Kebudayaan
Kurikulum 2013
mengamanatkan
bahwa setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki kompetensi pada tiga dimensi
yaitu sikap,
pengetahuan, dan keterampilan
SIKAP
KETERAMPILAN
(Tahu Bagaimana)
(Tahu Mengapa)
PRODUKTIF KREATIF INOVATIF
AFEKTIF
PENGETAHUAN (Tahu Apa)
Ekstrakurikuler Wajib dalam konteks Kurikulum 2013, pada dasarnya berwujud proses aktualisasi dan penguatan capaian pembelajaran Kurikulum 2013, ranah sikap dalam bingkai KI-1, KI-2, dan ranah keterampilan dalam KI-4, sepanjang yang bersifat konsisten dan koheren dengan sikap dan kecakapan
Kepramukaan.
Dengan demikian terjadi proses
saling interaktif dan saling
menguatkan (mutually interactive and
reinforcing).
Proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi-
kompetensi tersebut, dilaksanakan melalui
kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang
dilaksanakan di satuan Pendidikan, salah satu diantaranya adalah
Ekstrakurikuler Wajib
Pendidikan Kepramukaan (EWPK).
INTRA-KURIKULER
KO-KURIKULER
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
(UU SISDIKNAS) --
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SEKOLAH DASAR
--
KOMPETENSI INTI KELAS I - VI
EKSTRA-KURIKULER WAJIB PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
(MODEL BLOK & AKTUALISASI)
TUJUAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
(UUGP)
Konteks yang diambil adalah
penerapan Metode dan Teknik
Kepramukaan untuk mendukung
proses pembelajaran Kurikulum
2013
• pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
• belajar sambil melakukan
• kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi
• kegiatan yang menarik dan menantang
• kegiatan di alam terbuka
• kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan
• penghargaan berupa tanda kecakapan
• satuan terpisah antara putra dan putri
8 item tersebut adalah Elemen Metode
Kepramukaan
Disebut Metode Kepramukaan karena
pelaksanaanya
memenuhi semua
elemen atau unsur
Metode tersebut
Dalam menjalankan Metode Kepramukaan sebagaimana dimaksud digunakan Sistem Among dan Kiasan
Dasar.
KIASAN DASAR SISTIM AMONG
ING MADYO MANGUN KARSO
ING NGARSO SUNG TULODO
ING MADYO MANGUN KARSO
S G T D
Permainan, Diskusi, Produktif, Gerak &
Lagu, Widya Wisata, Simulasi, Napak Tilas, Pioneering, Berkemah, dan
Penjelajahan
Model
Reguler
Model
Blok
Model
Aktualisasi
Ekstrakurikuler Kepramukaan di
Gugusdepan Ekstrakurikuler Wajib
Pendidikan Kepramukaan
PERMENDIKBUD NO 63
EWPK
Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan dikelola oleh guru bekerjasama dengan Pembina pramuka di satuan pendidikan dibawah tanggung jawab kepala
sekolah.
Guru berperan sebagai fasilitator ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan (blok dan aktualisasi),
sedangkan Pembina pramuka sebagai konsultan
penerapan metode dan Teknik kepramukaan
sebagai Pemimpin Satuan Pendidikan dan Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus).
1. Minimal mempunyai sertifikat kursus orientasi dan/atau berijazah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).
2. Memahami peran kepala sekolah selaku Ketua
MajelisPembimbing Gugusdepan Gerakan Pramuka di sekolahnya.
3. Mengelola Gugusdepan dengan baik dan benar.
4. Memberikan bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, material, finansial, dan konsultatif kepada pembina pramuka, guru, peserta didik, dan Gugusdepan di sekolahnya.
mental, psikologis, finansial yang terjadi
dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan Gugusdepan
yang berpangkalan di satuan pendidikan.
6. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan sarana,
prasarana, dan sumber belajar dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan.
