• Tidak ada hasil yang ditemukan

Erma Suriani, MSI - Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Erma Suriani, MSI - Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA."

Copied!
114
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Drs. H. M. Achyar, M.Pd.I Erma Suriani, M.S.I.

Wirawan Jamhuri, M.Pd.I Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA.

Dr. H. Sainun, M.Ag. Dr. Hj. Lubna, M.Pd.

Dr. H. Fathul Maujud, MA. H. M. Taufiq, Lc, M.Ag

Dr. Ayip Rosidi, MA. Drs. H. L. Ahmad Busyairi, MA.

Zulyadain, MA. Dr. H. Syamsu Syauqani, Lc., MA.

Drs. H. M. Nasikin, M.Ag. Ahmad Nurjihadi, M.Ag.

Dr. Ahmad Sulhan, M.Pd.I Dr. Abdul Fattah, M.Fil.I Dr. M. Abdun Nasir, MA. Dr. H. Usman, M.Ag.

Dr. Jumarim, S. Ag. M.H.I. Husnul Hidayati, M.Ag.

Kun Fayakun

Metode Membaca Al-Qur’an dengan Pendekatan Active Learning

(3)

Metode Membaca Al-Qur’an dengan Pendekatan Active Learning

© Sanabil 2022

Penulis : Drs. H. M. Achyar, M.Pd.I Wirawan Jamhuri, M.Pd.I Dr. H. Sainun, M.Ag.

Dr. H. Fathul Maujud, MA.

Dr. Ayip Rosidi, MA.

Zulyadain, MA.

Drs. H. M. Nasikin, M.Ag.

Dr. Ahmad Sulhan, M.Pd.I Dr. M. Abdun Nasir, MA.

Dr. Jumarim, S. Ag. M.H.I.

Erma Suriani, M.S.I.

Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA.

Dr. Hj. Lubna, M.Pd.

H. M. Taufiq, Lc, M.Ag

Drs. H. L. Ahmad Busyairi, MA.

Dr. H. Syamsu Syauqani, Lc., MA.

Ahmad Nurjihadi, M.Ag.

Dr. Abdul Fattah, M.Fil.I Dr. H. Usman, M.Ag.

Husnul Hidayati, M.Ag.

Editor : Wirawan Jamhuri , M.Pd.I Ramdan, S.Pd

Layout : Tim Creative Desain Cover : Tim Creative All rights reserved

Hak Cipta dilindungi Undang Undang

Dilarang memperbanyak dan menyebarkan sebagian atau keseluruhan isi buku dengan media cetak, digital atau elektronik untuk tujuan komersil tanpa izin tertulis dari penulis dan penerbit.

ISBN : 978-623-317-348-3 Cetakan 1 : Desember 2022 Penerbit:

Sanabil

Jl. Kerajinan 1 Blok C/13 Mataram

Telp. 0370- 7505946, Mobile: 081-805311362 Email: [email protected] www.sanabilpublishing.com

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada tauladan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.

Metode membaca al-Qur’an yang disajikan dalam naskah ini merupakan hasil pengembangan setelah menelaah beberapa metode membaca al- Qur’an, terutama metode an-Nur yang dipadukan dengan pengalaman praktis para tim pengembang metode membaca al-Qur’an dari Lembaga Qur’anic Center UIN Mataram Tahun 2020.

Metode membaca al-Qur’an ini. Diperuntukkan bagi mahasiswa dan Mahasantri baru Ma’had al-Jami’ah UIN Mataram, terutama mahasiswa atau Mahasantri yang belum menguasai bacaan al-Qur’an secara tepat.

Metode membaca al-Quran yang dikembangkan oleh Dewan Muallim Ma’had al-Jami’ah UIN Mataram ini mengedepankan tehnik membaca al-Qur’an secara cepat dan tepat sesuai qaidah bacaan al-Qur’an (ilmu tajwid) dengan menggunakan pendekatan active learning sesuai karakteristik mahasiswa yang akan menggunakannya. Active learning merupakan strategi pembelajaran yang terfokus pada peserta didik

(5)

iv

Metode membaca al-Qur’an Kun Fayakun ini terdiri dari 8 langkah, yaitu 1) pengenalan huruf hijaiyah, 2). Pengenalan huruf dalam keadaan bersambung, 3) pengenalan tanda baca kasrah dan dhammah, 4) pengenalan tanwin, 5) pengenalan tanda mati (sukun), 6) pengenalan tanda baca syaddah/tasydid, 7) pengenalan tanda panjang (tajwid), dan 8) pengenalan tanda baca tertentu yang lebur dengan tanda baca setelahnya. Masing-masing langkah disertai dengan contoh penerapannya dengan menggunakan pendekatan active learning dan memanfaatkan media belajar yang relevan agar proses belajar membaca al-Qur’an menjadi lebih menyenangkan, tidak membosankan, mahasiswa cepat bisa, dan lama mengingatnya.

Sehingga mahasiswa yang telah belajar membaca al-Qur’an dengan menggunakan metode ini dapat menguasai bacaan al-Qur’an secara cepat dan tepat.

Naskah Pengembnagan metode membaca al-Qur’an ini dapat diselesaikan penyususnan, berkat kerjasama seluruh Dewan Muallim Pengembangan metode membaca al-Qur’an dari Empat Fakultas dan Ma’had al-Jami’ah UIN Mataram yang dipercayakan oleh Rektor UIN Mataram dan Kepala Ma’had al-Jami’ah UIN Mataram untuk mengembangkan melalui prosedur ilmiah yaitu research and developmet. Oleh karena itu, pada kesempatan ini Dewan Muallim menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan ide, pemikiran dan dukungan sehingga naskah ini dapat diselesaikan tepat waktu.

(6)

v

1. Ustadz Ishak sebagai narasumber yang telah banyak memberikan pengayaan pada pengembangan metode membaca al-Qur’an Kun Fayakun ini

2. Para Dewan Muallim yang telah bekerja keras menyelesaikan naskah pengembangan ini

3. Kepada Rektor yang telah memepercayakan Semua Dewan Muallim dalam penyelesaian naskah ini

4. Tim ahli yang memvalidasi naskah pengembangan ini

5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam kesempatan ini, yang telah berkontribusi dalam penyempurnaan naskah pengembangan metode membaca al-Qur’an Kun Fayakun Naskah hasil pengembangan ini tentu masih jauh dari sempurna, sehingga membutuhkan kritikan dan saran konstruktif sebelum finalisasi. Demikian juga, sesuai prosedur pengembangan sebuah produk, setelah divalidasi ahli conten dan desain model, maka hasil pengembangan metode ini perlu diujicobakan, baik secara terbatas atau kelompok kecil, maupun ujicoba lapangan (kelompok besar).

Hal dimaksudkan untuk menguji efektifitas dari metode yang dikembangkan sebelum digunakan dan didesiminasikan secara lebih luas

Penyusun

(7)

vi DAFTAR ISI

Halaman Sampul ... i

Kata Pengantar ... iii

Pendahuluan ... vii

A. Mengenal dan Membunyikan Huruf Hijaiyah DenganVokal A-I-U .. 1

B. Bunyi Konsonan ( ْ) ... 4

C. Mengenal Nama Huruf Hijaiyah ... 10

D. Mengenal dan Menyambung Huruf Hijaiyah ... 11

E. Membunyikan Lam Sukun Pada Prefik ( لا ) ... 11

F. Membunyikan "NunSukun danTanwin" ... 36

G. Hukum "Nun Sukun" ( ن ) dan "Tanwin" ( ْ ْ ْ) ... 39

H. Membunyikan " Mim Sukun" ( م ) ... 71

I. Membunyikan Vocal Panjang/Mad: )دملا ( ... 94

(8)

vii

PENDAHULUAN

Keterpurukan kualitas kehidupan bermasyarakat diasumsikan tidak berpegang teguh pada ajaran agama Islam yaitu al-Quran dan Hadis. Dalam prakteknya al-Qur an dan Hadis telah diposisikan sebagai hal yang suci dan sakral pada tataran ideologi namun belum menyentuh pada tataran praktek hidup keseharian. Hal demikian, disebabkan al-Qur an dan Hadis belum dipahami secara ruh dan substansi sebagai pegangan yang utama dan pertama dalam praktek kehidupan di masyarakat. Oleh karenanya, dipandang perlu al-Qur an dan Hadis bukanlah sesuatu yang semata disakralkan, tetapi memiliki fungsi sebagai hidayah al-Furqan bagi umat Islam.

