Efektivitas Pembelajaran Nahwu Menggunakan Kitab Nahwu Langkah I dan II di Pondok Pesantren Fadlun Minalloh Wonokromo Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran nahwu dan keefektifan pembelajaran nahwu menggunakan kitab nahwu langkah I dan II untuk kelas Ibtida’ A di Pondok Pesantren Fadlun Minalloh Wonokromo Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel santri kelas Ibtida' A di Pondok Pesantren Fadlun Minalloh Wonokromo Bantul yang berjumlah 45 santri.
Tujuan pengajaran nahwu di Asrama Islam Fadlun Minalloh adalah agar siswa mampu membaca dan memahami kitab botak (pa syakal) sesuai kaidah yang benar serta mengetahui kandungan Al-Qur'an dan Hadits. Karya yang ditulis berupa skripsi dengan judul “EFEKTIFITAS PENGAJARAN NAHWU MENGGUNAKAN KITAB NAHWU LANGKAH I DAN II DI SEKOLAH ISLAM FADLUN MINALLOH WONOKROMO BANTUL”. Ustaż Nedi selaku Ustaż nahwu kelas Ibtida' A, dan pengurus Madrasah Ibtida' A, Fadlun Minalloh yang telah banyak membantu dalam penyusunan skripsi ini.
Huruf Konsonan
Vokal
Maddah
Ta marbuṭah
Syaddah (Tasydid)
Dalam transliterasi ini, tanda syaddah ditandakan dengan huruf, iaitu huruf yang sama dengan huruf yang diberi tanda syaddah.
Kata Sandang
Hamzah
Penulisan Kata
Walaupun huruf besar tidak diketahui dalam tulisan Arab, ia juga digunakan dalam transliterasi ini. Penggunaan huruf besar adalah apa yang berlaku dalam EYD, termasuk huruf besar digunakan untuk menulis huruf awal, nama peribadi dan permulaan ayat. Jika nama peribadi dimulakan dengan kata nama, maka huruf besar kekal sebagai huruf pertama nama peribadi, bukan huruf awal kata nama.
Penggunaan huruf besar untuk Allah hanya berlaku jika tulisan Arab lengkap dan jika tulisan itu digabungkan dengan perkataan lain sehingga ada huruf atau perbuatan yang tertinggal, huruf besar tidak digunakan.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Kajian Pustaka
- Kerangka Teori
Ketiga, gunakan kata-kata yang lebih familiar dalam kehidupan sehari-hari sebelum mengajarkan bahasa tersebut kepada penutur bahasa Arab. Membiasakan pelajar bahasa Arab untuk selalu mengamati, berpikir logis dan teratur, serta aplikasi lain yang dapat membantu mereka mempelajari tata bahasa Arab secara kritis; Membantu siswa memahami ungkapan-ungkapan bahasa Arab untuk mempercepat pemahaman makna percakapan dalam bahasa Arab;
Oleh karena itu, luaran yang paling diharapkan dari pengajaran ilmu nahwu adalah kemahiran siswa dalam menerapkan kaidah-kaidah tersebut dalam gaya-gaya ekspresi bahasa Arab yang digunakan siswa bahasa Arab dalam kehidupannya, di samping berguna untuk memahami bahasa klasik yang diwarisi para ulama dari zaman dahulu. waktu. waktu. Singkatnya, pembelajaran bahasa Arab di pesantren khususnya di pesantren Salafi bertujuan untuk memahami Kitab Kuning yang notabene mengandung ajaran Islam. Jadi dapat dikatakan bahwa tujuan belajar bahasa Arab adalah untuk mempelajari agama Islam. Oleh karena itu, materi pembelajaran bahasa Arab dimulai dengan menghafal kaidah-kaidah nahwu dan shorof, kemudian dilanjutkan.
Aspek yang ditekankan dalam pembelajaran di pesantren lebih pada latihan membaca dan pemahaman. Dari latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut proses pembelajaran Nahwu di Pondok Pesantren Fadlun Minallah dan keefektifan pembelajaran menggunakan langkah I dan II kitab Nahwu. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Bagus Jazuli, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (2012) berjudul “Efektivitas Pembelajaran Syaraf dengan Buku Sharaf Praktis ‘Metode Krapyak’ di Kelas IIB Madrasah Awaliyah Diniyah Putra Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta Tahun Ajaran. Fokus dari skripsi ini adalah keefektifan penggunaan kitab praktik sharaf metode Krapyak dalam pembelajaran sharaf, dan yang membedakan skripsi ini dengan skripsi penulis adalah pada subjek penelitian dan fokus penelitian.
