• Tidak ada hasil yang ditemukan

fajar gemilang filsafat islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "fajar gemilang filsafat islam"

Copied!
303
0
0

Teks penuh

Kiranya, kehadiran buku “Filsafat Islam Fajar Gemilang” patut menjadi langkah maju dalam kancah akademik UIN Mataram, khususnya di Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Keagamaan (FUSA). Bab selanjutnya menceritakan kedalaman makna filsafat Islam (meliputi perdebatan mengenai terminologi filsafat Islam, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, tujuan dan objek kajian, ruang lingkup dan hubungan antara filsafat Islam dan filsafat Yunani).

Pada bagian ini tema besar yang dibahas penulis adalah Kajian Filsafat Islam: Latar Belakang Sejarah, Lokus dan Fokus Kajian. Yang penulis maksud dengan mempelajari filsafat Islam adalah mengkaji, meneliti, mengkaji dan mendalami makna filsafat Islam.

Masuknya Filsafat ke Dunia Islam

Di sisi lain, dalam revisi budayanya, Islam juga tampil lebih “Barat” dibandingkan “Timur” (melalui para filosof yang disebutkan di atas). Sikap Islam terhadap alam ditunjukkan dalam konsep manusia yang berdiri sebagai “raja” atas alam (khalifah fi al-ardl), sehingga implikasinya adalah umat Islam sangat menyadari individualitasnya.

Pertumbuhan Filsafat Islam

Kedua alasan ini – demikian kata al-Nasysyar – menunjukkan fakta bahwa umat Islam telah mengenal filsafat Yunani pada masa Bani Umayyah, pada abad pertama Hijriyah. Penerjemahan kitab-kitab filsafat oleh orang Arab pada mulanya tidak ditujukan untuk mempelajari filsafat.

Dinamika Perkembangan Filsafat Islam

Dikombinasikan dengan ketertarikannya terhadap tasawuf, pembahasan Suchi sedikit banyak mendekatkan filsafat Islam dengan tasawuf dan tradisi (teologis) Islam. Di antara orang-orang yang dapat dikatakan berjasa dalam perkembangan filsafat Islam di Indonesia adalah Prof.

Makna Filsafat Islam dan Perdebatan Seputarnya

Secara etimologis, istilah filsafat Islam terdiri dari dua kata yang berbeda, yaitu “filsafat” dan “Islam”. Tarashad lebih setuju dengan istilah “filsafat Islam” dan mengatakan bahwa nama filsafat Arab kurang tepat.

Nilai-Nilai Filsafat Islam

Filsafat Islam dengan demikian mencakup semua kajian filsafat yang ditulis di dunia Islam, baik pengarangnya Muslim, Kristen, atau Yahudi. Namun filsafat Islam pernah memisahkan diri dari nilai-nilai moral, yang tidak lain hanyalah intelektualisme murni.

Tujuan dan Obyek Filsafat Islam

Oleh itu, tidak pelik jika falsafah Islam menjangkau pintu pelbagai budaya Islam dan berpengaruh dalam pelbagai aspek.

Ruang Lingkup Filsafat Islam

Dengan redaksi yang lebih detail, Hamzah Jakubi dalam buku “Filsafat Agama; Interupsi Nalar dengan Wahyu‖ menyatakan bahwa tujuan filsafat adalah mencari informasi yang sedalam-dalamnya mengenai hal-hal berikut; Filsafat syariah: filsafat yang diungkapkan dalam bahan-bahan hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, jina, ukuba, dan lain-lain.

Relasi Filsafat Islam dengan Filsafat Yunani

Oleh karena itu, mereka dengan leluasa menerima metode filosofis (khususnya logika) sebagai alat untuk menjelaskan maksud Al-Qur'an. Islam nantinya akan merefleksikan visinya berdasarkan pemikiran filsafat Yunani, yang kemudian diselaraskan dengan Al-Quran.

  • Aliran Teologi Dialektik („Ilmu Al-Kalam)
  • Aliran Peripatetisme (Masysya‟iyyah)
  • Aliran Iluminisme (Isyraqiyyah)
  • Aliran Sufisme/Teosofi (Tashawwuf atau „Irfan)
  • Aliran Filsafat Hikmah (Al-Hikmah Al-Muta‟aliyah)