Esensi al-Qur’an sebagai petunjuk kepada manusia semestinya harus terwajantahkan dalam lima dimensi pokok;

Pertama, Dimensi Tilâwah; membacakan ayat-ayat Allah atau Oral Communication, komunikasi lansung dengan public. Artinya masyarakat, baik secara akademis maupun sosial menjadikan al- Qur’an sebagai referensi pokok dalam menjalankan aktivitas, sehingga spirit yang diberikan al-Qur’an dapat membentuk karakter masyarakat yang tetap dalam prinsip-prinsip kebenaran. Kedua, Dimensi tazkiyah; yaitu sugesti untuk melembagakan kebenaran dan keadilan sosial (amar ma'rûf) dan mendistorsi kejahatan dan kesenjangan sosial (nahi munkar). Ketiga,Dimensi ta'lim;

mentransformasi pengetahuan kognitif kepada masyarakat, sehingga

(9)

viii

tercipta masyarakat yang berpendidikan (educated people).

Keempat, Dimensi Ishlâh; upaya untuk perbaikan dan pembaharuan dalam konteks keberagamaan yang lebih luas.

Dimensi Ihya’ (transformasi, pemberdayaan); upaya al- Qur’an bukan hanya sebatas komunikasi verbal tapi ada wujud transformasi sosial dan pemberdayaan kepada arah kemandirian masyarakat. Dari lima esensi al-Qur’an ini diharapkan dapat membawa pencerahan yang memiliki semangat transformatif dan dapat dijadikan landasan untuk mewujudkan trilogi dimensional;

pembentukan, restorasi dan pemeliharaan dan perubahan masyarakat islami.

IAIN Mataram merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri di kawasan Indonesia Timur sebagai wahana tempat menggodok dan mencetak generasi masa depan. Untuk mewujudkan cita ideal tersebut, IAIN Mataram diharuskan untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, antara lain dengan senantiasa menyesuaikan arah dan pengembangan lembaga sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman.

Dalam konteks kekinian, di mana eksistensi perguruan tinggi ditentukan oleh pasar, bukan tidak mungkin jika suatu saat lembaga- lembaga pendidikan Islam bisa gulung tikar, atau menjadi tamu di rumah sendiri. Karena, jika tidak ada lagi masyarakat yang meminati.

Apalagi memasuki abad ke-21 bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan besar berskala global. Sebagian besar tantangan

(10)

ix

itu muncul dari proses globalisasi yang terjadi sejak paruhan kedua abad ke-20 dan diperkirakan semakin intensif pada abad mendatang.

Globalisasi tidak hanya mendorong terjadinya transformasi peradaban dunia melalui proses modernisasi, industrialisasi, dan revolusi informasi. Lebih dari itu juga akan menimbulkan perubahan- perubahan dalam struktur kehidupan bangsa-bangsa dunia, termasuk Indonesia. Memasuki abad baru bangsa Indonesia diperkirakan akan mengalami perubahan-perubahan serba cepat dalam berbagai bidang kehidupan, baik sosial, budaya, ekonomi, maupun politik, maupun pendidikan.

Berkaitan dengan perubahan-perubahan itu, lembaga-lembaga pendidikan Islam, terutama IAIN Mataram sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam negeri, perlu mengambil langkah-langkah strategis agar dapat melakukan antisipasi agar dalam perkembangannya, IAIN tidak ketinggalan dibandingkan dengan perguruan tinggi lain, baik pada taraf lokal, regional maupun internasional.

Upaya ke arah tersebut, IAIN mencoba membuat terobosan baru dengan membentuk sebuah lembaga yang diinisiasi sebagai icon kebanggaan IAIN masa depan berupa pendirian Pusat Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan al-Qur’an yang disebut dengan Quranic Centre IAIN Mataram sebagai pusat kajian, pendalaman, penerapan nilai-nilai al-Qur’an berdasarkan riset, yang orientasi akhirnya adalah pemberdayaan masyarakat berdasarkan temuan-

(11)

x

temuan inti dalam al-Qur’an yang telah dikaji berdasarkan riset yang mendalam. Hal tersebut bukannya tidak beralasan, di mana IAIN Mataram secara setting sosial, berada dalam kultur masyarakat Islam terbanyak di NTB yang dapat dijadikan sebagai pilot project terhadap penerapan-penerapan nilai universalitas al-Qur’an ke depan.

Dengan posisi dan situasi tersebut, IAIN Mataram dengan adanya Quranic Centre IAIN Mataram akan mampu memenuhi harapan masyarakat, baik harapan yang bersifat sosial (social expectations), maupun harapan yang bersifat akademik (academic expectations).

Sejalan dengan perubahan tantangan yang dihadapi, harapan- harapan terhadap IAIN Mataram yang sepenuhnya berorientasi pada social expectations tidak lagi mencukupi. Bukan hanya karena sifatnya yang tradisional, tetapi juga karena orientasi harapan seperti itu tidak sejalan, baik dengan tantangan global maupun pengembangan IAIN sendiri di masa depan menyongsong otonomi perguruan tinggi. Menghadapi tantangan global, harapan yang bersifat akademis (academic expectations) harus lebih mendapat perhatian. Di masa depan IAIN harus lebih berkembang sebagai lembaga akademis daripada lembaga keagamaan dan riset ilmiah.

Atau minimal antaraporsi sebagai lembaga keagamaan dan lembaga akademis mendapat porsi yang seimbang dan lembaga seperti Quranic Centre IAIN Mataram ke depan dihajatkan untuk menjawab kedua harapan masyarakat yang ditujukan kepada IAIN Mataram.

(12)

xi

Maka sebagai jawaban permasalahan di atas, dipandang perlu IAIN Mataram sebagai institusi perguruan Tinggi Agama Islam memberikan jawaban secara riil dengan membuka, menyediakan fasilitas pengkajian, penelitian, pengembangan, eksperimen ajaran dan nilai-nilai al-Quran bagi warga kampus dan masyarakat pada umumnya. Lembaga yang dimaksud adalah Quranic Centre IAIN Mataram. Dengan hadirnya Quranic Centre IAIN Mataram diharapkan berkontribusi besar dalam perwujudan kehidupan masyarakat yang beriman, sejahtera dan damai serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu keagamaan dan ilmu pengertahuan.

Kontribusi riil yang didedikasikan oleh Quranic Centre IAIN Mataram kepada stakeholder adalah metode membaca cepat tepat yang disebut dengan METODE KUN FAYAKUN QC IAIN Mataram yang mengkomparasikan berbagai metode cepat tepat dalam membaca Al-Quran. Metode KUN FAYAKUN ini diproyeksikan untuk mahasiswa dan umum yang belum ada dasar membaca al-Quran karena metode KUN FAYAKUN menggunakan pendekatan Active Learning dengan mengedepankan sistemisasi Metode ANNUR, sebuah metode yang diklaim tercepat dengan asumsi cukup DUA JAM peserta didik sudah bisa membaca al- Qur'an.

Metode KUN FAYAKUNQuranic Centre IAIN Mataram memiliki distingsi dan spesifikasi dari metode-metode membaca cepat yang lain terletak pada pendekatan yang digunakan yaitu

(13)

xii

ACTIVE LEARNING yang mensistemisasi secara konstruktif dan inovatif dari Metode ANNUR. sebuah pengembangan yang menitikberatkan pada Active Learnig dari Peserta didik.

