Saya yang bertanda tangan di bawah ini: .. Nama : Evi Sulistya Ningsih NIM menyatakan bahwa karya ilmiah ini berjudul “Penerapan Teknik Mind Mapping Metode SQ3R untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Tema My Hero pada Siswa Kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember”. benar-benar merupakan karya saya sendiri, kecuali kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya, belum pernah dikirimkan ke lembaga manapun dan bukan merupakan karya plagiarisme. Tesis berjudul “Penerapan Teknik Mind Mapping Metode SQ3R untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Tema My Hero pada Siswa Kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember” oleh Evi Sulistya Ningsih telah diuji dan divalidasi pada: . hari, tanggal : Jumat, 02 Februari 2018.. tempat : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Penerapan Teknik Mind Mapping Menggunakan Metode SQ3R Untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Tema Pahlawanku Pada Siswa Kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember;
Berdasarkan observasi awal di SDN Kebonsari 01 Jember diperoleh data rata-rata persentase kemampuan literasi siswa kelas IVa sebesar 60% dengan kategori cukup. Terkait dengan latar belakang tersebut maka rumusan masalah penelitian ini: 1) bagaimana penerapan teknik mind map dengan metode SQ3R dapat meningkatkan kemampuan literasi tema pahlawanku pada siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember; SQ3R dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember, (2) mengetahui peningkatan kemampuan literasi siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember dengan menerapkan teknik mind map melalui metode SQ3R pada tema pahlawanku
Persentase peningkatan literasi klasikal siswa dari pra siklus ke siklus I meningkat dari 60% dengan kategori cukup menjadi 78,43% dengan kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan teknik mind map dengan metode SQ3R pada pembelajaran tema pahlawanku berjalan sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya, (2) kemampuan literasi siswa kelas IVa di SDN Kebonsari 01 Jember meningkat sebesar 60% pada pra siklus menjadi 78,43% pada siklus I dan 87,57% pada siklus II.
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
TINJAUAN PUSTAKA
Hubungan Teknik Mind Mapping dengan Kemampuan Literasi
Buzan (dalam Said dan Budimanjaya menyatakan bahwa penerapan mind map dalam pembelajaran menggunakan teknik brainstorming. Buzan menyatakan bahwa mind maping merupakan cara yang baik untuk membantu menulis karangan yang terstruktur dengan baik dan terfokus. Mind maping tidak hanya membantu dalam merencanakan apa yang ingin dilakukan. menulis, tetapi juga berguna ketika seseorang menulisnya secara keseluruhan.
Berdasarkan penjelasan di atas terlihat bahwa langkah-langkah penerapan mind map dalam proses pembelajaran berkaitan dengan keterampilan membaca. Langkah pertama dalam membuat peta pikiran adalah dengan membaca topik yang dipelajari, dilanjutkan dengan memahami isi topik yang dibaca, kemudian mencari kata kunci dari topik yang dipelajari dan menuliskannya dalam bentuk peta pikiran. Kegiatan membaca dan menulis pada tahap mind map merupakan bagian dari keterampilan membaca, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik mind map sangat erat kaitannya dengan keterampilan membaca.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Literasi
Penelitian ini didukung dan diperkuat oleh penelitian terdahulu yang menerapkan pembelajaran dengan teknik mind map dan metode SQ3R. “Meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VA dengan menerapkan teknik mind map menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar di SDN Sumbersari 03 Jember tahun ajaran 2014/2015.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik mind map meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa sebesar 13,34% dari pra siklus ke siklus I, meningkat sebesar 17,70% dari siklus I ke siklus II, dan meningkat sebesar 31,04% dari pra siklus ke siklus II. siklus I. siklus I.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dengan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan literasi IPA sebesar 23%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik mind map meningkatkan keterampilan bercerita siswa sebesar 10,8% dari sebelum siklus menjadi 43,2% pada siklus I dan meningkat sebesar 89,2% pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas IV SD Negeri 46 Parepare dengan tingkat ketuntasan pada siklus I dari 52,63% menjadi 68,42% pada siklus II, dan meningkat kembali pada siklus II. . III menjadi 84,21%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian dengan menggunakan teknik mind map dan metode SQ3R dapat meningkatkan keterampilan membaca dan kinerja belajar siswa. Tinjauan terhadap penelitian terdahulu dapat dijadikan oleh peneliti sebagai landasan atau acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya dengan variabel yang berbeda, oleh karena itu peneliti mengambil judul penelitian “Menggunakan teknik mind map dengan.
Kerangka Berpikir
Pada kondisi awal kelas IVa di SDN Kebonsari 01 Juni, guru belum menerapkan teknik mind map dengan metode SQ3R dalam proses pembelajaran. Pembelajaran masih menggunakan metode membaca konvensional dengan meminta siswa membaca teks dan mengajukan pertanyaan sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan literasi siswa. Setelah diterapkan teknik mind-mapping dengan metode SQ3R siswa mudah memahami teks bacaan dan mengingat informasi yang dibacanya sehingga terjadi peningkatan kemampuan literasi siswa.
“Jika guru menggunakan teknik mind map metode SQ3R dalam pembelajaran topik pahlawanku maka kemampuan literasi siswa kelas IVa di SDN Kebonsari 01 Jember akan meningkat.”
