajemen pendidikan yang digunakan sebagai pedoman dari mulai proses pelaksanaan, pengendalian, dan proses pengawasan pendidikan.

3. Sejalan dengan pendapat Fattah Nanang (2013) bahwa perencanaan pendidikan sebagai jembatan pengelolaan sekolah sekarang dan masa yang akan datang. Selanjutnya, dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan.

4. Komariah (2010) dalam Permana Johar (2019) mendefinisikan perencanaan pendidikan merupakan proses awal berkaitan erat dengan capaian strategis yang hendak di raih dari mulai penetapan tujuan, optimalisasi sumber daya, metode dan strategi yang akan digunakan dalam perencanaan tersebut.

5. Menurut Combs (1982) dalam Rusdiana (2015) bahwa perencanaan pendidikan mengimplementasikan dari hasil analisis tentang perkembangan pendidikan yang berorientasi pada tujuan pendidikan yang efektif dan efisien, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan siswa, orang tua dan masyarakat. Di mana yang di maksud dengan efektivitas menurut Mulyati Yati (2010) adalah indikator keberhasilan dari sebuah organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah di tetapkan. Sedangkan, efisiensi adalah doing things right yang berkaitan erat dengan kegiatan yang dilaksanakan secara optimal, di antaranya: tenaga, biaya, waktu, dan sarana prasarana.

6. Sebuah organisasi Internasional yang berperan dalam hal pendidikan, yakni UNESCO (2011) dalam Permana Johar (2019) mengemukakan bahwa perencanaan pendidikan merupakan intervensi lembaga pemerintah, terutama dalam mengarahkan, menyelaraskan pembangunan nasional. Selain itu, ada hal yang harus di perhatikan terutama relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat guna mendorong produktivitas pertumbuhan ekonomi nasional, budaya dan sosial.

(19)

7. Merujuk pada Depdiknas (2006) dalam Permana Johar (2019) masih tentang definisi perencanaan pendidikan yang dideskripsikan sebagai aktivitas pendidikan pada masa depan dalam mencapai perubahan. Di mana, perubahan menjadi isu utama sebuah lembaga pendidikan. Menurut Husni Karna (2015) yang menyatakan perubahan menjadi bagian fundamental manusia.

8. Sarbini (2011) mendefinisikan bahwa perencanaan pendidikan lebih menekankan pada proses memulai, proses menjalani, dan proses pencapaian tujuan.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan pendidikan mempunyai peran penting dalam pengelolaan khususnya lembaga pendidikan atau sekolah. Untuk jelasnya di sajikan dalam gambar.1.1

Gambar. 1.1: Peran Perencanaan Pendidikan Ibarat Sandwich

Sumber : Matin, 2019. Diolah

Berdasarkan gambar. 1.1 jika di cermati bahwa peran perencanaan pendidikan berada di tengah, di ibaratkan seperti roti sandwich. Posisi seorang perencana sangat sentral, diapit oleh sekolah atau lembaga pendidikan yang terdiri: dari siswa, guru, kepala sekolah, bagian administrasi, keuangan, dan sarana prasarana sebagai penunjang proses kegiatan belajar mengajar. Selain itu, ada pembuat kebijakan

PERENCANAAN

Sekolah (Siswa, Guru, Kepala Sekolah, Administrasi, Finansial, Sarana, dll)

Pembuat Kebijakan Masyarakat

(20)

Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan

7

Nanny Mayasari atau dalam hal ini pemerintah sebagai pemangku kebijakan terutama dalam sektor pendidikan. Tetapi masih ada masyarakat, di mana kebijakan terbentuk karena adanya korelasi antara sistem politik dan sistem pengendalian sosial yang ada dalam masyarakat.

Tujuan dan Manfaat Perencanaan Pendidikan

Perencanaan merupakan bagian yang fundamental dari eksistensi pengelola lembaga pendidikan. Sekarang mari kita mencoba memahami bagaimana tujuan perencanaan pendidikan? Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat kembali pemahaman tentang perencanaan dan keterkaitannya dalam dunia pendidikan seperti yang sudah di jelaskan di atas.

Secara sederhana, tujuan perencanaan pendidikan di uraikan oleh para ahli, sebagai berikut:

1. Permana Johar (2019) bahwa perencanaan pendidikan dalam sebuah lembaga sangat krusial, di mana peran para perencana pendidikan menjadi kunci keberhasilan dalam capaian tujuan sebuah lembaga.

2. Menurut Sagala (2009) dalam Permana Johar (2009) yang menyatakan bahwa ada beberapa tujuan perencanaan pendidikan, di antaranya: standardisasi dari mulai perencanaan, pengawasan dan evaluasi. Dengan demikian, diharapkan mengacu pada standardisasi yang ada dapat mengoptimalkan semua sumber daya, sarana prasarana dan meminimalisir kegagalan pada lembaga pendidikan. Selanjutnya, dalam capaian tujuan khususnya bidang pengawasan dalam proses pelaksanaan pendidikan, seperti menyelaraskan antara pelaksanaan di lapangan dengan perencanaan pendidikan yang telah ditetapkan, pengawasan ini berlaku bagi pemimpin dan seluruh anggota organisasi pendidikan.

3. Ada beberapa tujuan perencanaan pendidikan menurut Rusdiana (2019) menyatakan: Pertama, menetapkan standardisasi dalam bidang pengawasan dari mulai perilaku anggota lembaga pendidikan dan relevansi antara perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan; Kedua, alokasi waktu pelaksanaan; Ketiga, struktur organisasi yang terlibat dalam pelaksanaan program pendidikan dari mulai bidang akademik dan bidang non akademik;

Keempat, melaksanakan proses program kegiatan secara efektif

(21)

dan efisien; Kelima, Meminimalisir semua kegiatan yang tidak produktif; Keenam, Deskripsi pekerjaan di setiap bidang; Ketujuh, analisis SWOT yang bertujuan untuk mengetahui peluang, hambatan, kekuatan dan kelemahan perencanaan pendidikan di dalam lembaga atau sekolah; Kedelapan, pembinaan dalam capaian strategis tujuan pendidikan sesuai dengan perencanaan awal.

Berdasarkan hal di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa Tujuan perencanaan pendidikan yang baik akan berdampak signifikan terhadap kualitas atau mutu sebuah lembaga. Selain itu, perencanaan adalah capaian strategi yang hendak di raih, dan langkah awal yang harus dilaksanakan oleh setiap lembaga khususnya lembaga pendidikan.

