• Tidak ada hasil yang ditemukan

faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Untuk mendorong calon konsumen mengambil keputusan pembelian yang tepat, varian produk yang tersedia harus berkualitas tinggi dan harga bersaing. Faktor-faktor ini mencakup hal-hal seperti kelompok pembanding, kerabat, serta peran dan status sosial, yang dapat memengaruhi keputusan pembelian. Pelaku bisnis dapat mengetahui seberapa besar pengaruh promosi penjualan dengan diskon terhadap perilaku pelanggan dan keputusan pembelian.

Menurut Kanuk (2004), pilihan terhadap dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, yang mengandung makna bahwa sebelum seseorang dapat mengambil keputusan, ia harus mempunyai sejumlah pilihan. Menurut Kotler dan Armstrong (2012), dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan konsumen pada saat membeli suatu produk melalui lima tahapan yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian.

Rumusan Masalah

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Kajian Toeri
  • Keputusan Pembelian
  • Penelitian Terdahulu
  • Kerangka Pikiran
  • Hipotesis

Pengertian keputusan pembelian menurut Kotler dan Armstrong (2001) adalah inti dari proses pengambilan keputusan pembeli adalah pada akhirnya mereka melakukan pembelian. Pengaruh Perilaku Konsumen Mobile Internet Terhadap Keputusan Pembelian Paket Layanan Data Internet CDMA Unlimited di Jakarta. Faktor budaya, pribadi dan psikologis tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan faktor psikologis berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian.

Faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis diasumsikan mempunyai pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di Indomaret. Diasumsikan bahwa faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Indomaret.

Gambar 2.1  Proses Pembelian Konsumen
Gambar 2.1 Proses Pembelian Konsumen

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Populasi dan Sampel

Jenis dan Sumber Data

Tujuan penggunaan metode kuantitatif adalah mencari hubungan-hubungan yang dapat menjelaskan penyebab-penyebab fakta sosial di lapangan secara terukur, dalam upaya menunjukkan hubungan-hubungan variabel sekaligus menganalisisnya. Data diperoleh melalui observasi langsung berupa observasi dan wawancara kepada pimpinan perusahaan seperti direktur dan komisaris, serta dengan bagian keuangan seperti staf atau bendahara perusahaan pada kantor cabang utama yang berkedudukan di Kota Makassar Sulawesi Selatan, khususnya yang berkaitan dengan penjualan di Kota Makassar. Data yang diperoleh merupakan informasi tertulis serta dokumentasi dan laporan mengenai kondisi perusahaan yang memuat sejarah singkat berdirinya perusahaan, atau dokumen lain yang relevan dengan judul penelitian.

Uji Validitas dan Reliabilitas

Metode Analisi

Menurut Ghozala (2012), uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah seluruh variabel bebas atau variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel terikat atau variabel terikat. Menurut Ghozali (2012), koefisien determinasi (𝑅2) pada dasarnya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai 𝑅2 yang lebih kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas.

Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir seluruh informasi yang diperlukan untuk memprediksi variabel dependen.

Definisi Operasional Variabel

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel Faktor Budaya (X1) tidak mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel keputusan pembelian. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel Faktor Pribadi (X3) tidak mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel keputusan pembelian. Berdasarkan uji regresi linier berganda yang dilakukan, faktor budaya mempunyai nilai sebesar -0,202 yang merupakan nilai yang menunjukkan bahwa faktor budaya (X1) tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian di Indomaret, dengan nilai thitung -1,430 < ttabel 1,675 dengan nilai signifikan sebesar 0,159 > 0,05 yang berarti hipotesis 1 tidak dapat diterima yang berarti faktor budaya (X1) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Indomaret.

Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor budaya tidak berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di Indomaret. Penelitian yang dilakukan Widya Rambi (2015) mengatakan bahwa faktor budaya tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. b) Faktor sosial (X2). Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor sosial berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di Indomaret.

Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian yang dilakukan Handy Noviyarto (2010) bahwa faktor sosial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. c) Faktor Pribadi (X3). Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor sosial tidak berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di Indomaret. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widya Rambi (2015) bahwa faktor pribadi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. d) Faktor psikologis (X4).

Berdasarkan uji regresi linier berganda yang dilakukan, faktor psikologis mempunyai nilai sebesar 0,678 yang merupakan nilai yang menunjukkan bahwa faktor psikologis (X4) berpengaruh terhadap keputusan pembelian di Indomaret, dengan nilai thitung 4,895 > ttabel 1,675 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti hipotesis 1 diterima yang berarti secara parsial faktor psikologis (X4) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Indomaret. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa faktor psikologis berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di Indomaret. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Indomaret.

