• Tidak ada hasil yang ditemukan

EGYELVIRA BAHASA INDONESIA

N/A
N/A
egy elvira

Academic year: 2023

Membagikan "EGYELVIRA BAHASA INDONESIA"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Bahasa Indonesia Egyelvira

NIM : 382379039

Tuliskan masing masing 3 dari jenis kata : a. nomina

Kata benda (nomina) adalah kata yang mengacu pada entitas (misalnya manusia ) atau konsep (misalnya akal ). Nomina biasanya berfungsi sebagai subjek atau objek kalimat. Namun, ia terkadang juga dapat mengisi fungsi pelengkap, keterangan, dan predikat. Kelas kata ini tidak dapat dikarkan dengan tidak (misalnya * tidak meja ), tetapi dapat dikarkan dengan bukan (misalnya bukan meja ).

nomina dapat diajukan dengan tiga cara sebagai berikut:

1. Nomina konkret ( meja , hewan , dsb.) versus nomina abstrak ( masalah , kejujuran , dsb.)

2. Nomina umum atau nama jenis ( pasar , bintang , dsb.) versus nama diri ( Amir , Indonesia , dsb.)

3. Nomina terbilang ( guru , pensil , dsb.) versus nomina takterbilang ( udara , hormat , dsb.)

b. verba

Kata kerja (verba) adalah kata yang mengandung makna perbuatan (misalnya mandi ), proses (misalnya mengering ), atau keadaan

(misalnya mati ). Verba berfungsi sebagai predikat kalimat dan umumnya tidak dapat diwatasi dengan sangat (misalnya * sangat mandi ).

Ada verba yang dapat dipasifkan (transitif) dan ada pula yang tidak (intransitif). Verba transitif memerlukan nomina sebagai objek pada kalimat aktif, misalnya Ibu mencuci piring , sedangkan verba intransitif tidak, misalnya Dia mandi . Selain itu, ada juga verba semitransitif yang dapat diikuti objek, tetapi juga tidak, misalnya membaca dan makan . Berdasarkan bentuknya, verba dapat dibagi menjadi verba dasar dan verba turunan. Sama seperti nomina, verba juga dapat diturunkan dengan konversi (misalnya kubur ), pengimbuhan (misalnya bertani ),

(2)

pengulangan (misalnya mengulang-ulang ), dan pemajemukan (misalnya jual beli ).

c. adjektiva

Kata sifat (adjektiva) adalah kata yang menerangkan nomina atau menjadi atribut nomina. Adjektiva dapat berfungsi atributif atau predikatif. Adjektiva atributif terletak sesudah nomina dan mewatasi nomina itu (misalnya baju murah ). Adjektiva predikatif menjadi predikat kalimat, misalnya Ia rindu .

Dari segi makna, adjektiva dapat dibagi menjadi bertaraf (penunjuk kualitas, misalnya ringan ) dan tak bertaraf (penunjuk anggota dalam golongan, misalnya buntu ). Adjektiva bertaraf dapat diberi pewatas sangat (misalnya sangat ringan ), sedangkan adjektiva tak bertaraf tidak (misalnya * sangat buntu ).

Berdasarkan bentuknya, adjektiva dapat dibagi menjadi adjektiva dasar dan adjektiva turunan. Adjektiva dapat diturunkan dengan pengimbuhan (misalnya termegah ), pengulangan (misalnya kecil-kecil ), dan

pemajemukan (misalnya baik hati ).

d. adveria

kata yang menjelaskan verba (misalnya sedang makan ), adjektiva (misalnya sangat ramah ), atau adverbia lain (misalnya hampir selalu ).

Selain itu, adverbia juga dapat menjelaskan seluruh kalimat, misalnya sepertinya pada Rupanya ia terlambat . Adverbia yang menerangkan kalimat juga disebut “keterangan kalimat”.

Berdasarkan maknanya, adverbia dapat dibagi delapan: adverbia

kualitatif ( paling ), kuantitatif ( banyak ), limitatif ( hanya ), frekuentatif ( selalu ), kewaktuan ( segera ), kecaraan ( pelan-pelan ), kontrastif ( bahkan ), dan keniscayaan ( pasti ). Kata yang berada dalam tanda kurung adalah contoh untuk tiap jenis adverbia itu, dapat terletak sebelum (misalnya sangat ), sesudah (misalnya saja ), sebelum atau sesudah (misalnya kembali ), atau sebelum dan sesudah (misalnya bukan … saja ) kata yang diterangkannya.

e. pronominal

Kata ganti (pronomina) adalah kata yang berfungsi sebagai pengganti nomina. Karena menggantikan nomina, pronomina dapat menempati

(3)

fungsi yang sama dengan nomina pada kalimat: subjek, objek, atau pelengkap. Bentuk pronomina hampir semuanya berupa kata dasar.

