• Tidak ada hasil yang ditemukan

eBOOKS MENULIS 2024 SIP

N/A
N/A
Hamdi Milatun

Academic year: 2024

Membagikan " eBOOKS MENULIS 2024 SIP"

Copied!
215
0
0

Teks penuh

(1)

PANDUAN

MENULIS KARYA ILMIAH

Panduan Guru

Disusun Oleh : hamdi

barakahbeli

Opini

kolom

Contoh

(2)

TERMINAL BACAAN

Cara Menulis Opini Contoh-Contoh Tulisan Cara Mengirim Tulisan

Oleh : Hamdielsyaf

Desain sampul: idmah Setting: ham-mil

copyright@2024 Penerbit hamdiofficial

Jl Taman Azzahroh PP. Tarbiyatul Banat Moncek Tengah

Diterbitkan pertama kali oleh hamdiofficial

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang Di larang mengutip atau memperbanyak

Sebagian atau seluruh isi buku ini Tanpa izin tertulis dari penerbit

(3)

DAFTAR ISI

7 Cara Membuat Berita Yang Baik Dan Benar, Pehami Langkah-

Langkah---01

4 Teknik Storytelling Untuk Menulis Artikel Yang Menyentuh--- ---52

Tips Agar Artikelmu Cepat Diterbitkan Di IDN Times Community---75

10 Step-By-Step Nulis Artikel Di IDN Time Community---86

4 Fakta Menulis Artikel Di Yoursay Id, Platform Kreator Konten Dari Suara.Com---94

Inilah 6 Jenis Paragraf Dan Contoh Penulisannya Yang Benar--- ---117

Cara menulis kolom di koran---129

Saldo kepercayaan ---138

Menyelami kerinduan mereka yang tertindas---152

Tatacara mengirim tulisan ke berbagai media ---195

(4)
(5)

7 Cara Membuat Berita yang Baik dan Benar, Pahami Langkah-Langkahnya

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat berita perlu kamu pelajari dan perhatikan dengan baik dan benar. Berita yang dimuat baik di media massa maupun media sosial adalah sumber informasi bagi banyak orang. Oleh sebab itu, berita yang ditulis harus akurat supaya tidak menyesatkan orang yang membacanya.

Berita adalah laporan atau informasi yang berisi fakta ataupun ide terkait dengan suatu peristiwa atau hal tertentu. Berita disebarkan melalui berbagai sarana seperti surat kabar, radio, televisi, dan juga internet. Biasanya, berita mengulas berbagai peristiwa hangat yang sedang terjadi ataupun informasi yang dianggap penting untuk diketahui oleh publik. Orang yang bertugas untuk membuat dan menyampaikan berita adalah wartawan.

Penggalian informasi yang mendalam adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam cara membuat berita yang baik dan benar. Penggalian informasi tersebut dilakukan untuk memastikan supaya informasi yang akan disampaikan kepada khalayak luas lengkap dan akurat. Cara membuat berita yang baik dan benar juga perlu memperhatikan cara penyampaiannya. Hal ini dilakukan supaya informasi yang terkandung di dalam berita tersebut dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh publik.

(6)

Berikut ini adalah beberapa cara membuat berita yang baik dan benar yang dikutip oleh Liputan6.com dari situs web Merdeka.com Selasa (23/8/2022).

Menemukan Topik dan Mencari Sumber 1. Menemukan Topik

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam cara membuat berita yang baik dan benar ialah menemukan topik. Hal ini perlu dilakukan supaya kamu mengetahui apa yang mau kamu tulis dan informasi apa saja yang perlu kamu gali.

Biasanya, topik yang baik untuk kamu olah menjadi berita ialah peristiwa-peristiwa terkini yang hangat diperbincangkan oleh publik. Biasanya, banyak orang yang mencari informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi. Di samping itu, kamu juga bisa mengangkat peristiwa atau kasus yang mungkin belum terangkat tetapi kamu anggap penting untuk diketahui oleh publik. Kamu juga bisa menulis atau mengangkat peristiwa yang unik yang kamu anggap dapat menarik minat para pembaca.

Tema berita yang dapat kamu tulis juga cukup beragam. Kamu dapat menuliskan tema yang terkait dengan sosial, politik, ekonomi, olahraga, hingga hiburan. Hal yang terpenting adalah berita yang kamu tulis memiliki fungsi entah sebagai sumber informasi bagi para pembaca ataupun sebagai hiburan bagi mereka.

(7)

2. Mencari Sumber

Setelah mengetahui peristiwa atau topik berita yang ingin kamu tulis, cara membuat berita selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mencari sumber. Pencarian sumber perlu untuk kamu lakukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dan yang akan kamu sampaikan kepada publik. Di samping itu, proses pencarian sumber juga bertujuan supaya informasi yang kamu dapatkan dan teruskan kepada masyarakat luas akurat dan tidak menyesatkan.

Ada berbagai sumber informasi yang dapat kamu gunakan untuk mendapatkan informasi yang kamu butuhkan. Kamu dapat mencari saksi mata atau orang-orang yang terkait dengan peristiwa yang sedang kamu gali. Kamu juga dapat menghubungi aparat atau badan pemerintahan dan organisasi lainnya yang terkait dengan topikmu. Kamu juga dapat mendapatkan informasi dari sumber-sumber tertulis, seperti data statistik dan lain sebagainya.

Penggalian Data dan Memperhatikan Unsur 5W + 1H 3. Penggalian Data

Langka selanjutnya dalam cara membuat berita yang baik dan benar ialah penggalian data. Penggalian data dapat dilakukan melalui tiga cara, yakni wawancara, observasi, dan juga dokumentasi.

(8)

Teknik penggalian informasi yang sering digunakan untuk mengumpulkan data dalam penulisan berita ialah wawancara.

Wawancara dapat digunakan untuk mengetahui secara runtut bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Biasanya, wawancara dilakukan dengan saksi mata atau pihak yang terkait. Akan tetapi, kamu juga bisa melengkapi informasi dengan melakukan wawancara bersama dengan ahli dibidang tersebut.

Langkah selanjutnya adalah observasi. Penggalian data dengan melakukan observasi lapangan dilakukan dengan cara mengamati secara langsung bagaimana keadaan di sekitar.

Proses ini dapat membantumu untuk mendapatkan gambaran mengenai lokasi peristiwa tersebut.

Langkah terakhir ialah dengan melakukan proses dokumentasi.

Kamu juga bisa melengkapi informasi dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber lainnya. Contohnya adalah melalui buku, arsip atau dokumen penting lainnya yang menunjang suatu peristiwa yang sudah diangkat.

4. Memperhatikan Unsur 5W + 1H

Cara membuat berita yang baik dan benar berikutnya ialah memperhatikan 5W + 1H. 5W + 1H adalah unsur terpenting dalam suatu berita. Kamu dapat menggunakannya sebagai paduan baik dalam penggalian informasi dan juga pada penulisan berita. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan informasi mengenai peristiwa yang dimuat dalam berita yang kamu buat. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai 5W + 1H:

(9)

- What (Apa): peristiwa apa yang sedang terjadi

- Who (Siapa): siapa saja yang terlibat dalam peristiwa - Where (Di mana): di mana peristiwa itu terjadi

- When (Kapan): kapan peristiwa itu terjadi

- Why (Mengapa): mengapa peristiwa itu dapat terjadi

- How (Bagaimana/Berapa): bagaimana proses terjadinya peristiwa tersebut.

4 dari 4 halaman

Membuat Judul, Teras, dan Isi Berita 5. Membuat Headline (Judul Berita)

Langkah selanjutnya dalam cara membuat berita ialah membuat headline atau judul berita. Judul berita ini penting karena ia harus memuat informasi mengenai apa isi berita yang kamu tulis.

Tahapan ini bisa dikatkan susah-susah gampang. Judul berita yang baik tidak boleh terlalu panjang, tetapi tetapi tetap mewakili informasi yang terkandung di dalam isi berita tersebut. Selain itu, kamu juga perlu mrangkainya sedemikian rupa supaya publik tertarik untuk membaca berita yang kamu buat.

6. Membuat Teras Berita (Laad)

Menulis teras berita atau lead merupakan langkah selanjutnya dalam cara membuat berita. Teras berita merupakan paragraf pertama dalam sebuah berita. Pada umumnya, teras berita

(10)

tidak terlalu panjang, sekitar 35 kata saja. Teras berita juga diawali dengan unsur What (apa) dan Who (siapa).

Kamu juga bisa menggunakan kutipan pernyataan narasumber pada teras berita. Akan tetapi, kamu disarankan untuk menulisnya seminim mungkin. Dalam penulisan berita mengenai suatu peristiwa, biasanya unsur When (kapan) dan Where (di mana) disampaikan pada paragraf akhir.

