• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Ajar Aplikasi King’s Theory of Goal Attainment: Perilaku Perawatan Diri Pasien Diabetes

N/A
N/A
Abd. Wahid FIK

Academic year: 2023

Membagikan "Buku Ajar Aplikasi King’s Theory of Goal Attainment: Perilaku Perawatan Diri Pasien Diabetes"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Sejarah Perkembangan Teori King’s

Biografi Imogene M. King

Penjelasan berikut merupakan gambaran proses dan penerapan Model Keperawatan King's Theory of Goal Attainment pada tindakan perawatan diri pasien diabetes di unit pelayanan kesehatan primer. Menjelaskan perkembangan King's Theory of Goal Attainment yang dilakukan dan perubahan atau perbedaannya dengan King's Conceptual Framework. Model King's Kings Theory of Goal Attainment akan memandu praktik keperawatan dalam konteks hubungan perawat-klien untuk mengidentifikasi persepsi pasien terhadap penyakitnya.

Berikut gambaran tahapan proses dan penerapan Model Keperawatan King’s Theory of Goal Attainment terhadap perilaku melakukan perawatan diri pada pasien diabetes melitus di bangsal primer. Strategi intervensi melalui program edukasi untuk meningkatkan: pengetahuan, perubahan perilaku dan kemandirian perawatan diri pasien diabetes melitus berdasarkan King’s Theory of Goal Attachment Nursing Model. Menurut anda, apakah pengembangan King’s Theory of Goal Attainment dapat diterapkan dalam memberikan pelayanan keperawatan pada klien diabetes?

Tuliskan uraian singkat mengenai aspek sistem personal dalam asuhan keperawatan pada klien diabetes berdasarkan King’s Theory of Goal Attainment. Tuliskan uraian singkat mengenai sistem aspek interpersonal pada klien keperawatan diabetes berdasarkan King’s Theory of Goal Attainment. Membuat rancangan aplikasi dengan konsep “Self-care behavior program untuk pasien diabetes berdasarkan King’s Theory of Goal Attainment.”

Menjelaskan tahapan proses keperawatan pada klien diabetes melitus dengan menggunakan model King’s Theory of Goal Attainment. Membuat rencana asuhan keperawatan pada klien diabetes melitus (studi kasus) dengan menggunakan format model King’s Theory of Goal Attainment (GONR). Melakukan asesmen terhadap klien diabetes melitus dengan menggunakan format penilaian model King’s Theory of Goal Attainment.

Berdasarkan pengembangan King’s Theory of Goal Attainment, pendokumentasian tahapan proses pengkajian dan pemberian asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan menggunakan metode GONR. Tinjauan penerapan teori keperawatan teori pencapaian tujuan King pada pasien infark miokard.

Tabel 1. Ringkasan Teori King  (Bukit, Oundaeng, & Kiatlaekakul, 2008)
Tabel 1. Ringkasan Teori King (Bukit, Oundaeng, & Kiatlaekakul, 2008)

Sejarah perkembangan King’s Theory of Goal Attainment

King’s Conceptual Framework and King’s Theory of

Kerangka Konsep Teori dan Pencapaian Tujuan King

Empat Konsep Sentral

Menurut King, lingkungan hidup merupakan bagian dari sistem sosial yang ada dalam masyarakat dimana mereka secara terbuka berinteraksi dengan sistem lain, dimana lingkungan merupakan suatu sistem terbuka yang menunjukkan terjadinya pertukaran masalah, tenaga, informasi dengan keberadaan manusia. Terdiri dari tiga sistem terbuka yang berinteraksi secara dinamis, yaitu sistem personal, interpersonal, dan sosial. Pada tingkat tertinggi, sistem sosial mencakup elemen-elemen yang lebih besar dalam masyarakat yang relatif homogen.

Asumsi Dasar

Individu juga mempunyai hak dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang akan mempengaruhi kehidupan, kesehatan, dan pelayanan kesehatannya. Mereka juga mempunyai hak untuk memutuskan apakah akan menerima atau menolak layanan kesehatan yang diberikan ketika mengambil keputusan mengenai kondisi dan perkembangan kesehatan yang akan mempengaruhi kehidupan mereka. Kehidupan manusia mempunyai tiga komponen dasar kebutuhan kesehatan, antara lain: 1) kebutuhan akan informasi kesehatan yang digunakan pada saat dibutuhkan, 2) kebutuhan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan untuk mencegah penyakit, 3) kebutuhan akan fasilitas pelayanan kesehatan ketika individu tidak mampu menolong dirinya sendiri.

Analisa Teori King

King mendefinisikan teorinya sebagai serangkaian konsep yang secara jelas berkaitan dan saling berhubungan serta dapat diamati ketika diterapkan dalam praktik profesi keperawatan. Selain itu dapat digunakan oleh para peneliti dan praktisi profesi keperawatan untuk menganalisis atau mengidentifikasi peristiwa atau fenomena keperawatan tertentu sebagai salah satu cara pendekatan pemilihan konsep yang dapat dijadikan pedoman sebagai landasan dalam melaksanakan praktik keperawatan profesional. Perawat yang menerapkan teori ini dalam praktik keperawatan harus mempunyai pengetahuan dalam memahami konsep-konsep yang terkandung dalam teori pencapaian tujuan, dan harus memahami definisi yang relevan sehingga dapat menginterpretasikan teori tersebut dengan baik.