Dengan demikian, perencanaan pendidikan yang terkelola dengan baik akan menghasilkan banyak kebermanfaatan, di yakini perencanaan yang baik berpengaruh signifikan terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Adapun Manfaat perencanaan pendidikan, di antaranya:

1. Menurut Thahir Muthahharah., et al (2021) bahwa manfaat perencanaan pendidikan, yakni: Pertama, membantu manajemen dalam beradaptasi dengan perubahan. Sejalan dengan pendapat Husni Karna (2015) bahwa perubahan menjadi faktor kunci lembaga pendidikan atau sekolah; Kedua, adaptasi setiap permasalahan di lingkungan lembaga atau sekolah; Ketiga, deskripsi pekerjaan bagian akademik dan non akademik; Keempat, penghematan dalam penganggaran pendidikan.

2. Rusdiana (2019) Menekankan pada manfaat perencanaan pendidikan, yakni: Pertama, pada standardisasi dalam bidang pelaksanaan program dan pengawasan program dari mulai pemimpin atau kepala sekolah sampai anggota atau civitas sekolah; Kedua, pedoman program kegiatan lembaga atau sekolah;

Ketiga, pendayagunaan sumber daya; Keempat, evaluasi program pendidikan. Di mana manfaat evaluasi program pendidikan, salah satunya mengumpulkan dan menyampaikan informasi kepada pengelola pendidikan sebagai pengambil kebijakan.

(22)

Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan

9

Nanny Mayasari Berpijak pada hal di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa perencanaan pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam lembaga atau sekolah. Diyakini perencanaan menjadi tahap awal dalam menentukan langkah selanjutnya, di mana perencanaan yang baik akan melahirkan tujuan dan manfaat yang baik pula.

Peran, Karakteristik, dan Prinsip Perencanaan Pendidikan Perencanaan mempunyai peranan penting dalam lingkup pendidikan, karena menentukan dan juga mengarahkan tujuan yang akan di capai oleh setiap lembaga atau sekolah. Adapun peran perencana pendidikan menurut Matin (2019) yang menekankan pada: Pertama, pengumpulan informasi terutama data lembaga atau sekolah; Kedua, alokasi sumber daya lembaga atau sekolah; Ketiga, Keempat, pemeliharaan sistem pendidikan dan lingkungan sekitar lembaga pendidikan; Kelima, Mengumpulkan dan menyediakan informasi semua sumber daya lembaga guna kepentingan pengambil kebijakan.

Masih dalam konteks karakteristik perencanaan pendidikan, meminjam pendapat Tilaar (1998) dalam Rusdiana (2019) bahwa kriteria perencanaan pendidikan, yakni: Pertama, mewujudkan visi dan misi; Kedua, target pencapaian program yang di bagi menjadi program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang;

Ketiga, mempersiapkan sumber daya manusia unggul; Keempat, memfasilitasi perkembangan siswa; Kelima, mendayagunakan sumber daya internal dan sumber daya eksternal; Keenam, berorientasi pendidikan yang berkualitas dan bermutu, diharapkan dapat mengisi pembangunan; Ketujuh, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan senantiasa mengikuti perkembangan zaman.

Selanjutnya, Prinsip-prinsip dari perencanaan pendidikan, menurut Arifin (2010) dalam Permana Johar (2019); (Sarbini, 2011);

(Rusdiana, 2019) adapun prinsip perencanaan pendidikan, di antaranya:

1. Interdisipliner, artinya perencanaan pendidikan pendekatan dengan banyak ilmu. Di mana interaksi intensif dari beberapa ilmu dengan cara langsung atau sebaliknya.

2. Prinsip Fleksibilitas, artinya bersifat dinamis dan responsif dalam menerima perubahan dan mengikuti perkembangan zaman.

(23)

Contohnya derasnya arus informasi dan teknologi di semua bidang kehidupan.

3. Efektif dan Efisien, artinya untuk efektivitas adalah lebih menitik beratkan pada ukuran dari keberhasilan dari capaian tujuan lembaga atau sekolah. Sedangkan kalau efisiensi lebih menekankan pada cara atau lebih tepatnya melaksanakan perencanaan pendidikan dengan mengikuti prosedur yang benar dan yang berlaku dalam lembaga atau sekolah.

4. Objektifitas, artinya perencanaan pendidikan direncanakan berdasarkan data dan informasi yang akurat dan faktual melalui penelitian analisis kebutuhan, lingkungan, masyarakat luas khususnya masyarakat di sekitar sekolah.

5. Progress of Change, terus mendorong dan memberikan kesempatan kepada seluruh elemen untuk bertindak dan maju melalui berbagai pembenahan layanan pendidikan yang bermutu sesuai dengan perannya.

6. Kooperatif dan komprehensif, bahwa perencanaan pendidikan di susun berdasarkan pada ruang lingkup lembaga atau sekolah dan memberikan layanan prima dalam bidang pendidikan baik secara akademik maupun non akademik.

7. Human Resources Development, bahwa perencanaan pendidikan di rencanakan dan disusun sesuai dengan prosedur yang berlaku dalam lembaga atau sekolah diharapkan dapat menjadi pedoman dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dalam hal ini siswa yang unggul di antaranya: aspek intelektual, emosional, dan aspek spiritual yang intinya dapat berkontribusi untuk agama, bangsa, dan negara.

Berdasarkan hal di atas, penulis mencoba memberikan pandangan bahwa prinsip-prinsip perencanaan pendidikan harus dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Di mana, perencanaan pendidikan dapat dijadikan pedoman dalam mengarahkan tujuan lembaga atau sekolah dan menjadi acuan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang dapat berguna untuk dirinya dan masyarakat.

(24)

Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan

11

Nanny Mayasari

Prosedur Perencanaan Pendidikan

Prosedur perencanaan pendidikan merupakan rangkaian aksi secara detail atau tahapan-tahapan yang harus di tempuh oleh seorang atau lebih untuk mewujudkan tujuan yang akan di capai. Prosedur perencanaan lebih di kenal dengan istilah perencanaan partisipatori.

Di mana, partisipatori adalah perencanaan yang dilakukan bersama, di antaranya: pengelola pendidikan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, praktisi pendidikan, dan tokoh masyarakat.

Meminjam pendapat Made Pidarta dalam Rusdiana (2019) ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam melaksanakan perencanaan pendidikan, di antaranya: Pertama, perencanaan partisipasi. Perencanaan ini melibatkan banyak pihak dapat dicermati dari gambar 1.1 pihak sekolah dari mulai pengelola sekolah, guru, siswa, administrasi, keuangan, dan sarana prasarana sebagai penunjang dalam perencanaan pendidikan. Selain itu, melibatkan juga tokoh masyarakat, lingkungan sekitar lembaga atau sekolah, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan pendidikan;

Kedua, forecasting adalah prediksi ke depan dalam dunia pendidikan karena perubahan menjadi karakteristik utama dalam dunia pendidikan saat ini. Lembaga atau sekolah di tuntun harus lebih responsif dalam mengikuti perkembangan zaman. Ada tiga jenis kegiatan menurut Rusdiana (2019), yakni: prediksi yang akan terjadi di dalam kehidupan dan lingkungan masyarakat; memetakan kompetensi, kondisi lembaga atau sekolah, dan sumber daya yang akan digunakan dalam lembaga atau sekolah; merencanakan pembaruan program dalam rangka mengikuti perkembangan zaman.

