PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam pembelajaran IPA, guru dapat mengajak siswa berinteraksi langsung dengan lingkungan dan alam sekitar. Penggunaan media pembelajaran diharapkan dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa tidak merasa bosan dengan penyajian materi pembelajaran. Media pembelajaran yang dikemas dengan baik dapat menarik perhatian siswa dan memotivasi siswa untuk belajar mengingat kembali pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajarinya.
Berdasarkan hasil observasi awal dengan guru di SMP Negeri 43 Bulukumba, peneliti melihat hasil belajar siswa sudah baik. Di sisi lain, kurangnya penggunaan media pembelajaran juga sangat berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa di SMP Negeri 43 Bulukumba.
Rumusan Masalah
Berbagai permasalahan yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar antara lain siswa yang tidak memperhatikan guru saat menjelaskan pelajaran, suka mengganggu teman, sibuk dengan permainan, sehingga siswa mendapat nilai di bawah standar KKM. Berdasarkan temuan permasalahan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan tindakan penelitian yang berjudul “Efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPA di SMP Negeri 43 Bulukumba”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Pustaka
- Penelitian yang Relevan
- Efektivitas Penggunaan Media
- Media Pembelajaran Interaktif
- Macromedia Flash
- Hasil Belajar
- Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media interaktif berbasis makromedia flash layak digunakan sebagai media pembelajaran. Oleh karena itu, media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia flash layak dan dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai sumber belajar yang memperjelas penyajian pesan dan informasi dalam proses pembelajaran, sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Media pembelajaran dengan Macromedia Flash memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreasi, memperoleh pengalaman dalam belajar, sehingga hasil belajar siswa meningkat.
Kerangka Pikir
Rendahnya hasil belajar IPA siswa merupakan dampak dari berbagai permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran IPA. Hal ini berdampak pada kegiatan pembelajaran IPA yang selama ini masih kurang dalam mencapai hasil belajar IPA siswa. Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu alternatif untuk mencapai hasil belajar IPA siswa, yaitu dengan melaksanakan proses pembelajaran bagi siswa melalui penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis makromedia flash untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan media pembelajaran interaktif berbasis makromedia flash diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Media pembelajaran digunakan agar siswa menjadi aktif dan lebih mampu mengkonstruk proses pembelajaran secara mandiri serta memudahkan pemahaman konsep pembelajaran IPA, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa.
Hipotesis
H0: Penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash tidak efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 43 Bulukumba. H1: Penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis media makro flash efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 43 Bulukumba.
METODE PENELITIAN
- Rancangan Penelitian
- Populasi Dan Sampel
- Definisi Operasional Variabel
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Observasi aktivitas siswa digunakan pada saat pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash. Aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran IPA menggunakan media makro media pembelajaran berbasis flash. H1: Penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis media makro flash efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 43 Bulukumba.
Siswa menyelesaikan pre-test sebelum diberikan perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash). Siswa mengikuti post-test setelah diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hasil belajar siswa baik pre-test maupun post-test pada 24 siswa kelas VII A SMP Negeri 43 Bulukumba ditunjukkan pada Gambar 4.3 berikut ini. Berdasarkan hasil analisis data diketahui rata-rata nilai hasil tes awal (pretest) siswa sebesar 35,83. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa sebelum diberikan perlakuan yaitu pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash pada materi pencemaran lingkungan mata pelajaran IPA, nilai maksimal hasil belajar pre-test siswa adalah 70 dan skor minimal. untuk hasil belajar pre-test siswa adalah 10.
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa hasil pre-test siswa sebelum diberikan perlakuan yaitu pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash pada materi pencemaran lingkungan pada mata pelajaran IPA mencapai hasil belajar pre-test siswa sebesar 95,83% . berada pada kategori sangat rendah, 0% dalam kategori rendah, 4,17% dalam kategori sedang, 0%. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa nilai hasil belajar pre-test siswa sebelum diberikan perlakuan yaitu pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis media makro flash pada materi tentang pencemaran lingkungan pada mata pelajaran IPA adalah sebesar 23 siswa dengan persentase 95,83%. dalam kategori tuntas dan 1 peserta siswa dengan persentase 4,17% dalam kategori tuntas. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa setelah dilakukan perlakuan yaitu pada saat pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash pada materi pencemaran lingkungan mata pelajaran IPA tercapai nilai tertinggi hasil belajar siswa yaitu 100 dan minimal skor hasil belajar siswa adalah 60.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah mendapat perlakuan yaitu pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash. Tujuan utama dari analisis respon ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash. Berdasarkan hasil analisis tes Kolmogrov-Smigrov, nilai rata-rata hasil belajar siswa sebelum tes menunjukkan nilai P.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa nilai belajar pretest siswa dan nilai belajar posttest siswa berdistribusi normal. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H0: Penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis makro flash tidak efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 43 Bulukumba. Berdasarkan uji hipotesis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis media makro flash efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 43 Bulukumba.
