PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apa kendala yang dihadapi Kemenag dalam menggunakan Siskohat dalam melayani nomor porsi?
Tujuan Penelitian
Calon jamaah haji (CJH) membuka tabungan di bank penerima simpanan (BPS) Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp. Sedangkan perbedaannya, penelitian yang dilakukan penulis fokus pada efektivitas SISKOHAT dalam pelayanan pembagian nomor porsi kepada calon jemaah haji di kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.
KAJIAN TEORI
Penelitian Ardi Sazumi, Chairul Hudaya dan Rodianto
7 Zahrotun Munawaroh dkk “Efisiensi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji”, Jurnal Ilmu Dakwah, Vol 35 No 2 (Desember 2015). Namun pelayanan tersebut masih dapat ditingkatkan karena masih terdapat pengaruh variabel lain yang meningkatkan pelayanan haji sebesar 17,9% pada calon jemaah haji, 42,7% pada masyarakat umum, dan 47,4% pada pejabat/pengelola pengaruh.8.
Penelitian Putri Miftahul Jannah
Kabupaten Kuantan Singingi dikategorikan sangat memuaskan berdasarkan kuesioner yang disampaikan kepada responden yaitu jemaah haji yang mendaftar haji pada bulan September-Oktober 2019 dengan hasil persentase sebesar 97,74%. Sedangkan perbedaan layanan pendaftaran haji reguler dan objek penelitian terletak pada kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Sengingi.
Penelitian Ahmad Faqih Mauludi
Persamaan penelitian disertasi ini dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah sama-sama meneliti efektivitas SISKOHAT dan Pelayanan Haji. Persamaan antara penelitian dalam skripsi ini dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis, keduanya berkaitan dengan penelitian terhadap SISKOHAT.
Penelitian Arifuddin
Sedangkan perbedaan pelayanan haji dan objek penelitian terletak pada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Penelitian Tira Wulani
Jenis pelayanan yang ditawarkan Kantor Kemenag Kota Pagar Alam antara lain pelayanan registrasi, pembatalan ibadah haji bagi jemaah sakit dan meninggal dunia, pengangkatan jamaah haji lanjut usia, integrasi mahrom yang mendaftar tersendiri, pembinaan ibadah haji, pembagian tim dan rombongan. kelompok dan perlindungan jemaah haji dengan bekerja sama dengan instansi terkait yang membantu perlindungan jemaah haji. Sedangkan faktor yang menghambat pemberian pelayanan adalah: keberagaman jemaah haji dilihat dari berbagai usia, pendidikan, faktor ekonomi dan sosial sehingga menimbulkan tingkatan yang berbeda-beda.
Penelitian Rini Khaerunnisa
Kajian Teori
- Pelimpahan Porsi
- Jemaah Haji
Peneliti memfokuskan penelitian sesuai tema yang dipilih dengan fokus sebagai berikut, efektivitas SISKOHAT (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) dalam pelayanan pendistribusian nomor porsi jamaah haji di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Pengajuan usulan penyerahan nomor porsi jemaah haji yang meninggal dunia atau sakit tetap melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat jemaah haji yang bersangkutan terdaftar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan SISKOHAT (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) Dalam Pelayanan Pendelegasian Nomor Porsi Kepada Calon Jemaah Haji.
Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa SISKOHAT (Sistem Informasi Haji Terpadu) Kepala Bagian Pendaftaran dan Dokumen Haji Penyelenggaraan Haji Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sudah efektif dalam pembagian nomor porsi ibadah haji berikutnya. peziarah. Bedanya, penulis memfokuskan penelitian pada efektivitas SISKOHAT dalam rangka pembagian jumlah porsi calon jemaah haji di provinsi Bengkulu. Peneliti memfokuskan penelitian pada tema yang dipilih dengan fokus sebagai berikut: efektivitas SISKOHAT dalam pelayanan pendistribusian nomor porsi jemaah haji di kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.
Pengajuan usulan pengajuan nomor porsi jemaah haji yang meninggal dunia atau sakit tetap melalui Kantor Kabupaten/Kementerian Kota Agama tempat masing-masing jemaah haji terdaftar 15.
METODOLOGI PENELITIAN
Waktu dan Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang beralamat di Jalan Basuki Rahmad No. Alasan dipilihnya kantor wilayah Kementerian Agama provinsi Bengkulu sebagai objek penelitian adalah karena merupakan pusat dari setiap penyelenggaraan ibadah umroh yang ada di kabupaten atau kota provinsi Bengkulu.