Ketiga, pengambilan kebijakan yang lebih di kenal dengan pengambilan keputusan. Tahapan pengambilan keputusan umumnya dilakukan oleh pemangku tertinggi yakni kepala sekolah dan pengelola sekolah berdasarkan kesepakatan bersama, setelah itu hasil dari keputusan tersebut di serahkan kepada bagian administrator sekolah atau pendidikan.

Selanjutnya tahapan berikutnya adalah administrator sekolah atau pendidikan dan seluruh staf menganalisis kembali apakah kebijakan yang di amanahkan oleh kepala sekolah sudah tepat? Apakah dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan pendidikan dan program pendidikan? Masih banyak lagi pertimbangan-pertimbangan yang

(25)

harus dilakukan oleh seorang administrator demi berlangsungnya pendidikan yang berkualitas dan bermutu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan pendapat Rohiyat (2012) bahwa keberlangsungan lembaga atau sekolah di tentukan oleh perencanaan pendidikan sebagai tahap awal dalam mengelola pendidikan. Mengingat pentingnya peran perencana sebagai faktor kunci keberlangsungan sekolah terutama dalam hal menyusun rencana sekolah berikut dengan merumuskan kebijakan yang harus diambil, termasuk rencana pengembangan sekolah (RPS).

Implementasi Perencanaan dalam Lembaga Pendidikan Menurut Rusdiana (2019), yakni: Pertama, hakikat dari implementasi perencanaan dalam lembaga pendidikan atau sekolah adalah menekankan pada relevansi, efektif, dan efisiensi di setiap proses pendidikan yang berlangsung. Dengan demikian, capaian tujuan dan sasaran perencanaan pendidikan akan berjalan sesuai dengan tujuan yang sudah di tetapkan;

Kedua, tahapan dalam perencanaan pendidikan, antara lain:

menganalisis kebutuhan dengan menggunakan analisis SWOT, yang dihasilkan dari analisis ini adalah peluang, hambatan, kekuatan, dan kelemahan dalam lembaga atau sekolah. Selain itu, ada yang lebih penting adalah menentukan tujuan dan sasaran dari pendidikan;

Ketiga, selanjutnya proses perencanaan pendidikan terutama dalam penyusunan, merujuk pada pendapat Saefudin Udin (2007) dalam Rusdiana (2019) yang menyatakan bahwa ada hal penting yang harus di perhatikan dalam penyusunan perencanaan, di antaranya:

(1), tahap need assessment. Terkait kajian dari analisis kebutuhan dalam proses kegiatan belajar mengajar; (2) Rumusan tujuan dan target sasaran tercermin dari visi misi dari lembaga atau sekolah; (3) Rumusan kebijakan, terutama dalam layanan pendidikan sebuah lembaga atau sekolah. (4) Program pelaksanaan dalam operasional perencanaan pendidikan, dalam hal ini terkait layanan pendidikan secara akademik dan non akademik;(5) uji kelayakan sumber daya dalam lembaga atau sekolah; (6) perencanaan implementasi di lembaga atau sekolah. Rusdiana (2019) merinci dalam perencanaan implementasi agar capaian tujuan sesuai dengan yang sudah di tetapkan, di antaranya: kompetensi dan kualitas mutu sumber daya

(26)

Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan

13

Nanny Mayasari lembaga atau sekolah seperti kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan karyawan. Selain itu, ada iklim kerja, pengawasan dan pengendalian semua kegiatan dalam proses belajar mengajar; (7), Evaluasi. Kegiatan ini adalah mengevaluasi semua kegiatan proses belajar mengajar.

Berdasarkan hal di atas, penulis mencoba memberikan pandangan bahwa perencanaan pendidikan mempunyai peranan penting untuk keberlanjutan dari sebuah lembaga atau sekolah. Diyakini, dalam perencanaan pola pikir kita hanya terfokus pada proses dan tujuan yang akan dilakukan secara efektif, efisien dan relevan dengan isi kurikulum.

Daftar Pustaka

Athoillah, Anton. (2017). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Pustaka Setia

Fattah, Nanang. (2013). Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Hamalik, Oermar. (2020). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Harjanto. (2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hasbullah. (2015). Kebijakan Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Herlina, Elin. (2022). Strategi Pembelajaran. Makassar: CV Tohar Media

Husni, Karna. (2015). Manajemen Perubahan Sekolah. Bandung:

Pustaka Setia

Ismaya, Bambang. (2019). Pengelolaan Pendidikan. Bandung: Refika Aditama

Junedi., et al. (2022). Manajemen Pendidikan Islam. Padang: PT Global Eksekutif Teknologi

Matin. (2019). Perencanaan Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

(27)

Nurdin, Diding. (2015). Pengelolaan Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Permana, Johar., et al. (2019). Perencanaan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Rohiat. (2018) Manajemen Sekolah. Bandung: Pustaka Setia

Rusdiana. (2015) Pengelolaan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia Rusdiana. (2019) Pengembangan Perencanaan Program Pendidikan.

Bandung: Pustaka Setia

Sagala, Saiful. (2017). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sarbini., Lina, Neneng. (2011). Perencanaan Pendidikan. Bandung:

Pustaka Setia

Sheila, Fitriana., et al. (2022). Manajemen Sistem Pembelajaran.

Padang: PT Global Eksekutif Teknologi

Suryadi, Ace. (2014) Pendidikan Indonesia Menuju 2025. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Suwarno, Wiji. (2019) Dasar-Dasar Ilmu pendidikan. Jogjakarta: AR- Ruzz Media

Thahir, Muthahharah. (2021). Kapasitas Manajemen Mutu dalam Peningkatan layanan Sekolah.

TIM Dosen UPI. (2010) Pengelolaan Pendidikan. Bandung: UPI Press Wibowo. (2016). Manajemen Perubahan Edisi Ketiga. Jakarta: PT Raja

Grafindo Persada

Wibowo. (2019). Manajemen dari Fungsi Dasar Ke Inovasi. Depok: PT Raja Grafindo Persada

(28)

Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan

15

Nanny Mayasari

PROFIL PENULIS

Nanny Mayasari, S.Pd., M.Pd., CQMS

Penulis lahir di Cianjur Jawa Barat, 29 Nopember 1972. Penulis merupakan anak kedua dari pasangan H. Sutardja Sastraatmadja dan Hj.