Alasan Filosofis Quranic Centre IAIN Mataram berijtihad dalam meramu berbagai metode yang relevan dengan melihat sisi psikologis dan akademik mahasiswa yang mungkin masih belum cekatan mengenal huruf al-Qur'an dan masih belum mahir membaca al-Quran dengan baik dan benar, di mana Al-Qur'an diturunkan agar selalu dibaca oleh orang yang masih hidup, juga agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi yang hidup. Baik fisiknya maupun otaknya dan pikirannya (Q.s. 39: 70). Bagimana metode membacanya? Al-qur'an tidak memberikan petunjuk teknis tentang itu. Karenanya teknis dan metode membacanya yang efektif menjadi bagian dari Fastabiq al-Khairat antara kita para pencinta al-Qur'an.

Satu hal yang pasti bahwa al-Qur'an hanya memerintahkan membacanya dengan tartil (Q.S. 73: 3) dan Allah pun telah membacakannya dengan tartil (Q.S. 25: 32). Serta menurunkannya pun dengah bertahap bahkan sampai kurang lebih 22 tahun (Q.S. 17:

107). Tartil secara populer dan salah kaprah hanya dimaknai sebagai membaca kebenaran bacaan, baik tajwid maupun fashahahnya serta perenungan dan penghayatan maknanya. dan tentu itu tidak mungkin tercapai dalam bacaan yang tepat.

(14)

xiii

Metode Kun Fayakun ini menjadi penting untuk menjawab dan memperjelas konsep keilmuan Horizon Ilmu IAIN Mataram yang mengarah pada pendekatan integrasi dan interkoneksi ilmu.

QURANIC CENTER IAIN Mataram adalah sebuah lembaga yang diproyeksikan untuk menjadi laboratorium al-Quran yang cakupannya bukan saja pengkoleksian naskah dan mushhaf alquran, tapi sebagai riset dan referensi ummat Islam NTB khususnya ummat Islam Dunia dalam menjawab berbagai persoalan keummatan. Materi baca tulis Al-Qur’an ini sangatlah penting dan merupakan pedoman hidup bagi setiap muslim. Setiap umat Islam dituntut untuk dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid.

Untuk itu para guru Agama Islam tidak saja dituntut untuk mengajarkan bagaimana cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, melainkan juga dituntut untuk mengajarkan bagaimana cara menulis dan menyalin tulisan latin kedalam tlisan Al-Qur’an (bahasa Arab).

Membaca al-Quran dengan METODE KUN FAYAKUN dalam hal berkenaan dengan al-Qur’an dapat diartikan melihat tulisan yang terdapat pada al-qur’an dan melisankannya. Akan tetapi membaca al- Qur’an bukan hanya melisankan huruf, tetapi mengerti apa yang diucapkan, meresapi isinya, serta mengamalkannya. Imam Al- Ghazali mengungkapkan sebagai berikut: “Adapun kalau menggerakan lidah saja, maka akan makin sedikit yang diperolehnya, karena yang dinamakan membaca harus ada perpaduan antara lidah,

(15)

xiv

akal dan hati. Pekerjaan lidah adalah membenarkan bunyi huruf dengan jalan tartil (membaca perlahan-lahan dan teratur). Pekerjaan akal mengenang makna dan tujuannya, sedangkan pekerjaan hati adalah menerima nasehat dan peringatan dari apa yang dipahaminya.

Dalam pembelajaran Al-Qur’an, metode apasaja namanya, termasuk METODE KUN FAYAKUN QURANIC CENTRE memegang peranan yang tidak kalah penting dalam komponen- komponen lain. Metode baca dan tulis al-Qur’an adalah suatu cara atau jalan untuk memudahkan pelaksaan pembelajaran Al-Qur’an.

Untuk dapat membaca dan menulis Al-Qur’an seseorang harus terlebih dahulu mengenal huruf-hurufnya, karena tanpanya adalah tidak dimungkinkan bisa membaca ataupun menulis Al-Qur’an..

Pada dasarnya, metode yang digunakan dalam pembelajaran Al- Qur’an termasuk di dalamnya METODE KUN FAYAKYUN QC IAIN Mataram dibagi dua metodik yaitu, metodik umum dan metodik khusus. Metode khusus meliputi metode Iqra’, metode Qa’dah Bagdhadiyyah, Annur, Annahdhiyyah, Hasyimiyah, Qiro’ati dan lain-lain. Adapun yang termasuk dalam metodik umum adalah:

Metode ceramah, metode tanya jawab, metode Drill/latihan dan metode demonstrasi.

Sekarang ini banyak orang memerlukan informasi sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat, sehingga segala perubahan yang sangat cepat dapat diketahui segera. Sebagai contoh dapat dilihat dari krisis ekonomi yang sedang dialami sekarang ini, dari permasalahan

(16)

xv

ini harga selalu berubah dengan cepat. Informasi semacam itu dapat segera diketahui baik dari media elektronik, seperti televisi, radio, internet, atau media cetak seperti majalah, koran dan sebagainya.

Secara tidak langsung informasi tersebut dirasakan merupak kebutuhan utama. Salah satu penyampaian yang bertahan lama dan berjangkauan luas adalah melalui bacaan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk mempunyai kemampuan membaca dan kemampuan- kemampuan penunjang lainnya, misalnya kemampuan berbahasa.

al-Hasil, dengan berhasilnya QC IAIN Mataram memformat metode baru dalam membaca cepat al-Qur'an, tentu diharapkan untuk bisa memberikan andil yang besar terhadap masyarakat, di mana di antara tujuan strategis dari Quranic Centre IAIN Mataram adalah:

Pertama, Tersedia akses dan sarana pengkajian al-Quran. Kedua, Menghasilkan research, uji implementasi, dan penafsiran isi kandungan al-Qur an yang dapat menjawab permasalahan zaman.

Ketiga,Terbangun kesadaran kolektif bagi warga berpegang pada al- Qur’an sebagai pedoman hidup. Keempat, Berkontribusi dalam terwujudnya tatanan kehidupan rahmatan lil alamin. Kelima, Tersedianya SDM yang kompeten dalam penelitian dan pengkajian al-Quran. Keenam, Terbangun jaringan kerjasama studi al-Quran lintas perguruan tinggi dan masyarakat luas. Ketujuh, sebagai media penyampai pengetahuan agama (Transfer of Islamic Knowledge).Kedelapan, sebagai media pemelihara tradisi Islam

(17)

xvi

(Maintenance of Islamic Tradition).Kesembilan, sebagai media

"pencetak" ulama (Reproduction of Ulama).

Buku Metode membaca cepat ala Quranic Centre ini tidak ada lain selain menginisiasi orientasi dan esenso program QC IAIN Mataram yang mencakup: Pertama, Melakukan pembelajaran dan tranformasi al-Quran. Kedua, Mengkomunikasikan pesan-pesan al- Qur’an pada umat. Ketiga, Membangun kesadaran bahwa al-Quran sebagai petunjuk haqiqi. Keempat, Menfasilitasi implemmentasi nilai-nilai al-Quran. Kelima, Melakukan kajian al-Quran. Keenam, Penelitian Praktek kehidupan keberagamaan yang terinspirasi dari al- Quran. Ketujuh, Pengembangan SDM terkait dengan penelitian dan pengkajian al-Quran. Kedelapan, Publikasi dan penerbitan hasil kajian dan penelitian tentang al-Quran.

Dengan demikian, QC IAIN Mataram dapat dijadikan;

1)Menjadi pusat kajian dan pengembangan al-Qur’an dan ilmu-ilmu al-Qur’an, 2) Menjadi simbol keagamaan melalui penerapan nilai- nilai al-Qur’an berdasarkan hasil riset, 3)Menjadi wadah pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya masyarakat Indonesia Bagian Timur dan Metode Membaca KUN FAYAKUN QURANIC CENTRE ini bisa menjawab dan mengatasi problematika ummat dalam aspek membaca al-Qur'an di era persaingan global dan modernitas ini.

