• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4. Aplikasi Model King dalam Perilaku Perawatan Diri

4.6. Program Informasi dan Edukasi: Atasi Diabetes Sejak Dini . 62

4.6.5. Penatalaksanaan Diabetes Melitus

- Mengurangi keluhan tanda dan gejala diabetes melitus - Mempertahankan rasa nyaman penderita diabetes melitus - Mengurangi kekambuhan dan berulangnya gejala penyakit

diabetes

- Mencegah dan menghambat terjadi resiko komplikasi micro dan makro angiopati

a. Pengaturan Diit Diabetes Melitus

Pengaturan diit diabetes dilakukan melalui pengaturan intake makanan yang mengandung karbohidrat agar sesuai kebutuhan kalori tubuh penderita diabetes setiap harinya, pengaturan jenis dan jumlah makanan, serta waktu makan untuk membantu mengontrol dan mencegah peningkatan kadar gula dalam darah.

Penatalaksanaan pola makan yang tepat dan pemberian makanan dalam porsi kecil tapi sering secara teratur sesuai dengan anjuran ahli gizi / tim kesehatan adalah sangat penting dalam pemberian nutrisi diabetes. Pemberian diit penderita diabetes rendah karbohidrat atau gula merupakan upaya untuk pengendalian kadar gula darah, walaupun asupan makanan yang mengandung glukosa harus diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan tubuh sesuai takaran yang ditentukan. Beberapa jenis makanan yang disarankan pada pasien diabetes adalah mengkonsusmsi buah-buahan dan sayuran. Jenis makanan yang tidak diperbolehkan adalah alkohol, mie, pasta, makanan cepat saji, roti, sereal, nasi putih, dll.

Tabel 5. Jenis makanan anjuran penderita diabetes

Saran Pemberian Uraian Jenis Makanan Anjuran Minyak goreng sehat Minyak goreng khusus diabetes,

rendah kolesterol Mengurangi konsumsi

makanan cepat saji dan beralkohol

Mengurangi makanan cepat saji:

burger, ayam goreng, daging, minuman softdrink, minuman beralkohol, makanan mengandung alkohol (cake), keju (dibatasi).

Konsumsi makanan mengandung protein frekuensi 2-3 kali/hari

Minuman susu rendah lemak, susu kedelai, yoghurt, kacang, tofu, tahu, tempe, daging, ayam, telur ayam, ikan laut, ikan air tawar, dll.

Pemberian buah-buahan dengan frekuensi 2-4 kali/hari

Buah: nenas, pisang, kiwi, advokad, anggur, melon, apel, belimbing, buah naga, pir, bengkuang, jeruk, semangka, lemon, papaya, buah delima, dll.

Pemberian sayur-sayuran dengan frekuensi 2-4 kali/hari

Sayuran: buncis, oyong, kaylan, wortel, bayam, brokoli, kangkung, timun, tomat, kol, lobak, labu siam, terong, sawi putih, sawi hijau, bawang bombai, jamur, dll.

Konsumsi makanan rendah lemak dan kalori 6x penyajian sehari

Roti gandum, nasi putih atau nasi merah, kentang, sereal, kacang merah, labu kuning, jenis ubi-ubian, dll.

Gambar 6. Upaya Pencegahan Diabetes Melitus

Penanganan lanjutan pencegahan komplikasi pasien Diabetes

 Pemeriksaan Kadar Gula Darah (KGD) rutin selama 3 bulan, dapat dilakukan secara mandiri dengan menggunakan alat pribadi atau lakukan pemeriksaan KDG ke klinik terdekat.

 Pemeriksaan Tekanan Darah dilakukan secara berkala dirumah atau pemeriksaan ke klinik.