Sumber Data
Lokasi penelitian adalah kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang terletak di Jalan Basuki Rahmad No. Alasan kami memilih kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sebagai objek penelitian karena merupakan pusatnya. dari organisasi haji umrah mana pun di kabupaten atau kota provinsi Bengkulu.
Teknik Pengumpulan Data
Kementerian Agama Provinsi Bengkulu selalu memberikan layanan dan informasi yang terkini dan mudah diakses oleh seluruh calon jemaah haji di Provinsi Bengkulu. Pelimpahan porsi tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah serta Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 130 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembagian Nomor Porsi Bagi Jamaah Haji dan Umrah yang Meninggal Dunia. atau sakit permanen. Pendelegasian bagian jemaah haji reguler dapat diberlakukan bagi jemaah haji yang sudah terdaftar di Kementerian Agama, namun jemaah yang bersangkutan meninggal dunia atau sakit permanen sebelum pemberangkatan.
Pengajuan pendelegasian nomor porsi jemaah haji dilakukan setiap hari kerja, sepanjang jemaah haji yang bersangkutan memenuhi persyaratan alokasi porsi. Bagi jemaah haji yang meninggal dunia atau sakit menetap dan mempunyai lebih dari 1 (satu) nomor porsi, hanya dapat ditetapkan 1 (satu) nomor porsi, jika tidak, nomor porsi lainnya akan dibatalkan. Penerima transfer nomor porsi membuka rekening tabungan jemaah haji di bank yang sama dengan jemaah haji yang meninggal dunia atau sakit permanen.
Penerima nomor delegasi ibadah haji yang meninggal dunia atau sakit tetap berusia minimal 12 (dua belas) tahun pada saat mengajukan permohonan delegasi. Berdasarkan standar pelayanan sesuai MENPAN Nomor 63 Tahun 2004, Seksi Penyelenggara Ibadah Umroh telah mencapai standar pelayanan yang baik dalam pelayanan serah terima nomor batch kepada calon jemaah haji. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh memberikan solusi bagi jemaah haji yang meninggal dunia dan jemaah yang sakit menetap.
Namun yang membedakan adalah penulis telah melakukan penelitian mengenai efektivitas penggunaan SISKOHAT dalam pelayanan transfer nomor porsi kepada calon jemaah haji. Nomor porsi hanya dapat dialihkan kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung atau saudara kandung yang ditunjuk dengan kuasa untuk melimpahkan jumlah porsi jamaah meninggal dunia yang telah disepakati secara tertulis oleh pihak keluarga.
HASIL PENELITIAN
Profil Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu
Bidang Penyelenggaraan Haji Umrah
14 Tahun 2008 dan Inpres e-Government, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.. melalui PPID berkomitmen menyediakan segala data yang dibutuhkan masyarakat. Kemenag mempunyai banyak sekali data, termasuk data penyelenggaraan Kantor Wilayah Haji dan Umrah Kemenag Provinsi Bengkulu. Data Kementerian Agama akan dimutakhirkan secara berkala dan informasi lebih lanjut dapat diperoleh di PPID Sekretariat Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu pada Subbagian Perencanaan, Data dan Informasi.
Menghasilkan laporan pelaksanaan kegiatan pada bagian administrasi dana haji dan sistem informasi haji dan umroh. Membuat konsep entry letter pada Bagian Administrasi Dana Haji dan Sistem Informasi Haji dan Umroh. Bagian KASI ini merupakan bagian pendaftaran umroh bagi travel agent atau calon jamaah yang ingin berangkat umroh.
Seksi Pengangkutan, Perlengkapan, dan Akomodasi Reguler Haji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186 huruf d mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan teknis, pelayanan, petunjuk teknis, pengawasan di bidang pengelolaan angkutan dan perlengkapan haji, serta koordinasi di lapangan. transportasi. , penempatan akomodasi dan pelayanan haji reguler di asrama haji.
Hasil dan Pembahasan
- Persyaratan Pelimpahan Porsi
- Ketentuan Pelimpahan Porsi
- Prosedur Pelimpahan Porsi
Surat Kuasa Pembagian Nomor Porsi kepada Jamaah Almarhum yang ditandatangani oleh suami, istri, ayah, ibu dari anak kandung atau saudara kandung yang diketahui RT, RW dan Lurah/Kepala Desa (asli). Pendelegasian nomor batch hanya dapat dilakukan kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung atau saudara kandung yang ditunjuk dengan surat kuasa untuk melimpahkan nomor batch jamaah haji yang meninggal dunia yang disepakati secara tertulis oleh keluarga dan/atau melalui surat kuasa. kuasa untuk melimpahkan nomor koperasi jemaah haji yang sakit tetap. Dari hasil penelitian dan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara serta setelah dilakukan analisa dengan memperhatikan pokok permasalahan yang diangkat dengan judul Efektivitas Penggunaan SISKOHAT (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) dalam Pelayanan Penugasan Nomor Porsi Calon Haji Jemaah haji di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, kesimpulan yang didapat adalah: Pertama, peran SISKOHAT dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sangat penting karena SISKOHAT membantu dalam persiapan tersebut. sebagai; pendaftaran, pembayaran, pembatalan, dokumen haji, keberangkatan dan kepulangan.