7. Membuat Isi Berita (Body)

Langkah terakhir dalam cara membuat berita yang baik dan benar ialah dengan membuat atau menulis isis berita atau body. Isi berita berisi tentang informasi yang detail dan lengkap mengenai suatu peristiwa yang disampaikan kepada publik atau masyarakat luas.

Dalam penulisan berita, kamu sebaiknya menghindari paragraf yang panjang. Baiknya, setiap paragraf hanya berisikan 3 hingga 4 kalimat saja. Paragraf yang cenderung pendek ini bertujuan supaya para pembaca dapat lebih mudah memahami informasi yang disampaikan di dalam berita tersebut.

Cara Menulis Teras Berita (News Lead), Panduan untuk Pemula Cara menulis teras berita (news lead) paling mudah bagi

pemula adalah membuat teras who lead. Dimulai dengan unsur Who dalam unsur 5W1H.

(11)

Dulu, saat pertama kali belajar cara menulis berita, saya diberi

tahu wartawan senior bahwa

cara menulis teras atau lead merupakan bagian paling sulit dalam membuat berita.

Jika penulisan teras dilalui, maka selanjutnya akan mudah karena tinggal menguraikan atau menceritakan detail, kadang kronologis, peristiwa yang diberitakan.

Dalam pelatihan jurnalistik sesi

penulisan berita atau pelatihan humas sesi penulisan press release, saya biasa meminta peserta untuk membuat berita, minimal judul dan teras. Dari sana saya tahu, bagi pemula atau kebanyakan orang, membuat teras berita memang susah.

Apa itu teras berita dan bagaimana cara menulisnya?

(12)

Pengertian Teras Berita

Teras (lead) adalah alinea pertama dalam sebuah naskah berita. Wartawan biasanya menyampaikan

inti berita atau fakta terpenting di bagian ini kalimat ini.

Dengan demikian, news lead atau teras berita adalah paragraf pembuka atau alinea pertama berita. Teras berita memberikan informasi terpenting dari berita secara ringkas dan jelas.

Bagian naskah berita setelah judul ini harus menarik dan menjaga minat pembaca. Ringkasan atau kalimat yang lebih pendek dari lead biasanya menjadi judul berita.

Jadi, teras berita bisa merupakan kalimat lebih panjang dari judul berita.

Contoh:

Judul: Presiden Kunjungi Cianjur

Lead: Presiden mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin, 5 Desember 2022, dengan menggunakan rangkaian kendaraan darat.

Goenawan Muhamad dalam buku Andaikan

Say Wartawan Tempo menyebutkan, teras memiliki dua tujuan:

1. Menarik pembaca untuk mengikuti cerita.

2. Membuka jalan bagi alur cerita.

(13)

Prinsip Penulisan Lead Berita

Berikut ini prinsip dasar penulisan teras berita, khususnya berita langsung (straight news).

1. Kemukakan Fakta Terpenting dan Menarik

Ini konsep penulisan teras berita dari Melvin Mincher dalam News Reporting and Writing (2008). Ia merumuskan apa yang harus dilakukan wartawan dalam membuat sebuah lead.

Seorang wartawan haruslah menanyakan kepada dirinya sendiri tentang fakta-dakta yang ditemukan di lapangan. Pertanyaan yang harus ditanyakan adalah:

Apa yang unik, atau paling penting atau tidak biasa dari sebuah kejadian?

Siapa yang terlibat – siapa yang melakukan atau siapa yang memberikan penjelasan?

Setelah berhasil menjawab dua pertanyaan diatas maka seorang wartawan harus menjawab pertanyaan untuk membentuk sebuah lead:

Lead jenis apa yang lebih tepat dipakai

Gaya bahasa seperti apa yang akan dipakai di dalam lead

Apa yang lebih membuat pembaca tertarik untuk ditempatkan di awal.

2. Ikuti Unsur 5W1H

(14)

Penulis berita yang baik selalu mengikuti unsur berita 5W1H dari strategi penulisan laporan dalam jurnalisme untuk meliput semua isu yang terkait dengan judul berita.

Sebelum menulis lead, Anda perlu mengajukan pertanyaan mendasar tentang penulisan berita:

Siapa

Apa

Kapan

Di Mana

Mengapa

Bagaimana.

(15)

Pastikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam menulis berita, terutama teras, dan tinggalkan informasi yang kurang penting. Ingat piramida terbalik!

3. Sederhana

Lead terbaik adalah yang ringkas dan jelas. Pikirkan tentang cerita Anda dan kemudian tulislah cara yang sederhana namun kuat untuk merefleksikannya.

Jangan membebani pembaca Anda dengan bahasa yang terlalu rumit atau kata-kata tambahan. Lead Anda harus jelas dan ringkas.

Ingat rumus ABC dalam menulis berita: Accuracy, Brevity, dan Clarity. Akurat, ringkas, dan jelas. Meskipun ini harus digabungkan di seluruh naskah berita Anda, rumus ini sangat penting dalam lead.

Cara Menulis Teras Berita

Cara menulis lead paling umum dilakukan wartawan adalah membuat teras dengan formula 5W1H berikut ini:

SIAPA melakukan APA, KAPAN, DI MANA, MENGAPA, dan BAGAIMANA

1. Siapa = subjek, nama orang, nama organisasi, pelaku, saksi 2. Apa = nama kegiatan, nama acara, nama

kejadian/peristiwa

3. Kapan = Unsur waktu: hari, tanggal, tahun –biasa ditulis, misalnya, Senin (26/12/2022) atau Senin, 26 Desember 2022.

(16)

4. Di mana = nama lokasi, nama tempat, lokasi kejadian, tempat acara

5. Why = latar belakang kejadian, tujuan, sebab, motif

6. How = proses, detail acara, suasana, kronologi peristiwa.

Teras yang dimulai dengan unsur WHO paling mudah dibuat sekaligus paling umum dilakukan oleh wartawan dalam penulisam berita langsung;

Contoh Teras Siapa (Who Lead):

Presiden FIFA, Gianni Infantino, memuji Piala Dunia Qatar sebagai yang terbaik sepanjang sejarah. (Kompas)

Contoh teras who lead lainnya, beruta nama lembaga:

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga enam meter.

(Antara)

(17)

Teras who lead merupakan “lead tradisional” dalam jurnalistik.

Teras dimulai dengan Siapa dan diikuti Apa. Dalam contoh di atas:

Siapa = Presiden FIFA; BMKG

Apa = memuji Piala Dunia Qatar; mengimbau masyarakat…

Dengan demikian, “teras siapa” (who lead) adalah teras berita yang dimulai dengan nama –baik nama orang maupun nama lembaga, lalu diikuti apa yang diucapkan atau dilakukannya.

Masih banyak jenis teras berita lainnya, namun untuk pemula, satu teras “who lead” di atas kiranya sudah cukup sebagai permulaan.

10 Pedoman Penulisan Teras Berita dari PWI

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberikan pedoman bagi para anggotanya dalam menulis teras berita.

Berikut ini “10 Pedoman Penulisan Teras Berita” versi PWI sebagaimana dikutip dari Bahasa Jurnalistik dan Komposisi karya H. Rosihan Anwar (1984).

(18)

1. Pokok Terpenting

Teras berita yang menempati alinea atau paragraf pertama harus mencerminkan pokok terpenting berita. Alinea atau paragraf pertama itu dapat terdiri dari lebih satu kalimat, akan tetapi sebaiknya jangan sampai melebihi tiga kalimat.

2. Ringkas

Teras berita, dengan mengingat sifat Bahasa Indonesia, jangan mengandung lebih dari antara 30-45 kata. Apabila teras berita itu singkat, misalnya terdiri dari 25 perkataan atau kurang dari itu, maka itu lebih baik.

3. Mudah dimengerti

Teras berita harus ditulis sedemikian rupa sehingga:

Cepat dimengerti, mudah diingat, dan mudah disiarkan dengan radio atau televisi.

Kalimat-kalimatnya singkat, sederhana susunannya, mengindahkan bahasa baku serta ekonomi bahasa, jauh dari kata-kata mubazir.

Melaksanakan ketentuan “satu gagasan dalam satu kalimat”.

Tidak mendomplengkan atau memuatkan sekaligus semua unsur 3A dan 3M (apa, siapa, mengapa dan bilamana, dimana, bagaimana).

Dibolehkan memuat lebih dari satu unsur dari 3A-3M (5W1H).

4. Pelengkap di badan berita

(19)

Hal-hal yang tidak begitu mendesak, namun berfungsi sebagai penambah/pelengkap keterangan, hendaknya dimuat dalam badan berita.

5. Utamakan Unsur “Apa”

Teras berita, sesuai dengan naluri manusia yang ingin segera tahu apa yang telah terjadi, sebaliknya mengutakmakan unsur

“apa”. Jadi, lebih baik teras berita dimulai dengan unsur “apa”.

Unsur “apa” itu berisi kalimat yang sesingkat mungkin yang menyimpulkan/mengintisarikan kejadian yang diberitakan.

6. Mulai dengan unsu “Siapa”

Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur “siapa”, karena hal itu selalu menarik perhatian manusia. Apalagi kalau “siapa”

itu seorang yang menjadi tokoh di bidang kegiatan dan lapangannya.

Akan tetapi, kalau unsur “siapa” itu tidak begitu menonjol, maka sebaiknya ia tidak dipakai dalam permulaan berita.

7. Unsur waktu (when) jarang digunakan di awal

Teras berita jarang mempergunakan unsur “bilamana” pada permulaan berita. Sebab unsur waktu jarang merupakan bagian yang menonjol dalam suatu kejadian.

Unsur waktu hanya dipakai sebagai permulaan teras berita jika memang unsur itu bermakna dalam berita.

8. Urutan: Tempat = Waktu

(20)

Urutan dalam teras berita sebaiknya unsur tempat dulu, kemudian disusul oleh unsur waktu.

9. Usur dalam badan berita

Unsur “bagaimana” (how) dan unsur “mengapa” (why) diuraikan dalam badan berita, jadi tidak dalam teras berita.

10. Teras Kutipan

Teras berita dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseorang (quotation lead), asalkan kutipan itu bukan suatu kalimat yang panjang.

Dalam alinea berikutnya, hendaknya segera ditulis nama orang itu dan tempat serta kesempatan ia membuat pernyataan.

Demikian cara menulis teras berita sebagai panduan bagi pemula.*

Cara Menulis Berita Straight News

Postingan berikut ini berisi panduan ringkas teknik, tips, atau cara menulis berita langsung (straight news) bagi pemula. Anda yang sudah mahir membuat berita bisa memberikan masukan di kolom komentar.

(21)

BERITA adalah laporan peristiwa atau kejadian aktual, faktual, penting, dan menarik. Dalam bahasa Inggris, berita sering disebut news, news story, dan news article.

Berita merupakan produk utama jurnalistik atau karya utama jurnalis (wartawan). Straight news adalah salah satu jenis berita, selain berita opini (opinion news), berita mendalam (depth news), berita investigatif (investigative news).

Straight news terdiri dari hard news dan soft news.

Berita yang tersaji di halaman depan surat kabar (koran) dan situs berita (media siber/media online) umumnya berupa straight news.

Pengertian Straight News

Berita langsung adalah berita yang langsung berisi fakta atau informasi terpenting. Straight news biasanya berisi unsur berita 5W+1H.

(22)

1. Who (Siapa) 2. What (Apa)

3. Where (Di mana) 4. When (Kapan) 5. Why (Kenapa) 6. How (Bagaimana).

Berita langsung, khususnya berupa hard news, ditulis seringkas mungkin dan mengedepankan info terpenting sehingga pembaca dapat berhenti membaca kapan saja, dan tetap memahami keseluruhan cerita.

Berita langsung ini sangat berbeda dengan esai, yang menganggap bahwa audiens akan bertahan (membaca) sampai akhir, dan oleh karena itu dapat membangun hingga selesai.

Tidak perlu membuat “kesimpulan” pada berita. Tidak ada

“penutup” dalam struktur naskah berita langsung. Setiap pembaca akan “mengakhiri” cerita setiap kali dia bosan.

Pembaca yang sangat tertarik akan terus membaca sampai akhir.

Struktur Straight News

Berita langsung terdiri dari judul (head line), teras (lead), dan isi atau tubuh berita (news body).

1. Judul

Judul menyampaikan pesan umum dalam sebanyak mungkin kata (biasanya spasi yang cukup kecil). Judul harus informatif,

(23)

dan bisa “cerdas”, selama kepintarannya tidak mengganggu informasi atau mendapat keluhan dari pembaca.

2. Teras

Teras atau kalimat pertama dari cerita, bisa dibilang adalah bagian terpenting dari naskah berita. Berdasarkan konten kalimat pertama tersebut, pembaca akan melihat lebih dalam cerita, atau beralih ke cerita berikutnya.

Karena itu, cara Anda menyusun prospek sangat penting. Ada beberapa aturan dasar yang bisa diikuti:

Teras Siapa, apa, kapan, di mana, bagaimana, mengapa

Teras 5W1H ini mencoba menjawab semua unsur berita dalam satu kalimat. Contoh:

Mahasiswa (Who) berunjuk rasa (What) di depan Gedung DPR (Where), Sabtu (When), untuk menuntut dihentikannya impor beras (Why) dengan pengawalan ketat polisi (How).

Jika Anda menjawab “5W1H” pada kalimat kedua atau ketiga, Anda bisa lebih kreatif dengan kalimat pertama, misalnya dengan menyajikan kutipan:

– Kutipan Langsung

Kutipan menghidupkan cerita, tetapi dapat disalahgunakan.

Jangan mengutip materi yang tidak layak dikutip. Misalnya, jika Frank berkata, “Petugas tiba di tempat kejadian sekitar jam 9 pagi,” Anda tidak akan mengutipnya.

(24)

Jika dia berkata, “Babi besar itu hanya duduk di sana dengan air mata mengalir di wajahnya dan saya pikir hati saya akan meledak,” yah, itu jauh lebih layak untuk dikutip.

– Kutipan Diparafrasekan

Di sinilah Anda bisa menggunakan apa yang dikatakan Frank dan menulis ulang: Petugas tiba di tempat kejadian sekitar jam 9 pagi, kata Frank. Tidak diperlukan kutipan, tetapi informasinya masih harus dikaitkan dengan Frank– dialah yang mengatakannya.

Piramida terbalik

Dalam berita langsung, yang terbaik adalah mendapatkan informasi terpenting dalam cerita Anda ke atas– pembaca Anda akan sering berhenti membaca setelah beberapa paragraf pertama, jadi penting bagi mereka untuk memiliki pemahaman yang baik tentang cerita tersebut.

Letakkan hal yang paling tidak penting di bagian akhir, dan tinggalkan hal yang tidak penting sama sekali.

Panjang Paragraf

(25)

Ini berbeda dengan makalah penelitian. Buat paragraf Anda pendek (satu atau dua kalimat) dan buat setiap poin Anda ringkas. Pembaca bosan dengan blok teks yang besar, jadi yang terbaik adalah memecahnya sedikit.

Objektivitas vs. Opini

Pembaca Anda tidak tertarik dengan opini Anda tentang sebuah peristiwa terbaru – jadi jangan ikut campur.

Atribusikan setiap klaim atau opini yang Anda laporkan kepada orang lain, dan jangan membuat editorial. Jika ya, Anda mengambil seluruh elemen objektivitas – dan dengan demikian, kebenaran – dari cerita Anda.

Cara Menulis Teras Berita

Pendahuluan, atau paragraf pembuka, adalah bagian terpenting dari sebuah berita. Dengan begitu banyak sumber informasi – surat kabar, majalah, TV, radio dan internet – khalayak tidak mau membaca di luar paragraf pertama (dan bahkan kalimat) dari sebuah cerita kecuali jika itu menarik minat mereka.

Teras berita yang baik melakukan itu. Ini memberi pembaca informasi paling penting dengan cara yang jelas, ringkas dan menarik. Ini juga menentukan suara dan arah berita.

Menulis teras merupakan bagian tersulit bagi wartawan, terutama jurnalis newbie. Berikut ini tipsnya.

1. Teras 5W1H

(26)

Sebelum menulis teras, putuskan aspek mana dari cerita – siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana – yang paling penting.

Anda harus menekankan aspek-aspek tersebut dalam teras Anda. Tunggu untuk menjelaskan aspek yang kurang penting hingga kalimat kedua atau ketiga.

2. Konflik

Cerita yang bagus memiliki konflik. Jadi lakukan banyak petunjuk bagus.

3. Kekhususan

Meskipun pada dasarnya Anda meringkas informasi di sebagian besar prospek, cobalah sespesifik mungkin. Jika prospek Anda terlalu luas, itu tidak akan informatif atau menarik.

4. Singkat

Pembaca ingin tahu mengapa cerita itu penting bagi mereka dan mereka tidak akan menunggu lama untuk jawabannya.

Teras berita sering kali berupa satu kalimat, terkadang dua.

Umumnya, lead terdiri dari 25 hingga 30 kata dan jarang boleh lebih dari 40. Jurnalis muda harus mempelajari cara menyampaikan informasi secara ringkas.

5. Kalimat aktif

Kata kerja yang kuat akan membuat lead Anda hidup dan menarik. Konstruksi pasif, di sisi lain, dapat terdengar

(27)

membosankan dan mengabaikan informasi penting, seperti orang atau hal yang menyebabkan tindakan tersebut.

Pelaporan yang tidak lengkap sering kali menjadi sumber petunjuk pasif.

