Darliana, Ina., et. al. 2023. Estimasi Cadangan Karbon Dan Serapan Karbon Di Taman Maluku Kota Bandung.
Paspalum : Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(1):163-171 doi : http://dx.doi.org/10.35138/paspalum.v11i1.556
Vol. 11 No. 1, Bulan Maret Tahun 2023
Estimasi Cadangan Karbon Dan Serapan Karbon Di Taman Maluku Kota Bandung
Ina Darliana, Sri Wilujeng, dan Fajar Nurmajid Universitas Winayamukti
(Received: 03-12-2023; Accepted: 03-14-2023; Published: 03-30-2023)
ABSTRACT
The availability of green open space (RTH) in urban areas is very important to mitigate the effects of global warming, especially in reducing CO2 gas levels as a result of human activities. Vegetation with chlorophyll, namely the trees in green open spaces tries to absorb carbon dioxide (CO2) using sunlight, water, and soil from the atmosphere through the process of photosynthesis. One form of stored photosynthetic results is biomass which makes this vegetation grow bigger and taller . In the carbon cycle and biogeochemical cycle the biomass of green open space vegetation plays an important role, all parts starting from the stems, leaves, and roots store biomass. This study aims to determine the estimation of carbon stocks and absorption in Taman Maluku, Bandung City. The method used in this study is a non-destructive method (without harvesting). The research was conducted by collecting tree data and the wet weight of the understorey, then calculating the biomass to obtain estimates of carbon stocks and carbon absorption. From the research it was found that the Maluku Park in Bandung City with an area of 23,633 m2 has carbon reserves of around 179.941 tons from trees and 3.11 tons from undergrowth. Meanwhile, the estimated carbon uptake is 731,422 tonnes by trees and 11,409 tonnes by undergrowth. The high carbon stock can be influenced by several factors including: vegetation density, environment, especially sunlight, volume, specific gravity, wood constituents, water content, and silvicultural measures.
Keywords: Maluku Park; Carbon Stock; Carbon Uptake; Biomass
ABSTRAK
Ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di perkotaan sangat penting untuk menanggulangi dampak pemanasan global, terutama dalam menurunkan kadar gas CO2 sebagai hasil dari aktivitas manusia. Vegetasi yang berklorofil yaitu pohon-pohon yang ada di RTH berupaya untuk menyerap karbondioksida (CO2) menggunakan sinar matahari, air, dan tanah dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Salah satu bentuk simpanan hasil fotosintesis adalah biomassa yang membuat vegetasi ini terus tumbuh menjadi semakin besar dan tinggi . Dalam siklus karbon dan siklus biogeokimia biomassa dari vegetasi RTH ini sangatlah berperan penting, seluruh bagian mulai dari batang, daun, dan akar menyimpan biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi cadangan dan serapan karbon di Taman Maluku Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode non-destruktif (tanpa pemanenan). Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data pohon dan berat basah tumbuhan bawah, kemudian dihitung biomassa untuk mendapatkan estimasi cadangan karbon dan serapan karbon. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa Taman Maluku Kota Bandung dengan luas 23.633 m2 memiliki cadangan karbon sekitar 179,941 ton dari pohon dan 3,11 ton dari tumbuhan bawah. Sedangkan untuk estimasi serapan karbon adalah sebanyak 731,422 ton oleh pohon dan 11,409 ton oleh tumbuhan bawah.
Tingginya cadangan karbon dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: kerapatan vegetasi, lingkungan terutama cahaya matahari, volume, berat jenis, zat penyusun kayu, kadar air, dan tindakan silvikultur.
Kata kunci: Taman Maluku; Cadangan Karbon; Serapan Karbon; Biomassa
PENDAHULUAN
Pembangunan di perkotaan cenderung mengarah pada pengurangan keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) karena adanya alih fungsi lahan menjadi pemukiman, pusat perdagangan dan pertokoan. Secara perekonomian memang berdampak positif namun berdampak negatif pada sisi ekologi.
Dampak yang dirasakan langsung adalah kebisingan dan meningkatnya suhu udara.
Menurut Setiawan & Hermana (2013), Ketersediaan RTH di perkotaan sangat penting untuk menanggulangi dampak pemanasan global yang menjadi isu penting saat ini, terutama dalam menurunkan kadar gas CO2
sebagai hasil pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor dan asap pabrik.