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Langkah-langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a) meminta izin kepada kepala sekolah dan guru kelas IVA untuk melakukan penelitian di SDN Kebonsari 01 Jember; Peneliti dibantu oleh pengamat yaitu seorang guru kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember bernama Ibu Endang Sulistyaningsih, S.Pd, serta 2 orang rekannya bernama Firda Arisma dan Anik Safitri untuk melakukan observasi dengan menggunakan panduan observasi yang telah disiapkan. Data yang akan diperoleh pada tahap ini adalah kemampuan literasi siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember setelah diterapkan teknik mind map dengan metode SQ3R dalam pembelajaran topik pahlawanku.
Pada tahap ini peneliti menganalisis langkah-langkah penerapan mind map pada proses pembelajaran dan peningkatan keterampilan membaca siswa setelah menerapkan teknik mind map dengan metode SQ3R pada pembelajaran tema pahlawanku. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan teknik mind map dengan metode SQ3R dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Data observasi berupa aktivitas guru (peneliti) selama kegiatan pembelajaran menggunakan teknik mind map dengan metode SQ3R.
Wawancara dilakukan setelah proses pembelajaran, baik sebelum maupun sesudah menggunakan teknik mind map SQ3R. Jumlah siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember berjumlah 35 orang, terdiri dari laki-laki 18 orang dan perempuan 17 orang.
Metode Pengumpulan Data
Tes merupakan suatu instrumen pengumpulan data yang digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur objek yang diteliti. Tes tersebut digunakan untuk memperkuat data observasi dan mengukur kemampuan membaca siswa setelah menerapkan teknik mind map dengan metode SQ3R pada pembelajaran tema pahlawanku. Instrumen tes harus dikembangkan agar instrumen tersebut dapat digunakan secara efektif untuk menjaring data yang dikumpulkan.
Pengembangan instrumen tes dalam penelitian ini melibatkan dua hal, yaitu: (1) pengujian validitas instrumen dan (2) pengujian reliabilitas instrumen. Suatu instrumen tes dikatakan reliabel apabila instrumen tersebut digunakan berulang kali dengan objek yang sama dan hasil yang diperoleh relatif sama. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai evaluator 1, sedangkan guru kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember berperan sebagai evaluator 2.
Apabila hasil perhitungan korelasi antara evaluator ke-1 dan ke-2 sama dengan atau lebih besar dari angka pada r-tabel pada taraf signifikansi 5%, maka instrumen tes dinyatakan reliabel. Namun apabila nilai korelasi hitung antara penilai pertama dan penilai kedua lebih kecil dari angka pada r tabel, maka instrumen tes dianggap tidak reliabel. Hasil korelasi yang diperoleh selanjutnya diinterpretasikan dalam tabel interpretasi hasil uji reliabilitas untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen tes.
Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan meliputi (1) analisis data kualitatif dan (2) analisis data kuantitatif. Analisis data kualitatif dilakukan untuk mengkaji data yang diperoleh mengenai kegiatan pembelajaran sebelum dan sesudah penerapan teknik mindfulness. Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi siswa sebelum dan sesudah penerapan teknik mind map dengan metode SQ3R pada pembelajaran tema pahlawanku.
Penilaian aspek literasi siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember dilakukan dengan memberi tanda centang pada masing-masing indikator literasi yang dinilai. 1 Sumber : Djiwandono Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan rumus peningkatan prestasi individu siswa sebagai berikut. Hasil yang diperoleh kemudian diklasifikasikan dalam tabel kriteria hasil belajar siswa sesuai tabel di bawah ini.
PENUTUP
- Daftar Nama Siswa
- Daftar Pembagian Kelompok
- Hasil Wawancara Guru Sebelum Tindakan
- Hasil Wawancara Siswa Sebelum Tindakan
- Hasil Wawancara Guru Setelah Tindakan
- Hasil Wawancara Siswa Setelah Tindakan
- Daftar Nilai Kemampuan Literasi Siswa Pra Siklus
- Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I
- Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia
- Tujuan pembelajaran
- Metode dan Teknik Pembelajaran
- Penilaian
Teknik Mind Mapping Menggunakan Metode SQ3R Untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Tema Pahlawanku Pada Siswa Kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember. Bagaimana cara menerapkan teknik mind map dengan metode SQ3R? meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember. Cara meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember dengan menerapkan teknik mind map menggunakan metode SQ3R pada tema pahlawanku.
Jika guru menerapkan teknik mind map dengan metode SQ3R maka kemampuan membaca siswa kelas IVa SDN Kebonsari 01 Jember meningkat. Tujuan: Untuk mengetahui respon guru setelah menerapkan teknik mind map menggunakan metode SQ3R dalam pembelajaran. Penggunaan teknik mind map dalam pembelajaran sangat baik, apalagi jika dipadukan dengan metode SQ3R yang mendukung proses pembelajaran sehingga memudahkan siswa.
Hanya dibutuhkan waktu yang cukup lama bagi siswa untuk membuat peta pikiran. Tes 6 x 35 menit Tes tertulis Tulis kembali peta pikiran yang telah Anda buat dalam bentuk paragraf. Guru menjelaskan langkah-langkah membuat peta pikiran kepada siswa dan mengajak siswa mengisi peta pikiran yang kosong.
Tulis kembali peta pikiran yang anda buat tentang “Ki Hajar Dewantara” dalam bentuk paragraf.
LEMBAR EVALUASI
Hasil Tes KemampuanLiterasi Siswa Siklus II