Faktor budaya dan faktor pribadi tidak mempunyai arti positif dan signifikan secara pribadi terhadap keputusan pembelian di Indomaret. Faktor sosial dan faktor psikologis mempunyai pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian di Indomaret pada mahasiswa STIE Nobel Indonesia Makassar. Faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Indomaret pada mahasiswa STIE Nobel Indonesia Makassar.

Pengaruh Faktor Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Produk di Holland Bakery Manado, Jurnal EMBA.

Tabel 4.9  Hasil Uji Validitas  No  Variabel  Total Person
Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas No Variabel Total Person

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Profil Perusahaan

Hasil Penelitian

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat pada pertanyaan pertama tentang kepercayaan berbelanja di Indomaret (X1.1) dengan rata-rata jawaban responden menunjukkan angka 4,22 yang berarti nilai rata-rata tertinggi ada pada variabel X1 dan berada pada skala setuju dan sangat setuju yang artinya konsumen mempercayai produk indomaret, maka pada pertanyaan kedua tentang pandangan baik dan buruk (X1.2) nilai rata-rata responden dengan rata-rata jawaban menunjukkan angka 3,91 berada pada skala setuju dan sangat setuju yang artinya pandangan baik dan buruk mempengaruhi konsumen ketika membeli di indomaret, maka pada pertanyaan tentang kebiasaan mendengar produk indomaret (X1.3) dengan nilai mean responden sebesar 3,80 berada pada setuju skala yang artinya konsumen sudah terbiasa mendengar produk Indomaret dari orang lain sehingga memutuskan untuk memilih/membelinya. Pertanyaan terakhir tentang Kebiasaan (X1.4) dengan nilai rata-rata responden sebesar 3,91 berada pada skala setuju yang artinya konsumen Indomaret memilih/membeli produk karena kebiasaan. Berdasarkan tabel diatas terlihat pada pertanyaan pertama tentang ketenagakerjaan (X3.1) dengan nilai mean responden menunjukkan 3,62 yang berada pada skala setuju yang artinya pekerjaan berpengaruh terhadap keputusan membeli suatu produk, kemudian pada pertanyaan kedua tentang situasi ekonomi/pendapatan (X3.2) nilai rata-rata responden dengan rata-rata jawaban menunjukkan angka 3,73 berada pada skala setuju yang artinya situasi ekonomi/pendapatan berpengaruh terhadap keputusan pembelian suatu produk , maka pertanyaan mengenai gaya hidup (X3.3) dengan nilai rata-rata sebesar 3,53 berada pada skala setuju artinya gaya hidup berpengaruh terhadap keputusan pembelian suatu produk.

Berdasarkan tabel diatas terlihat pada pertanyaan pertama tentang motivasi pembelian (X4.1) dengan nilai mean responden menunjukkan 3,75 yang berada pada skala setuju yang artinya konsumen Indomaret termotivasi untuk memilih/membeli suatu produk, maka pada pertanyaan kedua tentang persepsi (X4.2) nilai rata-rata responden dengan rata-rata jawaban menunjukkan angka 3,91 berada pada derajat setuju yang artinya persepsi terhadap produk di indomaret berpengaruh dalam keputusan pembelian, Kemudian. Pertanyaan terakhir tentang kepercayaan (X4.4) dengan nilai rata-rata responden sebesar 3,64 berada pada skala setuju yang artinya konsumen merasa yakin terhadap produk yang tersedia di Indomaret. Berdasarkan tabel diatas terlihat pada pertanyaan pertama tentang motivasi pembelian (Y1) dengan nilai rata-rata responden menunjukkan 3,75 yang berada pada skala setuju yang artinya kebutuhan mempengaruhi pemilihan produk yang akan dibeli. dibeli oleh pelanggan Indomaret, kemudian secara bergantian.

Pertanyaan terakhir tentang keyakinan (Y4) dengan nilai mean responden sebesar 3,64 berada pada skala setuju yang artinya keyakinan mempengaruhi konsumen untuk memilih suatu produk sebelum melakukan transaksi. Berdasarkan hasil uji reliabilitas keputusan pembelian (Y) di atas mempunyai nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,60 yaitu 0,638. 0,202 pembelian senilai 2,02%.

0,286,86%. Berdasarkan uraian persamaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang mempunyai nilai paling tinggi dibandingkan nilai koefisien variabel bebas lainnya adalah Faktor Psikologis (X4) dengan nilai koefisien sebesar 0,678, sehingga dapat dikatakan yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan tabel hasil uji simultan (uji f) di atas diperoleh nilai F hitung sebesar 9,199 > F tabel 2,557 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti berpengaruh signifikan.

