EVALUASI KINERIA
Oleh
FX
SupriyonorPengantar
Menilai orang lain
merupakan tindakan yang wajar dan tidak terelakkandalam kehidupan kita sehari-hari.
Penilaian
kita ada kalanya
dipengaruhioleh penampilaq suara serta ciri-ciri pribadi yang lain. Tetapi ada
kalanya penilaian kinerja dipengaruhi oleh hal-halyang lebih
mendalam sifatnya, misalnya bagaimana seorangbawhan
melakukan pekerjaannyaatau
bagaimana interak- sinya dengan orang lain.Sebagai seorang manajer
atau pimpinan, pekerjaannyaakan
mencakup serangkaiankegiatan menilai,
misalnyamenilai pekerjaan mana yang
memer- lukan perhatian khusus, misalny4 menilai serta mengevaluasi apakah seorang peng-ajar telah melakukan
pekerjaannnya denganbaih serta menilai
pengalamandan
kematanganbawahan yang
akandiberi tugas tertentu. Penilaian
kinerja adalah penilaian yang dilaksanakan dalamrangka hubungan kekaryawanan
yangantaxa lain dapat digunakan
sebagaibahan
pertimbanganuntuk
mengambilkeputusan mengenai siapa yang
akan diberikan pekerjaantertentu,
siapa yang akan diberi kesempatanuntuk
mengikutipelatiha4 siapa yang akan
diberikenaikan gaji atau kenaikan
pangkat,siapa yang akan dipindahkan
atau diberhentikaq dan sebagainya.I Penulis adalah stafpengajar tetap pada Fakultas Ekonomi, Universitas Katolik
Parahyangan
Dalam tulisan
ini
akan diuraikan lebih lanjut mengenai pengertian EvaluasiKinerja serta arti pentingnya"
Sistem Penilaian Kinerja, Metoda Penilaian sertaaspek-aspek penting yang
berkaitan dengannya.Pengertian Evaluasi
Kerja
Ada berbagai bentuk,
macam serta nama yang diberikan kepada sistemEvaluasi Kinerja. Meskipun
demikiandapat
disarikanbahwa
sistem penilaian kinerja memilikiinti
pokoknya, yaitu:l. Berupa suatu formal discussions' antara karyawan dan atasan langsung.
2. Bertujuan untuk
mengetahui bagai- mana prestasi bawahanpada
pekerjaan saatini serta
bagaimanapotensi
untuk berkembang di masa yang akan datang.3. Bagaimana para bawahan (sub-
ordirntes) dapat memperbaiki
prestasi kerja mereka di masa yang akan datang.4.
Serta manfaatnya secara keseluruhanbaik bagi
organisasi (perusatraan), para manajer serta para karyawan.Manfaat Evaluasi Kinerja
Menurut Bretz dan Mlcovich
(1989) kegiatan evaluasi kinerja memilikiberbagai kegunaan bagi
manajemen.Mereka bahkan sudah
memilahkankegunaan tersebut mulai dari
yangterpenting hingga yang kurang
pentingseperti yang
digambarkanoleh
skema berikut ini.B INA E KONOMT/Febru a
fifi
9 97
Paling
a. Meoingkatkan kinerja karyawanPenting
b. Pengadninistrasian imbalan atas dasar prestasi kqrjac. Ivtemberikan gnmbaran perihal harapan-harapan dari pekerja- annya
d. Dasar keputusan promosi e. Konseling
f. il,f€mberikan motivasi g. Menilai potensi karyawan h. Identifikasi k$utuhan pelatihan
i. Merpeftaiki hr$ungan
kerja atasan denganbawahanj. I\ttembantu pefftapan tujuan karir k. tvieningkatkan efisiensi penu-gasan l. Keputusan transfer
m. Keputusan layoffmaupun pemu- irsan h$ungan kerja tetap n. Membantu peren€naan jengka
Panjang
Kurang
o. EvaluasiprosedurpengadaPenting
karlauan (hring)Nampak dalam serangkaian daftar kegunaan
diatag kegiatan evaluasi ki-
nerja ini memiliki arti yang sangat penting bagi efektivitas organisasi. Namun sangat disayangkarr,
masih banyak
organisasi (perusatman)yang
memandang entengkegiatan tersebut, ataupun
melaksa-nakannya secara kurang
bersungguh- sungguh sehingga bukannya memotivasi melainkanjustru
mendemotivasi karya- wannya.Prasyaret untuk Suatu Program yeng Efektip
Langkah p"rtutn" yang
harus diambiluntuk
men)rusun suatu program penilaian kinerja adalah mengenali adanya kebutuhan (needs). dengantelah
adanyasuatu progftrm penilaian kinerja
pada suatu organisasi,tidaklah berarti
batrwaprogram tersebut telatr
dilaksanakan sebagaimanayang diinginkan.