6. Audiens dan konteks

Pertimbangkan apa yang sudah diketahui pembaca Anda.

Ingatlah bahwa dalam budaya media saat ini, sebagian besar pembaca mengetahui berita terbaru saat itu terjadi.

Jika Anda menulis untuk publikasi cetak keesokan harinya, prospek Anda harus melakukan lebih dari sekadar memuntahkan berita kemarin.

7. Fairness

Kejujuran. Teras adalah janji tersirat bagi pembaca Anda. Anda harus bisa memberikan apa yang Anda janjikan dalam teras.

Apa yang harus dihindari dalam menulis berita?

1. Bahasa berbunga-bunga

Banyak penulis pemula membuat kesalahan dengan terlalu sering menggunakan kata keterangan dan kata sifat dalam lead mereka. Sebaliknya, berkonsentrasilah untuk menggunakan kata kerja dan kata benda yang kuat.

Gunakan bahasa jurnalistik yang ringkas, lugas, to the point, sederhana, mudah dipahami.

2. Kata atau frasa yang tidak perlu

(28)

Waspadai redundansi yang tidak disengaja. Misalnya, jam 2 siang. Rabu sore, atau sangat unik. Anda tidak boleh membuang-buang tempat dalam berita, terutama di bagian utama. Hindari kekacauan dan potong langsung ke inti cerita.

Hindari penggunaan kata-kata mubazir dan kata jenuh, seperti

“sementara itu”.

Teras berita terpopuler: summary lead

Teras berita (news lead) merupakan bagian terpenting dalam penulisan berita. Ini bagian tersulit. Namun, dalam menulis berita straight news, ada terus terbanyak digunakan, yaitu teras ringkasan (summary lead).

Ini mungkin cara menulis lead paling tradisional dalam penulisan berita. Sebuah cerita tentang pemungutan suara dewan kota mungkin menggunakan pendekatan “hanya fakta”

ini.

Teras berita langsung cenderung memberikan jawaban untuk tiga atau empat terpenting dari 5W1H.

Secara historis, jenis teras ini telah digunakan untuk menyampaikan siapa, apa, kapan, dan di mana. Namun, dalam suasana media yang serba cepat saat ini, pembacaan langsung tentang siapa, apa, kapan dan di mana yang terdengar basi pada saat sebuah surat kabar hadir.

Beberapa surat kabar menyesuaikan dengan kenyataan ini dengan memposting berita terhangat secara online saat itu terjadi dan mengisi edisi cetak dengan cerita yang lebih

(29)

evaluatif dan analitis yang berfokus pada mengapa dan bagaimana. Teras harus mencerminkan ini.

Itu dia cara menulis berita straight news, jenis berita yang paling banyak kita konsumsi di media sehari-hari.

(Sumber: Jerz, Purdue).*

Cara Menulis Berita di Media Online

Bagaimana cara menulis berita di media

online alias media siber atau situs berita? Apakah sama dengan teknik penulisan berita di media cetak? Artikel kali ini akan membahasnya.

(30)

SAYA sudah membahas cara menulis di media online atau website. Dalam postingan itu, saya fokus ke cara menyajikan naskah tulisan di media online, termasuk di blog, media sosial, email, dan WhatsApp.

Kali ini bahasan online writing tips atau cara menulis di media online saya fokuskan pada cara menulis berita (news) sebagai produk utama jurnalistik atau karya utama wartawan. Media online yang dimaksud pun adalah situs berita, portal berita, atau media siber.

Secara teknis, menulis berita di media online sama dengan cara menulis berita di media cetak, seperti mengacu pada rumus 5W1H, nilai berita (news values), struktur naskah berita (judul, teras, isi), menggunakan bahasa jurnalistik, dan menaati kode etik jurnalistik.

(31)

Perbedaan utama antara menulis berita di media online dan di media cetak adalah dalam hal “display” naskah dan elemen pendukung.

Dari segi display, layout (tata letak), atau sajian teks, naskah berita di media online hendaknya bergaya penulisan online:

1. Rata kiri (align left).

2. Alinea pendek (short paragraph) –satu alinea maksimal lima baris.

3. Ada jarak antaralinea atau ruang putih (white space).

Dari segi elemen pendukung, berita di media online bisa dilengkapi tautan (link), gambar, audio, dan video alias multimedia –sebagaimana karakteristik media online. Berita di media cetak hanya bisa dilengkapi gambar, diagram, infografis, atau ilustrasi.

Mengutip tips penulisan berita online dari BBC, menulis sebuah berita di Media Online ibarat seperti kita mempromosikan sebuah produk di keramaian.

Salah sedikit pembaca bisa langsung beralih ke media lainnya yang menurut mereka jauh lebih baik dari segi kualitas informasi dan sejenisnya.

Apalagi saat ini tidak sedikit media online yang menawarkan berbagai informasi plus kemudahan aksesnya hanya untuk meningkatkan jumlah pembaca potensi.

Cara Menulis Berita di Media Online

(32)

Pembaca media online dapat menilai sebuah berita dalam hitungan detik. Mereka cenderung menjadi pembaca cepat;

melihat, memindai (scan), baru kemudian membaca berita dari judul dan lead-nya.

Karenanya, berita dengan judul dan lead yang menarik menjadi salah satu syarat mutlak untuk menarik pembaca yang cenderung pembosan.

Agar bisa bersaing dengan berita lainnya dengen topik yang sama, wartawan media online harus memastikan berita-berita yang diposting memenuhi aspek berikut ini:

1. Scannability: mudah dipindai 2. Readability: , mudah dibaca 3. Visibility: mudah dilihat

4. Findability: mudah ditemukan di mesin pencari, khususnya Google.

Aspek nomor 4 menegaskan, menulis berita di media online bukan hanya untuk manusia (pembaca), tapi juga mesin (mesin telusur) agar tampil di halaman hasil pencarian.

Keempat aspek tersebut,

khususnya findability, membuat wartawan atau editor harus mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) dalam setiap beritanya, selain didukung desain web yang ramah mesin pencari (SEO Friendly) dan ramah pengguna (user friendly).

Sejak menentukan judul berita, wartawan harus memilih kata kunci (keywords) untuk mesin pencari Google. Teknik ini telah terbukti dan banyak dimanfaatkan oleh pengelola media online.

(33)

Wartawan BBC Rob Liddle mengatakan, jika dalam sebuah persaingan media maka pembaca harus segera direbut perhatiannya agar tertarik masuk dan membaca berita yang kita sajikan.

Bagaimana cara membuat penulisan berita online yang baik dan benar agar diminati oleh pembaca? Berikut ini tips dari Liddle.

1. Rebut perhatian

Pembaca media online dikenal sangat “tidak setia”. Mereka akan memindai halaman web untuk mengetahui perkembangan berita. Jika tidak menemukan sesuatu yang menarik, mereka dengan cepat akan pindah ke situs lain.

Jadi, ada baiknya Anda langsung merebut perhatian mereka, secepat mungkin.

Saat Anda menyusun berita, bayangkan Anda sedang menulis untuk orang-orang di tempat yang sangat padat dan ramai.

Kalimat-kalimat seperti apa yang cocok untuk mereka? Oleh karena itu paragraf pertama menjadi sangat vital untuk membuat mereka tidak pindah ke situs berita lain.

2. Judul yang bagus dan menarik

Pembaca akan memindai halaman depan dan judul yang bagus idealnya mencerminkan isi berita. Ini penting agar mereka tidak akan kecewa ketika mengklik dan membaca berita.

(34)

Bila isi berita tidak sesuai judul atau tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka bisa langsung menutup halaman berita Anda.

3. Usahakan tidak terlalu panjang

Berita sebisa mungkin pendek karena sulit membaca yang panjang di layar telepon genggam. Ini berbeda dengan media cetak.

Dalam banyak kasus, Anda tak perlu menambahkan banyak latar belakang di berita yang Anda tulis karena latar belakang ada di berita-berita lain dan Anda akan selalu bisa menautkan berita-berita ini bila Anda merasa pembaca menginginkan informasi lebih lanjut.

Jika berita Anda mengandung banyak unsur atau elemen, Anda bisa membaginya menjadi beberapa bagian berita.

4. Lebih hidup dan lebih berwarna

Media elektronik, seperti televisi dan radio, dengan mudah membuat berita menjadi lebih hidup karena wartawan media elektronik menggunakan video dan audio.

Kalau Anda lebih sering memakai format teks, coba menambahkan kutipan dan detil lain untuk membuat berita menjadi lebih hidup dan berwarna.

(35)

5. Menulis ulang berita

Isi berita yang Anda tulis harus jelas. Bila Anda punya waktu, pertimbangkan untuk menulis ulang karena dengan menulis ulang Anda mungkin mendapatkan hasil yang lebih baik.

