• Tidak ada hasil yang ditemukan

ENTERTAINMENT YANG INTERAKTIF DAN REKREATIF DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKSPRESIONISME

N/A
N/A
Irmadani Purwati

Academic year: 2023

Membagikan "ENTERTAINMENT YANG INTERAKTIF DAN REKREATIF DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKSPRESIONISME"

Copied!
166
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

  • Latar Belakang Pengadaan Proyek
  • Latar Belakang Permasalahan

4 Interaktif dan rekreasional pada gedung Yogyakarta Cinema Center sendiri digunakan sebagai pendekatan perancangan. Pemandangan bangunan fungsi utama dan pendukung Pusat Sinema Yogyakarta yang mampu menghibur pengguna dan pengunjung. Sumber : Analisa Penulis Sekilas tentang fungsi utama dan pendukung Yogyakarta Cinema Center yang dapat menghibur pengguna dan pengunjung.

Tabel 1.1. Komunitas Film yang Berkembang di Universitas-Universitas Yogyakarta
Tabel 1.1. Komunitas Film yang Berkembang di Universitas-Universitas Yogyakarta

Rumusan Permasalahan

Tujuan

Sasaran

Alat komunikasi loudspeaker yang digunakan di area Yogyakarta Cinema Center untuk melakukan pengumuman bila diperlukan. 2 Keamanan (Security) Kawasan Cinema Center Yogyakarta akan dilengkapi dengan CCTV yang dikendalikan dari ruang keamanan. Gedung Yogyakarta Cinema Center terletak di tengah alun-alun, sehingga orientasi bangunan terhadap lokasi jelas.

Lingkup Studi

  • Materi Studi
  • Pendekatan Studi

Metode Penulisan

  • Data Primer…
  • Data Sekunder

Sumber data diperoleh dari penelitian langsung di lapangan melalui survei dan wawancara dengan berbagai sumber dengan menggunakan alat perekam yaitu kamera, alat tulis dan alat ukur. Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari berbagai sumber yang ada (peneliti sebagai pihak kedua) seperti sumber pustaka atau sumber lainnya. Untuk data studi literatur diperoleh dari buku-buku yang relevan berdasarkan topik dan kasus yang dipilih.

Sistematika Penulisan…

Diagram Alur Pemikiran

TINJAUAN UMUM YOGYAKARTA CINEMA CENTER

Pengertian Bioskop

  • Klasifikasi Bioskop
  • Jenis Gedung Pertunjukan Film

Bioskop ini memiliki lebih dari satu studio film sehingga film yang ditayangkan lebih bervariasi. Cineplex adalah bioskop yang memiliki lebih dari dua bioskop tempat film diputar. Drive In Cinema, merupakan area pemutaran film dimana pengunjung menonton film yang ditayangkan dari dalam mobil.

Pengertian Cineplex

  • Klasifikasi Cineplex
  • Waktu Operasi Cineplex
  • Berdasarkan Fungsi dan Kegiatan
  • Berdasarkan Data

Fungsi pendukung utama fasilitas hanya fungsi Food and Beverage (F&B) yang disesuaikan untuk melayani kebutuhan F&B sambil menonton film. Bioskop juga menjadi tempat berbagai kegiatan penunjang karena menawarkan fungsi lain yang disesuaikan dengan kegiatan perfilman dan tema bioskop. Bioskop dengan konsep lingkungan aktivitas campuran dapat dikatakan sebagai objek serba guna yang fungsi dominannya tetap ada pada kegiatan pemutaran film.

Pengertian Film

  • Klasifikasi Film
    • Jenis Film
    • Cara Pembuatan Film
    • Genre Film
  • Penghargaan Film
    • Penghargaan Film di Indonesia
    • Penghargaan Film di Luar Negeri

Gambar bergerak dibuat dengan menggunakan gambar bergerak (lukisan) dan benda mati agar tampak hidup dan bergerak dengan menggunakan teknik animasi. Film yang bertemakan tragedi pada umumnya menceritakan kehidupan/jalan hidup yang dialami oleh tokoh utama dalam film tersebut. 15 kategori Film Terbaik biasanya dijadikan tolak ukur penilaian calon pemenang Oscar di tahun yang sama.

Sejarah Perfilman di Yogyakarta

Memenangkan Palme d'Or merupakan suatu kehormatan besar mengingat Cannes merupakan nama besar yang disegani oleh sineas dunia. Di ajang Oscar, ada beberapa kategori yang diperebutkan oleh banyak sineas, namun yang paling bergengsi adalah kategori Film Terbaik. Dibutuhkan pemungutan suara lebih dari 6.000 anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) untuk memutuskan film mana yang memenangkan Academy Award untuk Film Terbaik.