Perbedaan antara Illuminisme dan Sufisme - dalam hal ini adalah 'irfan (teosofi) - mencakup fakta bahwa meskipun keduanya mengandalkan pengalaman langsung, Illuminisme (berbeda dengan tasawuf (non-'irfan) percaya pada kemungkinan untuk mengekspresikan pengalaman ini melalui bahasa). -bahasa logis-diskursif. 22 Lihat Musa Kazhim Al-Habsyi “Filsafat Hikmah dan Agama Masa Depan” dalam https://ahmadsamantho.wordpress.com filsafat-hikmah-dan-agama-masa-depan/), diunduh pada Minggu, 15 September 2019 Upaya kecil ini bertujuan, pertama, untuk menghilangkan tuduhan 'sesat' yang dilontarkan sebagian pihak terhadap para filosof Muslim; kedua, mengenal para filosof muslim tidak hanya sekedar mengenang romantisme kejayaan Islam pada masa “Zaman Keemasan Islam”, namun juga “memberi keberkahan” dalam bahasa santri “tabarruk”, yakni dengan mengenal dan memahami para filsuf Muslim; Berbagai karya dan pemikirannya menjadi tonggak awal memulai upaya mencapai atau meraih kembali kejayaan peradaban Islam.

Tabel 1. Ikhtisar Ciri-ciri Epistemologis dan Ontologis   Aliran-aliran dalam Filsafat Islam 23
Tabel 1. Ikhtisar Ciri-ciri Epistemologis dan Ontologis Aliran-aliran dalam Filsafat Islam 23

Biografi Hidup Al-Kindi

Masalah penciptaan ini yang diusahakannya dalam Ibn Nabatah berkata: ―Al-Kindi dan karya-karyanya menghiasi kerajaan Al-Mu'tasim.‖ Ia juga dikenali semasa pemerintahan Al-Mutawakkil (232-247 H/ 847 - 861 M. ). Satu lagi kisah tentang sepakan paru-paru Al-Kindi digambarkan dalam karikatur Al-Jahiz dalam Kitab Al-Bukhala. Al-Kindi hidup mewah di sebuah rumah di mana dia menyimpan banyak haiwan langka di tamannya.

Karya-Karya Al-Kindi

Para ulama mempelajari Al-Kindi hingga risalah Arab Al-Kindi ditemukan dan diedit berdasarkan terjemahan Latinnya. Metafisika Al-Kindi: Terjemahan Risalah Tentang Filsafat Yaqub bin Ishaq Al-Kindi (Fi Al-Falsafah Al-Ula) oleh Alfred L. Prakiraan Cuaca Ilmiah di Abad Pertengahan Tulisan Al-Kindi oleh Gerrit Bos dan Charles Burnett (2000) ;

Pemikiran-Pemikiran Al-Kindi yang Monumental

Demikian pula Al-Kindi tidak sependapat dengan Plato (428-347 SM) yang menyatakan bahwa alam semesta terbatas pada waktu, tetapi tidak terbatas pada materi (ruang). Sifat Tuhan lainnya yang ditekankan Al-Kindi adalah perbedaan-Nya dengan makhluk (mukhâlafah li al-hawâdits). Namun menurut Atiyah M, bukan berarti Al-Kindi tidak mengakui adanya sifat-sifat Tuhan yang lain.

Biografi Hidup Al-Farabi

Di kota yang mayoritas menganut cara berpikir Syafi'iyah4 dan disinilah Al-Farabi mengenyam pendidikan dasar. Dengan ilmu yang dimilikinya, Al-Farabi memperolehnya dari tempat ia belajar dan belajar dengan banyak ilmuwan terkenal tanpa memandang agama. Al-Farabi lahir pada masa pemerintahan Al-Mu'taaddid (870-892 M) dan meninggal pada masa pemerintahan Muti.

Karya-Karya Al-Farabi

Tulisan-tulisan diatas dengan berbagai pokok kajian yang ditulis oleh Al-Farabi membuktikan bahwa Al-Farabi adalah seorang filosof, ilmuwan dan intelektual kelas dunia yang ilmunya sangat luas dan mendalam, bahkan di dunia modern seperti sekarang ini, hal tersebut merupakan hal yang sangat penting. sulit menemukan seseorang seperti Al-Farabi. Apalagi Al-Farabi merupakan sosok yang sangat ideal dijadikan teladan bagi para ilmuwan muslim, beliau sangat alim dan alim, keduanya bisa berjalan beriringan dan sangat berimbang sehingga patut menjadi teladan bagi para ilmuwan muslim lainnya.

Pemikiran-Pemikiran Al-Farabi yang Monumental

Akal ini kelak akan menjadi modal untuk kita memahami konsep kenabian (nubuwwah) oleh Al-Farabi. Tidak seperti ahli falsafah yang lain, Al-Farabi tidak menjadi seorang pemikir yang kebal terhadap kritikan, pendapatnya tentang imaginasi tertinggi (al-quwwah al-mutakhayyilah) boleh dekat dengan aql fa'al sehingga. Perbincangan Al-Farabi tentang falsafah ibu kota (al-madinah al-fadhilah) beliau tujukan kepada karya monumentalnya Ara'.