Pronomina ada tiga jenis, yaitu pronomina persona ( saya , -nya , dsb.), pronomina penunjuk ( ini , begitu , dsb.), dan pronomina tanya ( apa , siapa , dsb.). Pronomina persona dibagi menjadi pronomina persona pertama ( aku , -ku , dsb.), kedua ( kamu , kau- , dsb.), dan ketiga ( ia , mereka , dsb.). Pronomina penunjuk juga terbagi tiga: pronomina penunjuk umum ( ini dan itu ), tempat ( sini , situ , dan sana ), dan ihwal ( begini dan begitu ). Pronomina tanya biasanya dibagi berdasarkan apa yang ditanyakan, misalnya siapa untuk orang.

f. konjungsi

Kata hubung (konjungsi) adalah kata yang menghubungkan dua atau lebih satuan bahasa (kata, frase, klausa, atau kalimat). Bentuk-bentuk konjungsi sama dengan preposisi, yaitu tunggal (misalnya untuk ) dan gabungan (misalnya oleh karena ).

Beberapa konjungsi, misalnya setelah dan karena , dapat berfungsi sebagai preposisi ketika bagian sesudahnya berupa kata atau frase, bukan klausa. Misalnya, setelah berfungsi sebagai konjungsi pada kalimat pertama di bawah ini dan sebagai preposisi pada kalimat kedua.

1. Kami pergi setelah dia datang.

2. Kami berangkat setelah pukul 12.00.

Konjungsi dibagi empat: konjungsi koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat.

1. Konjungsi koordinatif (misalnya atau ) menghubungkan satuan bahasa yang setara.

2. Konjungsi subordinatif (misalnya karena ) menghubungkan satuan bahasa yang tidak setara.

3. Konjungsi korelatif terdiri atas sepasang konjungsi (misalnya baik … maupun … ).

4. Konjungsi antarkalimat (misalnya selain itu ) digunakan di awal kalimat untuk menghubungkan kalimat itu dengan kalimat sebelumnya.

g. preposisi

(4)

Kata depan (preposisi) adalah kata yang menandai hubungan makna dengan kata yang mengikutinya, misalnya ke pada ke kantor menandai hubungan tempat tujuan. Preposisi terletak di depan kata yang ditandainya (nomina, adjektiva, atau adverbia). Gabungan kata itu membentuk frase preposisional.

Frasa jenis itu umumnya berfungsi sebagai keterangan kalimat.

Hubungan makna yang ditandai oleh preposisi dapat dibagi delapan: tempat ( di, ke , dsb.), peruntukan ( untuk , bagi , dsb.), sebab ( karena , sebab , dsb.), cara atau kesertaan ( dengan , sambil , dsb. ), pelaku (oleh), waktu ( pada , hingga , dsb.), ihwal ( tentang dan mengenai ), dan asal ( dari ).

Dari segi bentuk, preposisi terdiri atas preposisi tunggal dan gabungan.

Preposisi tunggal dapat berupa kata dasar (misalnya di dan ke ) dan kata berimbuhan (misalnya terhadap dan bagaikan ). Preposisi gabungan dapat berdampingan (misalnya dari dan sampai dengan ) dan menyusut (misalnya antara … dan dari … hingga ).

Referensi

Dokumen terkait

Dipakai dalam tanda kurung, untuk bagian atau kalimat yang disangsikan kebenarannya Ia dilahirkan pada tahun 1888 (?), Uang sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.. Tanda

Jenis kata yang dapat dijadikan sebagai bentuk dasar verba berproses gabung adalah verba pangkal, verba asal, ajektiva, nomina, numeralia, dan adverbia?. Contoh-contoh peng-

 Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan

Adverbia tunggal berupa kata dasar, berupa kata afiks, berupa kata ulang, sedangkan gabungan bentuk dari adverbia tidak berdambingan satu dengan lainnya; (2)

Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis

Kata Da “大” terletak dibelakang kata yang diterangkan, sebagai frasa komplemen, contoh (14) homolog ; contoh (15) agak homolog, tapi didepan kata “tambah” perlu diimbuhi

Contoh: Contoh: · · Kata Kata dia, dia, "Saya "Saya juga juga minta minta satu."satu." · · Dia Dia bertanya, bertanya, "Apakah "Apakah saya saya boleh boleh ikut?"ikut?" 2 2

Tabel 1.5 Contoh Tabel Pengelompokan Kata ‘bo’ ‘bi’ Tabel 1.6 Contoh Rubrik Penilaian Membaca Suku Kata Contoh Rubrik Penilaian Membaca Suku Kata Beri tanda centang pada baris nama