Standar Lingkungan Yogyakarta Cinema Center

  • Thermal
  • Lighting
  • Faktor Penentu Kualitas Menonton
  • Persyaratan Akustika dan Sound System
  • Material Akustik dalam Cinema
  • Persyaratan Keamanan

Gambar 2.10 Lapisan akustik untuk ruangan dengan pori-pori kecil untuk menyerap suara frekuensi tinggi. Sumber: Mediastika, Christina Eviutami. Digunakan untuk mengontrol suara berfrekuensi sangat rendah yang terjadi pada konstruksi ruangan dan karena dimensinya yang sangat besar dapat menutupi permukaan dinding. Arah bukaan pintu keluar c) Lebar pintu minimal 2 m d) Bahan tahan api. e) Penggunaan sistem pengunci yang dapat dibuka bila ada tekanan kuat dari dalam ruangan.

Tabel 2.2. Faktor Penentu Kualitas Menonton di Bioskop
Tabel 2.2. Faktor Penentu Kualitas Menonton di Bioskop

Pengertian Film Library

  • Klasifikasi Film Library

Perpustakaan Film Komunitas: Jenis perpustakaan film yang hanya menyimpan film-film yang dibuat oleh komunitas film dan hanya untuk tujuan khusus, seperti pameran film.

Standar Perancangan Film Library

  • Lantai
  • Ruangan
  • Ruangan Khusus…
  • Sistem Pencahayaan
  • Sistem Penghawaan
  • Sistem Pengamanan

Dilengkapi dengan komputer/perangkat elektronik untuk memudahkan pengunjung/pengguna mendapatkan informasi dari akses internet dan data perpustakaan film. Saat menggunakannya di ruangan yang memiliki perpustakaan film, sebaiknya jangan meletakkan rak di dekat jendela untuk mencegah sinar matahari langsung dan melindungi koleksi film. Penggunaan sistem ventilasi buatan dengan bantuan alat pendingin ruangan (AC) untuk menjaga suhu dan kelembaban pada ruangan perpustakaan film.

Gambar 2.19 Ukuran Meja Baca Pengarsipan Film  Sumber: Data Arsitek Edisi 33 – Jilid 2 hal
Gambar 2.19 Ukuran Meja Baca Pengarsipan Film Sumber: Data Arsitek Edisi 33 – Jilid 2 hal

Studi Kasus

  • Arts Library, Seoul Arts Center
  • UFA Cinema Centre, Dresden, Germany

Dalam filmnya, UFA Cinema Center menggunakan pendekatan yang berkaitan dengan hubungan antara kenyataan dan ketidaknyataan melalui persepsi penonton.

Gambar 2.21 Arts Library, Seoul Arts Center  Sumber: google.id
Gambar 2.21 Arts Library, Seoul Arts Center Sumber: google.id

TINJAUAN KAWASAN

  • Tinjauan Umum Kota Yogyakarta
  • Tinjauan Umum Kabupaten Sleman, Kecamatan Depok
    • Kondisi Geografis…
    • Luas Wilayah
    • Kondisi Topografi
    • Klimatologi
    • Tata Guna lahan
    • Kondisi Sosial-Budaya, Ekonomi, Sarana-Prasarana
    • Kebijakan Otoritas Wilayah
  • Tinjauan Khusus Pemilihan Lokasi
    • Tinjauan Lokasi Terpilih
  • Peraturan Pemerintah Terkait Proyek dan Lokasi
    • Alokasi Guna Tapak
    • Batas-Batas Tapak

Lokasi yang memenuhi kriteria Yogyakarta Cinema Center adalah lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan sasaran pengguna. Lokasi Yogyakarta Cinema Center diharapkan dapat menjadi pusat rekreasi masyarakat dan menyalurkan karya film para sineas muda Yogyakarta. Analisis kebutuhan ruang di Yogyakarta Cinema Center didasarkan pada kebutuhan dan aktivitas yang dilakukan pengunjung dan pengelola.

Kegiatan operasional Yogyakarta Cinema Center meliputi penjualan tiket, penarikan tiket, operasional pemutaran film, kegiatan staf pendukung, kegiatan keamanan dan parkir. Area pusat bioskop akan dibangun di tengah lokasi untuk mengurangi ancaman luapan air dan menambah titik drainase di sekitar bangunan. ..berhembus dari tenggara menuju lokasi lokasi. Gedung Yogyakarta Cinema Center menggunakan listrik yang cukup besar untuk menjalankan bioskop dan fungsi pendukung lainnya.