Vegetasi yang berklorofil yaitu pohon- pohon yang ada di RTH berupaya untuk menyerap karbondioksida (CO2) menggunakan sinar matahari, air, dan tanah dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Salah satu bentuk simpanan hasil fotosintesis adalah biomassa yang membuat vegetasi ini terus tumbuh menjadi semakin besar dan tinggi (Purwitasari, 2011). Dalam siklus karbon dan siklus biogeokimia biomassa dari vegetasi RTH ini sangatlah berperan penting, seluruh bagian mulai dari batang, daun, dan akar menyimpan biomassa.
Taman Maluku merupakan taman tematik yang termasuk dalam ruang terbuka hijau.
Taman Maluku terletak di pusat kota yang dikelilingi oleh objek wisata dan perkantoran, sehingga banyak aktivitas manusia di area tersebut. Jika dilihat pada peta Kota Bandung, lokasi Taman Maluku sangat strategis. Sebelah timur Taman Maluku berhadapan dengan Sarana Olahraga (SOR) Saparua dan dipisahkan oleh Jalan Saparua. Pada sebelah barat berhadapan dengan Kodam III Siliwangi dan dipisahkan oleh Jalan Seram. Sisi utara berhadapan dengan Disdukcapil Kota Bandung dan BKD Prov. Jawa Barat. Serta selatan Taman Maluku berhadapan dengan Kodiklat TNI AD dan Kodam 6 Mulawarman. Jika dilihat area batas tersebut maka akan banyak
aktivitas manusia yang berpotensi mengeluarkan karbondioksida (CO2). Taman maluku juga dikelilingi oleh jalan protokol yang selalu dilintasi oleh kendaraan bermotor atau moda transportasi dengan bahan bakal fosil, hal ini juga dapat berpotensi menimbulkan karbondioksida (CO2).
Taman Maluku mempunyai
keanekaragaman jenis tumbuhan (vegetasi).
Informasi terkait besaran biomassa dan karbon tersimpan belum diketahui, untuk mengetahui efektifitas penyerapan karbon oleh vegetasi di Taman Maluku maka perlu adanya penelitian estimasi cadangan karbon di kawasan tersebut.
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode non-destruktif (tanpa pemanenan). Pengambilan data dari sampel pohon dilakukan dengan sensus tiap tegakan pohon dengan DBH ≥ 5 cm. Data yang diambil meliputi jenis pohon, tinggi pohon, diameter pohon, tinggi/panjang pohon, diameter cabang dengan DBH ≥ 5 cm serta panjang/tinggi cabang pohon tersebut.
Pengambilan sampel dilakukan melalui tahapan – tahapan berikut:
1. Penentuan Nama Pohon dan Berat Jenis Pengenalan nama jenis pohon didapat dari temuan secara langsung di lapangan, Berat jenis pohon didapat dari website db.worldagroforestry.org (Tree Funcional Attributes and Ecologycal Database Wood Dencity). Untuk berat jenis pohon yang belum terdaftar, maka dilakukan pengambilan sampel dengan memotong cabang yang dapat dijangkau. Ukur panjang, diameter dan timbang berat basah sampel tersebut.
Kemudian sampel dimasukkan ke dalam oven pada suhu 100°C selama 48 jam dan ditimbang kembali untuk mengetahui berat kering kayu tersebut (Hairiah et.al,2011).
2. Pengukuran Biomassa Pohon
Pengukuran biomassa pohon dilakukan dengan menaksir volume pohon (tanpa melakukan perusakan). Volume pohon ditaksir
Darliana, Ina., et. al. 2023. Estimasi Cadangan Karbon Dan Serapan Karbon Di Taman Maluku Kota Bandung.
Paspalum : Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(1):163-171 doi : http://dx.doi.org/10.35138/paspalum.v11i1.556
dari ukuran diameter batangnya yang diukur setinggi dada (diameter at breast height – DBH ) atau 1,3 m dari permukaan tanah. Tinggi pohon diukur untuk mempertinggi akurasi estimasi volume pohon.
Gambar 1. Cara Pengukuran Lilit Batang Pohon Menggunakan Pita Ukur Atau Phi Band
(Hairiah et.al., 2011).