7. Menyerap aspirasi masyarakat untuk pengembangan pendidikan kepramukaan di sekolahnya.
8. Mengadakan hubungan koordinasi, kerjasama dan saling memberi informasi dengan pemangku kebijakan, Gugusdepan dan kwartir ranting/cabang.
9. Memberikan laporan pelaksanaan ekstrakurikuler pendidikan Kepramukaan kepada orang tua melalui raport peserta didik dan lembaga lain yang terkait secara periodik maupun secara insidentil.
5. Memecahkan masalah-masalah organisatoris, moral, 10. Menghadiri musyawarah Gugusdepan, musyawarah kwartir ranting dan kegiatan-kegiatan yang
dilaksanakan oleh Gugusdepan atau di tingkat kwartir
sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolahnya dan wahana
penguatan sikap
serta keterampilan peserta didik.
2. Mengaktualisasikan materi pembelajaran dengan pendidikan Kepramukaan.
3. Memiliki kemampuan membina peserta didik dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan.
4. Mengikuti perkembangan kegiatan kepramukaan bernuansa kekinian (up to date), bermanfaat bagi peserta didik, dan masyarakat lingkungannya, serta tetap berada dalam koridor ketaatan terhadap Kode Kehormatan Pramuka.
1. Memahami pendidikan kepramukaan 5. Memerankan diri sebagai:
a) Orang tua yang dapat memberi penjelasan, nasihat, pengarahan, dan bimbingan.
b) Guru yang mengajarkan berbagai keterampilan dan pengetahuan.
c) Kakak yang dapat melindungi, mendampingi, dan membimbing adik-adiknya, yang memberi kesempatan untuk memimpin dan mengelola.
d) Mitra, teman yang dapat dipercaya, bersama-sama menggerakkan kegiatan-kegiatan agar menarik, menyenang- kan dan penuh tantangan sesuai usia golongan Pramuka.
e) Konsultan, tempat bertanya, dan berdiskusi tentang berbagai masalah.
f) Motivator, memotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dengan berkreativitas, berinovasi, dan aktualisasi diri, dan membangun semangat untuk maju.
g) Fasilitator, memfasilitasi kebutuhan dalam kegiatan peserta didik.
Kompetensi Pembina Pramuka
• Pembina Pramuka adalah anggota dewasa yang secara sukarela (volunteer) bergiat bersama peserta didik, sebagai mitra yang peduli terhadap kebutuhan peserta didik, dengan penuh kesabaran memotivasi, membimbing, membantu, serta memfasilitasi kegiatan pembinaan peserta didik.
• Kompetensi Pembina Pramuka sesuai
dengan Petunjuk Penyelenggaraan yang
diterbitkan oleh Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka
1. Kompetensi Pengelola
Peningkatan kualitas pelaksanaan pendidikan kepramukaan di satuan Pendidikan dilakukan dengan upaya meningkatkan
kompetensi pengelola melalui; kursus, bimbingan teknis, in-
housetraining, seminar, lokakarya, gelang ajar, karang pamitran, magang
2. Pembiayaan
Sekolah mengalokasikan biaya dalam Rencana Kegiatan
Anggaran Sekolah (RKAS) dalam pelaksanaan model Blok dan
Aktualisasi yang diikuti oleh seluruh siswa sebagai
Ekstrakurikuler Wajib dan Gugusdepan pada model reguler.
3. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana dalam menunjang pelaksanaan EWPK di sekolah antara lain; sanggar Gugusdepan, peralatan Latihan, tempat Latihan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui pendanaan yang tercantum dalam RKAS, dan menjalin kemitraan.
4. Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan
Pengembangan EWPK dapat berjalan dengan baik jika satuan Pendidikan menjalin kemitraan dengan berbagai unsur, antara lain: orang tua, tokoh masyarakat, dinas/instansi, dan dunia usaha atau dunia industri.
Permendikbud mengisyaratkan agar Dinas Pendidikan di tingkat Kota/Kabupaten dapat menjalin kemitraan dan kerjasama yang baik dengan Kwartir Cabang untuk mendukung implementasi dari Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuannya.