• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK)

N/A
N/A
Fitria Asadhani

Academic year: 2024

Membagikan " Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK) "

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Kebudayaan

(2)

Kurikulum 2013

mengamanatkan

bahwa setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki kompetensi pada tiga dimensi

yaitu sikap,

pengetahuan, dan keterampilan

SIKAP

KETERAMPILAN

(Tahu Bagaimana)

(Tahu Mengapa)

PRODUKTIF KREATIF INOVATIF

AFEKTIF

PENGETAHUAN (Tahu Apa)

(3)

Ekstrakurikuler Wajib dalam konteks Kurikulum 2013, pada dasarnya berwujud proses aktualisasi dan penguatan capaian pembelajaran Kurikulum 2013, ranah sikap dalam bingkai KI-1, KI-2, dan ranah keterampilan dalam KI-4, sepanjang yang bersifat konsisten dan koheren dengan sikap dan kecakapan

Kepramukaan.

Dengan demikian terjadi proses

saling interaktif dan saling

menguatkan (mutually interactive and

reinforcing).

(4)

Proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi-

kompetensi tersebut, dilaksanakan melalui

kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan

ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang

dilaksanakan di satuan Pendidikan, salah satu diantaranya adalah

Ekstrakurikuler Wajib

Pendidikan Kepramukaan (EWPK).

INTRA-KURIKULER

KO-KURIKULER

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

(UU SISDIKNAS) --

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SEKOLAH DASAR

--

KOMPETENSI INTI KELAS I - VI

EKSTRA-KURIKULER WAJIB PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

(MODEL BLOK & AKTUALISASI)

TUJUAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

(UUGP)

(5)

Konteks yang diambil adalah

penerapan Metode dan Teknik

Kepramukaan untuk mendukung

proses pembelajaran Kurikulum

2013

(6)

• pengamalan Kode Kehormatan Pramuka

• belajar sambil melakukan

• kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi

• kegiatan yang menarik dan menantang

• kegiatan di alam terbuka

• kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan

• penghargaan berupa tanda kecakapan

• satuan terpisah antara putra dan putri

(7)

8 item tersebut adalah Elemen Metode

Kepramukaan

Disebut Metode Kepramukaan karena

pelaksanaanya

memenuhi semua

elemen atau unsur

Metode tersebut

(8)

Dalam menjalankan Metode Kepramukaan sebagaimana dimaksud digunakan Sistem Among dan Kiasan

Dasar.

KIASAN DASAR SISTIM AMONG

ING MADYO MANGUN KARSO

ING NGARSO SUNG TULODO

ING MADYO MANGUN KARSO

S G T D

(9)

Permainan, Diskusi, Produktif, Gerak &

Lagu, Widya Wisata, Simulasi, Napak Tilas, Pioneering, Berkemah, dan

Penjelajahan

(10)

Model

Reguler

Model

Blok

Model

Aktualisasi

Ekstrakurikuler Kepramukaan di

Gugusdepan Ekstrakurikuler Wajib

Pendidikan Kepramukaan

PERMENDIKBUD NO 63

EWPK

(11)
(12)
(13)

Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan dikelola oleh guru bekerjasama dengan Pembina pramuka di satuan pendidikan dibawah tanggung jawab kepala

sekolah.

Guru berperan sebagai fasilitator ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan (blok dan aktualisasi),

sedangkan Pembina pramuka sebagai konsultan

penerapan metode dan Teknik kepramukaan

(14)

sebagai Pemimpin Satuan Pendidikan dan Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus).

1. Minimal mempunyai sertifikat kursus orientasi dan/atau berijazah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).

2. Memahami peran kepala sekolah selaku Ketua

MajelisPembimbing Gugusdepan Gerakan Pramuka di sekolahnya.

3. Mengelola Gugusdepan dengan baik dan benar.

4. Memberikan bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, material, finansial, dan konsultatif kepada pembina pramuka, guru, peserta didik, dan Gugusdepan di sekolahnya.

mental, psikologis, finansial yang terjadi

dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan Gugusdepan

yang berpangkalan di satuan pendidikan.

6. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan sarana,

prasarana, dan sumber belajar dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan.

7. Menyerap aspirasi masyarakat untuk pengembangan pendidikan kepramukaan di sekolahnya.

8. Mengadakan hubungan koordinasi, kerjasama dan saling memberi informasi dengan pemangku kebijakan, Gugusdepan dan kwartir ranting/cabang.

9. Memberikan laporan pelaksanaan ekstrakurikuler pendidikan Kepramukaan kepada orang tua melalui raport peserta didik dan lembaga lain yang terkait secara periodik maupun secara insidentil.

5. Memecahkan masalah-masalah organisatoris, moral, 10. Menghadiri musyawarah Gugusdepan, musyawarah kwartir ranting dan kegiatan-kegiatan yang

dilaksanakan oleh Gugusdepan atau di tingkat kwartir

(15)

sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolahnya dan wahana

penguatan sikap

serta keterampilan peserta didik.

2. Mengaktualisasikan materi pembelajaran dengan pendidikan Kepramukaan.

3. Memiliki kemampuan membina peserta didik dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan.

4. Mengikuti perkembangan kegiatan kepramukaan bernuansa kekinian (up to date), bermanfaat bagi peserta didik, dan masyarakat lingkungannya, serta tetap berada dalam koridor ketaatan terhadap Kode Kehormatan Pramuka.

1. Memahami pendidikan kepramukaan 5. Memerankan diri sebagai:

a) Orang tua yang dapat memberi penjelasan, nasihat, pengarahan, dan bimbingan.

b) Guru yang mengajarkan berbagai keterampilan dan pengetahuan.

c) Kakak yang dapat melindungi, mendampingi, dan membimbing adik-adiknya, yang memberi kesempatan untuk memimpin dan mengelola.

d) Mitra, teman yang dapat dipercaya, bersama-sama menggerakkan kegiatan-kegiatan agar menarik, menyenang- kan dan penuh tantangan sesuai usia golongan Pramuka.

e) Konsultan, tempat bertanya, dan berdiskusi tentang berbagai masalah.

f) Motivator, memotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dengan berkreativitas, berinovasi, dan aktualisasi diri, dan membangun semangat untuk maju.

g) Fasilitator, memfasilitasi kebutuhan dalam kegiatan peserta didik.

(16)

Kompetensi Pembina Pramuka

• Pembina Pramuka adalah anggota dewasa yang secara sukarela (volunteer) bergiat bersama peserta didik, sebagai mitra yang peduli terhadap kebutuhan peserta didik, dengan penuh kesabaran memotivasi, membimbing, membantu, serta memfasilitasi kegiatan pembinaan peserta didik.

• Kompetensi Pembina Pramuka sesuai

dengan Petunjuk Penyelenggaraan yang

diterbitkan oleh Kwartir Nasional Gerakan

Pramuka

(17)

1. Kompetensi Pengelola

Peningkatan kualitas pelaksanaan pendidikan kepramukaan di satuan Pendidikan dilakukan dengan upaya meningkatkan

kompetensi pengelola melalui; kursus, bimbingan teknis, in-

housetraining, seminar, lokakarya, gelang ajar, karang pamitran, magang

2. Pembiayaan

Sekolah mengalokasikan biaya dalam Rencana Kegiatan

Anggaran Sekolah (RKAS) dalam pelaksanaan model Blok dan

Aktualisasi yang diikuti oleh seluruh siswa sebagai

Ekstrakurikuler Wajib dan Gugusdepan pada model reguler.

(18)

3. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana dalam menunjang pelaksanaan EWPK di sekolah antara lain; sanggar Gugusdepan, peralatan Latihan, tempat Latihan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui pendanaan yang tercantum dalam RKAS, dan menjalin kemitraan.

4. Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan

Pengembangan EWPK dapat berjalan dengan baik jika satuan Pendidikan menjalin kemitraan dengan berbagai unsur, antara lain: orang tua, tokoh masyarakat, dinas/instansi, dan dunia usaha atau dunia industri.

Permendikbud mengisyaratkan agar Dinas Pendidikan di tingkat Kota/Kabupaten dapat menjalin kemitraan dan kerjasama yang baik dengan Kwartir Cabang untuk mendukung implementasi dari Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuannya.

Referensi

Dokumen terkait

ttd.. Kwartir Cabang Gerakan Pramuka disingkat Kwarcab adalah lembaga kepemimpinan kolektif di tingkat kabupaten/kota yang diketuai seorang ketua, yang dalam menjalankan

Rumah sakit melalui tim pendidikan pasien dan keluarga mengidentifikasi dan menjalin kerjasama dengan sumber-sumber yang ada di komunitas yang mendukung

Implementasi pendidikan kebutuhan khusus/pendidikan inklusif memerlukan kerjasama kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah, sekolah, orang tua, keluarga,

Penelitian ini merupakan bagian dari implementasi kerjasama smart city melalui kemitraan sister city antara kota Bandung - Seoul dimana Pemerintah Kota Bandung dipandang sebagai

1) Minimal mempunyai sertifikat kursus orientasi dan/atau berijasah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). 2) Memahami peran kepala sekolah selaku Ketua

Dengan menjalin kerjasama yang baik dengan Purna Paskibra Indonesia (PPI) Cabang Kota Bogor sebagai organisasi kepemudaan yang berkompeten di bidang seleksi dan diklat

Dalam rangka memperingatan Hari Pramuka yang ke-62 Tingkat Kota Bogor Tahun 2023 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor menyelenggarakan Kegiatan Fun Day Sehat dan Seru Bersama

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pagar Alam Di Tempat Salam Pramuka, Sehubungan dengan Kegiatan Agenda Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pagar Alam yang akan di laksanakan