Pembahasan
Oleh karena itu, aktivitas belajar siswa yang baik dapat menunjang dan memperlancar proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil analisis deskriptif data hasil belajar pre-test siswa yaitu sebelum penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash pada materi pencemaran lingkungan mata pelajaran IPA, nilai maksimal hasil belajar pre-test siswa adalah 70 dan hasil belajar pre-test minimal siswa adalah 10. Setelah perjumpaan berakhir pada penelitian ini, siswa mengisi angket respon siswa yang diberikan kepada siswa setelah selesai proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis makromedia flash.
Oleh karena itu, menurut responden, efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis makro media flash dalam proses pembelajaran pada materi pencemaran lingkungan menunjukkan bahwa media tersebut dapat meningkatkan proses belajar siswa. Misalnya saja diketahui penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash dalam proses pembelajaran pada materi pencemaran lingkungan hidup menurut responden menunjukkan bahwa media tersebut dapat meningkatkan proses pembelajaran siswa. Bagi guru, penelitian ini membuktikan bahwa proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA sangat membutuhkan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Guru membekali siswa dengan tujuan pembelajaran yang akan dipelajarinya yaitu pengertian pencemaran dan juga macam-macam pencemaran lingkungan. Siswa mengajukan pertanyaan tentang apa yang mereka perhatikan tentang pengertian pencemaran dan juga macam-macam pencemaran lingkungan. Bersama siswa, guru menarik kesimpulan tentang pengertian pencemaran lingkungan dan jenis-jenisnya.
Guru menyampaikan kepada siswa tujuan pembelajaran yang ingin dipelajari yaitu pencemaran udara dan dampaknya. Siswa mengajukan pertanyaan tentang apa yang telah diamati tentang polusi udara dan dampaknya. Guru bersama siswa menarik kesimpulan bersama tentang pencemaran udara serta dampak dan penanggulangannya.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Rata-rata persentase aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran secara keseluruhan dari 7 butir aspek aktivitas untuk 24 siswa yaitu pada pertemuan pertama berada pada kategori baik dan pada pertemuan kedua juga berada pada kategori baik, sehingga Diketahui bahwa situasi lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar di kelas dalam keadaan baik. Nilai rata-rata hasil belajar pre-test siswa sebelum pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis makromedia flash pada materi pencemaran lingkungan mata pelajaran IPA dan nilai rata-rata hasil belajar post-test siswa setelah pembelajaran menggunakan media pembelajaran flash interaktif berbasis makromedia pada materi Pencemaran lingkungan pada mata pelajaran IPA mengalami peningkatan. Oleh karena itu terlihat penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash sudah efektif.
Rata-rata persentase respon siswa diartikan sangat positif, terdiri dari 21 siswa dengan respon sangat positif dan 3 siswa dengan respon positif.
Saran
- Keadaan Populasi
- Kategori Aktivitas peserta didik
- Kategori Hasil Belajar
- Interpretasi Data Respon Peserta Didik
- Statistik Hasil Belajar Pretest Peserta Didik
- Distribusi dan Frekuensi Kategori Hasil Belajar Pretest Peserta Didik … 53
- Statistik Hasil Belajar Posttest Peserta Didik
- Distribusi dan Frekuensi Kategori Hasil Belajar Posttest Peserta Didik
- Distribusi Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar Posttest Peserta Didik
- Distribusi Hasil Belajar Pretest dan Posttest Peserta Didik
Guru melakukan apersepsi dan motivasi dengan menunjukkan kepada siswa beberapa contoh lingkungan yang indah, bersih dan rapi serta lingkungan yang kotor dan tidak teratur di sekitar sekolah atau tempat lain yang belum pernah dilihat siswa. Guru meminta siswa mengamati gambar atau video dalam power point yang dibuat guru tentang pencemaran di sekitar kita. Guru membimbing siswa membaca buku siswa dan mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan informasi tentang definisi dan pencemaran lingkungan.
Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari sumber informasi lain baik melalui buku pendukung lain maupun internet. Guru melaksanakan apersepsi dan motivasi dengan menunjukkan kepada siswa beberapa contoh pencemaran udara. Guru meminta siswa mengamati foto atau video power point yang dibuat guru tentang pencemaran udara di sekitar kita.
Guru membimbing siswa membaca buku siswa dan mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan informasi tentang pencemaran udara beserta dampaknya dan cara mengatasinya. Berdasarkan hasil analisis tes, siswa yang telah tuntas KKM diberikan program pengayaan.Pelaksanaan program pengayaan dapat dilihat pada Bagian Umum buku guru. Berdasarkan hasil analisis tes, siswa yang belum memenuhi KKM diberikan program remedial.Pelaksanaan program remedial dapat dilihat pada Bagian Umum buku guru.
Pengamat harus berada pada posisi yang tidak mengganggu pembelajaran, namun tetap dapat memantau setiap aktivitas yang dilakukan siswa.