Untuk menjaga kebersihan di sekitar kawasan Cinema Center Yogyakarta diperlukan wadah atau tempat khusus untuk membuang sampah. Perancangan lingkungan pusat bioskop Yogyakarta dapat mempengaruhi pengguna dan pengunjung untuk merasakan hiburan dan menarik perhatian untuk berkunjung sesuai dengan tujuan bangunan sebagai pusat hiburan. Syarat akses menuju gedung Yogyakarta Cinema Center harus ditentukan sesuai dengan medan dan kekhususan sebagai area pintu masuk.

Perancangan struktur gedung Yogyakarta Cinema Center akan terdiri dari lebih dari satu massa yang mempunyai kesan menyatu dengan sirkulasi terpusat.

Tabel 3.2. Arah Pengembangan Wilayah DI. Yogyakarta
Tabel 3.2. Arah Pengembangan Wilayah DI. Yogyakarta

TINJAUAN TEORI

Tinjauan Tentang Arsitektur Ekspresionisme

  • Pengertian Ekspresionisme
    • Ekspresionisme dalam Seni Lukisan
    • Ekspresionisme dalam Seni Patung
  • Makna Ekspresionisme
  • Pengertian Arsitektur Ekspresionisme
  • Arsitektur Ekspresionisme Modern
  • Arsitektur Ekspresionisme Post Modern

Oleh karena itu, ekspresionisme adalah kecenderungan seniman untuk mengaburkan/memutarbalikkan realitas dengan efek emosional. Dalam perencanaan bangunan tidak dibatasi oleh standar-standar yang akan membuat bentuk bangunan tampak kaku dan monoton. Arsitektur ekspresionis, sekelompok idealis spasial, kelompok ini meyakini bahwa desain bangunan harus diungkapkan melalui ide-ide spasial yang bersifat immaterial dan abstrak.

Kelompok Arsitektur Ekspresionis, Ekspresi Bentuk dan Material, kelompok ini memulai dari perancangan bentuk bangunan yang terdiri dari material konstruktif. 52 Jadi dapat diartikan pula bahwa arsitektur ekspresionis harus memberikan kebebasan dan penghormatan terhadap penciptaan seni dalam arsitektur yang tidak dibatasi oleh modul-modul yang monoton. Ekspresionisme mulai diperkenalkan pada masa arsitektur modern dan berkembang pesat pada era modern akhir dalam buku “Art and Ideas” karya William Flemming.

Menurut buku “Dictionary of Architecture” karya John Flemming, bangunan tidak harus berfungsi sempurna, namun yang lebih penting adalah kemampuan menciptakan perasaan dari bentuk bebas yang cenderung abstrak. Gedung yang berfungsi sebagai observatorium ini juga dikenal sebagai contoh arsitektur modern – fungsional karena digunakan untuk penelitian dan pengoperasian teori Einstein. Sentuhan ekspresionisme terlihat pada bentuk bangunan yang menggunakan material berupa batu bata dengan bentuk yang menarik.

Saat ini, arsitektur ekspresionis dipandang sebagai pencarian berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan emosional dan psikologis.

Gambar 4.1. Lukisan Starry Night karya Vincent Van Gogh  Sumber: google.co.id
Gambar 4.1. Lukisan Starry Night karya Vincent Van Gogh Sumber: google.co.id

Pengertian Interaktif

  • Bentuk-Bentuk Interaksi

Pengertian Rekreatif

  • Ciri Rekreatif…
  • Tujuan Rekreatif
  • Jenis-Jenis Rekreasi

Menyediakan ruang makan dan minum di dalam kawasan Pusat Sinema Yogyakarta untuk memfasilitasi dan memanjakan pengunjung dengan makanan dan minuman tanpa perlu repot mendatangkannya dari luar. 80 tenant merupakan kavling khas yang disesuaikan dengan kebutuhan pokok. Ruang yang paling dalam dan privat dan hanya mereka yang berkepentingan saja yang dapat mengakses ruang tersebut yang merupakan ruang privat. Gedung Yogyakarta Cinema Center, termasuk gedung kelas 9, adalah gedung-gedung untuk pertemuan, termasuk bengkel, laboratorium atau sejenisnya di sekolah dasar atau menengah, aula, gedung keagamaan, gedung kebudayaan atau sejenisnya, tetapi tidak termasuk bagian gedung mana pun yang berasal dari kelas lain. .