3. Pengukuran Biomassa Tumbuhan Bawah Pengumpulan data pada tumbuhan bawah dilakukan dengan desktruktif (mengambil bagian tanaman sebagai contoh). Tumbuhan bawah yang diambil sebagai contoh adalah semua tumbuhan hidup berupa anakan pohon yang berdiameter < 5 cm, herba, dan rumput- rumputan (Hairiah et.al., 2011).
Analisis Data
1. Penentuan Biomassa Pohon a. Penentuan Berat Jenis Pohon
Berat jenis pohon dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
BJ = BK / V Dimana :
BJ = Berat jenis dengan satuan gram/centimeter kubik (g/cm3)
BK = Berat kering pohon dengan satuan gram (g)
V = Volume dengan satuan centimeter kubik (cm3)
b. Penentuan Volume Pohon
Volume pohon dapat dihitung dengan persamaan:
V = π x R2 x T Dimana:
V= Volume dengan satuan meter kubik (m3) π= pi, konstanta lingkaran dengan nilai 3,14 R= Jari-jari potongan kayu = ½ x Diameter (m) T= Panjang kayu dengan satuan meter (m)
c. Perhitungan Biomassa Pohon
Biomassa pohon dapat dihitung dengan persamaan:
Bp = V x BJ Dimana:
Bp= Biomassa pohon dengan satuan kilogram (kg)
V= Volume pohon dengan satuan meter kubik (m3)
BJ= Berat jenis pohon dengan satuan gram/centimeter kubik (g/cm3)
2. Penentuan Biomassa Tumbuhan Bawah Biomassa tumbuhan bawah dapat dihitung dari total berat kering. Total berat kering tumbuhan bawah dapat dihitung menggunakan rumus (Hairiah et.al., 2011):
Total BK = BK subcontoh / BB subcontoh x Total BB
Dimana
BK = Berat kering dengan satuan gram (g) BB = Berat basah dengan satuan gram (g) 3. Perhitungan Cadangan Karbon
Cadangan karbon dari biomassa pohon dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Cb = Σ Bp x % Corganik
Dimana
Cb = Cadangan karbon dari biomassa dengan satuan kilogram (kg)
Σ Bp = Biomassa total pohon dengan satuan kilogram (kg)
% Corganik = Konstanta nilai persentase
cadangan karbon dengan nilai 47 % 4. Perhitungan Serapan Karbondioksida
Perhitungan serapan karbondioksida (CO2) dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Heriyanto & Subiandono, 2012):
CO2 = Mr CO2 / Ar C x Cb Dimana
CO2 =Serapan karbondioksida Mr CO2 = Molekul relatif CO2
Ar C = Atom relatif C
HASIL DAN PEMBAHASAN Jenis Pohon
Berdasarkan PP Kota Bandung No. 25 Tahun 2009 tentang Hutan Kota, Taman Maluku termasuk dalam daftar hutan kota yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Kota Bandung. Dan menurut Peraturan Daerah kota Bandung No 7 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Taman Maluku Kota Bandung merupakan hutan kota yang termasuk dalam RTH publik. Sebagai hutan kota dan RTH, Taman Maluku memiliki beberapa fungsi spesifik diantaranya sebagai fungsi ekologis dan fungsi sosial budaya.
Dimana Taman Maluku memiliki keragaman vegetasi. Dengan luasan 23.633 m2 Taman Maluku memiliki berbagai jenis pohon yang tumbuh di kawasan taman. Jenis-jenis pohon yang berada di Taman Maluku Kota Bandung dapat dilihat pada Tabel 1.
Berdasarkan Tabel 1. ditemukan sebanyak 210 pohon yang terdiri dari 28 genus dan 33 spesies pohon. Spesies yang paling banyak ditemui yaitu pohon Beringin Karoya (Ficus longifolia) dengan jumlah sebanyak 25 pohon, Kenari Hias 2 (Canarium sp) sebanyak 22 pohon dan Kenari Hias 1 (Canarium sp) sebanyak 21 pohon.
Estimasi Cadangan Karbon di Taman Maluku Kota Bandung
a. Cadangan Karbon Vegetasi Pohon Berdasarkan pengambilan data dan pengukuran di lapangan, analisis, serta hasil perhitungan; didapatkan estimasi cadangan karbon untuk masing-masing jenis pohon Tersaji Pada Tabel 2.
Data pada Tabel 2. menunjukkan bahwa estimasi potensi cadangan karbon yang terdapat di Taman Maluku Bandung sebesar 179,941 ton. Potensi cadangan karbon terbesar didapat dari jenis pohon Kenari Hias 1 (Canarium sp) dengan jumlah cadangan karbon sebesar 29,251 ton. Potensi cadangan karbon terbesar kedua didapat dari jenis pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dengan jumlah cadangan karbon sebesar 27,176 ton. Potensi
cadangan karbon terbesar ketiga didapat dari jenis pohon Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) dengan jumlah cadangan karbon sebesar 18,822 ton. Sedangkan potensi cadangan karbon terkecil didapat dari jenis pohon Cendana Merah (Pterocarpus santalinus) dengan jumlah cadangan karbon sebesar 0,240 ton.
b. Cadangan Karbon Tumbuhan Bawah Estimasi jumlah cadangan karbon tumbuhan bawah dapat dilihat pada Tabel 3.
Berdasarkan Tabel 3. diatas, diperoleh bahwa total berat basah sub-contoh adalah 120,72 g dan total berat kering sub-contoh adalah 22,27 g. Dimana dalam satu kuadran memiliki total berat kering tumbuhan bawah adalah 1655,05 g/0,25m2 kemudian dikonversikan menjadi 6620,05 g/ m2. Sehingga diperoleh jumlah cadangan karbon yang tersimpan dalam tumbuhan bawah sebesar 3,111 ton.
c. Cadangan Karbon Total
Pada vegetasi pohon diperoleh total cadangan karbon sebanyak 179,941 ton.
Sedangkan cadangan karbon pada vegetasi tumbuhan bawah diperoleh sebanyak 3,111 ton. Jadi dapat diperkirakan bahwa total cadangan karbon di Taman Maluku Kota Bandung yang berasal dari pohon dan tumbuhan bawah adalah sekitar 183,052 ton.
Estimasi Serapan Karbon di Taman Maluku Kota Bandung
a. Serapan Karbon Vegetasi Pohon
Berdasarkan data estimasi cadangan karbon pohon maka selanjutnya adalah perhitungan estimasi serapan karbon pohon di Taman Maluku Bandung. Estimasi serapan karbon ditampilkan pada Tabel 4. Berdasarkan Tabel 4. menunjukkan bahwa potensi serapan karbon di Taman Maluku Kota Bandung sebesar 731,422 ton. Potensi serapan karbon terbesar di Taman Maluku Kota Bandung didapat dari jenis pohon Kenari Hias 1 (Canarium sp) dengan jumlah serapan karbon sebesar 107,253 ton. Hanya berbeda sedikit dengan pohon Kenari Hias 1, jenis pohon dengan serapan terbesar kedua adalah jenis
Darliana, Ina., et. al. 2023. Estimasi Cadangan Karbon Dan Serapan Karbon Di Taman Maluku Kota Bandung.
Paspalum : Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(1):163-171 doi : http://dx.doi.org/10.35138/paspalum.v11i1.556
pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dengan jumlah serapan karbon sebesar 99,647 ton.
Potensi serapan karbon terbesar ketiga didapat dari jenis pohon Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) dengan jumlah serapan karbon sebesar 69,015 ton. Sedangkan jenis pohon dengan potensi serapan karbon terkecil didapat dari jenis pohon Malapari (Pongamia pinnata) dengan jumlah serapan karbon sebesar 1,171 ton dan jenis pohon Terompet Merah (Tabebuia rosea) dengan jumlah serapan karbon sebesar 1,447 ton.
b. Serapan Karbon Tumbuhan Bawah
Berdasarkan data yang diperoleh dari Tabel 5, tumbuhan bawah memiliki luas sebesar 1584,3 m2. Estimasi jumlah serapan karbon yang terdapat pada tumbuhan bawah yaitu sebesar 11,409 ton.
c. Total Serapan Karbon
Pada vegetasi pohon total serapan karbon yang dihasilkan yaitu sebesar 731,422 ton.