Mulawati (almh). Penulis adalah PNS pada Dinas Pendidikan. Penulis menyelesaikan pendidikan STM Teknik Listrik di Bhakti Taruna Bogor tahun 1991, S1 Pendidikan Teknik Elektro di Undana tahun 1996, S2 PPs PIPS konsentrasi pendidikan (Cum Laude) tahun 2015 di UNDANA dan melanjutkan S3 di Universitas yang sama.

Penulis merupakan Alumni Sekolah Penelitian Indonesia di bawah bimbingan (Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd); Audit Mutu Internal Perguruan Tinggi;

Penyusunan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) Perguruan Tinggi dan Prodi; Penulisan Buku Non Fiksi (Unisma Press); Penyuntingan Naskah (Unisma Press); Pengelolaan Jurnal Ilmiah (Unisma Press); Penulisan Buku Ilmiah (Unisba Press); Menulis Buku Ilmiah Populer (Penulispro.id Bambang Trim); Editor (Sertifikasi BNSP); Quality Management System. Selain itu Penulis bergabung dalam Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI).

Adapun karya Penulis, diantaranya: Analisis Sistem Pendeteksi Cash Box Penuh pada Pesawat Telepon Umum Coin; Hubungan antara Kompetensi Siswa dengan Motivasi Kerja dan Kesiapan Kerja sebagai Instalatir Listrik;

Model SMK Untuk Keberlanjutan Pendidikan Vokasi; Manajemen Sistem Pembelajaran; Digitalisasi Sebagai Pengembangan Pembelajaran; Strategi Pembelajaran; Perilaku Organisasi; Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Revolusi 4.0; Komunikasi Pendidikan; Etika dan Profesi pendidikan; Ilmu dan Aplikasi Pendidikan; Analysis of Internet Utilization for the Community in Terms of Rural and Urban Conditions in the Province of Indonesia; Adaptation of ICT learning in the 2013 curriculum in improving digital literacy for elementary school students; Infografis of Internet usage data for the learning process in Provinces in Indonesia; Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Energi Jakarta Selatan); Analisis Peran Disiplin Kerja, Komunikasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Guru dan Karyawan Sekolah Dasar di DKI Jakarta.

Email Penulis: [email protected]

(29)

BAB 2 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP

PERENCANAAN PENDIDIKAN

Moh. Miftahul Arifin, M.Pd.I

Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Pengertian

Menurut Saihu dan Taufik (2019), yang dikutip sejumlah sumber, manajemen pembelajaran konseptual seperti perencanaan, penerapan, serta pengawasan (sumber energi manusia, sumber belajar, kurikulum, dana, serta sarana) supaya tercapainya tujuan secara efisien serta efektif. tujuan pendidikan. Perencanaan pendidikan juga merupakan komponen manajemen pendidikan.(Yulia Rizki Ramadhani dkk. 2021).

Menurut Kaufman (1972), perencanaan adalah Antisipasi sesuatu yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan yang akan ditetapkan.

Sebagai proyeksi, perencanaan mencakup identifikasi, inventarisasi, dan pemilihan kebutuhan dalam skala prioritas, sebagaimana serta model yang lebih spesifik mengenai hal yang ingin dicapai, persyaratan dan kriteria di setiap kebutuhan, dan alternatif potensial, strategi, dan target implementasi. Kompleksitas masyarakat modern, seperti masalah kependudukan, kebutuhan akan tenaga kerja, masalah lingkungan, dan sumber daya alam yang terbatas, memerlukan perencanaan pendidikan. Antara lain pernyataan, Banghart dan Trull (1973:5) dalam buku mereka, di mana dia menyatakan: Meningkatnya kompleksitas masyarakat, teknologi, saat ini memerlukan perencanaan. Institusi pendidikan diminta untuk menemukan solusi untuk masalah seperti "populasi , kebutuhan tenaga kerja, ekologi, menipisnya sumber daya alam, dan penerapan

(30)

Pengertian Dan Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan

17

Moh. Miftahul Arifin kemajuan ilmu pengetahuan yang serampangan."(Manap Somantri 2014).

Definisi tentang perencanaan pembelajaran bagi sebagian pakar yaitu sebagai berikut:

Perencanaan pendidikan, adalah Proses menyusun daftar alternatif tindakan masa depan yang memperhitungkan realitas saat ini dalam situasi ekonomi, sosial dan budaya seluruh negara dan ditujukan untuk mencapai tujuan dengan upaya terbaik. (Yusuf Enoch, 1992).

Perencanaan Pendidikan, adalah Proses menganalisis, merumuskan, menimbang, dan mengambil keputusan merupakan proses intelektual yang berkelanjutan dalam perencanaan pendidikan. Keputusan yang telah diambil harus memiliki prinsip yang secara sistematis terkait dengan keputusan lain, baik di bidangnya sendiri maupun di bidang lain yang ingin dikembangkan.

Tidak terdapat batas waktu buat satu tipe aktivitas, serta satu aktivitas tidak sering wajib didahului oleh aktivitas lain. (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016)

Perencanaan pendidikan, adalah Perencanaan pembelajaran yang bisa ditafsirkan selaku aktivitas yang hendak dicoba pada masa depan guna menggapai tujuan ataupun Suatu proses pemikiran, analisis, perumusan, musyawarah, dan keputusan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan formal di sekolah. (Wina Sanjaya, 2015)

Perencanaan pembelajaran adalah “Suatu siklus yang rasional dan dinamis dari tujuan pembelajaran tertentu dengan menggunakan segala potensi dan sumber belajar yang ada. Menurut Soekamto, rencana pembelajaran menentukan metode pembelajaran dimana yang lebih baik digunakan untuk mencapai perubahan yang diinginkan dalam pengetahuan, perilaku, dan keterampilan peserta didik dengan menggunakan bahan dan karakteristik proses tertentu..”

Ada beberapa ciri rencana belajar. Pertama, RPP merupakan hasil pemikiran. Artinya rencana pembelajaran tidak dibuat sembarangan;

melainkan dibuat dengan mempertimbangkan semua faktor yang dapat memengaruhinya dan semua sumber daya yang dapat membantu keberhasilan proses pembelajaran. Kedua, struktur RPP dirancang untuk mengatur perilaku peserta didik sesuai dengan tujuan. Hal ini menunjukkan bahwa mencapai tujuan adalah fokus

(31)

utama dari perencanaan pembelajaran. Ketiga, untuk mencapai tujuan, perencanaan pembelajaran mencakup serangkaian tugas.

Akibatnya, perencanaan pembelajaran dapat membantu Anda merancang pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan. (Abdul Azis, 2018).

Menurut berbagai sudut pandang tersebut, perencanaan pembelajaran adalah pendekatan metodis yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diantisipasi melalui pengembangan strategi pembelajaran, bahan ajar, alat evaluasi, analisis kebutuhan pembelajaran, dan tujuan.

Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan Menurut Husaini Usman (2010), Dimensi waktu, ruang, dan tingkat teknis perencanaan berdampak pada ruang lingkup perencanaan. Ketiga jenis ini masing- masing memiliki hubungan satu sama lain, yaitu sebagai berikut:

(Husaini Usman, 2008):

Perencanaan dari Dimensi Waktu

1. Perencanaan Jangka Waktu Panjang (Long Time Planning) Perencanaan jangka waktu panjang mencakup jangka waktu lebih dari 10 sampai 25 tahun. Pada perencanaan yang bersifat jangka waktu menengah dibandingkan dengan perencanaan jangka waktu pendek. Oleh karena itu, rencana tahunan tidak hanya merupakan keputusan terhadap rencana 5 tahun, Tetapi ini merupakan peningkatan dari rencana itu sendiri. Rencana ini mencakup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk jangka waktu kurang dari 8 tahun atau lebih. Desain ini tidak menunjukkan tujuan kuantitatif, melainkan prediksi atau perspektif tentang bagaimana mencapai keadaan ideal yang diinginkan dan kondisi dasar seperti propenas.

2. Perencanaan Jangka Waktu Menengah (Medium Term Planning)

Untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perencanaan ini mencakup jangka waktu lebih dari satu hingga 4 tahun. Pada umumnya 5 tahunan di Indonesia. Perencanaan jangka waktu panjang ialah cerminan dari perencanaan jangka waktu panjang, meskipun perencanaan jangka waktu panjang ini masih bersifat

(32)

Pengertian Dan Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan

19

Moh. Miftahul Arifin umum, tujuan yang direncanakan secara kuantitatif disajikan sesuai Program Pembangunan Daerah PROPEDA. Di sekolah, perihal itu diucap Rencana Kerja Sekolah (RKS). Perencanaan jangka menengah meliputi periode penerapan 5 sampai 10 tahun.

Desain ini ialah revisi jangka waktu panjang, namun pada dasarnya lebih fungsional.

3. Perencanaan Jangka Waktu Pendek

Rencana jangka waktu pendek tahunan (Annual Plan) dikatakan juga sebagai rencana tahunan (Annual Action Plan). Di dalam dunia sekolah, hal ini dikenal dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Rencana jangka waktu pendek yaitu rencana tahunan, sering disebut rencana tindakan atau Rencana dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun. Kegiatan apa saja yang sudah masuk Saat merencanakan tahunan selama ini? Secara umum, jenis dan tahapan operasi adalah sebagai berikut:

a. Perumusan kebijakan publik b. Pembuatan pedoman teknis

c. Mempersiapkan Rencana Penyelarasan Kebijakan d. Perbaikan program

e. Perumusan Uraian Kegiatan Operasional Proyek (UKOP) f. Pengidentifikasi proyek Penyusunan pra-DUP (Daftar Usulan

Proyek)

g. Penyusunan DUP Depdikbud

h. Pembahasan DOP, antara Depdikbud, Bapenas dan Departemen Keuangan

i. Penyusunan UKOP

j. Penyusunan Pra-DIP (Daftar Isian Proyek)

k. Pembahasan Pra-DIP, antar Depdikbud, Bappenas, dan Dirjen Anggaran

l. Penyempurnaan UKOP

m. Penyelesaian DIP (dari konsep DIP yang telah disetujui).

Perencanaan dari Dimensi Spasial

Perencanaan dari perspektif dimensi ruang adalah perencanaan dengan ciri-ciri yang berkaitan dengan ruang dan batas wilayah.

(33)

1. Perencanaan Nasional, yaitu Suatu perumusan rencana di tingkat nasional untuk mencapai kesepakatan dan komitmen bersama rakyat Indonesia, yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang terintegrasi, inklusif, adil dan makmur, dengan memperhatikan sumber daya nasional dan mempertimbangkan pembangunan Internasional. Contoh propena dan desain pendidikan di Indonesia.

2. Perencanaan Lokal (Regional), merupakan bagian antar sektor bagian/wilayah dan hubungan antar sektor bagian/wilayah lain dalam suatu wilayah/daerah (Lokal), sehingga hal tersebut disebut tingkat wilayah/daerah (Lokal). Misalnya, propeda dan rencana pendidikan di provinsi/kabupaten/kota.

3. Perencanaan Tata Ruang, yaitu Perencanaan bertujuan untuk memanfaatkan wilayah tertentu sedemikian rupa sehingga berkembang secara dinamis baik secara ekologis, geografis, dan demografis. Misalnya dalam perencanaan wilayah kota, perencanaan tempat tinggal, perencanaan perpindahan (migrasi) dan proyek.

Perencanaan dari Tingkatannya

Kebutuhan mengenai perencanaan muncul karena beragam jenis masalah pada masyarakat saat ini. Masalah pendidikan mengacu pada masalah dalam dunia pendidikan. Menurut Burlian Somad (1980), masalah pendidikan tersebut secara khusus meliputi beberapa topik, yaitu: Ambiguitas dalam tujuan pendidikan, inkonsistensi dalam kurikulum, kurangnya tenaga pengajar yang sesuai dan berkualitas, kesalahan pengukuran dan kaburnya landasan. tingkat pendidikan.

Masalah disebabkan oleh suatu tindakan atau peristiwa yang kurang baik dari yang seharusnya terjadi. Masalah seperti kependudukan, permintaan tenaga kerja, ekologi, penipisan sumber daya alam dan penggunaannya. Kemajuan ilmu pengetahuan yang tidak terkontrol menempatkan lembaga pendidikan pada posisi untuk menemukan solusi dari permasalahan yang terjadi. Jika lembaga pendidikan diharapkan mampu memecahkan masalah ini, keterampilan perencanaan menjadi penting. Selain itu, Burlian Somad (1980)

(34)

Pengertian Dan Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan

21

Moh. Miftahul Arifin menjelaskan bahwa karena perencanaan pendidikan berhubungan dengan manajemen pendidikan, oleh sebab itu masalah pendidikan dilihat berdasarkan tingkatan manajemen pendidikannya dan dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan masalah pendidikan, yaitu masalah makro, meso dan mikro. (Husaini Usman, 2008).

Menurut Nanang Fattah (2008), Ada beberapa jenis rencana pendidikan yang perlu diperhatikan, yaitu (Nanang Fattah, 2008):

1. Perencanaan Makro

Perencanaan makro yaitu Rencana yang menetapkan strategi yang akan diikuti di tingkat nasional, tujuan yang akan dicapai, dan sarana untuk mencapai tujuan tersebut. (khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia) adalah mengembangkan sistem pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang berkembang baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif, pelatihan harus membuahkan hasil jumlah pegawai yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan. Di sisi lain, dari segi kualitas, kita harus mampu melahirkan pengembang-pengembang terampil yang berwawasan Pancasila di bidang masing-masing.