Semoga.

(18)

1

A. MENGENAL DAN MEMBUNYIKAN HURUF HIJAIYAH DENGAN VOKAL A-I-U:

Untuk mengenalkan huruf sebaiknya menggunakan bunyi vocal

"a" dengan penggunaan lagu untuk mempermudah menghafal huruf-huruf

ر ، ث ، ب ، ؤ ،

ر ، ح ، ج

# ػ ، ع ، ط ، ص ،

م ، ف ، ؽ

ى ّ ، ٍ ،

ٕ ، ، ١ ،ٝ ، ٙ

# ن ، م ، ٫ ، ٥ ،

ي ، ٌ ، و

Membimbing muta'allim menghafal huruf-huruf ini dilakukan dengan:

1. Muallim menulis dengan baik dan benar pada lembaran kertas yang ditempel pada dinding (kelas) atau papan tulis.

2. Muallim mulai meminta muta'allim agar menghadap dan memperhatikan tulisan dan penunjuk yang juga sudah dipersiapkan muallim.

3. Muallim menunjuk masing-masing huruf sambil membunyikannya dengan vokal "a" yaitu: a – ba – ta – tsa dan seterusnya. Para muta'allim diminta langsung mengikuti.

4. Agar lebih cepat dihafal, muallim bisa kembali mengulang menggunakan bahar atau lagu, sambil terus mengarahkan alat penunjuknya pada setiap huruf yang dibunyikan muallim - muta'allim (4 – 3) # (4 – 3). (biasanya muta'allim sudah hafal dalam 6-10 menit)

5. Untuk meyakinkan pengenalan lambang dan bunyinya, muallim bisa meminta muta'allim membunyikan huruf-huruf yang ditunjuk muallim secara silang, atau acak, secara bergantian dan dapat

(19)

2 dilakukan sambil bernyanyi (4 – 3) # (4 – 3). A ba ta ja tsa ha kha dst.

6. Memberi dan membunyikan vokal; a – i – u. Dalam konteks ini, muallim menulis kembali huruf-huruf dengan tanda baca fathah (a) , kasrah (i) , dan dlammah (u).

Bunyi (a)

َم ، َف ، َؽ ، َػ ، َع ، َط ، َص # َر ، َح ، َج ، َر ، َث ، َب ، َ ؤ َي ، ـ ََ ، َو ، َن ، َم ، َ٫ ، َ٥ # َ١ ، َٝ ، َٙ ، َٕ ، ّ ، َ ٍ ، َىَ

Bunyi (i)

، ِم ، ِف ، ِؽ ، ِػ ، ِع ، ِط ، ِص # ِر ، ِح ، ِج ، ِر ، ِث ، ِب ، ِب

# ِ١ ، ِٝ ، ِٙ ، ِٕ ، ِّ ، ٍِ ، ِى ِي ، ٌِ ، ِو ، ِن ، ِم ، ِ٫ ، ِ٥

Bunyi (u)

، ُم ، ُف ، ُؽ ، ُػ ، ُع ، ُط ، ُص # ُر ، ُح ، ُج ، ُر ، ُث ، ُب ، ُ ؤ . ُي ، ٌُ ، ُو ، ُن ، ُم ، ُ٫ ، ُ٥ # ُ١ ، ُٝ ، ُٙ ، ُٕ ، ُّ ، ٍُ ، ُى

7. Biasanya muta'allim tidak menemukan kesulitan membunyikan vokal "u" dan "i", karena mereka langsung saja membunyikannya mempergunakan lagu.

8. Apabila muta'allim masih anak-anak TK/SD, muallim meminta kepada orang tua untuk membantu mereka mengulang sambil bernyanyi di rumah setiap saat (waktu luang), bahkan sambil menunjuk huruf bila perlu.

9. Muta'allim dapat berlatih pada tabel beriku:

(20)

3 Tabel A.1

ُف ِب - -

ٌَ َم- ِح - َع َ٫ - َث– َ١ َ٫ - ِٕ – ُج

ُح ِ٥– -

َم َم- ِٕ – َن َب- َع - َى َب - َث - َ٥

ُع ِف– -

َر ُ٥- ِ٫ – َم َ

ؤ - َم -

َن َ - َع– َ١

ؤ َم

– َص -

َ١ َ٫- ِػ – ُن َٕ - َن - َم َ

ؤ – َم - َ٫

َٕ

– َع -

َٝ َٕ - ِب - َث َي- ِو – ُع َن - ُؽ– َح

َف – ُ٥ -

َع َٕ- َم - َج َ - َف - َن

ؤ َب - ِؽ - َح

(21)

4

B. BUNYI KONSONAN ( ْ ):

Argumentasi terkait point B yang dipisah dengan point A karena bunyi konsonan banyak berhubungan dengan bunyi-bunyi lainnya seperti bunyi mad, diptong, idgham dan lain-lain.

1. Muallim memulai dengan informasi bahwa; huruf-huruf dengan tanda sukun ( ْ ) (konsonan) hanya bisa dibunyikan apabila didahului oleh bunyi vocal. Setelah itu muallim bisa menulis di papan atau kertas atau mengeluarkan tulisan yang telah dibuat atau dipersiapkan sebelumnya.

2. Huruf-huruf masih dalam bentuk terpisah, seperti: rabu – bara sita – nasi – buka

( َ٥ ُب – ِؽ َن - َث ِؽ – َع َب – ُبَع ) kemudian

dibandingkan dengan bunyinya setelah harakat huruf kedua diganti dengan sukun ( ْ ) yang juga langsung menghilangkan huruf vocal a-i-u di akhir kata-kata di atas, menjadi : rab – bar – sit – nas – buk. ( ْ٥ ُب – ْؽ َن - ْث ِؽ – ْع َب – ْبَع )

Tulis atau buatlah beberapa contoh huruf terpisah yang di antara hurufnya ada yang sukun (2/3/4):

Tabel B.1

تلثمؤ ٝوغخ تلثمؤ ٝوغخ

ْى ِا / ُ٥ َح ْى َي

ْب ِع ى ِع / ُ٫ ْب َ١ / ْبَع

َح ْب ب

(22)

5

ٍْ َم / ٌْ َم َٕ ٍْ َ ؤ

ِٕ َ٫ ٍ / ِ٫ ْث َ١ / ْث ُم

ْث َ٫ ِٕ ُج ث

ٌِ ّْ ُث / َع ٌَ ّْ َؤ

ُع ّ ِب / ِع ْر َ٥ / ْر َح

َع ْر ر

ْٕ ِم / ُج ُع ْٕ َي ْج َع

ْٕ َم ْؽ ِا / ٕ /ُة َع ْج ُح / ِع ْج ِح

ْج ُع ْر ُ

ؤ ج

ُى ْٙ َم / َى َم ْٙ َ ؤ

ُ٫ ِؽ ْٙ َث / ِب ٙ ُم ْح َم / ْم ِع ْح ُم

َع َو ْح ِم /ْص ح

ُم / ُة َ٫ ْٝ َٙ / ْٝ ُ ؤ

ْٝ ِع ْؽ ٝ ُة َو ْر ِب / َج َع ْر َؤ

/ ر

ْ١ َ٫ َر / ُ١ ْ٫ َر ١

ُؤ / ْص ُح ُ

ؤ / ْص َم َم

ْ٫ ُر ْص ص

ْث َث / ُب ِؽ ْ٥ َث

ُع ْ٥ َم / ْ٥ ُع ٥ / ُب ٌَ ْط َث / ْط ُر

ْع ُ٥ ْط ُ

ؤ ط

ُ١ َث / ْ٫ ُ١ َٝ / ْ٫ َ ؤ

ِ٥ ْ٫ ُم / ْ٫ ٫ / ُى ْع َ

ؤ / ُ١ ْع َب

ْع َث ْر ِا ع

(23)