Kerangka Konseptual King’s Dalam Keperawatan

  • Sistem Personal
  • Sistem Interpersonal
  • Sistem Sosial

Persepsi perawat dan pasien mempengaruhi proses interaksi dan pengambilan keputusan kesehatan, perbedaan persepsi antara perawat dan pasien akan mempengaruhi konsep mereka tentang sehat dan sakit (Alligood, 2010; King, 1981). Pertumbuhan dan perkembangan dapat diartikan sebagai suatu proses sepanjang hidup seseorang, dimana ia berubah dari potensi menuju mencapai tingkat aktualisasi diri. King mengartikan interaksi sebagai suatu proses persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, individu dengan lingkungan, yang diwujudkan dalam bentuk perilaku verbal dan perilaku nonverbal dalam mencapai tujuan bersama.

Komunikasi diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang ke orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Transaksi diartikan sebagai suatu proses interaksi dalam kehidupan manusia yang mempunyai tujuan tertentu dalam mencapai tujuan dan nilai, misalnya berupa transaksi pengambilan keputusan dan pengamatan perilaku interaksi manusia dengan lingkungannya. Hubungan antara pasien dan keluarganya serta dengan orang lain yang berinteraksi dalam situasi tertentu dapat dicapai melalui persepsi tertentu terhadap situasi, tujuan, aturan, kedudukan dalam sistem sosial, seperangkat perilaku yang diharapkan dari klien.

King mendefinisikan konsep otoritas sebagai proses transaksional yang ditandai dengan hubungan timbal balik yang aktif, di mana nilai-nilai, latar belakang, dan persepsi anggota berperan dalam mendefinisikan, memvalidasi, dan menerima otoritas individu dalam suatu organisasi. Kewenangan dijelaskan sebagai kewenangan, disebutkan bahwa kewenangan bersifat aktif, dalam proses transaksional yang mempunyai hubungan timbal balik, dimana latar belakang, persepsi, nilai-nilai seseorang yang berwenang mempengaruhi definisi, validasi dan penerimaan suatu jabatan. organisasi yang berkaitan dengan kewenangannya. Menurut definisi King, konsep kekuasaan adalah suatu proses dimana satu orang atau lebih (people) dapat mempengaruhi orang lain dalam situasi tertentu.

Membuat keputusan adalah sesuatu yang dilakukan oleh seseorang untuk mengatur dan menentukan sebarang proses dalam kehidupan.

Penggunaan Teori Pencapaian Tujuan dalam Proses

Kontrol rutin, informasi, pengetahuan tentang diabetes dan kemandirian dalam perawatan diri merupakan peran penting pasien diabetes dalam upaya pencegahan penyakit tingkat sekunder. Perubahan perilaku perawatan diri pada pasien diabetes akan menurunkan risiko kekambuhan dan eksaserbasi penyakit kronis. Meningkatkan pelayanan keperawatan pada pasien diabetes dengan menggunakan “King’s Theory of the Goal-Achieving Model of Nursing” agar mempunyai informasi yang baik, pemahaman tentang diabetes dan perubahan perilaku dalam upaya meningkatkan kemandirian sebagai solusi peningkatan mutu pelayanan kesehatan. untuk komunitas.

Perubahan persepsi negatif menjadi persepsi positif Peningkatan pengetahuan Peningkatan perilaku perawatan diri pasien diabetes melitus Hasil Kinerja. Mengubah persepsi negatif menjadi persepsi positif Meningkatkan pengetahuan Meningkatkan perilaku perawatan diri pada pasien diabetes melitus. Model Keperawatan The Kings Theory of Goal Attainment dalam Memahami Pengetahuan Diabetes dan Perilaku Self Care Pasien Diabetes merupakan model yang digunakan pada penelitian sebelumnya oleh Evi Karota dan Lufthiani (Talenta USU, 2018).

Implementasi promosi kesehatan masyarakat dengan menggunakan “Model Keperawatan Kings Theory of Goal Attainment” dilakukan dalam upaya meningkatkan dan mengoptimalkan pelayanan keperawatan pada penderita diabetes melitus melalui program promosi kesehatan dengan pemberian informasi yang lengkap dan proses pendidikan yang tepat guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran akan penyakit diabetes melitus dan kemandiriannya dalam perawatan diri sebagai solusi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Penderita diabetes melitus wajib memeriksakan kadar gula darahnya secara rutin agar dapat memantau perkembangan penyakit diabetesnya. Peningkatan pelayanan keperawatan pada penderita diabetes dengan menggunakan “Kings Theory of Goal Attainment Nursing Model” penting dilakukan agar mereka mempunyai informasi, pengetahuan yang baik tentang diabetes dan meningkatkan perilaku perawatan diri pasien diabetes di Unit Primer” dalam upaya meningkatkan kemandirian sebagai solusi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

Setelah membaca bab ini, mahasiswa mampu mengimplementasikan proses keperawatan melalui tahapan-tahapan keperawatan: pengkajian, perencanaan, intervensi, pelaksanaan dan evaluasi asuhan keperawatan dengan menggunakan format penilaian dalam praktik keperawatan dengan menggunakan King’s Nursing Goal Attainment Model. pada pasien dengan diabetes melitus.