 Pemeriksaan Kadar Kolesterol Darah dilakukan secara rutin, dapat dilakukan secara mendiri dengan alat pemeriksaan pribadi atau periksa ke klinik terdekat.

b. Aktifitas Olah Raga Fisik

Melakukan olah raga secara teratur dan berkesinambungan merupakan aspek penting dalam pencegahan dan perawatan diri secara mandiri terhadap penderita diabetes tipe 2 agar organ tubuh tetap memiliki fungsi dengan baik. Olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dalam pengontrolan glikemik dan olah raga secara teratur akan membantu mempercepat proses penurunan berat badan. Tentunya hal ini harus dikombinasikan dengan kepatuhan terhadap program diit yang tepat sesuai dengan kebutuhandan kondisi tubuh penderita diabetes. Ada beberapa jenis olah raga yang dianjurkan yaitu: jenis olah raga yang tidak beresiko terjadinya cedera, berirama dan teratur, jenis olahraga kebugaran berupa senam, bersepeda santai, dan secara khusus adalah latihan ketahanan untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Olah raga praktis berjalan dapat dilakukan selama 30-60 menit perhari dengan frekuensi 3-4 kali per minggu. Disarankan

agar dalam berolah raga hendaknya disesuaikan dengan usia klien dan kondisi fisik mereka. Bagi penderita diabetes yang sudah teridentifikasi mengalami gangguan kesehatan atau penyakit komplikasi, seperti: jantung koroner, hipertensi dan penyakit penyerta lainnya harus melakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter untuk menentukan jenis dan kapasitas olah raga yang aman untuk dilakukannya.

c. Pengobatan Diabetes Melitus

Penderita diabetes umumnya mendapat terapi obat-obatan dalam jangka panjang dan bahkan ada yang mengajalani terapi obat seumur hidup, klien minum obat diabetes secara rutin dan teratur sesuai program terapi dokter, obat-obatan yang diberikan dapat berupa obat oral ataupun terapi insulin dengan suntikan. Obat oral berupa tablet diminum secara teratur yang diberikan untuk merangsang fungsi kerja pankreas agar menghasilkan insulin dan untuk meminimalkan resistensi insulin tersebut. Tujuan pemberian obat-obatan menurunkan kadar gula dalam darah agar normal dan KGD terkontrol. Penderita diabetes melakukan kontrol secara rutin untuk pemantauan terhadap kepatuhan program terapi dalam konsumsi obat-obatan yang diberikan biasanya untuk penggunaan selama satu bulan dan kemudian kontrol kembali. Secara khusus menjadi perhatian penderita diabetes adalah mengidentifikasi kondisi penyakit penyerta mendapat terapi lebih dari satu jenis obat-obatan. Obat tersebut dapat berpengaruh terhadap pengontrolan diabetik yang menjadi penyebab terjadinya hiperglikemia atau hipoglikemia karena menghambat sekresi atau kerja insulin, missal: steroid, diuresis, beta bloker, dll.

d. Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Penderita diabetes melitus diharuskan untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin agar dapat memantau kondisi perkembangan penyakit diabetes. Pemeriksaaan kadar gula darah dapat dilakukan dengan pemeriksaan ke laboratorium klinik atau pelayanan kesehatan atau dilakukan secara mandiri dirumah menggunakan alat glucometer. Hasil pemeriksaan berguna dalam menentukan tindakan medis terhadap penderita sehingga dengan

cepat dapat dilakukan penanganan sesuai kondisinya. Penderita juga dapat mengkonsultasikan hasilnya kepada dokter, perawat, kesehatan lainnya di klinik kesehatan atau pelayanan kesehatan.

Tabel 6. Kenali Hasil Test Kadar Glukosa Darah (KGD)

Kriteria Diagnostik Kadar Gula Darah (KGD) dalam mg/dl Uraian Bukan DM Pra DM Diabetes

Puasa < 100 110-125 >126 Sewaktu < 110 110-199 >200 Tabel 7. Hasil Test Kadar Glukosa Darah (KGD)

Jenis Pemeriksaan Pengendalian Diabetes Melitus Glukosa Darah

(mg/dl)

Baik Sedang Buruk

Puasa 80-109 110-125 >126

2 Jam 80-144 145-179 >180