Pada gedung Yogyakarta Cinema Center, penggunaan tangga akan dikhususkan untuk tangga evakuasi dan perlindungan ancaman kebakaran/darurat. Area paling dalam dan privat dan hanya mereka yang berkepentingan saja yang mempunyai akses menuju ruangan yang merupakan area privat.

Kajian Elemen Arsitektur

  • Tinjauan Teori Tata Ruang
  • Tata Bentuk Bangunan…

Arsitektur Bangunan Gedung

  • Ruang Luar
    • Keamanan
    • Kenyamanan
  • Ruang Dalam
    • Keamanan
    • Kenyamanan

Berdasarkan tujuan kegiatan di Sentra Sinema Yogyakarta, kegiatan dibagi menjadi kegiatan utama dan kegiatan pendukung yaitu perpustakaan film dan penunjang umum. 1 Toilet/Toilet Perancangan toilet pada gedung Seni Sinema Yogyakarta harus memperhatikan perlengkapan yang dibutuhkan oleh pengguna baik pengelola maupun pengunjung, seperti kran, toilet siram, tisu, tempat sabun, dan tempat sampah.

ANALISIS PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Analisis Perencanaan dan Perancangan

  • Analisis Fungsi
    • Identifikasi Pelaku
    • Identifikasi Alur Kegiatan
  • Analisis Kebutuhan Ruang
    • Kegiatan Pemutaran Film
    • Kegiatan Pendukung Cinema Center
    • Kegiatan Pendukung Umum
    • Kegiatan Pengelola
  • Analisis Sistem Spasial
    • Zonasi Ruang
    • Hubungan Ruang
    • Organisasi Antar Ruang
  • Analisis Besaran Ruang

Naik/turun kendaraan Area pengantaran Tempat parkir mobil Tempat parkir Antrean/pembelian tiket Loket tiket Menunggu film Ruang tunggu. Pengunjung dapat melihat dan membeli produk tersebut di Cinema Art Shop yang khusus menjual DVD, action figure, poster dan lain-lain.

Tabel 5.2. Kegiatan dan Kebutuhan Area Bioskop
Tabel 5.2. Kegiatan dan Kebutuhan Area Bioskop

Analisis Tapak

  • Analisis Perancangan Tapak
  • Analisis Aklimatisasi Ruang
    • Analisis Penghawaan Ruang
    • Analisis Pencahayaan Ruang
    • Analisis Akustika Ruang
    • Analisis Struktur dan Konstruksi
    • Analisis Perencangan Utilitas Bangunan
    • Analisis Perlengkapan dan Kelengkapan Bangunan
  • Analisis Perancangan Penekanan Studi
    • Konsep Perancang Interaktif dan Rekreatif
    • Konsep Perancangan Arsitektur Ekspresionisme

Kawasan bangunan yang memerlukan ketenangan, seperti perpustakaan film dan gedung konvensi, akan berlokasi di utara kawasan. Suhu udara sesuai dengan tingkat kenyamanan manusia yaitu maksimal 28°C.  Aliran udara horizontal di area tapak tidak terhalang oleh bangunan disekitarnya. Penempatan bangunan di tengah areal tapak dimaksudkan agar seluruh sisi bangunan menghadap ke luar dan mendapat sinar matahari.

Hal terpenting dalam struktur bangunan adalah mampu menahan beban bangunan, fungsional, ekonomis, dan sekaligus memberikan estetika bangunan. Kotoran cair Kotoran yang langsung dibuang ke sumur resapan Kotoran padat Kotoran yang dihasilkan dari kotoran/kotoran manusia. Sistem proteksi petir akan menggunakan sistem proteksi petir Thomas, yang menggunakan radioaktivitas parsial di bagian tertinggi gedung.

Gambar 5.2.. Contoh Penghawaan Alami Pada Bangunan  Sumber: google.id
Gambar 5.2.. Contoh Penghawaan Alami Pada Bangunan Sumber: google.id

Analisis Makro dan Mikro

  • Analisis Makro
  • Analisis Mikro

Pengatur massa Penyelenggara massa sesuai dengan fungsi penempatan tempat umum di bagian depan lokasi agar mudah dijangkau dan menggunakan penyangga untuk meredam kebisingan pada sisi lokasi yang lebih dekat dengan jalan raya. . Penataan vegetasi Peranan vegetasi pada bagian luar bangunan adalah mengarahkan penggunanya menuju bangunan dengan memilih vegetasi tertentu. Ruang transisi dapat menjadi ruang penghubung antara interior bangunan dengan eksterior bangunan.

