• Tidak ada hasil yang ditemukan

ERIN tugas sekolah digunakan sebaik mungkin

N/A
N/A
Clara claresta Barus

Academic year: 2024

Membagikan "ERIN tugas sekolah digunakan sebaik mungkin"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menurut Setyaningrum, 2019 Interaksi ekologi adalah interaksi antar biotik (organisme) seperti interaksi antar spesies yang berbeda, serta interaksi antar organisme dengan faktor abiotik (lingkungan fisik dan kimia). Habitat air tawar dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu sistem lentik (kolam, danau, rawa, tambak, waduk) dan sistem lotik (sungai). Sistem lentik merupakan suatu badan air yang bercirikan air yang aliran airnya sedikit atau tidak ada sama sekali, sedangkan sistem lotik merupakan badan air yang bercirikan aliran air yang cukup kuat sehingga tergolong dalam badan air.

Menurut Wardoy (1981), kondisi sungai digambarkan sebagai badan air yang umumnya dangkal, aliran biasanya searah, dasar sungai berupa kerikil dan pasir, terdapat sedimen atau erosi, suhu air berfluktuasi, upwelling dan down terjadi. hampir konstan. Habitat sungai dan tambak berbeda dalam ada tidaknya arus air, jenis sedimen, volume air, kekeruhan, dan jenis makanan yang tersedia, sehingga kedua habitat tersebut mempunyai komunitas yang sangat berbeda. Sungai dan fitoplankton saling berinteraksi melalui aliran energi dan nutrisi (Fachrul et al., 2008).

Keanekaragaman plankton pada suatu perairan biasanya dinyatakan dengan jumlah spesies yang terdapat pada lokasi tersebut, sehingga semakin banyak jumlah spesies maka semakin besar pula keanekaragamannya.

Tujuan

Daerah perairan terpencil (lentik) merupakan salah satu bentuk ekosistem perairan yang aliran atau aliran airnya tidak begitu berperan penting, hal ini disebabkan karena aliran airnya tidak terlalu besar atau tidak mempengaruhi kehidupan organisme yang ada di dalamnya. Pengambilan air menggunakan botol UC yang diberi selotip hitam (jangan sampai ada gelembung udara) di setiap stasiun dan ditutup rapat. Ambil pH meter yang telah dikalibrasi dan masukkan ke dalam air hingga tingkat yang ditentukan.

Pengukuran suhu dilakukan dengan cara menempelkan termometer ke dalam air pada setiap stasiun kemudian menunggu hingga angka pada termometer berhenti. Hasil pengukuran suhu air diam kelompok 2 tiap stasiun menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda, suhu stasiun 1 sekitar 29,8℃ dan stasiun 2 dan 3 sekitar 29,7℃. Hasil pengamatan warna air yang tergenang pada stasiun 1 berwarna coklat kehitaman, pada stasiun 2 berwarna coklat keruh dan pada stasiun 3 berwarna kecoklatan.

Pengukuran kejernihan dan kekeruhan menggunakan cawan secchi, dengan cara direndam dalam air hingga cawan secchi tidak terlihat lagi, dilakukan berulang kali pada setiap stasiun. Hasil kejernihan total yang diperoleh pada air tenang adalah: stasiun 1 sebesar 35,5 cm, stasiun 2 sebesar 37,5 cm, dan stasiun 3 sebesar 42,5 cm. Ukur kedalaman genangan dan air mengalir dengan menggunakan bambu yang diberi tanda kelipatan 10 cm.

Kedalaman genangan air yaitu stasiun 1 130 cm, stasiun 2 135 cm, dan stasiun 3 150 cm. Kedalaman air mengalir yaitu stasiun 1 115 cm, stasiun 2 225 cm, dan stasiun 3 286 cm. Pengamatan biologi dilakukan dengan mengamati plankton dan organisme lain pada perairan yang mengalir dan tergenang.

Pengamatan kimia dilakukan dengan mengambil sampel air di setiap stasiun dengan menggunakan botol UC yang tidak boleh ada gelembung yang masuk ke dalam botol. Perbedaan air tenang dan air mengalir terdapat pada ciri dan ciri fisik masing-masing badan air, dimana air tenang mempunyai aliran air yang lambat, badan air dangkal dan sifat umum air yang relatif tenang serta kaya akan vegetasi. Parameter setiap badan air menunjukkan bahwa air yang mengalir mengandung organisme akuatik yang sangat beragam dibandingkan dengan perairan yang tergenang karena aliran air yang mengalir memungkinkan organisme lain untuk hidup dan berkembang biak dalam jumlah yang lebih banyak.

TINJAUAN PUSTAKA

Perairan Mengalir

Dalam ekosistem ini, dasar perairan berperan penting dan menentukan sifat komunitas serta kepadatan penduduk komunitas tersebut. Dasar air yang keras, terutama yang tersusun dari bebatuan, merupakan habitat yang baik bagi organisme untuk menempel atau menempel. Dengan demikian, komposisi spesies komunitas habitat air mengalir akan sangat berbeda dibandingkan dengan komunitas habitat air tergenang, seperti danau atau kolam (Modul Ekoper, 2009).