Biografi Hidup Ibnu Sina

Secara kebetulan, seorang penjual buku menawarinya sebuah buku bekas dengan harga yang sangat murah, sehingga ia membelinya setelah beberapa kali menolaknya. Kemudian ia membacanya agar mudah memahami kitab Aristoteles dan menghafal semuanya. 3 Ibnu Sina tidak menyadari bahwa perpustakaan yang diberikan kepadanya adalah cara untuk memenjarakannya. Tentu saja hal ini tidak masuk akal bagi kebanyakan orang. Bagaimana perpustakaan milik Ibnu Sina bisa dibakar sendiri, padahal logikanya pembakaran perpustakaan itu dilakukan oleh Ibnu Sina. Tak jadi masalah besar, lagipula yang memiliki perpustakaan itu adalah Ibnu Sina, namun nyatanya dia tetap dipenjara atas tuduhan keji tersebut.

Karya-karya Ibnu Sina

Pemikiran dan Falsafah Ibn Sina

Pendapat Al-Ghazali yang dalam hadits Tuhan menciptakan dari “ketiadaan” menurut Ibnu Rusyd tidak sesuai dengan isi Al-Qur’an surat Hud ayat 7. Manusia dalam Al-Qur’an tidak diciptakan dari ketiadaan, melainkan dari sesuatu. yang “adalah”, yaitu hakikat bumi, sebagaimana disebutkan pada paragraf di atas. Jadi kadim alam adalah sesuatu yang lain yang senantiasa muncul sesuai dengan isi Al-Qur'an.

Biografi Hidup Al-Razi

Kepribadian Al-Razi digambarkan sebagai seseorang yang tutur katanya santun, berakhlak mulia, sangat dermawan, dermawan dan gigih. Dalam bidang kedokteran, al-Razi merupakan penemu obat penyakit cacar dan campak (Drug Inventor Smallpox Disease). Kitab Al-Hawi atau yang lebih dikenal dengan nama al-Jami', terdiri dari 20 jilid yang membahas berbagai cabang ilmu kedokteran, sebagai pedoman selama lima abad (abad 13-17) di Eropa dan satu dari sembilan jilid yang ditulis oleh seluruh perpustakaan di Eropa. Fakultas Kedokteran Paris pada tahun 1395 M.5 Faktanya, al-Razi adalah orang pertama yang membedakan antara penyakit cacar dan campak.6.

Karya-karya Al-Razi

Dari karya-karyanya tersebut, al-Razi menampilkan dirinya sebagai seorang filsuf Platonis, terutama dalam prinsipnya tentang “lima yang abadi” dan “jiwa”. Dalam pembahasan filsafat yang disampaikan Fakhry 14, ia menempatkan al-Razi pada periode awal penulisan filsafat sistematika (abad kesembilan). Kemudian kajian Ali 16 secara khusus membahas tentang al-Razi – meskipun sangat singkat – sebagai salah satu aliran filsafat Dunia Islam Timur.

Pemikiran Filsafat al-Razi

Dalam hal ini, Fakhry menjelaskan, al-Razi merasa terusik dengan penderitaan hewan, khususnya perlakuan manusia. Karena pandangannya, al-Razi bisa disebut atheis, karena ia mengkritik semua agama. Buku tersebut berisi protes mendasar yang dipimpin oleh al-Razi, dihadiri oleh para ulama dan pemimpin politik.

  • Biografi Hidup Al-Ghazali
  • Karya-Karya Monumental Al-Ghazali
  • Pandangan Al-Ghazali terhadap Filsafat dan Para Filosof
  • Filsafat Metafisika Al-Ghazali

Pertama, kelompok kitab yang dapat dibuktikan keasliannya sebagai karya Al-Ghazali terdiri dari 72 kitab. Karya Al-Ghazali merupakan autobiografi (sejarah hidupnya) yang memuat perkembangan intelektual dan spiritual pribadinya. Kemudian Al-Ghazali mencoba mengalihkan perhatian pada pendistribusian ilmunya dari segi tujuan.

Biografi hidup Suhrawardi

Alhasil, ia dipanggil oleh Pangeran Malik al-Zahir, penguasa Aleppo, putra Sultan Shalah al-Din al-Ayyubi, untuk bertemu dengan para ahli hukum dan teolog. Oleh karena itu, setelah gagal mempengaruhi Pangeran Zahir, Fuqaha yang cemburu langsung mengirimkan surat kepada Sultan Salahedin dan memperingatkan bahaya kehilangan kepercayaan sang pangeran jika terus berteman dengan Suhrawardi. Shalah al-Din sendiri yang terpengaruh dengan isi surat tersebut langsung memerintahkan putranya untuk mengeksekusi Suhrawardi.

