ETNISITAS DALAM
MASYARAKAT INDONESIA
SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA
PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Dr. Argyo Demartoto M.Si
Definisi Etnisitas
Sekelompok manusia yang memiliki ciri-ciri yang sama dalam hal budaya dan biologis serta bertindak menurut pola-pola yang sama.
Lake and Rothcild (1998)
Etnisitas sering diartikan sebagai identitas bersama atas dasar
bahasa, ciri-ciri fisik, persamaan sejarah tali temali persaudaraan,
daerah atau budaya.
Leo Agustino
P a n d a n g a n
1. Pandangan Primordialis
2. Pandangan Instrumentalis
3. Pandangan Konstruktivis
a n t a
r e
t n
i s
di Indonesia
Etnisitas Dalam
Konteks Masyarakat Indonesia
• Dimensi horizontal : dilihat dalam masyarakat Indonesia sama semua dalam budayanya dan etnisitas masyarakatnya hanya di bedakan saja melalui (Suku, Ras, Agama, Budaya)
• Dimensi vertical : disisi dimensi ini masyarakat
di Indonesia di bedakan tingkatannya dalam
konteks ekonomi dan pendidikannya sehingga
membentuk kelas sosial
Hubungan Antar
Etnis
Indonesia
1. Dimensi Historis
2. Dimensi Struktural Sosial
3. Dimensi Interaksi Kelompok
Hubungan Keberagamaan etnik dan integrasi nasional
Hubungan Keberagamaan etnik dan integrasi nasional
Tiga pola pembentukan identitas nasional
– 1. Ethnocultural Nasionalism
Mencerminkan bahwa keseluruhan status dan keanggotaan dalam komunitas bangsa hanya diberikan kepada mereka yang memiliki atribut etnik tertentu.
– 2. Multicultural Nasionalism
Nasionalisme dibangun berdasarkan perbedaan budaya masing-masing kelompok pembentuknya.
– 3. Civic Nasionalism
Dalam masyarakat ini organisasi yang terutama adalah Negara-Bangsa, Nasionalisme dibangun tidak berdasarkan kesadaran-kesadaran etnisitas tapi kepada nilai-nilai universal.
Tiga pola pembentukan identitas nasional
– 1. Ethnocultural Nasionalism
Mencerminkan bahwa keseluruhan status dan keanggotaan dalam komunitas bangsa hanya diberikan kepada mereka yang memiliki atribut etnik tertentu.
– 2. Multicultural Nasionalism
Nasionalisme dibangun berdasarkan perbedaan budaya masing-masing kelompok pembentuknya.
– 3. Civic Nasionalism
Dalam masyarakat ini organisasi yang terutama adalah Negara-Bangsa, Nasionalisme dibangun tidak berdasarkan kesadaran-kesadaran etnisitas tapi kepada nilai-nilai universal.
Konflik Antara Etnis Konflik Antara Etnis
Beragamnya suku, agama, ras, dan golongan (SARA) membuat Indonesia sebagai bangsa yang rawan konflik. Suatu kelompok melihat etnis lain adalah kelompok luar darinya, dan etnis luar melihat etnis lain sebagai musuh baginya. Setiap konflik yang berujung SARA bermula dari konflik individu yang kemudian mengarah ke konflik kolektif yang mengatasnamakan etnis.
Contohnya yaitu konlik antara etnis Jawa dan Lampung di Lampung,
serta konflik pemuda di Kalimantan.
Kesimpulan Kesimpulan
Pada dasarnya yang dimaksud etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki ciri-ciri yang sama dalam hal budaya dan biologis serta bertindak menurut pola-pola yang sama. Dalam kaitan sistem sosial, konsep etnisitas merupakan bagian dari kategori sosial yang digunakan oleh masyarakat untuk menunjukkan identitas seseorang atau sekelompok orang dalam struktur masyarakat secara horizontal. Masyarakat Indonesia terdiri dari beragam kelompok etnis yang jumlahnya dapat mencapai lebih dari 300 kelompok dan sub kelompok kecil lainnya. Beragamnya suku, agama, ras, dan golongan membuat Indonesia sebagai bangsa yang rawan konflik. Kalau konflik etnis itu terjadi terus menerus dalam sebuah Negara, maka Negara tersebut dapat dikatakan tidak bisa menciptakan ketentraman dan keamanan dalam negerinya. Maka dari itu masalah konflik etnis perlu diselesaikan secara cepat oleh pemerintah. Karena selain Negara yang mengalami kerugian, masyarakat sekitar daerah konflik tersebut pun akan mengalami kerugian pula.