Pastikan pula tidak ada kesalahan tata bahasa atau ejaan sebelum diterbitkan. Pembaca tidak akan suka menemukan kesalahan dan mereka mungkin akan mengirim email ke Anda dan menunjukkan kesalahan-kesalahan yang mendasar tersebut.

Selain itu, pembaca akan menilai berita yang kita sajikan dianggap kurang kredibel hanya karena satu kesalahan ketik.

6. Penampilan berita

Anda mungkin sudah membayangkan susunan atau alur berita yang Anda tulis. Berita yang Anda tulis mungkin sangat menarik, tapi di layar komputer atau telepon genggam, berita Anda akan tampak sebagai susunan beberapa paragraf saja. Ini tentu membosankan. Maka dari itu gunakan foto yang kuat, grafis berupa data, dan kutipan.

7. Memanfaatkan multimedia

Apakah menulis ratusan kata adalah cara terbaik untuk menyampaikan berita di internet?

Mungkin galeri foto, video, atau audio jauh lebih baik dibandingkan teks. Mungkin berita tentang satu kisah nyata atau refleksi lebih menyentuh misalnya bila digabung dengan audio.

(36)

Itulah keunggulan media online –kemampuan menggabungkan teks dengan audio atau video.

8. Menganalisis dan membandingkan berita

Cermati bagaimana media dan situs-situs berita lain memperlakukan berita. Coba analisis mengapa berita yang sama lebih bagus di satu situs dan biasa-biasa saja di situs lain.

Coba perhatikan dan apa yang menyebabkan berita tersebut lebih bagus. Cari tahu apa yang dicari pembaca di situs berita.

Statistik akan membantu Anda mengetahui berita apa saja yang populer dan apa yang tidak. Anda bisa banyak belajar dari sini.

Tips Menulis Berita untuk Website

Berikut ini cara menulis berita di media online versi Thought.

Disebutkan, masa depan jurnalisme jelas terlihat di internet, jadi penting bagi setiap calon jurnalis untuk mempelajari dasar- dasar menulis untuk web.

Penulisan baru dan web memiliki banyak kesamaan, jadi jika Anda telah menyelesaikan berita, belajar menulis untuk web tidaklah sulit.

Berikut beberapa tips untuk membantu Anda mempelajari cara mulai menulis untuk berita online.

1. Singkat

Orang biasanya membaca lebih lambat dari layar komputer atau ponsel daripada di atas kertas. Jadi, jika cerita surat kabar

(37)

harus pendek, cerita online harus lebih pendek. Aturan umum:

Konten web harus memiliki sekitar setengah kata sebanyak cetakannya.

Jadi, buat kalimat Anda pendek dan batasi diri Anda pada satu ide utama per paragraf. Paragraf pendek terlihat kurang mengesankan di halaman web.

2. Multiple Pages

Jika Anda memang memiliki artikel yang panjang, jangan mencoba menjejalkannya ke satu laman web. Bagi tulisan itu menjadi beberapa halaman (multiple pages), menggunakan link

“lanjutan di halaman berikutnya” yang terlihat jelas di bagian bawah.

Praktik membagi berita menjadi beberapa halaman ini menjadi tren di kalangan media online, meski tidak disukai pembaca karena harus klik beberapa kali.

3. Fokus pada SEO

Menulis untuk web harus mempertimbangkan pengoptimalan mesin telusur (SEO). Anda bekerja keras untuk menulis artikel yang bagus, dan Anda ingin orang-orang melihatnya secara online — ini berarti mengikuti praktik terbaik SEO.

Teliti dan terapkan konten Google dan pedoman teknis untuk penyertaan di halaman Google Berita guna memastikan bahwa artikel situs Anda muncul bersama publikasi terkemuka lainnya.

Gabungkan kata kunci yang relevan dan tautkan ke artikel lain di situs Anda juga.

(38)

Baca Juga: SEO dari Google untuk Situs Berita 4. Tulis di Active Voice

Ingat model subjek-predikat-objek (SPO) dari penulisan berita?

Gunakan juga untuk menulis web. Kalimat dengan struktur

“subject- verbs-object” yang ditulis dengan suara aktif cenderung pendek, langsung ke sasaran, dan jelas.

5. Gunakan Piramida Terbalik

Rangkum poin utama artikel Anda tepat di awal, seperti yang Anda lakukan dalam lede berita. Letakkan informasi terpenting di paruh atas artikel Anda, detail yang kurang penting di paruh bawah.

6. Kata Kunci

Gunakan teks cetak tebal untuk menyoroti kata dan frasa yang sangat penting. Tapi gunakan ini dengan hemat; jika Anda menyorot terlalu banyak teks, tidak akan ada yang menonjol.

7. Gunakan Daftar Berpoin dan Bernomor

(39)

Ini adalah cara lain untuk menyoroti informasi penting dan memecah potongan teks yang mungkin terlalu panjang. Daftar berpoin dan bernomor dapat membantu Anda mengatur detail dalam cerita dengan cara yang mudah dicerna oleh pembaca.

8. Gunakan Subjudul

Ini adalah kunci format jurnalisme online standar. Subjudul adalah cara lain untuk menyorot poin dan memecah teks menjadi bagian yang mudah digunakan. Pastikan subjudul Anda jelas dan informatif sehingga pembaca dapat menavigasi cerita atau membaca sepintas halaman.

9. Gunakan Hyperlink dengan Bijak

Gunakan hyperlink untuk memberikan informasi kontekstual ekstra kepada pembaca ke cerita Anda. Ingatlah bahwa yang terbaik adalah melakukan hyperlink secara internal (ke halaman lain dalam situs Anda sendiri), dan jika Anda dapat meringkas informasi secara ringkas tanpa menautkan ke tempat lain, lakukanlah.

Demikian cara menulis berita di media online. Wartawan senior yang lama dengan gaya media cetak harus segera beradaptasi dengan gaya penulisan berita online. Wasalam.*

SEO Dasar untuk Wartawan Media Online, Cara Posting Berita yang Benar

(40)

SEO Dasar untuk Wartawan Media Online ini khususnya tentang Cara Posting Berita atau Publikasi Tulisan yang Baik dan Benar di Website. SEO Dasar untuk Jurnalis Media Daring.

Wartawan masa kini, yakni wartawan media online, tidak sekadar piawai menulis berita, tapi juga menerapkan SEO dalam penulisan beritanya. Berikut ini SEO for Journalist berupa SEO dasar untuk wartawan media online.

Situs berita seperti Tribunnews, Kompas, CNN Indonesia, Liputan6, dan Suara sering tampil di halaman satu Google karena SEO, selain faktor Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA).

Wartawan “jadul” media cetak dan penyiaran (radio/televisi) umumnya belum terbiasa dengan empat faktor SEO berikut ini:

1. Keywords 2. Links

3. Images

4. Post Format

(41)

Itu baru empat dari 200 Faktor SEO Penentu Peringkat Web di Google. Banyak pisan ya? Makanya, saya bahas empat saja dulu. Keempatnya berdasarkan pengamatan saya terhadap postingan berita di sejumlah media online yang “kebetulan”

saya “asuh”.

Wartawan media online harus menyadari, mereka menulis untuk dua audiens, yaitu robot (mesin telusur) dan human (manusia/pengguna/pembaca).

Wartawan dari pemimpin redaksi hingga editor dan reporter juga harus familiar dengan sejumlah istilah jurnalistik online dan media daring, seperti konten (content), tautan (link), pengguna (user) –yaitu pembaca atau pengunjung, mesin pencari (search engine), pengalaman pengguna (user experience), dan tentu saja SEO.

Istilah-istilah tersebut belum ada di era media konvensional – cetak dan elektronik (penyiaran). Karenanya, wartawan “jadul”

harus mulai terbiasa dengan istilah dan teknik baru di dunia jurnalisme atau era media siber/media online.

(42)

Apa itu SEO?

SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization atau pengoptimalan mesin telusur/mesin pencari. Website, blog, atau media online –termasuk situs berita– umumnya dikunjungi pengguna internet (pembaca) melalui mesin pencari seperti Google, Bing, dan Yahoo.

Mesin pencari melakukan perambahan (crawling), pengindeksan (indexing), dan pemeringkatan (ranking) di halaman hasil pencarian atau SERP (Search Engine Result Page).

(43)

Cara Kerja Mesin Pencari Google (Upwork)

SEO berfungsi agar web mudah dan cepat terindeks dan mendapatkan peringkat tinggi, minimal ada di halaman pertama Google. Pengguna umumnya hanya membuka link berita atau artikel yang ada di halaman satu, terutama posisi lima besar.

SEO ada dua jenis, yaitu SEO On-Page dan SEO Off-Page. Ini pula yang menjadi SEO dasar yang harus dipahami oleh wartawan. Teknisnya bisa dilakukan SEO Specialist atau orang yang khusus menangani SEO web.