Peru- bahan-perubahan dalam organisasi dapatBINA EKON OM\/Februailfl 99 7
menjadi,
faktor
yang menyebabkan suatusistem penilaian kinerja tidak
dapat digunakanlagi. Akan tetapi
keputusanuntuk
menggunakansistem yang
baruatau
mengubah sistemyang lama tidak
semata-mata t€,rgantungpada
keinginan manajemen saja" tetapi agar lebih efektip zuatu sistem penilaian kinerja hendaknyamemenuhi prasyarbt-prasyarat
sebagai berikut:r Atasan dan bawahan harus saling menghormati
Gaya kepemimpinan atasan
hanrs menunj ang perkembangan karyawan Atasandan
bawahan harus mempu- nyai hubungan kerja yangbaih
dan Pihak bawahan hanrs mau menerima saran untuk perbaikan prestasiSistcm
Penilaian Kinerja
Penilaian
kinerja
atau dapat puladisebut dengan
evaluasih".ja,
meru-pakan suatu sistem yang terdiri
dari beberapaslb-sistenl
yang meliputi:r
Pihak penilaio
Pihakyang dinilair
Aspek-aspek yang dikenai purilaian.
Standat penilaiano
Metode evaluasio
Form penilaian atauformulir
o
Dampak hasil penilaian, sertar
Periode penilaianYang dimaksud dengan
pihak penilai biasanya adalatr atasan langsung, akan tetapi dapatpula
dilaksanakan oleh suatutim
penilai yang telahditunjuk
ataudib€ri wevenang untuk
melaksanakan evaluasikinerja. Dengan
menggunakantin\ hasil penilaian diharapkan
dapatlebih obyektip bila
dibandingkan dengansatu orang penilai saja, karena dihindar- kannya pengaruh
'like and
dislike'yang
seringkali terjadi.
Penilaian hendaknya
mengacupada aspek-aspek yang
berhubungan dengan pekerjaan karyawan,atau
Job-related',
sehinggahasil
penilaian dapat bermanfaatbagr
pengembangan karya-wan khususnya perbaikan
prestasikerjanya. Untuk ifu, peranan
'jobdescriptions
' sangatlah besar. Tidak kalah pentingnya adalah peranan standar
penilaian atau'job-standmds'.
Suatusistem penilaian yang baik,
harusdidasarkan pada standar yang
sahitr"sehingga
dapat
membedakan karyawan manayang
berprestasidan
mana yang tidak berprestasi.Kriteria l)asar Standar Pekerjaan
(Job-Standards)Paling tidak ada dua
kriteria standar pekerjaan, yaitu:l.
Standar harus konsistenSuatu standar harus mengakui
dan menghargai sumbangsih (contributions)yang sama dari para pekerja
yang melaksanakantugas yang sama
harusmenghasilkan penilaian hasil
prestasikerja yang sama.
2. Standar harus adil
Setiap orang yang hasil
pelaksanaankerjanya dinilai
mengharapkan standar yang digunakan obyektip dan adilPenentuan standar
pekerjaaq hendaknyadilakukan
dengan secermat-cermatnya sehingga standar
tersebut benar-benardapat atau mampu
mem- bedakan mana yangbaik
dan mana yangkurang baik. Oleh karena itu,
standarlebih baik ditentukan oleh para
ahli (human resource specialists),baik
yang bersaladari intern
perusahaan maupunyang beramt dari pihak ekstern
peru- sahaanmisalnya konsultan
manajemensumber daya
manusiaatau 'industrial
engineers'.Dalam pelaksanaan
evaluasikinerja karyawan, organisasi
dapat menggunakan metode-metode penilaianyang dianggap paling sesuai
dengankebutuhan
organisasi.Apapun
metodeyang akan dipakainy4 yang
penting metode tersebut harus dapat memberikan hasil yang berupa suatu umpan balik yang akurat bagi kinerja seseorang.Untuk itu penilai dan atau tim penilai,
harusmemiliki
kemampuanserta
pengalamanyang memadai dalam
pelaksanaanevaluasi kinerja, sehingga
kelemahan- kelemahanyang terkait dalam
metode penilaian dapat dantisipasi.Metode Penilaian Kinerja
Ada
beberapametode
penilaianyang dapat dimanfaatkan.