Sedangkan pada tumbuhan bawah serapan karbon yang dihasilkan yaitu sebesar 11,409 ton. Sehingga total estimasi serapan karbon yang terdapat di kawasan Taman Maluku Kota Bandung yaitu sekitar 742,831 ton.
Tabel .1 Jenis Pohon yang Tumbuh Di Taman Maluku Bandung
No Nama Jenis Nama Ilmiah Family
1 Saga Merah Adenanthera pavonina Fabaceae
2 Damar Agathis damara Araucariaceae
3 Nangka Artocarpus heterophyllus Moraceae
4 Breonadia Breonadia salicina Rubiaceae
5 Bunga Sikat Botol Callistemon citrinus Myrtaceae
6 Nyamplung Calophyllum inophyllum Calophyllaceae
7 Kenari Hias 1 Canarium sp Burseraceae
8 Kenari Hias 2 Canarium sp Burceraceae
9 Ki Riung Anak Castanopsis acuminatissima Fagaceae 10 Cemara Laut Casuarina equisetifolia Casuarinaceae
11 Bisbul Diospyros discolor Ebenaceae
12 Ganitri Elaeocarpus serratus L. Elaelocarpaceae
13 Karet Merah Ficus elastica Moraceae
14 Beringin Karoya Ficus longifolia Moraceae
15 Merbau Intsia Bijuga Fabaceae
16 Kayu Putih Melaleuca leucadendra Myrtaceae
17 Jabon Putih Neolamarckia cadamba Rubiaceae
18 Tusam Pinus merkusii Pinaceae
19 Glodokan Tiang Polyalthia longifolia Annonaceae
20 Malapari Pongamia pinnata Fabaceae
21 Angsana Pterocarpus indicus Fabaceae
22 Cendana Merah Pterocarpus santalinus Fabaceae
23 Trembesi Samanea saman Fabaceae
24 Kacapi Sandoricum koetjape Meliaceae
25 Ki Acret Spathodea campanulata Bignoniaceae
26 Mahoni Daun Lebar Swietenia macrophylla Meliaceae
27 Mahoni Daun Kecil Swietenia mahagoni Meliaceae
28 Jambu Air Syzygium aqueum Myrtaceae
29 Terompet Merah Tabebuia rosea Bignoniaceae
30 Tapura Tapura guianensis Aubl. Dichapetalaceae
31 Ketapang Badak Terminalia catappa Combretaceae
32 Ketapang Kencana Terminalia Mantaly Combretaceae
33 Gambir Uncaria macrhophyila Rubiaceae
Tabel 2. Estimasi Cadangan Karbon Berdasarkan Jenis Pohon Di Taman Maluku Bandung
No Nama Jenis Nama Ilmiah Jumlah
Tegakan
Berat Jenis (g/cm3)
Estimasi Cadangan Karbon (Ton)
1 Saga Merah Adenanthera pavonina 8 0,7100 1,891
2 Damar Agathis damara 6 0,4903 11,728
3 Nangka Artocarpus heterophyllus 6 0,5978 4,170
4 Breonadia Breonadia salicina 5 0,8180 12,616
5 Bunga Sikat Botol Callistemon citrinus 1 0,7854 1,027
6 Nyamplung Calophyllum inophyllum 9 0,6064 5,026
7 Kenari Hias 1 Canarium sp 21 0,5656 29,251
8 Kenari Hias 2 Canarium sp 22 0,9206 0,734
9 Ki Riung Anak Castanopsis aquminatissima 1 0,6616 12,369
10 Cemara Laut Casuarina equisetifolia 7 0,9186 18,822
11 Bisbul Diospyros discolor 6 0,9008 1,424
12 Ganitri Elaeocarpus serratus L. 10 0,4057 2,978
13 Karet Merah Ficus elastica 1 0,6071 0,848
14 Beringin Karoya Ficus longifolia 25 0,4410 5,326
15 Merbau Intsia Bijuga 1 0,8411 0,832
16 Kayu Putih Melaleuca leucadendra 1 0,7195 4,411
17 Jabon Putih Neolamarckia cadamba 1 0,4800 4,494
18 Tusam Pinus merkusii 6 0,6072 16,063
19 Glodokan Tiang Polyalthia longifolia 8 0,5635 0,591
20 Malapari Pongamia pinnata 3 0,5978 0,319
21 Angsana Pterocarpus indicus 14 0,5656 27,176
22 Cendana Merah Pterocarpus santalinus 1 0,6350 0,240
23 Trembesi Samanea saman 1 0,5237 2,054
24 Kacapi Sandoricum koetjape 1 0,5710 1,959