1. SEO On-Page

SEO On-Page adalah SEO yang dilakukan di dalam website, meliputi desain dan posting (konten).

Desain web harus ringan sehingga cepat tampil (fast loading), ramah pengguna (user friendly), dan ramah seluler (mobile- friendly).

(44)

Konten web (postingan, berita, artikel, tulisan, gambar) harus unik, orisinal, berguna atau bermanfaat bagi pengguna/pembaca, lengkap, selain aktual (update).

Berikut ini contoh optimasi on-page:

Judul Berita: Judul harus jelas, ringkas, dan mendorong audiens untuk mengklik. Judul Anda harus berisi kata kunci yang relevan. Memasukkan kata kunci yang sedang tren di awal judul Anda.

URL: Hindari menggunakan URL yang panjang; tetap singkat dan mudah. Hindari penggunaan kata penghubung seperti ‘dan’, ‘atau’ dll.

Meta Title & Deskripsi: Meta title harus kurang dari 60 karakter, dan deskripsi meta tidak boleh melebihi 156 karakter. Judul dan deskripsi meta harus dapat menjelaskan tentang halaman web Anda dan harus berisi kata kunci fokus yang relevan, kata kunci LSI, dan kata kunci sekunder.

Gambar dan Teks Alt: Saat Anda menambahkan gambar ke situs web berita Anda, jangan lupa memberi kredit pada fotografer Anda dan menambahkan tag alt untuk gambar tersebut. Teks alt digunakan untuk mendeskripsikan gambar, dan sangat penting untuk pengoptimalan gambar di berbagai situs web.

Penandaan (Tagging) dan Kategori: Untuk situs web berita Anda, Anda harus menambahkan konten Anda ke dalam kategori dan tag yang tepat untuk memisahkannya dengan benar. Ini juga akan membantu Google mendeteksi berita yang tepat dari kategori yang sesuai.

(45)

2. SEO Off-Page

SEO Off-Page adalah pengoptimalan yang dilakukan di luar halaman web, seperti backlinking, share ke media sosial, forum, promosi di situs lain, dll.

Berikut ini gambaran SEO On-Page dan Off-Page:

SEO On-Page Off-Page (Image Source)

SEO Dasar untuk Wartawan

Teknis menulis berita di media online pada dasarnya sama dengan penulisan berita di media cetak, baik dari segi unsur, nilai, maupun komposisi.

(46)

Namun, untuk situs berita atau berita online (online news) ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Setidaknya ada empat faktor SEO: Keywords Phrase, Link Building, SEO Image, Post Format.

Teknik SEO ini bisa dilakukan oleh wartawan yang publikasi sendiri beritanya, bisa juga oleh editor (redaktur) atau staf khusus yang menangani SEO.

1. Kata Kunci (Keywords)

Kata kunci (keywords) merupakan hal baru dalam jurnalistik saat jurnalisme memasuki era jurnalistik online. Kata kunci atau frasa kata kunci (keywords phrase) memainkan peran penting dalam meningkatkan SEO tulisan atau berita.

Praktisnya, kata kunci adalah kata atau kata-kata yang menggambarkan tema tulisan atau berita. Kata kunci ini sebaiknya ada dalam judul, alinea pertama (lead/teras), di tengah tulisan, dan di bagian akhir –sebelum atau di alinea penutup.

Contoh: berita tentan RUU HIP. Kata kuncinya adalah RUU HIP.

Maka, dalam judul dituliskan “Massa Demonstran Menentang RUU HIP”. Kata kunci “RUU HIP” juga sebaiknya ada dalam nama file foto dan deskripsinya.

2. Links

Links adalah tautan yang menghubungkan sebuh kata, frasa, atau kalimat (biasanya kalimat pendek) ke tulisan lain.

(47)

Dalam online writing dan SEO dikenal dua jenis link, yaitu tautan kedalam (internal link) dan tautan keluar (external link).

Link menjadi salah satu ciri khas sekaligus kelebihan tulisan atau berita di media online.

Berita yang dibuat wartawan yang belum memahami SEO akan

“bebas link”. Bersih dari tautan layaknya berita yang ditulis di surat kabar atau majalah.

Jadi, berita yang dibuat sebaiknya mengandung minimal satu link ke berita sejenis dan satu tautan ke website lain, terutama yang menjadi sumber.

Untuk praktisnya, sekaligus contoh, perhatikan tulisan-tulisan di Wikipedia yang banyak mengandung banyak link. Namun, berita online Anda tak usah menggunakan link “seramai” ini.

Situs berita yang dibuat di WordPress bisa menggunakan plugin WPA SEO Auto Linker untuk menampilkan link internal otomatis dan plugin Inline Related Posts untuk memunculkan related post di dalam postingan.

(48)

3. SEO Image

SEO image adalah SEO dasar untuk wartawan yang sering diabaikan atau terlupakan. Soal gambar atau foto harus mendapat perhatian khusus. Masih ada –mungkin banyak–

wartawan yang “asal” dalam memasukkan gambar/foto kedalam beritanya. Hal itu karena belum “ngeh” (sadar/tahu) pentingnya SEO gambar.

Foto yang menjadi pendukung berita atau sekadar ilustrasi, harus diedit lebih dahulu, agar postingan lebih ramah mesin telusur.

Sebelum diupload kedalam berita, foto hendaknya dioptimalkan dulu, mulai dari nama file, ukuran file, ukuran gambar (standar 640×350 pixel), hingga deskripsi (alt text &

title text).

Secara detail saya sudah bahas soal ini di postingan Tips Pengoptimalan Gambar untuk SEO. Mangga diaos! Baca juga panduan Optimising Images for Google News.

4. Post Format

Masih banyak situs berita yang belum menyesuaikan dengan format penulisan online (online writing), khususnya dari segi perataan teks dan panjang alinea.

Standar penulisan di website adalah rata kiri (align-left) dan menggunkan paragraf atau alinea pendek (maksimal lima baris per alinea).

(49)

Saya sudah lama posting soal post format ini dalam Cara Menulis di Media Online. Mangga disimak!

5. Video

Melengkapi berita atau postingan dengan video sangat bagus buat SEO. Konten video sebenarnya tidak memengaruhi kinerja SEO Anda secara langsung. Namun, menyematkan video YouTube atau ke situs web memberi lebih banyak potensi untuk meningkatkan peringkat web di halaman hasil pencarian (SERP).

Google menyukai video karena berpotensi memberi Anda banyak lalu lintas organik. Semua video di YouTube, misalnya, diindeks oleh mesin pencari. Ini berarti bahwa semua video Anda berpotensi muncul sebagai cuplikan di halaman hasil mesin pencari.

Mari belajar beberapa hal yang membuat tulisan rumit dan susah dipahami. Dengan tips ini semoga sahabat Artikula lebih produktif dan tulisan bisa diterima dan diterbitkan di Artikula.id seperti yang disadur dari web dan buku terbitan Tempo

“Jurnalistik Dasar – Resep dari Dapur Tempo”.

Berikut 8 tips jitu tersebut:

Pertama, Pengulangan Kata

(50)

Kata-kata yang berulang kali muncul dalam satu paragraf membuat pembaca jadi bosan dan tulisan jadi kurang bertenaga. Solusinya, rajin-rajin buka kamus, cari sinonim atau padanan kata. Penulis dianjurkan juga menggali kekayaan bahasa lokal untuk mewarnai tulisan. Misalnya, rasuah itu diambil dari kosa kata Bahasa Melayu untuk menggantikan korupsi

Kedua, Pengulangan Ide

Soal yang ini lebih parah dari pengulangan kata. Di paragraf awal sudah menyebutkan ide A, eh nanti di paragraf tengah ditulis lagi ide A, terus diulang lagi di paragraf akhir. Hal ini bisa bikin pembaca jadi jengkel dan berkesimpulan bahwa si penulis malas mengelaborasi gagasan yang ditulis.

Solusinya, gunakan outline atau kerangka tulisan yang sesuai dengan angle (sudut pandang) tulisan. Buatlah pointers gagasan apa yang akan ditulis, paragraf demi paragraf. Ingat bahwa satu paragraf satu pokok pikiran. Gagasan utama (main idea) disampaikan dalam kalimat pertama, kemudian diikuti dengan gagasan pendukung (supporting idea) dalam kalimat- kalimat berikutnya.

Penulis pemula sering kali terjebak ingin mengungkapkan semuanya dalam satu paragraf. Akibatnya, paragraf jadi sesak kebanyakan ide, dan argumentasi atau pokok pikiran dalam paragraf tersebut jadi kurang tuntas. Belum selesai

(51)

menguraikan satu hal, sudah disusul pokok pikiran lain sehingga membuat paragraf jadi padat tapi tidak jelas. Bikinlah kerangka tulisan, lalu cobalah berdisiplin menulis dengan outline tersebut, urutannya bisa disunting dan diperbaiki kemudian.