MenurutMcCormic dan Ilgen (1985),
terdapatlima tipe
dasar besertavariasi
metodekinerj4
yaitu:l.
Rating scale (RS)c
Graphic scaleso Multiple step scales
o
Numericalrating
scales2.
Personne
Systems (PCS)e
Rank order systemo
Paired comparison system.
Forced distribution system3.
Critical
incident techniquesGIf)
BI NA EKONOMI/Fe bru a
fi/
I 9 9 74. Behovioral checklists and scales
o
Forcedclnice
clrecHisto
Behmriorally anchoredrating
scales (BARS)o Beluviorally observation scales (BOS)
o
Mixed stondord scalesMSS)
5. Other
ratingmethds
o
Peer rafingso
Self appraisalso
Customerotd
subordinatesratings
Memilih Metode
yengTcpat
Setiap metode penilaian memiliki
kebaikan dan kekurangannya
masing- masing. Pertanyaanyang sering
timbul adalall metode manakah yang paling baikuntuk diterapkan. Satu hal yang
perlu digarisbawahi adalah, kezuksesan suatuprogfilm penilaian kinerja
tidaklahtergantung
semata-matapada
metode yang dipakai, melainkan pada bagaimanasistem itu digunakan dan siapa
yangmenggunakannya. seorang
supenrisor (yang dalamhal ini
adalah penilai) yangtidak terlatih dan terlebih-lebih
tidakmemiliki motivasi untuk
melakukanpenilaian secara obyektip hanya
akan merusak hasil penilaiankioerjq
meskipun metode yang dipakai adatah metode yang termasuk canggih.Makq
langkah awalyang dilakukan
adalah memastikan apa sasaranorganisasi atau
organisational objectives.Metode
penilaianyang
ada hanyalatr merupakansuatu
sarana saja untuk membantu pencapaian tujuan.Beberapa faktor yang
dapat mempengaruhiefektivitas dari
metode penilaian yang dipilih, meliputi:Tujuan
penilaianyang
spesifik. Jikatduan utamanya adalah
untuk pengembangan, sebaiknya digunakanmetode Belnviorally
Anchored Rating Scales (BARS).Pertimba$gaa keuangan.
Jika faktor biaya bukan merupakan
kendala,maka penerapan Management
by Obj e ctive sMBO)
sangat bermanfaat.o Harapan kemampuan dan jenis
pekerjaan. Metode MBO
sepertidisebutkan
diatas, lebih cocok
biladigunakan uuntuk menilai
kinerjapara manajer, sedangkan Graphic Rating
Scale (GIRS) akan lebih cocokdipakai untuk karyawan
bagan administrasi.r Tingkat pengalaman. Masa kerja karyawan dalam suatu jabata.n dan seberapa jauh penguasaan karyawan terhadap pekerjaannya mernpengaruhi
keberhasilan pelaksanaan
suatu metode.Suatu metode penilaian
yangefektip untuk menilai karyawan
yang sudah berpengalaman belum tentu efektip bila diterapka"b4g
karyawan banr.Menurut Gomez-.Mgjja
(1995), format umum dari penilaianfinerja
dapat diklasifikasikan menjadi dua cara, yaitu:1.
Type'judgement'
yang diperlukan :a. Relative judgment, yaitu
formatpenilaian yang meminta
seorangsupervisor membandingkan
kinerjakaryawan tertentq dengan karyawan yang
lain yang melakirkan pekerjaan
yangsama. Sehingga, penilaian ini akan menghasilkan su.Atu r4nk atau urutan mulai dari yang' tthe best' sampai pada
'the worst'.