Tabel 4. Proses Keperawatan: Teori dan Metode
Tabel 4. Proses Keperawatan: Teori dan Metode

Aplikasi Model King dalam Perilaku Perawatan Diri

Latar belakang

Penderita diabetes melitus sebaiknya bisa membiasakan mengonsumsi porsi makan yang benar sesuai jadwal, yaitu 3 kali makan utama dan 2-3 kali snack dengan interval 2-4 jam. Oleh karena itu, hal ini seringkali menimbulkan masalah psikososial yang berkontribusi pada berkurangnya motivasi untuk mencari pengobatan dan melakukan perawatan diri. Komplikasi akut diabetes dapat terjadi berupa tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia akibat pola hidup tidak sehat, ketidakpatuhan dan perilaku perawatan diri pasien diabetes yang buruk.

Beberapa hal umum yang mempengaruhi perawatan diri penderita diabetes, terutama saat menjalani program diet, adalah; informasi yang salah, kurangnya pengetahuan dan sikap negatif tentang diabetes, lingkungan sosial yang tidak mendukung program perawatan diri, hilangnya potensi diri dan rendahnya motivasi akibat stres dengan kondisi kronis, serta kurangnya dukungan yang diberikan oleh tim medis dan tim kesehatan. di unit layanan. Perilaku perawatan diri yang tidak optimal, padahal pasien mempunyai kekuatan sumber daya tersebut dan sadar akan pentingnya menjalankan program diet, pemantauan kadar gula darah, olah raga dan pemeriksaan ke dokter atau layanan kesehatan, maka penderita diabetes melitus akan 'memiliki tingkat kesehatan dan kualitas hidup yang lebih tinggi. Perilaku perawatan diri merupakan suatu tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh individu berdasarkan kesadarannya sendiri agar mempunyai kemandirian dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Menurut teori King (1997), persepsi, komunikasi, interaksi, pengambilan keputusan dan transaksi melalui pemberian asuhan keperawatan akan meningkatkan keterampilan perawatan diri perilaku mandiri klien. Oleh karena itu, pelayanan primer di puskesmas, klinik, dan praktik perawat mandiri diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperbaiki dan meningkatkan perilaku perawatan diri. Penderita diabetes merupakan penyakit degeneratif yang mengalami kondisi kronis sehingga memerlukan penatalaksanaan kesehatan dan perawatan jangka panjang, namun tingkat kesiapan dan kedisiplinan pasien dalam perawatan diri masih rendah.

Khususnya perilaku perawatan diri untuk mengikuti program diet, pengetahuan dan sikap yang buruk tentang diabetes, lingkungan sosial yang tidak mendukung, hilangnya potensi diri dan tidak termotivasi untuk sembuh akibat stres dan depresi akibat penyakit kronis.

Masalah umum diabetes

Tujuan

Perilaku perawatan diri diabetes

Konsep model keperawatan King’s Theory of Goal

Do you think planning the treatment together with the doctor and nurse is good?.

Gambar 4.  Model Keperawatan King’s Theory of Goal Attainment  Program Perilaku Perawatan Diri Pasien Diabetes
Gambar 4. Model Keperawatan King’s Theory of Goal Attainment Program Perilaku Perawatan Diri Pasien Diabetes

Program Informasi dan Edukasi: Atasi Diabetes Sejak Dini . 62

  • Faktor Risiko dan Komplikasi Diabetes Melitus
  • Penatalaksanaan Diabetes Melitus
  • Perawatan Kaki Diabetes Melitus

Assesmen Diabetes Menggunakan Model King

Proses keperawatan pada penderita diabetes melitus

  • Pengkajian
  • Diagnosa
  • Perencanaan
  • Implementasi
  • Evaluasi
  • Pendokumentasian

Instrumen pengkajian berbasis teori King

Instrumen pengkajian klien diabetes

Apakah Anda bertanya kepada dokter tentang pengobatan diabetes atau komplikasinya saat Anda datang berobat? Bagaimana pendapat anda mengenai pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tim petugas kesehatan di puskesmas tersebut? Menurut Anda, rencana perawatan yang dilakukan secara tim oleh perawat dan dokter sudah baik.

Apakah Anda dapat membuat keputusan kesehatan sendiri sebelum Anda menderita diabetes?

Gambar

Tabel 1. Ringkasan Teori King  (Bukit, Oundaeng, & Kiatlaekakul, 2008)
Gambar 1. A Conceptual Framework for Nursing: Dynamic  Interacting System
Gambar 2. Model Transaksi Perawat-Pasien (I.M. King)
Tabel 3. Sistem klasifikasi interaksi perawat-pasien                         A Theory of Goal Attainment
+6

Referensi

Dokumen terkait