Habitat sungai dan kolam berbeda dalam hal aliran air, jenis sedimen, volume air, kekeruhan, dan jenis makanan yang tersedia, sehingga kedua habitat tersebut memiliki komunitas yang berbeda. Sungai dan fitoplankton berinteraksi satu sama lain melalui aliran energi dan siklus nutrisi (Fachrul et al., 2018).

Perairan Menggenang

Parameter yang Diukur

  • Suhu
  • Ph
  • Kecerahan
  • Arus
  • Oksigen Terlarut
  • Zooplankton
  • Fitoplankton
  • Bentos

Ambil bambu yang sudah disisik dan bagian bawahnya diikatkan pada bagian tengah secchi disk, lalu masukkan ke dalam air hingga warna hitam putihnya masih terlihat dan tidak terlihat. Kemudian amati dan hitung waktu pergerakan bola dengan menggunakan stopwatch dan catat hasilnya di setiap stasiun. Kemudian sampel dalam botol film dituangkan ke dalam botol UC dan diberikan 3-4 tetes Lugol.

Kemudian kumpulkan organisme yang hidup di dasar laut pada setiap stasiun dengan menggunakan tabung paralon. Hasil suhu dari pengukuran air yang mengalir adalah, pada stasiun 1 sebesar 31,9℃, stasiun 2 sebesar 31,3℃ dan stasiun 3 sebesar 31,7℃.

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tempat dan Waktu

Workshop Ekologi Perairan dilaksanakan di Laboratorium Percobaan Tambak Program Studi Budidaya Perairan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya pada tanggal 14 Oktober 2023 pukul 08.00 WIB hingga berakhir dan dilaksanakan di Desa Segayam Kecamatan Gelumbang Kabupaten2301. WIB sampai selesai.

Alat dan Bahan

Cara Kerja

  • Pengukuran Kecerahan
  • Pengukuran Kedalaman
  • Pengambilan Plankton
  • Pengambilan Bentos

Tentukan stasiun atau tempat yang panjangnya tiga meter dengan tiga batang bambu yang diberi jarak satu meter sebagai penanda. Termometer kemudian ditempatkan ± 10 cm di bawah permukaan air dan ditampilkan skala yang ditunjukkan oleh termometer pada ketiga stasiun. Sampel benthos yang diambil disaring dan dipisahkan dari lumpur dan substrat lainnya, kemudian ditempatkan dalam katup plastik dan diolah dengan formaldehida 4%.

Hasil pengamatan warna air yang mengalir adalah: stasiun 1 berwarna hitam, stasiun 2 berwarna hitam kecoklatan dan stasiun 3 berwarna coklat keruh.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Praktikum ekologi perairan dilakukan pengamatan terhadap parameter fisika yaitu pengukuran suhu, kecerahan, kedalaman, warna dan arus. Hal ini menunjukkan hasil pengukuran yang cukup tinggi, karena air uji terkena sinar matahari langsung sehingga menyebabkan suhu air meningkat. Perairan yang mengalir dicirikan oleh aliran yang terus menerus dan pergerakan massa air yang terus menerus.

Parameter fisik seperti suhu air merupakan faktor pembatas dalam proses produksi di perairan, dan produktivitas perairan sangat ditentukan oleh sifat fisik dan kimia serta organisme hidup pendukung lainnya. Saran dari praktek ini semoga kita lebih berhati-hati dalam menjalankan prosedur kerja dan cara mengukur parameter yang akan diukur agar diperoleh hasil yang sesuai.

Tabel 4.4. Parameter Kimia No
Tabel 4.4. Parameter Kimia No

Pembahasan

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel 3.1. Alat yang digunakan
Tabel 3.2. Bahan yang digunakan
Tabel 4.1. Parameter Fisika No
Tabel 4.4. Parameter Kimia No

Referensi

Dokumen terkait

Banyak sekali rnetode yang dapat digunakan dalam menentukan nilai kadar air misalnya pengukuran nilai kadar air menggunakan metode oven, destilasi dengan toluene,

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara menentukan lintasan kritis dengan menggunakan metode PERT- CPM pada penjadwalan proyek pembangunan gedung stasiun karantina ikan kelas

Sistem pengambilan data ketinggian air tersebut pada awalnya dilakukan dengan cara manual, di mana seorang petugas pintu air harus berjalan ke tempat pengukuran

Pengukuran panjang rambut dan pengamatan kelebatan rambut dilakukan dengan cara yang sama seperti pada uji pertumbuhan dan kelebatan rambut ekstrak air daun kucai. 3.8.3 Uji

Penentuan status mutu badan air dengan metode STORET dilakukan dengan cara membandingkan data hasil pengukuran dengan baku mutu yang sesuai dengan kelas air..

Dengan mengamati hasil pengukuran siswa dapat menentukan urutan lamanya waktu berdasarkan hasil pengukuran menggunakan alat ukur tidak baku dengan

Pengukuran debit pompa distribusi dilakukan dengan cara menyamakan jumlah air yang masuk dan keluar dari menara tempat tujuan pompa distribusi tersebut. Sebuah

Keterampilan literasi dibutuhkan untuk megidentifikasi masalah, menentukan kebutuhan informasi, menggunakan Teknologi Informasi, tempat dan cara pengambilan informasi,