Kemudian dilihat dari kualitas pelayanannya, terlihat bahwa Bagian Penyelenggaraan Haji Umroh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu memberikan pelayanan yang baik sehingga jemaah delegasi merasa puas, hal ini terlihat dari angkanya. Porsi jemaah haji dapat tercukupi dan sejauh ini tidak ada kendala. Hasil penelitian ini dapat dilanjutkan oleh peneliti selanjutnya dalam proses transfer nomor porsi jemaah haji di kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, sehingga dapat memperkaya ilmu pengetahuan mengenai alokasi nomor porsi. khususnya pengurus haji dan umrah serta melakukan wawancara lebih mendalam tidak hanya dengan pihak Dinas. Hanya wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu saja, namun juga kepada calon jemaah haji di Provinsi Bengkulu. Antrian panjang pemberangkatan calon jemaah haji di Indonesia, banyak jemaah yang batal berangkat karena perubahan kondisi kesehatan, sakit menetap atau meninggal dunia.
Teknologi internet dan komunikasi serta penyediaan informasi secara real time mendorong Kementerian Agama Provinsi Bengkulu untuk selalu memberikan layanan dan menyajikan informasi secara terkini dan dapat langsung diakses oleh seluruh calon jemaah haji di Provinsi Bengkulu.
PENUTUP
Saran
Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi SISKOHAT dan Rombongan Delegasi, serta mengevaluasi sistem pelayanan yang diberikan oleh penyelenggara registrasi KASI Haji Umrah dan dokumen haji kepada calon jemaah haji. Setiap tahunnya, jumlah calon jemaah haji yang terus meningkat menjadi tantangan bagi pemerintah khususnya penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari sistem pendaftaran hingga pemberangkatan dan kepulangan. SISKOHAT (Sistem Informasi dan Komputer Terpadu Haji) merupakan sebuah media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dibangun atau diperkenalkan setelah kisruhnya sistem pendaftaran haji di Indonesia dan peristiwa naasnya meninggalnya ratusan jemaah haji di Mina. terowongan pada tahun 1990 karena kelebihan kuota, yang menyebabkan kepadatan berlebih. Jamaah haji masuk daftar tunggu.
Reimbursement merupakan tahap lanjutan dari pendaftaran dan pembayaran awal yang menjelaskan kepada jamaah haji berhak membayar sesuai kuota yang ditentukan pemerintah. Dalam hal ini Siskohat memberikan pelayanan berupa pendataan jamaah haji kepulangan yang disesuaikan dengan data keberangkatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan pengalihan porsi di bagian PHU Kantor Kemenag Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa pelayanan penetapan nomor porsi sudah baik dengan bentuk pelayanan berupa verifikasi berkas jemaah delegasi dan pemberian surat rekomendasi. sesuai SOP yang berlaku (Khaerunnisa 2021) Persamaan penelitian dalam skripsi ini dengan penelitian penelitian yang dilakukan penulis, mereka juga meneliti tentang Pendelegasian Nomor Porsi Jamaah Haji.
Selain dirancang untuk membantu dan meningkatkan kualitas pelayanan selama ibadah haji, SISKOHAT yang terintegrasi dan terpusat mengurangi kemungkinan kesalahan entri data atau penipuan dalam penentuan nomor porsi calon jemaah haji. Amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Pasal 6 menyebutkan bahwa penyerahan jumlah bagian kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung atau saudara kandung yang ditunjuk oleh keluarga dan/atau disepakati secara tertulis atas dasar meninggal dunia atau sakit tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. informasi kesehatan jamaah haji (UU 2019) dan delegasi bagian ini hanya berlaku untuk 1 (satu) delegasi. Bagi jemaah haji yang meninggal dunia sebagaimana dimaksud pada angka 3 huruf b dan mendapat uang biaya hidup, maka penerima delegasi wajib mengembalikan uang biaya hidup, penerima delegasi wajib.