Untuk mewujudkan fungsi perencanaan makro ini, strategi pelatihan harus memenuhi persyaratan berikut:

a. Tujuan pendidikan massal dirumuskan dengan sangat jelas.

Tujuan ini dijabarkan dalam tujuan yang lebih spesifik

b. Dewan sebagai peran penting dalam pengambilan keputusan dan menciptakan alur fungsi yang efektif.

c. Sumber pembiayaan harus disesuaikan dari bidang sektor yang ada.

d. Prioritas harus disusun baik berkaitan dengan bentuk, tingkatan dan jenis pendidikan.

e. Alokasi pembiayaan wajib disediakan menurut prioritas yang telah ditetapkan.

f. Penilaian yang berkelanjutan harus selalu dilaksanakan dan program direvisi berkala berdasar penilaian tersebut.

g. Pelaksanaan pendidikan harus mendapat pelatihan sesuai dengan kewajiban yang akan dikerjakannya kelak.

Perencanaan makro adalah Rencana ekonomi makro yang mencakup seberapa banyak pendapatan nasional akan

(35)

meningkatkan tingkat konsumsi, investasi publik/swasta, tingkat ekspor dan impor, pajak, suku bunga bank, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk menangkap keseimbangan kedua elemen ini dalam rencana pendidikan nasional dan internasional. Hambatan peningkatan mutu pendidikan disebabkan oleh ketidakseimbangan peran sekolah, perencanaan yang tidak lengkap, implementasi dan pengelolaan sistem kurikulum yang kurang baik, kondisi kerja yang kurang kondusif, waktu belajar yang tidak memadai, serta kurangnya sumber daya dan tenaga.

Didistribusikan secara nasional. Solusi perencanaan untuk meningkatkan mutu pendidikan. (Depdiknas, 2002):

a. Pengembangan kurikulum yang ada pada pendidikan termasuk pada penyajian dalam pelajaran dan sistem pembelajaran pada umumnya.

b. Pengadaan teks Buku dasar untuk peserta didik dan buku pegangan guru untuk sekolah dasar dan menengah, buku teks kejuruan dan teknik untuk sekolah yang membutuhkannya, dan buku perpustakaan untuk berbagai bidang jurusan di perguruan tinggi.

c. Pengadaan media pembelajaran dan alat peraga lainnya untuk sekolah dasar (SD), TK dan SLB, laboratorium IPA dan SMP dan SMA, perolehan kesempatan dan peralatan pelatihan dan pelatihan untuk lembaga pendidikan profesional dan teknis dan seperti laboratorium untuk SAINS di berbagai jurusan pada perguruan tinggi.

d. Pengadaan buku teks bacaan yang bagus dan berkualitas cukup tinggi melalui perpustakaan yang ada di sekolah.

Misalnya, perlu dilakukan kegiatan peningkatan kualitas guru.

Penegakan disiplin guru. Musyawarah guru untuk memperbaiki kondisi dan kondisi KBM di sekolah. Pelatihan guru untuk menunjang profesionalisme seorang guru. Mengikuti pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru.

Menyelenggarakan lokakarya untuk meningkatkan kualitas hidup secara umum dan meningkatkan kualitas pekerjaan/pendapatan.

Pelatihan yang juga terkait dengan solusi permasalahan yang ditawarkan guna untuk Perbaikan yaitu:

(36)

Pengertian Dan Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan

23

Moh. Miftahul Arifin a. Perencanaan Kawasan; yaitu Suatu rencana yang

mempertimbangkan situasi lingkungan dan bidang tertentu sebagai bidang fokus kegiatan yang unggul komparatif dan kompetitif tertentu. Contohnya perencanaan pendidikan wilayah Indonesia Timur

b. Perencanaan Proyek; ialah pelaksanaan kebijakan dan pembangunan untuk mencapai tujuan industri dan pembangunan. Misalnya Perencanaan Proyek pembangunan Sekolah Baru untuk Sekolah Menengah Kejuruan. (Ahmad Rusdiana, 2021)

2. Perencanaan Meso

Rencana sektor menyoroti sektor tertentu, akan tetapi sesuai dengan sektor lain. Meso/sektor perencanaan telah berperan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang sangat buruk di Indonesia. Guru dan dosen memperoleh pendapatan yang layak dan wajar. Di lingkungan pendidikan swasta, bantuan sosial masih jauh dari standar ideal. Pada tingkatan ini, rencana lebih fungsional dan disesuaikan dengan tempat bertugasnya. Guru dan dosen diharapkan mendapatkan penghasilan yang layak dan wajar. Hal ini juga terlihat di lingkungan pendidikan swasta, dimana standar kesejahteraan yang ideal masih sulit dicapai. Akibatnya, efektivitas praktik pembelajaran terjamin, termasuk guru yang tidak memenuhi standar kualitas atau mengajar dengan cara yang melebihi kompetensinya.. Ada desain yang ditawarkan antara lain:

a. Sebagai salah satu tenaga kependidikan, guru juga memegang peranan sangat penting dalam mengelola sistem pendidikan.

Guru sebagai profesi tentunya diharapkan dapat memberikan tunjangan yang cukup memadai untuk biaya hidup. Teori motivasi menyatakan bahwa pemberian hadiah dan hukuman yang tepat mempengaruhi prestasi kerja dan mutu, termasuk perlunya jaminan sosial bagi pendidik untuk meningkatkan mutu dan mutu pendidikannya yang selama ini menurun.

b. Terkait tunjangan, sudah sepatutnya dinas terkait lebih diperhatikan mengenai tunjangan bagi guru yang cukup layak untuk mencukupi kebutuhan hidup, mengingat peran guru

(37)

dalam upaya mencerdaskan generasi, tetapi juga dengan menyediakan dana beasiswa untuk guru guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Prestasi peserta didik yang kurang baik dapat diatasi, misalnya dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas mata pelajaran, atau dengan memperbaiki bahan ajar dan sarana pendidikan.

c. Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan harus sesuai kebutuhan dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kompetensinya, memastikan kebutuhan dan jaminan mereka.