Karya-karya Suhrawardi

Petikan, terjemahan dan penjelasan kitab-kitab falsafah kuno, seperti terjemahan Risâlah al-Thair oleh Ibnu Sina (980-1037 M) ke dalam bahasa Parsi, penjelasan al-Isyârat dan Risâlah fi Haqîqah al-Isyqi (Tentang Hakikat Cinta). ) yang tertumpu kepada risâlah fi al-Isyqi Ibnu Sina, dan tafsiran beberapa ayat dan hadis Nabi.

Pemikiran-pemkiran Suhrawardi

Namun kesadaran diri ini tidak boleh diciptakan dan tidak sama dengan gagasan kesadaran diri. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut di atas, kesadaran diri mempunyai arti sama dengan perwujudan wujud atau sesuatu yang kasat mata (zhâhir), yang diidentikkan dengan 'cahaya murni'. Oleh karena itu, dalam konsep kesadaran diri, kita dapat mengatakan bahwa setiap 'aku' pada dasarnya adalah 'aku' yang sama.

Biografi Hidup Ibnu Thufail

Disebutkan, ada beberapa catatan penting yang menyebutkan Ibnu Rusdy menjadi penerus Ibnu Thufail setelah pensiun pada tahun 1882. Selain itu, Ibnu Thufail juga dipercaya oleh Sultan Dinasti Muwahiddun untuk menduduki jabatan menteri dan menjadi gubernur Sabtah dan Tohjah. wilayah Maghreb. Meski sudah bebas dari jabatannya, namun penghargaan yang diterima Abu Ya'qub masih sama seperti sebelumnya, bahkan setelah Khalifah Abu Ya'qub wafat dan digantikan oleh putranya Abu Yusuf Al-Mansur, penghargaan tersebut tetap diterima oleh Ibnu Thufail.

Karya-Karya Ibnu Thufail

Kedua, cara berfikir dan penaakulan yang dianut oleh Al-Farabi dan murid-muridnya dan yang cuba dijelaskan oleh Ibnu Thufail. Perbincangan Ibnu Thufail tentang ilustrasi cerita fiksyen dalam Hayy bin Yaqzhan berusaha untuk menjelaskan bahawa tidak ada percanggahan yang begitu hebat antara akal dan wahyu. Kedua-duanya sama-sama boleh membawa kepada kebenaran, inilah mesej yang ingin disampaikan oleh Ibnu Thufail dalam karya Hayy Ibn Yaqdzan.

Pemikiran Ibnu Thufail yang Monumental

Dalam proses pengembangan ilmu yang bermula dari Hayy bin Yaqzhan ini mulai mengalami transformasi ketika ia bertemu dengan orang lain di daerah tempat tinggalnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Nasr dan Leaman bahwa segala sesuatu yang diajarkan Absal adalah kebenaran yang telah diketahui oleh Hayy bin Yaqzhan, yang dijelaskan oleh agamanya sendiri hanya secara simbolis. Namun seiring bertambahnya perkenalan mereka, Absallah menjadi mualaf dan murid, sedangkan Hayy bin Yaqzhan menjadi guru.

  • Biografi Hidup Ibnu Rusyd
  • Karya-karya Ibnu Rusyd
  • Pemikiran Filsafat Ibnu Rusyd

Sebagai seorang filosof, pengaruh Ibnu Rusdy di kalangan keraton tidak disukai para ulama dan fuqaha. Ibnu Rusdy kemudian menggabungkan dan memberikan pendapat mengenai kasus perdebatan ilmiah (ikhtilaf) dari empat mazhab besar bidang ushul fiqh dan fiqh dan kemudian menganjurkan integrasi penalaran analogis (qiyas). Dengan demikian, pendapat-pendapat Ibnu Rusdy dalam buku ini sangat sistematis, rinci, rinci dan sangat logis (kerangka buku ini jelas menggambarkan bahwa Ibnu Rusdy adalah seorang filosof).

Introduction

Etymological Discourse Ummah Concept

Ummah in the Qur'an

Ummah in the Medina Charter

Interpretation of the Ummah in the Medina Charter

Conclusion

Jacques Derrida‟Life and His Works

Derrida's Deconstruction of Meaning in Western Philosophy

Rethinking Deconstruction in Islamic Studies: Dismantling Text and

Conclusion

Said‟s Reenterpretation of Orientalism

The Birth of Orientalism: Historical Glance Perspective

Orientalism Targets: From Within Critiques

Orientalists Positive Works

Referensi

Dokumen terkait