25 Ki Acret Spathodea campanulata 1 0,3303 2,512
26 Mahoni Daun Lebar Swietenia macrophylla 10 0,6135 1,699
27 Mahoni Daun Kecil Swietenia mahagoni 8 0,6246 1,420
28 Jambu Air Syzygium aqueum 1 0,8000 0,421
29 Terompet Merah Tabebuia rosea 16 0,5340 0,395
30 Tapura Tapura guianensis Aubl. 1 0,5800 2,099
31 Ketapang Badak Terminalia catappa 1 0,5404 1,983
32 Ketapang Kencana Terminalia Mantaly 5 0,5690 0,940
33 Gambir Ucaria macrhophyila 2 0,8050 2,125
Jumlah 210 179,941
Tabel 3. Estimasi Cadangan Karbon Tumbuhan Bawah Taman Maluku Bandung Berat Basah
Sub-contoh (g)
Berat Kering
Sub-contoh (g) Luasan (m2)
Total Berat Kering Cadangan Karbon
(ton)
Daun Batang Daun Batang g/0,25m2 g/m2 kg/m2 ton/ha
59,042 61,682 11,773 10,497 2584,3 1655,053 6620,21 6,620 66,200 3,111
Darliana, Ina., et. al. 2023. Estimasi Cadangan Karbon Dan Serapan Karbon Di Taman Maluku Kota Bandung.
Paspalum : Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(1):163-171 doi : http://dx.doi.org/10.35138/paspalum.v11i1.556
Tabel 4. Estimasi Serapan Karbon Pohon Di Taman Maluku Bandung
No Nama Jenis Nama Ilmiah Jumlah
Tegakan
Estimasi Serapan Karbon (Ton)
1 Nyamplung Calophyllum inophyllum 9 18,428
2 Terompet Merah Tabebuia rosea 16 1,447
3 Angsana Pterocarpus indicus 14 99,647
4 Ketapang Badak Terminalia catappa 1 7,272
5 Ketapang Kencana Terminalia Mantaly 5 3,448
6 Cemara Laut Casuarina equisetifolia 7 69,015
7 Tusam Pinus merkusii 6 58,898
8 Damar Agathis damara 6 43,003
9 Ganitri Elaeocarpus serratus L. 10 10,919
10 Nangka Artocarpus heterophyllus 6 15,289
11 Malapari Pongamia pinnata 3 1,171
12 Bisbul Diospyros discolor 6 5,222
13 Gambir Ucaria macrhophyila 2 7,792
14 Ki Riung Anak Castanopsis aquminatissima 1 45,352
15 Kacapi Sandoricum koetjape 1 7,182
16 Jambu Air Syzygium aqueum 1 1,543
17 Trembesi Samanea saman 1 7,530
18 Karet Merah Ficus elastica 1 3,110
19 Jabon Putih Neolamarckia cadamba 1 16,476
20 Kayu Putih Melaleuca leucadendra 1 16,173
21 Ki Acret Spathodea campanulata 1 9,221
22 Bunga Sikat Botol Callistemon citrinus 1 3,764
23 Merbau Intsia Bijuga 1 23,442
24 Cendana Merah Pterocarpus santalinus 1 8,070
25 Tapura Tapura guianensis Aubl. 1 27,939
26 Kenari Hias 1 Canarium sp 21 107,253
27 Kenari Hias 2 Canarium sp 22 2,697
28 Mahoni Daun Lebar Swietenia macrophylla 10 6,229
29 Mahoni Daun Kecil Swietenia mahagoni 8 29,000
30 Beringin Karoya Ficus longifolia 25 19,529
31 Breonadia Breonadia salicina 5 46,260
32 Saga Merah Adenanthera pavonina 8 6,935
33 Glodokan Tiang Polyalthia longifolia 8 2,167
Jumlah 210 731,422
Tabel 5. Estimasi Serapan Karbon Tumbuhan Bawah Di Taman Maluku Bandung
Berat Basah Sub-contoh (g)
Berat Kering
Sub-contoh (g) Luasan (m2)
Total Berat Kering Cadangan Karbon (ton)
Serapan Karbon (ton)
Daun Batang Daun Batang g/0,25m2 g/m2 kg/m2 ton/ha
59,042 61,682 11,773 10,497 2584,3 1655,053 6620,21 6,620 66,2 3,111 11,409
Pohon yang memiliki cadangan dan serapan karbon yang besar adalah pohon yang memiliki tinggi di atas 10 m sebanyak 118 pohon dan diameter di atas 15 cm atau 0,15 m.
Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sribianti et al (2022) yang menyatakan bahwa pohon dengan diameter yang besar memiliki potensi untuk menyimpan cadangan karbon lebih besar. Selain diameter, yang mempengaruhi cadangan karbon adalah biomassa. Biomassa yang tinggi dari pohon
dapat berpengaruh terhadap besarnya cadangan karbon dari vegetasi begitu pun sebaliknya. (Luhulima et.al., 2020). Nilai cadangan dan serapan karbon antara pohon dan tumbuhan bawah, jika dibandingkan memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Hal ini dapat terjadi karena perbedaan kerapatan vegetasi (Larasati et al, 2022) serta pengaruh lingkungan seperti sinar matahari, suhu, nutrisi (Utomo, 2007), dan jenis tanah (Lestraningsing et al, 2018) .
Menurut Larasati et.al., (2022), vegetasi yang rapat dapat meningkatkan jumlah cadangan karbon dan serapan karbon. Jumlah vegetasi akan mempengaruhi banyaknya karbon yang terserap dan tersimpan. Terutama jika suatu area rapat dengan vegetasi berupa pohon tinggi dan berdiameter besar. Pada penelitian ini didapatkan data bahwa pohon dengan diameter besar dan ukuran tinggi memiliki cadangan karbon lebih besar. Kenari Hias 1 memiliki tinggi antara 9 sampai 12 meter dengan diameter 0,2 - 0,7 m. Angsana memiliki tinggi antara 9 sampai 15 meter dengan diameter 0,1 – 0,6 m. Cemara Laut memiliki tinggi antara 12 sampai 18 meter dengan diameter 0,2 – 0,9 m.
Menurut Utomo (2007) cahaya dari matahari, suhu, serta nutrisi atau zat pendukung lain sangat berpengaruh dalam proses fotosintesis. Kurangnya sinar atau cahaya matahari akan memperlambat proses fotosintesis. Pada tumbuhan bawah, yang tidak terpapar langsung oleh sinar matahari akan mengalami hambatan dalam proses fotosintesis sehingga cadangan dan serapan karbon yang dimiliki jauh lebih kecil dibandingkan dengan pohon. Pohon yang tinggi dengan cabang dan daun yang rimbun akan mudah terpapar sinar matahari sehingga proses fotosintesis akan berjalan lebih baik. Tumbuhan bawah memiliki cadangan karbon lebih rendah karena proses fotosintesis sedikit terhambat disebabkan oleh terhalangnya sinar matahari oleh pohon.
Faktor lain yang mempengaruhi cadangan dan serapan karbon adalah biomassa dari vegetasi. Biomassa sendiri dipengaruhi oleh berat jenis dari pohon tersebut. Jumlah vegetasi yang banyak tidak akan berpengaruh terhadap besar biomassa jika berat jenis pohon kecil atau rendah. Sejalan dengan penelitian Susila et al., (2019) yang menyatakan bahwa cadangan karbon dipengaruhi oleh volume dan berat jenis vegetasi. Pada Tabel 2.
memperlihatkan bahwa volume atau jumlah tegakan pohon beringin karoya (25 tegakan) lebih banyak dari Kenari Hias 1 (21 tegakan) tetapi berat jenis Beringin Karoya (0,4410
g/cm3) lebih kecil dari Kenari Hias 1 (0,5656 g/cm3). Hal ini membuktikan bahwa berat jenis yang lebih tinggi akan meningkatkan jumlah cadangan karbon. Pohon Kenari Hias 2 memiliki berat jenis yang lebih besar dan jumlah tegakan lebih dari Kenari Hias 1.