6

ْم ُي / ُص ْم َح / ْم ُ١

ْم ِع ْ٥ ُث / ُع ٍِ م َن ِم ْػ َ

ؤ / ُٕ َع ْػ َث

ْة ػ

ْن َي / ْن ِم ٍِ

ْم ٌُ ْن ِم ََٝ / ُ١ ن َث ْؽ ِب / ِع ْؽ ُي

َع َٝ ْٙ ؽ

/ ْن ِم ْئ ُم / َؽ ْت ِب ْط ُر ْ

ؤ َث ء َح ْ٫ َا / ُع ُ٥ ْف َن

ِع ْف ف

/ ٍْ ِب ٌْ ِب / ِص ٌْ ِا

ُ٥ ِ٫ ٌْ ُي ٌ / ْم ُث ْح َب ْم َ

ؤ

ْع ِب ْم ِا م

3. Bunyi konsonan juga terdapat di akhir kata, dengan bunyi nun sukun (konsonan "n"), bila di atas huruf terakhir suatu kata terdapat tanda tanwin dengan lambang vocal ganda, yaitu: – ٍ

ٍ - ٍ .

Seperti; bun , ban , bin ; tun, tan, tin ; jun, jan, jin, dst. Bunyi " an

" selalu ditandai vocal ganda dan diiringi huruf (Alif), yaitu lambang ( ا ), kecuali ta' marbuthah (ة).

Dalam beberapa tempat huruf hamzah (ء) tidak ditambahkan alif

" ا " di akhirnya.

(24)

7

ٍث ، اًج ، ٌث ؛ ٍب ، اًب ، ٌب) ٍص ، ا ًص ، ٌص ؛ ٍج ، ا ًح ، ٌج ؛ ٍة ، ًة ، ٌة:

ٍ٫ ، ًلا ، ٌ٫ ؛ ٍع ، اًع ، ٌع ؛ ؛ ٍو ، اًو ، ٌو ؛ ٍن ، اًه ، ٌن ؛ ٍم ، اًم ، ٌم ؛

ٍي ، اًي ، ٌي ٍء ًء ٌء ؛

)

a. Tanda konsonan di atas huruf ( ي ، و ، ا ) akan menjadi bunyi vocal panjang apabila:

1) huruf ( ا ) mengiringi vocal " a" , seperti: ؛ َم ا َن ؛ َ٫ ا َ١ ا َٕ َص ؛ َء ا َج

2) huruf (و ) mengiringi vocal " u ", seperti: ُع ُص ؛ ْو ُ٫ ْو ُ١ ْو ُث ْو ُم ؛ ْو

3) huruf (ي ) mengiringi vocal " i ", seperti: ِ١ ُ

ؤ ؛ ْو ُع ْي ِؽ َ٫ ْي ِ١ ؛ َم ْي

ِٝ ؛ ِٝ ؛ ْي

ٌِ ْي

b. Tanda konsonan di atas huruf ( ي ، و ) akan menjadi bunyi diptong, apabila huruf ( ي ، و ) mengiringi bunyi vocal " a "

, yaitu bunyi "au" dan "ai" seperti: ( م و َق ) dibaca qaumun dan ( ت ي َب ).dibaca baitun.

(25)

8 c. Bunyi konsonan yang bertemu /diiringi bunyi vokal huruf yang

sama akan melahirkan bunyi syaddah. Bunyi syaddah biasanya diberi lambang dengan

( ّّ ), seperti:

Tabel B.2

Konsonan bertemu bunyi vokal huruf

yang sama Lambang

Syaddah Bunyi Syaddah

َع ْع َم ع َم

Marra

َص ْص َم ص َم

Madda

َب ْب َح َ ؤ ب َح َ

ؤ

Ahabba

َم َ٫ ْ٫ َٕ

٫ َٕ

َم

'Allama

غ َم ْخِا َع ْغ َم ْخِا

Ihmarra

4. Pembelajaran:

a. Untuk menghemat waktu, muallim bisa menulis atau mempersiapkan di rumah contoh kata-kata yang diambil dari al-Qur'an. (Tetapi bisa juga membuat contoh langsung di papan tulis, apabila muallim ingin langsung melatih membiasakan muta'allim menulis huruf, agar pengenalan mereka lebih kuat).

b. Muallim bisa membaca sekedar tiga atau lima kata yang berbeda sambil menunjuk setiap huruf, lalu diikuti oleh para muta'allim.

(26)

9 c. Muallim menyuruh muta'allim secara bergantian membaca kata

demi kata dalam huruf terpisah, dan muallim bisa tetap menunjuk huruf.

d. Setelah itu muallim menyuruh muta'allim maju ke depan membaca sambil menunjuk sendiri huruf-huruf yang dibacanya. Sementara itu, muallim terus memperhatikan, menuntun sambil mengoreksi secara langsung, bila terjadi kesalahan membaca.

(27)

10

C. MENGENAL NAMA HURUF HIJAIYAH

Tabel C.1

زمرلا

( lambang )

مسلاا

( )nama

زمرلا

( lambang )

مسلاا

( )nama

زمرلا

( lambang )

مسلاا

( )nama

ا ٠لالأ

ػ ياؼلا

١

ٝا٣لا

ب ءابلا

ؽ نيؿلا

٥

ٝا٩لا

ث ءاخلا

ف نيكلا

٫ ملالا

ر ءاثلا

م صاهلا

م ميلما

ج ميجلا

ى ىاًلا

ن نىىلا

ح ءاخلا

ٍ ءاُلا

و واىلا

ر ءاسلا

ّ ءآلا

ٌ ءاهلا

٫اضلا ص

نيٗلا ٕ

ملا لا –

٠لؤ

ط

٫اظلا

ٙ نيٛلا

ء ةؼمهلا

ع ءاغلا

ٝ ءاٟلا

ي ءايلا

(28)

11

D. MENGENAL DAN MENYAMBUNG HURUF HIJAIYAH:

1. Huruf-huruf yang dapat bersambung dengan huruf sesudahnya:

Tabel D.1

م٢ع

(

nomor )

ٝوغخ

( huruf )

في ءاضخبالا

( )awal

في

ِؾىلا

( tengah )

في ٤خلالا

( akhir )

تلثمؤ

)contoh)

ب 1

...ــــــب ـــــــبـــــــــ

بــــــ ُبِبَب

... ،

ث 2

...ـــــــج ـــخــــــــ

ــــ ة/ذــــــ

، ُذِدَج بَج ْذ ٌت خَب ،

ر 3

...ـــــــز ــــــــثـــــــ

ثــــــ

، ُثِثَز َز َب َذ ،

ْذ ثَب

ن 4

...ــــــه ـــــــىـــــــــ

ًــــــ ، ُنِنَه

، ٌذْيِب ُذِبْثُه

ي 5

...ــــــي ــــــــيــــــــــ

يــــــ ،ِيَحُي ،ُي ِحَي

،اًجاَبَه َن يَبَج

(29)

12

ج 6

...ـــــح ــــــجـــــــــ

جــــــ ، ُج ِج َج

ٌبِها َح ، ، ٍبْىُى َح

اًبْى َح

ح 7

...ـــــخ ــــــدـــــــــ

ذــــــ ، ُر ِد َح

ر 8

...ـــــز ـــــســــــــ

شــــــ ،ربز

سب ري ،

ؽ 9

...ــــؾ ـــــــؿـــــــ

ـــــــ خلؾ

ملؾ ، مؿب ،

ـلح

ف 11

ــق ...ـــ ـــــــكـــــــــ

لــــــ ، بغق

،غكخ لب٢

(30)

13

م 11

...ــــن ــــــهــــــــــ

وــــــ ، ربن

، غهب ولز

ى 12

...ــــي ــــًـــــ

ٌــــــ ، ًمي

، جطه

ٌبه

ٍ 13

...ـــــَ

ـــــُـــــ

ِــــــ ، ريَ

، ًُب

ِؿب

ّ 14

...ـــــْ

ـــــٓـــــ ــــــ

ٔ ، غهْ

، غٓه

ٌيب

ٕ 15

...ــــــٖ

ــــٗـــــ

٘ــــــ ، نيٖ

، بٗل

(31)

14

٘به

ٙ 16

...ــــــٚ

ــــٛـــــ

ٜــــــ ، ١غٚ

، ٌٛب

ٜلب

ٝ 17

...ـــــــٞ

ــــٟـــــ ٠ــــــ

، غ٨ٞ

، غٟٚ

٠ٛق

١ 18

...ــــــ٢ ــــ٣ـــــ

٤ــــــ ، لب٢

، غ٣ٞ

٤ل٢

٥ 19

.ـــــــ٦ ..