Skripsi yang ditulis oleh Uswatun Chasanah berjudul Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab Menggunakan Metode Buku 33 Cara Cepat Membaca Buku di Madrasah Diniyyah Al-Imdad Kauman. Wijirejo Pandak Bantul, Mahasiswa PBA (2012) 8 Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah efektivitas penggunaan buku Metode 33 dalam pembelajaran bahasa Arab. Tesis diploma Veronica Lelatul Fikriyah berjudul Efektivitas metode peer tutoring dalam pembelajaran bahasa Arab pada siswa VIII. kelas di MTsN LAB UIN Yogyakarta, mahasiswa PBA (2013).9 Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah pada konsep metode dan efektivitasnya dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dengan melihat dan mengulas penelitian diatas maka penulis mencoba meneliti tentang “Efektivitas Pembelajaran Nahwu Menggunakan Kitab Nahwu Langkah I dan II Kelas Ibtida” di Pondok Pesantren Fadlun Minalloh Wonokromo Pleret Bantul karena sesuai dengan hasil yang diperoleh. dari tinjauan literatur. 8 Uswatun Chasanah “Efektifitas Pembelajaran Bahasa Arab Menggunakan Metode Buku 33 Cara Cepat Membaca Buku di Madrasah Diniyyah Al-Imdad Kauman Wijirejo Pandak Bantul” tesis tentang pengajaran bahasa Arab (Yogyakarta: Pps. Pustaka UIN Sunan Kalijaga, 2012), t.d. 9 Veronica Lelatul Fikriyah “Efektifitas Metode Peer Lesson Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Bagi Siswa Kelas VIII MTsN LAB UIN Yogyakarta” Tesis Pengajaran Bahasa Arab (Yogyakarta: Pustaka Pps. UIN Sunan Kalijaga, 2012), n.d.
ﺤﻨﻟا ﺪﻋاﻮﻗ ﻮ
ﲔﺣ و ﺎﻫداﺮﻓا ﲔـﺣ ﺎﳍاﻮﺣ
ﺎﻬﺒﻴﻛﺮﺗ
Metodologi Penelitian
Penulis menggunakan pendekatan ini karena dengan penelitian ini ingin mengetahui efektivitas penggunaan buku dalam proses pembelajaran. Suharsimi Arikunto dalam bukunya mengatakan bahwa sumber data dalam penelitian adalah objek dari mana data itu diperoleh. Dua sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder.
Sumber data utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas Ibtida', sedangkan sumber data pendukung adalah ustaż Nahwu kelas Ibtida'A dan pengurus. Metode observasi merupakan suatu cara pengumpulan data informasi materi yang dilakukan dengan cara mengamati aktivitas guru di kelas dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang menjadi sasaran penelitian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode wawancara atau wawancara bebas terbimbing, yaitu wawancara dengan bantuan alat (panduan wawancara) yang berisi sejumlah pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Penulis menggunakan metode ini untuk melakukan cross check hasil observasi penulis mengenai proses pembelajaran nahwu di kelas ibtida'. Metode dokumentasi merupakan suatu alat pengumpulan data yang digunakan untuk mencari data mengenai sesuatu atau sesuatu. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan, dan tingkat validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari deskripsi variabel yang bersangkutan.37.
Validitas yang dipenuhi dalam penelitian ini adalah validitas isi.Penggunaan validitas isi dengan mengukur tes menurut bidang dan tujuan tertentu yang sama dengan isi pembelajaran yang diberikan di kelas.38. 40 Nana Sudjana, Analisis dan Desain Eksperimen (Bandung: Sinar Baru, 1989), hal. 30. memenuhi syarat yaitu data harus berdistribusi normal dan sampel homogen. Uji normalitas menguji apakah sebaran data yang akan dianalisis normal atau tidak.41 Rumus yang digunakan untuk uji normalitas adalah rumus Kolmogrov-Smirnov dan Shapiro-Wilk dengan menggunakan SPSS 16.
Untuk menganalisis data dan menginterpretasikan data yang diperoleh dari sampel digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan perhitungan statistik analitik dengan rumus t “Uji” dengan analisis data SPSS 16.