Perbaikan akan sarana dan prasarana yang cukup layak dan berkualitas baik untuk mendukung proses belajar mengajar (Ahmad Rusdiana, 2021)

3. Perencanaan Mikro

Perencanaan mikro dimaksud Sebagai perencanaan mikro adalah kegiatan belajar mengajar. Rencana pendidikan mikro adalah rencana yang disusun sesuai dengan situasi otonomi daerah di bidang pendidikan. Hal ini menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan dan mahalnya biaya pendidikan. Korupsi dalam bentuk penyelewengan kekuasaan yang mementingkan diri sendiri merupakan kegiatan yang umum pada saat ini. Oleh karena itu, korupsi tidak mudah diselesaikan. Adapun saran solusi yang ditawarkan:

a. Diperlukan Revisi dan solusi kebijakan pendidikan perlu ditinjau berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan pihak sekolah;

b. Melacak permasalahan yang berkaitan dengan perpindahan/mutasi dan pengembangkan pendekatan merupakan bagian penting untuk mencapai tujuan bersama dalam pengambilan keputusan;

c. Di Kelas dan di sekolah harus dicontohkan oleh dinas pendidikan terkait sebagai cara kerja model pendidikan yang sebenarnya;

(38)

Pengertian Dan Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan

25

Moh. Miftahul Arifin d. Menciptakan jalinan kendali sosial di tingkat pendidikan yang

diharapkan sekolah dapat terus bisa berubah menjadi lebih baik;

e. Dalam melaksanakan program KBM, kepala sekolah, guru peserta didik dan masyarakat perlu menerapkan program untuk meningkatkan kompetensi guru dengan melibatkan masyarakat;

f. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diupayakan melakukan penertiban terhadap segala tindakan yang berkaitan dengan undang-undang yang dianggap lemah dan perlu diubah serta memperbaiki muatan administrasi sekolah secara berkelanjutan.;

g. Mengembangkan program perencanaan pengelolaan keuangan sekolah untuk membantu anggota sekolah lebih memahami rencana yang ditetapkan sekolah;

h. Komite sekolah harus mampu menghasilkan lingkungan sekolah yang terbuka, jujur, dan demokratis dalam pelaksanaan dan pelayanan pada pendidikan yang sangat bermutu.

Perencanaan Menurut Teknisnya

Perencanaan pendidikan terdapat tingkatan yaitu terdiri atas:

1. Perencanaan Strategik (Renstra)

Perencanaan strategik dapat dikatakan sebagai perencanaan jangka waktu panjang. Perencanaan strategik dapat dikaitkan dengan adanya beberapa jenis perencanaan lainnya, digunakan untuk menggambarkan ruang lingkup rencana yang lebih “umum”, konsep perencanaan strategis bisa dilakukan pada perencanaan pendidikan. Perencanaan strategis cenderung melibatkan pengembangan program yang lebih nyata. Berbagai faktor internal (organisasi) dan eksternal (lingkungan) harus dipertimbangkan dalam proses perencanaan ini. Mengingat berbagai hubungan yang khusus di dalam sistem tersebut, kita harus menerapkan pendekatan sistematis untuk perencanaan pendidikan strategis yang ditujukan untuk menemukan bentuk dan identitas masa depan. Pendekatan sistem dalam perencanaan strategis bertujuan untuk memberikan landasan konseptual bagi perencanaan

(39)

pendidikan dan berkontribusi untuk memecahkan masalah pendidikan yang kompleks ini.

2. Perencanaan Koordinatif (Managerial)

Perencanan koordinatif yaitu Perencanaan yang harus menetapkan arah tujuan pelaksanaan sehingga yang ditetapkan dari hasil tersebut tercapai secara efektif dan efisien. Rencana penyiapan biasanya terperinci dan menggunakan data statistik. Namun, terkadang kita membuat keputusan yang bijak. Rencana ini mencakup semua aspek pengoperasian sistem yang memerlukan kepatuhan terhadap kebijakan yang ditetapkan pada tingkat rencana strategis.

3. Perencanaan Operasional

Rencana khusus yang dimaksudkan untuk memberikan instruksi khusus tentang bagaimana program atau proyek tertentu akan dilakukan sesuai dengan aturan, prosedur, dan ketentuan lain yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini memudahkan untuk mengukur rencana penyebaran dan mempermudah untuk membandingkan peran keberhasilan unit dan pada saat yang sama berfungsi sebagai ukuran keberhasilan. Artinya, perencanaan operasional dapat atau akan digunakan sebagai alat atau teknik untuk perencanaan selanjutnya, bertindak sebagai sarana yang halus dan cukup tajam untuk membedakan keadaan masa lalu.

(Ahmad Rusdiana, 2021).

Daftar Pustaka

Abdul Azis. 2018. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis IT. Vol. 2. edited by Andriyanto. Palangka Raya: LP2M IAIN Palangka Raya Press.

Ahmad Rusdiana. 2021. Perencanaan Pendidikan. Bandung: Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Jati.

Depdiknas. 2002. Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. 1st ed. Jakarta: Depdiknas.

(40)

Pengertian Dan Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan

27

Moh. Miftahul Arifin Husaini Usman. 2008. Manajemen Teori Praktik Dan Riset Pendidikan.

Jakarta: Bumi Aksara.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Modul Diklat Perencanaan Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Manap Somantri. 2014. Perencanaan Pendidikan. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Nanang Fattah. 2008. Landasan Menajemen Pendidikan. Bandung: PT.

Bandung: Remaja Rosakarya.

Wina Sanjaya. 2015. Perencanaan Dan Desain Sistem Pembelajaran.

Jakarta: Prenada Media Grup.

Yulia Rizki Ramadhani dkk. 2021. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan. 1st ed. edited by A. K. & J. Simarmata. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Yusuf Enoch. 1992. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan. Jakarta:

Bumi Aksara.

(41)

PROFIL PENULIS

Moh. Miftahul Arifin, M.Pd.I

Penulis lahir di Kediri pada 24 April 1991.

Putra ketiga dari pasangan Slamet dan Masrukah. Pendidikannya ia selesaikan mulai dari MI Manbaul Afkar Sendang Banyakan Kediri lulus tahun 2003, MTs Negeri Mojoroto Kota Kediri (Sekarang MTs Negeri 3 Kota Kediri) tahun 2006, SMA Negeri 1 Grogol Kediri tahun 2009, Lulus S1 di program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2013. Setelah itu, ia lulus S2 di program studi Magister Ilmu Pendidikan Dasar Islam (IPDI) sekarang beralih nama menjadi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di IAIN Tulungagung (Sekarang UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) tahun 2015. Pengalaman kerja pertamanya pada tahun 2014−2019 dengan mengabdikan diri di SDN Parang 4 Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Pada saat bersamaan, sejak tahun 2015 hingga saat ini mengabdikan diri di IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk sebagai salah satu dosen tetap program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Ia juga aktif menulis jurnal ilmiah maupun buku. Beberapa karya bukunya berjudul Pengembangan Kurikulum (Tahun 2018), Teori dan Aplikasi Pembelajaran IPA SD/MI (Tahun 2021), Sekolah Ramah Anak (Tahun 2022), Pengantar Manajemen Pendidikan Islam (Tahun 2022) dan Profesi Kependidikan (Tahun 2022).

Email Penulis: [email protected].