Berdasarkan data pengukuran dan visual di lapangan, Kenari Hias 1 memiliki batang yang lebih besar dan cabang yang lebih banyak daripada Kenari Hias 2. Hal ini membuktikan bahwa volume atau jumlah batang dan cabang lebih banyak akan meningkatkan jumlah cadangan karbon.
Taman Maluku Kota Bandung selain memiliki cadangan dan serapan karbon yang tinggi. Taman Maluku juga memiliki potensi sebagai penyerap polutan, mengurangi emisi, peredam kebisingan, serta yang paling penting adalah sebagai pengendali iklim mikro. Hal ini ditunjang oleh keragaman dan jumlah vegetasi yang ada di Taman Maluku.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Taman Maluku Kota Bandung memiliki 33 spesies pohon dengan jumlah pohon sebanyak 210 pohon. Dengan luas 23.633 m2 Taman Maluku Kota Bandung memiliki cadangan karbon sekitar 179,941 ton dari pohon dan 3,11 ton dari tumbuhan bawah.
Sedangkan untuk estimasi serapan karbon adalah sebanyak 731,422 ton oleh pohon dan 11,409 ton oleh tumbuhan bawah.
REFERENCES
Hairiah, K., et al. 2011. Pengukuran Cadangan Karbon: Dari Tingkat Lahan ke Bentang Lahan. Petunjuk Praktis. Edisi kedua.
World Agroforestry Centre. Bogor Heriyanto, T., et al. 2020. Analisis Biomassa
dan Cadangan Karbon pada Ekosistem Mangrove di Kawasan Pantai Berpasir Desa Kawal Kabupaten Bintan. J Manaj Ris dan Teknol. 2(1):31–41.
Heriyanto, N. M dan Subiandono, E. 2012.
Komposisi dan Struktur Tegakan,
Darliana, Ina., et. al. 2023. Estimasi Cadangan Karbon Dan Serapan Karbon Di Taman Maluku Kota Bandung.
Paspalum : Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(1):163-171 doi : http://dx.doi.org/10.35138/paspalum.v11i1.556
Biomassa, dan Potensi Kandungan Karbon Hutan Mangrove di Taman Nasional Alas Purwo. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 9 (1): 23- 32.
ICRAF. 2022. Wood Density Database.
Terdapat di db.worldagroforestry.org.
Diakses pada tanggal 10 November 2022.
Larasati, N., Dini, K., Jauhari, A., Kehutanan F, Lambung U. 2022. Prediction of Carbon Value Due to Land and Forest Fires in Banjarbaru City. J Sylva Sci.
05(3):372–8.
Lestariningsih, WA., Soenardjo, N., Pribadi, R. 2018. Estimasi Cadangan Karbon pada Kawasan Mangrove di Desa Timbulsloko, Demak Jawa Tengah.
7(2):121–30.
Luhulima, SH., Osok, RM., Kaya, E. 2020.
Simpanan Karbon Di Atas Permukaan Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Hutan Lindung Sirimau, Pulau Ambon. J Budid Pertan. 16(2):215–23.
Peraturan Daerah Kota Bandung No 7 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau.
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.
Purwitasari, H. 2011. Model Persamaan Allometrik Biomassa dan Massa Karbon Pohon Akasia Mangium (Acacia mangium Wild) (Studi Kasus pada HTI Akasia Mangium di BKPH Parung Panjang, KPH Bogor, Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten).
Setiawan, A J. Hermana. 2013. Analisa Kecukupan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Penyerapan Emisi CO2 dan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen di Kota Probolinggo. Jurnal Teknik ITS, 2(2), 171-174.
Sribianti, I., Daud, M., Abdullah, AA. 2022.
Estimasi Biomassa, Cadangan Karbon, Produksi O2 dan Nilai Jasa Lingkungan Serapan CO2 Tegakan Hutan di Taman Hutan Raya Abdul Latief. J Hutan dan Masy. 14(1):12–26.
Susila, R., Apriliani, R.N. 2019. Pendugaan cadangan karbon di taman hutan raya inten dewata. Wanamukti. 22(2):94–103.
Utomo, B. 2007. Fotosintesis pada Tumbuhan.
Medan: USU e-Repository; 1–26 p.