Pembahasan

Hal ini membuktikan bahwa faktor budaya tidak menentukan seseorang atau konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk di Indomaret, tentunya hal ini menjadi dasar bahwa faktor budaya tidak selalu mempengaruhi keputusan pembelian, sehingga faktor lain sangat menentukan perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Laela Nurrillyyin (2016), dengan judul penelitian “Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian mie instan berlabel halal (Studi Kasus pada Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)”, yang temuan penelitiannya menyimpulkan bahwa faktor budaya tidak mempengaruhi keputusan pembelian. Berdasarkan uji regresi linier berganda yang dilakukan faktor sosial mempunyai nilai sebesar 0,286 yang merupakan nilai yang menunjukkan bahwa faktor sosial (X2) berpengaruh terhadap keputusan pembelian di Indomaret, dengan thitung 2,134 > ttabel 1,675 dengan nilai signifikansi 0,038 < 0,05 yang berarti hipotesis 1 diterima yang berarti secara parsial faktor sosial (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian di Indomaret.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Syafirah (2017), dengan judul penelitian “Pengaruh Faktor Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Produk Di Holland Bakery Manado”, hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa faktor sosial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan produk di Holland Bakery Manado. Berdasarkan uji regresi linier berganda yang dilakukan, faktor pribadi mempunyai nilai sebesar -0,099 yang merupakan nilai yang menunjukkan bahwa faktor pribadi (x3) tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian celana dalam, dengan perhitungan T -0,791 < T tabel 1,675 dengan nilai signifikansi 0,433 > 0,05 yang berarti. Pada pertanyaan kedua mengenai situasi ekonomi/pendapatan (x3.2), nilai rata-rata responden dengan rata-rata jawaban menunjukkan angka 3,73 berada pada skala setuju, artinya situasi ekonomi/pendapatan berpengaruh terhadap keputusan membeli sebuah produk.

Hal ini sesuai dengan penelitian Sujani (2017) yang berjudul “DAMPAK PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI INDOMARET”, yang hasilnya menemukan bahwa faktor psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian di Indomaret. Hasil penelitian ini juga mendukung penelitian Supriyono dan Dibyo Iskandar (2015) bahwa faktor psikologis mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu variabel faktor psikologis paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian karena mempunyai angka t dan nilai signifikan yang paling tinggi.

Faktor psikologis merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian di Indomaret karena mempunyai nilai t-score dan nilai signifikan yang paling tinggi. Pengaruh faktor budaya, sosial, individu dan psikologis terhadap keputusan pembelian konsumen di Indomaret, Jurnal Kelola. Saat ini beliau sedang melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian produk dari Indomaret.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT DAN PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN INDOMARET TAMMOA KILL KOTA MAKASSAR 59. 3 Apakah kehadiran orang tua atau orang yang lebih tua mempengaruhi anda dalam memilih/membeli suatu produk di Indomaret.

Gambar

Gambar 2.1  Proses Pembelian Konsumen
Tabel 4.9  Hasil Uji Validitas  No  Variabel  Total Person
Tabel 4.16  Hasil Uji t
Tabel 4.17  Hasil Uji f

Referensi

Dokumen terkait

Dengan begitu data yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi syarat untuk dapat menggunakan model regresi linear berganda, agar asumsi-asumsi yang

Kemudian variabel profitabilitas dalam uji analisis faktor memiliki nilai loading paling tinggi yaitu 0,740 sedangkan untuk uji analisis regresi berganda variabel

Sementara analisis regresi logistik menunjukkan: hasil uji model keseluruhan terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor-faktor dengan perilaku menyimpang karena nilai

dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, uji F, koefisien determinasi berganda, uji-t, koefisien determinasi parsial, Hasil analisis, data menunjukkan bahwa

Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, hasilnya menunjukkan bahwa secara simultan variabel produk, saluran distribusi, promosi, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor

Hasil analisis regresi non linear berganda menunjukan bahwa faktor umur, pendidikan, pengalaman kerja, modal, ukuran alat tangkap, ukuran kapal, dan lama melaut secara

berdasarkan hasil uji yang dilakukan dengan menggunakan program eviews 8 hasil Uji Regresi Linear Berganda menunjukkan bahwa semua variable yaitu tenaga kerja, inflasi, dan

keputusan pembelian Y, sehingga persamaan regresi berganda dalam penelitian ini adalah: Y’ = a + b 1x 1 + b2x2 + b3x3 + b4x4 + e Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda antara