Satu paragraf, satu pokok pikiran.

Ketiga, Tulisan Tidak Fokus

Tulisan yang tidak fokus terjadi karena penulis tidak atau kurang tajam menetapkan audut pandang yang dipilih. Sebagai penulis, kita harus menyadari bahwa sebuah tulisan tidak mungkin mencakup seluruh sudut pandang sebuah topik. Kita harus rela memilih salah satu angle yang hendak ditulis. Tanpa angle yang tajam, tulisan menjadi tidak fokus.

Topik penetapan kendaraan dengan plat nomor ganjil-genap di Jakarta, misalnya, memiliki berbagai angle yang bisa ditulis.

Misalnya:

•Bagaimana dampak kebijakan ganjil-genap yang diperluas bagi kemacetan Jakarta?

•Bagaimana warga Jakarta menyiasati kebijakan ganjil-genap yang diperluas selama Asian Games?

•Apa saja moda transportasi umum yang mengalami kenaikan penumpang seiring diterapkannya perluasan ganjil-genap di Jakarta?

(52)

Merumuskan angle ini bisa dibilang tips menulis yang paling penting. Berdasarkan pengalaman kami di Tempo, rumusan angle yang tajam menjamin 60 persen keberhasilan tulisan.

Dengan adanya angle, maka penggalian bahan tulisan pun akan menjadi lebih terarah, tidak seperti menebar jaring di lautan.

Kerangka atau outline tulisan juga lebih terarah mengikuti elaborasi pertanyaan yang dipandu rumusan pertanyaan dalam angle. Hasilnya, tulisan menjadi lebih tajam dan fokus.

Keempat, Kalimat Tidak Efektif

Banyak kata-kata penghubung yang mubazir di dalam kalimat, seperti yang, untuk, oleh, dari, namun demikian, dalam rangka, sehingga, dari pada, oleh karena itu –yang sebenarnya tidak punya makna. Solusinya, coba cek kata-kata penghubung itu.

Jika dicoret dan artinya tidak berubah, maka kata penghubung itu adalah kata mubazir. Gunakan kata dan kalimat yang ringkas dan ekonomis. Hilangkan kata-kata yang tak perlu. Bandingkan dua kalimat berikut, mana yang lebih efektif?

Kalimat 1: Salah satu cara yang terbukti efektif untuk meningkatkan kualitas tulisan adalah dengan cara memangkas kata-kata yang sering dianggap sebagai kata-kata yang tidak perlu –>> ada 25 kata.

Kalimat 2: Salah satu cara efektif meningkatkan kualitas tulisan adalah dengan memangkas kata-kata yang tidak perlu —>> ada 15 kata.

(53)

Kelima, Terlalu Banyak Singkatan

Tak jarang kita membaca tulisan yang sarat singkatan dan akronim (pemendekan kata), terutama jika menyangkut penyebutan instansi militer atau lembaga pemerintah. Terlalu banyak singkatan membuat tulisan akan dipenuhi huruf kapital yang kurang enak dipandang. Bayangkan seandainya di sebuah tulisan ada 30 kali penyebutan KPK, maka secara visual tulisan tersebut akan 30 kali dipenuhi huruf KPK.

Pada penyebutan pertama, kita perlu secara lengkap menuliskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada penyebutan berikutnya kita bisa menulis KPK dengan cara yang lebih variatif, misalnya Komisi AntiRasuah, Komisi yang bermarkas di Rasuna Said, atau Komisi yang kini dipimpin Agus Rahardjo.

Keenam, Bertaburan Istilah Teknis

Sering kali penulis mengandaikan pembaca paham semua hal yang dia tulis. Akibatnya, banyak istilah teknis bertaburan dalam tulisannya, istilah yang hanya dipahami kalangan profesional atau ilmuwan. Berempatilah pada pembaca dari kalangan awam. Menulis dengan menggunakan padanan yg lebih mudah dimengerti, carilah analogi atau perumpamaan, akan memudahkan pembaca memahami isi tulisan Anda.

Ketujuh, Terlalu Banyak Angka

(54)

Angka yang berderet tak membuat pembaca lebih paham. Tak jarang deretan angka justru membuat bigung, padahal seharusnya data yang diungkapkan bisa memperjelas persoalan yang ditulis. Tips menulis yang disarankan, buatlah infografik sehingga teks tidak terlalu sesak dengan angka. Infografik juga bisa membantu tulisan tampil lebih asyik dan enak dipandang.

Kedelapan, Ejaan, Ejaan, Ejaan

Ini mungkin tips menulis yang paling membosankan. Namun, percayalah bahwa ejaan yang benar akan membuat tulisan Anda lebih mudah dipahami. Tanda baca, penempatan huruf besar, kelengkapan unsur kalimat (subyek, predikat, dan obyek) bukan hal yang remeh. Sering kali terjadi kesalahpahaman karena tanda koma yang salah letak. Kesalahan tanda koma ini banyak terjadi pada kalimat yang panjang yang punnya beberapa anak kalimat.

Perhatikan perbedaan dua kalimat berikut ini: 1) Menurut kabar, burung Andi mengalami kecelakaan parah, 2) Menurut kabar burung, Andi mengalami kecelakaan parah. Keduanya punya makna yang berbeda, bukan?

Kesalahan ejaan yang juga sering terjadi adalah penempatan

“di” yang tak sesuai. Contohnya, dilanggar dan di langgar memiliki arti yang benar-benar berbeda. Dilanggar bermakna ditabrak atau diterobos (untuk aturan), sedangkan di langgar artinya (berada) di langgar.

(55)

Guru kami, wartawan senior Amarzan Loebis, sering berkata bahwa ejaan adalah kuda-kuda dalam tulisan. Seorang pesilat yang baik, yang jagoan, pasti memperhatikan posisi kuda- kudanya jika hendak bertarung melancarkan jurus-jurus maut.

Sama halnya dengan penulis, ejaan harus jadi perhatian karena itulah kuda-kuda dalam tulisan. “Jika ejaannya benar, kuda- kuda tulisan kokoh, dan tulisan menjadi bagus,” kata Amarzan.

(Tips-tips di atas ditulis oleh:Mardiyah Chamim, Wartawan Tempo sejak 1998, Direktur Tempo Institute)

(56)
(57)

4 Teknik Storytelling untuk Menulis Artikel yang Menyentuh Ada teknik bercerita yang mirip dengan cerpen dan novel

ilustrasi menulis cerita (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Storytelling kian penting belakangan ini. Apalagi setelah hadirnya media sosial yang memudahkan manusia untuk berbagi cerita.

Manusia sendiri pada dasarnya memang makhluk bercerita (homo fabulans). Bahkan, tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tidak heran jika storytelling makin menarik untuk dipelajari.

Nah, biar kemampuan storytelling-mu makin terasah, kamu bisa mempelajari teknik-tekniknya. Ada empat teknik storytelling yang bisa kamu pakai dalam menulis berbagai jenis karya, terutama artikel yang ingin menyentuh khalayak.

1. Bercerita ala cerpen dan novel dengan teknik the mountain

(58)

ilustrasi menulis cerita (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kamu pasti pernah belajar menulis cerita pendek (cerpen) saat SD. Teknik the mountain ini kebetulan biasa digunakan untuk menulis cerpen, bahkan novel sampai naskah film.

Teknik ini umumnya berawal dari pengenalan tokoh.

Pengenalan itu berlanjut kepada konflik, klimaks, dan solusi.

Grafik cerita dari pengenalan sampai solusi tampak seperti gunung sehingga teknik ini disebut the mountain.

2. Menceritakan suatu perjuangan melalui monomyth

(59)

ilustrasi bercerita (pexels.com/Lina Kivaka)

Teknik satu ini mirip dengan the mountain. Namun, monomyth menekankan kepada heroes journey (cerita kepahlawanan).

Cerita kepahlawanan di sini berarti cerita yang mengulas suatu perjuangan yang berbuah hasil positif. Cerita ini bak cerita inspiratif yang dapat mendorong pembacanya untuk berjuang mencapai tujuan mereka.

Baca Juga: Belajar Storytelling dari Menjadi Manusia: Buat Konten yang Menggugah!

3. Belajar dari kesalahan dengan teknik false start Lanjutkan membaca artikel di bawah

(60)

ilustrasi menulis cerita (pexels.com/pixabay)

Manusia pasti melakukan kesalahan. Ada yang belajar dari kesalahan, ada pula yang tidak. Kamu bisa jadi mengalami keduanya.

Nah, teknik false start kebetulan punya kaitan dengan kesalahan. Teknik ini bermula dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan, lalu diikuti dengan upaya penyelesaian masalah.