BI NA EKONO tvtVFebru a ri/r 9 9 Z
b. Absolute judgment, yaitu
formatpenilaian yang meminta
seorangsupervisor untuk membuat
Judgment, mengenaikinerja karyawan atas
dasar standard kinerja yang ditentukan.2 Berpusat pada ukuran (measare)
Sistern pengukuran kinerja
dapatdiklasifikasikan menurut type
data kinerja, seperti:a. Trait
data,yutu
suatu alat penilaian yang meminta supervisor untuk membuat judgment mengenaikarakterisitk pekerja yang cenderung bersifat konsisten serta tetap. Penilaian atas
trait (ciri)
in berfolarskan pada person, bukan kinerja.b. Behovioral
data,yarfi
alat penilaian yang berfokuskan pada perilaku karyawan (employee's behavoir).c. Outcome
dan,yutu
alat penilaian yang berfoluskan pada 'the results achieved' atau hasil yang dicapai olehTujuan
PenggunaanPenilaian Kinerja
Tujuan diadakannya
kegiatan penilaian kinerja kadang-kadang berbedaantara organisasi yang satu
dengan organisasiyang lain. Akan tetapi
padaumumnya tujuan penilaian
kinerja meliputi dua sasaran pokolq yaitu:l.
Sebaeai i{Nentarisasi sumberdaya manusiaPenilaian kinerja merupakan suatu
progam yang dirancang
untukmengembangkan hubungan
atasan-bawahan serta
penghargaan mengenaikeinginan individu dengan
sasaranorganisasi serta pula untuk
mengem-bangkan program-program
pengem-bangan pribadi. Dengan
mengevaluasiprestasi atau kinerja karyawaq
atasarr akan mengetahui sejauh mana kepuasankerjq
pengembangankarir,
kebutuhanpelatihan serta izu-isu
sumberdava manusia yang lain.2. Seba&i motivator bagi karyawan untuk meningkatkan kinerj anya.
Setiap karyawan pada
dasarnyaingrn
mengetahuiapa yang
diharapkan organisasidari
mereka serta bagaimana pekerjaan merekadinilai
oleh organisasi.Kegiatan penilaian kinerja
merupakan jawaban atas kebutuhan (needs) irru.Ada beberapa manfaat
yang sifatnya sangat spesifikdari
pelaksanaan penilaiankinerja.
Beberapa diantaranyatelah
disebutkan pada bagian terdahulu.Beberapa manfaat spesifik tersebut antara lain:
a. Penilaian kinerja dapat meningkatkan komunikasi antara pihak atasan (mana-
jer)
dan pihak bawahan (karyawan).b. Penilaian kinetja dapat dimanfaatkan sebagai alat konseling.
c. Penilaian kinerja dapat membantu atasan menilai dirinya sendiri.
d. Penilaian kinerja merupakan instrumen yang sangat berharga untuk meng-
'asses' kebufuhan tenaga kerja organi- sasi di rnasa yang akan datang.
Beberapa
Karakteristik KriteriA yang Efektip
l.
Relevwrce, kriteria yang digunakan un-tuk mengevaluasi kinerja karyawan harus releva4 dalam arti kaitan dengan pekerjaan (jd-re
lated)B INA EKON OMI/Febru
ailt
9 97
2. Fre edam
from
contamination, artinya bahwa skor pada setiap kriteria diten- tukan oleh perilaku kerja yang nyata dan bukan oleh faktor lain.3.
Discriminolity,
artinya skor yang diperoleh hanrs mampu membedakan antara 'highperformmtce'
dan 'low per-formance'.4. Re liabi
lity,
artinya terjadi kesamaan hasil pengukuran meskipun dilakukan oleh orang yang berbeda serta waktu yang berbedapul4
atau istilahnyatidak flip-flop.