(42)

29

D Purnomo

BAB 3 URGENSI

PERENCANAAN PENDIDIKAN

Dr. D Purnomo, M.M Politektik LP3I Jakarta

Definisi Urgensi

Menurut Abdurrahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab (2004: 89), urgensi adalah kata dasar dari “urgensi” dengan akhiran “i”, artinya sesuatu adalah bagian atau yang memiliki pokok utama atau unsur penting. Urgensi adalah istilah yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Kata tersebut berasal dari bahasa Inggris,

urgent”, yang berarti kepentingan yang mendesak atau hal yang mendesak yang harus segera dilakukan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), urgensi merupakan kebutuhan yang mendesak. Singkatnya, rasa urgensi sebagai hal yang sangat penting. (kbbi.kemdikbud.go.id)

Pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian urgensi adalah suatu kegiatan yang didorong dan dipaksa untuk menyelesaikannya karena adanya unsur atau bagian yang sangat penting yang harus segera ditindaklanjuti.

Definisi Perencanaan

Menurut Stoner, Freeman, Gilbert (2013:10), “Perencanaan adalah proses menetapkan tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya”. Rencana tersebut memandu tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapai tujuan tersebut, serta pedoman untuk: 1) Organisasi memperoleh dan menggunakan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. 2) Anggota organisasi melaksanakan kegiatan yang konsisten dengan tujuan dan

(43)

prosedur yang telah ditetapkan. 3) Memantau dan mengukur kemajuan menuju tujuan sehingga tindakan korektif dapat diambil ketika kemajuan tidak memuaskan.

Amirullah, H. Budiono (2004:92) “Perencanaan adalah kegiatan menyeluruh yang berupaya memaksimalkan efektivitas keseluruhan suatu organisasi sebagai suatu sistem, berdasarkan apa yang hendak dicapai organisasi sebagai suatu sistem. Dicapai oleh organisasi”.

Setidaknya ada 3 aspek dalam perencanaan, yaitu: 1) Tentang masa depan yang akan datang. 2) Harus melibatkan tindakan. 3) Ada serangkaian tindakan pada masa depan, yang diambil oleh perencana.

Definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa “perencanaan adalah proses memilih serangkaian kegiatan dan memutuskan apa yang akan dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa”. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi masa depan di mana rencana dan kegiatan diputuskan untuk dijalankan, serta periode saat ini dan kegiatan yang diputuskan untuk dijalankan dan periode saat ini di mana rencana akan dibuat.

Perencanaan Pendidikan

Depdiknas (2006) mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai proses penyiapan gambaran kegiatan pendidikan pada masa depan untuk mencapai perubahan/tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Definisi tersebut menyatakan bahwa perencanaan bertujuan untuk mengubah masa depan. Bukan hanya kebetulan bahwa masa depan yang ideal adalah pendidikan berkualitas yang disusun secara terstruktur dan terprogram melalui perencanaan dari awal hingga masa depan. (forumsejawat.wordpress.com)

Endang Sunarya (2000:1) menyatakan bahwa “Perencanaan pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.

Tujuannya adalah untuk menentukan bagaimana menerapkan kebijakan dan instrumen yang memprioritaskan tujuan pendidikan di seluruh negeri”.

Komariah dan Engkoswara (2010:131) menyatakan bahwa

“Perencanaan pendidikan melibatkan pemilihan tujuan, pemilihan sumber dan penentuan metode. Kemudian mereka menyiapkan

(44)

Urgensi Perencanaan Pendidikan

31

D Purnomo langkah-langkah untuk mengimplementasikan metode yang dipilih sehingga bisa efektif dan efisien”.

Perencanaan pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses pembuatan keputusan dan kebijakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan-tujuan tersebut harus ditentukan dalam rangka menentukan sistem yang efektif dan efisien untuk menjalankan pendidikan. Tujuan ini juga harus sejalan dengan misi pendidikan yang ditugaskan.

Perencanaan kegiatan pendidikan dimulai dari proses fungsi manajemen. Ini juga memandu pengajaran dan pembelajaran dengan membuat rencana untuk pendidikan berkualitas tinggi. Akibatnya, perencanaan kegiatan pendidikan menjadi prioritas tinggi dalam setiap proses organisasi.

Rencana pendidikan didasarkan pada sistem sekolah, karakter dan proses pengambilan keputusan. Hal ini karena banyak faktor yang memengaruhi proses ini. Faktor-faktor yang menentukan perencanaan pendidikan meliputi:

1. Pendidikan Nasional Indonesia bertujuan untuk menciptakan satu sumber kebijakan perencanaan pendidikan melalui tujuannya.

2. Perencanaan pendidikan yang efektif memerlukan pertimbangan baik kebijakan teknis maupun operasional. Karena itu, setiap upaya untuk merencanakan pendidikan memerlukan dedikasi untuk meneliti dan mengembangkan metode baru.

3. Perencanaan pendidikan memengaruhi kesulitan atau kemudahan pelaksanaan rencana itu sendiri.

4. Perencanaan pendidikan juga memengaruhi bentuk antisipasi terlebih dahulu terhadap hambatan atas risiko yang akan dialami pada saat perencanaan pendidikan diimplementasikan secara nyata.

Tujuan Perencanaan Pendidikan

Tujuan perencanaan pendidikan merupakan langkah awal dalam memulai atau mengawali suatu program pendidikan, untuk itu perlu dibuat tujuan yang sesuai dengan visi dan misi institusi pendidikan

(45)

tersebut. Menurut Sagala (2009:7), tujuan

Referensi

Dokumen terkait

Dari pembahasan tentang Definisi dan ruang lingkup Manajemen dan Manajemen Pendidikan, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Manajemen Pendidikan adalah Proses

Dari definisi-definisi di atas dapat dikemukakan bahwa pemasaran adalah proses yang melibatkan analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang mencakup barang dan jasa,

Jadi, definisi perencanaan pendidikan apabila disimpulkan dari beberapa pendapat tersebut, adalah suatu proses intelektual yang berkesinambungan dalam menganalisis,

Merujuk pengertian pendidikan Islam menurut beberapa ahli pendidikan Islam di atas, pendidikan Islam merupakan proses edukasi untuk manusia yang secara integral

Subsistem manajerial perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan semua usaha (Uha, 2013:3). Berdasarkan definisi organisasi yang dikemukakan di atas, dapat diketahui

Merujuk dari tujuan pendidikan karakter di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter memiliki tujuan yang mulia dimana ingin membawa peserta didik pada

Dari pembahasan tentang Definisi dan ruang lingkup Manajemen dan Manajemen Pendidikan, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Manajemen Pendidikan adalah Proses perencanaan,

Peradaban Pendidikan Merujuk pada hakikat tujuan manusia harus taat kepada Allah, maka atas dasar inilah Quraish Shihab berpendapat bahwa tujuan dari suatu Pendidikan merupakan bentuk