ــــ٨ــــــ

٪ــــــ ، رب٦

، غ٨م

٪لم

٫ 21

...ـــــل ــــلــــــ

لــــــ ، ٠ُل

لخ٢ ، ضلب

(32)

15

م 21

...ــــــم ــــمــــــ

مــــــ ، ث٨م

، ٘مؾ ملٖ

ٌ 22

..ـــــــَ

ــــهــــــ هــــــ

، بغَ

، لهؾ هبه

2. Huruf-huruf yang tidak bersambung dengan huruf sesudahnya:

huruf-huruf tersebut dapat digabung adalah kata-kata: ( ط َع َو َصا َػ ):

Tabel D.2

م٢ع

(

)no.

ٝوغخ

( huruf )

في ءاضخبالا

( )awal

في

ِؾىلا

( tengah )

في ٤خلالا

( akhir ) نم ن فرحلأا سف

( semua huruf

terpiah )

ا 1

، ً ِمؤ ل ِمؤ ، ٫اؾ

٫ا٢ عاصؤ اٖص

ص 2

، ًٞص غبص ، عض٢

حضم عاص ضٗ٢

(33)

16

ط 3

، ً٢ط غ٦ط ، ٝظ٢

بظ٦ ظٞاىه

باط

ع 4

ذبع ، لمع ، مغ٦

بغ٢ واع غٟ٢

ػ 5

، ًمػ

ٙؼب ، مؼل م٦ػ صاػ ؼمع

و 6

، ضٖو بزو ، ميى٢

مى٢ ىؿ٣ي

يوع ، صعو

3. Memperkenalkan/mengajarkan huruf bersambung membutuhkan kecermatan, yaitu:

a. Memperkenalkan bentuk-bentuk huruf yang bisa disambung dengan huruf sesudahnya secara bertahap ( َي َنْْـُبْ

ثَي –

ْر –

ُب - ْث -

َن ) baik bentuk di awal, di tengah, dan di akhir.

dengan contoh yang jelas dengan harakatnya. Baik dengan huruf-huruf itu sendiri, seperti:

َذَبَز ، اًخْيَب ، ٌذْيِب ، ُذُبْىَي ، ُذُبْثَي ، َذَبَه ، َذْيَىَب

، ُذْيِبَه،

َنْيِىَبِب ، ْي ِجْخِبَز

maupun dengan huruf lain……..

(34)

17 b. Memperkenalkan huruf ini, muallim cukup menulis di papan

tulis satu bentuk di awal , satu bentuk di tengah, dan satu bentuk di akhir seperti ( ًَــَىـَه ) – ( َيـــَيـَي ) dan ( َبــَبـَب ) . Untuk urutan huruf pertama dan kedua tinggal mengganti titik saja ; satu titik di atas berbunyi "na", titik satu di bawah bunyi "ba", titik dua di atas berbunyi "ta", titik dua di bawah berbunyi "ya", dan titik tiga di atas berbunyi "tsa" . sedangkan tulisan huruf- huruf ini di akhir sama dengan bentuk pada waktu sendiri/terpisah, artinya "ya dan na" berbeda dengan menulis lambang bunyi "ba, ta, tsa" . Kemudian contoh-contoh kata dari al-Qur'an:

َب ْي ٌذ - َي ْى ُب ُذ - َه ٍثا َب ِب - ْي ٌذ - ُب ِى َي ْذ - َنىُخِّيَبُي ْنِّيَبُي -

-

ٍثاَىِّيَب -

َن يَبَج – اَىْدَبْهَ

ؤ ُذِبْىُي -

- َن يَب ٌتَىِّيَب - – ُذِبْىُج –

؛ ُذِّبَثُي

c. Memperkenalkan lambang bunyi ( ر ،ح ،ج ), ( ف ،ؽ ),

( ى ،م ) , ( ّ ،ٍ ), ( م ، ١ ،ٝ ). Muallim harus

menulis dan menyambung huruf berdasarkan kelompoknya.

Lalu membedakan bunyi huruf menurut keberadaan titik yang ada. Kemudian membuat contoh dari al-Qur'an beberapa kata yang terdiri dari huruf-huruf tersebut.

(35)

18

َج َج ؛ ُرـ ِد َح ؛ ُجـ ِج َج : ُجـ ُج ُج ، ِج ِج ِج ، َج : ُخـ ِش َز

، َرـ َََه ، ٌجـ َج ِح (

ُذَبْيَي ؛ ِثُب ُز ، ُثَدْبَي ، ِنْيَخاَىَح ، ٌحاَىُح ، َذَىَح َز ،

ِب ْي ٌر ُي ، ِب ُر ْس )

ُل ِك َق ؛ ُـ ِؿ َؾ : ُـ ُؿ ُؾ ، ِـ ِؿ ِؾ ، َـ َؿ َؾ

؛ ( َذَب َؾ

، ، َذ ب َؾ ا َدْب ُؾ ، ْذِّب َؾ

َي ، َن ْى ُدِّب َؿُي ، َن ْس

ُج ُض ِن ْو َع ، ج َر ،

َخ ُؿ ًَ

ُي ، ِؿ ْد ُى ْى َنْيِى ِؿ ْد ُم ، َن )

،

؛ ٌُ ًِ َي ؛ ُو ِه َن : ُو ُه ُن ، ِو ِه ِن ، َوَهَن (

، ) َغ ًَ َخ ، َو ه َز ، ٍرْي ِهَب ، ٌغ ْج َض ، َرَب َن

؛ َُُُُِ ، ِِ ُِ َِ ، َِ َُ ََ

ُٔ َِٓ

ْ ؛ ُِ ََُِ

؛ ، َ٠ َٟ َٞ

، ِ٠ ِِٟٞ

؛ ُ٤ ِ٣َ٢ ؛ ُ٠َِٟٞ : ُ٠ُُٟٞ

؛ ُم ِم َم : ُم ُم ُم ، ِمِمِم ، َم َم َم (

َم ْذ ُج ْى ُب ْى َن ، َم َس َر ،

ُم ِٟ ْه ُ٣ ْى َن ُم ، َه ُِ ْي ُغ ْو َن ُم ، ُِ ْم ُغ ْو َن ُم ، ِب ْه ُد ْى َن ،

ُم ِّب َؿ ُد ْى َن ، ُم ْؿ ِ٣ ْي َخ ُم ُي ، ِٟ ْى ُ٣ ْى ، َن ْى ُ٣ ُِْىَي ، َنْىَُٗم ْؿَي ، َن

، َن ْىُه َ٣ َْٟي

Kemudian memperkenalkan lambang bunyi

ٕ

ٙ،

٥ ،

٫ ،

) (

ِ٘ـــــِِٖٗ ، َ٘ـــــََٖٗ

؛ ُ٘ـــــُٗ ُٖ ، ُ٘ـــــَِٖٗ

َٚ ، ـــــِٛ

ُٜ

َ٦ ؛

، ِ٪ــــــ ِ٨ ِ٦ ، َ٪ــــــَ٨

ِ٨ َ٦ َُ ، ِه ِه َِ ، َهَهََ ؛ ُ٪ـ ُه

؛ ُه

(36)

19

ُلــُلُل ، ِلــِلِل ، َلــَلَل ُلــِلَ

ل : ــِلَٖ ، َلــِمَٖ ، َم َٗىــَج ، ُمِْٗىــُي ، َمــَْٗوَؤ( َم

ــــــَلَْٗح ، ُلــــــ َمَْٗي ، ًلا بــــــ َ٣َخ ُم ًلاــــــ َم َٖ ، ُم

، ، َمــــــَهْلَ

ؤ ، ُمــــــِّلَُٗح ، َذــــــْم لَٖ

َج ِؿ ْ٨ ُب َج ، ِظ ْ٨ َب َظ َ٦ ًْ َم ، َ٪ُل َم َٖ ، ُه ُمْلِٖ ، ُب )

.