Sistematika Penulisan
PENUTUP
SARAN
ﺔ َ ﻤِﻠَﻜﻟا
ﻧ َ َأﺎ
KATA PENUTUP
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan taufiq dan hidayah sehingga penulis dapat menyelesaikan disertasi ini. Walaupun penulis telah berusaha sekuat tenaga dalam menyusun disertasi ini, namun penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan penulis. Untuk itu penulis selalu mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi penyempurnaan disertasi ini.
Semoga pernyataan sederhana ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca, serta bagi para guru dan calon guru untuk mengembangkan pendidikan yang lebih berkualitas. Chasanah, Uswatun, “Efektifitas Pembelajaran Bahasa Arab Menggunakan Metode Buku 33 Cara Cepat Membaca Buku di Madrasah Diniyyah Al-Imdad Kauman Wijirejo Pandak Bantul” Tesis PhD Pengajaran Bahasa Arab, Yogyakarta: Pustaka Pps. Fikriyah, Veronica Lelatul, “Efektifitas Metode Peer Teaching dalam Pembelajaran Bahasa Arab pada Siswa Kelas VIII MTsN LAB UIN Yogyakarta” Tesis PhD Pendidikan Bahasa Arab, Yogyakarta: Pps Library.
Jazuli, Muhammad Bagus, “Efektifitas Pembelajaran Sharaf dengan Buku Sharaf Praktis 'Metode Krapyak' di Kelas IIB Madrasah Awaliyah Pondok Pesantren Diniyah Putra Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta Tahun Ajaran Tesis Pengajaran Bahasa Arab, Yogyakarta: Pustaka Pps Mustofa, Bisri dan Abdul Hamid , Metode dan Strategi Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: UIN Malang Press, 2012. Wahab dan Mamlu'atul Ni'mah, Pemahaman Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: UIN Maliki Press, 2012.
Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Belajar (Teori dan Konsep Dasar), Bandung: PT Teen Rosda Karya, 2012.
Pilihan Ganda
- ﺔﻧاﺰﺨﻟا ﻰﻓ بﺎﺘﻜﻟا 3. ﻊﻓﺎﻧ بﺎﺘﻜﻟا اﺬھ
Essay
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah pertanyaan mengenai tujuan dan materi pengajaran nahwu di kelas Ibtida' A. Hampir seluruh materi diajarkan pada saat itu, kecuali bab isim ma'rifat nakiroh, dan i' oropati. gagal. Ustaż tidak menggunakan referensi lain sebagai bahan ajar, Ustaż hanya menggunakan buku Nahwu Langkah I dan II sebagai buku pedoman bagi siswa.
Susunan materi dalam kitab Nahwu langkah I dan II disusun dari yang mudah sampai yang sulit. Hal ini terbukti dengan materi pertama yang diajarkan masih berupa materi sederhana yaitu tentang kalam dan kalimah. Sedangkan contoh yang digunakan dalam pelatihan biasanya diambil dari hadīṡ atau dari Al-Qur'an.
Kesimpulan wawancara dengan Ustaż Nedi maka tujuan pengajaran Nahwu adalah agar siswa dapat membaca dan memahami Kitab Gundul dengan kaidah yang benar serta memahami isi Al-Qur'an. Hasil wawancara menunjukkan bahwa proses pembelajaran diawali dengan pemberian materi kemudian diberikan contoh-contoh yang berkaitan dengan materi tersebut. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan ustaž dalam proses pembelajaran adalah metode deduktif yaitu ia terlebih dahulu memberikan teori kemudian memberikan contoh.
Dalam hal ini naẓoman yang dibaca merupakan mnemonik dari beberapa materi yang dipelajari. Siswa diminta membuka buku yang berkaitan dengan pembahasan materi yang akan dipelajari (isim nakiroh dan isim ma'rifat). Ustaż mencontohkan isim nakiroh dan isim ma'rifat, kemudian menjelaskan proses perubahan dan perbedaannya.
Ketika para santri mulai mengetahui perbedaan dan perbedaan isim nakiroh dan isim marifat, beliau kembali memberikan contoh dalam bentuk kalimat.
ﻪﺋﺎﻣ ﻰﻘﺴﺗ و مﺎﳉا ﻞﺴﻐﻳ و مﺎﺟ ﰱ ﺐﺘﻜﻳ
Mula-mula ustazh menyampaikan materi ajar dengan terlebih dahulu menjelaskan kaidah-kaidah Nahwu kemudian memberikan beberapa contoh. Setelah itu ustaž tinggal mengoreksi jawaban masing-masing siswa, kemudian beliau juga memberikan makna umum dari kalimat tersebut.