• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ergonomi Sebagai Alat Peningkatan Kualitas Kerja

N/A
N/A
Kaprilia Maharani

Academic year: 2024

Membagikan " Ergonomi Sebagai Alat Peningkatan Kualitas Kerja"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Ergonomi sebagai Alat Peningkatan Kualitas Kerja

Theresia Liris Windyaningrum, S.T., M.T.*

Kelelahan dalam beraktivitas maupun bekerja tidak dapat dihindari manusia. Manusia memiliki sejumlah keterbatasan jika dibandingkan dengan mesin yang dapat “bekerja” secara lebih stabil. Manusia masih memegang kendali dalam pekerjaannya walaupun menggunakan alat dan mesin.

Wajar bila manusia dalam melaksanakan aktivitasnya membutuhkan kenyamanan.

Kenyamanan berdampak positif terhadap hasil kerja yang semestinya dicapai. orang yang menulis atau mengetik pada meja yang rendah akan cepat lelah khususnya pada tangan, lengan, dan punggung. Orang yang melakukan pekerjaan dengan berjongkok (seperti mencuci manual) tentu akan cepat lelah pada kakinya. Begitu juga orang yang bekerja pada ruangan lembab, pencahayaan kurang, atau tanpa ventilasi udara cukup akan mengakibatkan gerah.

Ketidaknyamanan kerja terjadi apabila seseorang berada dalam situasi yang secara psikologis dan sosiologis mengakibatkan mudah lelah, bosan, stres, hingga akhirnya relasi sosialnya pun menjadi terganggu, seperti mudah marah, mudah tersinggung, menyendiri, dan lain sebagainya. Dampaknya adalah hasil kerja menjadi kurang optimal, seperti target kerja tidak tercapai, waktu pengerjaan lebih lama, banyaknya produk gagal/rusak (reject), kualitas hasil kerja tidak sesuai harapan serta relasi dengan rekan kerja atau lingkungan kurang harmonis.

Ergonomi adalah ilmu yang dipelajari dalam Teknik Industri. Ergonomi mempelajari aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen, dan desain/perancangan. Ergonomi secara khusus membahas hubungan fisik antara manusia dan fasilitas yang mendukungnya termasuk pula lingkungan kerjanya. Dengan mengaplikasikan ergonomi, manusia akan menemukan kenyamanan dalam bekerja dan melakukan aktivitas. Dengan ergonomi pula 1

(2)

ketidaknyamanan saat bekerja atau melakukan aktivitas dapat dicegah sehingga dampak psikologis dan sosiologis kerja dapat dihindari.

Aplikasi ergonomi berupa desain maupun redesain, di antaranya desain atau redesain alat kerja, fasilitas kerja, maupun lingkungan kerja. Dulu petani memanen gabah dengan ani- ani, sekarang sudah dengan mesin perontok gabah. Sebelumnya orang menumbuk kacang dengan alu, kini sudah ada mesin giling. Para tukang kayu yang dulu menghaluskan permukaan kayu menggunakan alat serut kayu manual, sekarang dengan mesin serut listrik.

Sebelumnya orang merasa tidak nyaman duduk di kursi karena tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya (seperti kaki menggantung), sekarang kursi kerja sudah didesain mudah di naik- turunkan (adjustable). Demikian pula dengan lingkungan kerja yang minim tanaman, sekarang hampir di semua tempat kerja tampak taman yang ditata dengan apik. Semua kondisi tersebut adalah bentuk aplikasi ergonomi yang semata-mata berupaya membuat manusia merasa nyaman dalam melaksanakan aktivitasnya. Orang yang merasa nyaman akan memiliki daya tahan kerja lebih lama, daya konsentrasi lebih tinggi, sehingga mutu pekerjaan terjaga dengan baik. Dengan demikian target kerja pun akan dapat tercapai.

Gambar berikut adalah ilustrasi penerapan ergonomi berupa desain fasilitas kerja.

Pada gambar (a) tampak posisi duduk yang membuat tulang belakang pekerja mengalami kelelahan karena ukuran tinggi meja yang tidak sesuai dengan dimensi tubuh pekerja.

(a) Kondisi tidak ergonomis (b) Kondisi ergonomis

Sedangkan gambar (b) menunjukkan kondisi kerja yang ergonomi karena tinggi meja dan tinggi kursi sesuai dengan dimensi tubuh pekerja serta tinggi layar monitor komputer yang sejajar dengan tinggi mata. Di manakah peran ergonomi dalam gambar tersebut? Peran ergonomi pada kondisi tersebut adalah pada perancangan tinggi kursi dan tinggi meja serta penyangga layar yang disesuaikan dengan dimensi tubuh pekerja. Dengan menggunakan rumusan antropometri, persentil, dan allowance, akan didapatkan ukuran alat kerja maupun 2

(3)

fasilitas kerja (dalam hal ini ukuran tinggi meja, tinggi kursi, dan alat penyangga monitor) yang sesuai dengan dimensi tubuh pekerja maupun sekelompok pekerja. Dampak positif yang dapat dicapai adalah minimnya kelelahan kerja yang dialami oleh pekerja sehingga pekerja pun dapat lebih fokus dalam bekerja dan mencapai target kerja yang diinginkan.

Dengan demikian, berbekal rumusan antropometri tubuh manusia, tampak nyatalah peran ergonomi sebagai bagian dari keilmuan Teknik Industri menjadi alat untuk mengurangi tingkat kelelahan kerja, meningkatkan performansi dan mutu kerja, bahkan meminimalkan potensi kecelakaan kerja melalui desain dan redesain alat kerja, fasilitas kerja, maupun lingkungan kerja.

*) Dosen Program Studi Teknik Industri

Universitas Katolik Widya Mandala Madiun Email : [email protected]

3

Referensi

Dokumen terkait

memperoleh rancangan desain kursi pangkas rambut yang ergonomis yang disesuaikan dengan dimensi tubuh manusia dengan pendekatan ilmu ergonomi yaitu antropometri..

Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem

PAL INDONESIA dengan mengacu pada balanced scorecard serta dapat melakukan upaya perbaikan dalam meningkatkan performansi ergonomi keselamatan dan kesehatan kerja

Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja pabrik tentang keluhan MSDs, manfaat senam ergonomi, sikap ergonomis dalam bekerja seperti

Ide utama dari kajian ini adalah bagaimana mendapatkan desain ergonomi ruang proses produksi guna mendapatkan kenyamanan termal alami bagi karyawan yang bekerja

Sesuai dengan teori ergonomi yang menyatakan bahwa semua aktivitas bekerja manusia selalu akan dikaitkan dengan ukuran, dapat disimpulkan bahwa intervensi ergonomi berupa

Disimpulkan bahwa aplikasi ergonomi pada seragam olahraga meningkatkan kenyamanan dalam berolahraga pada siswa SMP, aplikasi ergonomi seragam olahraga memperbaiki

Menurut Sutalaksana 1979 Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia untuk merancang