( ٌبا َظـَٖ

ْيـ َِٖٓ - ٌم - اـ ًيَغ َم ٍثاـ َمُلُْ -

ٍبِّيـَهَ٦ ْوَؤ - -

مـ ُن -

ٌم ْ٨ُب - ٌيـ ْمُٖ

– اـ ًقاَغِٞ

- ْمـ ُ٨َ

ل اـً٢ ْػِع -

ًلاَثـ َم – ْىَُٗب اـ َم ًتـ َي

-

ِهـِب ٍغِٞاـَ٧ ٍةَغـ ِْٟٛ َم -

ٍتـ ى َحَو- ٍ٫اـَيل َوَ -

ٍغـ ْكَٖ- ٍتـَبَ٢َع ٪ـَٞ -

ْيـ ِف -

ٍمْىَي ْي ِط-

ٍتَبَٛ ْؿ َم -

ٌرْب َن ِف - ْي ُز ٍغ ْؿ )

4. Memperkenalkan lambang bunyi/huruf yang tidak bisa disambung dengan huruf sesudahnya. Seperti disebutkan sebelumnya, huruf- huruf itu terkumpul dalam kata:

ػ- ا - ص- و - ع-

ط .untuk menjelaskan hal ini Muallim dapat menulis huruf-huruf tersebut dengan baik di papan tulis, kemudian masing-masing huruf diberi beberpa contoh dari al- Qur'an. Mulai dari kata yang dimulai dengan huruf tersebut

(seperti: َ

ؤ ــ َم ٌل –

َ ــ ِمؤ ًَ

– ػ َ ــ َم ًٍ

– ُ ــ ِ٦ػ َم َػ - ــ َْ

ٌغ ؛ َص ــَب َغ - ُص ــ َْ

ًٌ

-

ــــِٞ ُص ًَ

َو ؛ ــــَٖ

َض – َو ــــَ٢ َ٘

َو ؛ ــــ َؾ

َِ

- عــــْب َ ٌِ

- َ ــــ ِ٦ع َب - ع َ ــــ ِخ َم ِط؛ ــــ ْ٦ ُغ -

ٌبْه َط ِط -

ًٍ َْ

- َط َب

َذ ).

kemudian memberi contoh kata-kata yang huruf tersebut berada di tengah (seperti: ؛ َما ـَه - َ٫ا َ٢ ْمُه َم ْىـَ٢ ، ٌ٫ ِصاـَٖ ، ُ٫ ِضـَْٗح ، ُغِّبَضـُي -

(37)

20

- َه ْ ى ٌم َ٦ ؛ ِغ ٍَ

- َ٢ غ ِخ ؛ َب ْؼ ٌب - َه ؼ َ٫

ـ َم ؛ ٍح ْض ـ ِن - ْض ٌ١ ؛ ُهـَ٢ َػَع –

ا َ٢ْعَ ٍم ؤ ِ٦- ْظ ٌب – َخ َظ َع

؛ ؛ َ ـ ي َم ؛ َرَبـ َن ؛ َضَٗ َ٢ ؛ َظَبَه ؛ ا َٖ َص ؛ ْىُٖ ُص

اً ْيِي ْمَج) atau ( َ - َصا َػ - َص َع َو ؤ َع

َصا -

ٌة َػِعاَب ).

5. Menyambung Huruf dan Bunyi Mad (Alif, Wawu, Ya');

ُم ْىـــــــ ُ٣ي (

– ُم ْىـــــــ ُهَي –

َ٫اـــــــَ٢ ؛ ْىـــــــ ُم ْىُ٢ –

َماـــــــ َن –

َماـــــــَه – ؛ َماـــــــَ٢

َن ْى ُم ِلــــــــــــ ْؿ ُم ُم ،

ــــــــــــ ْؿ ِل ِم ْي َن ــــــــــــ َن ، ِثا ُم ْى َن ــــــــــــ َن ، ِم ْي ِثا

َن َح ، ــــــــــــ ْؿ ِٗ ْي َخ ُن ،

ْلا َِ َٗ

لما ْي َن ْى ًُْٛ َم ،َ

ٍاَغ ِن ، َ٥ا يِب ، ِ٪ِلا َم ، ِب

) .

6. Menyambung huruf dengan bunyi syaddah: adalah bunyi gabungan dua huruf yang sama setelah huruf pertama disukunkan (konsonan), biasanya di atas huruf diberi tanda ( ّّ ), seperti :

غ َم )

- غ ُمَي ض َم ؛ - َص ؛ ض ُمَي ر

- ِص َي ر َن ؛ ض - ِه َي َع ؛ ض ص -

َي ُ غ ص َ٢ ؛ ل - َي ِ٣ ل غ َؾَ

ؤ ؛ -

غ ِؿُي

؛)

7. Menyambung huruf dengan bunyi diptong: (Ai – Au).

ٌلْيلَ (

– ْيَب ٌذ - ٌرْي َؾ - ٌ٠ْي َن

م ْىَي ؛ –

ٌم ْى َن – ٌ٫ ْىَ٢ – ٍمْىَ٢ ،

، ِرـــــْيًٚ

َنْيـــــَب َبـــــْيَع -

- ٌرـــــْي َز ْم ِ ْ ـــــَلَٖ -

ِهـــــْيَ ، لِب - َ٪ـــــْيَ

لِب - ُءاـــــ ًَْيَب ؛

ٌٝ ْى َز

)

(38)

21 8. Pembelajaraan.

1. Muallim mengambil contoh kata-kata, atau frasa, dari al- Qur'an, dan membiasakan muta'allim membaca huruf-huruf bersambung.

2. Muallim bisa menunjukkan beberapa kata dalam al-Qur'an untuk dibaca dan diikuti oleh muta'allim.

3. Muallim bisa menulis atau menyiapkan dari rumah, atau menyuruh muta'allim membuka al-Qur'an, lalu menentukan ayat untuk dibaca oleh muta'allim.