5. Congruerrce, artinya bahwa hasil dari kegiatan penilaian hendaknya sesuai dengan kebutuhan dari organisasi.
Dampak
PenileianSuatu kenyataan
yang
seringkaliterjadi adalah paf,a karyawan
kurang mengetahuikaitan antara penilaian ki-
nerja dangan 'imbalan' yang
akan diperoleh.Hal ini tentu
sajatidak
akanberdampak posrtip pada
karyawan maupun organisasi, karena baik/tidaknyakinerja toh tidak mempengaruhi
gaji maupun kepangkatan yang dimilikinya.Maka agr porilaian
kinedamemiliki arti yang
strategis,akibat
atau konsekuensidari hasil penilaian
harusberkaitan dengan imbalan
tertentu,apakah itu berupa '',kenaikan gaji,
kenaikan pangkat, penempatar\
pem-berian bonus dan atau insentif
dan semacamnya.Kemelesetan
Pcnilaian
(Biases)Kemelesetan penilaian
adalahsuatu keadaan dimana penilai,
dalammelaksanakan penilaiannya mengikur
sertakan unsur subjehivitasnya sehinggahasil penilaiannya dapat terpengaruh oleh
nilai-nilai subyektif tertentu. Ada
bebe-rapa typologi
kesalahan penilaian yang seringkali dijumpai dalam praktek, yaitu:a.
Halo ffict
b.
Distribution error
- Leniency
and
strictness - Central lendencyc. Primacy and recency effect
d
Rater$ects, dnt
e. Perceptual sets
Tipe-tipe kesalatran
tersebut sangat sering kitajumpai
dalam praktek,sehingga akan sangat merugikan
baikbagr karyawan sendiri nutupun bag
organisasi.
Untuk
menghindarkan timbul-nya
kesalahan-kesalahantersebut,
parapenilai
hendaknyaditingkatkan
ketram- pilannya terus-menerus sehingga mereka sadar akan kelemahan sistem serta sadar akan pentingnya penilaian yang obyektip.Kesalahan-kesalahan tersebut dia-
tas, disamping dapat merugikan
pihakkaryawarl terutama yang berprestasi baik, juga merugikan orga-
nisasi
sendiri
karenaumpan balik
yangditerima tidak
sesuai dengan kenyataanyang ada. Untuk itu maka
manajersumber daya manusia harus
waspada dengan type kesalahan-kesalahan tersebut dan mengantisipasinya dengan senantiasa meningkatkanketrampilan para
penilai,baik melalui program-progran
pelatihanmaupun dengan pemilihan teknik
atau metode kinerja yang relevan.Penutup
Aktivitas penilaian
kinerja merupakanfaklor yang
sangat pentingbagi setiap organisasi. Hanya
dengan pelaksanaanyang
konsisten, organisasi,kararyawan maupun manajemen
akanBI NA E KONOMI/Febru a
rifl
9 9 7mamperoleh manfaat
dari
padanya. Bagr karyawan umpanbalik
yang diterimanya merupakanrefleksi
sejauh mana kinerjayang telatr dimilikiny4 bagi
organisasi hasil penilaian kinerja sangat mendukung peningkatan efektivitas organisasi sedang bagi manajemen hasil kinerja merupakanumpan balik atas
pelaksanaan fungsi- fungsi personali4 khuzusnya menyangkutrekrutme4 seleksi, p€nempatan
serta program pelatihan karyawan.Sangat disayangakan
masih terdapat banyak organisasiyang
belummenyadari arti pentingnya
penilaiankinerja dilakukan dengan
sungguh-sunggutq sehingga efektifitas
organi-sasinya tidak mengalami
peningkatan pesat.Akhirny4
semua terpulang padaitikad serta komitmen
manajanen,apakah manajemen memang
mau
serta bersedia melaksanakan penilaian kinerja yang kadang-kadang terasa sulit, ataukahmasih menganggep aktivitas
tersebut sebagaiaktivitas
sekunderatau
kurangmendesak bila dibandingkan
dengan upaya-upayayang langsung
berkaitandengan peningkatan produktivitas
dan efisiensi?Tulisan ini terutama
ditujukankepada
mahasiswaserta
dimaksudkanunfuk menambah wawasan
mereka sehubungan dengan permasalahan yangmenyangkut penilaian kinerja.
Mudah- mudahan bermanfaat.DAFTAR PUSTAKA
Johq M.B.,
1992.Irt&tstrial0rganizational Psychologt, 2nd ed.,McGraw-Hill, New York.
Michael,
A.G.,
1991. Applied Industrial-OrganizationalPsychologt,Belmont,
California.Scermerhorq
Hunt
and Osborn, 1985.Managing
OrganizationalBehavior,2nd
ed., John Wiley and Son, NewYork.
Werther Jr.,
W.B.
and Davis,K.
1993. Human Resources and Personnel Mmtogement, 4th ed.,McGraw-Hill,
Newyork.
BI NA E KONO Mt/Februa rj/I 99 7