4. Berbagi solusi lewat sparklines

(61)

ilustrasi buku cerita (pexels.com/cottonbro)

Teknik sparklines berguna untuk menunjukkan suatu perbedaan kondisi. Teknik ini menekankan kepada apa yang terjadi saat ini dengan bagaimana seharusnya hal itu terjadi.

Ini bisa diikuti pula dengan langkah-langkah yang harus dilakukan. Tujuannya untuk memecah masalah dari apa yang terjadi saat ini agar sesuai dengan bagaimana seharusnya itu terjadi.

5. Empat teknik storytelling bisa diaplikasikan ke dalam berbagai medium

(62)

ilustrasi menulis cerita (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Menulis sebuah cerita merupakan kegiatan yang susah-susah gampang. Sebab, kamu perlu memikirkan cara terbaik agar ceritamu sampai kepada khalayak.

Jika kamu mempelajari teknik storytelling, maka kamu bisa menyampaikan cerita dengan sentuhan berbeda. Apalagi mengingat platform bercerita kini makin beragam.

Empat teknik di atas sebenarnya bisa diaplikasikan ke dalam berbagai medium, dalam bentuk artikel sampai unggahan media sosial yang berupa-rupa. Kalau kamu bingung mau mulai dari mana, kamu bisa menerapkannya dengan menulis artikel di IDN Times Community. Yuk, kita mulai dari sini!

(63)

Artikel ini telah tayang di Idntimes.com dengan judul "4 Teknik Storytelling untuk Menulis Artikel yang Menyentuh".

6 Teknik Bikin Judul Artikel yang Click-Worthy, Say Bye to Clickbait!

Coba enam teknik ini agar pembaca tertarik dengan tulisanmu

ilustrasi seorang penulis artikel (pexels.com/Vlada Karpovich) Verified Writer

Dilansir dari Cartoonbase, Brian Clark selaku founder dan CEO dari Copyblogger menyatakan bahwa dari seluruh pengunjung situs hanya 20% yang memilih untuk mengklik judul. Angka yang kecil tersebut bisa dioptimalisasi dengan pembuatan judul artikel yang click-worthy. Berbeda dengan clickbait, judul yang click-worthy lebih mengutamakan

(64)

kesesuaian isi dan judul tanpa unsur berlebihan serta tanpa membohongi pembaca.

Maka dari itu, kini saatnya mengucapkan selamat tinggal pada judul yang clickbait. Para penulis artikel yang bijak harus menggunakan judul artikel yang click-worthy. Terdapat dua prinsip paling penting dari judul yang click-worthy, yakni curiosity (meningkatkan rasa penasaran) dan practically (mendorong tindakan nyata/praktik) menurut Cartoonbase.

Kedua prinsip ini dapat dijabarkan lebih sederhana dan rinci dengan enam teknik di bawah ini. Simak sampai habis agar kamu lebih paham untuk bikin judul artikel yang click-worthy ya!

1. Teknik pertanyaan dan solusi

(65)

ilustrasi perempuan yang sedang fokus (pexels.com/Vlada Karpovich)

Teknik pertanyaan dan solusi seringkali dipakai oleh para penulis artikel. Selain itu teknik ini juga dinilai dekat dengan konsep Search Engine Optimization (SEO). Pasti kamu pernah bingung menentukan kata kunci saat ingin mencari jawaban di internet, bukan? Nah, biasanya orang-orang yang bingung akan langsung mengetik pertanyaan mereka.

Fenomena tersebut bisa kamu manfaatkan untuk membuat judul berupa pertanyaan dan solusinya. Dengan menyelipkan pertanyaan pada awal kalimat maka akan langsung membuat pembaca merasa terwakili keresahannya.

Selain itu kamu juga bisa membuat pembaca penasaran dan ingin segera mengunjungi artikelmu untuk menemukan jawaban. Contoh judul dengan teknik ini: “Hampir Putus Asa?

Tonton 5 Rekomendasi Film Pembangkit Semangat Ini!”

2. Teknik sapaan kepada pembaca

(66)

ilustrasi perempuan yang sedang belajar daring (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Teknik sapaan ini bisa membentuk target pembaca yang lebih spesifik. Spesifikasi ini dapat memudahkan pembaca untuk mencari artikel yang paling sesuai dengan mereka.

Selain itu, teknik kedua ini bisa membuatmu lebih dekat dengan target pembacamu.

Sapaan dapat membuat seseorang merasa dihargai, tersanjung, dan dispesialkan. Semua orang pasti suka dan senang jika dispesialkan, bukan? Maka dari itu, kamu bisa coba teknik ini agar artikelmu juga bisa spesial di hati para pembaca yang spesifik ini. Contoh judul dengan teknik ini:

“Pejuang SNBT, Simak 5 Rekomendasi Buku yang Bisa Kamu Pelajari!”

(67)

3. Teknik larangan dan alasan

ilustrasi

seorang yang sedang menulis artikel (pexels.com/Vlada Karpovich)

Kebanyakan orang akan merasa penasaran jika dilarang melakukan sesuatu tanpa diberi alasan yang jelas, bukan?

Manfaatkan situasi ini untuk membuat artikel dengan teknik larangan dan alasan. Orang-orang yang membaca judul dengan teknik ini pasti akan bertanya-tanya. Seperti halnya:

“loh kenapa enggak boleh?”, “lah salahnya di mana?”, “kok begitu sih?”

Jawab pertanyaan mereka itu dengan alasan yang rinci di artikelmu. Namun, pastikan juga bahwa larangan yang kamu buat di judul artikel harus sesuai dengan isi artikelmu ya.

Jangan sampai bertolak belakang dan berujung membohongi pembaca! Contoh dari judul artikel dengan teknik ini: “Stop Lakukan 5 Kebiasaan Ini Kalau Kamu Mau Lebih Produktif!”.

(68)

Selain kata “stop”, kamu juga bisa menggunakan kata negasi lain seperti “jangan”, “hindari”, “kurangi”, dan lain-lain.

4. Teknik harapan dan caranya

ilustrasi seseorang yang sedang mengetik (pexels.com/Anna Shvezt) Siapa orang di dunia ini yang tidak suka diberi harapan indah? Pasti hampir semua orang selalu senang dengan harapan yang manis dan indah, bukan? Harapan ini dapat meningkatkan optimisme seseorang dalam mencapai sesuatu. Sisi emosional ini bisa kamu manfaatkan untuk membuat judul artikel yang menarik.

Kamu bisa menggunakan teknik harapan dan caranya. Jadi, tidak hanya harapan palsu yang bisa mengecewakan pembaca. Namun, harapan beserta cara realistis untuk bisa membuat harapan itu jadi kenyataan. Contoh dari judul artikel dengan teknik ini: “Mau Produk Laris? Coba Dulu 5 Cara Promosi Digital Ini!”

(69)

5. Teknik spoiler salah satu poin

ilustrasi seseorang yang sedang membuat copywriting (pexels.com/Liza Summer)

Beberapa orang terkadang suka dengan spoiler tipis di awal.

Manfaatkan hal tersebut untuk menyelipkan spoiler tipis tentang isi artikel di bagian judulmu. Kalau bisa cari poin yang paling menarik dari artikelmu. Hal ini bisa membuat orang merasa ingin membaca lebih lengkapnya. Contoh artikel dengan teknik ini: “Simak 5 Cara Tampil Stand Out di Hari Pertama Kerja, Harus Well Dressed!”

Pada judul artikel di atas terlihat lima poin tentang cara tampil stand out di hari pertama kerja. Lalu, terdapat juga poin paling menarik di akhir, yakni well dressed. Penegasan atau spoiler poin pada judul di atas berfungsi untuk

Referensi

Dokumen terkait

Tinjauan teori mengenai pemanfaatan media alam sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis sebuah karangan deskriptif mengindikasikan

Dari sekian faktor yang secara teori diasumsikan menjadi penyebab rendahnya kemampuan menulis karangan belajar bahasa Indonesia, faktor yang dominan menyebabkan

Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat aplikasi mobile cara belajar menulis angka untuk anak balita yang akan diterapkan pada smartphone android.. Hasil

Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk membuat aplikasi mobile cara. belajar menulis angka untuk anak-anak yang dirancang semenarik mungkin

Baru untuk menambah pengetahuan tentang cara belajar yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi khususnya menggunakan model pembelajaran Moody, (2)

tidaknya siswa dalam belajar. Guru PAI mengajari cara menulis Arab Braille pada siswa tunanetra di SMPLB Attanhid Pakel, Tulungagung.. 1) Cara menulis

Diharapkan sistem dapat membantu dalam belajar menulis huruf arab, yaitu dengan cara sistem memberikan pengenalan tata cara penulisan huruf hijaiyah sesuai dengan

Pelatihan kepada Siswa SMA sederajat sebagai pendamping fasilitator belajar untuk PAUD-SD ini untuk dapat mengenal teori dan praktik membaca serta menulis mulai dari permulaan dan