4. Sebelum muta'allim diminta membaca, muallim mengingatkan setiap huruf agar dibaca sesuai tanda baca yang ada (vocal, konsonan, mad, diptong maupun syaddah)

5. Muallim cukup mengawasi dan memperhatikan para muta'allim yang tidak serius/mengganggu.

6. Muallim meminta muta'allim secara acak untuk membaca ulang hasil bacaanya sendiri yang telah dilakukannya.

7. Akhirnya, Muallim mengoreksi atau membenarkan langsung bila terjadi kesalahan.

8. Muallim memberikan tugas satu atau dua ayat untuk dibaca oleh para muta'allim di rumah.

9. Muallim meminta bantuan orang tua muta'allim untuk memperhatikan dan membantu muta'allim.

10. Pada hari berikutnya kegiatan belajar dikhususkan untuk latihan membaca bagi muta'allim.

(39)

22

E. MEMBUNYIKAN LAM SUKUN PADA PREFIK ( لا )

Konsep Pembelajaran:

Setelah muta'allim menguasai bentuk huruf bersambung dan bisa membacanya (membunyikan vocal, konsonan dan tanwin, syaddah, mad dan diptong), maka:

1. Muallim mulai meminta perhatian muta'allim untuk diarahkan pada kata-kata yang dimulai dengan ( ٫ا ).

a. Muallim langsung menampilkan beberapa kata yang bunyi " l "

dibunyikan dengan jelas.

b. Muallim bisa membuat sejumlah contoh dari setiap huruf qamariah. Huruf " a " ( َا ) hanya dibunyikan kalau dipergunakan di awal atau memulai ( ُم َ

لاـ ْؾِْ َاَل

- ُذـْيَبْلَا ) dan

tidak berbunyi kalau didahului oleh vocal, seperti (عاَغـْبالأَ ْ َ٘ـ َم - َى َُ

ُع ِصا َ٣ْلا )

c. Muallim menunjukan beberapa ayat yang memuat frase mempergunakan ( ٫ا ). seperti berikut:

d. Muallim meminta muta'allim membaca ayat tersebut satu demi satu.

e. Muallim dapat mengakhiri pembelajarannya dengan menyimpulkan bahwa konsonan " l " tetap berbunyi konsonan (dibaca jelas) apabila diiringi oleh-huruf-huruf berikut:

(40)

23

ٙ ، ٕ ، ر ، ح ، ج ، ب ، ؤ(

، م ، ٥ ، ١ ، ٝ #

ي ، ٌ ، و

)

Tabel E.1

ٝوغخ

تــــيغم٣لا (

ج ، ب ، ؤ

ٙ ، ٕ ، ر ، ح ، )

ٝوغخ تــــــــــيغم٣لا

( م ، ٥ ، ١ ، ٝ

ي ، ٌ ، و ، )

ؤ ْيــــــــــــــــ ِي َع َو

ـــــــــــــــــ ُ٨َ ل ُذ ُم

ِْاَل اــــــــــــًىي ِص َم َ

لاــــــــــــ ْؾ ؛

اوُؼَباـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــَىَج لاَوَ ــــــــــــ َ٣ْلَ ْ

لْاِب َـْ ـــــــــــــِب ِبا

ُ١ىـــــــــ ُؿ ُْٟلا ُمـــــــــ ْؾ ِالا ـــــــــــــــَْٗب ـــــــــــــــ َمي ِْاَل َض ؛ ِنا

َم اَى ٞ َىَج َو الأ ََ٘ ْ

َغْب ِعا

ٝ ْىـــَُٖ

ؤ ْلـــُ٢ ِّبَغـــِب ُط

َْٟلا ، ِ٤ـــَل

َ٪ِئَ لوُ

ؤ َو ـ َُ

ـ َْٟلا ُم َنوُؼِثا ؛

ُ٦ ُضـــــــــــــــــــــــَِٗي ُناُْيـــــــــــــــــــــــ كلاَ ُم

َْٟلا ْم ُ٦ُغ ُمْ

إـــــــــــــــــــــــــــــــَي َو َغـــــــــــــــــــــــــــــــ ْ٣ ْد َْٟلاِب ِءاـــــــــــ َك َ٪ـــــــــــِئلوَ ُ

إ َٞ ؛

َُ

ا َْٟلا ُم َنى ُ٣ ِؾ

ب ِثاَط ِءاَمـــــــــــــــــــــــــــــ ؿلاَو

ْلا ــــــــــــُب ُر ِج ْو - ُرــــــــــــْي َز

ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ يِرَبْلا ، ِت

ُثاــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــَيِ٢اَبْلاَو هلا ؛ ٌرْي َز ُثا َخ ِلا

ْ َج إ ِج ْ ِ ُم ُتَىِّيَبْلا ١

ي ِضـــْ َي ْىـــ َ٣ْلا ؛ َنيِِلماـــ ٓلا َم

ِهـــــــــــيِٞ ُبـــــــــــ لَ٣َخَج ـــــــــــُل ُ٣ْلا

ُبى

َو ْبالأَ ْ ِغْ٦ ِظـــــــــــِب َلاَؤ ؛ ُعاـــــــــــَه

نِئ َمَُْج ِ للَّا ُ٣ْلا

ُبىُل

(41)

24

ج َخـــــــــ ْصَ

ؤ َ٪ـــــــــِئلوَ ُ ؤ ُبا

ــــــــ ى َج ْلا اـــــــــَ ِٞ ْمـــــــــ َُ ِت

؛ َنو ُضــــــــــــــِلا َز ــــــــــــــ ِم

ًَ

ِج ْلا لا َو ِتـــــــ ى ؛ ِؽاـــــــ ى

ُ ـــ َؿ ْدَي ا َج ْلا ُمُ

ُلـــ َِ

َءاَيِىَْٚؤ ٥

ِلـــــــــــــ ََْ ؤ ًْـــــــــــــ ِم ِباـــــــــــــَخِ٨ْلا

؛

ُ٫ىـــ ُ٣َي َو ُغِٞاــــَ٩ْلا

يــــ ِجَخْيَل اــــَي

َ٪ــــــــــــــِلَط ؛ اــــــــــــــًباَغُج ُذــــــــــــــْىُ٦ ْى َْٟلا َ٨ْلا ُػ ُريِب ؛

ـــــــــــــــــــ ِجََٛلَب ْضـــــــــــــــــــَ٢َو ـــــــــــــــــــَب ِ٨ْلا َي

ُر

ٌغِ٢اَٖ يِحَ ؤَغ ْما َو

ح ْم َُا َىــــــــــــْٖ َص ُغــــــــــــ ِزَ

آ َوَ َخ ْلا ِنؤ ِ ِللَّ ُضــــ ْم ِّبَع

َنيَِ

لماـــــــــــــــَْٗلا َ٪ـــــــــــــــ هِب ؛

ـــــــــــــــــــــــْهَ ُؼـــــــــــــــــــــــيِؼَْٗلا َذ ؤ

ِ٨ َخ ْلا ُمي م

ُ٫ وَ ؤ اــــــــــــــَهَ َني ِمِلــــــــــــــ ْؿُ ْلما ؤ َو

؛

ِثاَغِّبَضُ ْلماَٞ

؛ اًغ ْمَ ؤ

ِه َت ىَج ْلا نِةَٞ

َْ لما َي ي َوْ

إ

ح ــــــــــــــــــــــــــــ ِم ْمُخــــــــــــــــــــــــــــْىُ٨َل

ًَ

ا َس ْلا ًَيِغــــــــــــــــــــــــــــــــــــ ِؾ ؛

يــِلَْٗلا َيِوَإــ بَه َ٫اــَ٢ ُم

َس ْلا ُريِب و

َْٛلا َىـــــ َُ َو ىـــــ ُٟ

ُص َىـــــْلا ُع ُصو

-

ــــــــــَٗ َ٢ َو ا َطِب ا َىْلا ِذ

؛ ُتـــــــــــَِٗ٢

ـــــــ َُ َو ا َىْلا َى ؛ ُعاـــــــ ه َ٣ْلا ُضـــــــ ِخ

ْي َز َذْهَ ؤ َو َىْلا ُر

َنيِزِعا

ِّبَع ِللَّ ُضــــــــــــــــــــــــــــ ْم َخ ْلاِ ٕ َُ ِ للَّا ي َض َُ نِب ٌ

ـُهْلا َى ي َض

Referensi

Dokumen terkait

Development of a Microreactor for Synthesis of 18F-Labeled Positron Emission Tomography Probe Norihito Kuno, Naomi Manri, Norifumi Abo, Yukako Asano, Ken-ichi Nishijima, Nagara

Average score for all student feedback applications per department The number of feedback applications registered for each department is illustrated in Table 3, as it is noticed that