Sesuai perhitungan KDB yang diatur pemerintah daerah, perkiraan luas terbangun adalah 7.078 m2, dengan keadaan tanah asli berupa persawahan. 2 Menggunakan bentuk yang terdiri dari bahan konstruktif berupa kaca, baja dan dinding beton/bata. Analisis desain dengan pendekatan arsitektur ekspresionis Tidak ada unsur analisis desain dengan pendekatan arsitektur ekspresionis 1 Bentuk dan ruang.

139 2 Penataan Ruang Luas tapak adalah 19.761 m2 dan sesuai dengan peraturan daerah kecamatan depok yaitu KDB mewakili 40% dari total luas lahan. 140 3 Sirkulasi Pembagian area melingkar bangunan bagi pengelola dan pengunjung akan dibedakan menurut zonasi (publik-swasta) dan menjaga keselamatan dalam pelaksanaan fungsi dan aktivitas di dalam bangunan. Sesuai dengan peraturan daerah tentang proteksi kebakaran, akan disediakan jalur evakuasi di area lokasi pembangunan untuk masuknya mobil pemadam kebakaran ke lokasi pembangunan dan akses ke seluruh bagian bangunan.

141 4 Material Gunakan material konstruksi buatan pabrik seperti baja, kaca dan material alami seperti batu bata dan rumput.

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

Konsep Perencanaan

  • Konsep Lokasi dan Tapak
  • Konsep Perencanaan Tapak

Konsep Programatik

  • Pelaku
  • Kegiatan
    • Program Kegiatan
    • Alur Kegiatan
  • Sistem Spasial
    • Zonasi Ruang
    • Hubungan Ruang
    • Organisasi Ruang

Konsep Perancangan

  • Konsep Perancangan Tapak
  • Konsep Perancangan Tata Bangunan

Konsep Penekanan Studi

  • Konsep perancangan dengan Nilai Interaktif dan Rekreatif

Fungsi: menutupi permukaan tanah, membentuk pola tertentu, menyerap panas berlebih, mempunyai bentuk dan warna yang bermacam-macam.

Tabel 6.2. Analisis Perancangan dengan Pendekatan Arsitktur Ekspresionisme  No  Elemen  Analisis Perancangan dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionisme  1  Bentuk dan Ruang
Tabel 6.2. Analisis Perancangan dengan Pendekatan Arsitktur Ekspresionisme No Elemen Analisis Perancangan dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionisme 1 Bentuk dan Ruang

Alur Pemikiran

Bagan Alur Kegiatan Pengelola

Bagan Alur Kegiatan Staff

Bagan Alur Kegiatan Tenant Café

Bagan Alur Kegiatan Pengunjung

Diagram Hubungan Ruang

Pelaku Yogyakarta Cinema Center

Program dan Kelompok Kegiatan Yogyakarta Cinema Center

Alur Kegiatan Pelaku Kegiatan Yogyakarta Cinema Center

Diagram Hubungan Ruang

Gambar

Tabel 6.3  Interior Ruang…………………………………………………………..  144
Tabel 2.2. Faktor Penentu Kualitas Menonton di Bioskop
Gambar 2.3 Proyeksi Jarak Penonton Dengan Layar Dari Kursi Terdepan  Sumber : Timesaver Standard Building Types
Gambar 2.6 Layout Denah Proyeksi Layar  Sumber : Data Arsitek Jilid 2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menghasilkan konsep perencanaan dan perancangan Cineplex di Yogyakarta yang mampu mendukung apresiasi penonton film melalui tata massa dan tata ruang dalam yang mengacu pada

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ECO CULTURE

 Terwujudnya suatu konsep perencanaan dan perancangan music center sebagai wadah pembelajaran seni musik dan pusat pertunjukan musik di Yogyakarta yang memiliki karakter dinamis

konsep perencanaan dan perancangan Pemalang Sport Center yang mampu mewadahi kebutuhan olahraga di Kabupaten Pemalang yang bersifat rekreatif, edukatif, dan profesional

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ECO CULTURE

Adapun sasaran perencanaan dan perancangan Music Center di Kota Palembang adalah menghasilkan rancangan yang menciptakan wadah sebagai pusat kegiatan musik dengan

Bab VI Konsep Perencanaan Dan Perancangan Pusat Desain Grafis –––––– dengan Pendekatan Arsitektur Metafora di Yogyakarta...1. Konsep Kegiatan

konsep perencanaan dan perancangan Pemalang Sport Center yang mampu mewadahi kebutuhan olahraga di Kabupaten Pemalang yang bersifat rekreatif, edukatif, dan profesional